{"title":"Antibiotics (by Application)","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eAntibiotics (by Application)\u003c\/strong\u003e — mencakup bahan uji antimikroba yang dikelompokkan menurut target organisme sasarannya, meliputi golongan antijamur, antiparasit dan antiprotozoa, antihelmintik, serta reagen riset antivirus. Pengelompokan berdasarkan aplikasi ini memudahkan penelusuran senyawa lintas kerangka struktur kimia yang berbeda-beda.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAntibiotics (by Application) digunakan peneliti mikrobiologi dan parasitologi sebagai bahan uji in vitro untuk menelusuri aktivitas terhadap jamur, protozoa, cacing parasit, atau virus pada model eksperimen laboratorium. Senyawa seperti turunan imidazol antijamur, ivermektin, dan analog nukleosida antivirus dalam kategori ini juga dipakai sebagai pembanding pada pengembangan metode skrining dan studi mekanisme kerja.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eContoh produk dalam koleksi ini: \u003ca href=\"\/products\/tci2510i074735995\"\u003eTCI I0747 99011-02-6 Imiquimod\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510c116215601\"\u003eTCI C1162 65473-14-5 Naftifine Hydrochloride\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510i081636088\"\u003eTCI I0816 4247-02-3 Isobutyl 4-Hydroxybenzoate [for Biochemical Research]\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510c202516648\"\u003eTCI C2025 38083-17-9 Climbazole\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510i081736090\"\u003eTCI I0817 4191-73-5 Isopropyl 4-Hydroxybenzoate [for Biochemical Research]\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510c203516667\"\u003eTCI C2035 147-94-4 Cytarabine\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510i081936094\"\u003eTCI I0819 70288-86-7 Ivermectin\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510c230117030\"\u003eTCI C2301 50-63-5 Chloroquine Diphosphate\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003ePilih berdasarkan target organisme yang relevan dengan riset (jamur, parasit, atau virus), perhatikan kemurnian serta bentuk garam yang memengaruhi kelarutan pada sistem uji in vitro. Seluruh produk merupakan produk asli Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang, dengan kemurnian, kemasan, dan kondisi penyimpanan tercantum pada halaman masing-masing item.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eKategori lain yang sejajar di bawah Antibiotics, sering dipakai bersamaan dalam satu alur kerja laboratorium:\u003c\/p\u003e\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-antibiotics-chemical-structure-class\"\u003eAntibiotics (Chemical Structure Class)\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-pharmaceutical-research-reagents-for-experimental-use\"\u003ePharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-amino-acids\"\u003eAmino Acids\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-carbohydrates\"\u003eCarbohydrates\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-lipids\"\u003eLipids\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-enzymes-enzyme-inhibitors-enzyme-substrates\"\u003eEnzymes, Enzyme Inhibitors, Enzyme Substrates\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003eKoleksi ini masih terbagi menjadi 3 kelompok yang lebih spesifik:\u003c\/p\u003e\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-antiviral-research-reagents-for-experimental-use\"\u003eAntiviral Research Reagents (for Experimental Use)\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-antiparasitic-ingredients-antiprotozoal-ingredients-antihelminthic-ingredients-for-research-and-experimental-use\"\u003eAntiparasitic Ingredients, Antiprotozoal Ingredients, Antihelminthic Ingredients (for Research and Experimental Use)\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-antifungal-ingredients-for-research-and-experimental-use\"\u003eAntifungal Ingredients (for Research and Experimental Use)\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003eKembali ke \u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-antibiotics\"\u003eAntibiotics\u003c\/a\u003e. Untuk pengadaan volume besar, kemasan khusus, atau grade tertentu, hubungi tim AMI Scientific — distributor resmi TCI Japan di Indonesia — untuk pengecekan ketersediaan dan lead time langsung ke Jepang.\u003c\/p\u003e","products":[{"product_id":"tci2510c202516648","title":"TCI C2025 38083-17-9 Climbazole","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClimbazole adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Sebagai salah satu senyawa antifungal, Climbazole memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan jamur dengan cara mengganggu membran sel. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian untuk menguji efektivitas senyawa antifungal, serta dalam pengembangan produk farmasi dan kosmetik. Karena sifatnya yang stabil dan mudah tersedia, Climbazole menjadi pilihan yang populer di berbagai laboratorium di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eClimbazole memiliki karakteristik kimia yang memungkinkan ia berfungsi sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa lain. Ia memiliki struktur molekuler yang kompleks, namun tetap mudah untuk diproses dalam kondisi laboratorium. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai dan memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, Climbazole menjadi bahan yang sangat praktis untuk digunakan dalam berbagai eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Climbazole sering digunakan dalam penelitian terkait kesehatan, lingkungan, dan farmasi. Bahan ini juga menjadi bagian dari kebutuhan penelitian yang terus berkembang di berbagai institusi pendidikan dan lembaga penelitian. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini tanpa harus mengimpor dari luar negeri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePenelitian antifungal untuk pengembangan obat jamur\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eUji aktivitas biologis senyawa kimia dalam farmakologi\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSintesis senyawa kompleks dalam bidang kimia organik\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePengujian efektivitas bahan kosmetik terhadap jamur\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eAnalisis komposisi bahan kimia dalam produk farmasi\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNomor CAS: 38083-17-9\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents \u0026gt; Antibiotics\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClimbazole harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Dalam penggunaan, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk menghindari kontak langsung. Karena sifatnya yang kimia, sebaiknya tidak disimpan bersama bahan berbahaya lainnya. Selalu pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kecelakaan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClimbazole is a chemical compound widely used in laboratory research, particularly in biochemistry and pharmacology. As an antifungal agent, it inhibits fungal growth by disrupting cell membranes. This compound is commonly used in experiments to test the effectiveness of antifungal substances, as well as in the development of pharmaceutical and cosmetic products. Its stable nature and availability make it a popular choice in various laboratories across Indonesia. Climbazole is available in two packaging sizes: 25g and 500g, making it convenient for both small-scale and larger research projects. It is a solid powder with good solubility in organic solvents, which enhances its versatility in chemical synthesis and analytical applications. Proper storage in a sealed container, away from light and moisture, is essential to maintain its integrity and effectiveness in laboratory settings.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePatil dkk. (2020). Development and Validation of UV Spectroscopic Method for Estimation of Climbazole in Climbazole Shampoo. \u003cem\u003eAmerican Journal of PharmTech Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.46624\/ajptr.2020.v10.i1.019\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.46624\/ajptr.2020.v10.i1.019\u003c\/a\u003e\n\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNdiaye dkk. (2024). Antifungal climbazole alters androgenic pathways in mammalian cells. \u003cem\u003eToxicology in Vitro\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.tiv.2024.105854\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.tiv.2024.105854\u003c\/a\u003e\n\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBrienza dkk. (2017). Enantioselective reductive transformation of climbazole: A concept towards quantitative biodegradation assessment in anaerobic biological treatment processes. \u003cem\u003eWater Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.watres.2017.03.037\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.watres.2017.03.037\u003c\/a\u003e\n\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086096576730,"sku":"TCI2510C202516648","price":1263000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48086096609498,"sku":"TCI2510C202516649","price":10322000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C2025.jpg?v=1767097673"},{"product_id":"tci2510c203516667","title":"TCI C2035 147-94-4 Cytarabine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCytarabine, dengan nomor CAS 147-94-4, adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam bidang biomedis dan farmakologi. Bahan ini merupakan analog nukleosida yang memiliki aktivitas antitumor kuat, terutama terhadap sel-sel leukemia dan limfoma. Dalam laboratorium, Cytarabine sering digunakan sebagai bahan baku untuk penelitian terapi kanker, pengujian efektivitas obat, serta studi mekanisme kerja obat anti-kanker.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCytarabine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap paparan sinar UV dan oksidasi. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etanol dan dimetilsulfoxide (DMSO), sehingga memudahkan proses pelarutan dan penggunaan dalam berbagai eksperimen. Karena kemurniannya dan konsistensi kualitas, Cytarabine menjadi pilihan utama para peneliti di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Cytarabine digunakan dalam berbagai penelitian terkait kanker, terutama dalam pengembangan terapi kemoterapi dan penelitian terapi gen. Bahan ini juga sering dimanfaatkan dalam uji toksisitas dan pengujian efektivitas senyawa baru yang berpotensi sebagai obat anti-kanker.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePenelitian terapi kemoterapi untuk penyakit kanker\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eUji aktivitas antitumor pada sel kanker\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePengembangan obat baru berbasis senyawa nukleosida\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eStudi mekanisme kerja obat anti-kanker\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePengujian toksisitas senyawa pada model sel in vitro\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNomor CAS: 147-94-4\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCytarabine harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung. Penyimpanan pada suhu kamar yang stabil dan kering sangat dianjurkan. Saat menangani bahan ini, penting untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini bisa bersifat iritatif. Pastikan wadah tidak terbuka dan selalu tutup rapat setelah penggunaan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCytarabine, with CAS number 147-94-4, is a nucleoside analog widely used in biomedical and pharmacological research. It is known for its potent antitumor activity, particularly against leukemia and lymphoma cells. In laboratory settings, it serves as a key reagent for cancer therapy studies, drug efficacy testing, and the development of new therapeutic agents. Its stability and solubility in organic solvents make it a preferred choice for various experimental applications. Cytarabine is commonly used in Indonesian laboratories for cancer research, including chemotherapy development and in vitro toxicity testing. Its consistent quality and reliability make it an essential component for scientific investigations in the field of oncology.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2024). Cytarabine\/Venetoclax. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-024-61161-y\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-024-61161-y\u003c\/a\u003e\n\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2023). Cytarabine\/dasatinib\/methotrexate. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-023-48726-8\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-023-48726-8\u003c\/a\u003e\n\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2015). Cytarabine. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-015-10507-7\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-015-10507-7\u003c\/a\u003e\n\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086097658074,"sku":"TCI2510C203516667","price":784000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086097690842,"sku":"TCI2510C203516668","price":2626000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C2035.jpg?v=1767097686"},{"product_id":"tci2510c230117030","title":"TCI C2301 50-63-5 Chloroquine Diphosphate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eChloroquine Diphosphate TCI C2301 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia dan penelitian medis. Bahan ini sering digunakan dalam persiapan model penyakit pada hewan, terutama dalam studi tentang penyakit tropis seperti malaria. Sebagai salah satu obat anti-malaria yang paling awal, Chloroquine Diphosphate memiliki peran penting dalam pengujian efektivitas obat dan pengembangan terapi alternatif.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eChloroquine Diphosphate memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etanol dan aseton. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam air, sehingga memudahkan proses penggunaannya dalam berbagai aplikasi laboratorium. Karena sifatnya yang tidak beracun dalam dosis tertentu, senyawa ini dipilih karena keamanan dan kemudahan dalam penggunaan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, Chloroquine Diphosphate digunakan untuk penelitian terkait penyakit menular, pengujian toksisitas, dan pengembangan vaksin. Bahan ini menjadi bagian penting dalam penelitian kesehatan masyarakat dan bidang farmakologi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian penyakit tropis seperti malaria untuk pengujian efektivitas obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePersiapan model penyakit pada hewan untuk studi farmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian toksisitas senyawa kimia dalam lingkungan laboratorium\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan vaksin dan terapi alternatif untuk penyakit menular\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang mekanisme kerja obat anti-malaria dalam tubuh manusia\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 50-63-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 100g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eChloroquine Diphosphate harus disimpan dalam wadah tertutup dan terlindungi dari paparan sinar matahari langsung serta kelembapan. Bahan ini tidak beracun dalam dosis yang digunakan, tetapi tetap harus ditangani dengan hati-hati untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eChloroquine Diphosphate TCI C2301 is a chemical compound widely used in biochemical and medical research, particularly in the preparation of animal disease models. This compound is commonly used in the study of tropical diseases such as malaria, serving as one of the earliest antimalarial drugs. Its chemical properties include stability and solubility in organic solvents, making it suitable for various laboratory applications. Chloroquine Diphosphate is a key component in research related to infectious diseases, drug toxicity testing, and vaccine development. It is an essential reagent in Indonesian laboratories focused on public health and pharmacology. The compound is stored in sealed containers away from direct sunlight and moisture to maintain its integrity and effectiveness.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2019). Chloroquine diphosphate. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-019-57182-2\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-019-57182-2\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2024). Chloroquine-diphosphate. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-024-56080-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-024-56080-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (2012). Chloroquine diphosphate. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128415-201214190-00059\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128415-201214190-00059\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086118236378,"sku":"TCI2510C230117030","price":1415000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100g","offer_id":48086118269146,"sku":"TCI2510C230117031","price":3761000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48086118301914,"sku":"TCI2510C230117032","price":12038000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C2301.jpg?v=1767098095"},{"product_id":"tci2510c286617743","title":"TCI C2866 2030-63-9 Clofazimine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClofazimine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia dan farmakologi. Sebagai antibiotik, senyawa ini memiliki aktivitas antimikrobial terhadap beberapa jenis bakteri dan parasit. Dalam laboratorium, Clofazimine sering digunakan sebagai bahan baku untuk penelitian terkait infeksi, terutama pada penyakit seperti lepra dan tuberculosis. Bahan ini juga digunakan dalam pengembangan obat baru, terutama dalam bidang farmakologi dan biokimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eClofazimine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang relatif lama. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis. Karena sifatnya yang tidak beracun dalam dosis tertentu, Clofazimine menjadi pilihan yang aman untuk eksperimen laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium di Indonesia, Clofazimine digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat, terutama dalam studi tentang penyakit menular dan pengendalian infeksi. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian farmakologi dan biokimia di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh para peneliti dan ilmuwan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang aktivitas antimikrobial terhadap bakteri dan parasit\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat baru dalam bidang farmakologi dan biokimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen terkait penyakit menular seperti lepra dan tuberculosis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa kimia untuk keperluan penelitian ilmiah\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis komposisi kimia dalam sampel biologis\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 2030-63-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClofazimine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Tempat penyimpanan yang ideal adalah dalam ruangan sejuk dan kering, dengan suhu sekitar 20°C hingga 25°C. Karena sifatnya yang kimia, bahan ini harus dihindari dari kontak langsung dengan kulit dan mata. Penggunaan masker dan sarung tangan disarankan saat menangani bahan ini.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClofazimine is a chemical compound widely used in biochemical and pharmacological research. It functions as an antibiotic with antimicrobial activity against various bacteria and parasites. In the laboratory, it serves as a key reagent for studying infectious diseases, particularly leprosy and tuberculosis. Its stability and solubility in organic solvents make it suitable for synthesis and analytical experiments. Clofazimine is commonly used in research institutions across Indonesia for health-related studies and drug development. Its availability in local markets ensures accessibility for scientists and researchers.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBurns-Huang dkk. (2019). Mycobacterium tuberculosis cysteine biosynthesis genes mec+-cysO-cysM confer resistance to clofazimine. \u003cem\u003eTuberculosis\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.tube.2019.02.002\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.tube.2019.02.002\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eCavalchini dkk. (2020). Clofazimine: Can it be Useful in COVID 19?. \u003cem\u003eAsian Journal of Research in Infectious Diseases\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.9734\/ajrid\/2020\/v5i430178\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.9734\/ajrid\/2020\/v5i430178\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eGIRDHAR dkk. (1992). Red discoloration of the sputum by clofazimine simulating haemoptysis-A case report. \u003cem\u003eLeprosy Review\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.5935\/0305-7518.19920008\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.5935\/0305-7518.19920008\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086200221914,"sku":"TCI2510C286617743","price":1339000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086200254682,"sku":"TCI2510C286617744","price":4619000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C2866.jpg?v=1767098907"},{"product_id":"tci2510c286717745","title":"TCI C2867 23593-75-1 Clotrimazole","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClotrimazole adalah senyawa antifungal yang digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium terkait mikrobiologi dan farmakologi. Bahan ini berfungsi sebagai agen penghambat pertumbuhan jamur, terutama pada spesies seperti *Candida* dan *Trichophyton*. Dalam laboratorium, Clotrimazole sering digunakan untuk menguji efektivitas antibiotik, mengembangkan obat antijamur, atau dalam penelitian tentang mekanisme kerja senyawa antifungal.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eClotrimazole memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat. Karena sifat ini, bahan ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan eksperimen biokimia. Selain itu, Clotrimazole memiliki daya larut yang baik dalam lingkungan laboratorium, sehingga memudahkan proses penggunaan dan penyimpanan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, Clotrimazole digunakan secara luas oleh institusi penelitian dan perguruan tinggi. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya yang relatif mudah dan kualitasnya yang terjamin. Peneliti di Indonesia sering memanfaatkan Clotrimazole untuk eksperimen yang berkaitan dengan pengendalian infeksi jamur dan pengembangan produk farmasi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji sensitivitas jamur terhadap senyawa antifungal\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan formula obat antijamur\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen farmakologi untuk mengevaluasi efektivitas senyawa\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme kerja antifungal\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian kualitas produk farmasi dalam produksi skala kecil\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 23593-75-1\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClotrimazole harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitasnya. Karena bersifat kimia, bahan ini harus disimpan dalam ruangan yang sejuk dan kering. Penggunaan harus dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Selain itu, bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel tanpa pengawasan ahli.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClotrimazole is a widely used antifungal agent in laboratory settings, particularly in microbiology and pharmacology research. This compound is effective against various fungal species, making it a valuable tool for testing antifungal efficacy and developing new pharmaceutical products. Its stability and solubility in organic solvents make it versatile for chemical and biochemical experiments. In Indonesian laboratories, Clotrimazole is commonly utilized for fungal sensitivity testing, drug formulation development, and pharmacological studies. Its availability and reliability make it a preferred choice for researchers and academic institutions in the country.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eShahidi Bonjar (2004). Inhibition of Clotrimazole-resistant Candida albicans by plants used in Iranian folkloric medicine. \u003cem\u003eFitoterapia\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.fitote.2003.08.012\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.fitote.2003.08.012\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eShord (2004). Oral clotrimazole (CLZ) decreases presystemic metabolism of cytochrome P450 (CYP) 3A4 substrates. \u003cem\u003eClinical Pharmacology \u0026amp; Therapeutics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.clpt.2003.11.117\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.clpt.2003.11.117\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eJacob dkk. (2025). Clotrimazole-induced baboon syndrome: A rare presentation of systemic contact dermatitis. \u003cem\u003eNational Journal of Pharmacology and Therapeutics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4103\/njpt.njpt_13_25\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4103\/njpt.njpt_13_25\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086200320218,"sku":"TCI2510C286717745","price":834000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086200352986,"sku":"TCI2510C286717746","price":2903000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C2867.jpg?v=1767098911"},{"product_id":"tci2510c346818513","title":"TCI C3468 1163-36-6 Clemizole Hydrochloride","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClemizole Hydrochloride (TCI C3468, nomor CAS 1163-36-6) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah, terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian yang berkaitan dengan aktivitas antibiotik dan efek farmakologis senyawa tertentu. Clemizole Hydrochloride memiliki struktur kimia yang memungkinkan interaksi dengan berbagai protein dan enzim dalam sistem biologis, sehingga menjadi bahan penting dalam uji aktivitas antibakteri dan studi mekanisme kerja obat.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eClemizole Hydrochloride memiliki sifat kimia stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat ini, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai proses sintesis dan analisis kimia. Selain itu, kemurnian tinggi dari bahan ini memastikan hasil eksperimen yang akurat dan dapat diandalkan. Karena kestabilannya, bahan ini cocok untuk penyimpanan jangka panjang dan penggunaan berulang dalam laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium di Indonesia, Clemizole Hydrochloride sering digunakan dalam penelitian yang berkaitan dengan pengembangan antibiotik dan uji efektivitas senyawa farmakologis. Bahan ini juga menjadi bagian dari eksperimen untuk memahami mekanisme kerja obat dan pengaruhnya terhadap mikroba. Dengan ketersediaan yang cukup dan kualitas yang baik, bahan ini sangat relevan dalam penelitian ilmiah di lingkungan laboratorium lokal.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas antibakteri untuk mengevaluasi efektivitas senyawa tertentu terhadap bakteri patogen.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme kerja obat dalam sistem biologis untuk pengembangan farmakologi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa kimia sebagai bahan baku dalam produksi obat atau bahan aktif farmakologis.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kimia untuk memahami struktur dan reaktivitas senyawa dalam lingkungan laboratorium.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi interaksi senyawa dengan protein dan enzim untuk memahami proses biologis tertentu.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 1163-36-6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25mg, 100mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClemizole Hydrochloride harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan terhindar dari kelembapan berlebihan. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau saluran pernapasan. Selain itu, bahan ini harus dipisahkan dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClemizole Hydrochloride (TCI C3468, CAS No. 1163-36-6) is a chemical compound widely used in biochemical and pharmaceutical research. It serves as a key reagent in studies related to antibiotic activity and pharmacological effects. The compound is known for its stability and solubility in organic solvents, making it suitable for various synthesis and analytical processes. Its high purity ensures reliable and accurate experimental results. In Indonesian laboratories, Clemizole Hydrochloride is commonly used in research on antibiotic development and the evaluation of pharmacological compounds. Its availability and quality make it an essential material for scientific studies in the region.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eRendle dkk. (1991). X-Ray Powder Diffraction Data for Two Antihistamines: Clemizole Hydrochloride and Cyclizine Hydrochloride. \u003cem\u003ePowder Diffraction\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1017\/s0885715600017103\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1017\/s0885715600017103\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRichter dkk. (2014). Clemizole Hydrochloride Is a Novel and Potent Inhibitor of Transient Receptor Potential Channel TRPC5. \u003cem\u003eMolecular Pharmacology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1124\/mol.114.093229\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1124\/mol.114.093229\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eParvez (1996). Clemizole Hydrochloride. \u003cem\u003eActa Crystallographica Section C Crystal Structure Communications\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1107\/s0108270195015113\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1107\/s0108270195015113\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25mg","offer_id":48086250389722,"sku":"TCI2510C346818513","price":3458000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100mg","offer_id":48086250422490,"sku":"TCI2510C346818514","price":10424000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C3468.jpg?v=1767099631"},{"product_id":"tci2510c348318539","title":"TCI C3483 29342-05-0 Ciclopirox","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCiclopirox adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi laboratorium terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Sebagai antibiotik, Ciclopirox memiliki aktivitas antimikroba yang efektif terhadap berbagai jenis bakteri dan jamur. Senyawa ini sering digunakan dalam penelitian untuk menghambat pertumbuhan mikroba dalam kondisi tertentu. Dalam laboratorium, Ciclopirox digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan media kultur, pengujian antimikroba, serta dalam penelitian tentang efek senyawa aktif terhadap mikroba.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCiclopirox memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang relatif lama. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia. Selain itu, Ciclopirox memiliki struktur molekuler yang kompleks yang membuatnya menjadi bahan yang menarik untuk studi tentang mekanisme aksi dan interaksi molekuler.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Ciclopirox sering digunakan dalam penelitian bidang mikrobiologi dan farmakologi. Bahan ini menjadi pilihan karena ketersediaannya dan kualitasnya yang terjamin. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan lembaga penelitian memanfaatkan Ciclopirox untuk keperluan eksperimen yang memerlukan bahan antimikroba.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian aktivitas antimikroba terhadap bakteri dan jamur\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan media kultur untuk isolasi dan pertumbuhan mikroba\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme kerja senyawa aktif dalam bidang farmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan produk farmasi yang mengandung senyawa antimikroba\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang efek senyawa pada sistem biologis dan lingkungan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 29342-05-0\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCiclopirox harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung serta kelembapan tinggi. Penyimpanan dalam suhu ruangan yang stabil sangat dianjurkan. Bahan ini bersifat kimia yang memerlukan penanganan yang hati-hati, terutama dalam penggunaan dan pengenceran. Pastikan wadah tidak terbuka dan jauh dari bahan kimia lain yang tidak kompatibel.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCiclopirox is a chemical compound widely used in laboratory settings, particularly in biochemical and pharmaceutical research. As an antibiotic, it exhibits effective antimicrobial activity against various bacteria and fungi. It is commonly used in the preparation of culture media, antimicrobial testing, and studies on the effects of active compounds on microorganisms. Its stable chemical properties and good solubility in organic solvents make it a versatile reagent in laboratory applications. In Indonesian laboratories, Ciclopirox is a preferred choice for research in microbiology and pharmacology due to its availability and reliable quality. It is utilized in experiments requiring antimicrobial agents, making it an essential component in many scientific studies.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eMucha dkk. (2024). Ciclopirox and Ciclopirox Olamine: Antifungal Agents in Dermatology with Expanding Therapeutic Potential. \u003cem\u003eApplied Sciences\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/app142411859\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/app142411859\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eTietz dkk. (2002). Einsatz und Bedeutung von Ciclopirox‐Lack. \u003cem\u003eH\u0026amp;G Zeitschrift für Hautkrankheiten\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1046\/j.1439-0353.2002.02606.x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1046\/j.1439-0353.2002.02606.x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (2001). Ciclopirox. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128415-200108590-00016\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128415-200108590-00016\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086252945626,"sku":"TCI2510C348318539","price":860000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086252978394,"sku":"TCI2510C348318540","price":2903000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C3483.jpg?v=1768193832"},{"product_id":"tci2510c354518630","title":"TCI C3545 41621-49-2 Ciclopirox Olamine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCiclopirox Olamine TCI C3545 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Senyawa ini memiliki aktivitas antimikroba yang kuat, sehingga sering digunakan sebagai bahan baku dalam pengembangan produk farmasi dan produk perawatan kulit. Dalam laboratorium, Ciclopirox Olamine digunakan untuk uji aktivitas antibakteri, antijamur, dan antiparasit, serta sebagai bahan untuk sintesis senyawa lain yang memiliki efek terapeutik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCiclopirox Olamine memiliki struktur kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini juga memiliki sifat antiseptik yang baik, sehingga cocok untuk aplikasi dalam bidang medis dan kosmetik. Karena sifatnya yang tidak beracun dan aman dalam penggunaan yang tepat, Ciclopirox Olamine menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen ilmiah di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Ciclopirox Olamine digunakan dalam penelitian tentang pengendalian infeksi, pengembangan obat, dan uji klinis. Bahan ini juga sering digunakan dalam penelitian terkait perawatan kulit dan pengobatan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur atau bakteri. Karena kehandalannya dalam berbagai aplikasi, Ciclopirox Olamine menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan ilmuwan di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas antibakteri untuk pengembangan antibiotik baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang efek antijamur dalam pengobatan penyakit kulit\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa kimia yang memiliki aktivitas terapeutik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji stabilitas senyawa dalam kondisi lingkungan tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan produk kosmetik dengan efek antiseptik\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 41621-49-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCiclopirox Olamine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya matahari langsung dan kelembapan tinggi. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dianggap sebagai bahan kimia yang harus diperlakukan dengan hati-hati dalam laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCiclopirox Olamine TCI C3545 is a chemical compound widely used in laboratory research, particularly in biochemical and pharmacological studies. It is known for its strong antimicrobial activity, making it a valuable reagent in the development of pharmaceuticals and skincare products. In the laboratory, it is commonly used for testing antibacterial, antifungal, and antiparasitic properties, as well as for the synthesis of other therapeutic compounds. Its stable chemical structure and good solubility in organic solvents make it easy to handle and process in various chemical reactions. Due to its non-toxic nature and safety in proper use, Ciclopirox Olamine is a preferred choice for many scientific experiments. In Indonesia, this compound is utilized in research related to infection control, drug development, and skincare treatments, making it an essential material for researchers and scientists in the country.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eOliveira dkk. (2010). Ciclopirox olamine: an antifungal alternative against cryptococcosis. \u003cem\u003eLetters in Applied Microbiology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/j.1472-765x.2010.02914.x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1111\/j.1472-765x.2010.02914.x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMucha dkk. (2024). Ciclopirox and Ciclopirox Olamine: Antifungal Agents in Dermatology with Expanding Therapeutic Potential. \u003cem\u003eApplied Sciences\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/app142411859\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/app142411859\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWeir dkk. (2010). The repositioning of the anti-fungal agent ciclopirox olamine as a novel therapeutic agent for the treatment of haematologic malignancy. \u003cem\u003eJournal of Clinical Pharmacy and Therapeutics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/j.1365-2710.2010.01172.x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1111\/j.1365-2710.2010.01172.x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086261858522,"sku":"TCI2510C354518630","price":1868000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086261891290,"sku":"TCI2510C354518631","price":6461000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C3545.jpg?v=1767099754"},{"product_id":"tci2510c373018812","title":"TCI C3730 54-05-7 Chloroquine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eChloroquine (TCI C3730, nomor CAS 54-05-7) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam penelitian ilmiah, terutama dalam bidang biokimia dan penyakit hewan. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium untuk berbagai eksperimen terkait infeksi parasit dan studi obat. Dalam konteks penyakit hewan, chloroquine digunakan untuk mempersiapkan model penyakit yang relevan, seperti malaria atau penyakit parasit lainnya. Selain itu, senyawa ini juga digunakan dalam penelitian tentang mekanisme kerja obat dan efek farmakologis pada berbagai sistem biologis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eChloroquine memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etanol dan aseton. Karena sifat ini, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses sintesis. Selain itu, chloroquine memiliki daya larut yang baik dalam air, sehingga memudahkan proses penggunaan dalam larutan dan penelitian biologis. Karena ketahanannya terhadap kondisi tertentu, chloroquine menjadi pilihan yang sangat baik untuk eksperimen yang memerlukan stabilitas bahan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, chloroquine digunakan dalam berbagai penelitian terkait penyakit menular dan pengembangan obat. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium penelitian kesehatan masyarakat, klinik, dan institusi pendidikan tinggi. Karena kegunaannya yang luas dan keandalan, chloroquine menjadi bahan yang sangat penting dalam mempercepat proses penelitian ilmiah di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eChloroquine digunakan dalam penelitian penyakit parasit untuk mengevaluasi efektivitas obat.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini cocok untuk studi farmakologis karena kemampuannya dalam memengaruhi aktivitas parasit.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eChloroquine sering digunakan dalam pengembangan model penyakit untuk uji coba obat.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSenyawa ini digunakan dalam penelitian tentang mekanisme kerja obat pada sistem biologis.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eChloroquine juga digunakan dalam eksperimen terkait toksisitas dan efek samping obat.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 54-05-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 250mg, 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eChloroquine harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya matahari langsung untuk menjaga kualitas dan stabilitas bahan. Simpan di suhu kamar dan hindari paparan udara terbuka. Gunakan wadah yang tahan terhadap reaksi kimia untuk mencegah kontaminasi. Dalam laboratorium, pastikan bahwa penanganan bahan ini dilakukan dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Selalu pastikan bahwa proses penggunaan dan penyimpanan sesuai dengan standar keselamatan laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eChloroquine (TCI C3730, CAS No. 54-05-7) is a chemical compound widely used in scientific research, particularly in biochemical and disease modeling studies. It is commonly found in laboratories for experiments related to parasitic infections and drug development. This compound is used to prepare disease models, such as malaria, and is also employed in studies on drug mechanisms and pharmacological effects. Chloroquine is stable in chemical reactions and has good solubility in organic solvents, making it a reliable choice for various research applications. In Indonesian laboratories, it is used in research on infectious diseases and drug development, playing a vital role in accelerating scientific studies.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2020). CORRIGENDUM to Emergency Approval of Chloroquine and Hydroxychloroquine for Treatment of COVID-19 (updated to Emergency Authorization of Chloroquine and Hydroxychloroquine for Treatment of COVID-19). \u003cem\u003eAnnals of Pharmacotherapy\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1177\/1060028020932400\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1177\/1060028020932400\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKhalid (2023). ANTIOXIDANT ROLE OF MENTHA (MINT) AGAINST CHLOROQUINE-INDUCED OXIDATIVE STRESS IN MALE ALBINO MICE. \u003cem\u003eJournal of Akhtar Saeed Medical \u0026amp; Dental College\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.51127\/jamdc5i4oa04\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.51127\/jamdc5i4oa04\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003edos Santos dkk. (2005). Chloroquine-iron(III) tetra-arylporphyrin interactions and their effect on chloroquine oxidations catalyzed by iron(III) tetra-arylporphyrins. \u003cem\u003eJournal of Porphyrins and Phthalocyanines\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1142\/s1088424605000411\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1142\/s1088424605000411\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"250mg","offer_id":48086280667354,"sku":"TCI2510C373018812","price":1237000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"1g","offer_id":48086280700122,"sku":"TCI2510C373018813","price":3636000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C3730.jpg?v=1767099983"},{"product_id":"tci2510c383818938","title":"TCI C3838 69-74-9 Cytarabine Hydrochloride","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCytarabine Hydrochloride TCI C3838 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Senyawa ini sering ditemukan dalam penelitian terkait pengobatan kanker, terutama leukemia, karena memiliki aktivitas antitumor yang kuat. Sebagai reagen farmakologis, Cytarabine Hydrochloride berperan dalam pengujian efektivitas obat, pengembangan terapi, dan penelitian mekanisme aksi obat.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCytarabine Hydrochloride memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap kelembapan dan cahaya. Senyawa ini berbentuk padat dan mudah larut dalam air. Karena sifatnya yang aktif dan potensial, senyawa ini harus disimpan dengan hati-hati untuk menjaga kualitas dan keamanan penggunaannya.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Cytarabine Hydrochloride digunakan secara luas dalam penelitian ilmiah dan pengembangan produk farmasi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan pengobatan kanker dan pengujian senyawa baru.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian efektivitas obat antitumor dalam penelitian kanker\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan larutan untuk uji aktivitas biologis senyawa farmakologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian mekanisme kerja obat pada sel kanker\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan terapi kanker berbasis senyawa kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen farmakologi untuk mengevaluasi respons sel terhadap obat\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 69-74-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCytarabine Hydrochloride harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya untuk mencegah degradasi. Senyawa ini sangat sensitif terhadap kelembapan, sehingga wadah harus rapat dan tidak terbuka. Dalam penanganan, harus menggunakan peralatan pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCytarabine Hydrochloride TCI C3838 is a chemical compound widely used in laboratory research, particularly in biochemical and pharmacological studies. It plays a crucial role in cancer treatment research, especially for leukemia, due to its strong antitumor activity. This compound is commonly used in drug efficacy testing, therapeutic development, and the study of drug mechanisms. Its stability under certain conditions and solubility in water make it a valuable reagent in various scientific applications. In Indonesian laboratories, it is extensively used for cancer research and the development of new pharmaceutical products. Its application spans across academic institutions and research centers, contributing significantly to advancements in medical science.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eRuckmani dkk. (2007). Nanoparticular Drug Delivery System of Cytarabine Hydrochloride (CTH) for Improved Treatment of Lymphoma. \u003cem\u003eJournal of Biomedical Nanotechnology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1166\/jbn.2007.016\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1166\/jbn.2007.016\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSong dkk. (2017). The effect of cephalexin in influencing the pharmacokinetics of a novel drug – 5′-valyl-cytarabine hydrochloride. \u003cem\u003eAsian Journal of Pharmaceutical Sciences\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.ajps.2016.08.003\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.ajps.2016.08.003\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRuckmani dkk. (2000). Nonionic Surfactant Vesicles (Niosomes) of Cytarabine Hydrochloride for Effective Treatment of Leukemias: Encapsulation, Storage, and In Vitro Release. \u003cem\u003eDrug Development and Industrial Pharmacy\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1081\/ddc-100100348\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1081\/ddc-100100348\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086294593754,"sku":"TCI2510C383818938","price":934000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086294626522,"sku":"TCI2510C383818939","price":2828000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C3838.jpg?v=1767100156"},{"product_id":"tci2510c384518949","title":"TCI C3845 163252-36-6 Clevudine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClevudine, dengan nomor CAS 163252-36-6, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian terkait bidang kehidupan dan farmakologi. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium ilmu hayat, terutama dalam penelitian antibiotik dan senyawa aktif biologis. Clevudine memiliki potensi sebagai agen anti-HIV dan berperan dalam pengembangan terapi virus. Dalam konteks laboratorium, bahan ini digunakan untuk uji aktivitas biologis, sintesis senyawa baru, serta studi mekanisme kerja obat.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eClevudine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, memungkinkan penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia dan proses pemisahan. Bahan ini juga memiliki struktur molekuler yang kompleks, sehingga memungkinkan peneliti untuk mempelajari interaksi molekuler dan efek biologisnya. Karena karakteristik ini, Clevudine dipilih sebagai bahan baku dalam penelitian yang memerlukan presisi dan akurasi tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium di Indonesia, Clevudine digunakan dalam penelitian yang berkaitan dengan bidang farmakologi, virologi, dan biokimia. Bahan ini menjadi bagian dari upaya ilmiah untuk mengembangkan obat baru dan memahami mekanisme penyakit. Karena keberadaannya dalam penelitian internasional, Clevudine juga menjadi bahan yang relevan untuk peneliti lokal yang ingin mengikuti tren ilmiah global.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas anti-HIV untuk pengembangan obat virus\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa aktif biologis dalam penelitian farmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis mekanisme kerja senyawa dalam proses pengobatan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang interaksi molekuler dalam bidang biokimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian toksisitas dan efek samping senyawa kimia\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 163252-36-6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 250mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClevudine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Bahan ini bersifat kimia yang memerlukan penanganan hati-hati, terutama dalam proses penggunaan dan pembuatan larutan. Pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terpapar udara bebas. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat mengolah bahan ini untuk meminimalkan risiko kontak langsung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClevudine, with CAS number 163252-36-6, is a chemical compound widely used in life science research, particularly in the field of antibiotics and bioactive substances. It is commonly employed in laboratory settings for studying the biological activity of compounds, synthesizing new active ingredients, and investigating the mechanisms of drug action. Clevudine is a crystalline powder with a complex molecular structure, making it suitable for various biochemical and pharmacological studies. Its stability under certain conditions allows for its use in multiple chemical reactions and separation processes. In Indonesian laboratories, Clevudine plays a significant role in research related to virology, pharmacology, and biochemistry, supporting efforts to develop new treatments and understand disease mechanisms.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eAnderson, D.L. (2009). Clevudine for hepatitis B. \u003cem\u003eDrugs of Today\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1358\/dot.2009.45.5.1354223\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1358\/dot.2009.45.5.1354223\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2013). Clevudine. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-013-2807-5\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-013-2807-5\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (2011). Clevudine. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128415-201113520-00062\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128415-201113520-00062\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"250mg","offer_id":48086294986970,"sku":"TCI2510C384518949","price":8051000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C3845.jpg?v=1767100177"},{"product_id":"tci2510c393019048","title":"TCI C3930 57808-65-8 Closantel","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClosantel, dengan nomor CAS 57808-65-8, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terutama dalam bidang biokimia dan antibiotik. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian terkait pengendalian parasit dan penyakit yang disebabkan oleh organisme eukariotik. Sebagai suatu senyawa aktif, Closantel berperan dalam pengujian aktivitas antibakteri, anti-parasit, dan pengembangan obat baru. Dalam laboratorium, senyawa ini menjadi alat penting untuk memahami mekanisme kerja senyawa aktif terhadap mikroba.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eClosantel memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan dapat digunakan dalam berbagai bentuk reaksi kimia. Karakteristiknya yang tidak mudah terurai membuatnya cocok untuk penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, senyawa ini memiliki keunggulan dalam kekhasan struktur kimianya, yang memungkinkan peneliti untuk mempelajari interaksi molekuler dan efek biologisnya. Hal ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian yang membutuhkan keakuratan dan konsistensi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Closantel digunakan dalam berbagai penelitian terkait kesehatan masyarakat, terutama dalam studi tentang penyakit parasitik dan pengendalian penyakit. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian farmakologis dan pengembangan obat baru yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Karena kegunaannya yang luas, Closantel menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan laboratorium di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian aktivitas anti-parasit untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme kerja senyawa aktif terhadap mikroba\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis senyawa kimia dalam sampel biologis untuk identifikasi komponen aktif\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan baku untuk formulasi obat dan produk farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang efek biologis senyawa pada sel dan jaringan hidup\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 57808-65-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk atau kristal)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClosantel harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan untuk menjaga kualitas dan stabilitas bahan. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya ditangani dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Selain itu, pastikan bahwa area penyimpanan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau korosif.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eClosantel, with CAS number 57808-65-8, is a chemical compound widely used in laboratory research, particularly in the fields of biochemistry and antibiotics. It is commonly employed in studies related to parasitic diseases and the development of new therapeutic agents. As an active compound, Closantel plays a crucial role in testing antimicrobial and antiparasitic activities, as well as in the formulation of new drugs. Its chemical stability and unique molecular structure make it a preferred choice for researchers seeking accurate and consistent results. In Indonesian laboratories, Closantel is applied in various studies aimed at improving public health, especially in the investigation of parasitic diseases and the development of new medicines. Its versatility and effectiveness make it a valuable tool in both academic and industrial research settings.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eWaruiru (1997). Efficacy of closantel, albendazole and levamisole on an ivermectin resistant strain of Haemonchus contortus in sheep. \u003cem\u003eVeterinary Parasitology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0304-4017(97)00065-4\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0304-4017(97)00065-4\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLee dkk. (1996). Efficacy of closantel against Fasciola hepatica in Korean native goats. \u003cem\u003eVeterinary Parasitology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0304-4017(96)00972-7\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0304-4017(96)00972-7\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eUppal dkk. (1993). Efficacy of closantel against fenbendazole and levamisole resistanthaemonchus contortus in small ruminants. \u003cem\u003eTropical Animal Health and Production\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/bf02236883\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/bf02236883\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086304489690,"sku":"TCI2510C393019048","price":1339000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C3930.jpg?v=1767100321"},{"product_id":"tci2510d189821864","title":"TCI D1898 1642-54-2 Diethylcarbamazine Citrate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDiethylcarbamazine Citrate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam kategori bahan pembangun kimia, terutama dalam pembuatan senyawa dengan struktur heterosiklik yang kompleks. Sebagai bahan dasar, Diethylcarbamazine Citrate memiliki peran penting dalam pembuatan senyawa obat, bahan kimia industri, dan penelitian ilmiah.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eBahan ini memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah bereaksi dengan berbagai reagen lainnya. Karakteristiknya yang mudah larut dalam pelarut organik membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai reaksi kimia. Ketersediaannya dalam bentuk padat juga memudahkan proses penimbangan dan penggunaan di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium di Indonesia, bahan ini sering digunakan oleh peneliti dan mahasiswa dalam bidang kimia organik dan farmasi. Bahan ini menjadi bagian dari proses sintesis senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang medis dan industri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eReaksi kimia organik dalam penelitian farmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan bahan aktif farmasi dalam skala laboratorium\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang struktur dan sifat senyawa kimia kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian katalis dalam reaksi kimia tertentu\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 1642-54-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 10g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDiethylcarbamazine Citrate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Bahan ini sensitif terhadap kelembapan dan cahaya, sehingga penyimpanan dalam lingkungan terkontrol sangat dianjurkan. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau saluran pernapasan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDiethylcarbamazine Citrate is a chemical compound widely used in organic chemistry for the synthesis of heterocyclic compounds. It belongs to the category of building blocks and is commonly utilized in pharmaceutical and medicinal research. This compound is known for its stability and solubility in organic solvents, making it a versatile reagent in laboratory settings. Its application extends to the development of new drugs and the study of complex chemical structures. Due to its reactivity and availability in solid form, it is a preferred choice for researchers in Indonesia, supporting both academic and industrial chemical investigations.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eKitler dkk. (2003). Ensuring Supplies of Quality Diethylcarbamazine Citrate (DEC). \u003cem\u003eJournal of Clinical Pharmacology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1177\/0091270003043005003\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1177\/0091270003043005003\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBasavaiah dkk. (2018). Stability-Indicating UV-Spectrophotometric Assay of Diethylcarbamazine Citrate in Pharmaceuticals. \u003cem\u003ePharmaceutical Chemistry Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s11094-018-1805-6\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s11094-018-1805-6\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSwamy dkk. (2015). SIMPLE AND SELECTIVE SPECTROPHOTOMETRIC ASSAY OF DIETHYLCARBAMAZINE CITRATE USING 2,3-DICHLORO-5,6-DICYANO-p-BENZOQUINONE AND 2,4-DINITRO PHENOL. \u003cem\u003eQuímica Nova\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.5935\/0100-4042.20150061\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.5935\/0100-4042.20150061\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"10g","offer_id":48086481961178,"sku":"TCI2510D189821864","price":1616000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D1898.jpg?v=1767103872"},{"product_id":"tci2510d281623165","title":"TCI D2816 5496-35-5 4-(4,5-Diphenyl-1H-imidazol-2-yl)benzoic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e4-(4,5-Diphenyl-1H-imidazol-2-yl)benzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini memiliki struktur heterosiklik yang kompleks, terdiri dari cincin imidazol yang terikat pada cincin benzoat. Senyawa ini sering ditemukan dalam penelitian kimia organik dan farmakologi, terutama dalam pengembangan senyawa dengan aktivitas biologis. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai bahan dasar atau bahan bangunan untuk sintesis senyawa kompleks yang memiliki aplikasi medis atau industri.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarena struktur kimianya yang unik, senyawa ini memiliki sifat reaktivitas yang tinggi, terutama pada posisi substitusi pada cincin imidazol. Sifat ini memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi nucleofilik, elektrofilik, dan reaksi substitusi. Keunikan struktur dan sifat kimia ini menjadikannya pilihan utama dalam penelitian kimia organik dan sintesis senyawa heterosiklik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian ilmiah yang berfokus pada sintesis senyawa dengan aktivitas farmakologis. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk pengembangan obat baru atau modifikasi senyawa yang sudah ada. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan yang diperlukan dalam eksperimen mereka.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian aktivitas biologis senyawa kimia organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian reaktivitas senyawa dalam berbagai kondisi kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan senyawa intermediet untuk produksi bahan kimia industri\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis struktur kimia menggunakan teknik spektroskopi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 5496-35-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya langsung dan dalam suhu kamar. Karena sifat kimianya yang reaktif, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah penyimpanan tidak bocor dan tidak terpapar udara bebas. Penyimpanan yang tepat akan memperpanjang masa simpan dan meminimalkan risiko reaksi kimia yang tidak diinginkan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e4-(4,5-Diphenyl-1H-imidazol-2-yl)benzoic Acid is a versatile organic compound used as a building block in synthetic chemistry. This compound features a complex heterocyclic structure with an imidazole ring attached to a benzoic acid group, making it suitable for various chemical reactions. Its high reactivity and unique molecular structure make it a valuable tool in pharmaceutical and industrial research. In laboratory settings, it is commonly used for the synthesis of bioactive compounds and as an intermediate in the development of new drugs. The compound is available in different packaging sizes, ensuring accessibility for research purposes. Its stability and chemical properties allow it to be a reliable choice for scientific experiments in Indonesia.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086589407450,"sku":"TCI2510D281623165","price":1289000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086589440218,"sku":"TCI2510D281623166","price":3736000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D2816.jpg?v=1767105404"},{"product_id":"tci2510d306523383","title":"TCI D3065 4097-22-7 2',3'-Dideoxyadenosine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2',3'-Dideoxyadenosine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia dan farmakologi di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori reagen biokimia dan sering digunakan sebagai substrat atau inhibitor dalam reaksi enzimatik tertentu. Dalam penelitian, senyawa ini berperan dalam studi mekanisme kerja enzim, pengujian aktivitas antibakteri, serta eksplorasi efek farmakologis pada sel hidup.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama dari 2',3'-Dideoxyadenosine adalah struktur molekulnya yang mirip dengan adenin, tetapi dengan penghilangan dua atom oksigen pada posisi 2' dan 3'. Hal ini membuatnya sangat spesifik dalam interaksi dengan enzim seperti reverse transcriptase, yang sering terlibat dalam proses replikasi virus. Karena sifat spesifik ini, senyawa ini dipilih untuk studi yang memerlukan presisi tinggi dalam reaksi biokimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, 2',3'-Dideoxyadenosine digunakan dalam penelitian terkait penyakit menular, pengembangan obat, dan studi biokimia sel. Bahan ini menjadi alat penting bagi peneliti yang ingin memahami mekanisme biologis tertentu atau mengembangkan metode diagnostik dan terapeutik baru.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePemantauan aktivitas enzim reverse transcriptase dalam penelitian virus.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian efek inhibisi terhadap replikasi virus HIV.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang mekanisme kerja obat anti-HIV dalam lingkungan laboratorium.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen biokimia untuk memahami proses transkripsi dan translasi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian terkait pengembangan obat antiretroviral baru.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 4097-22-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2',3'-Dideoxyadenosine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Karena sifatnya yang kimia, bahan ini harus ditangani dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terkena bahan kimia lain yang bersifat reaktif. Penyimpanan yang tepat akan mempertahankan kualitas dan kestabilan senyawa ini dalam jangka waktu yang lebih lama.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2',3'-Dideoxyadenosine is a biochemical compound widely used in laboratory research, particularly in studies related to enzyme activity and antiviral mechanisms. This compound, with its unique molecular structure, is highly specific in its interactions with enzymes such as reverse transcriptase, making it a valuable tool in virology and pharmacology. Its application extends to the development of antiretroviral drugs and the investigation of cellular processes. Due to its stability and specificity, it is commonly used in Indonesian laboratories for both basic and applied research, contributing to advancements in medical and biological sciences.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eCHEN dkk. (1991). ChemInform Abstract: Nucleic Acid Related Compounds. Part 64. Synthesis of 2′,3′‐Diazido‐2′, 3′‐dideoxyadenosine and 2′,3′‐Diamino‐2′,3′‐dideoxyadenosine from 9‐(. beta.‐D‐Arabinofuranosyl)adenine.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.199139245\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.199139245\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePélicano dkk. (1997). Enzymatic Properties of the Unnatural β-l-Enantiomers of 2‘,3‘-Dideoxyadenosine and 2‘,3‘-Didehydro-2‘,3‘-dideoxyadenosine. \u003cem\u003eJournal of Medicinal Chemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/jm9701482\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/jm9701482\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMORIARTY dkk. (1991). ChemInform Abstract: Palladium‐Catalyzed C‐8 Allylation and Vinylation of Adenosine, 2′‐ Deoxyadenosine, and 2′,3′‐Dideoxyadenosine Nucleosides.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.199139241\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.199139241\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100mg","offer_id":48086600745178,"sku":"TCI2510D306523383","price":11887000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D3065.jpg?v=1767105692"},{"product_id":"tci2510d306623384","title":"TCI D3066 69655-05-6 2',3'-Dideoxyinosine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2',3'-Dideoxyinosine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian biokimia dan farmakologi. Bahan ini memiliki struktur mirip nukleotida, tetapi dengan modifikasi pada posisi 2' dan 3' dari gugus deoksiribosa. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain, serta dalam studi mekanisme kerja obat dan pengembangan terapi antivirus. Karena sifat kimianya yang kompleks, senyawa ini menjadi alat penting dalam penelitian kesehatan dan biomedis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003e2',3'-Dideoxyinosine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan cahaya. Karena struktur molekulnya yang unik, senyawa ini memiliki afinitas tinggi terhadap enzim tertentu, seperti reverse transcriptase, yang membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam penelitian virus HIV. Sifat ini menjadikannya pilihan ideal untuk aplikasi yang membutuhkan spesifisitas tinggi dalam reaksi kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, 2',3'-Dideoxyinosine digunakan secara luas dalam penelitian terkait penyakit menular, terutama dalam studi tentang virus dan mekanisme respons imun. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian farmakologi dan biokimia yang berfokus pada pengembangan obat baru, terutama dalam bidang antiviral dan terapi kanker. Karena kepentingannya dalam penelitian ilmiah, bahan ini menjadi bagian penting dari peralatan laboratorium di berbagai institusi riset di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian mekanisme kerja obat antivirus untuk pengobatan HIV\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa kimia yang memiliki aktivitas biologis tinggi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang aktivitas enzim reverse transcriptase dalam proses replikasi virus\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan terapi kanker dengan pendekatan terapi target\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji kelayakan bahan baku untuk produksi obat antiviral\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 69655-05-6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100mg, 500mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eBahan ini harus disimpan dalam wadah kedap udara dan di tempat yang sejuk serta gelap. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan kelembapan tinggi untuk mencegah degradasi. Saat menangani bahan ini, gunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi kulit dan pernapasan. Pastikan wadah tertutup rapat setelah penggunaan. Bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2',3'-Dideoxyinosine is a chemical compound widely used in biochemical and pharmaceutical research. It is a nucleoside analog with structural modifications at the 2' and 3' positions of the deoxyribose ring, making it a valuable tool in the study of viral replication and enzyme activity. Its unique molecular structure allows it to interact specifically with certain enzymes, such as reverse transcriptase, making it an essential reagent in antiviral research. This compound is commonly used in laboratory settings for the development of new therapeutic agents and the investigation of molecular mechanisms in disease processes. Its stability and reactivity make it a versatile material for various scientific applications, particularly in the fields of virology and pharmacology.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (1991). Dideoxyinosine see Dideoxycytidine\/dideoxyinosine. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128415-199103610-00020\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128415-199103610-00020\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (1991). Dideoxyinosine. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128415-199103380-00016\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128415-199103380-00016\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (1991). Dideoxyinosine. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128415-199103460-00024\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128415-199103460-00024\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100mg","offer_id":48086600810714,"sku":"TCI2510D306623384","price":960000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500mg","offer_id":48086600843482,"sku":"TCI2510D306623385","price":3131000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D3066.jpg?v=1767105696"},{"product_id":"tci2510d358023897","title":"TCI D3580 3056-17-5 2',3'-Didehydro-3'-deoxythymidine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D3580 2',3'-Didehydro-3'-deoxythymidine, yang lebih dikenal sebagai stavudin atau d4T, adalah analog nukleosida timidin yang menjadi salah satu senyawa rujukan paling penting dalam kajian virologi molekuler. Molekul ini dicirikan oleh ikatan rangkap antara posisi 2' dan 3' pada cincin gula serta hilangnya gugus hidroksil pada posisi 3'. Ketiadaan gugus 3'-OH inilah yang memberikan sifat terminasi rantai ketika bentuk trifosfatnya diinkorporasikan oleh enzim reverse transcriptase. Di laboratorium, bahan ini digunakan sebagai senyawa uji antivirus, standar analitik untuk pengembangan metode, serta model struktur dalam perancangan analog nukleosida generasi berikutnya.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang menjadikan senyawa ini banyak dipilih adalah kejelasan mekanisme kerjanya yang sudah sangat mapan dalam literatur, sehingga hasil percobaan mudah dibandingkan dengan data pembanding. Modifikasi didehidro-dideoksi pada gula memberikan kekakuan konformasi tertentu yang memengaruhi pengenalan oleh kinase seluler maupun polimerase viral. Sebagai padatan, senyawa ini relatif mudah ditimbang dan dilarutkan dalam pelarut yang lazim dipakai untuk uji biologis. Konsistensi kemurnian antar-lot dari TCI menjadi faktor kritis, mengingat analog nukleosida yang terkontaminasi isomer atau produk degradasi dapat menghasilkan nilai IC50 yang menyimpang dan sulit direproduksi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eLaboratorium di Indonesia memakai bahan ini terutama pada riset antiretroviral di fakultas kedokteran dan farmasi, laboratorium biologi molekuler universitas, hingga unit pengembangan metode analisis pada industri obat generik. Kemasan 1 g dan 5 g yang tersedia di AMI Scientific memberi keleluasaan bagi tim penelitian kecil maupun laboratorium dengan agenda pengujian rutin. Ukuran 1 g biasanya memadai untuk validasi metode dan uji skrining awal, sedangkan 5 g cocok bagi program riset berkelanjutan atau kebutuhan sintesis turunan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSkrining aktivitas antivirus in vitro, karena mekanisme terminasi rantai yang dimilikinya menjadikan senyawa ini kontrol positif yang andal pada uji penghambatan reverse transcriptase.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan dan validasi metode HPLC atau LC-MS\/MS, sebab senyawa dengan kemurnian terjaga diperlukan untuk membangun kurva kalibrasi, uji presisi, dan penentuan batas deteksi metode bioanalitik.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi resistensi virus, karena membandingkan respons galur mutan terhadap analog nukleosida standar membantu peneliti memetakan mutasi yang memengaruhi pengenalan substrat oleh polimerase.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian farmakologi seluler dan toksisitas mitokondria, mengingat analog dideoksinukleosida dikenal berinteraksi dengan polimerase mitokondria sehingga cocok sebagai model kajian efek samping seluler.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan awal sintesis kimia medisinal, karena gugus hidroksil primer dan ikatan rangkap pada gula menyediakan titik modifikasi untuk membuat prodrug ester maupun analog baru.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog D3580\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 3056-17-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1 g dan 5 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan kristalin putih hingga hampir putih (konfirmasi pada label dan CoA lot bersangkutan)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: tempat sejuk, kering, terlindung cahaya, wadah tertutup rapat sesuai anjuran produsen\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTempatkan vial pada rak bahan kimia yang sejuk dan kering, jauh dari sumber panas serta paparan cahaya langsung; sebagian laboratorium menyimpannya dalam lemari pendingin untuk memperpanjang masa pakai. Pertahankan wadah asli yang tertutup rapat dan biarkan mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi kondensasi pada serbuk. Gunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung saat menimbang, serta bekerja di area berventilasi baik untuk menghindari terhirupnya partikel halus. Karena senyawa ini aktif secara biologis, hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Buang sisa bahan serta wadah terkontaminasi melalui jalur limbah bahan berbahaya institusi, dan patuhi lembar data keselamatan resmi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D3580 2',3'-Didehydro-3'-deoxythymidine (stavudine, d4T; CAS 3056-17-5) is a thymidine nucleoside analogue that has become a standard reference compound in molecular virology and antiviral research. The absence of a 3'-hydroxyl group together with the 2',3'-unsaturation allows its triphosphate metabolite to act as a chain terminator during reverse transcription, giving the molecule a clearly defined and extensively documented mechanism of action. Its crystalline solid form is convenient to weigh and dissolve for cell-based assays, while consistent lot-to-lot purity supports reproducible IC50 determinations. Available in 1 g and 5 g packs, the material is routinely applied as a positive control in antiviral screening, as an analytical standard for HPLC and LC-MS\/MS method development, in viral resistance and mitochondrial toxicity studies, and as a synthetic intermediate for new nucleoside derivatives. For laboratory research use only.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086627614938,"sku":"TCI2510D358023897","price":1515000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086627647706,"sku":"TCI2510D358023898","price":4821000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D3580.jpg?v=1767106266"},{"product_id":"tci2510d379324171","title":"TCI D3793 71939-50-9 Dihydroartemisinin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D3793 Dihydroartemisinin adalah senyawa seskuiterpen lakton yang merupakan turunan tereduksi dari artemisinin, senyawa alami yang diisolasi dari tumbuhan Artemisia annua. Ciri struktural terpentingnya adalah jembatan endoperoksida di dalam kerangka siklik, yakni gugus yang dipercaya menjadi kunci aktivitas antimalarianya. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku riset biokimia dan farmakologi, standar pembanding pada pengujian analitik, serta senyawa antara penting dalam sintesis turunan artemisinin lain yang dikembangkan sebagai kandidat terapi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang membuat senyawa ini banyak digunakan adalah reaktivitas khas jembatan peroksida yang dapat menghasilkan spesies radikal ketika berinteraksi dengan besi hemat pada parasit malaria, suatu mekanisme yang menjadi fokus banyak penelitian. Selain itu, gugus hidroksil hemiasetal pada posisi laktol memberikan titik modifikasi kimia yang mudah dijangkau, sehingga senyawa ini dapat diubah menjadi ester, eter, maupun konjugat dengan molekul pembawa untuk mempelajari hubungan struktur dan aktivitas. Di sisi lain, kehadiran peroksida membuat senyawa ini relatif peka terhadap panas, cahaya, kondisi asam kuat, dan logam transisi, sehingga penanganannya menuntut kehati-hatian agar integritas struktur tetap terjaga selama percobaan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eBagi laboratorium di Indonesia, senyawa ini memiliki relevansi khusus karena malaria masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah timur Tanah Air. Peneliti di bidang farmasi, kimia bahan alam, biologi molekuler, dan parasitologi kerap membutuhkannya untuk uji aktivitas in vitro, pengembangan metode analisis, maupun kajian resistensi parasit. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai untuk penelitian skala laboratorium yang umumnya bekerja pada jumlah kecil.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas antimalaria in vitro: digunakan sebagai senyawa uji maupun pembanding pada kultur parasit untuk mengukur potensi hambatan pertumbuhan secara kuantitatif.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStandar pembanding analitik: berperan sebagai baku pembanding pada pengembangan dan validasi metode kromatografi untuk menetapkan kadar turunan artemisinin.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis turunan artemisinin: gugus hidroksil laktolnya menjadi titik modifikasi untuk membuat ester dan eter baru dalam penelitian hubungan struktur-aktivitas.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian mekanisme kerja endoperoksida: dipakai untuk mempelajari pembentukan radikal dan interaksinya dengan besi dalam sistem model biokimia terkendali.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRiset aktivitas biologis lain: banyak digunakan pada studi eksploratif terhadap sel dan mikroorganisme untuk menilai potensi farmakologis di luar indikasi antimalaria.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D3793\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 71939-50-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian kemasan: 1 g dan 5 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan pada suhu ruang; pemerian rinci mengacu pada lembar data pemasok\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan pada suhu dingin sesuai anjuran pemasok, terlindung dari cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKarena mengandung jembatan endoperoksida yang peka, senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat dan terlindung cahaya, pada kondisi dingin sesuai anjuran pemasok, serta jauh dari panas, percikan api, dan bahan pereduksi maupun logam transisi. Gunakan botol kaca gelap atau bungkus wadah dengan aluminium foil bila akan disimpan lama. Sebelum penimbangan, biarkan wadah mencapai suhu ruang agar tidak terjadi pengembunan air pada padatan. Larutan induk sebaiknya dibuat segar atau dibagi menjadi porsi kecil untuk menghindari siklus beku-cair berulang. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta hindari menghirup debu halus saat penanganan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D3793, dihydroartemisinin, is a sesquiterpene lactone derived by reduction of artemisinin from Artemisia annua, and is defined structurally by its characteristic endoperoxide bridge. That peroxide moiety underlies the well-studied antimalarial activity of the artemisinin family, generating reactive species in the presence of iron, while the hemiacetal hydroxyl group provides a convenient site for chemical modification into esters, ethers, and conjugates. Laboratories use the compound as a test and reference substance in in vitro antimalarial assays, as an analytical reference standard for chromatographic method development, as a synthetic intermediate for new artemisinin derivatives in structure–activity studies, and in mechanistic work on endoperoxide chemistry. The material is sensitive to heat, light, strong acid, and transition metals, so it should be stored cold in a tightly sealed, light-protected container and handled with standard laboratory protective equipment. Available in 1 g and 5 g packs.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLin dkk. (1994). Antimalarial Activity of Dihydroartemisinin Derivatives by Transdermal Application. \u003cem\u003eThe American Journal of Tropical Medicine and Hygiene\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4269\/ajtmh.1994.50.777\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4269\/ajtmh.1994.50.777\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWang dkk. (2015). Mechanisms of Dihydroartemisinin and Dihydroartemisinin\/Holotransferrin Cytotoxicity in T-Cell Lymphoma Cells. \u003cem\u003ePLOS ONE\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1371\/journal.pone.0137331\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1371\/journal.pone.0137331\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2024). Dihydroartemisinin\/piperaquine. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-024-58706-1\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-024-58706-1\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086638199002,"sku":"TCI2510D379324171","price":2399000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086638231770,"sku":"TCI2510D379324172","price":6916000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D3793.jpg?v=1767106567"},{"product_id":"tci2510d408124565","title":"TCI D4081 551-92-8 1,2-Dimethyl-5-nitroimidazole [for Biochemical Research]","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D4081 dengan nomor CAS 551-92-8 adalah 1,2-Dimethyl-5-nitroimidazole yang disediakan dengan keterangan [for Biochemical Research]. Senyawa ini merupakan anggota golongan nitroimidazol, yaitu kelompok molekul yang dikenal luas dalam kajian antimikroba dan antiprotozoa. Dalam katalog produk, bahan ini masuk kategori Life Science pada kelompok biokimia dan reagen antibiotik, dan ditujukan khusus untuk keperluan penelitian serta pengujian laboratorium. Peranannya di laboratorium mencakup penggunaan sebagai senyawa uji dalam kajian mekanisme, sebagai bahan pembanding pada analisis residu, dan sebagai bahan awal sintesis turunan nitroimidazol lain.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik yang menentukan pemilihannya adalah struktur cincin imidazol dengan gugus nitro pada posisi 5 dan dua gugus metil pada posisi 1 dan 2. Gugus nitro aromatik inilah yang menjadi pusat perhatian ilmiah karena dapat mengalami reduksi enzimatik pada kondisi anaerob, sebuah jalur yang menjadi dasar banyak kajian mekanisme kerja golongan nitroimidazol. Dari sisi praktis laboratorium, bentuk padatan membuatnya mudah ditimbang secara akurat untuk pembuatan larutan induk, serta memiliki gugus kromofor yang memberikan serapan ultraviolet sehingga cocok dideteksi dengan detektor UV pada sistem HPLC maupun diukur dengan spektrofotometer.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, senyawa ini banyak dipakai laboratorium pengujian residu obat pada produk pangan asal hewan, laboratorium mikrobiologi dan parasitologi, serta kelompok riset farmasi di universitas. Statusnya sebagai bahan penelitian menjadikannya cocok untuk validasi metode analisis, penyusunan kurva kalibrasi, dan studi eksperimental terkendali. Tersedia dalam kemasan 5 g dan 25 g sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan laboratorium kecil maupun laboratorium pengujian rutin.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eBahan pembanding analisis residu: dipakai untuk menyusun kurva kalibrasi dan uji perolehan kembali pada metode HPLC atau LC-MS\/MS di laboratorium pengujian pangan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian mekanisme reduksi gugus nitro: menjadi model eksperimen untuk mempelajari aktivasi nitroimidazol pada kondisi anaerob dan pembentukan spesies reaktif antara.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas antimikroba dan antiprotozoa skala penelitian: digunakan sebagai senyawa uji pembanding dalam penentuan nilai hambat minimum pada kultur laboratorium.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan awal sintesis turunan nitroimidazol: dua gugus metil dan cincin imidazol memungkinkan modifikasi lanjutan untuk membangun seri senyawa dengan variasi substituen baru.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan dan validasi metode instrumental: gugus nitro memberikan serapan ultraviolet yang kuat sehingga memudahkan optimasi panjang gelombang deteksi dan parameter kromatografi.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 551-92-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5 g dan 25 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan (serbuk atau kristal); rincian lot mengacu pada label dan CoA\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan di tempat sejuk, kering, terlindung cahaya; khusus untuk penelitian, bukan untuk penggunaan pada manusia atau hewan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, gelap, dan berventilasi baik, terpisah dari bahan pereduksi kuat serta sumber panas dan nyala api. Senyawa nitroaromatik sebaiknya dilindungi dari cahaya langsung, sehingga penggunaan botol berwarna gelap atau lemari penyimpanan tertutup sangat dianjurkan. Gunakan wadah kaca bertutup rapat untuk larutan induk dan beri label lengkap berisi nama senyawa, nomor CAS, pelarut, konsentrasi, serta tanggal pembuatan. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium; hindari menghirup debu dengan menimbang di lemari asam atau timbangan berpelindung. Perlakukan seluruh sisa dan larutan bekas sebagai limbah kimia berbahaya dan buang melalui prosedur pengelolaan limbah laboratorium yang berlaku.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D4081, 1,2-Dimethyl-5-nitroimidazole (CAS 551-92-8), is supplied for biochemical research within the antibiotics and biochemical reagents category. The nitroimidazole scaffold, bearing a nitro group at the 5-position and methyl substituents at positions 1 and 2, is central to studies of anaerobic nitro-group reduction and antimicrobial or antiprotozoal mechanisms. Its crystalline form allows accurate weighing for stock solutions, and its strong ultraviolet absorbance makes it convenient to detect by HPLC-UV, LC-MS\/MS, and spectrophotometry. Common laboratory uses include reference standard work for veterinary drug residue testing in foods of animal origin, calibration curve preparation, analytical method validation, comparative antimicrobial screening, and further synthesis of nitroimidazole derivatives. Available in 5 g and 25 g packs. For research use only; not for human or veterinary use.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086654746842,"sku":"TCI2510D408124565","price":581000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086654779610,"sku":"TCI2510D408124566","price":1036000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D4081.jpg?v=1767107037"},{"product_id":"tci2510d411624609","title":"TCI D4116 24390-14-5 Doxycycline Hyclate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D4116 Doxycycline Hyclate adalah garam hiklat dari doksisiklin, sebuah antibiotik golongan tetrasiklin generasi kedua yang bekerja dengan menghambat sintesis protein bakteri pada subunit ribosom 30S. Dalam konteks laboratorium ilmu hayati, senyawa ini memiliki dua peran utama yang sama pentingnya. Pertama, sebagai antibiotik pembanding dan bahan uji dalam pengujian kepekaan mikroba serta penelitian mikrobiologi. Kedua, dan sangat luas dipakai dalam biologi molekuler modern, sebagai molekul penginduksi pada sistem ekspresi gen terkendali tetrasiklin yang dikenal sebagai sistem Tet-On dan Tet-Off.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang membuat bahan ini dipilih adalah bentuk garam hiklatnya yang jauh lebih larut dalam air dibandingkan basa bebas doksisiklin, sehingga memudahkan penyiapan larutan induk untuk media kultur sel maupun media mikrobiologi. Doksisiklin juga memiliki afinitas tinggi terhadap protein represor tetrasiklin, sehingga induksi ekspresi gen dapat dicapai pada konsentrasi rendah yang tidak mengganggu pertumbuhan sel mamalia. Spektrum aktivitasnya luas, mencakup bakteri Gram positif, Gram negatif, serta organisme intraseluler tertentu. Perlu diperhatikan bahwa senyawa tetrasiklin peka terhadap cahaya dan mudah terdegradasi dalam larutan, sehingga penanganan yang tepat sangat menentukan hasil percobaan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eLaboratorium di Indonesia menggunakan bahan ini pada penelitian bioteknologi, kultur sel, rekayasa genetika, mikrobiologi klinis, farmakologi, hingga riset akuakultur dan kesehatan hewan. Kemasan 5 g dan 25 g memadai untuk pembuatan banyak larutan induk berkonsentrasi tinggi yang selanjutnya diencerkan sesuai kebutuhan percobaan. Karena iklim tropis dengan suhu dan kelembapan tinggi mempercepat degradasi senyawa tetrasiklin, laboratorium Indonesia disarankan menyimpan bahan ini dalam lemari pendingin dan menyiapkan larutan kerja dalam jumlah kecil yang segera dipakai.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSistem ekspresi gen terinduksi Tet-On dan Tet-Off, karena doksisiklin mengendalikan pengikatan represor tetrasiklin sehingga transkripsi gen sasaran dapat dinyalakan atau dimatikan secara terkendali.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji kepekaan antibiotik dan penentuan konsentrasi hambat minimum, sebab doksisiklin merupakan antibiotik pembanding yang lazim dipakai dalam pengujian mikrobiologi rutin maupun riset resistensi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSeleksi dan pemeliharaan kultur sel tertransfeksi, karena aktivitas antibakterinya membantu menekan kontaminasi sekaligus mengendalikan sistem ekspresi pada lini sel yang direkayasa.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian farmakologi dan formulasi sediaan, sebab kelarutan garam hiklat yang baik memudahkan penyiapan larutan uji untuk studi disolusi, stabilitas, dan penetapan kadar.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRiset mekanisme resistensi antimikroba, karena doksisiklin menjadi model senyawa untuk mempelajari pompa efluks, proteksi ribosom, dan penyebaran gen resistensi antar-bakteri.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D4116\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 24390-14-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5 g dan 25 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: serbuk kristal\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan pada suhu rendah, terlindung dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan serbuk dalam wadah asli yang tertutup rapat di dalam lemari pendingin, terlindung dari cahaya karena senyawa tetrasiklin bersifat fotosensitif dan mudah terdegradasi. Gunakan wadah gelap atau bungkus wadah dengan aluminium foil, dan biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk. Larutan induk sebaiknya disterilkan dengan penyaringan, dibagi menjadi alikuot kecil, disimpan beku, dan dihindarkan dari siklus beku-cair berulang. Gunakan sarung tangan, masker, dan kacamata pelindung saat menimbang untuk mencegah terhirupnya serbuk halus, serta kelola limbah antibiotik sesuai prosedur pengelolaan limbah laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D4116, Doxycycline Hyclate (CAS 24390-14-5), is the water-soluble hyclate salt of doxycycline, a second-generation tetracycline antibiotic that inhibits bacterial protein synthesis at the 30S ribosomal subunit. Beyond its broad-spectrum antibacterial activity, it is one of the most widely used reagents in molecular biology as the inducer for tetracycline-controlled Tet-On and Tet-Off gene expression systems, where it modulates repressor binding and switches target gene transcription on or off at concentrations well tolerated by mammalian cells. The hyclate salt form gives markedly better aqueous solubility than the free base, simplifying stock solution preparation for cell culture and microbiological media. Typical uses include inducible expression studies, antimicrobial susceptibility testing, resistance mechanism research, and pharmacological formulation work. The compound is light sensitive; store refrigerated, protected from light, in tightly sealed containers.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2023). Doxycycline-hyclate. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-023-37254-9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-023-37254-9\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2017). Doxycycline hyclate. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-017-34677-7\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-017-34677-7\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (2008). Doxycycline hyclate recommended for approval in EU.. \u003cem\u003eInpharma Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128413-200816360-00066\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128413-200816360-00066\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086656319706,"sku":"TCI2510D411624609","price":2273000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086656352474,"sku":"TCI2510D411624610","price":7748000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D4116.jpg?v=1767107099"},{"product_id":"tci2510d420024725","title":"TCI D4200 69123-98-4 Fialuridine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D4200 Fialuridine dengan nomor CAS 69123-98-4 adalah analog nukleosida terhalogenasi yang dikelompokkan sebagai reagen biokimia golongan antibiotik untuk keperluan penelitian. Molekulnya merupakan turunan pirimidin yang membawa substituen halogen serta gula arabinofuranosa terfluorinasi, sebuah kombinasi yang menjadikannya menyerupai nukleosida alami namun berperilaku berbeda ketika berhadapan dengan enzim pemroses asam nukleat. Di laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai bahan uji pada penelitian antivirus, kajian metabolisme nukleosida, serta pengembangan probe molekuler, dan sepenuhnya diperuntukkan bagi kegiatan eksperimental.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang membuat senyawa ini penting bagi peneliti adalah kemiripan strukturnya dengan substrat alami enzim kinase virus tertentu, sehingga ia dapat difosforilasi secara selektif di dalam sel yang mengekspresikan enzim tersebut. Karakter ini menjadikan fialuridine model klasik dalam pengembangan sistem pelaporan gen serta penelitian penargetan selektif. Adanya atom halogen pada cincin pirimidin memengaruhi sifat elektronik molekul dan membuka peluang penandaan isotopik pada studi pencitraan. Selain itu, senyawa ini memiliki catatan sejarah penting dalam ilmu toksikologi karena menjadi rujukan pembelajaran mengenai toksisitas mitokondria pada analog nukleosida.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, reagen semacam ini relevan bagi laboratorium virologi, biologi molekuler, dan pusat riset biomedis di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian yang menggarap kajian antivirus dan penanda molekuler. Kemasan 10 mg mencerminkan sifat pemakaiannya yang sangat hemat, karena percobaan tingkat sel umumnya hanya menuntut jumlah mikrogram hingga miligram. Ukuran ini juga memudahkan penyimpanan pada fasilitas dengan kapasitas pendingin terbatas.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian antivirus in vitro, karena analog nukleosida ini dapat mengganggu proses replikasi asam nukleat sehingga berguna untuk menelaah mekanisme penghambatan virus.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian sistem pelaporan gen berbasis timidin kinase, sebab senyawa ini difosforilasi secara selektif oleh enzim virus sehingga terakumulasi pada sel yang mengekspresikannya.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi metabolisme nukleosida, mengingat strukturnya menyerupai substrat alami sehingga membantu memetakan jalur penyerapan, fosforilasi, dan pemanfaatan intraseluler.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian toksikologi mitokondria, karena senyawa ini menjadi model rujukan dalam kajian pengaruh analog nukleosida terhadap replikasi DNA mitokondria.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan probe pencitraan molekuler, sebab kerangka terhalogenasinya memungkinkan penerapan strategi penandaan untuk penelusuran distribusi pada model eksperimental.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 69123-98-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian kemasan: 10 mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: umumnya padatan; rujuk sertifikat analisis produsen untuk keterangan rinci\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan dingin, kering, dan tertutup rapat sesuai anjuran pada label produsen\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan fialuridine dalam wadah tertutup rapat pada kondisi dingin dan kering sesuai anjuran produsen, serta lindungi dari cahaya dan kelembapan yang dapat menurunkan mutu analog nukleosida. Biarkan vial mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada isi wadah. Karena bahan tersedia dalam jumlah sangat kecil, gunakan timbangan analitik berpelindung dan spatula mikro bersih untuk menghindari kehilangan bahan maupun kontaminasi silang. Perlakukan senyawa ini sebagai bahan riset yang berpotensi aktif secara biologis: gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta bekerjalah di lemari asam atau kabinet keamanan hayati. Kelola seluruh limbah melalui jalur limbah kimia dan biologis yang berlaku.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D4200 Fialuridine (CAS 69123-98-4) is a halogenated nucleoside analogue supplied as a biochemical research reagent within the antibiotics category and intended strictly for experimental use. Its pyrimidine base carries a halogen substituent and is linked to a fluorinated arabinofuranose sugar, so the molecule closely mimics natural nucleosides while behaving differently toward nucleic acid processing enzymes. Because it is selectively phosphorylated by certain viral kinases, it has become a classic tool for reporter gene systems, antiviral mechanism studies, nucleoside metabolism research, and molecular imaging probe development, and it is also an important reference compound in mitochondrial toxicology studies. Supplied in a 10 mg pack for milligram-scale work; store cold, dry, sealed, and handle with appropriate protective equipment.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eSchmid (1997). Fialuridine toxicity. \u003cem\u003eHepatology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/hep.510250641\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/hep.510250641\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRizwanuddin Ahmed (1993). Fialuridine trials suspended. \u003cem\u003eThe Lancet\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0140-6736(93)91357-r\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0140-6736(93)91357-r\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (1997). Lessons from the fialuridine trial. \u003cem\u003eInpharma Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128413-199710970-00047\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128413-199710970-00047\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"10mg","offer_id":48086678274266,"sku":"TCI2510D420024725","price":4871000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D4200.jpg?v=1767107214"},{"product_id":"tci2510d482325540","title":"TCI D4823 863329-66-2 PSI-6206","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D4823 adalah PSI-6206, sebuah analog nukleosida pirimidina yang dikenal luas dalam literatur penelitian antivirus, khususnya kajian mengenai penghambat replikasi virus melalui mekanisme terminasi rantai. Sebagai reagen biokimia, bahan ini digunakan di laboratorium sebagai senyawa pembanding, standar analisis, maupun bahan awal untuk pembuatan turunan bertahap. Dalam kategori biochemicals and reagents, senyawa semacam ini memiliki peran penting sebagai alat penelitian yang memungkinkan peneliti mempelajari interaksi antara analog nukleosida dan enzim polimerase virus, serta menelaah jalur metabolisme senyawa tersebut di dalam sistem sel.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik yang membuat senyawa ini banyak dipilih adalah struktur nukleosidanya yang termodifikasi pada bagian gula, sehingga menghasilkan sifat pengenalan enzimatik yang berbeda dari nukleosida alami. Modifikasi tersebut memberikan kekhasan dalam kajian hubungan struktur dan aktivitas, karena peneliti dapat membandingkan perilakunya dengan basa dan gula yang tidak termodifikasi. Sebagai padatan, senyawa ini mudah ditimbang secara akurat dalam skala miligram dan dilarutkan untuk pembuatan larutan induk. Ketersediaannya dalam bentuk terkarakterisasi dari pemasok reagen memberi kepastian identitas bahan, yang sangat penting bagi penelitian biologi molekuler yang menuntut keterulangan hasil.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eLaboratorium Indonesia di bidang virologi, farmakologi molekuler, dan kimia medisinal memanfaatkan reagen semacam ini untuk penelitian dasar, pengembangan metode analisis, serta validasi metode kromatografi dan spektrometri massa. Kemasan 200 mg dan 1 g sesuai untuk kebutuhan penelitian skala laboratorium, termasuk pembuatan larutan standar dan rangkaian uji berulang, tanpa menyisakan bahan berlebih yang berisiko menurun mutunya selama penyimpanan panjang.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian antivirus tahap dasar: senyawa ini dipakai sebagai analog nukleosida acuan untuk menelaah mekanisme penghambatan enzim polimerase virus dalam sistem uji in vitro.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi hubungan struktur dan aktivitas: modifikasi pada bagian gula memungkinkan perbandingan sistematis terhadap nukleosida lain guna memahami peran tiap gugus fungsi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan awal sintesis turunan nukleotida: gugus hidroksil pada molekul dapat difungsionalisasi lebih lanjut untuk membuat prodrug atau turunan berfosfat dalam riset kimia medisinal.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStandar dan pembanding analisis: sebagai senyawa terkarakterisasi, bahan ini berguna untuk pengembangan dan validasi metode kromatografi cair maupun spektrometri massa.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian metabolisme seluler: senyawa ini membantu peneliti melacak jalur aktivasi dan pemrosesan analog nukleosida di dalam sistem sel pada penelitian farmakologi molekuler.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 863329-66-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 200 mg dan 1 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung cahaya, mengikuti anjuran pada label produsen\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya; ikuti anjuran suhu penyimpanan yang tercantum pada label atau sertifikat analisis produsen. Untuk reagen biokimia dalam kemasan kecil, penggunaan desikator sangat dianjurkan guna mencegah penyerapan uap air. Timbang dengan neraca analitik memakai spatula kering, dan bila dibuat larutan induk, bagi menjadi beberapa alikuot agar tidak terjadi siklus beku-cair berulang. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta baca lembar data keselamatan bahan sebelum bekerja.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D4823, PSI-6206, is a modified pyrimidine nucleoside analogue supplied as a characterised research reagent. Its sugar-modified structure gives it enzymatic recognition behaviour that differs from natural nucleosides, which is precisely what makes it valuable for mechanistic antiviral research, chain-termination studies and systematic structure-activity comparisons. As a well-defined solid, it is easily weighed on an analytical balance and dissolved to prepare stock solutions for reproducible molecular biology work. Typical laboratory applications include in vitro viral polymerase inhibition studies, synthesis of nucleotide and prodrug derivatives, cellular metabolism and activation-pathway investigations, and use as a reference compound for chromatographic or mass spectrometric method development. Available in 200 mg and 1 g pack sizes.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eOlasunkanmi dkk. (2022). Combination of dasabuvir and PSI-6206 for the treatment of coxsackievirus B3 infection. \u003cem\u003eJournal of Virus Eradication\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jve.2022.100074\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.jve.2022.100074\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"200mg","offer_id":48086723559642,"sku":"TCI2510D482325540","price":481000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"1g","offer_id":48086723592410,"sku":"TCI2510D482325541","price":1541000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D4823.jpg?v=1767108031"},{"product_id":"tci2510d545726351","title":"TCI D5457 101831-37-2 Diclazuril","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDiclazuril adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Sebagai antibiotik, Diclazuril memiliki aktivitas antimikroba yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri tertentu. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium penelitian untuk menguji efektivitas obat atau mempelajari mekanisme kerja senyawa kimia. Diclazuril juga digunakan dalam studi tentang parasit dan infeksi, terutama dalam konteks penelitian kesehatan masyarakat dan farmakologi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDiclazuril memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat ini, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan eksperimen laboratorium. Selain itu, Diclazuril memiliki daya reaktivitas yang baik, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai aplikasi seperti sintesis senyawa baru atau uji aktivitas biologis. Ketersediaannya dalam berbagai varian kemasan juga memudahkan penggunaan dalam berbagai skala penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, Diclazuril sering digunakan dalam laboratorium penelitian kesehatan, farmasi, dan bioteknologi. Bahan ini sangat relevan untuk studi tentang pengendalian infeksi, pengembangan obat, dan uji klinis. Dengan kehandalannya dalam berbagai aplikasi, Diclazuril menjadi pilihan utama para peneliti yang membutuhkan senyawa kimia yang efektif dan stabil.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDiclazuril digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dalam uji sensitivitas antibiotik.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini cocok untuk studi tentang mekanisme kerja senyawa antimikroba dalam lingkungan laboratorium.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDiclazuril sering dimanfaatkan dalam sintesis senyawa kimia untuk pengembangan obat baru.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini digunakan dalam uji aktivitas biologis terhadap berbagai jenis mikroba.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDiclazuril juga digunakan dalam penelitian tentang parasit dan infeksi yang memerlukan penghambatan pertumbuhan patogen.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 101831-37-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padatan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDiclazuril harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan ditempatkan di area yang sejuk serta kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan udara lembap untuk mencegah degradasi senyawa. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan peralatan pelindung yang sesuai seperti sarung tangan dan masker. Pastikan bahwa area penyimpanan tidak terbuka dan hanya diakses oleh personel yang terlatih. Selalu pastikan bahwa prosedur keselamatan laboratorium diikuti untuk menghindari risiko kontaminasi atau kecelakaan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDiclazuril is a chemical compound widely used in scientific research, particularly in biochemical and pharmaceutical studies. As an antibiotic, it is effective in inhibiting the growth of specific bacteria, making it a valuable tool in microbiological experiments. Its stability and solubility in organic solvents allow it to be easily incorporated into various chemical reactions and laboratory procedures. Diclazuril is commonly used in the study of parasitic infections, antibiotic resistance, and drug development. Its versatility and reliability make it an essential reagent for researchers in Indonesia, supporting advancements in health sciences and biotechnology. The compound is available in different package sizes, ensuring accessibility for both small-scale and large-scale experiments. Its safe handling and proper storage are crucial to maintain its effectiveness and ensure laboratory safety.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eDirikolu dkk. (2022). Plasma concentrations of diclazuril following oral administration of diclazuril and diclazuril sodium salt to cattle. \u003cem\u003eJournal of Veterinary Pharmacology and Therapeutics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/jvp.13062\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1111\/jvp.13062\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLindsay dkk. (1995). Treatment of Acute Toxoplasma gondii Infections in Mice with Diclazuril or a Combination of Diclazuril and Pyrimethamine. \u003cem\u003eThe Journal of Parasitology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2307\/3283944\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2307\/3283944\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLindsay dkk. (1995). Ultrastructural Effects of Diclazuril against Toxoplasma gondii and Investigation of a Diclazuril-Resistant Mutant. \u003cem\u003eThe Journal of Parasitology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2307\/3283832\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2307\/3283832\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086759997658,"sku":"TCI2510D545726351","price":3055000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086760030426,"sku":"TCI2510D545726352","price":10777000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D5457.jpg?v=1767108752"},{"product_id":"tci2510d604227064","title":"TCI D6042 90-89-1 Diethylcarbamazine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDiethylcarbamazine (DEP) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam kategori bahan pembangun kimia karena kemampuannya dalam membentuk struktur heterosiklik yang kompleks. Di laboratorium, DEP digunakan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan senyawa dengan struktur dan sifat tertentu, terutama dalam bidang sintesis organik. Bahan ini memiliki daya reaktivitas tinggi, sehingga sangat cocok untuk reaksi substitusi dan reaksi lain yang memerlukan kestabilan struktur tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDEP memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif dalam lingkungan tertentu seperti kelembapan tinggi atau suhu tinggi. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam reaksi kimia yang memerlukan kecepatan reaksi cepat dan kontrol yang baik. Selain itu, DEP memiliki struktur molekul yang sederhana namun sangat fleksibel, sehingga mudah diubah menjadi senyawa dengan fungsi tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Dengan keberagaman aplikasi, DEP menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan mahasiswa yang sedang melakukan eksperimen kimia. Ketersediaannya yang cukup memudahkan penggunaan dalam berbagai skala penelitian, baik skala kecil maupun besar.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eReaksi substitusi untuk modifikasi struktur senyawa organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian katalis dalam reaksi kimia organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme reaksi kimia murni\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan senyawa intermediat dalam produksi bahan kimia industri\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 90-89-1\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eBahan ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifat reaktivitasnya, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker. Simpan di suhu kamar dan hindari paparan kelembapan tinggi. Pastikan area penyimpanan terkunci dan hanya diakses oleh personel yang terlatih.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDiethylcarbamazine (DEP), with CAS number 90-89-1, is a versatile chemical compound widely used in organic synthesis for the creation of heterocyclic structures. Its high reactivity and structural flexibility make it a preferred choice in laboratory settings for various chemical reactions. This compound is commonly used in the synthesis of pharmaceuticals and industrial chemicals, serving as an essential building block in the development of new compounds. Due to its stability under controlled conditions, DEP is a reliable material for both academic and industrial research in Indonesia. Its availability in different packaging options ensures easy access for researchers and students conducting chemical experiments.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLee (1996). Analysis of diethylcarbamazine and diethylcarbamazine-N-oxide by gas chromatography. \u003cem\u003eArchives of Pharmacal Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/bf02986014\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/bf02986014\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (1991). Diethylcarbamazine. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128415-199103680-00020\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128415-199103680-00020\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSindhu Aditama dkk. (2024). EFEKTIVITAS DAN KEAMANAN KOMBINASI IVERMECTIN-DIETHYLCARBAMAZINE-ALBENDAZOLE VERSUS DIETHYLCARBAMAZINE-ALBENDAZOLE ATAU ALBENDAZOLE-IVERMECTIN PADA KASUS FILARIASIS: SUATU KAJIAN CAKUPAN. \u003cem\u003eMIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.52073\/mjksb.v9i1.432\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.52073\/mjksb.v9i1.432\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086789128410,"sku":"TCI2510D604227064","price":808000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086789161178,"sku":"TCI2510D604227065","price":2500000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D6042.jpg?v=1767109635"},{"product_id":"tci2510d610027137","title":"TCI D6100 3416-05-5 3'-Deoxythymidine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3'-Deoxythymidine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia dan biomedis. Bahan ini memiliki peran penting dalam penelitian terkait DNA dan RNA, terutama dalam studi tentang replikasi dan sintesis asam nukleat. Sebagai analog dari thymidine, 3'-Deoxythymidine dapat digunakan untuk menghambat aktivitas enzim tertentu, seperti polimerase, dalam proses penelitian biomedis. Produk ini sangat berguna dalam laboratorium yang melakukan eksperimen terkait genetika, virologi, dan farmakologi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003e3'-Deoxythymidine memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat disimpan dalam kondisi tertentu tanpa mengalami degradasi signifikan. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang spesifik, sehingga sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan presisi tinggi. Karena kemurniannya yang tinggi, bahan ini sering dipilih untuk eksperimen yang membutuhkan konsistensi dan akurasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, 3'-Deoxythymidine digunakan oleh peneliti di berbagai institusi seperti universitas, pusat penelitian, dan laboratorium klinik. Bahan ini mendukung penelitian terkait penyakit genetik, pengembangan obat, dan studi tentang mekanisme penyakit. Ketersediaannya memudahkan peneliti dalam mengakses bahan yang diperlukan untuk eksperimen mereka.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDigunakan dalam studi mekanisme replikasi DNA untuk memahami proses sintesis asam nukleat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCocok untuk eksperimen penghambatan enzim polimerase dalam penelitian farmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eMendukung penelitian tentang efek toksikologi senyawa pada sel manusia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBermanfaat dalam pengembangan obat antivirus yang menargetkan virus DNA\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDiterapkan dalam analisis mutasi genetik melalui teknik PCR dan sekuen DNA\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 3416-05-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 250mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3'-Deoxythymidine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari paparan cahaya langsung. Karena sifatnya yang kimia, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak terbuka selama penyimpanan dan hindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Penyimpanan yang tepat memastikan kualitas dan keamanan bahan dalam jangka waktu yang lebih lama.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3'-Deoxythymidine is a chemical compound widely used in biochemical and biomedical research. It functions as an analog of thymidine and is essential in studies related to DNA and RNA replication. This compound is particularly useful in experiments that aim to inhibit specific enzymes, such as polymerases, in various research fields. Its stability and high purity make it a preferred choice for precise and accurate laboratory applications. In Indonesian laboratories, 3'-Deoxythymidine supports research in genetics, virology, and pharmacology, contributing to advancements in medical science and drug development. The compound is commonly used in PCR analysis, toxicity studies, and the development of antiviral drugs, making it a valuable tool for scientists and researchers.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2012). Abstract P2-05-16: Expression of β-III tubulin, foxo 3 protein and deoxythymidine kinase in breast cancer patients receiving neoadjuvant chemotherapy. \u003cem\u003eCancer Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1158\/0008-5472.sabcs12-p2-05-16\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1158\/0008-5472.sabcs12-p2-05-16\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(1995). 5-halo-6-alkoxy(or azido)-5,6-dihydro-3′-azido-3′-deoxythymidine diastereomers as potential produgs of 3′-azido-3′-deoxythymidine (AZT). \u003cem\u003eAntiviral Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0166-3542(95)94736-l\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0166-3542(95)94736-l\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKim dkk. (2000). ChemInform Abstract: Syntheses, Crystal Structures, and Hydrogen Bonding Patterns of 3′‐C‐Methylenecarboxylic‐3′‐deoxythymidine and 3′‐C‐Methyleneamidilylic‐3′‐deoxythymidine.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.200043217\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.200043217\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"250mg","offer_id":48086791618778,"sku":"TCI2510D610027137","price":3660000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D6100.jpg?v=1767109721"},{"product_id":"tci2510d616827213","title":"TCI D6168 244767-67-7 Dapivirine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDapivirine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang farmakologi dan biokimia, terutama dalam studi tentang obat-obatan antiretroviral. Sebagai salah satu derivat dari nevirapine, Dapivirine memiliki aktivitas anti-HIV yang signifikan dan sering digunakan sebagai bahan baku dalam pengembangan obat baru. Produk ini sangat relevan dalam laboratorium yang fokus pada penelitian penyakit menular dan pengembangan terapi farmakologis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDapivirine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, dengan kemampuan untuk menghambat replikasi virus HIV melalui mekanisme penghambatan enzim reverse transcriptase. Karena sifatnya yang spesifik dan efektif, senyawa ini dipilih sebagai bahan reagen dalam berbagai eksperimen biokimia. Keberadaannya dalam bentuk padat dan konsentrasi yang tepat memudahkan proses penelitian dan penggunaan dalam skala laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, Dapivirine sering digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat dan farmasi. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia memanfaatkan produk ini untuk studi terkait pengendalian penyakit HIV\/AIDS dan pengembangan obat baru. Produk ini juga menjadi bagian dari program penelitian nasional yang fokus pada kesehatan publik dan inovasi farmasi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDapivirine digunakan dalam uji aktivitas anti-HIV untuk mengevaluasi efektivitas senyawa baru.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSenyawa ini cocok untuk penelitian tentang mekanisme penghambatan virus di tingkat molekuler.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapivirine digunakan dalam pengembangan obat antiretroviral untuk penelitian farmakologi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini relevan dalam studi tentang interaksi obat dan efek samping pada sistem biologis.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapivirine sering digunakan dalam eksperimen biokimia untuk analisis aktivitas enzimatik dan reaksi kimia.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 244767-67-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, di tempat sejuk dan kering.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDapivirine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, di lingkungan yang sejuk dan kering untuk mempertahankan kualitasnya. Hindari paparan langsung sinar matahari dan kelembapan berlebihan. Dalam penggunaan, pastikan alat dan wadah yang digunakan bersih dan steril untuk mencegah kontaminasi. Selalu gunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk meminimalkan risiko paparan langsung. Penanganan yang tepat akan memastikan keakuratan hasil eksperimen dan keselamatan di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDapivirine is a chemical compound widely used in pharmaceutical and biochemical research, particularly in the development of antiretroviral drugs. As a derivative of nevirapine, it exhibits significant anti-HIV activity and is commonly used as a reagent in various experimental studies. This compound is essential for laboratories focused on infectious disease research and drug development. Its stability under specific conditions and effectiveness in inhibiting HIV replication make it a preferred choice for scientific investigations. In Indonesian laboratories, Dapivirine is frequently utilized in public health and pharmaceutical research, contributing to national efforts in combating HIV\/AIDS and developing new therapeutic agents. Its application extends to molecular studies on drug interactions and biochemical reactions, making it a valuable tool in both academic and industrial research settings.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eDerrick dkk. (2014). Characterization of a Dapivirine Impurity Found in Dapivirine Gel Product During Storage. \u003cem\u003eAIDS Research and Human Retroviruses\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1089\/aid.2014.5320.abstract\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1089\/aid.2014.5320.abstract\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eAkil dkk. (2014). Increased Dapivirine Tissue Accumulation through Vaginal Film Codelivery of Dapivirine and Tenofovir. \u003cem\u003eMolecular Pharmaceutics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/mp4007024\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/mp4007024\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2016). Dapivirine vaginal ring reduces HIV infection rates in women. \u003cem\u003eThe Pharmaceutical Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1211\/pj.2016.20200748\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1211\/pj.2016.20200748\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25mg","offer_id":48086794305754,"sku":"TCI2510D616827213","price":10448000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D6168.jpg?v=1767109839"},{"product_id":"tci2510d629327351","title":"TCI D6293 78842-13-4 2'-Deoxy-2'-fluoroguanosine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2'-Deoxy-2'-fluoroguanosine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian biokimia dan farmakologi. Bahan ini memiliki struktur mirip dengan guanosine, tetapi dengan substitusi fluor pada posisi 2'. Senyawa ini sering digunakan sebagai substrat atau inhibitor dalam studi enzim dan mekanisme reaksi biokimia. Dalam laboratorium, 2'-Deoxy-2'-fluoroguanosine berperan sebagai bahan bantu untuk analisis aktivitas enzim, pengujian toksisitas, serta penelitian tentang interaksi molekuler.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama dari 2'-Deoxy-2'-fluoroguanosine adalah stabilitas kimianya dan kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai protein dan enzim. Senyawa ini memiliki sifat polar dan dapat larut dalam pelarut organik seperti aseton atau etil asetat. Keistimewaannya adalah kemampuan untuk mempercepat reaksi tertentu atau menghambat jalur metabolisme tertentu, sehingga menjadi bahan yang sangat diminati dalam penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, 2'-Deoxy-2'-fluoroguanosine sering digunakan dalam penelitian biomedis, farmasi, dan bioteknologi. Bahan ini menjadi bagian dari proses pengembangan obat, uji aktivitas enzim, dan studi tentang mekanisme kerja protein. Karena sifatnya yang spesifik, senyawa ini sangat relevan dalam penelitian yang memerlukan presisi tinggi dan keakuratan hasil.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian aktivitas enzim dalam studi biokimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme interaksi molekuler\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat dengan pendekatan farmakologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis toksisitas senyawa kimia tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji respons sel terhadap senyawa yang memengaruhi metabolisme\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 78842-13-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 200mg, 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2'-Deoxy-2'-fluoroguanosine harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung. Bahan ini tidak beracun dalam jumlah kecil, tetapi tetap harus ditangani dengan hati-hati untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Simpan di suhu kamar dan hindari paparan udara terbuka untuk menjaga kualitas dan stabilitas senyawa.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2'-Deoxy-2'-fluoroguanosine is a chemical compound used in biochemical and pharmacological research. Its structure resembles guanosine but with a fluorine atom at the 2' position, making it a valuable tool in enzyme activity studies and molecular interaction analysis. This compound is widely used in laboratories for its stability and ability to interact with various proteins and enzymes. It plays a crucial role in drug development, toxicity testing, and the study of metabolic pathways. Its specific properties make it an essential reagent for precise and accurate experimental results in biomedicine and biotechnology research.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"200mg","offer_id":48086801842394,"sku":"TCI2510D629327351","price":2247000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"1g","offer_id":48086801875162,"sku":"TCI2510D629327352","price":7850000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D6293.jpg?v=1767110043"},{"product_id":"tci2510e088428697","title":"TCI E0884 120-47-8 Ethyl 4-Hydroxybenzoate [for Biochemical Research]","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl 4-Hydroxybenzoate adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam penelitian biofarmaka dan kimia organik. Bahan ini memiliki struktur kimia yang memungkinkan penggunaannya sebagai bahan aktif dalam formulasi obat atau sebagai bahan bantu dalam sintesis senyawa lain. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan reaktif dalam reaksi kimia tertentu, terutama yang melibatkan substitusi atau modifikasi rantai karbon. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, Ethyl 4-Hydroxybenzoate menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia dan farmakologi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eEthyl 4-Hydroxybenzoate memiliki sifat kimia yang konsisten, sehingga memudahkan penggunaan dalam berbagai kondisi laboratorium. Bahan ini tidak mudah terdegradasi dalam kondisi normal, sehingga memperpanjang masa simpan dan keandalan hasil eksperimen. Selain itu, senyawa ini memiliki kestabilan termal yang baik, menjadikannya cocok untuk penggunaan dalam proses sintesis yang memerlukan suhu tinggi. Sifat-sifat ini membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam penelitian ilmiah.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, Ethyl 4-Hydroxybenzoate sering digunakan dalam laboratorium riset farmasi, kimia, dan biofarmaka. Bahan ini sangat relevan dalam pengembangan obat baru, formulasi produk kosmetik, serta penelitian tentang efek farmakologis senyawa tertentu. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk memperoleh bahan yang diperlukan tanpa harus mengimpor dari luar negeri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDigunakan dalam sintesis senyawa bioaktif untuk penelitian farmakologi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCocok untuk uji aktivitas antimikroba dalam laboratorium mikrobiologi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapat digunakan sebagai bahan pengawet dalam formulasi produk kosmetik.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBerguna dalam analisis kromatografi untuk identifikasi senyawa organik.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapat menjadi bahan bantu dalam pengembangan obat baru melalui modifikasi struktur kimia.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 120-47-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl 4-Hydroxybenzoate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Bahan ini tidak bersifat beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl 4-Hydroxybenzoate is a chemical compound widely used in biochemical research and pharmaceutical applications. It serves as an essential reagent in various chemical reactions, particularly in organic synthesis and drug development. Its stable molecular structure and predictable chemical behavior make it a reliable choice for laboratory experiments. This compound is commonly applied in microbiological studies, cosmetic formulation, and pharmacological research. Due to its availability and consistent performance, Ethyl 4-Hydroxybenzoate remains a preferred material for scientific investigations in Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eShabir (2007). Method Development and Validation of Preservatives Determination (Benzyl Alcohol, Ethylene Glycol Monophenyl Ether, Methyl Hydroxybenzoate, Ethyl Hydroxybenzoate, Propyl Hydroxybenzoate, and Butyl Hydroxybenzoate) using HPLC. \u003cem\u003eJournal of Liquid Chromatography \u0026amp; Related Technologies\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1080\/10826070701386553\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1080\/10826070701386553\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086904602842,"sku":"TCI2510E088428697","price":481000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086904635610,"sku":"TCI2510E088428698","price":934000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0884.jpg?v=1767111916"},{"product_id":"tci2510e089928717","title":"TCI E0899 209216-23-9 Entecavir Monohydrate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEntecavir Monohydrate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian terkait bidang farmakologi dan virologi. Bahan ini merupakan bentuk monohidrat dari entecavir, sebuah obat antiviral yang digunakan untuk mengobati infeksi hepatitis B kronis. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pengembangan obat, penelitian efek farmakologis, serta uji klinis. Karena sifatnya yang stabil dan memiliki aktivitas biologis yang terukur, entecavir monohidrat menjadi pilihan utama dalam penelitian terapan medis dan farmasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eEntecavir monohidrat memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi normal, serta kemampuan untuk larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau aseton. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam air, sehingga memudahkan proses penyiapan larutan untuk eksperimen. Karena kemurniannya tinggi dan konsistensi sifat fisik dan kimia, entecavir monohidrat sangat cocok untuk penggunaan dalam penelitian yang membutuhkan presisi dan akurasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, entecavir monohidrat sering digunakan dalam penelitian terkait kesehatan masyarakat, terutama dalam studi mengenai pengendalian penyakit hepatitis B. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian di institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset yang fokus pada bidang farmakologi dan kesehatan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian pengembangan obat antiviral untuk pengobatan hepatitis B\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas biologis senyawa antiviral dalam lingkungan laboratorium\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian efek farmakologis pada sel dan jaringan manusia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme kerja obat antiviral dalam tubuh\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenggunaan dalam penelitian klinis dan uji coba obat baru\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 209216-23-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 50mg, 200mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di suhu kamar\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEntecavir monohidrat harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Bahan ini sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari paparan sinar matahari langsung. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau saluran pernapasan. Selalu pastikan prosedur kerja sesuai dengan standar keselamatan laboratorium untuk menghindari risiko kesehatan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEntecavir Monohydrate is a chemical compound widely used in pharmaceutical and virology research. It is the monohydrate form of entecavir, an antiviral drug used to treat chronic hepatitis B. In the laboratory, this compound serves as a key ingredient for drug development, pharmacological studies, and clinical trials. Its stability and measurable biological activity make it a preferred choice for precise and accurate research. With high purity and consistent physical and chemical properties, entecavir monohydrate is ideal for applications requiring precision. In Indonesia, it is commonly used in public health research, particularly in studies related to hepatitis B control. This compound is also part of academic and research institutions' efforts in pharmaceutical and health sciences.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2020). Entecavir Monohydrate: Layered Crystal Structural Entecavir Monohydrate: Prepared in Pure Water and Calculated by DFT (Crystal Research and Technology 7\/2020). \u003cem\u003eCrystal Research and Technology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/crat.202070023\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/crat.202070023\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKang dkk. (2020). Layered Crystal Structural Entecavir Monohydrate: Prepared in Pure Water and Calculated by DFT. \u003cem\u003eCrystal Research and Technology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/crat.202000007\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/crat.202000007\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRamana Kumari Avirneni dkk. (2023). Exploration of melt granulation technique for the development of entecavir monohydrate tablets using 32 factorial designs. \u003cem\u003eWorld Journal of Biology Pharmacy and Health Sciences\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.30574\/wjbphs.2023.14.1.0191\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.30574\/wjbphs.2023.14.1.0191\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"50mg","offer_id":48086905979098,"sku":"TCI2510E089928717","price":3787000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"200mg","offer_id":48086906011866,"sku":"TCI2510E089928718","price":11408000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0899.jpg?v=1767111940"},{"product_id":"tci2510e095728801","title":"TCI E0957 24169-02-6 Econazole Nitrate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEconazole Nitrate (TCI E0957 24169-02-6) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Bahan ini termasuk dalam kategori antibiotik dan memiliki aktivitas antimikroba yang kuat terhadap jamur. Sebagai reagen kimia, Econazole Nitrate sering digunakan dalam penelitian untuk menghambat pertumbuhan mikroba, terutama jamur dermatofit.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eEconazole Nitrate memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan dapat digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang memungkinkan interaksi spesifik dengan membran sel mikroba. Karena sifat tersebut, bahan ini dipilih karena kemampuannya untuk memblokir fungsi membran sel dan menghambat pertumbuhan mikroba.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, Econazole Nitrate sering digunakan dalam penelitian mikrobiologi, farmakologi, dan dermatologi. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya, keandalan kualitas, dan aplikasi yang luas dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian aktivitas antimikroba terhadap jamur dermatofit\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme kerja antibiotik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan media kultur untuk isolasi mikroba\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji sensitivitas mikroba terhadap senyawa aktif\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan produk farmasi berbasis senyawa antimikroba\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 24169-02-6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEconazole Nitrate harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, di tempat sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan kelembapan untuk menjaga stabilitas kimia bahan. Dalam penggunaan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Jangan menyimpan bahan ini bersama bahan kimia lain yang tidak kompatibel.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEconazole Nitrate (TCI E0957 24169-02-6) is a chemical compound widely used in laboratory settings, particularly in biochemical and pharmaceutical research. It belongs to the antibiotic category and exhibits strong antifungal activity, especially against dermatophytic fungi. As a reagent, it is commonly used in studies to inhibit microbial growth. The compound has a complex molecular structure that allows it to interact specifically with microbial cell membranes, making it a reliable choice for antimicrobial research. Its stability under certain conditions and versatility in various chemical reactions further enhance its application in laboratory experiments. In Indonesia, Econazole Nitrate is a preferred choice for microbiological, pharmacological, and dermatological studies due to its availability and reliability. It plays a crucial role in the development of antimicrobial products and in understanding the mechanisms of microbial inhibition.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLei (2013). Analysis of Miconazole Nitrate, Econazole Nitrate, Acetic Acid Chloride with the Use of Ultraviolet Spectrophotometry and Chemometrics. \u003cem\u003eAdvanced Materials Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4028\/www.scientific.net\/amr.781-784.1224\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4028\/www.scientific.net\/amr.781-784.1224\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNivrutti Patil (2026). SENSITIVE AND VALIDATED UV SPECTROPHOTOMETRIC METHOD DEVELOPMENT FOR ECONAZOLE NITRATE. \u003cem\u003eINTERNATIONAL JOURNAL OF CREATIVE RESEARCH THOUGHTS\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.56975\/ijcrt.v14i8.312744\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.56975\/ijcrt.v14i8.312744\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eAgrawal dkk. (2025). Development, Optimization, and Assessment of Polymeric Micellar Gel of Econazole Nitrate. \u003cem\u003eBioNanoScience\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s12668-025-02221-w\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s12668-025-02221-w\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086912762074,"sku":"TCI2510E095728801","price":1213000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086912794842,"sku":"TCI2510E095728802","price":3989000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0957.jpg?v=1767112048"},{"product_id":"tci2510e099728854","title":"TCI E0997 154598-52-4 Efavirenz","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEfavirenz adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang farmakologi dan virologi. Sebagai salah satu obat antiretroviral, Efavirenz berperan penting dalam pengobatan infeksi HIV. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium untuk menguji efektivitas obat, mengembangkan terapi baru, serta memantau respons biologis terhadap pengobatan. Dalam konteks penelitian, Efavirenz juga digunakan untuk mengevaluasi mekanisme kerja obat dan dampaknya terhadap sel target.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eEfavirenz memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat disimpan dalam kondisi tertentu. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang memungkinkan penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia dan uji laboratorium. Karena sifatnya yang tidak beracun dalam dosis tertentu, Efavirenz sering dipilih sebagai bahan baku untuk eksperimen yang memerlukan keamanan tinggi. Selain itu, senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai prosedur kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Efavirenz digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat, terutama dalam studi tentang pengendalian penyakit HIV. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian farmakologi di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset. Dengan keandalan dan kejelasan sifatnya, Efavirenz menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen ilmiah di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian efektivitas obat antiretroviral untuk pengobatan HIV\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian mekanisme kerja senyawa farmakologis dalam tubuh manusia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan terapi kombinasi untuk meningkatkan respons imun pasien\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji respons biologis sel terhadap pengaruh obat dalam lingkungan laboratorium\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kandungan senyawa dalam sampel biologis untuk penelitian farmakologi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 154598-52-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEfavirenz harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat dianjurkan. Bahan ini tidak beracun dalam dosis yang digunakan untuk penelitian, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam penggunaan, pastikan prosedur kerja mematuhi protokol keselamatan laboratorium. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk mencegah risiko paparan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEfavirenz is a chemical compound widely used in pharmaceutical and virology research. As an antiretroviral agent, it plays a crucial role in the treatment of HIV infections. In laboratory settings, Efavirenz is commonly used to test drug efficacy, develop new therapies, and monitor biological responses to treatment. Its chemical properties, including stability and solubility in organic solvents, make it a versatile reagent for various experimental procedures. In Indonesia, Efavirenz is utilized in public health research, particularly in studies related to HIV control and treatment. Its reliability and well-defined characteristics make it a preferred choice for scientific experiments in both academic and research institutions.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2024). Efavirenz. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-024-58711-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-024-58711-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2024). Efavirenz. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-024-55558-9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-024-55558-9\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (2007). Efavirenz + 2 ?? NRTIs beats efavirenz + lopinavir\/ritonavir. \u003cem\u003eInpharma Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128413-200715770-00041\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128413-200715770-00041\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086915940570,"sku":"TCI2510E099728854","price":2197000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0997.jpg?v=1767112132"},{"product_id":"tci2510e100728865","title":"TCI E1007 143491-57-0 Emtricitabine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEmtricitabine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian bidang kehidupan ilmiah, terutama dalam bidang farmakologi dan mikrobiologi. Bahan ini berperan sebagai komponen penting dalam pengembangan obat antiretroviral, khususnya untuk pengobatan infeksi HIV. Emtricitabine bekerja dengan cara menghambat enzim reverse transcriptase, yang merupakan proses kunci dalam replikasi virus HIV dalam sel manusia. Karena sifatnya yang spesifik dan efektif, emtricitabine sering digunakan sebagai bahan baku dalam penelitian laboratorium untuk menguji efektivitas obat dan mekanisme kerja senyawa antiretroviral.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eEmtricitabine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, serta memiliki kemurnian tinggi yang memungkinkan penggunaannya dalam eksperimen yang membutuhkan presisi tinggi. Senyawa ini juga mudah tersedia dalam berbagai bentuk kemasan, seperti serbuk atau larutan, sehingga memudahkan proses penelitian dan penggunaan di laboratorium. Selain itu, emtricitabine memiliki daya reaksi yang baik terhadap berbagai reagen dan bahan kimia lainnya, menjadikannya pilihan yang ideal untuk berbagai jenis eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, emtricitabine sering digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat, terutama dalam studi tentang pengendalian dan pencegahan penyakit menular seperti HIV. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian yang fokus pada bidang farmakologi dan biomedis. Dengan adanya emtricitabine, para peneliti dapat mengembangkan solusi medis yang lebih efektif dan efisien untuk masyarakat Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian pengembangan obat antiretroviral untuk pengobatan HIV\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji efektivitas senyawa dalam penghambatan virus di lingkungan in vitro\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis mekanisme kerja enzim reverse transcriptase dalam sel manusia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian kualitas dan stabilitas senyawa kimia dalam kondisi tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang penggunaan emtricitabine dalam terapi kombinasi obat\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 143491-57-0\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25mg, 250mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, dalam suhu kamar dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEmtricitabine sebaiknya disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung untuk menjaga stabilitasnya. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat mengambil atau memanfaatkan bahan ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau saluran pernapasan. Pastikan wadah tidak terbuka selama tidak digunakan untuk mencegah kontaminasi atau penurunan kualitas bahan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEmtricitabine is a chemical compound widely used in life science research, particularly in pharmacology and microbiology. It plays a crucial role as a key component in the development of antiretroviral drugs, especially for the treatment of HIV. The compound works by inhibiting the reverse transcriptase enzyme, which is essential in the replication of the HIV virus within human cells. Due to its specific and effective nature, emtricitabine is commonly used as a raw material in laboratory experiments to test the efficacy of drugs and the mechanism of action of antiretroviral compounds. Its chemical properties, including high purity and stability under certain conditions, make it an ideal choice for precise and reliable research applications. Emtricitabine is also available in various packaging forms, such as powder or solution, which facilitates its use in different types of laboratory experiments. In Indonesia, emtricitabine is frequently used in health research, especially in studies related to the control and prevention of infectious diseases like HIV. It is an essential part of research programs in higher education institutions and research organizations focusing on pharmacology and biomedical fields. With the availability of emtricitabine, researchers can develop more effective and efficient medical solutions for the Indonesian community.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2026). Cobicistat\/elvitegravir\/emtricitabine\/tenofovir alafenamide. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-026-96067-2\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-026-96067-2\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2020). Budesonide\/emtricitabine\/rilpivirine\/tenofovir-disoproxil-fumarate interaction. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-020-80077-1\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-020-80077-1\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2022). Emtricitabine. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-022-15461-x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-022-15461-x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25mg","offer_id":48086916530394,"sku":"TCI2510E100728865","price":657000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"250mg","offer_id":48086916563162,"sku":"TCI2510E100728866","price":4065000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E1007.jpg?v=1767112148"},{"product_id":"tci2510e147529513","title":"TCI E1475 59-06-3 Ethopabate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI E1475 Ethopabate adalah senyawa turunan metil benzoat tersubstitusi yang membawa gugus asetamido dan gugus propoksi, dikenal luas di bidang kesehatan hewan sebagai bahan aktif koksidiostat yang biasa dipakai bersama amprolium pada unggas. Dipasok TCI dalam kategori building block non-heterosiklik, di laboratorium senyawa ini paling sering digunakan sebagai bahan pembanding dan bahan awal penelitian, bukan sebagai reagen sintesis umum. Perannya penting dalam pengembangan metode analisis residu obat hewan pada jaringan unggas, telur, dan pakan, suatu topik yang terus menjadi perhatian pengawasan mutu pangan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang menjadikannya berguna adalah kerangka aromatik terdefinisi jelas dengan gugus kromofor yang memberikan serapan ultraviolet kuat, sehingga senyawa mudah dideteksi pada kromatografi cair dengan detektor UV maupun spektrometri massa. Kombinasi gugus amida dan ester memberikan sidik jari spektroskopi yang khas pada analisis inframerah dan resonansi magnet inti, memudahkan konfirmasi identitas. Dari sudut pandang kimia medisinal, struktur ini juga menarik karena menggambarkan bagaimana penghambatan jalur asam folat pada parasit dapat dicapai melalui analog asam para-aminobenzoat. Sifat tersebut menjadikannya objek kajian yang baik dalam pembelajaran hubungan struktur dan aktivitas.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, kebutuhan akan senyawa ini banyak datang dari laboratorium pengujian mutu pakan dan produk peternakan, laboratorium farmasi veteriner, serta kelompok riset di fakultas kedokteran hewan dan farmasi. Kemasan 200 mg dan 1 g sangat sesuai untuk pembuatan larutan induk dan seri kalibrasi tanpa pemborosan bahan. AMI Scientific menyediakannya untuk mendukung kegiatan analisis dan penelitian tersebut.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eBahan pembanding analisis residu: dipakai menyusun kurva kalibrasi pada penentuan residu koksidiostat dalam jaringan unggas, telur, maupun sampel pakan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan metode kromatografi: kromofor aromatiknya memberi respons detektor ultraviolet yang kuat sehingga memudahkan optimasi kondisi pemisahan kromatografi cair.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian farmasi veteriner: senyawa ini menjadi bahan penelitian formulasi dan stabilitas sediaan obat hewan pada skala laboratorium yang terkendali.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi hubungan struktur dan aktivitas: strukturnya sebagai analog asam para-aminobenzoat menjelaskan mekanisme penghambatan jalur folat pada parasit koksidia.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan awal derivatisasi: gugus ester dan amidanya dapat dimodifikasi untuk menyiapkan turunan pembanding maupun metabolit sintetik pada riset analitik.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 59-06-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 200 mg dan 1 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan; rujuk Certificate of Analysis lot terkait untuk rincian mutu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung agar kestabilan senyawa terjaga selama masa pemakaian. Karena senyawa ini merupakan bahan aktif berkhasiat, hindari pembentukan debu saat penimbangan dan kerjakan di lemari asam atau ruang bertekanan negatif bila tersedia. Gunakan sarung tangan nitril, masker, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta cuci tangan setelah penanganan. Jangan menyimpan bersama bahan pangan atau pakan, gunakan peralatan yang terdedikasi, dan kelola sisa serta wadah bekas sebagai limbah kimia sesuai ketentuan laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI E1475 Ethopabate (CAS 59-06-3) is a substituted methyl benzoate bearing acetamido and propoxy groups, best known in animal health as a coccidiostat commonly used together with amprolium in poultry. In the laboratory it is used mainly as a reference material and research starting point rather than as a routine synthetic reagent. Its strong aromatic chromophore gives excellent ultraviolet response, making it straightforward to detect and quantify by liquid chromatography with UV or mass spectrometric detection, which supports residue method development for poultry tissue, eggs and feed. The amide and ester functionalities provide a distinctive spectroscopic fingerprint for identity confirmation, while its structural relationship to para-aminobenzoic acid makes it a useful teaching example of folate pathway inhibition. Supplied in 200 mg and 1 g units.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBAHADORAN dkk. (2014). Deneysel Koksidiyozlu Tavuklarda Clopidol ve Amprolium\/Ethopabate Uygulamasının Performans ve Barsak Morfolojisine Etkisi. \u003cem\u003eKafkas Universitesi Veteriner Fakultesi Dergisi\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.9775\/kvfd.2013.10638\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.9775\/kvfd.2013.10638\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNasr dkk. (2014). Spectrofluorimetric analysis of ethopabate in veterinary formulations with application to residue determination in chicken muscles and liver. \u003cem\u003eLuminescence\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/bio.2683\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/bio.2683\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eAboumanei dkk. (2022). Evaluation of radioiodinated ethopabate as a potential tumor targeting agent. \u003cem\u003eApplied Radiation and Isotopes\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.apradiso.2021.110063\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.apradiso.2021.110063\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"200mg","offer_id":48086963388634,"sku":"TCI2510E147529513","price":633000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"1g","offer_id":48086963421402,"sku":"TCI2510E147529514","price":2147000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E1475.jpg?v=1767112922"},{"product_id":"tci2510e148229520","title":"TCI E1482 60372-77-2 Ethyl Lauroyl Arginate Hydrochloride","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl Lauroyl Arginate Hydrochloride adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian terkait peptida dan interaksi molekuler, terutama dalam bidang kimia biologis. Sebagai derivat arginin, senyawa ini memiliki sifat amfoterik yang memungkinkannya berperan sebagai surfaktan atau agen pengemulsi dalam berbagai reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk memperkaya reaksi yang melibatkan peptida atau protein, serta untuk memfasilitasi proses penelitian yang memerlukan interaksi antar molekul kompleks.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eEthyl Lauroyl Arginate Hydrochloride memiliki struktur kimia yang stabil dan sifat fisika yang memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan dalam penggunaan dalam berbagai kondisi eksperimen. Karena sifatnya yang amfoterik, senyawa ini juga dapat berfungsi sebagai agen pengatur pH atau pengemulsi, menjadikannya sangat fleksibel dalam berbagai aplikasi laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia biologis, terutama oleh institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian integral dari eksperimen yang memerlukan interaksi molekuler atau modifikasi senyawa biologis. Karena ketersediaannya yang relatif luas dan kehandalannya dalam berbagai reaksi, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDigunakan dalam sintesis peptida untuk meningkatkan reaktivitas molekul\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCocok untuk penelitian interaksi protein dan lipid dalam membran sel\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapat dimanfaatkan dalam pengembangan produk kosmetik sebagai surfaktan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eMempercepat proses emulsifikasi dalam reaksi kimia organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBerperan dalam studi tentang sifat amfoterik senyawa biologis\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 60372-77-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e Peptide Chemistry\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia disarankan. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini dapat bersifat iritatif. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah kebocoran atau pencemaran lingkungan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl Lauroyl Arginate Hydrochloride is a chemical compound widely used in chemical and biochemical research, particularly in peptide chemistry. As an arginine derivative, it exhibits amphiprotic properties, making it suitable for applications such as surfactant and emulsifier in various chemical reactions. This compound is commonly used in laboratory settings for studying molecular interactions, protein-lipid interactions, and peptide synthesis. Its solubility in organic solvents and stability under controlled conditions make it a versatile reagent in both academic and research environments. The compound is an essential tool for researchers in Indonesia, supporting advancements in chemical biology and biotechnology.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eEFSA Panel on Food Additives and Nutrient Sources added to Food (ANS) (2009). Statement on the evaluation of the new information provided on the food additive ethyl lauroyl arginate. \u003cem\u003eEFSA Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2903\/j.efsa.2009.1333\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2903\/j.efsa.2009.1333\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eEuropean Food Safety Authority (2013). Refined exposure assessment of ethyl lauroyl arginate based on revised proposed uses as a food additive. \u003cem\u003eEFSA Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2903\/j.efsa.2013.3294\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2903\/j.efsa.2013.3294\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eCzakaj dkk. (2021). Ethyl Lauroyl Arginate, an Inherently Multicomponent Surfactant System. \u003cem\u003eMolecules\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/molecules26195894\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/molecules26195894\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086963781850,"sku":"TCI2510E148229520","price":708000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086963814618,"sku":"TCI2510E148229521","price":2071000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E1482.jpg?v=1767112930"},{"product_id":"tci2510f032130103","title":"TCI F0321 2022-85-7 5-Fluorocytosine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e5-Fluorocytosine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa fluorinasi. Bahan ini sering ditemukan dalam kategori bahan pembangun (building blocks), karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi lain. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar untuk membangun molekul kompleks yang membutuhkan keberadaan atom fluor. Karena sifatnya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam eksperimen sintesis organik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003e5-Fluorocytosine memiliki struktur kimia yang khas, dengan atom fluor yang terikat pada posisi tertentu dalam molekulnya. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi substitusi dan reaksi kimia lainnya yang memerlukan penggunaan fluor. Selain itu, senyawa ini memiliki sifat kimia yang relatif aman dalam kondisi laboratorium yang terkendali, sehingga meminimalkan risiko reaksi tidak terduga.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, 5-Fluorocytosine digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama oleh institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sering dimanfaatkan dalam proyek yang berkaitan dengan sintesis senyawa baru atau modifikasi molekul. Karena kehandalannya dan ketersediaannya, senyawa ini menjadi bagian dari persediaan bahan kimia yang penting dalam banyak laboratorium di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa fluorinasi untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen kimia organik dalam penelitian material baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian reaktivitas senyawa dalam reaksi substitusi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan senyawa intermediet untuk sintesis kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang efek fluorinasi terhadap sifat kimia molekul\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 2022-85-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Fluorinated Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e5-Fluorocytosine harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari sinar matahari langsung. Tempat penyimpanan yang ideal adalah di ruangan dengan suhu kamar dan kelembapan rendah. Karena sifat kimia yang stabil, bahan ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan ekstrem. Namun, tetap perlu dihindari kontak langsung dengan air atau bahan kimia berreaksi. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk memastikan keselamatan di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e5-Fluorocytosine is a chemical compound widely used in organic synthesis and laboratory research, particularly in the development of fluorinated compounds. Its unique structure allows it to serve as a building block for creating complex molecules with controlled fluorine incorporation. This compound is valued for its stability and predictable reactivity, making it a reliable choice for various chemical experiments. In Indonesian laboratories, 5-Fluorocytosine is commonly used in academic and research settings to explore new synthetic pathways and molecular modifications. Its versatility and availability make it an essential component in the chemical inventory of many laboratories across the country.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eWang dkk. (2014). 2 : 1 5-Fluorocytosine–acesulfame CAB cocrystal and 1 : 1 5-fluorocytosine–acesulfame salt hydrate with enhanced stability against hydration. \u003cem\u003eCrystEngComm\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1039\/c4ce01150c\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1039\/c4ce01150c\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKim dkk. (2002). ChemInform Abstract: Synthesis and Biological Activity of the New 5‐Fluorocytosine Derivatives, 5′‐Deoxy‐N‐alkyloxycarbonyl‐5‐fluorocytosine‐5′‐carboxylic Acid.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.200225203\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.200225203\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLi dkk. (2022). The discovery of new cocrystals of 5-fluorocytosine using amine–carboxylate supramolecular synthon. \u003cem\u003eJournal of Drug Delivery Science and Technology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jddst.2022.103934\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.jddst.2022.103934\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086994747610,"sku":"TCI2510F032130103","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086994780378,"sku":"TCI2510F032130104","price":733000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086994813146,"sku":"TCI2510F032130105","price":2399000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510F0321.jpg?v=1767113534"},{"product_id":"tci2510f067730618","title":"TCI F0677 86386-73-4 Fluconazole","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFluconazole adalah senyawa antifungal yang digunakan secara luas dalam penelitian laboratorium untuk menghambat pertumbuhan jamur. Sebagai salah satu antibiotik yang termasuk dalam kategori azol, Fluconazole bekerja dengan menghambat sintesis membran sel jamur, sehingga mencegah pertumbuhan dan reproduksi mikroba tersebut. Produk ini sangat penting dalam berbagai eksperimen biokimia, terutama dalam studi tentang interaksi antara obat dan mikroba, serta dalam pengujian efektivitas antibiotik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eFluconazole memiliki sifat kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses penyiapan larutan untuk eksperimen. Karena sifatnya yang tidak beracun dan memiliki keamanan yang relatif tinggi, senyawa ini sering dipilih sebagai bahan baku dalam penelitian farmakologi dan mikrobiologi. Ketersediaan dalam bentuk padat juga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam berbagai skala eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Fluconazole sering digunakan dalam penelitian terkait penyakit jamur, pengujian antibiotik, dan pengembangan obat baru. Produk ini juga menjadi bagian dari alat dan bahan yang diperlukan untuk penelitian kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya mengatasi infeksi jamur yang semakin kompleks.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian efektivitas antibiotik terhadap jamur dalam penelitian farmakologi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme kerja senyawa antifungal dalam biokimia.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat baru yang bertujuan mengatasi infeksi jamur resisten.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen untuk mengevaluasi interaksi antara obat dan mikroba dalam lingkungan laboratorium.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian kesehatan masyarakat terkait penyebaran penyakit jamur di wilayah Indonesia.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 86386-73-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFluconazole harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitas dan stabilitas senyawa. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Karena sifatnya yang tidak beracun, Fluconazole relatif aman, tetapi tetap perlu dihindari konsumsi atau inhalasi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFluconazole is a widely used antifungal compound in laboratory research for inhibiting fungal growth. As a member of the azole class of antibiotics, it works by disrupting the synthesis of fungal cell membranes, thereby preventing microbial proliferation. This product is essential in biochemical and pharmacological studies, particularly in investigations of drug-microbe interactions and antibiotic efficacy testing. Its stable chemical properties and good solubility in organic solvents make it a preferred choice for various experimental applications. Fluconazole is commonly used in Indonesian laboratories for research on fungal infections, antibiotic testing, and the development of new drugs. Its availability in solid form facilitates storage and use across different experimental scales.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2022). Azathioprine\/fluconazole\/methylprednisolone. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-022-12047-3\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-022-12047-3\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eCartledge dkk. (1997). Prior fluconazole exposure as an independent risk factor for fluconazole resistant candidosis in HIV positive patients: a case-control study.. \u003cem\u003eSexually Transmitted Infections\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1136\/sti.73.6.471\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1136\/sti.73.6.471\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNedea (Ilie) (2025). SYNERGISTIC EFFECTS OF FLUCONAZOLE AND ROSMARINUS OFFICINALIS ESSENTIAL OIL AGAINST CANDIDA SPP. STRAINS. \u003cem\u003eFARMACIA\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.31925\/farmacia.2025.2.19\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.31925\/farmacia.2025.2.19\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":50506770055386,"sku":"TCI2510F067730618","price":1213000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510F0677.jpg?v=1767113783"},{"product_id":"tci2510f082530805","title":"TCI F0825 31430-15-6 Flubendazole","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFlubendazole adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori antibiotik, digunakan dalam berbagai penelitian bidang kehidupan ilmiah. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium untuk penelitian terkait parasitologi dan farmakologi. Flubendazole memiliki aktivitas antiparasit yang kuat, terutama terhadap cacing nematoda. Dalam konteks penelitian, senyawa ini digunakan untuk menguji efektivitas obat atau bahan kimia terhadap berbagai jenis parasit.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eFlubendazole memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat disimpan dalam kondisi tertentu tanpa mengalami degradasi signifikan. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, sehingga memungkinkan aplikasi dalam berbagai metode analisis kimia. Karena sifatnya yang tidak beracun dan relatif aman dalam penggunaan yang tepat, Flubendazole menjadi pilihan yang populer di laboratorium untuk berbagai eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, Flubendazole digunakan secara luas dalam penelitian bidang kesehatan masyarakat dan farmasi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk mengembangkan obat baru atau memahami mekanisme kerja parasit. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini secara langsung tanpa harus mengimpor dari luar negeri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian pengendalian parasit pada hewan ternak untuk meningkatkan kesehatan peternakan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas antiparasit untuk pengembangan obat baru dalam bidang farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kimia untuk identifikasi struktur molekuler Flubendazole dalam sampel biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen farmakologis untuk mengevaluasi efek toksik dan mekanisme kerja senyawa\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi ekosistem untuk memahami peran Flubendazole dalam rantai makanan dan lingkungan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 31430-15-6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFlubendazole harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil dan kering sangat disarankan. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihandle dengan hati-hati sesuai protokol laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFlubendazole is a chemical compound classified under antibiotics, commonly used in life science research. It is widely applied in parasitology and pharmacology studies due to its strong antiparasitic activity, particularly against nematodes. This compound is suitable for testing the effectiveness of drugs or chemicals against various parasites. Its stable chemical properties and safe handling make it a preferred choice in laboratory settings. In Indonesia, Flubendazole is extensively used in research related to public health and pharmaceutical development. Its availability locally facilitates easy access for researchers without the need for imports. The compound’s molecular structure allows for various analytical methods, making it a valuable tool in scientific investigations.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eAbdelwahab dkk. (2015). Stability indicating RP-HPLC method for the determination of flubendazole in pharmaceutical dosage forms. \u003cem\u003eRSC Advances\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1039\/c4ra11758a\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1039\/c4ra11758a\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBártíková dkk. (2010). Activities of biotransformation enzymes and flubendazole metabolism in lambs (Ovis aries): effect of gender and flubendazole therapy. \u003cem\u003ePharmacological Reports\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s1734-1140(10)70276-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s1734-1140(10)70276-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKapickova dkk. (2026). The Effect of the Combination of Temozolomide and Flubendazole on Glioblastoma Cells. \u003cem\u003eCells\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/cells15141239\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/cells15141239\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48087037051098,"sku":"TCI2510F082530805","price":1213000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48087037083866,"sku":"TCI2510F082530806","price":3811000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510F0825.jpg?v=1767113888"},{"product_id":"tci2510f084230829","title":"TCI F0842 104227-87-4 Famciclovir","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFamciclovir adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologi dan pengembangan obat. Bahan ini berperan sebagai bahan baku dalam pembuatan obat antiviral yang digunakan untuk mengatasi infeksi virus herpes. Famciclovir termasuk dalam kategori senyawa yang digunakan dalam sistem pengiriman obat (Drug Delivery Systems), sehingga sangat relevan dalam penelitian terkait pengembangan obat yang lebih efektif dan aman. Dalam laboratorium, Famciclovir sering digunakan untuk uji klinis dan penelitian terapan yang memerlukan senyawa aktif yang dapat dikontrol secara presisi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eFamciclovir memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang kompleks, yang membuatnya cocok untuk analisis spektroskopi dan uji reaktivitas. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, Famciclovir dapat digunakan dalam berbagai kondisi penelitian tanpa kehilangan aktivitasnya. Selain itu, senyawa ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi dalam penggunaan laboratorium, sehingga cocok untuk penelitian yang memerlukan presisi dan keandalan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Famciclovir digunakan dalam berbagai penelitian farmakologi, terutama dalam pengembangan obat antiviral dan uji klinis. Produk ini sangat diminati oleh peneliti yang ingin mengembangkan obat baru atau memperbaiki sistem pengiriman obat yang ada. Famciclovir juga sering digunakan dalam penelitian tentang efektivitas dan mekanisme kerja obat antiviral, yang menjadi fokus utama dalam bidang kesehatan masyarakat.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian pengembangan obat antiviral untuk pengobatan infeksi herpes\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji klinis senyawa aktif dalam sistem pengiriman obat (DDS)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis struktur molekul untuk memahami mekanisme kerja obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian reaktivitas senyawa dalam proses sintesis obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang efektivitas dan keamanan obat dalam lingkungan laboratorium\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 104227-87-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Pharmaceutical Development and Drug Discovery Research Reagents \u003e Drug Delivery Systems (DDS)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 500mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFamciclovir harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Dalam penanganan, pastikan menggunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi kulit dan pernapasan. Jangan menyimpan senyawa ini di area yang terbuka atau terpapar udara bebas. Selalu pastikan bahwa prosedur penanganan sesuai dengan standar keselamatan laboratorium untuk mencegah risiko kecelakaan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFamciclovir is a chemical compound used in pharmaceutical research and drug development. It serves as a key ingredient in the production of antiviral medications, particularly for treating herpes infections. This compound is categorized under Drug Delivery Systems (DDS), making it highly relevant in the development of effective and safe drug formulations. Famciclovir is known for its stability and solubility in organic solvents, which allows it to be used in various analytical and synthetic processes. Its molecular structure enables precise analysis and testing in laboratory settings. In Indonesia, Famciclovir is widely used in pharmaceutical research, especially in the development of antiviral drugs and the evaluation of drug delivery systems. Its application extends to clinical trials and studies aimed at improving the efficacy and safety of antiviral treatments.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(1990). Use of isotopically chiral [4′-13C] pencìclovir (BRL 39123) and its oral prodrug [4′-13C] Famciclovir (BRL 42810) to determine the absolute configuration of their metabolites. \u003cem\u003eAntiviral Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0166-3542(90)90163-2\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0166-3542(90)90163-2\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (2001). Famciclovir\/valaciclovir. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128415-200108660-00019\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128415-200108660-00019\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eHodge (1993). Famciclovir and Penciclovir. The Mode of Action of Famciclovir Including Its Conversion to Penciclovir. \u003cem\u003eAntiviral Chemistry and Chemotherapy\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1177\/095632029300400201\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1177\/095632029300400201\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"500mg","offer_id":48087039279322,"sku":"TCI2510F084230829","price":1768000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510F0842.jpg?v=1767113900"},{"product_id":"tci2510f096730999","title":"TCI F0967 126833-17-8 Fenhexamid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFenhexamid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terutama dalam bidang biokimia dan antibiotik. Bahan ini memiliki struktur kimia kompleks yang memungkinkan penggunaannya dalam penelitian mikrobiologi dan pengujian bahan aktif farmakologis. Fenhexamid sering digunakan sebagai agen penghambat pertumbuhan bakteri, terutama pada bakteri Gram positif. Dalam laboratorium, senyawa ini menjadi alat penting untuk mengontrol pertumbuhan mikroba dalam media kultur atau dalam uji sensitivitas antibiotik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eFenhexamid memiliki sifat kimia stabil dalam kondisi tertentu dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau aseton. Karakteristik ini membuatnya mudah untuk digunakan dalam berbagai metode analisis kimia dan biokimia. Selain itu, senyawa ini memiliki daya hambat yang baik terhadap bakteri patogenik, sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian terkait pengendalian infeksi dan pengembangan obat baru.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, Fenhexamid digunakan secara luas oleh peneliti dan institusi riset untuk keperluan uji laboratorium, pengembangan produk farmasi, serta penelitian mikrobiologi. Bahan ini menjadi bagian penting dalam proses penelitian yang memerlukan pengendalian pertumbuhan bakteri dan pengujian aktivitas antimikroba.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji sensitivitas bakteri untuk menentukan efektivitas antibiotik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan produk farmasi dengan aktivitas antimikroba\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian mikrobiologi untuk mengidentifikasi patogenik dan pengendalian infeksi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian bahan aktif dalam formulasi obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kimia untuk menentukan kandungan senyawa aktif dalam sampel\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 126833-17-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 200mg, 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFenhexamid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, serta jauh dari paparan sinar matahari langsung. Karena sifat kimianya, bahan ini sebaiknya disimpan dalam lingkungan yang terkontrol untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terpapar kelembapan berlebihan. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk meminimalkan risiko kontak langsung dengan bahan tersebut.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFenhexamid is a chemical compound widely used in laboratory research, particularly in biochemistry and antibiotic studies. It is recognized for its ability to inhibit the growth of bacteria, especially Gram-positive strains, making it a valuable tool in microbiological research. This compound is commonly used for testing bacterial sensitivity, developing pharmaceutical products, and analyzing microbial activity. Its stability in specific conditions and solubility in organic solvents make it a preferred choice for various analytical and biochemical applications. In Indonesian laboratories, Fenhexamid plays a crucial role in infection control studies and the development of new antimicrobial agents. Its versatility and effectiveness make it an essential component in modern scientific research.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eMalandrakis dkk. (2013). Baseline sensitivity of Monilinia laxa from Greece to fenhexamid and analysis of fenhexamid-resistant mutants. \u003cem\u003eCrop Protection\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.cropro.2012.12.009\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.cropro.2012.12.009\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eEuropean Food Safety Authority (2014). Reasoned opinion on the modification of the MRLs for fenhexamid in various berries. \u003cem\u003eEFSA Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2903\/j.efsa.2014.3785\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2903\/j.efsa.2014.3785\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eEuropean Food Safety Authority (2014). Conclusion on the peer review of the pesticide risk assessment of the active substance fenhexamid. \u003cem\u003eEFSA Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2903\/j.efsa.2014.3744\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2903\/j.efsa.2014.3744\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"200mg","offer_id":48087048552666,"sku":"TCI2510F096730999","price":960000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"1g","offer_id":48087048585434,"sku":"TCI2510F096731000","price":2752000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510F0967.jpg?v=1767114023"},{"product_id":"tci2510f100831057","title":"TCI F1008 73151-29-8 Fenticonazole Nitrate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFenticonazole Nitrate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terkait bidang kehidupan dan biokimia. Sebagai antibiotik, senyawa ini memiliki aktivitas antimikroba yang kuat terhadap berbagai jenis jamur dan bakteri. Fenticonazole Nitrate sering digunakan dalam penelitian untuk menghambat pertumbuhan mikroba, baik dalam uji sensitivitas maupun pengujian efektivitas antibiotik. Produk ini sangat relevan dalam laboratorium yang melakukan penelitian terkait infeksi jamur atau pengembangan obat baru.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eFenticonazole Nitrate memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah larut dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses penyiapan larutan dalam eksperimen. Senyawa ini juga memiliki daya hambat yang baik terhadap mikroba yang resisten terhadap antibiotik lain. Karena sifatnya yang khas, senyawa ini dipilih sebagai bahan baku dalam pembuatan reagen dan produk farmasi. Selain itu, kemurnian dan konsistensi produk menjadikannya pilihan yang andal untuk penelitian ilmiah.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Fenticonazole Nitrate digunakan dalam berbagai penelitian terkait kesehatan masyarakat, farmasi, dan mikrobiologi. Produk ini menjadi bagian penting dalam upaya peneliti untuk memahami mekanisme kerja antibiotik dan pengendalian infeksi. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan yang diperlukan tanpa harus mengimpor dari luar negeri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji sensitivitas mikroba untuk menentukan efektivitas antibiotik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan reagen untuk analisis mikrobiologi dalam laboratorium klinis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian terkait infeksi jamur dan pengendalian patogen\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePemantauan aktivitas antimikroba dalam penelitian farmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji kualitas produk farmasi untuk memastikan keamanan dan efektivitas\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 73151-29-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 200mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFenticonazole Nitrate harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari paparan cahaya matahari langsung dan kelembapan tinggi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat mengambil produk, pastikan tangan bersih dan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, serta jangan menghirup partikel halus.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFenticonazole Nitrate is a chemical compound widely used in laboratory settings for its antimicrobial properties. As an antibiotic, it is effective against various types of fungi and bacteria, making it a valuable tool in microbiological research and pharmaceutical development. This compound is commonly used in sensitivity testing, drug formulation, and infection control studies. Its stability and solubility in organic solvents make it a preferred choice for researchers. In Indonesian laboratories, Fenticonazole Nitrate plays a crucial role in advancing understanding of microbial resistance and developing new therapeutic agents. Its availability locally supports scientific research and ensures efficient access to essential reagents.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eJi dkk. (2025). Repurposing fenticonazole nitrate to restore colistin susceptibility in multidrug-resistant bacteria. \u003cem\u003eLife Sciences\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.lfs.2025.123511\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.lfs.2025.123511\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMehul P. Bagde dkk. (2024). Preparation and Evaluation of Fenticonazole Nitrate Loaded Topical Emulgel for the Treatment of Cutaneous Candidiasis. \u003cem\u003eJournal of Pharma Insights and Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.69613\/csf3mv80\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.69613\/csf3mv80\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eAlbash dkk. (2022). Fenticonazole nitrate loaded trans-novasomes for effective management of tinea corporis: design characterization, in silico study, and exploratory clinical appraisal. \u003cem\u003eDrug Delivery\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1080\/10717544.2022.2057619\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1080\/10717544.2022.2057619\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"200mg","offer_id":48087051075802,"sku":"TCI2510F100831057","price":1616000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510F1008.jpg?v=1767114040"},{"product_id":"tci2510f129631435","title":"TCI F1296 259793-96-9 Favipiravir","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFavipiravir, dengan nomor CAS 259793-96-9, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian ilmiah terutama dalam bidang kimia organik dan farmakologi. Bahan ini sering diaplikasikan dalam sintesis senyawa heterosiklik, yang merupakan bagian penting dari pengembangan obat dan bahan kimia berbasis senyawa kompleks. Sebagai building block, Favipiravir berperan sebagai bahan dasar yang dapat diubah menjadi senyawa dengan struktur lebih kompleks melalui reaksi kimia tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eFavipiravir memiliki struktur kimia yang stabil dan dapat berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi substitusi, reaksi adisi, dan reaksi penggabungan. Sifat ini menjadikannya pilihan yang baik untuk peneliti yang ingin membangun senyawa dengan sifat tertentu. Selain itu, senyawa ini juga memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai reaktan kimia, sehingga memberikan fleksibilitas dalam pengembangan senyawa baru.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Favipiravir sering digunakan dalam penelitian kimia organik dan farmakologi. Bahan ini menjadi alat penting bagi para peneliti yang ingin mengembangkan senyawa baru atau memahami mekanisme reaksi kimia tertentu. Ketersediaannya dalam berbagai varian kemasan juga memudahkan penggunaan dalam berbagai skala eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDigunakan dalam sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCocok untuk penelitian kimia organik dalam pembuatan senyawa kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBermanfaat dalam studi mekanisme reaksi kimia dalam lingkungan laboratorium\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapat diaplikasikan dalam uji aktivitas biologis senyawa kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBerguna dalam penelitian farmakologi untuk pengembangan terapi medis\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 259793-96-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25mg, 100mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFavipiravir harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat menangani bahan ini, penting untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Selain itu, bahan ini harus dipisahkan dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFavipiravir, with CAS number 259793-96-9, is a chemical compound widely used in scientific research, particularly in organic chemistry and pharmacology. It serves as a building block for the synthesis of heterocyclic compounds, which are essential in the development of new drugs and complex chemical materials. Its stable molecular structure allows it to participate in various chemical reactions such as substitution, addition, and coupling reactions. This makes it a versatile tool for researchers aiming to create new compounds or study specific chemical mechanisms. In Indonesian laboratories, Favipiravir is commonly used in organic chemistry and pharmacology research, supporting the development of new therapeutic approaches and the understanding of chemical interactions.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eDOĞAN KURTOĞLU dkk. (2021). Meta-analysis for Favipiravir Bioequivalence Studies. \u003cem\u003eTurkiye Klinikleri Journal of Biostatistics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.5336\/biostatic.2021-82031\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.5336\/biostatic.2021-82031\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSyed dkk. (2022). Use of favipiravir against Covid-19: A Review. \u003cem\u003ePakistan BioMedical Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.54393\/pbmj.v5i2.202\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.54393\/pbmj.v5i2.202\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eCollege of Pharmacy, Gulf Medical University, Ajman, UAE dkk. (2022). COVID-19 Clearance with Favipiravir - A Retrospective Study. \u003cem\u003eJournal of Communicable Diseases\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.24321\/0019.5138.202239\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.24321\/0019.5138.202239\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25mg","offer_id":48087074865370,"sku":"TCI2510F129631435","price":3686000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100mg","offer_id":48087074898138,"sku":"TCI2510F129631436","price":10903000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510F1296.jpg?v=1767114305"},{"product_id":"tci2510g031531950","title":"TCI G0315 82410-32-0 Ganciclovir","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eGanciclovir adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah, khususnya dalam bidang biokimia dan reagen. Bahan ini memiliki peran penting dalam pengujian antibiotik dan pengembangan obat, terutama dalam penelitian terkait virus herpes. Ganciclovir sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa aktif biologis, serta dalam uji aktivitas antibakteri dan antiviral. Dalam laboratorium, bahan ini menjadi alat penting untuk memahami mekanisme kerja obat dan pengaruhnya terhadap mikroba.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eGanciclovir memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang relatif lama. Bahan ini juga memiliki keunggulan dalam kemurnian dan konsistensi, sehingga sangat cocok untuk penggunaan dalam penelitian yang membutuhkan presisi tinggi. Selain itu, Ganciclovir memiliki sifat larut dalam pelarut organik tertentu, yang memudahkan proses pemisahan dan analisis dalam berbagai metode kimia dan biokimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Ganciclovir sering digunakan dalam penelitian bidang farmakologi dan mikrobiologi. Bahan ini menjadi bagian integral dalam uji laboratorium untuk pengembangan obat baru, pengujian efektivitas antibiotik, serta dalam penelitian terkait penyakit menular. Karena sifatnya yang spesifik, Ganciclovir juga digunakan dalam penelitian tentang virus dan respons imun tubuh terhadap infeksi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian aktivitas antiviral untuk penelitian virus herpes\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa aktif biologis dalam bidang farmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji sensitivitas mikroba terhadap obat antiviral\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian mekanisme kerja obat dalam bidang biokimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kandungan kimia dalam sampel biologis\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 82410-32-0\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eGanciclovir harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung serta kelembapan tinggi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar, dan jauh dari bahan kimia yang bersifat korosif atau reaktif. Selama penyimpanan, pastikan wadah tetap tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan penurunan kualitas. Dalam penggunaan, hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eGanciclovir is a chemical compound widely used in life science research, particularly in biochemical and reagent applications. It plays a crucial role in antibiotic testing and drug development, especially in studies related to herpes viruses. In the laboratory, it serves as a key material for synthesizing active biological compounds and analyzing the effects of antiviral agents. Its stable chemical properties and high purity make it suitable for precise and consistent research. In Indonesian laboratories, Ganciclovir is commonly used in pharmacology and microbiology studies, including the development of new drugs, testing the effectiveness of antiviral agents, and researching the immune system's response to infections. Its specific characteristics make it an essential tool in various scientific investigations.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2016). Ganciclovir\/valganciclovir. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-016-21089-x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-016-21089-x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eErnst dkk. (1998). Acyclovir- and Ganciclovir-Induced Neurotoxicity. \u003cem\u003eAnnals of Pharmacotherapy\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1345\/aph.17135\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1345\/aph.17135\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2018). Ganciclovir. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-018-55318-3\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-018-55318-3\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48087105044698,"sku":"TCI2510G031531950","price":3181000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48087105077466,"sku":"TCI2510G031531951","price":11029000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510G0315.jpg?v=1767114998"},{"product_id":"tci2510g038432024","title":"TCI G0384 126-07-8 (+)-Griseofulvin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e(+)-Griseofulvin adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium terkait bidang biofarmaka dan mikrobiologi. Bahan ini termasuk dalam kategori antibiotik dan sering digunakan untuk menghambat pertumbuhan jamur, terutama jenis *Trichophyton* yang menyebabkan infeksi kulit. Dalam konteks penelitian, senyawa ini juga digunakan untuk studi mekanisme kerja antibiotik dan pengujian efektivitas bahan aktif farmakologis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003e(+)-Griseofulvin memiliki struktur molekuler yang kompleks dan memiliki aktivitas antimikroba yang spesifik terhadap jamur. Bahan ini bersifat stabil dalam kondisi tertentu dan mudah dilarutkan dalam pelarut organik. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan jamur secara efektif, sehingga menjadi pilihan utama dalam penelitian mikrobiologi dan farmakologi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, (+)-Griseofulvin digunakan dalam penelitian terkait pengendalian infeksi jamur, pengembangan obat, serta studi tentang efek farmakologis senyawa antimikroba. Bahan ini juga sering dimanfaatkan dalam uji aktivitas antimikroba dan pengujian sensitivitas jamur terhadap berbagai antibiotik.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas antimikroba untuk mengevaluasi efektivitas senyawa baru terhadap jamur\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme kerja antibiotik dan interaksi molekuler\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat antijamur untuk aplikasi klinis dan farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang sensitivitas jamur terhadap berbagai jenis antibiotik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen dalam bidang farmakologi untuk mengeksplorasi efek farmakologis senyawa\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 126-07-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e(+)-Griseofulvin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan tidak terpapar kelembapan berlebihan. Dalam penggunaan, pastikan untuk memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kontaminasi atau kebocoran.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e(+)-Griseofulvin is a chemical compound widely used in laboratory research, particularly in the fields of biochemistry and microbiology. As an antibiotic, it is effective in inhibiting the growth of fungi, especially *Trichophyton* species, which are known to cause skin infections. This compound is commonly used in studies related to antimicrobial activity and the development of new pharmaceutical agents. Its molecular structure allows it to interact effectively with fungal cell membranes, making it a valuable tool in both academic and applied research. In Indonesian laboratories, (+)-Griseofulvin is essential for experiments involving fungal inhibition, drug development, and pharmacological studies. Its stability and specific activity make it a preferred choice for researchers seeking reliable results in antimicrobial testing.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLiddle dkk. (1992). Does griseofulvin alter lipids?. \u003cem\u003eBritish Journal of Dermatology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/j.1365-2133.1992.tb07825.x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1111\/j.1365-2133.1992.tb07825.x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eYamato dkk. (1990). An Improved Synthetic Method fordl-Griseofulvin and Its 2′-S-Analogue. \u003cem\u003eSynthesis\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1055\/s-1990-26942\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1055\/s-1990-26942\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (2010). Antibacterials\/gemcitabine\/griseofulvin. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128415-201013160-00024\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128415-201013160-00024\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48087111270618,"sku":"TCI2510G038432024","price":683000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48087111303386,"sku":"TCI2510G038432025","price":1970000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510G0384.jpg?v=1767115143"},{"product_id":"tci2510h109233877","title":"TCI H1092 505-95-3 12-Hydroxydodecanoic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e12-Hydroxydodecanoic Acid (12-HDDA) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk membangun struktur molekuler kompleks. Bahan ini sering diaplikasikan dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam pembuatan ester, amida, dan senyawa polimer. Sebagai building block kimia, 12-HDDA menjadi bahan dasar dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki sifat khusus, seperti kelarutan, reaktivitas, atau stabilitas.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003e12-Hydroxydodecanoic Acid memiliki struktur molekul yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga cocok digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton, yang memudahkan proses pemanfaatannya dalam laboratorium. Sifat fisika dan kimia yang konsisten menjadikannya pilihan yang andal untuk berbagai eksperimen ilmiah.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, 12-Hydroxydodecanoic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia, farmasi, dan material. Bahan ini menjadi bagian dari proses pengembangan obat, bahan polimer, dan produk kimia industri. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti dan praktisi untuk mengakses bahan yang diperlukan dalam eksperimen mereka.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa ester untuk pengembangan bahan kimia industri\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan amida dalam penelitian farmakologi dan obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian reaktivitas senyawa organik dalam kimia analitik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eProduksi bahan polimer untuk aplikasi dalam teknologi material\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat fisika dan kimia senyawa hidrokarbon\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 505-95-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e12-Hydroxydodecanoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi kulit dan pernapasan. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung untuk menjaga keselamatan di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e12-Hydroxydodecanoic Acid (12-HDDA) is a chemical compound widely used as a building block in organic synthesis. It serves as a key component in the creation of esters, amides, and polymers, making it essential in various chemical research applications. With its stable molecular structure and good solubility in organic solvents, this compound is highly versatile for laboratory use. In Indonesia, it is commonly utilized in pharmaceutical, material science, and chemical engineering research. Its availability supports scientific innovation and experimentation in local academic and industrial settings.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eDukuzeyezu dkk. (2010). Synthesis of high molar mass poly(12-hydroxydodecanoic acid) in brønsted acid ionic liquids. \u003cem\u003ePolymer\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.polymer.2010.01.053\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.polymer.2010.01.053\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eDemirel dkk. (2007). Binding Formation of 12-Hydroxydodecanoic Acid on Si(001)-(2 × 2). \u003cem\u003eThe Journal of Physical Chemistry C\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/jp067561i\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/jp067561i\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLiu dkk. (2025). 12-Hydroxydodecanoic acid delays tomato fruit ripening and enhances resistance to Botrytis cinerea. \u003cem\u003ePostharvest Biology and Technology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.postharvbio.2025.113559\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.postharvbio.2025.113559\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48087256203482,"sku":"TCI2510H109233877","price":1970000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48087256236250,"sku":"TCI2510H109233878","price":6663000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510H1092.jpg?v=1767117502"},{"product_id":"tci2510h130634104","title":"TCI H1306 747-36-4 Hydroxychloroquine Sulfate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI H1306 Hydroxychloroquine Sulfate adalah garam sulfat dari hidroksiklorokuin, senyawa turunan 4-aminokuinolin yang dikenal luas dalam kajian antimalaria dan imunomodulasi. Dalam konteks laboratorium penelitian, bahan ini digunakan sebagai senyawa acuan analitik dan sebagai reagen uji biologis, bukan sebagai sediaan untuk penggunaan pada manusia. Peneliti memanfaatkannya untuk mengembangkan dan memvalidasi metode analisis, menyiapkan larutan baku pada kromatografi cair, serta sebagai senyawa perlakuan pada percobaan kultur sel yang menelaah jalur lisosom dan autofagi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang membuatnya sering dipilih adalah karakter basa lemah lipofilik yang mampu menembus membran dan terakumulasi di dalam kompartemen sel bersuasana asam, khususnya lisosom. Penumpukan ini meningkatkan pH lisosom dan menghambat fusi autofagosom dengan lisosom, sehingga senyawa ini menjadi alat farmakologi standar untuk memblokir tahap akhir autofagi pada percobaan in vitro. Bentuk garam sulfatnya memberikan kelarutan air yang jauh lebih baik dibandingkan basa bebasnya, sehingga larutan induk mudah disiapkan dalam medium berair dan disaring secara steril tanpa memerlukan pelarut organik tambahan yang dapat memengaruhi viabilitas sel.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, bahan ini digunakan laboratorium farmasi, biomedis, dan pengawasan mutu pada perguruan tinggi serta lembaga penelitian untuk keperluan baku pembanding, penelitian biologi sel, dan pengembangan metode. Karena termasuk bahan berkhasiat obat, pengadaan dan pemakaiannya perlu mengikuti ketentuan kelembagaan serta peraturan yang berlaku. Kemasan 5 g dan 25 g menyesuaikan kebutuhan analisis rutin maupun percobaan berulang.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eBaku pembanding analitik: dipakai menyiapkan larutan standar untuk kalibrasi dan validasi metode kromatografi cair kinerja tinggi pada analisis kuantitatif.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenghambat autofagi in vitro: menaikkan pH lisosom sehingga degradasi autofagosom terhambat dan akumulasi penanda autofagi dapat diamati secara jelas.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi jalur lisosom: digunakan sebagai agen lisosomotropik untuk menelaah fungsi lisosom, endositosis, dan transpor vesikel pada kultur sel.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian antimalaria dasar: berperan sebagai senyawa pembanding pada pengujian aktivitas kandidat senyawa baru terhadap parasit di laboratorium.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan formulasi dan uji stabilitas: menjadi bahan model untuk mengkaji perilaku kelarutan, disolusi, dan degradasi senyawa basa lemah.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog H1306\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 747-36-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5 g dan 25 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan serbuk kristalin; rincian mengacu pada lembar data dan Certificate of Analysis TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyimpanan: tempat sejuk, kering, terlindung cahaya, sesuai anjuran pada label produsen\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena turunan kuinolin umumnya peka terhadap sinar. Gunakan wadah kaca gelap atau bungkus wadah dengan aluminium foil untuk larutan induk, dan simpan larutan dalam alikuot kecil agar tidak mengalami pembekuan dan pencairan berulang. Sebagai bahan berkhasiat obat, penimbangan sebaiknya dilakukan di lemari asam atau kabinet penimbangan serbuk untuk mencegah terhirupnya debu halus, dengan sarung tangan nitril, masker yang sesuai, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Catat pemakaian secara tertib, batasi akses pada personel berwenang, dan buang limbah mengikuti prosedur laboratorium yang berlaku.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI H1306 hydroxychloroquine sulfate (CAS 747-36-4) is the sulfate salt of a 4-aminoquinoline derivative, supplied for laboratory research and analytical use rather than human administration. The salt form provides good aqueous solubility, so stock solutions can be prepared and sterile-filtered directly in buffer or culture medium. As a lipophilic weak base, the compound accumulates in acidic organelles, raises lysosomal pH, and blocks the fusion of autophagosomes with lysosomes, making it a standard pharmacological tool for inhibiting late-stage autophagy in cell culture. It also serves as a reference standard for HPLC method development and validation, a comparator in antimalarial screening, and a model compound in solubility and stability studies. Store cool, dry, and protected from light.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBERNSTEIN (1992). Ocular Safety of Hydroxychloroquine Sulfate (Plaquenil). \u003cem\u003eSouthern Medical Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1097\/00007611-199203000-00010\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1097\/00007611-199203000-00010\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNoaimi dkk. (2025). The Treatment of Acute Cutaneous Leishmaniasis With Oral Zinc Bisglycinate and Oral Hydroxychloroquine Sulfate. \u003cem\u003eCureus\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.7759\/cureus.84618\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.7759\/cureus.84618\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eErarpat dkk. (2022). A simple and efficient derivatization strategy combined with switchable solvent liquid–liquid microextraction hydroxychloroquine methyl acetate‐ d 3 ‐based quadruple isotope dilution gas chromatography mass spectrometry for the determination of hydroxychloroquine sulfate in biological fluids. \u003cem\u003eRapid Communications in Mass Spectrometry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/rcm.9282\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/rcm.9282\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":50506756554970,"sku":"TCI2510H130634104","price":1995000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510H1306.jpg?v=1767117763"},{"product_id":"tci2510h148534350","title":"TCI H1485 55321-99-8 3-Hydroxypyrazine-2-carboxamide","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Hydroxypyrazine-2-carboxamide adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik, terutama dalam pembentukan senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai penelitian kimia, termasuk dalam pengembangan obat, bahan kimia industri, dan senyawa fungsi. Sebagai bahan dasar, senyawa ini memiliki potensi untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi, penggabungan, dan reaksi ring-forming.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama dari 3-Hydroxypyrazine-2-carboxamide adalah struktur heterosikliknya yang kompleks dan kelarutannya yang baik dalam pelarut organik. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi kimia yang membutuhkan reaktivitas tinggi dan stabilitas molekuler. Selain itu, senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia murni dan terapan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk memperluas pengetahuan tentang sintesis senyawa heterosiklik. Dengan keberadaan AMI Scientific, akses ke bahan ini menjadi lebih mudah dan terjangkau bagi para peneliti di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eReaksi sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan senyawa kimia industri dengan struktur kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang reaktivitas dan stabilitas senyawa organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan kimia untuk aplikasi farmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian struktur molekuler dalam kimia murni\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 55321-99-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sinar matahari langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung sinar matahari dan kelembapan tinggi. Gunakan wadah berbahan plastik atau kaca yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penggunaan, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Hydroxypyrazine-2-carboxamide is a versatile organic compound widely used in synthetic chemistry, particularly in the formation of heterocyclic structures. Its unique molecular structure and solubility in organic solvents make it an essential building block for various chemical reactions. This compound is commonly employed in pharmaceutical research, industrial chemical development, and academic studies. Due to its stability and reactivity, it is a valuable resource for scientists and researchers in Indonesia. AMI Scientific provides reliable access to this compound, supporting both academic and industrial applications in the field of chemistry.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48087294247130,"sku":"TCI2510H148534350","price":1062000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48087294279898,"sku":"TCI2510H148534351","price":3636000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510H1485.jpg?v=1767118087"},{"product_id":"tci2510h187634816","title":"TCI H1876 5128-44-9 7,4'-Di-O-methylapigenin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI H1876 adalah 7,4'-Di-O-methylapigenin, turunan flavon yang berasal dari kerangka apigenin dengan dua gugus hidroksil termetilasi pada posisi tujuh dan empat aksen. Senyawa bahan alam termetilasi semacam ini menarik perhatian peneliti karena metilasi mengubah sifat fisikokimia sekaligus perilaku biologis flavonoid induknya. Di laboratorium, bahan murni ini umumnya dipakai sebagai baku pembanding pada analisis ekstrak tumbuhan, sebagai senyawa uji dalam penapisan aktivitas biologis, serta sebagai rujukan untuk memastikan identitas komponen yang terdeteksi dalam campuran fitokimia yang kompleks.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang membuatnya dipilih adalah berkurangnya jumlah gugus hidroksil bebas akibat metilasi, yang membuat molekul lebih lipofilik dan umumnya lebih stabil terhadap oksidasi dibanding apigenin biasa. Peningkatan lipofilisitas ini juga memengaruhi kelarutan, sehingga larutan induk biasanya disiapkan dalam pelarut organik seperti metanol, dimetil sulfoksida, atau campuran yang sesuai sebelum diencerkan. Kerangka flavon yang terkonjugasi tetap memberikan serapan ultraviolet khas sehingga senyawa mudah dideteksi pada sistem HPLC berdetektor photodiode array, dan pola fragmentasinya pada spektrometri massa membantu membedakannya dari flavonoid lain yang berkerabat dekat.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, bahan pembanding flavonoid termetilasi seperti ini dibutuhkan laboratorium farmakognosi, pusat riset bahan alam, serta laboratorium yang menekuni penapisan senyawa bioaktif dari tumbuhan tropis. Kemasan 25 mg umumnya memadai untuk pembuatan larutan baku dan seri kalibrasi pada beberapa rangkaian analisis, sesuai dengan pola pemakaian baku pembanding yang biasanya digunakan dalam jumlah sangat kecil. Penyimpanan terlindung cahaya di lemari pendingin menjadi praktik standar agar senyawa tetap terjaga mutunya selama masa penelitian berlangsung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eBaku pembanding analisis HPLC dan LC-MS ekstrak tumbuhan, karena identifikasi flavonoid termetilasi memerlukan senyawa autentik untuk memastikan kecocokan waktu retensi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenapisan aktivitas biologis in vitro, sebab senyawa murni diperlukan agar efek yang teramati dapat dikaitkan pada satu komponen dan bukan campuran ekstrak.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian hubungan struktur dan aktivitas flavonoid, karena perbandingan bentuk termetilasi dengan aglikon induknya memperjelas peran gugus hidroksil bebas terhadap aktivitas.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi metabolisme dan stabilitas senyawa fenolik, di mana turunan termetilasi menjadi model untuk memahami pengaruh metilasi terhadap ketahanan molekul.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian fitokimia tumbuhan tropis, sebab pembanding murni membantu peneliti memastikan bahwa senyawa yang diisolasi dari simplisia benar-benar sesuai dugaan struktur.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 5128-44-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25 mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan (serbuk, umumnya berwarna kekuningan seperti senyawa flavon lain)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan dingin, kering, dan terlindung cahaya sesuai keterangan label pemasok\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan vial dalam keadaan tertutup rapat di tempat dingin, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, mengikuti anjuran pada label pemasok, karena senyawa flavonoid umumnya peka terhadap cahaya dan panas. Gunakan wadah sekunder gelap atau bungkus vial dengan aluminium foil bila disimpan di rak terbuka. Biarkan vial mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan pada serbuk yang dingin. Karena kemasannya kecil, timbanglah dengan neraca analitik dan spatula mikro yang bersih untuk menghindari kehilangan bahan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI H1876 is 7,4'-di-O-methylapigenin, a methylated flavone derived from the apigenin scaffold in which the hydroxyl groups at the seven and four-prime positions are converted to methyl ethers. Methylation reduces the number of free phenolic hydroxyls, making the molecule more lipophilic and generally more stable toward oxidation than the parent flavone, while the conjugated flavone core retains the characteristic ultraviolet absorption that makes detection straightforward on photodiode array systems. Laboratories use it as an authentic reference standard for HPLC and LC-MS profiling of plant extracts, as a test compound in bioactivity screening, and in structure-activity studies of flavonoid derivatives.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eMisawa dkk. (2013). Concise synthesis of flavocommelin, 7-O-methylapigenin 6-C-, 4′-O-bis-β-d-glucoside, a component of the blue supramolecular pigment from Commelina communis. \u003cem\u003eCarbohydrate Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.carres.2013.03.016\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.carres.2013.03.016\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMarder dkk. (2003). 6-Methylapigenin and hesperidin: new valeriana flavonoids with activity on the CNS. \u003cem\u003ePharmacology Biochemistry and Behavior\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0091-3057(03)00121-7\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0091-3057(03)00121-7\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWasowski dkk. (2002). Isolation and Identification of 6-Methylapigenin, a Competitive Ligand for the Brain GABAAReceptors, fromValeriana wallichii. \u003cem\u003ePlanta Medica\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1055\/s-2002-34936\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1055\/s-2002-34936\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25mg","offer_id":48087333830874,"sku":"TCI2510H187634816","price":3787000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510H1876.jpg?v=1767118652"},{"product_id":"tci2510h192734861","title":"TCI H1927 659-40-5 Hexamidine Diisethionate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eHexamidine Diisethionate dengan nomor CAS 659-40-5 adalah garam isetionat dari heksamidina, sebuah senyawa aromatik bergugus amidina yang tergolong dalam kelompok bahan antimikroba. Dalam kategori Life Science, senyawa ini dikelompokkan sebagai reagen biokimia pada lini antibiotik dan banyak dipakai pada penelitian mikrobiologi serta kajian bahan pengawet. Kehadirannya di laboratorium membantu peneliti mempelajari daya hambat terhadap mikroorganisme, mengevaluasi sistem pengawetan formulasi, serta menelaah mekanisme kerja senyawa kationik terhadap membran sel mikroba secara terkendali dan terdokumentasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini dipilih karena bentuk garam diisetionatnya memberikan kelarutan yang jauh lebih baik dalam media berair dibanding basa bebasnya, sehingga mudah disiapkan menjadi larutan induk untuk uji aktivitas. Karakter kationik dari gugus amidina memungkinkan interaksi kuat dengan permukaan sel mikroba yang bermuatan negatif, sebuah sifat yang menjadi dasar banyak kajian mekanisme antimikroba. Bentuk garam padat juga lebih mudah ditimbang secara akurat dan umumnya lebih stabil dalam penyimpanan dibanding bentuk cair, sehingga menunjang reprodusibilitas antar percobaan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eLaboratorium di Indonesia memanfaatkan senyawa semacam ini pada penelitian mikrobiologi farmasi, pengembangan dan pengujian sediaan topikal, serta evaluasi sistem pengawet pada produk kosmetik dan perawatan diri. Institusi pendidikan dan lembaga riset menggunakannya sebagai pembanding dalam uji kepekaan mikroba maupun sebagai bahan kajian resistensi. Tersedianya kemasan 5 g dan 25 g memungkinkan penyesuaian antara kebutuhan riset skala kecil yang sering memakai larutan encer dan kegiatan pengujian rutin yang menuntut pasokan lebih besar.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas antimikroba secara in vitro, karena kelarutannya yang baik dalam air memudahkan penyiapan seri pengenceran untuk penentuan konsentrasi hambat minimum.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian sistem pengawet sediaan topikal dan kosmetik, sebab senyawa ini lazim ditelaah sebagai bahan pengendali pertumbuhan mikroba dalam formulasi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian mekanisme kerja senyawa kationik, mengingat gugus amidina bermuatan positif berinteraksi dengan membran sel mikroba yang bermuatan negatif secara khas.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyusunan media dan sistem uji selektif, karena aktivitas hambatnya dapat dimanfaatkan peneliti untuk menekan pertumbuhan kelompok mikroba tertentu pada percobaan terkendali.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan pembanding pada validasi metode analisis, sebab identitas dan bentuk garamnya yang jelas menunjang pembuatan larutan standar untuk kromatografi maupun spektrofotometri.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 659-40-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5 g dan 25 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: garam organik padat (bentuk diisetionat); rincian mengikuti keterangan label dan lembar data produsen\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari kelembapan serta cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap, serta ikuti anjuran suhu penyimpanan yang tercantum pada label produsen. Sebagai garam organik, bahan ini dapat menyerap uap air sehingga penggunaan desikator sangat dianjurkan pada laboratorium beriklim lembap. Timbang menggunakan spatula bersih dan kering, hindari pembentukan debu, dan lakukan penanganan di area berventilasi baik atau di dalam lemari asam. Kenakan sarung tangan, masker, kacamata pelindung, dan jas laboratorium karena senyawa antimikroba dapat mengiritasi kulit serta selaput lendir. Kelola limbah sesuai prosedur institusi dan rujuk lembar data keselamatan resmi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eHexamidine Diisethionate (CAS 659-40-5) is the diisethionate salt of hexamidine, an aromatic bis-amidine compound classified by TCI among biochemicals and reagents for antibiotic-related research. Forming the isethionate salt substantially improves aqueous solubility compared with the free base, so stock solutions and serial dilutions are straightforward to prepare for in vitro susceptibility testing. The cationic amidine groups interact strongly with negatively charged microbial cell surfaces, which underpins its use in mechanistic studies of membrane-active antimicrobials as well as in preservative-efficacy work on topical and cosmetic formulations. As a stable crystalline salt it is easy to weigh accurately, supporting reproducible results. Available in 5 g and 25 g packs; store cool, dry, sealed, and protected from moisture and light.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePinna dkk. (2020). In Vitro Antimicrobial Activity of a New Ophthalmic Solution Containing Hexamidine Diisethionate 0.05% (Keratosept). \u003cem\u003eCornea\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1097\/ico.0000000000002375\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1097\/ico.0000000000002375\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eCherian dkk. (2023). Hexamidine and Hexamidine Diisethionate. \u003cem\u003eInternational Journal of Toxicology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1177\/10915818231204273\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1177\/10915818231204273\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eDomingos‐Ancement dkk. (2025). Axillary Contact Dermatitis in an Adult Caused by Hexamidine Diisethionate From Baby Wipes Labelled “Pure Water”. \u003cem\u003eContact Dermatitis\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/cod.70055\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1111\/cod.70055\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48087339630810,"sku":"TCI2510H192734861","price":1439000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48087339663578,"sku":"TCI2510H192734862","price":4947000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510H1927.jpg?v=1767118723"},{"product_id":"tci2510i003734969","title":"TCI I0037 58-63-9 Inosine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eInosine adalah nukleosida purin yang terbentuk dari basa hipoxantin yang terikat pada gula ribosa. Senyawa ini merupakan salah satu molekul paling mendasar dalam biokimia asam nukleat, sebab berperan sebagai perantara pada jalur penyelamatan purin sekaligus sebagai basa tidak biasa yang muncul pada posisi goyah antikodon tRNA. Kemampuan inosin berpasangan dengan lebih dari satu basa menjadikannya subjek penting dalam kajian penerjemahan genetik, penyuntingan RNA, serta perancangan oligonukleotida. Di laboratorium, inosin dipakai sebagai bahan awal sintesis, standar analisis, maupun suplemen pada medium biakan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang membuat inosin banyak dipilih adalah kestabilannya sebagai padatan pada kondisi penyimpanan biasa serta kelarutannya yang memadai dalam air panas dan larutan dapar, sehingga mudah disiapkan sebagai larutan kerja. Tidak adanya gugus amino pada basa hipoxantin memberikan pola ikatan hidrogen yang berbeda dari adenosin maupun guanosin, dan perbedaan inilah yang dimanfaatkan dalam banyak percobaan. Sebagai nukleosida tanpa gugus fosfat, inosin juga menjadi titik awal yang bersih menuju nukleotida terfosforilasi melalui reaksi kimia maupun enzimatik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, inosin digunakan pada laboratorium biokimia dan biologi molekuler perguruan tinggi, laboratorium kultur sel, serta kelompok riset bioteknologi dan farmasi. Tersedianya kemasan 25 g dan 500 g memudahkan pemisahan antara kebutuhan penelitian skala analitik yang menggunakan miligram per percobaan, dan kebutuhan preparatif atau formulasi medium yang memerlukan jumlah jauh lebih besar secara berkelanjutan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSuplemen medium kultur sel dan mikroba, karena inosin memasok basa purin melalui jalur penyelamatan bagi sel yang terbatas kemampuan sintesis purin de novo.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSubstrat pada uji enzim purin nukleosida fosforilase dan enzim jalur salvage lainnya, sebab reaksinya berlangsung bersih dan produknya mudah dipantau secara spektrofotometri.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan awal sintesis nukleotida dan analog nukleosida pada riset kimia obat antivirus, memanfaatkan gugus hidroksil ribosa yang dapat difungsionalisasi secara selektif.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStandar acuan pada analisis metabolit purin dengan kromatografi cair kinerja tinggi, karena inosin sering muncul sebagai metabolit penting dalam sampel biologis.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian biologi molekuler mengenai pasangan basa goyah dan penyuntingan RNA, mengingat hipoxantin mampu berpasangan dengan beberapa basa sekaligus secara khas.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 58-63-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e Nucleic Acid Chemistry\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25 g dan 500 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan di tempat sejuk dan kering dengan wadah tertutup rapat\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan inosin dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari cahaya matahari langsung, sesuai anjuran penyimpanan pada label produk. Lindungi dari kelembapan udara yang tinggi agar padatan tidak menggumpal dan mutunya tetap terjaga sepanjang masa simpan. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali mengambil bahan, terutama bila dipakai untuk kultur sel yang menuntut kondisi bebas kontaminan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat penimbangan, serta siapkan larutan menggunakan air bermutu tinggi dan simpan dalam alikuot.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eInosine (CAS 58-63-9) from TCI is a purine nucleoside consisting of hypoxanthine attached to ribose, supplied in 25 g and 500 g packs as a crystalline solid. It is an intermediate of the purine salvage pathway and the unusual base found at the wobble position of tRNA anticodons, where it can pair with more than one partner. Laboratories use inosine as a culture medium supplement, a substrate for purine nucleoside phosphorylase and related enzyme assays, a starting material for nucleotide and antiviral nucleoside analogue synthesis, and an HPLC reference standard for purine metabolite analysis. It is stable as a solid and should be stored cool, dry, and tightly closed.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eNakanishi dkk. (2012). In vitro and in vivo characterization of AS2643361, a novel and highly potent inosine 5′-monophosphate dehydrogenase inhibitor. \u003cem\u003eEuropean Journal of Pharmacology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.ejphar.2011.10.032\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.ejphar.2011.10.032\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eGeremia dkk. (1996). Force development with inosine triphosphate and uridine triphosphate in chemically skinned vascular smooth muscle. \u003cem\u003eLife Sciences\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0024-3205(96)00126-9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0024-3205(96)00126-9\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eCHU (2004). Correlation between key enzyme activities in the inosine synthetic pathway and inosine production. \u003cem\u003eProcess Biochemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0032-9592(04)00125-6\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0032-9592(04)00125-6\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087349526746,"sku":"TCI2510I003734969","price":1289000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087349559514,"sku":"TCI2510I003734970","price":11837000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510I0037.jpg?v=1767118884"},{"product_id":"tci2510i025835291","title":"TCI I0258 54-42-2 5-Iodo-2'-deoxyuridine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e5-Iodo-2'-deoxyuridine (5-IdoU) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian biomedis dan biokimia. Bahan ini termasuk dalam kategori reagen biokimia dan sering digunakan dalam studi tentang virus, terutama untuk menghambat replikasi virus herpes. Dalam laboratorium, 5-Iodo-2'-deoxyuridine sering digunakan sebagai agen antiviral dan sebagai alat untuk menguji mekanisme aktivasi enzim tertentu. Bahan ini juga dapat digunakan dalam penelitian tentang DNA dan RNA, terutama dalam studi mutasi genetik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003e5-Iodo-2'-deoxyuridine memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etanol dan aseton. Senyawa ini memiliki struktur mirip dengan nukleotida, sehingga dapat berinteraksi dengan enzim seperti DNA polymerase. Karena sifat ini, bahan ini sangat cocok untuk aplikasi yang memerlukan reaksi kimia spesifik dan pemahaman tentang mekanisme biologis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat, farmakologi, dan bioteknologi. Peneliti sering menggunakan 5-Iodo-2'-deoxyuridine untuk studi tentang penyakit menular, pengembangan obat antiviral, dan pengujian efektivitas bahan aktif dalam produk farmasi. Bahan ini juga menjadi bagian dari penelitian yang terkait dengan pengembangan vaksin dan terapi gen.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang virus herpes dan pengembangan obat antiviral\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas enzim DNA polymerase dalam reaksi biokimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi mutasi genetik dan efeknya pada struktur DNA\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian efektivitas bahan aktif dalam produk farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian terapi gen dan pengembangan vaksin\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 54-42-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e5-Iodo-2'-deoxyuridine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap harus ditangani dengan hati-hati dalam laboratorium. Gunakan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Pastikan area penyimpanan terkontrol suhu dan kelembapan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e5-Iodo-2'-deoxyuridine (5-IdoU) is a chemical compound widely used in biomedical and biochemical research. It functions as an antiviral agent and is particularly effective against herpes viruses. Its structure resembles nucleotides, allowing it to interact with enzymes such as DNA polymerase, making it valuable in enzyme activity studies. This compound is commonly used in laboratory settings for research on DNA and RNA, genetic mutations, and the development of antiviral drugs. Its stability and solubility in organic solvents make it a versatile reagent in various scientific applications. In Indonesia, 5-IdoU is an essential tool for researchers in public health, pharmacology, and biotechnology, contributing to advancements in virology and therapeutic development.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eChien-Neng dkk. (1992). Conversion of 5-iodo-2-pyrimidinone-2'-deoxyribose to 5-iodo-deoxyuridine by aldehyde oxidase. \u003cem\u003eBiochemical Pharmacology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0006-2952(92)90186-m\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0006-2952(92)90186-m\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48087363846362,"sku":"TCI2510I025835291","price":1616000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48087363879130,"sku":"TCI2510I025835292","price":4973000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48087363911898,"sku":"TCI2510I025835293","price":19205000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510I0258.jpg?v=1767119332"}],"url":"https:\/\/amiscientific.com\/collections\/tci-l4-antibiotics-by-application.oembed?page=11","provider":"AMI Scientific","version":"1.0","type":"link"}