{"title":"Chemopreventive Agents [Cancer Research]","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eChemopreventive Agents [Cancer Research]\u003c\/strong\u003e — menghimpun senyawa fenolik dan polifenol alami seperti asam fenolik, kurkuminoid, dan asam lemak tak jenuh yang banyak diisolasi dari tumbuhan maupun disintesis secara kimiawi. Golongan ini digunakan sebagai senyawa acuan untuk mempelajari jalur biokimia terkait stres oksidatif dan proliferasi sel pada riset kanker.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eChemopreventive Agents [Cancer Research] dipakai peneliti biokimia dan biologi molekuler sebagai bahan uji in vitro untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan, modulasi enzim, maupun jalur sinyal seluler pada model kultur sel. Senyawa seperti asam galat, asam klorogenat, dan kurkumin lazim dijadikan pembanding dalam studi mekanisme molekuler, sedangkan perbedaan sumber sintetis atau alami memungkinkan verifikasi konsistensi hasil antarlaboratorium.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eContoh produk dalam koleksi ini: \u003ca href=\"\/products\/tci2510o018044529\"\u003eTCI O0180 112-80-1 Oleic Acid\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510c000213908\"\u003eTCI C0002 331-39-5 Caffeic Acid\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510m012137673\"\u003eTCI M0121 90-05-1 Guaiacol\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510c018114159\"\u003eTCI C0181 327-97-9 Chlorogenic Acid\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510g001131577\"\u003eTCI G0011 149-91-7 Gallic Acid\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510c039314488\"\u003eTCI C0393 501-98-4 trans-p-Coumaric Acid\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510c230217033\"\u003eTCI C2302 458-37-7 Curcumin (Synthetic)\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510c043414550\"\u003eTCI C0434 458-37-7 Curcumin (Natural)\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003ePerhatikan asal senyawa (sintetis atau ekstrak alami), tingkat kemurnian, serta bentuk kristalnya karena hal ini memengaruhi kelarutan dan reprodusibilitas hasil pada uji in vitro. Seluruh produk merupakan produk asli Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang, dengan kemurnian, kemasan, dan kondisi penyimpanan tercantum pada halaman masing-masing item.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eKategori lain yang sejajar di bawah Cancer Research, sering dipakai bersamaan dalam satu alur kerja laboratorium:\u003c\/p\u003e\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-antitumor-agents-for-research\"\u003eAntitumor Agents for Research\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-cancer-metabolism\"\u003eCancer Metabolism\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-tumor-growth-regulation-cancer-research\"\u003eTumor Growth Regulation [Cancer Research]\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-carcinogens-cancer-research\"\u003eCarcinogens [Cancer Research]\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-angiogenesis-cancer-research\"\u003eAngiogenesis [Cancer Research]\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-cellular-analysis-cancer-research\"\u003eCellular Analysis [Cancer Research]\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003eKembali ke \u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-cancer-research\"\u003eCancer Research\u003c\/a\u003e. Untuk pengadaan volume besar, kemasan khusus, atau grade tertentu, hubungi tim AMI Scientific — distributor resmi TCI Japan di Indonesia — untuk pengecekan ketersediaan dan lead time langsung ke Jepang.\u003c\/p\u003e","products":[{"product_id":"tci2510c000213908","title":"TCI C0002 331-39-5 Caffeic Acid","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eCaffeic Acid\u003c\/strong\u003e (CAS 331-39-5) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC0002\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C9H8O4. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;98.0%(HPLC)(T).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eAnalytical Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Cancer Research, dan umumnya dipakai sebagai standar maupun pereaksi pada analisis kuantitatif dan kromatografi. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Analytical Chemistry.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi Caffeic Acid\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC0002\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e331-39-5\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C9H8O4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;98.0%(HPLC)(T)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 5g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C0002_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C0002\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48085965308122,"sku":"TCI2510C000213908","price":957000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48085965340890,"sku":"TCI2510C000213909","price":3177000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C0002.jpg?v=1767094529"},{"product_id":"tci2510c018114159","title":"TCI C0181 327-97-9 Chlorogenic Acid","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eChlorogenic Acid\u003c\/strong\u003e (CAS 327-97-9) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC0181\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C16H18O9. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;95.0%(HPLC).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBiochemicals and Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Cancer Research, dan umumnya dipakai pada riset biokimia, uji aktivitas enzim, dan penyiapan buffer maupun media. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Life Science.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi Chlorogenic Acid\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC0181\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e327-97-9\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C16H18O9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;95.0%(HPLC)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 1g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C0181_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C0181\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48085975761114,"sku":"TCI2510C018114159","price":2447000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48085975793882,"sku":"TCI2510C018114160","price":8376000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C0181.jpg?v=1767094840"},{"product_id":"tci2510c039314488","title":"TCI C0393 501-98-4 trans-p-Coumaric Acid","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003etrans-p-Coumaric Acid\u003c\/strong\u003e (CAS 501-98-4) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC0393\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C9H8O3. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;98.0%(HPLC)(T).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBiochemicals and Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Cancer Research, dan umumnya dipakai pada riset biokimia, uji aktivitas enzim, dan penyiapan buffer maupun media. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Life Science.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi trans-p-Coumaric Acid\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC0393\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e501-98-4\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C9H8O3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;98.0%(HPLC)(T)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C0393_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C0393\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48085995913434,"sku":"TCI2510C039314488","price":1603000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100g","offer_id":48085995946202,"sku":"TCI2510C039314489","price":4695000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48085995978970,"sku":"TCI2510C039314490","price":13407000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C0393.jpg?v=1768816230"},{"product_id":"tci2510c043414550","title":"TCI C0434 458-37-7 Curcumin (Natural)","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCurcumin (Natural) TCI C0434 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah, terutama dalam bidang kimia dan biologi. Bahan ini merupakan pigmen alami yang diperoleh dari akar tanaman kurkuma, dan sering digunakan sebagai bahan pewarna dalam penelitian. Dalam laboratorium, curcumin berperan sebagai bahan dasar untuk membuat larutan pewarna yang digunakan dalam proses analisis kimia, seperti uji warna, identifikasi senyawa, atau dalam studi tentang sifat kimia dan biologis senyawa tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCurcumin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap cahaya dan oksidasi. Karena sifat ini, bahan ini harus disimpan dengan hati-hati untuk mempertahankan kualitasnya. Keberadaan curcumin dalam bentuk murni memungkinkan peneliti untuk mengontrol konsentrasi dan reaksi kimia secara akurat. Selain itu, curcumin juga memiliki aktivitas antioksidan yang membuatnya menarik untuk penelitian di bidang farmakologi dan nutrisi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, curcumin sering digunakan dalam penelitian yang berkaitan dengan bioaktivitas senyawa alami, termasuk studi tentang efek anti-inflamasi dan antioksidan. Bahan ini juga menjadi pilihan utama dalam penelitian tentang senyawa yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam industri farmasi atau kosmetik. Karena keberadaannya yang relatif mudah diperoleh dan biaya yang terjangkau, curcumin menjadi bahan yang sangat populer di berbagai institusi penelitian di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian warna untuk identifikasi senyawa dalam analisis kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang aktivitas antioksidan senyawa alami\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan larutan pewarna untuk eksperimen biokimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji sifat kimia senyawa dalam studi reaksi kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang efek biologis senyawa kurkuma\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 458-37-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Stains and Dyes (for Research and Experimental Use) \u003e Basic Dyes (for Research and Experimental Use)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan oksidasi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCurcumin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari cahaya matahari langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifatnya yang sensitif terhadap oksidasi, bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan jauh dari sumber panas. Saat menangani curcumin, pengguna harus memakai sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Selain itu, bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel, karena bisa menyebabkan reaksi kimia yang tidak terduga.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCurcumin (Natural) TCI C0434 is a chemical compound derived from the root of the turmeric plant, commonly used in scientific research. It serves as a natural dye and is widely applied in chemical and biological experiments. This compound is valued for its stability and sensitivity to light and oxidation, making it suitable for various laboratory applications. Its antioxidant properties also make it a popular choice in studies related to natural compounds and their biological activities. In Indonesian laboratories, curcumin is frequently used in research on the bioactive properties of natural substances, particularly in the fields of pharmacology and nutrition. Its availability and cost-effectiveness make it a preferred material for researchers in various academic and industrial settings.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48085998436570,"sku":"TCI2510C043414550","price":676000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48085998469338,"sku":"TCI2510C043414551","price":2840000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C0434.jpg?v=1767095223"},{"product_id":"tci2510c070514956","title":"TCI C0705 225937-10-0 (+)-Catechin Hydrate","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e(+)-Catechin Hydrate\u003c\/strong\u003e (CAS 225937-10-0) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC0705\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C15H14O6.xH2O. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;97.0%(HPLC).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBiochemicals and Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Cancer Research, dan umumnya dipakai pada riset biokimia, uji aktivitas enzim, dan penyiapan buffer maupun media. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Life Science.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi (+)-Catechin Hydrate\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC0705\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e225937-10-0\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C15H14O6.xH2O\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;97.0%(HPLC)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKondisi penyimpanan: 0-10°C\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C0705_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C0705\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086022750426,"sku":"TCI2510C070514956","price":1266000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"10g","offer_id":48086022783194,"sku":"TCI2510C070514957","price":6521000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C0705.jpg?v=1767095668"},{"product_id":"tci2510c078115039","title":"TCI C0781 465-42-9 Capsanthin (=Paprika Extract) (Vegetable oil solution)","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eCapsanthin (=Paprika Extract) (Vegetable oil solution)\u003c\/strong\u003e (CAS 465-42-9) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC0781\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C40H56O3.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBiochemicals and Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Cancer Research, dan umumnya dipakai pada riset biokimia, uji aktivitas enzim, dan penyiapan buffer maupun media. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Life Science.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi Capsanthin (=Paprika Extract) (Vegetable oil solution)\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC0781\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e465-42-9\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C40H56O3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C0781_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C0781\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086027960538,"sku":"TCI2510C078115039","price":1238000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}]},{"product_id":"tci2510c094115277","title":"TCI C0941 637-07-0 Clofibrate","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eClofibrate\u003c\/strong\u003e (CAS 637-07-0) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC0941\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C12H15ClO3. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;98.0%(GC).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBiochemicals and Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Cancer Research, dan umumnya dipakai pada riset biokimia, uji aktivitas enzim, dan penyiapan buffer maupun media. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Chemistry.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi Clofibrate\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC0941\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e637-07-0\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C12H15ClO3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;98.0%(GC)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C0941_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C0941\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086039003354,"sku":"TCI2510C094115277","price":2362000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48086039036122,"sku":"TCI2510C094115278","price":18747000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C0941.jpg?v=1767096039"},{"product_id":"tci2510c125215732","title":"TCI C1252 51481-61-9 Cimetidine","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eCimetidine\u003c\/strong\u003e (CAS 51481-61-9) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC1252\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C10H16N6S. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;99.0%(HPLC)(T).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBiochemicals and Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Cancer Research, dan umumnya dipakai pada riset biokimia, uji aktivitas enzim, dan penyiapan buffer maupun media. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Life Science.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi Cimetidine\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC1252\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e51481-61-9\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C10H16N6S\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;99.0%(HPLC)(T)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C1252_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C1252\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086059155674,"sku":"TCI2510C125215732","price":2924000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C1252.jpg?v=1767096616"},{"product_id":"tci2510c165216308","title":"TCI C1652 480-40-0 Chrysin","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eChrysin\u003c\/strong\u003e (CAS 480-40-0) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC1652\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C15H10O4. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;98.0%(HPLC)(T).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBiochemicals and Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Cancer Research, dan umumnya dipakai pada riset biokimia, uji aktivitas enzim, dan penyiapan buffer maupun media. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Life Science.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi Chrysin\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC1652\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e480-40-0\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C15H10O4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;98.0%(HPLC)(T)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C1652_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C1652\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086082978010,"sku":"TCI2510C165216308","price":2868000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C1652.jpg?v=1768816592"},{"product_id":"tci2510c197116584","title":"TCI C1971 303-98-0 Coenzyme Q10","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCoenzyme Q10 atau ubiquinol adalah senyawa organik yang memiliki peran penting dalam proses metabolisme energi di dalam sel. Sebagai komponen kritis dari mitokondria, Coenzyme Q10 berfungsi sebagai akseptor elektron dalam rantai transport elektron, membantu menghasilkan ATP yang diperlukan untuk berbagai aktivitas seluler. Produk ini merupakan bahan kimia murni yang digunakan dalam penelitian terkait biokimia, fisiologi, dan farmakologi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCoenzyme Q10 memiliki sifat stabil dan tidak mudah terurai dalam kondisi normal, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium. Senyawa ini juga memiliki sifat lipid-soluble yang memungkinkannya untuk larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau kloroform. Karena sifat ini, Coenzyme Q10 sering digunakan dalam penelitian tentang reaksi kimia dan interaksi molekuler.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Coenzyme Q10 digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, baik untuk studi dasar maupun terapan. Bahan ini sangat relevan dalam bidang biokimia, farmasi, dan bioteknologi, karena memungkinkan peneliti untuk memahami mekanisme kerja sel dan pengembangan obat baru.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePenelitian metabolisme energi dalam sel untuk memahami fungsi mitokondria\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePengujian aktivitas antioksidan dalam studi kesehatan dan penyakit degeneratif\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eEksperimen tentang efek Coenzyme Q10 terhadap aktivitas enzim tertentu\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePengembangan obat yang memanfaatkan sifat antioksidan dan kebugaran sel\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eAnalisis konsentrasi Coenzyme Q10 dalam sampel biologis untuk penelitian medis\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNomor CAS: 303-98-0\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKategori: Life Science \u0026gt; Biochemicals and Reagents \u0026gt; Terpenes\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100mg, 1g\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBentuk fisik: Padatan kristalin\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCoenzyme Q10 harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Dalam penggunaan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, bahan ini relatif stabil, tetapi tetap perlu dihandle dengan hati-hati untuk memastikan keamanan dan presisi eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCoenzyme Q10, also known as ubiquinol, is a vital organic compound involved in cellular energy metabolism. As a key component of mitochondria, it functions as an electron acceptor in the electron transport chain, aiding in ATP production essential for cellular activities. This product is a pure chemical used in biochemical, physiological, and pharmacological research. Its stability and lipid-soluble nature make it suitable for various laboratory experiments. In Indonesian laboratories, Coenzyme Q10 is widely used in studies related to energy metabolism, antioxidant activity, and drug development. Its application extends to analyzing its concentration in biological samples and understanding its role in health and disease.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBhagavan dkk. (2007). Plasma coenzyme Q10 response to oral ingestion of coenzyme Q10 formulations. \u003cem\u003eMitochondrion\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.mito.2007.03.003\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.mito.2007.03.003\u003c\/a\u003e\n\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBhagavan dkk. (2009). Plasma coenzyme Q10 levels following supplementation with various coenzyme Q10 products. \u003cem\u003eThe FASEB Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1096\/fasebj.23.1_supplement.729.13\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1096\/fasebj.23.1_supplement.729.13\u003c\/a\u003e\n\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eGÜRKAN dkk. (2005). Coenzyme q10: koenzim q10. \u003cem\u003eAnkara Universitesi Eczacilik Fakultesi Dergisi\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1501\/eczfak_0000000022\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1501\/eczfak_0000000022\u003c\/a\u003e\n\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100mg","offer_id":48086093496538,"sku":"TCI2510C197116584","price":1013000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"1g","offer_id":48086093529306,"sku":"TCI2510C197116585","price":4835000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C1971.jpg?v=1767097603"},{"product_id":"tci2510c222016907","title":"TCI C2220 81103-11-9 Clarithromycin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI C2220 Clarithromycin adalah antibiotik golongan makrolida semisintetik yang dipasok Tokyo Chemical Industry (TCI) sebagai bahan baku penelitian untuk laboratorium mikrobiologi, farmasi, dan bioteknologi. Senyawa ini bekerja dengan mengikat subunit ribosom 50S bakteri sehingga menghambat proses sintesis protein, dan karena itu banyak dipakai sebagai agen uji dalam kajian kepekaan antimikroba maupun sebagai pembanding dalam pengembangan metode analisis. Di meja kerja laboratorium, klaritromisin hadir sebagai reagen rujukan yang membantu peneliti memahami perilaku makrolida, membandingkan potensi antibakteri antar isolat, serta menyusun protokol kerja yang konsisten dari satu batch ke batch berikutnya.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik yang membuat klaritromisin banyak dipilih adalah struktur cincin makrolida 14-anggota dengan gugus metoksi pada posisi 6 yang memberikan kestabilan lebih baik terhadap suasana asam dibandingkan pendahulunya, sehingga larutan kerja dan preparat uji relatif lebih dapat diandalkan. Senyawa ini bersifat lipofilik dan cenderung sukar larut dalam air, namun dapat dilarutkan dalam pelarut organik seperti metanol, etanol, aseton, atau DMSO, sehingga peneliti memiliki keleluasaan menyiapkan larutan induk sesuai kebutuhan sistem uji. Kualitas reagen tingkat riset dari TCI, disertai dokumentasi analisis per lot, membuat hasil antar pengulangan lebih mudah ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, kebutuhan akan klaritromisin tingkat laboratorium umumnya datang dari laboratorium mikrobiologi rumah sakit dan universitas, laboratorium pengujian mutu obat, program studi farmasi, serta lembaga riset yang menekuni pola resistensi antibiotik. Ketersediaan kemasan kecil sangat membantu, karena banyak laboratorium di tanah air menjalankan penelitian berbasis proyek dengan jumlah sampel terbatas. AMI Scientific menyediakan produk ini agar tim peneliti dapat memperoleh reagen bermutu dengan kemasan yang sesuai skala kerja, tanpa harus menyimpan stok berlebih yang berisiko menurun mutunya.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji kepekaan antimikroba metode difusi cakram maupun mikrodilusi, karena klaritromisin menjadi wakil golongan makrolida yang lazim dimasukkan ke dalam panel pengujian isolat klinis maupun lingkungan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenentuan nilai konsentrasi hambat minimum (MIC) pada penelitian resistensi, sebab senyawa ini memberikan respons yang terukur dan dapat dibandingkan antar laboratorium bila protokol standar diikuti dengan konsisten.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan pembanding pada pengembangan dan validasi metode HPLC atau LC-MS, mengingat peneliti memerlukan senyawa rujukan bermutu untuk memastikan identifikasi puncak dan linearitas kurva kalibrasi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian mekanisme kerja penghambatan sintesis protein bakteri, karena klaritromisin berikatan pada subunit ribosom 50S sehingga cocok dipakai menelusuri jalur kerja antibiotik makrolida di tingkat molekuler.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian formulasi dan sistem penghantaran obat pada skala laboratorium, sebab sifat kelarutannya yang terbatas menjadikannya model menarik untuk kajian peningkatan disolusi dan pembentukan dispersi padat.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk C2220\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 81103-11-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1 g dan 5 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan serbuk (rujuk label dan Certificate of Analysis tiap lot)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan pada kondisi dingin dan terlindung cahaya sesuai anjuran pada label produsen\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan klaritromisin dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung; penyimpanan dingin di lemari pendingin laboratorium sesuai anjuran label akan membantu menjaga mutu senyawa dalam jangka panjang. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk. Lakukan penimbangan di area berventilasi baik atau di dalam lemari asam, gunakan sarung tangan, jas laboratorium, kacamata pelindung, dan masker untuk menghindari terhirupnya partikel halus. Larutan induk sebaiknya dibuat segar, diberi label lengkap berisi tanggal dan konsentrasi, lalu disimpan dalam vial gelap. Produk ini ditujukan untuk penggunaan riset dan laboratorium, bukan untuk pemakaian pada manusia atau hewan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI C2220 Clarithromycin (CAS 81103-11-9) is a semisynthetic 14-membered macrolide antibiotic supplied as a research-grade reagent for microbiology, pharmaceutical, and biotechnology laboratories. It inhibits bacterial protein synthesis by binding the 50S ribosomal subunit, which makes it a standard member of macrolide susceptibility panels. The compound is lipophilic and poorly soluble in water but dissolves readily in organic solvents such as methanol, ethanol, acetone, or DMSO, allowing flexible stock solution preparation. Typical laboratory applications include disc diffusion and broth microdilution testing, minimum inhibitory concentration studies, antibiotic resistance research, reference material for HPLC and LC-MS method development, and formulation or dissolution studies. Available in 1 g and 5 g packs, it should be stored cold, tightly closed, and protected from light. For laboratory research use only.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2014). Clarithromycin. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-014-1333-4\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-014-1333-4\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e- (2013). Clarithromycin zur alleinigen Therapie eines B-Zell-MALT-Lymphoms?. \u003cem\u003eDer Ophthalmologe\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s00347-013-2974-z\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s00347-013-2974-z\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (2009). Antituberculars\/clarithromycin. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128415-200912410-00029\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128415-200912410-00029\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48275916914906,"sku":"TCI2510C222016907","price":1603000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":false},{"title":"5g","offer_id":48275916947674,"sku":"TCI2510C222016908","price":4442000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":false}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C2220.jpg?v=1767097931"},{"product_id":"tci2510c222716918","title":"TCI C2227 86393-32-0 Ciprofloxacin Hydrochloride Monohydrate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI C2227 Ciprofloxacin Hydrochloride Monohydrate adalah garam hidroklorida monohidrat dari siprofloksasin, antibiotik golongan fluorokuinolon yang menjadi salah satu reagen mikrobiologi paling banyak digunakan di dunia penelitian. Senyawa ini bekerja dengan menghambat enzim DNA girase dan topoisomerase IV bakteri, sehingga replikasi materi genetik terhenti dan sel bakteri gagal berkembang biak. Karena mekanismenya berbeda dari antibiotik beta-laktam, siprofloksasin menjadi pembanding yang penting dalam panel uji kepekaan, penelitian resistensi silang, serta kajian mekanisme kerja obat antibakteri pada tingkat molekuler di laboratorium mikrobiologi dan farmasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eBentuk garam hidroklorida monohidrat memberikan kelarutan dalam air yang jauh lebih baik dibandingkan basa bebasnya, sehingga penyiapan larutan induk untuk media kultur maupun seri pengenceran uji menjadi praktis dan cepat. Kandungan air kristal yang tetap membantu ketepatan perhitungan konsentrasi molar. Spektrum aktivitasnya yang luas, khususnya terhadap bakteri Gram negatif, menjadikannya pilihan efektif untuk media selektif dan untuk membersihkan kultur sel dari kontaminasi mikoplasma maupun bakteri. Sifat fluorokuinolon yang peka terhadap cahaya menuntut penyimpanan terlindung, namun juga membuka peluang penelitian fotodegradasi dan stabilitas obat yang menarik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, siprofloksasin hidroklorida banyak dipakai laboratorium mikrobiologi rumah sakit, laboratorium pengujian mutu pangan dan air, laboratorium kultur sel, serta lembaga riset yang memantau residu antibiotik pada produk perikanan dan peternakan. Pemantauan resistensi fluorokuinolon menjadi agenda penting kesehatan masyarakat nasional. Ketersediaan tiga pilihan kemasan, yaitu 5 g, 25 g, dan 100 g, memudahkan laboratorium menyesuaikan pembelian dengan intensitas pemakaian, mulai dari penelitian mahasiswa hingga pengujian rutin berskala besar.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji kepekaan antimikroba dan penentuan MIC pada panel fluorokuinolon, karena siprofloksasin merupakan wakil golongan ini yang paling sering dipantau dalam surveilans resistensi nasional.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSuplemen antibiotik untuk kultur sel mamalia, sebab senyawa ini membantu menekan kontaminasi mikoplasma dan bakteri Gram negatif tanpa memerlukan konsentrasi yang terlalu tinggi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKomponen media selektif dalam isolasi mikroorganisme tertentu, karena spektrumnya yang luas mampu menekan flora pengganggu sehingga koloni target lebih mudah diamati dan dihitung.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan rujukan analisis residu antibiotik pada sampel pangan, air, dan lingkungan, mengingat metode HPLC atau LC-MS memerlukan senyawa pembanding bermutu untuk kalibrasi yang akurat.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian mekanisme penghambatan DNA girase dan topoisomerase IV, sebab siprofloksasin menjadi model klasik untuk memahami cara kerja serta munculnya mutasi resistensi fluorokuinolon.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk C2227\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 86393-32-0\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5 g, 25 g, dan 100 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan serbuk berbentuk garam hidroklorida monohidrat (rujuk label dan CoA tiap lot)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan tertutup rapat, terlindung cahaya, di tempat sejuk dan kering sesuai anjuran label\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSiprofloksasin hidroklorida monohidrat peka terhadap cahaya, sehingga wadah harus selalu tertutup rapat dan disimpan di tempat gelap, sejuk, dan kering sesuai petunjuk pada label produsen. Gunakan vial berwarna gelap atau bungkus wadah larutan dengan aluminium foil untuk melindungi larutan kerja dari paparan sinar. Siapkan larutan induk dalam air suling steril, sterilkan dengan penyaringan membran 0,22 mikrometer, lalu bagi menjadi alikuot kecil dan simpan beku agar mutunya terjaga. Saat menimbang, kenakan sarung tangan, masker, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta bekerjalah di area berventilasi baik untuk menghindari terhirupnya partikel halus. Kelola limbah antibiotik sesuai prosedur institusi agar tidak mencemari lingkungan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI C2227 Ciprofloxacin Hydrochloride Monohydrate (CAS 86393-32-0) is a broad-spectrum fluoroquinolone antibiotic supplied as a research-grade reagent. It inhibits bacterial DNA gyrase and topoisomerase IV, blocking DNA replication and making it a mechanistically distinct benchmark alongside beta-lactam antibiotics. The hydrochloride monohydrate salt offers markedly better aqueous solubility than the free base and a defined hydration state, simplifying accurate stock solution preparation and sterile filtration. Typical applications include antimicrobial susceptibility testing and MIC determination, selective culture media, antibiotic supplementation of mammalian cell cultures, reference material for HPLC and LC-MS residue analysis in food, water, and environmental samples, and mechanistic studies of fluoroquinolone resistance. Available in 5 g, 25 g, and 100 g packs. Store cool, dry, and protected from light. For laboratory research use only.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLiu dkk. (2005). The crystal habit of ciprofloxacin hydrochloride monohydrate crystal. \u003cem\u003eJournal of Crystal Growth\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jcrysgro.2004.11.323\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.jcrysgro.2004.11.323\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWidyastuti dkk. (2019). EFFECTS OF THERMAL ENERGY, MECHANICAL ENERGY, AND SOLVENT ON CIPROFLOXACIN HYDROCHLORIDE MONOHYDRATE PHYSICOCHEMICAL PROPERTIES. \u003cem\u003eRasayan Journal of Chemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.31788\/rjc.2019.1245426\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.31788\/rjc.2019.1245426\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBanipal dkk. (2022). Elucidation of Interactions between Ciprofloxacin Hydrochloride Monohydrate and Constituents of Nucleic Acids in Aqueous Solutions at Different Temperatures. \u003cem\u003eJournal of Chemical \u0026amp; Engineering Data\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/acs.jced.2c00015\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/acs.jced.2c00015\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086112829658,"sku":"TCI2510C222716918","price":676000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086112862426,"sku":"TCI2510C222716919","price":2082000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100g","offer_id":48086112895194,"sku":"TCI2510C222716920","price":5876000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C2227.jpg?v=1767097948"},{"product_id":"tci2510c230217033","title":"TCI C2302 458-37-7 Curcumin (Synthetic)","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCurcumin (Synthetic) TCI C2302 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah terutama dalam bidang biofarmaka dan biokimia. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian tentang aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan efek farmakologis lainnya. Curcumin merupakan salah satu komponen utama dari kurkuma, yang digunakan dalam penelitian untuk memahami mekanisme biologis tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai reagen dalam analisis kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCurcumin memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol. Karena sifat ini, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan analisis. Selain itu, curcumin memiliki daya reaksi yang baik terhadap berbagai substrat, sehingga memudahkan peneliti dalam pengujian aktivitas biologis. Karena kemurniannya yang tinggi, senyawa ini juga cocok untuk eksperimen yang membutuhkan presisi tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, curcumin sering digunakan dalam penelitian terkait kesehatan, farmakologi, dan nutrisi. Bahan ini menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan senyawa alami dengan aktivitas biologis yang terukur. Karena ketersediaannya yang cukup dan kualitasnya yang baik, curcumin sangat diminati oleh peneliti di berbagai institusi penelitian di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian aktivitas antioksidan untuk memahami mekanisme perlindungan sel terhadap radikal bebas\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen farmakologis untuk mengevaluasi efek curcumin pada sistem imun dan peradangan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kimia untuk menentukan kandungan senyawa aktif dalam bahan alami\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa turunan curcumin untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji toksisitas untuk menilai dampak jangka panjang senyawa pada organ tubuh\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 458-37-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCurcumin sebaiknya disimpan dalam wadah yang kedap udara dan tidak terpapar sinar matahari langsung untuk menjaga kualitasnya. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, pastikan tangan dan peralatan tetap bersih untuk mencegah kontaminasi. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan kimia ini.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCurcumin (Synthetic) TCI C2302 is a chemical compound widely used in scientific research, particularly in biochemistry and pharmacology. This compound is commonly found in studies related to antioxidant, anti-inflammatory, and pharmacological effects. In the laboratory, curcumin serves as a key ingredient for the synthesis of other compounds or as a reagent in chemical analysis. Its chemical properties make it stable and soluble in organic solvents, facilitating various chemical reactions and biological assays. Due to its high purity, curcumin is suitable for experiments requiring precision. In Indonesian laboratories, curcumin is frequently used in research related to health, pharmacology, and nutrition. It is a preferred choice for studies that require natural compounds with measurable biological activity. The availability and quality of curcumin make it a popular option among researchers in various institutions across Indonesia.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086118367450,"sku":"TCI2510C230217033","price":1266000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086118400218,"sku":"TCI2510C230217034","price":4133000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C2302.jpg?v=1767098099"},{"product_id":"tci2510c240817175","title":"TCI C2408 59865-13-3 Cyclosporin A","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCyclosporin A adalah senyawa biokimia yang digunakan secara luas dalam penelitian bidang kehidupan ilmu pengetahuan. Produk ini merupakan bahan aktif yang memiliki aktivitas imunosupresif kuat, sehingga sering digunakan dalam studi terkait sistem imun, inflamasi, dan penyakit autoimun. Cyclosporin A juga menjadi bahan penting dalam pengembangan obat dan penelitian farmakologis, terutama dalam bidang kesehatan dan biomedis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCyclosporin A memiliki struktur kompleks dan sifat kimia yang stabil, membuatnya cocok untuk berbagai aplikasi laboratorium. Senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik dan memerlukan kondisi penyimpanan yang tepat untuk mempertahankan kualitasnya. Karena sifatnya yang tidak beracun secara langsung, Cyclosporin A menjadi pilihan yang aman untuk digunakan dalam penelitian ilmiah di lingkungan laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, Cyclosporin A digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah di institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset. Bahan ini sangat relevan dalam studi tentang mekanisme kerja imun, pengembangan obat, serta penelitian terapi imunosupresif. Dengan sifatnya yang spesifik, Cyclosporin A menjadi alat penting dalam laboratorium yang fokus pada bidang kehidupan ilmu pengetahuan dan kesehatan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme kerja sistem imun manusia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat imunosupresif untuk penyakit autoimun\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang efek farmakologis senyawa biokimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kuantitatif dan kualitatif senyawa aktif dalam sampel biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePemantauan konsentrasi Cyclosporin A dalam penelitian farmakodinamika\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 59865-13-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100mg, 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, dalam kondisi kering dan sejuk\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCyclosporin A harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di lingkungan yang kering dan sejuk, menjauh dari paparan cahaya langsung. Bahan ini tidak beracun secara langsung, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan kulit dan mata. Dalam penanganan, gunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi diri. Pastikan wadah penyimpanan tidak bocor dan selalu ditempatkan di area yang aman dan terkunci.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCyclosporin A is a biochemical compound widely used in life science research, particularly in immunology and pharmacology. It is known for its potent immunosuppressive properties, making it a valuable tool in studying immune responses and inflammatory processes. This compound is available in two common packaging sizes: 100mg and 1g, ensuring flexibility for various experimental needs. Cyclosporin A is a white crystalline powder that requires careful handling and storage to maintain its integrity. Its application spans from drug development to immunological research, offering significant utility in both academic and industrial laboratories.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePotier (1998). Comparative study of cyclosporin A, cyclosporin G, and the novel cyclosporin derivative IMM 125 in isolated glomeruli and cultured rat mesangial cells: a morphometric analysis. \u003cem\u003eNephrology Dialysis Transplantation\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/ndt\/13.6.1406\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1093\/ndt\/13.6.1406\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eGuella (1998). Uneventful re-treatment with cyclosporin in two cases of cyclosporin-induced haemolytic uraemic syndrome. \u003cem\u003eNephrology Dialysis Transplantation\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/ndt\/13.7.1864\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1093\/ndt\/13.7.1864\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBolin dkk. (1991). Cyclosporin-Associated Thrombotic Microangiopathy: Successful Retreatment with Cyclosporin. \u003cem\u003eRenal Failure\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3109\/08860229109022164\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3109\/08860229109022164\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100mg","offer_id":48086125117658,"sku":"TCI2510C240817175","price":1378000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"1g","offer_id":48086125150426,"sku":"TCI2510C240817176","price":6999000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C2408.jpg?v=1767098303"},{"product_id":"tci2510c248817270","title":"TCI C2488 3650-09-7 Carnosic Acid (Synthetic)","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCarnosic Acid (TCI C2488) adalah senyawa alami yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah, terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Bahan ini diperoleh dari daun sage (Salvia officinalis) dan memiliki struktur molekuler yang kompleks, membuatnya menjadi bahan penting dalam penelitian tentang aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan efek farmakologis. Dalam laboratorium, Carnosic Acid sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai bahan uji dalam penelitian kesehatan dan lingkungan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCarnosic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan penggunaannya dalam berbagai eksperimen. Karena sifat antioksidannya yang kuat, senyawa ini juga digunakan untuk menilai aktivitas radikal bebas dalam reaksi kimia atau dalam studi efek antiradikal bebas pada sel. Ketersediaannya dalam bentuk murni dan konsentrasi yang terukur membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk penelitian yang membutuhkan presisi dan akurasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Carnosic Acid digunakan dalam berbagai penelitian terkait kesehatan, lingkungan, dan farmakologi. Bahan ini sering dipakai dalam studi tentang efek senyawa alami terhadap aktivitas enzim, pengujian toksisitas, serta dalam pengembangan obat herbal. Karena sifatnya yang potensial dan aplikasi yang luas, Carnosic Acid menjadi bahan yang sangat diminati oleh peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang aktivitas antioksidan senyawa alami\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji efek farmakologis pada sistem biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat herbal berbasis bahan alami\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang mekanisme anti-inflamasi pada sel\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kandungan senyawa aktif dalam ekstrak tumbuhan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 3650-09-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 20mg, 100mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCarnosic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan dihindari dari kelembapan berlebihan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan penurunan kualitas. Penggunaan bahan ini harus dilakukan di bawah pengawasan yang ketat, terutama dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan kehati-hatian terhadap bahan kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCarnosic Acid (TCI C2488) is a natural compound widely used in scientific research, particularly in biochemistry and pharmacology. Derived from sage leaves, this compound is valued for its antioxidant and anti-inflammatory properties, making it a key ingredient in various experimental studies. Its stable chemical structure and solubility in organic solvents make it a versatile reagent for synthesis and testing applications. In Indonesian laboratories, Carnosic Acid is commonly used in health, environmental, and pharmaceutical research, especially in studies involving enzyme activity, toxicity testing, and the development of herbal medicines. Its potential and broad applications make it a popular choice among researchers in educational and research institutions across Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eTian dkk. (1997). An Expeditious Synthetic Route to Carnosic Acid Type Diterpenes. \u003cem\u003eSynthetic Communications\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1080\/00397919708006096\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1080\/00397919708006096\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eTheoduloz dkk. (2011). Gastroprotective Effect and Cytotoxicity of Carnosic Acid Derivatives. \u003cem\u003ePlanta Medica\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1055\/s-0030-1250648\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1055\/s-0030-1250648\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eTIAN dkk. (1997). ChemInform Abstract: An Expeditious Synthetic Route to Carnosic Acid Type Diterpenes.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.199732148\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.199732148\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"20mg","offer_id":48086129082586,"sku":"TCI2510C248817270","price":2025000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100mg","offer_id":48086129115354,"sku":"TCI2510C248817271","price":6746000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C2488.jpg?v=1767098410"},{"product_id":"tci2510c251017288","title":"TCI C2510 85721-33-1 Ciprofloxacin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCiprofloxacin adalah antibiotik kuat yang digunakan dalam berbagai penelitian bidang kehidupan ilmiah, terutama dalam bidang mikrobiologi dan farmakologi. Sebagai agen antibakteri, ciprofloxacin bekerja dengan menghambat enzim topoisomerase II dan IV, yang penting dalam proses replikasi DNA bakteri. Bahan ini sering digunakan dalam uji sensitivitas bakteri, pengembangan obat, dan penelitian tentang efektivitas antibiotik. Dalam laboratorium, ciprofloxacin juga digunakan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri patogenik, serta dalam pengujian klinis dan farmakologis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCiprofloxacin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan memiliki aktivitas antibakteri yang luas terhadap berbagai jenis bakteri gram negatif dan gram positif. Karena kemurniannya dan konsistensi kualitas, ciprofloxacin menjadi pilihan utama dalam penelitian ilmiah yang membutuhkan bahan aktif yang dapat diandalkan. Bahan ini juga memiliki daya tahan yang baik terhadap kelembapan dan suhu ruangan, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, ciprofloxacin sering digunakan oleh institusi penelitian dan perguruan tinggi untuk keperluan penelitian mikrobiologi dan farmakologi. Bahan ini juga digunakan dalam program pengujian klinis dan pengembangan produk farmasi lokal, mendukung inovasi dan penerapan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji sensitivitas bakteri untuk menentukan efektivitas antibiotik terhadap isolat bakteri\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat baru melalui uji farmakologis dan toksikologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme kerja antibiotik dan resistensi bakteri\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian klinis untuk mengevaluasi respons pasien terhadap pengobatan antibiotik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis komposisi dan kualitas bahan aktif dalam formulasi farmasi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 85721-33-1\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCiprofloxacin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan berlebihan. Wadah yang sesuai adalah wadah plastik atau kaca dengan tutup yang kedap udara. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Selalu pastikan bahwa bahan ini tidak tercampur dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel, dan simpan di area yang tidak terjangkau oleh anak-anak atau hewan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCiprofloxacin is a potent antibiotic widely used in life science research, particularly in microbiology and pharmacology. It functions by inhibiting enzymes essential for bacterial DNA replication, making it a key reagent in bacterial sensitivity testing, drug development, and antibiotic efficacy studies. Its chemical stability and broad-spectrum activity against both Gram-negative and Gram-positive bacteria make it a reliable choice for scientific applications. In Indonesian laboratories, ciprofloxacin is commonly used in research institutions and universities for microbiological studies and pharmaceutical development, supporting innovation in the health sector. Its versatility and consistent quality ensure its relevance in both academic and industrial research settings.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2014). Antipsychotics\/ciprofloxacin\/furosemide\/trazodone. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-014-3285-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-014-3285-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2024). Amphotericin-B-liposomal\/Ciprofloxacin\/Folic-acid\/Itraconazole. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-024-66445-5\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-024-66445-5\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2014). Ciprofloxacin\/methotrexate interaction. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-014-7947-8\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-014-7947-8\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086129737946,"sku":"TCI2510C251017288","price":1041000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086129770714,"sku":"TCI2510C251017289","price":3177000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C2510.jpg?v=1767098439"},{"product_id":"tci2510c386918982","title":"TCI C3869 569-57-3 Chlorotrianisene","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eChlorotrianisene adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologis dan biofarmakologi. Bahan ini memiliki struktur kimia kompleks yang memungkinkan penggunaannya dalam studi interaksi molekuler dan efek biologis. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk eksperimen yang mengeksplorasi mekanisme kerja obat atau pengaruh senyawa tertentu terhadap sel atau organisme. Selain itu, Chlorotrianisene juga digunakan untuk mengevaluasi aktivitas biologis senyawa baru dalam pengembangan obat.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eChlorotrianisene memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik tertentu. Karena sifat ini, senyawa ini mudah dianalisis menggunakan teknik seperti kromatografi atau spektroskopi. Ketersediaan dalam bentuk murni juga memudahkan proses sintesis dan uji laboratorium. Selain itu, senyawa ini memiliki daya reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga cocok untuk berbagai jenis reaksi kimia dan uji klinis di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Chlorotrianisene sering digunakan dalam penelitian terkait farmakologi, toksikologi, dan pengembangan obat. Bahan ini menjadi bagian penting dalam studi yang mengeksplorasi efek senyawa tertentu terhadap sistem biologis manusia atau hewan. Peneliti di Indonesia juga menggunakan senyawa ini untuk memahami mekanisme kerja obat dan mengembangkan formulasi baru yang lebih efektif dan aman.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian farmakologis untuk mengevaluasi efek senyawa pada sistem biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji toksikologi untuk menilai dampak jangka panjang senyawa tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat baru melalui sintesis dan uji aktivitas biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kimia untuk menentukan struktur dan sifat senyawa\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen interaksi molekuler dalam studi mekanisme obat\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 569-57-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Pharmaceutical Research Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eChlorotrianisene harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, di tempat yang sejuk serta terlindung dari cahaya langsung. Bahan ini bersifat kimia yang memerlukan penanganan hati-hati, terutama dalam proses penggunaan dan penyimpanan. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti kaca atau plastik yang tidak reaktif. Selalu pastikan area kerja bersih dan terhindar dari kontaminasi. Penggunaan bahan ini harus dilakukan dalam ruang laboratorium yang terkontrol, dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eChlorotrianisene is a chemical compound widely used in pharmaceutical research and biochemical studies. It is a key reagent for analyzing molecular interactions and biological effects in laboratory experiments. Its stable chemical properties and solubility in organic solvents make it suitable for various analytical techniques such as chromatography and spectroscopy. In Indonesia, this compound is commonly used in pharmacological research, toxicology studies, and drug development. Researchers utilize it to evaluate the biological activity of new compounds and understand their mechanisms of action. Its application extends to the development of safer and more effective drug formulations, making it an essential tool in modern laboratory settings.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eJuedes dkk. (1990). Role of P-450c in the formation of a reactive intermediate of chlorotrianisene (TACE) by hepatic microsomes from methylcholanthrene-treated rats.. \u003cem\u003eDrug Metabolism and Disposition\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0090-9556(25)07594-4\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0090-9556(25)07594-4\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKupfer dkk. (1990). Inactivation of the uterine estrogen receptor binding of estradiol during P‐450 catalyzed metabolism of chlorotrianisene (TACE). \u003cem\u003eFEBS Letters\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0014-5793(90)80636-w\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0014-5793(90)80636-w\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25mg","offer_id":48086298198234,"sku":"TCI2510C386918982","price":4751000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C3869.jpg?v=1768204803"},{"product_id":"tci2510c387618990","title":"TCI C3876 303-97-9 Coenzyme Q9","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCoenzyme Q9, dengan nomor CAS 303-97-9, adalah senyawa organik yang memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi biochemis dan penelitian ilmiah. Sebagai salah satu anggota dari keluarga koenzim Q, senyawa ini berfungsi sebagai penghantar elektron dalam rantai transport elektron mitokondria, yang merupakan proses kritis dalam produksi energi seluler. Dalam laboratorium, Coenzyme Q9 digunakan untuk studi metabolisme, toksikologi, dan penelitian kesehatan masyarakat.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama Coenzyme Q9 termasuk kelarutan dalam pelarut organik dan stabilitas terhadap suhu dan pH tertentu. Senyawa ini memiliki struktur molekuler kompleks yang memungkinkan interaksi dengan berbagai enzim dan protein. Keberagaman aplikasi Coenzyme Q9 membuatnya menjadi pilihan yang populer dalam penelitian biomedis dan farmakologi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, Coenzyme Q9 sering digunakan dalam penelitian terkait kesehatan manusia dan lingkungan. Produk ini sangat relevan untuk institusi pendidikan tinggi, pusat penelitian, dan perusahaan bioteknologi yang membutuhkan bahan baku berkualitas tinggi untuk eksperimen ilmiah.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian metabolisme seluler untuk memahami mekanisme produksi energi dalam mitokondria\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi toksikologi untuk mengevaluasi dampak senyawa tertentu terhadap aktivitas enzim mitokondria\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat yang memanfaatkan sifat antioksidan dan fungsi koenzim Q dalam proses terapi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen biokimia untuk analisis interaksi molekuler dalam sistem biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian kesehatan masyarakat terkait penyakit neurodegeneratif dan gangguan metabolisme\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 303-97-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Terpenes\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCoenzyme Q9 harus disimpan dalam wadah tertutup yang tidak terpapar cahaya langsung dan dalam lingkungan yang kering. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Simpan di suhu ruangan yang stabil dan jauh dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCoenzyme Q9, with CAS number 303-97-9, is a vital organic compound widely used in biochemical research and laboratory applications. As a member of the ubiquinone family, it plays a crucial role in the electron transport chain within mitochondria, contributing to cellular energy production. Its structural complexity allows for interactions with various enzymes and proteins, making it a valuable reagent in biomedicine and pharmacology. In laboratory settings, Coenzyme Q9 is essential for studying metabolic processes, toxicity, and therapeutic applications. Its stability and solubility in organic solvents make it suitable for a wide range of scientific investigations, particularly in Indonesian research institutions focused on health and environmental science.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eTang dkk. (2004). Redox Cycling of Coenzyme Q9 as a New Measure of Plasma Reducing Power. \u003cem\u003eClinical Chemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1373\/clinchem.2004.037010\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1373\/clinchem.2004.037010\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eVasta dkk. (2011). Altered redox status of coenzyme Q9 reflects mitochondrial electron transport chain deficiencies in Caenorhabditis elegans. \u003cem\u003eMitochondrion\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.mito.2010.09.002\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.mito.2010.09.002\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eVasta dkk. (2011). Altered redox status of coenzyme Q9 reflects mitochondrial electron transport chain defects in C. elegans. \u003cem\u003eMitochondrion\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.mito.2011.03.107\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.mito.2011.03.107\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25mg","offer_id":48086299377882,"sku":"TCI2510C387618990","price":8826000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C3876.jpg?v=1769144243"},{"product_id":"tci2510c402419135","title":"TCI C4024 135531-86-1 Camalexin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCamalexin adalah senyawa alkaloid yang digunakan secara luas dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah, terutama dalam studi tentang respons tanaman terhadap stres lingkungan. Bahan ini memiliki peran penting dalam penelitian biokimia dan farmakologi, terutama dalam pengujian aktivitas biologis senyawa tertentu. Camalexin sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa lain atau sebagai agen pengujian dalam berbagai eksperimen laboratorium. Dalam konteks penelitian, senyawa ini juga digunakan untuk mempelajari mekanisme pertahanan tanaman terhadap patogen dan lingkungan yang tidak optimal.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCamalexin memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat ini, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses pemisahan. Selain itu, Camalexin memiliki struktur molekul yang kompleks namun tetap dapat diproduksi secara konsisten, sehingga memudahkan peneliti dalam penggunaan dan pengaturan dosis. Ketersediaan dalam bentuk kemasan kecil seperti 25mg juga memudahkan penggunaan dalam skala kecil maupun skala laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Camalexin sering digunakan dalam penelitian bidang biologi tumbuhan, farmakologi, dan biokimia. Bahan ini menjadi bagian penting dalam eksperimen yang melibatkan uji aktivitas antioksidan, pengujian toksisitas, dan studi mekanisme respons tanaman terhadap lingkungan. Karena kehandalannya dan kestabilannya, Camalexin menjadi pilihan utama dalam berbagai penelitian ilmiah di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eCamalexin digunakan untuk uji aktivitas antioksidan karena kemampuannya menetralkan radikal bebas.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini cocok untuk penelitian respons tanaman terhadap stres lingkungan karena sifat kimianya yang stabil.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCamalexin sering digunakan dalam sintesis senyawa biokimia untuk pengembangan obat baru.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini digunakan dalam uji toksisitas untuk mengevaluasi dampak senyawa tertentu terhadap sel.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCamalexin menjadi bahan utama dalam penelitian mekanisme pertahanan tanaman terhadap patogen.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 135531-86-1\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Alkaloids\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara dan dingin\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCamalexin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil juga dianjurkan untuk menjaga kualitas bahan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, harus memperhatikan kebersihan alat dan menghindari kontaminasi. Selain itu, Camalexin harus ditangani dengan hati-hati untuk mencegah paparan langsung pada kulit atau mata. Penggunaan bahan ini sebaiknya dilakukan dalam lingkungan laboratorium yang terkontrol dan sesuai dengan protokol keselamatan kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCamalexin is a bioactive alkaloid widely used in life science research, particularly in biochemical and pharmacological studies. It plays a crucial role in investigating plant responses to environmental stress and is often utilized as a reagent in the synthesis of other compounds or as a test agent in various laboratory experiments. Its chemical stability and solubility in organic solvents make it a versatile material for chemical reactions and separation processes. In Indonesian laboratories, Camalexin is commonly employed in plant biology, pharmacology, and biochemical research. It is essential for experiments related to antioxidant activity, toxicity testing, and the study of plant defense mechanisms against pathogens. Its consistent availability and manageable dosage form make it a preferred choice for researchers in various academic and research institutions across Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eGlawischnig (2007). Camalexin. \u003cem\u003ePhytochemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.phytochem.2006.12.005\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.phytochem.2006.12.005\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSchlaeppi dkk. (2010). Disease resistance of Arabidopsis to Phytophthora brassicae is established by the sequential action of indole glucosinolates and camalexin. \u003cem\u003eThe Plant Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/j.1365-313x.2010.04197.x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1111\/j.1365-313x.2010.04197.x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eFürstner dkk. (1995). Syntheses of camalexin, indolopyridocoline and flavopereirine. \u003cem\u003eTetrahedron\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0040-4020(94)00987-6\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0040-4020(94)00987-6\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25mg","offer_id":48086315073754,"sku":"TCI2510C402419135","price":7674000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C4024.jpg?v=1769144233"},{"product_id":"tci2510c404219157","title":"TCI C4042 301326-22-7 CH-223191","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI C4042 301326-22-7 CH-223191 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian kanker dan biologi sel. Produk ini termasuk dalam kategori Life Science, khususnya dalam bidang Cell Biology dan Cancer Research. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam eksperimen yang melibatkan studi mekanisme pertumbuhan sel kanker dan respons terhadap terapi. Sebagai bahan kimia yang spesifik, senyawa ini memiliki peran penting dalam pengembangan obat dan penelitian terapi target.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eTCI C4042 memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang spesifik dan akurat. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, senyawa ini cocok untuk penelitian yang membutuhkan presisi tinggi. Selain itu, senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai prosedur laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian terapan klinis dan penelitian dasar. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk studi tentang sel kanker, pengujian obat, dan pengembangan terapi baru. Karena kehandalannya dalam berbagai eksperimen, senyawa ini menjadi pilihan utama di berbagai laboratorium yang fokus pada bidang kanker dan biologi sel.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian mekanisme pertumbuhan sel kanker untuk pengembangan terapi baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas biologis senyawa dalam model sel kanker in vitro\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat yang bersifat target spesifik untuk pengobatan kanker\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang respons sel terhadap faktor pertumbuhan dan sinyal lingkungan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis efek senyawa pada jalur sinyal sel yang terlibat dalam kanker\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 301326-22-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Cell Biology \u003e Cancer Research\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 10mg, 50mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan kelembapan untuk menjaga stabilitas senyawa. Gunakan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Senyawa ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang tidak kompatibel.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI C4042 301326-22-7 CH-223191 is a chemical compound widely used in cancer research and cell biology. This compound is specifically designed for applications involving the study of cancer cell growth and therapeutic responses. With its stable chemical properties and high solubility in organic solvents, it is ideal for in vitro experiments and drug development. Its molecular structure allows for precise and accurate reactions, making it a reliable choice for scientific research. This compound is commonly used in laboratories across Indonesia for both basic and applied research in oncology and related fields. Its versatility and effectiveness make it a valuable tool for researchers aiming to advance cancer treatment and prevention strategies.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBarisione dkk. (2022). Effects of the AhR inhibitor CH-223191 on the indoxyl sulphate-induced cardiac fibroblast activation. Role of Nrf2. \u003cem\u003eVascular Pharmacology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.vph.2022.107030\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.vph.2022.107030\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKim dkk. (2006). Novel Compound 2-Methyl-2H-pyrazole-3-carboxylic Acid (2-methyl-4-o-tolylazo-phenyl)-amide (CH-223191) Prevents 2,3,7,8-TCDD-Induced Toxicity by Antagonizing the Aryl Hydrocarbon Receptor. \u003cem\u003eMolecular Pharmacology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1124\/mol.105.021832\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1124\/mol.105.021832\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"10mg","offer_id":48086317367514,"sku":"TCI2510C404219157","price":4919000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"50mg","offer_id":48086317400282,"sku":"TCI2510C404219158","price":17117000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C4042.jpg?v=1768204817"},{"product_id":"tci2510c406119174","title":"TCI C4061 20575-57-9 Calycosin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCalycosin adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori senyawa bioaktif, digunakan dalam berbagai penelitian bidang kehidupan ilmu pengetahuan. Bahan ini sering ditemukan dalam ekstrak tumbuhan tertentu dan memiliki aktivitas biologis yang menarik, seperti aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Dalam laboratorium, Calycosin digunakan sebagai bahan baku untuk eksperimen yang berkaitan dengan mekanisme penyakit, pengembangan obat, dan studi metabolit tumbuhan. Sebagai bahan penelitian, Calycosin memainkan peran penting dalam memperluas pemahaman tentang efek biologis senyawa alami.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCalycosin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaannya dalam penelitian. Bahan ini juga memiliki struktur molekuler yang jelas dan dapat dianalisis menggunakan berbagai teknik kimia dan spektroskopi. Kejernihan dan kestabilan kimianya membuat Calycosin menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian yang memerlukan presisi dan akurasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, Calycosin digunakan untuk penelitian di bidang farmakologi, biokimia, dan ilmu kesehatan. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia menggunakan bahan ini untuk studi lanjutan terkait efek senyawa alami terhadap sistem biologis manusia dan hewan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang efek antioksidan senyawa alami terhadap sel kanker\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat baru berbasis senyawa bioaktif dari tumbuhan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi mekanisme inflamasi dan respons imun terhadap senyawa tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis komponen kimia dalam ekstrak tumbuhan untuk identifikasi senyawa aktif\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas biologis senyawa alami dalam model eksperimental hewan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 20575-57-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 50mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCalycosin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan terpusat dalam lemari kimia yang terkunci adalah keharusan untuk memastikan keamanan dan ketersediaan bahan selama penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCalycosin, with CAS number 20575-57-9, is a bioactive compound widely used in life science research. It is commonly found in plant extracts and exhibits antioxidant and anti-inflammatory properties. This compound serves as a key reagent in experiments related to disease mechanisms, drug development, and plant metabolite studies. Its stable chemical structure and well-defined molecular characteristics make it a reliable choice for precise and accurate research. In Indonesian laboratories, Calycosin is utilized in pharmacological, biochemical, and health-related studies to investigate the biological effects of natural compounds on human and animal systems. Its versatility and scientific relevance make it an essential tool for researchers aiming to explore the potential of natural substances in modern science.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2015). Research achievements on biological activities of calycosin. \u003cem\u003eChina Journal of Chinese Materia Medica\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4268\/cjcmm20152204\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4268\/cjcmm20152204\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eHan dkk. (2022). Inhibitory activity and mechanism of calycosin and calycosin-7-O-β-D-glucoside on α-glucosidase: Spectroscopic and molecular docking analyses. \u003cem\u003eProcess Biochemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.procbio.2022.04.035\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.procbio.2022.04.035\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSun dkk. (2014). Simultaneous determination of calycosin‐7‐O‐β‐d‐glucoside, calycosin, formononetin, astragaloside IV and schisandrin in rat plasma by LC‐MS\/MS: application to a pharmacokinetic study after oral administration of Shenqi Wuwei chewable tablets. \u003cem\u003eBiomedical Chromatography\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/bmc.3128\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/bmc.3128\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"50mg","offer_id":48086318907610,"sku":"TCI2510C406119174","price":5116000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C4061.jpg?v=1767100479"},{"product_id":"tci2510d022819583","title":"TCI D0228 128-37-0 2,6-Di-tert-butyl-p-cresol","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2,6-Di-tert-butyl-p-cresol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks, yang merupakan komponen dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa aromatik dan turunannya. Karena sifatnya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan dalam berbagai eksperimen kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003e2,6-Di-tert-butyl-p-cresol memiliki struktur molekul yang khas dengan gugus metil tert-butil di kedua ujung p-cresol. Sifat ini membuatnya memiliki kestabilan tinggi terhadap oksidasi dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Daya tahan terhadap suhu dan kelembapan juga membuatnya cocok untuk penyimpanan jangka panjang. Karena sifatnya yang netral dan tidak mudah bereaksi, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa aromatik dan bahan-bahan kimia industri. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia memanfaatkan senyawa ini untuk eksperimen yang membutuhkan bahan baku yang stabil dan terjangkau.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDalam sintesis senyawa aromatik, senyawa ini digunakan sebagai bahan baku untuk memperoleh senyawa turunan yang lebih kompleks.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSenyawa ini cocok untuk eksperimen reaksi substitusi pada cincin aromatik karena sifatnya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDalam penelitian polimer, senyawa ini digunakan sebagai pengisi atau bahan dasar dalam pembuatan bahan kimia sintetik.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini sering digunakan dalam pembuatan bahan antiradikal karena kemampuannya untuk menetralkan radikal bebas.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSenyawa ini juga digunakan dalam pembuatan bahan pelindung kimia untuk melindungi material dari degradasi.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 128-37-0\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber panas\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Penyimpanan di tempat yang sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas dan stabilitas senyawa. Dalam penggunaan, pastikan wadah tertutup rapat dan hindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Gunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk meminimalkan risiko paparan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2,6-Di-tert-butyl-p-cresol is a chemical compound widely used in laboratory settings as a building block for organic synthesis. It is known for its stability and controlled reactivity, making it a reliable choice for various chemical reactions. This compound is commonly applied in the synthesis of aromatic compounds and their derivatives, as well as in polymer research and the development of radical scavengers. Its non-heterocyclic structure and resistance to oxidation ensure its effectiveness in a wide range of experimental conditions. The compound is available in two packaging sizes, 25g and 500g, and is supplied as a solid powder. Proper storage in airtight containers, away from heat and light, is essential to maintain its integrity and usability in laboratory applications.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eKrossing dkk. (2008). Dimeric Di(tert-butyl)haloalanes and a Monomeric Di(tert-butyl)phosphino-di(tert-butyl)alane. \u003cem\u003eZeitschrift für Naturforschung B\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1515\/znb-2008-0905\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1515\/znb-2008-0905\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eYamato dkk. (1990). Nafion-H catalyzed tert-butylation of aromatic compounds with 2,6-DI(tert-butyl)-p-cresol [1]. \u003cem\u003eCatalysis Letters\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/bf00764001\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/bf00764001\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eFEDULINA dkk. (1997). ChemInform Abstract: Reactivity of 3,5‐Di‐tert‐butyl‐4‐hydroxybenzaldehyde, 3,5‐Di‐tert‐ butyl‐4‐hydroxybenzylalcohol and 3,5‐Di‐tert‐butyl‐4‐hydroxybenzyl Methyl Ether in the Oxidation with Oxygen in Alkaline Solutions.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.199709057\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.199709057\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086359572698,"sku":"TCI2510D022819583","price":507000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48086359605466,"sku":"TCI2510D022819584","price":844000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D0228.jpg?v=1769144201"},{"product_id":"tci2510d056920066","title":"TCI D0569 490-79-9 2,5-Dihydroxybenzoic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2,5-Dihydroxybenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia dan analisis laboratorium. Senyawa ini memiliki struktur aromatik dengan dua gugus hidroksil yang terletak pada posisi 2 dan 5 pada cincin benzoat. Fungsinya dalam laboratorium meliputi penggunaan sebagai reaktan dalam sintesis senyawa kompleks, serta sebagai bahan standar untuk analisis kuantitatif. Dalam bidang kimia organik, senyawa ini juga sering digunakan sebagai pengikat dalam teknik spektroskopi massa dan kromatografi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama dari 2,5-Dihydroxybenzoic Acid termasuk kelarutan yang baik dalam pelarut organik dan air, serta stabilitas kimia yang relatif tinggi. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai reaksi kimia yang memerlukan kondisi reaktif yang terkendali. Selain itu, senyawa ini memiliki daya tarik karena kemampuannya untuk membentuk kompleks dengan logam berat, yang memperluas aplikasinya dalam analisis kimia dan studi lingkungan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, 2,5-Dihydroxybenzoic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia, analisis sampel, dan pengembangan produk farmasi. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi dan aplikasi, senyawa ini menjadi bahan yang populer di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSebagai bahan baku dalam sintesis senyawa aromatik kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDigunakan dalam proses analisis kuantitatif menggunakan teknik kromatografi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBerperan dalam pengujian aktivitas biologis senyawa organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDimanfaatkan dalam pengembangan produk farmasi dan kosmetik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCocok untuk penelitian lingkungan terkait adsorpsi logam berat\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 490-79-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk kristal\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2,5-Dihydroxybenzoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di lingkungan yang sejuk dan kering untuk mencegah kelembapan dan kontaminasi. Karena bersifat kimia yang relatif stabil, senyawa ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus selama penyimpanan jangka pendek. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, penting untuk menghindari paparan langsung terhadap sinar matahari dan udara terbuka. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2,5-Dihydroxybenzoic Acid is a versatile organic compound widely used in laboratory settings for its chemical reactivity and structural properties. With two hydroxyl groups positioned at the 2 and 5 positions on the benzene ring, this compound serves as a building block in the synthesis of various aromatic compounds. It is commonly employed in analytical chemistry for quantitative analysis and in environmental studies for metal ion adsorption. Its solubility in both organic and aqueous solvents makes it suitable for a wide range of applications, including pharmaceutical and cosmetic research. The compound is stable under normal laboratory conditions, making it a reliable choice for researchers in Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eAkita dkk. (1999). Teratogenicity of salicylate and its metabolites (2, 4-Dihydroxybenzoic acid and 2, 5-Dihydroxybenzoic acid) studied in the rat embryo culture method.. \u003cem\u003eJapanese Journal of Pharmacology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0021-5198(19)35195-9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0021-5198(19)35195-9\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSarma dkk. (2017). Adsorption of substituted benzoic acids onto α-Al2O3 surface in mixed-adsorbate mode: 2,4-Dihydroxybenzoic acid, 2,6-dihydroxybenzoic acid and 1,2,4-benzenetricarboxylic acid (trimellitic acid). \u003cem\u003eJournal of Environmental Chemical Engineering\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jece.2017.05.049\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.jece.2017.05.049\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMcMahon dkk. (1991). Comparative acute nephrotoxicity of salicylic acid, 2,3-dihydroxybenzoic acid, and 2,5-dihydroxybenzoic acid in young and middle aged Fischer 344 rats. \u003cem\u003eToxicology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0300-483x(91)90201-b\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0300-483x(91)90201-b\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086392013018,"sku":"TCI2510D056920066","price":1322000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48086392045786,"sku":"TCI2510D056920067","price":12479000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D0569.jpg?v=1767101529"},{"product_id":"tci2510d057120070","title":"TCI D0571 3943-89-3 Ethyl 3,4-Dihydroxybenzoate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl 3,4-Dihydroxybenzoate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa aromatik dan turunannya. Sebagai salah satu senyawa non-heterosiklik, Ethyl 3,4-Dihydroxybenzoate memiliki struktur molekul yang stabil dan mudah bereaksi dengan berbagai reagen kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eBahan ini memiliki sifat kimia yang menarik, seperti kelarutan dalam pelarut organik dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi dan esterifikasi. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk penelitian di bidang sintesis organik, analisis kimia, dan pengembangan produk farmasi. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas termal yang baik, sehingga memudahkan penggunaan dalam berbagai kondisi laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Ethyl 3,4-Dihydroxybenzoate digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama di bidang kimia organik dan farmasi. Bahan ini sering dipakai dalam penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa obat, analisis kualitatif dan kuantitatif, serta pengembangan bahan kimia baru. Karena sifatnya yang stabil dan fleksibel, bahan ini menjadi bagian penting dari persediaan laboratorium yang aktif dalam riset ilmiah.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa aromatik untuk pengembangan bahan farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eReaksi esterifikasi dalam pembuatan senyawa organik kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kualitatif dan kuantitatif dalam kimia analitik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang struktur molekul dan reaktivitas senyawa kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian kinerja bahan kimia dalam proses pembuatan produk industri\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 3943-89-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl 3,4-Dihydroxybenzoate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering untuk mencegah kelembapan dan kontaminasi. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari paparan langsung dari sinar matahari atau panas berlebihan. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca. Selama penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl 3,4-Dihydroxybenzoate is a chemical compound widely used in laboratory settings for organic synthesis and analytical purposes. As a non-heterocyclic building block, it serves as a versatile reagent in the creation of complex organic molecules. This compound is known for its solubility in organic solvents and its ability to participate in various chemical reactions, such as esterification and substitution. Its thermal stability makes it suitable for use in diverse laboratory conditions. In Indonesia, this compound is commonly utilized in pharmaceutical research, chemical analysis, and the development of new chemical products. Its availability and reliability make it an essential component in active research laboratories across the country.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086392176858,"sku":"TCI2510D057120070","price":732000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086392209626,"sku":"TCI2510D057120071","price":1969000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D0571.jpg?v=1767101538"},{"product_id":"tci2510d089420542","title":"TCI D0894 57-41-0 Phenytoin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePhenytoin adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia dan farmakologi. Sebagai salah satu senyawa heterosiklik, Phenytoin memiliki struktur kompleks yang memungkinkannya berperan dalam sintesis senyawa kompleks lainnya. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian terkait obat anti-epilepsi, karena memiliki aktivitas farmakologis yang spesifik. Dalam laboratorium, Phenytoin digunakan sebagai bahan baku untuk membangun senyawa dengan struktur heterosiklik yang mirip, sehingga menjadi bagian penting dalam proses sintesis kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePhenytoin memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berinteraksi dengan berbagai reaktan dalam kondisi tertentu. Senyawa ini juga memiliki titik leleh yang tinggi, sehingga memudahkan proses pemanasan dalam reaksi kimia. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, Phenytoin cocok untuk digunakan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan konsistensi dan stabilitas. Selain itu, Phenytoin memiliki daya larut yang cukup baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pelarutan dan penggunaan dalam berbagai aplikasi laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Phenytoin digunakan dalam penelitian kimia, farmasi, dan farmakologi. Bahan ini sering ditemukan dalam eksperimen sintesis senyawa obat, serta dalam pengujian aktivitas biologis senyawa baru. Karena keberadaannya yang terbatas di pasar lokal, Phenytoin sering diimpor atau dibeli dari supplier internasional untuk memenuhi kebutuhan penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa anti-epilepsi untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen kimia untuk memahami reaktivitas senyawa heterosiklik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian farmakologi untuk menguji efek farmakologis senyawa tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan bahan baku untuk senyawa organik kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian aktivitas biologis senyawa baru dalam lingkungan laboratorium\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 57-41-0\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePhenytoin harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, bahan ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan ekstrem. Namun, dalam penanganan, sebaiknya menggunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau saluran pernapasan. Phenytoin bersifat tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap harus dianggap sebagai bahan kimia yang perlu dihandle dengan hati-hati dalam lingkungan laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePhenytoin is a chemical compound widely used in various chemical and pharmacological experiments. As a heterocyclic compound, it plays a significant role in the synthesis of complex molecules. It is commonly used in research related to antiepileptic drugs due to its specific pharmacological activity. In the laboratory, Phenytoin serves as a building block for creating compounds with similar heterocyclic structures, making it an essential component in chemical synthesis processes. Its chemical properties are stable, allowing it to interact with various reagents under specific conditions. With a high melting point, it facilitates heating in chemical reactions. Phenytoin is also soluble in organic solvents, making it suitable for a wide range of laboratory applications. In Indonesia, Phenytoin is used in chemical, pharmaceutical, and pharmacological research. It is often imported or purchased from international suppliers to meet research needs.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2014). Carbamazepine\/phenytoin. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-014-2752-y\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-014-2752-y\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (2012). Phenobarbital\/phenytoin. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128415-201214240-00142\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128415-201214240-00142\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMay dkk. (2008). Nomogram for the Prediction of Unbound Phenytoin Concentrations in Patients on a Combined Treatment of Phenytoin and Valproic Acid. \u003cem\u003eEuropean Neurology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1159\/000116647\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1159\/000116647\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086411837658,"sku":"TCI2510D089420542","price":1490000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D0894.jpg?v=1767102179"},{"product_id":"tci2510d196121959","title":"TCI D1961 50-02-2 Dexamethasone","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDexamethasone adalah sebuah steroid yang digunakan secara luas dalam penelitian biomedis dan farmakologi. Sebagai salah satu derivat glukokortikoid, bahan ini memiliki kemampuan untuk memengaruhi respons imun dan metabolisme tubuh. Dexamethasone sering digunakan dalam penelitian terkait organoid culture, terutama dalam pengembangan dan pemeliharaan jaringan manusia atau hewan. Dalam konteks laboratorium, bahan ini berperan sebagai faktor pertumbuhan atau modulator yang membantu dalam diferensiasi sel dan pengaturan lingkungan kultur yang optimal.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDexamethasone memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat, serta kemampuan untuk menghambat respons imun, sehingga menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan pengurangan peradangan atau penghambatan aktivitas sel T. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk aplikasi seperti pengembangan model penyakit atau pengujian efek obat. Selain itu, bahan ini stabil dalam kondisi tertentu dan mudah disimpan, sehingga memudahkan penggunaan dalam berbagai skala penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Dexamethasone sering digunakan dalam penelitian terkait penyakit autoimun, kanker, dan penyakit inflamasi. Bahan ini juga menjadi bagian dari protokol penelitian yang melibatkan pengembangan organoid manusia, terutama dalam bidang kedokteran dan bioteknologi. Dengan kehandalannya dalam mengatur lingkungan kultur, Dexamethasone menjadi alat penting dalam penelitian yang memerlukan kontrol yang ketat terhadap respons seluler.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDexamethasone digunakan dalam penelitian penyakit autoimun karena kemampuannya menghambat respons imun.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini cocok untuk pengembangan model penyakit inflamasi karena sifat anti-inflamasi yang kuatnya.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDexamethasone sering diterapkan dalam penelitian kanker untuk mengatur pertumbuhan sel dan diferensiasi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini menjadi bagian dari protokol kultur organoid untuk memperbaiki lingkungan kultur sel.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDexamethasone digunakan dalam pengujian efek obat untuk mengevaluasi respons seluler terhadap stimulan tertentu.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 50-02-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Cell Culture \u003e Organoid Culture\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, dalam kondisi kering dan sejuk\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDexamethasone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, menjauh dari cahaya langsung dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil dan kering sangat disarankan. Bahan ini bersifat kimia yang sensitif, sehingga harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker. Pastikan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain, dan simpan jauh dari bahan yang dapat bereaksi dengan glukokortikoid.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDexamethasone is a potent synthetic glucocorticoid widely used in biomedical and pharmacological research. As a derivative of corticosteroids, it plays a crucial role in modulating immune responses and metabolic processes. In laboratory settings, particularly in organoid culture, Dexamethasone serves as a growth factor or modulator that supports cell differentiation and maintains optimal culture conditions. Its strong anti-inflammatory properties and ability to suppress immune activity make it a preferred choice for studies involving inflammation, autoimmune diseases, and cancer research. The compound is stable under controlled conditions and easy to handle, making it a reliable tool for various experimental applications. Dexamethasone is commonly used in Indonesia for research on human organoid development, immunology, and drug testing, contributing significantly to advancements in biotechnology and medical science.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2014). Dexamethasone. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-014-4565-4\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-014-4565-4\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2014). Ciclosporin\/dexamethasone. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-014-3469-7\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-014-3469-7\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2016). Dexamethasone. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-016-22794-5\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-016-22794-5\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086485663962,"sku":"TCI2510D196121959","price":2053000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D1961.jpg?v=1769144013"},{"product_id":"tci2510d266822983","title":"TCI D2668 486-66-8 Daidzein","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDaidzein adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori isoflavon, yang ditemukan secara alami dalam beberapa tumbuhan, terutama pada tanaman legum seperti kedelai. Bahan ini digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah terkait biokimia dan farmakologi, terutama dalam penelitian tentang efek biologis senyawa alami. Daidzein memiliki potensi sebagai agen antioksidan dan memiliki aktivitas hormonologis yang menarik, sehingga sering dipakai dalam penelitian tentang pengaruh senyawa alami terhadap metabolisme dan kesehatan. Dalam laboratorium, bahan ini digunakan untuk mempelajari mekanisme biologis, pengembangan obat, serta studi nutrisi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDaidzein memiliki karakteristik kimia yang stabil dan memungkinkan reaksi kimia yang terkendali dalam lingkungan laboratorium. Bahan ini memiliki struktur molekuler kompleks yang memungkinkan interaksi dengan berbagai enzim dan reseptor dalam tubuh. Karena sifatnya yang tidak beracun dan dapat digunakan dalam dosis yang terkendali, daidzein menjadi pilihan yang aman untuk eksperimen ilmiah. Selain itu, keberadaannya dalam bentuk murni memudahkan proses analisis dan pengujian laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium di Indonesia, daidzein sering digunakan dalam penelitian bidang biomedis, farmasi, dan nutrisi. Bahan ini menjadi alat penting untuk memahami mekanisme biologis senyawa alami, serta dalam pengembangan produk kesehatan berbasis bahan alami. Dengan adanya daidzein, para peneliti dapat menguji efek senyawa ini terhadap berbagai sistem fisiologis dan memperluas pengetahuan tentang potensi bahan alami dalam bidang kesehatan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDaidzein digunakan dalam penelitian biokimia untuk mempelajari aktivitas antioksidan senyawa alami\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini cocok untuk eksperimen farmakologi untuk mengevaluasi efek hormonologis pada sel\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDaidzein sering dipakai dalam studi nutrisi untuk mengeksplorasi dampak senyawa alami pada metabolisme\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat untuk menguji efek kesehatan senyawa alami\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDaidzein menjadi alat penting dalam pengembangan obat baru berbasis senyawa alami\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 486-66-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDaidzein harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitas dan stabilitas bahan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang sejuk dan kering sangat dianjurkan. Saat mengambil atau memanfaatkan bahan ini, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Selalu pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah kontaminasi atau kebocoran.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDaidzein is a natural isoflavone compound commonly used in biochemical and pharmacological research. It is known for its antioxidant properties and potential hormonal effects, making it a valuable tool in scientific experiments. This compound is widely applied in studies related to metabolism, health, and drug development. Its stable chemical structure and controlled reactivity make it suitable for various laboratory applications. Daidzein is an essential reagent for researchers in Indonesia, supporting advancements in biomedicine, nutrition, and pharmaceutical sciences. Its use in experimental settings helps expand understanding of natural compounds' biological effects and their potential applications in health and wellness.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eMaatooq dkk. (2005). Metabolism of daidzein by Nocardia species NRRL 5646 and Mortierella isabellina ATCC 38063. \u003cem\u003ePhytochemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.phytochem.2005.03.013\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.phytochem.2005.03.013\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRicciotti dkk. (2005). Daidzein‐rich isoflavone‐aglycones for menopausal symptoms. \u003cem\u003eInternational Journal of Gynecology \u0026amp; Obstetrics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.ijgo.2005.01.028\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.ijgo.2005.01.028\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eScheithauer dkk. (2015). Preparation and characterization of electrosprayed daidzein–loaded PHBV microspheres. \u003cem\u003eMaterials Letters\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.matlet.2015.05.133\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.matlet.2015.05.133\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086571778266,"sku":"TCI2510D266822983","price":5369000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D2668.jpg?v=1767105171"},{"product_id":"tci2510d378924165","title":"TCI D3789 6381-92-6 Disodium Dihydrogen Ethylenediaminetetraacetate Dihydrate [for Biochemical Research]","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D3789 Disodium Dihydrogen Ethylenediaminetetraacetate Dihydrate [for Biochemical Research] dengan nomor CAS 6381-92-6 adalah garam dinatrium dari EDTA dalam bentuk dihidrat, yang disiapkan untuk keperluan penelitian biokimia. Bahan ini merupakan agen pengkelat serbaguna yang mengikat ion logam divalen dan trivalen seperti kalsium, magnesium, besi, serta seng, membentuk kompleks larut air yang stabil. Karena banyak enzim dan proses biologis bergantung pada ion logam, EDTA menjadi salah satu reagen paling sering dijumpai pada laboratorium biologi molekuler, kultur sel, dan analisis kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang menjadikan bahan ini pilihan utama adalah gugus heksadentatnya yang mampu mengikat ion logam secara kuat, kelarutannya yang baik di dalam air, serta bentuk garam dinatrium yang jauh lebih praktis dibanding EDTA asam bebas. Larutan induk EDTA biasanya disiapkan dengan penyesuaian pH memakai natrium hidroksida agar kelarutan optimal tercapai, sebuah langkah rutin yang dikenal semua laboratorium biologi molekuler. Penandaan for Biochemical Research menegaskan bahwa mutu bahan ini disiapkan bagi pekerjaan biologis yang peka. Sebagai padatan kristal yang stabil, bahan ini mudah ditimbang, disimpan, dan diandalkan hasilnya.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, EDTA dinatrium menjadi kebutuhan harian laboratorium biologi molekuler, kultur sel, mikrobiologi, hingga laboratorium analisis air dan pangan. Bahan ini dipakai menyusun buffer TE, larutan pelepas sel, serta larutan penyangga elektroforesis. Kemasan 5 g mendukung penyiapan larutan induk skala kecil, sementara kemasan 25 g sesuai untuk laboratorium dengan pemakaian rutin. Penyimpanan kering penting agar kadar air padatan tetap konsisten.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenyusunan buffer TE dan larutan penyimpan DNA, karena EDTA mengikat ion logam divalen yang dibutuhkan nuklease sehingga aktivitas enzim perusak asam nukleat tertekan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eLarutan pelepas sel pada kultur sel, sebab pengkelatan kalsium melemahkan ikatan antar sel dan antara sel dengan permukaan wadah kultur.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenghambat metaloprotease pada penyiapan ekstrak protein, karena pengikatan ion logam kofaktor menurunkan aktivitas enzim proteolitik selama proses lisis sampel.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eTitrasi kompleksometri dan analisis kesadahan air, sebab EDTA membentuk kompleks berstoikiometri jelas sehingga titik akhir titrasi dapat ditentukan dengan tepat.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eLarutan penyangga elektroforesis dan berbagai reaksi enzimatik, karena EDTA membantu mengendalikan kadar ion logam bebas agar kondisi percobaan tetap terkendali.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 6381-92-6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Cell Culture \u003e Reagents and Supplements [Cell Culture]\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian kemasan: 5 g dan 25 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan kristal\/serbuk; rincian resmi mengikuti Certificate of Analysis lot terkait\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan di tempat sejuk dan kering dengan wadah tertutup rapat\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan padatan di tempat sejuk dan kering dengan wadah asli tertutup rapat agar kandungan air hidrat tetap stabil dan hasil penimbangan tetap konsisten antar percobaan. Gunakan sendok atau spatula bersih dan kering setiap kali mengambil bahan untuk mencegah kontaminasi silang, terutama pada pekerjaan biologi molekuler yang peka. Larutan induk sebaiknya disiapkan dengan air bermutu tinggi, disaring atau disterilkan sesuai kebutuhan, lalu diberi label berisi konsentrasi, pH, dan tanggal pembuatan. Kenakan sarung tangan, pelindung mata, dan jas laboratorium, serta hindari menghirup debu saat penimbangan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D3789 Disodium Dihydrogen Ethylenediaminetetraacetate Dihydrate (CAS 6381-92-6), graded for biochemical research, is the disodium EDTA salt used throughout molecular biology, cell culture, and analytical laboratories as a versatile chelating agent. Its hexadentate structure binds divalent and trivalent metal ions such as calcium, magnesium, iron, and zinc to form stable, water-soluble complexes, and the disodium salt form is far more convenient to dissolve than free EDTA acid. Common applications include TE buffer and nucleic acid storage solutions, cell dissociation reagents, metalloprotease inhibition during protein extraction, electrophoresis buffers, and complexometric titration for water hardness determination. Store the crystalline solid cool, dry, and tightly closed to keep the hydrate water content consistent. Available in 5 g and 25 g.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eKryvoruchko dkk. (2010). Effect of polyethylenimine and disodium dihydrogen ethylenediaminetetraacetate on decontamination of aqueous solutions from uranium. \u003cem\u003eRadiochemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1134\/s1066362210030136\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1134\/s1066362210030136\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eYurlova dkk. (2010). Influence of pH on removal of uranium from aqueous solutions with polyethylenimine, disodium dihydrogen ethylenediaminetetraacetate, and their mixtures. \u003cem\u003eRadiochemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1134\/s1066362210040168\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1134\/s1066362210040168\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eHu dkk. (2002). Disodium dihydrogen 1,2,4,5-benzenetetracarboxylate dihydrate. \u003cem\u003eActa Crystallographica Section E Structure Reports Online\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1107\/s1600536802017816\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1107\/s1600536802017816\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086637969626,"sku":"TCI2510D378924165","price":536000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086638002394,"sku":"TCI2510D378924166","price":1659000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D3789.jpg?v=1768817951"},{"product_id":"tci2510d390824332","title":"TCI D3908 520-27-4 Diosmin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D3908 Diosmin adalah senyawa flavonoid glikosida alami yang tergolong dalam bidang glycoscience dan chemical biology. Secara struktur, senyawa ini merupakan flavon yang terikat pada satuan gula, sehingga menggabungkan karakter aglikon aromatik dengan bagian karbohidrat. Di laboratorium, Diosmin berperan sebagai bahan pembanding maupun bahan uji pada penelitian bahan alam, kajian aktivitas biologis flavonoid, serta pengembangan metode analisis kandungan senyawa aktif pada ekstrak tumbuhan dan produk berbasis herbal.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCiri yang membuatnya dipilih peneliti adalah struktur glikosida yang terdefinisi jelas, sehingga cocok dipakai sebagai penanda identitas pada analisis kromatografi maupun spektroskopi. Bagian gula memengaruhi kelarutan dan perilaku senyawa dalam sistem berpelarut campur, sementara kerangka flavon menyediakan kromofor yang memberi respons baik pada detektor ultraviolet. Sebagai produk TCI dengan mutu reagen penelitian, senyawa ini membantu memastikan bahwa puncak yang teramati pada instrumen benar-benar berasal dari analit yang dimaksud, bukan dari komponen matriks lain.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Diosmin banyak digunakan pada riset farmasi bahan alam, laboratorium fitokimia perguruan tinggi, serta unit pengujian mutu ekstrak dan sediaan herbal. Kemasan 5 g dan 25 g memberi ruang bagi keperluan pembuatan larutan baku secara rutin maupun percobaan biologis yang menuntut jumlah bahan lebih besar dalam satu periode penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eBahan pembanding analisis HPLC dan KLT, karena struktur glikosidanya terdefinisi sehingga membantu identifikasi serta kuantifikasi kandungan flavonoid pada ekstrak.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian glycoscience, sebab senyawa ini menjadi model kajian bagaimana satuan gula memengaruhi kelarutan, stabilitas, dan perilaku biologis suatu flavonoid.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas biologis secara in vitro, karena tersedia dalam mutu reagen penelitian sehingga hasil pengujian tidak dikacaukan komponen pengotor matriks tumbuhan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian fitokimia dan standardisasi ekstrak, mengingat senyawa penanda diperlukan untuk memastikan konsistensi mutu bahan baku herbal antarbatch produksi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan dan validasi metode analisis, sebab kromofor flavon memberikan respons ultraviolet yang stabil dan mudah dipantau selama proses optimasi metode.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 520-27-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e Glycoscience\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5 g dan 25 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan serbuk flavonoid glikosida\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan Diosmin dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, serta terlindung dari paparan cahaya langsung agar kerangka flavonoidnya tidak terdegradasi. Botol kaca gelap atau wadah yang dibungkus pelindung cahaya sangat dianjurkan, terlebih untuk bahan yang dipakai sebagai pembanding analitik. Timbang serbuk dengan hati-hati agar tidak beterbangan, gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta simpan larutan induk sesuai anjuran metode. Selalu rujuk Safety Data Sheet resmi produsen.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D3908 Diosmin (CAS 520-27-4) is a naturally occurring flavonoid glycoside supplied as a research-grade reagent within the chemical biology and glycoscience category. Its well-defined structure, combining a flavone aglycone with a sugar moiety, makes it a reliable reference standard for HPLC and TLC identification and quantification of flavonoids in plant extracts and herbal products. The flavone chromophore gives a stable ultraviolet response suitable for method development and validation, while the glycosidic portion is of direct interest in glycoscience studies of solubility and biological behaviour. Offered in 5 g and 25 g packs, it should be stored cool, dry, and protected from light.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eKaretová dkk. (2020). Diosmin\/hesperidin: a cooperating tandem, or is diosmin crucial and hesperidin an inactive ingredient only?. \u003cem\u003eVnitřní lékařství\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.36290\/vnl.2020.016\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.36290\/vnl.2020.016\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePielorz dkk. (2022). Quantitative Determination of Diosmin in Tablets by Infrared and Raman Spectroscopy. \u003cem\u003eMolecules\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/molecules27238276\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/molecules27238276\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLieberman (2024). Dialing in Diosmin: Promising Findings of Swelling Reduction Using Diosmin After TKA. \u003cem\u003eJournal of Bone and Joint Surgery\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2106\/jbjs.23.01264\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2106\/jbjs.23.01264\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086644719834,"sku":"TCI2510D390824332","price":1406000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086644752602,"sku":"TCI2510D390824333","price":4386000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D3908.jpg?v=1767106762"},{"product_id":"tci2510d392024350","title":"TCI D3920 552-66-9 Daidzin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D3920 Daidzin adalah glikosida isoflavon yang termasuk dalam kelompok senyawa chemical biology bidang glycoscience. Secara struktur, senyawa ini merupakan bentuk terglikosilasi dari isoflavon daidzein, sehingga menggabungkan inti isoflavon dengan satuan gula. Di laboratorium, Daidzin banyak digunakan sebagai bahan pembanding analitik dan bahan uji pada penelitian bahan alam, khususnya kajian kandungan isoflavon pada kedelai serta produk turunannya yang menjadi objek penelitian pangan dan farmasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCiri yang menjadikannya penting adalah strukturnya yang terdefinisi jelas sebagai penanda isoflavon terglikosilasi, sehingga membantu peneliti membedakan bentuk glikosida dari bentuk aglikon dalam satu sampel. Bagian gula memengaruhi kelarutan dan waktu retensi pada analisis kromatografi, sementara inti isoflavon memberikan serapan ultraviolet yang khas dan mudah dipantau detektor. Karena disediakan sebagai reagen penelitian TCI, senyawa ini mendukung ketepatan identifikasi puncak dan keandalan hasil kuantifikasi pada pekerjaan analisis rutin maupun pengembangan metode.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Daidzin relevan bagi penelitian pangan fungsional berbasis kedelai, laboratorium fitokimia dan farmasi bahan alam, serta unit pengujian mutu produk herbal. Kemasan 25 mg sesuai dengan kebutuhan bahan pembanding analitik yang umumnya dipakai dalam jumlah sangat kecil namun menuntut penanganan dan penimbangan yang sangat teliti.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eBahan pembanding analisis isoflavon, karena struktur glikosidanya membantu identifikasi dan kuantifikasi kandungan daidzin pada kedelai serta produk olahannya.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan dan validasi metode HPLC, sebab inti isoflavon memberikan serapan ultraviolet khas yang stabil untuk penetapan parameter kinerja metode analisis.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian glycoscience, mengingat senyawa ini menjadi model kajian pengaruh glikosilasi terhadap kelarutan, penyerapan, dan perilaku biologis suatu isoflavon.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian pangan fungsional dan nutrasetika, karena kandungan isoflavon terglikosilasi sering dipantau sebagai indikator mutu bahan baku maupun produk akhir.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji biologis skala kecil secara in vitro, sebab mutu reagen penelitian memastikan hasil pengamatan tidak dipengaruhi pengotor dari matriks ekstrak tumbuhan.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 552-66-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e Glycoscience\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25 mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan serbuk isoflavon glikosida\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKarena tersedia dalam jumlah kecil, Daidzin sebaiknya disimpan dalam vial aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya agar mutunya sebagai bahan pembanding tetap terjaga. Biarkan vial mencapai suhu ruang sebelum dibuka untuk mencegah pengembunan yang dapat menambah kadar air. Timbang menggunakan neraca analitik dan spatula bersih, kenakan sarung tangan serta kacamata pelindung, dan catat pembuatan larutan induk dengan rapi. Ikuti Safety Data Sheet resmi produsen.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D3920 Daidzin (CAS 552-66-9) is an isoflavone glycoside, the glycosylated form of daidzein, supplied as a research-grade reagent in the glycoscience and chemical biology category. Its well-defined structure makes it a dependable reference standard for identifying and quantifying glycosylated isoflavones in soybean and soy-based products, and for distinguishing glycoside from aglycone forms within a single sample. The isoflavone core provides a characteristic ultraviolet absorbance suited to HPLC method development and validation, while the sugar unit is central to glycoscience studies of solubility and biological behaviour. Provided in a 25 mg vial, it should be stored cool, dry, tightly closed, and protected from light.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eIm dkk. (2021). Simultaneous Analytical Method for Daidzin and Glycitin in Soybean Extract. \u003cem\u003eJournal of Chitin and Chitosan\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.17642\/jcc.26.1.2\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.17642\/jcc.26.1.2\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eTan dkk. (2022). Isoflavones daidzin and daidzein inhibit lipopolysaccharide-induced inflammation in RAW264.7 macrophages. \u003cem\u003eChinese Medicine\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1186\/s13020-022-00653-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1186\/s13020-022-00653-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLojza dkk. (2004). Changes of phytoestrogens daidzein, genistein and their glycosides daidzin and genistin and coumestrol during processing of soyabeans. \u003cem\u003eCzech Journal of Food Sciences\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.17221\/10666-cjfs\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.17221\/10666-cjfs\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25mg","offer_id":48086645473498,"sku":"TCI2510D392024350","price":6184000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D3920.jpg?v=1767106790"},{"product_id":"tci2510d398624435","title":"TCI D3986 478-43-3 4,5-Dihydroxyanthraquinone-2-carboxylic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D3986 4,5-Dihydroxyanthraquinone-2-carboxylic Acid (CAS 478-43-3), yang dikenal luas di kalangan peneliti dengan nama rhein, merupakan senyawa turunan antrakuinon terhidroksilasi yang membawa gugus asam karboksilat pada kerangka tricyclic-nya. Di laboratorium, bahan ini berperan ganda: sebagai building block non-heterosiklik untuk sintesis organik, sekaligus sebagai senyawa acuan (reference compound) pada penelitian bahan alam, khususnya kajian metabolit sekunder golongan antrakuinon yang banyak dijumpai pada tanaman famili Polygonaceae dan Fabaceae. Kehadirannya membantu peneliti menegakkan identitas senyawa hasil isolasi secara lebih meyakinkan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik yang membuat bahan ini banyak dipilih adalah kombinasi gugus fungsi yang kaya namun tetap terkendali: dua gugus hidroksil fenolik yang bersifat asam lemah dan mampu membentuk ikatan hidrogen intramolekul dengan gugus karbonil kuinon, ditambah satu gugus karboksilat yang menyediakan titik derivatisasi jelas untuk esterifikasi maupun amidasi. Kerangka antrakuinonnya memberikan sistem kromofor terkonjugasi yang kuat sehingga senyawa ini mudah dipantau menggunakan detektor UV-Vis pada HPLC maupun pemindaian spektrofotometri. Bentuk padatan berwarna yang stabil pada suhu ruang juga memudahkan penimbangan analitik dan penyiapan larutan induk.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eBagi laboratorium di Indonesia, senyawa ini relevan pada riset farmakognosi dan pengembangan obat bahan alam yang tumbuh pesat di banyak perguruan tinggi serta lembaga penelitian. Peneliti umumnya memakainya sebagai standar pembanding pada penetapan kadar ekstrak herbal, bahan uji pada skrining aktivitas biologis, atau prekursor pada sintesis turunan baru. Ketersediaan kemasan kecil sangat menolong pola kerja laboratorium akademik yang menjalankan banyak proyek paralel dengan skala percobaan terbatas.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eStandar pembanding analisis HPLC-UV pada ekstrak herbal, karena kromofor antrakuinonnya memberikan serapan kuat sehingga puncak mudah dikenali dan dikuantifikasi secara konsisten.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRiset farmakognosi dan isolasi bahan alam, sebab senyawa ini menjadi penanda golongan antrakuinon yang membantu konfirmasi identitas fraksi hasil pemisahan kolom.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan awal sintesis turunan ester dan amida, mengingat gugus karboksilatnya menyediakan titik reaksi tunggal yang jelas untuk modifikasi struktur terarah.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian hubungan struktur–aktivitas senyawa polifenolik, karena dua gugus hidroksil fenoliknya dapat dimodifikasi bertahap untuk menelaah kontribusi masing-masing posisi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas biologis skala laboratorium, sebab kelarutannya dalam pelarut organik polar dan larutan basa memudahkan penyiapan larutan induk untuk pengenceran seri.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 478-43-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 200 mg dan 1 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan\/serbuk berwarna (detail warna dan kemurnian mengacu pada label serta CoA lot)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai petunjuk label\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan wadah asli dalam keadaan tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, serta terlindung dari sinar matahari langsung, karena senyawa berwarna golongan antrakuinon relatif peka terhadap paparan cahaya berkepanjangan. Gunakan wadah gelas amber atau bungkus wadah dengan aluminium foil bila larutan induk harus disimpan. Penimbangan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam menggunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata, sebab serbuk halus mudah beterbangan dan dapat mewarnai permukaan kerja maupun kulit. Bersihkan spatula setiap kali selesai digunakan dan hindari kontaminasi silang antar bahan. Selalu rujuk SDS resmi sebelum bekerja.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D3986 4,5-Dihydroxyanthraquinone-2-carboxylic Acid (CAS 478-43-3), commonly known as rhein, is a hydroxylated anthraquinone bearing a carboxylic acid group on its tricyclic framework. It serves both as a non-heterocyclic building block for organic synthesis and as a reference compound in natural product research. Its strongly conjugated anthraquinone chromophore allows convenient monitoring by UV-Vis detection in HPLC, while the phenolic hydroxyl groups and the single carboxylic acid provide clear, selective handles for esterification, amidation, and structure–activity studies. Typical laboratory applications include pharmacognosy work, marker-based quantification of herbal extracts, derivative synthesis, and biological screening. Available in small package sizes suited to academic research scales.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"200mg","offer_id":48086649602266,"sku":"TCI2510D398624435","price":4414000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"1g","offer_id":48086649635034,"sku":"TCI2510D398624436","price":14418000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D3986.jpg?v=1767106898"},{"product_id":"tci2510d598226988","title":"TCI D5982 36507-30-9 Carbamazepine 10,11-Epoxide","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCarbamazepine 10,11-Epoxide (TCI D5982) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik. Produk ini merupakan salah satu dari banyak senyawa yang digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan senyawa kompleks, termasuk obat-obatan, bahan kimia industri, dan bahan bantu analisis. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCarbamazepine 10,11-Epoxide memiliki struktur molekuler yang unik dengan dua atom oksigen di posisi 10 dan 11, yang memberikan sifat kimia yang sangat reaktif. Struktur ini memungkinkan senyawa ini berperan dalam berbagai reaksi seperti reaksi nucleofilik dan elektrofilik. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan, terutama dalam bidang farmakologi dan sintesis senyawa kompleks. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan bahan baku dengan sifat kimia yang spesifik dan stabil.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSenyawa ini digunakan dalam sintesis senyawa heterosiklik untuk memperoleh produk dengan struktur yang lebih kompleks.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini cocok untuk reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDalam penelitian farmakologi, senyawa ini berperan sebagai bahan baku dalam pengembangan obat-obatan baru.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSenyawa ini sering digunakan dalam analisis kimia untuk memahami mekanisme reaksi dan struktur molekul.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini juga diterapkan dalam penelitian tentang reaktivitas senyawa organik dan pembentukan senyawa baru.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 36507-30-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCarbamazepine 10,11-Epoxide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara serta cahaya matahari langsung. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan hati-hati untuk mencegah kontaminasi atau reaksi yang tidak diinginkan. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau kaca. Selain itu, bahan ini harus disimpan dalam suhu ruangan yang stabil dan tidak terkena kelembapan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCarbamazepine 10,11-Epoxide (TCI D5982) is a chemical compound widely used in laboratory experiments, particularly in the synthesis of complex heterocyclic compounds. Its unique molecular structure, featuring two oxygen atoms at positions 10 and 11, makes it highly reactive and suitable for various chemical reactions such as nucleophilic and electrophilic reactions. This compound is commonly used in research fields like pharmacology and organic chemistry for the development of new drugs and the study of molecular mechanisms. Its reactivity and structural characteristics make it a valuable building block for creating more complex chemical structures. In Indonesian laboratories, it is utilized in both pure and applied chemical research, contributing to the advancement of scientific knowledge and innovation.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eJohnson (1995). Carbamazepine-epoxide, seizure exacerbation and status epilepticus related to carbamazepine-10,11-epoxide. \u003cem\u003eThe Journal of Emergency Medicine\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0736-4679(95)90332-1\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0736-4679(95)90332-1\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eHallbach dkk. (1997). Determination of Lamotrigine, Carbamazepine and Carbamazepine Epoxide in Human Serum by Gas Chromatography Mass Spectrometry. \u003cem\u003ecclm\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1515\/cclm.1997.35.10.755\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1515\/cclm.1997.35.10.755\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25mg","offer_id":48086786506970,"sku":"TCI2510D598226988","price":5116000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D5982.jpg?v=1771058518"},{"product_id":"tci2510e003727669","title":"TCI E0037 57-63-6 Ethynylestradiol","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthynylestradiol adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori estrogen sintetis. Bahan ini digunakan dalam penelitian terkait model penyakit pada hewan, terutama dalam studi tentang efek estrogen pada reproduksi dan perkembangan hormonal. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai komponen dalam pembuatan model penyakit yang meniru kondisi hormonal pada manusia atau hewan. Ethynylestradiol juga menjadi bahan penting dalam pengembangan obat-obatan hormonal dan penelitian terapi reproduksi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eEthynylestradiol memiliki sifat kimia stabil dan dapat larut dalam pelarut organik. Karakteristik ini membuatnya mudah dilarutkan dan digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini juga memiliki daya reaktivitas yang tinggi, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai aplikasi seperti sintesis senyawa aktif biologis. Karena sifatnya yang tidak beracun dalam dosis tertentu, Ethynylestradiol menjadi pilihan yang aman dan efektif dalam penelitian biomedis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, Ethynylestradiol digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat, farmasi, dan biomedis. Bahan ini sering ditemukan di laboratorium-laboratorium yang fokus pada penelitian penyakit hormonal, pengembangan obat, dan studi tentang efek lingkungan terhadap sistem reproduksi. Ketersediaan produk ini juga mendukung penelitian lokal yang ingin mengembangkan solusi kesehatan berbasis senyawa aktif biologis.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang efek estrogen pada reproduksi manusia dan hewan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat hormonal untuk pengobatan gangguan reproduksi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi model penyakit hormonal untuk penelitian klinis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa aktif biologis dalam bidang farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang interaksi lingkungan dan sistem endokrin\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 57-63-6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Animal Disease Models Preparation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthynylestradiol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Bahan ini bersifat kimia yang sensitif, sehingga harus ditangani dengan hati-hati menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan kestabilan bahan selama penggunaan di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthynylestradiol is a synthetic estrogen compound widely used in laboratory research, particularly in the development of animal disease models related to hormonal conditions. This chemical plays a crucial role in studies involving reproductive health, endocrine system function, and the effects of hormonal imbalances. Its stability and solubility in organic solvents make it a preferred choice for various biochemical applications. In Indonesian laboratories, Ethynylestradiol supports research in pharmacology, biomedicine, and public health, contributing to the advancement of therapeutic solutions and disease modeling. Its use is essential for both academic and applied research in the field of life sciences.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eKiyomoto dkk. (2005). Effects of ethynylestradiol and bisphenol A on the development of sea urchin embryos and juveniles. \u003cem\u003eMarine Biology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s00227-005-0208-x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s00227-005-0208-x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eGolubovskaya dkk. (1999). ChemInform Abstract: Acidic Isomerization of 9β‐Hydroxy‐11β‐nitroxy‐17α‐ethynylestradiol in the Synthesis of 11α‐Hydroxy‐17α‐ethynylestradiol.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.199924200\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.199924200\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eReal dkk. (2020). Histology and design-based estimation of hepatocellularity and volumes of hepatocytes in control and ethynylestradiol exposed males of platyfish (Xiphophorus maculatus). \u003cem\u003eTissue and Cell\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.tice.2019.101327\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.tice.2019.101327\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086814589146,"sku":"TCI2510E003727669","price":1913000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086814621914,"sku":"TCI2510E003727670","price":5876000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0037.jpg?v=1767110521"},{"product_id":"tci2510e008427750","title":"TCI E0084 60-00-4 Ethylenediaminetetraacetic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthylenediaminetetraacetic Acid (EDTA) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen laboratorium. Sebagai reagen sintetik, EDTA memiliki kemampuan untuk berikatan dengan ion logam, terutama logam berat seperti tembaga, timah, dan besi. Fungsi utama EDTA adalah sebagai chelator, yaitu senyawa yang mampu mengikat ion logam dalam larutan. Dalam laboratorium, EDTA sering digunakan untuk mengontrol konsentrasi ion logam dalam reaksi kimia atau analisis kualitatif dan kuantitatif.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSalah satu karakteristik utama EDTA adalah kemampuannya untuk membentuk kompleks stabil dengan ion logam. Struktur molekulnya yang memiliki empat grup karboksilat dan dua grup amina memungkinkan EDTA untuk berikatan dengan ion logam secara efisien. Sifat ini menjadikannya sangat populer dalam analisis kimia, terutama dalam proses titrasi kompleksometri. Selain itu, EDTA bersifat tidak beracun dalam dosis yang biasa digunakan, sehingga relatif aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, EDTA digunakan dalam berbagai bidang ilmu, seperti kimia analitik, biokimia, dan lingkungan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan EDTA untuk keperluan analisis air, tanah, dan sampel biologis. Karena kehandalannya dalam mengikat ion logam, EDTA menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen yang memerlukan kontrol konsentrasi ion logam.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eTitrasi kompleksometri untuk menentukan konsentrasi ion logam dalam larutan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kualitatif ion logam dalam sampel lingkungan dan biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan larutan standar untuk reaksi kimia yang memerlukan kontrol ion logam\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyaringan ion logam dalam proses analisis kimia dan lingkungan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengendalian ion logam dalam reaksi kimia untuk menghindari reaksi sampingan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 60-00-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Synthetic Reagents \u003e Acids, Bases [Synthetic Reagents]\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEDTA harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Saat menangani EDTA, sebaiknya menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Karena EDTA bersifat tidak beracun dalam dosis yang biasa digunakan, risiko bahaya sangat rendah, tetapi tetap perlu diwaspadai dalam penggunaan yang tidak tepat.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthylenediaminetetraacetic Acid (EDTA) is a synthetic reagent widely used in laboratory settings for its ability to chelate metal ions. As a versatile compound, EDTA forms stable complexes with various metal ions, making it essential in analytical chemistry, environmental studies, and biochemical research. Its molecular structure, consisting of four carboxylate groups and two amine groups, allows it to bind to metal ions effectively. EDTA is commonly used in complexometric titrations to determine the concentration of metal ions in solution. Due to its stability and low toxicity, EDTA is a reliable choice for many laboratory applications in Indonesia, particularly in research institutions and educational facilities.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eAbusayf dkk. (2024). Blood tubes potassium ethylenediaminetetraacetic acid in comparison to calcium disodium ethylenediaminetetraacetic acid and disodium ethylenediaminetetraacetic acid for calcific band keratopathy. \u003cem\u003eSaudi Journal of Ophthalmology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4103\/sjopt.sjopt_97_24\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4103\/sjopt.sjopt_97_24\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBesunder dkk. (1997). Comparison of dimercaptosuccinic acid and calcium disodium ethylenediaminetetraacetic acid versus dimercaptopropanol and ethylenediaminetetraacetic acid in children with lead poisoning. \u003cem\u003eThe Journal of Pediatrics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0022-3476(97)70285-3\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0022-3476(97)70285-3\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eVohra (2010). Adsorption of lead, ethylenediaminetetraacetic acid and lead-ethylenediaminetetraacetic acid complex onto granular activated carbon. \u003cem\u003eInternational Journal of Environmental Science \u0026amp; Technology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/bf03326178\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/bf03326178\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086817439962,"sku":"TCI2510E008427750","price":536000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48086817472730,"sku":"TCI2510E008427751","price":1857000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0084.jpg?v=1769142196"},{"product_id":"tci2510e023727948","title":"TCI E0237 91-53-2 6-Ethoxy-2,2,4-trimethyl-1,2-dihydroquinoline [Antioxidant for rubber]","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e6-Ethoxy-2,2,4-trimethyl-1,2-dihydroquinoline adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini memiliki struktur heterosiklik yang kompleks dan memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan aktif dalam formulasi bahan kimia yang memerlukan perlindungan terhadap oksidasi. Karena sifatnya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan kondisi tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini memiliki sifat kimia yang sangat spesifik, dengan kelompok etoksil yang memberikan kestabilan dan kelarutan yang baik dalam pelarut organik. Struktur molekulnya yang kompleks memungkinkan reaksi kimia yang beragam, baik dalam kondisi asam maupun basa. Karena kestabilannya, senyawa ini mudah disimpan dan tidak mudah terdegradasi, sehingga sangat cocok untuk digunakan dalam laboratorium yang memerlukan bahan baku yang dapat dipercaya.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi lingkungan laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik dan formulasi bahan kimia. Banyak institusi penelitian dan industri lokal memanfaatkan senyawa ini untuk pengembangan produk baru, termasuk dalam bidang bahan kimia industri dan farmasi. Ketersediaannya yang relatif mudah dan kualitasnya yang terjamin membuat senyawa ini menjadi pilihan utama di berbagai laboratorium di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa antioksidan untuk penggunaan dalam industri bahan kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan aktif dalam formulasi produk kemasan yang tahan lama\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme reaksi kimia dalam lingkungan tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan bahan baku untuk produk farmasi yang memerlukan stabilitas kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian kinerja bahan kimia dalam kondisi oksidatif yang ekstrem\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 91-53-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil dan terlindung dari kelembapan sangat dianjurkan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tidak terbuka terlalu lama untuk mencegah penguapan. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta pastikan ventilasi cukup baik di area kerja.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e6-Ethoxy-2,2,4-trimethyl-1,2-dihydroquinoline is a heterocyclic compound known for its antioxidant properties, making it a valuable building block in organic synthesis. This compound is widely used in laboratory settings for the development of stable chemical formulations and in research involving oxidation resistance. Its molecular structure allows for versatile chemical reactions, making it suitable for various applications in both academic and industrial research. The compound is available in two packaging sizes, 25g and 500g, ensuring flexibility for different laboratory needs. Due to its stability and controlled reactivity, it is a preferred choice in Indonesian laboratories for its reliability and effectiveness in chemical processes.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086826713306,"sku":"TCI2510E023727948","price":816000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48086826746074,"sku":"TCI2510E023727949","price":3317000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0237.jpg?v=1767110893"},{"product_id":"tci2510e069428453","title":"TCI E0694 989-51-5 (-)-Epigallocatechin Gallate Hydrate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI E0694 (-)-Epigallocatechin Gallate Hydrate, yang lebih dikenal dengan singkatan EGCG, adalah katekin galat yang secara alami terdapat pada daun teh dan dipasok TCI dalam bentuk hidrat untuk keperluan penelitian. Bahan ini termasuk kelompok reagen bahan alam yang disiapkan khusus bagi kegiatan riset dan eksperimen, bukan untuk konsumsi maupun penggunaan klinis. Di laboratorium, EGCG berfungsi sebagai senyawa uji dan pembanding pada kajian biokimia, terutama saat peneliti ingin menelaah aktivitas antioksidan, interaksi senyawa polifenol dengan protein, serta pengaruh metabolit sekunder tanaman terhadap sistem biologis model.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang menjadikan EGCG banyak dipilih adalah struktur polifenolnya yang kaya gugus hidroksil fenolik, sehingga sangat aktif dalam reaksi penangkapan radikal dan pembentukan ikatan hidrogen dengan biomolekul. Gugus galat tambahan memperkuat kapasitas donor elektron dan memperluas kemampuan senyawa ini berinteraksi dengan enzim, membran, maupun asam nukleat. Bentuk stereokimianya yang terdefinisi penting karena aktivitas biologis katekin sangat bergantung pada konfigurasi molekulnya. Sebagai konsekuensi dari keaktifannya, senyawa ini juga relatif peka terhadap oksidasi, cahaya, panas, dan pH basa, sehingga penanganan yang cermat menentukan keandalan hasil pengujian.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, EGCG banyak digunakan pada penelitian farmasi, pangan fungsional, bioteknologi, serta kajian tanaman obat di universitas dan lembaga riset. Kemasan miligram yang tersedia sangat sesuai dengan kebutuhan pengujian berbasis mikroplat, kultur sel, dan analisis instrumental yang hanya memerlukan bahan dalam jumlah kecil namun menuntut mutu yang konsisten antar pengulangan percobaan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas antioksidan: kandungan gugus hidroksil fenolik yang banyak membuat senyawa ini menjadi kontrol positif andal pada metode DPPH, ABTS, maupun FRAP.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian kultur sel: dipakai sebagai senyawa uji untuk menelaah pengaruh polifenol teh terhadap viabilitas, proliferasi, dan jalur pensinyalan sel model.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian penghambatan enzim: struktur polifenol besar mampu berinteraksi dengan sisi aktif berbagai enzim sehingga cocok untuk studi inhibisi secara in vitro.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStandar pembanding analisis: berfungsi sebagai rujukan identifikasi dan kuantifikasi katekin pada analisis HPLC ekstrak teh serta produk herbal penelitian.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRiset formulasi dan stabilitas: dijadikan model senyawa bioaktif yang mudah teroksidasi untuk menguji sistem enkapsulasi, antioksidan pendamping, dan kondisi penyimpanan.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 989-51-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Crude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian kemasan: 100 mg dan 500 mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan\/serbuk hidrat; rujuk CoA batch dari pabrikan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan dingin, kering, terlindung cahaya, dan hanya untuk penelitian\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan EGCG di lemari pendingin atau pembeku sesuai anjuran pada label pabrikan, dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya karena polifenol mudah teroksidasi. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk yang bersifat higroskopis. Timbang cepat menggunakan spatula bersih, lalu segera tutup kembali dan pertimbangkan pengisian gas inert bila tersedia. Larutan induk sebaiknya dibuat segar, disimpan terbagi dalam alikuot kecil, dan tidak mengalami siklus beku–cair berulang. Gunakan sarung tangan serta jas laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI E0694 (-)-Epigallocatechin Gallate Hydrate (EGCG, CAS 989-51-5) is a green tea catechin supplied as a research-grade natural product reagent for laboratory and experimental use only. Its polyphenolic structure, rich in phenolic hydroxyl groups and carrying an additional galloyl moiety, makes it a highly effective radical scavenger and a strong hydrogen-bond donor toward proteins, membranes, and nucleic acids. Researchers use it as a positive control in antioxidant assays such as DPPH, ABTS, and FRAP, as a test compound in cell culture and enzyme inhibition studies, and as a reference standard for HPLC analysis of tea catechins. Because the molecule oxidises readily, cold, dark, dry storage and freshly prepared stock solutions are essential for reproducible results.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2003). Theasinensin A, a Tea Polyphenol Formed from (-)-Epigallocatechin Gallate, Suppresses Antibiotic Resistance of Methicillin-ResistantStaphylococcus aureus. \u003cem\u003ePlanta Medica\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1055\/s-2003-45142\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1055\/s-2003-45142\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eIsnawati dkk. (2015). Studi Docking Molekuler Catechin Gallate, Epicatechin Gallate, Gallocatechin Gallate, dan Epigallocatechin Gallate sebagai Obat Dislipidemia. \u003cem\u003eJurnal Kefarmasian Indonesia\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.22435\/jki.v5i1.4083.25-32\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.22435\/jki.v5i1.4083.25-32\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNailufa dkk. (2020). Epigallocatechin gallate Cream Formulation For Anti Aging. \u003cem\u003eJournal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science)\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.53342\/pharmasci.v5i2.186\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.53342\/pharmasci.v5i2.186\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100mg","offer_id":48086889857242,"sku":"TCI2510E069428453","price":2250000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500mg","offer_id":48086889890010,"sku":"TCI2510E069428454","price":7815000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0694.jpg?v=1767111647"},{"product_id":"tci2510e075128521","title":"TCI E0751 114-07-8 Erythromycin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI E0751 Erythromycin adalah antibiotik golongan makrolida yang tersusun atas cincin lakton beranggota empat belas dengan dua gula amino dan netral yang terikat padanya. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini bukan digunakan sebagai obat, melainkan sebagai reagen biokimia dan mikrobiologi standar. Peneliti memanfaatkannya untuk menghambat pertumbuhan bakteri tertentu secara terkendali, sebagai zat seleksi pada sistem ekspresi, serta sebagai senyawa acuan dalam pengujian kepekaan antimikroba dan pengembangan metode analisis instrumental.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat utama yang membuatnya banyak dipilih adalah mekanisme kerjanya yang spesifik, yaitu mengikat subunit ribosom 50S dan mengganggu tahap translokasi pada sintesis protein bakteri. Spektrum aktivitasnya yang menonjol terhadap bakteri Gram positif menjadikannya alat yang berguna untuk membentuk kondisi kultur selektif. Selain itu, kerangka makrolidanya yang kompleks menjadikan eritromisin senyawa acuan klasik dalam kajian hubungan struktur-aktivitas, studi resistensi antimikroba, serta pengembangan turunan makrolida semisintetik. Sebagai padatan yang dapat ditimbang dengan akurat, senyawa ini mudah dibuat larutan stok dan diencerkan sesuai rancangan percobaan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, eritromisin banyak dipakai pada laboratorium mikrobiologi klinik dan pangan, laboratorium bioteknologi, program studi farmasi, serta unit pengujian mutu yang menjalankan uji potensi antibiotik dan validasi metode kromatografi. Kemasan 5 g dan 25 g memadai untuk penyiapan larutan stok berulang sepanjang satu periode penelitian maupun kegiatan praktikum rutin.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji kepekaan antimikroba dan penentuan konsentrasi hambat minimum, karena eritromisin merupakan antibiotik acuan baku pada panel pengujian bakteri Gram positif.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAgen seleksi pada kultur sel dan mikroorganisme, sebab kemampuannya menekan pertumbuhan bakteri tertentu membantu menjaga kemurnian biakan penelitian.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi mekanisme resistensi antibiotik, mengingat interaksinya dengan ribosom 50S menjadi model klasik untuk menelusuri mutasi dan gen resistensi makrolida.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStandar analisis kromatografi cair dan spektrometri massa, karena diperlukan senyawa pembanding yang konsisten untuk kalibrasi dan verifikasi metode kuantitatif.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRiset kimia medisinal turunan makrolida, sebab kerangka lakton besarnya menjadi titik awal modifikasi struktur untuk mengevaluasi hubungan struktur dengan aktivitas.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 114-07-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5 g dan 25 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan atau serbuk kristalin berwarna putih hingga hampir putih\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan dingin dalam lemari pendingin, dalam wadah tertutup rapat dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSebagai reagen biokimia, eritromisin sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin di dalam wadah aslinya yang tertutup rapat dan terlindung dari kelembapan serta cahaya. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali menimbang untuk mencegah kontaminasi silang. Kenakan sarung tangan, masker, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan pada area berventilasi baik untuk menghindari terhirupnya partikel halus. Larutan stok sebaiknya diberi label tanggal pembuatan dan disimpan sesuai prosedur laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI E0751 Erythromycin is a fourteen-membered macrolide antibiotic supplied as a laboratory reagent for microbiological and biochemical research. It acts by binding the bacterial 50S ribosomal subunit and blocking the translocation step of protein synthesis, giving it well-characterised activity against many Gram-positive organisms. In the laboratory it serves as a reference antibiotic for susceptibility testing and minimum inhibitory concentration studies, as a selective agent for maintaining clean cultures, and as an analytical standard for HPLC and mass spectrometry method validation. Its complex macrolactone scaffold also underpins structure-activity studies and semisynthetic derivative research. Offered in 5 g and 25 g packs.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2018). Erythromycin. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-018-54744-8\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-018-54744-8\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eCaamano dkk. (2016). Iron Oxide Nanoparticle Improve the Antibacterial Activity of Erythromycin. \u003cem\u003eJournal of Bacteriology \u0026amp; Parasitology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4172\/2155-9597.1000267\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4172\/2155-9597.1000267\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBrand dkk. (1998). Effect of transdermal erythromycin on antroduodenal motility in normal man. \u003cem\u003eGastroenterology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0016-5085(98)82981-8\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0016-5085(98)82981-8\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086893428954,"sku":"TCI2510E075128521","price":1743000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086893461722,"sku":"TCI2510E075128522","price":5397000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0751.jpg?v=1767111748"},{"product_id":"tci2510e076228531","title":"TCI E0762 84294-96-2 Enoxacin Sesquihydrate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEnoxacin Sesquihydrate (TCI E0762, nomor CAS 84294-96-2) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa fluorinasi. Bahan ini merupakan bentuk sesquihidrat dari enoxacin, sebuah antibiotik sintetis yang memiliki struktur kimia kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar atau building block dalam reaksi kimia yang melibatkan substitusi fluorin. Karena struktur kimianya yang spesifik, enoxacin sesquihidrat menjadi pilihan utama para peneliti yang ingin mengembangkan senyawa baru dengan sifat tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eEnoxacin Sesquihydrate memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara. Bentuk sesquihidrat ini memudahkan dalam proses pelarutan dan reaksi kimia, sehingga mempercepat proses sintesis. Karakteristik ini menjadikannya sebagai bahan yang sangat diminati dalam laboratorium kimia, terutama dalam penelitian yang memerlukan presisi tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia di berbagai institusi pendidikan dan lembaga penelitian. Karena kebutuhan akan senyawa fluorinasi yang spesifik, enoxacin sesquihidrat menjadi salah satu bahan yang penting dalam pengembangan senyawa baru, baik untuk aplikasi medis maupun industri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa fluorinasi yang memerlukan struktur kimia kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan antibiotik sintetis dengan aktivitas antibakteri yang lebih baik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eReaksi kimia yang memerlukan substitusi fluorin pada ring heterosiklik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme aktivitas antibakteri senyawa fluorinasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan bahan baku untuk produksi obat generik dan farmasi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 84294-96-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Fluorinated Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat dalam bentuk kristal\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEnoxacin Sesquihidrat harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari kelembapan untuk mencegah degradasi. Bahan ini sangat sensitif terhadap udara dan cahaya, sehingga sebaiknya disimpan dalam ruangan yang sejuk dan kering. Saat menangani bahan ini, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEnoxacin Sesquihydrate (TCI E0762, CAS No. 84294-96-2) is a chemical compound widely used in laboratory research, particularly in the synthesis of fluorinated compounds. As a sesquihydrate form of enoxacin, it serves as a building block in complex chemical reactions, especially those involving fluorine substitution. Its stable chemical structure makes it a preferred choice for researchers aiming to develop new compounds with specific properties. In Indonesia, this compound is commonly used in academic and industrial research settings, supporting advancements in pharmaceutical and chemical sciences. Its versatility and reactivity make it an essential material for laboratory applications requiring precision and control.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086894182618,"sku":"TCI2510E076228531","price":2250000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086894215386,"sku":"TCI2510E076228532","price":6690000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0762.jpg?v=1767111757"},{"product_id":"tci2510e085828658","title":"TCI E0858 41340-25-4 Etodolac","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEtodolac adalah senyawa golongan obat antiinflamasi nonsteroid dengan kerangka asam asetat pirano-indol yang digunakan luas sebagai bahan penelitian di laboratorium farmasi dan biomedis. Dalam konteks riset, senyawa ini dipakai sebagai bahan pembanding untuk kajian penghambatan enzim siklooksigenase, sebagai bahan uji dalam pengembangan formulasi sediaan, serta sebagai objek penelitian analisis farmasi. Karena mekanisme kerjanya sudah dipelajari secara mendalam, etodolac kerap dijadikan senyawa acuan ketika peneliti mengevaluasi kandidat baru yang menargetkan jalur biosintesis prostaglandin.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik yang membuat senyawa ini menarik secara ilmiah adalah kecenderungan selektivitasnya terhadap isoform siklooksigenase-2 dibandingkan siklooksigenase-1, suatu sifat yang menjadikannya rujukan penting dalam pembahasan hubungan struktur–aktivitas inhibitor COX. Molekulnya bersifat kiral dan memiliki gugus asam karboksilat, sehingga banyak dipakai pula sebagai model dalam pengembangan metode pemisahan enansiomer menggunakan kromatografi kolom kiral. Sifat asam lemah dan kelarutannya yang bergantung pH menjadikannya substrat yang informatif dalam studi disolusi, permeabilitas, dan perancangan sistem penghantaran obat yang bertujuan memperbaiki profil pelepasan zat aktif.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, senyawa ini banyak dimanfaatkan oleh fakultas farmasi, laboratorium teknologi sediaan, dan laboratorium analisis obat yang menjalankan penelitian formulasi maupun validasi metode kromatografi. Kemasan 5 g dan 25 g memberi pilihan antara kebutuhan uji analitik skala kecil dan penelitian formulasi yang memerlukan jumlah bahan lebih besar. Perlu ditegaskan bahwa produk ini ditujukan untuk keperluan penelitian dan pengujian laboratorium, bukan untuk penggunaan terapeutik pada manusia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eStudi penghambatan enzim siklooksigenase, karena senyawa ini merupakan inhibitor yang telah terkarakterisasi baik dan sering dipakai sebagai pembanding dalam uji enzimatik.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian hubungan struktur dan aktivitas inhibitor COX, sebab kecenderungan selektivitasnya terhadap isoform COX-2 memberi rujukan berharga bagi perancangan molekul baru.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan dan validasi metode kromatografi cair kinerja tinggi, karena sifat kromoforik dan keasamannya menghasilkan puncak yang jelas serta perilaku retensi yang informatif.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian pemisahan enansiomer pada kolom kiral, sebab molekulnya memiliki pusat kiral sehingga menjadi model yang tepat untuk mengevaluasi kinerja fase diam kiral.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi formulasi dan sistem penghantaran obat, karena kelarutannya yang bergantung pH menjadikannya substrat menarik untuk mengevaluasi strategi peningkatan disolusi.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 41340-25-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Enzymes, Enzyme Inhibitors, Enzyme Substrates\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5 g dan 25 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan (penampakan sesuai Certificate of Analysis tiap lot)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyimpanan: tempat sejuk, kering, tertutup rapat, dan terlindung dari cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan bahan ini dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung. Hindari kelembapan tinggi serta kontak dengan basa kuat dan oksidator kuat. Karena merupakan senyawa aktif secara farmakologis, penimbangan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah terhirupnya debu, idealnya di dalam lemari asam atau timbangan berpenutup, dengan sarung tangan, masker, dan kacamata pelindung. Bersihkan area kerja setelah penimbangan dan kelola limbah sesuai prosedur bahan farmasi laboratorium. Produk ini hanya untuk penelitian dan pengujian, bukan untuk konsumsi. Rujuk Safety Data Sheet resmi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEtodolac is a well-characterized pyranoindole acetic acid nonsteroidal anti-inflammatory compound supplied for laboratory research and testing. It is widely used as a reference inhibitor in cyclooxygenase enzyme assays and in structure–activity studies, where its preferential inhibition of the COX-2 isoform provides a valuable benchmark for evaluating new candidates. The molecule contains a chiral center and a weakly acidic carboxylic acid group, making it a useful model substrate for chiral chromatographic separation, HPLC method development and validation, and pH-dependent dissolution and formulation research. Store it cool, dry, tightly closed, and protected from light, and handle it as a pharmacologically active powder. For research use only.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eStrickmann dkk. (2001). Isolation of an unknown metabolite of the non-steroidal anti-inflammatory drug etodolac and its identification as 5-hydroxy etodolac. \u003cem\u003eJournal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0731-7085(01)00358-2\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0731-7085(01)00358-2\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWilcox dkk. (1997). Acute Colitis Associated with Etodolac. \u003cem\u003eJournal of Clinical Gastroenterology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1097\/00004836-199707000-00017\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1097\/00004836-199707000-00017\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eGulabrao Bhamare dkk. (2020). DETERMINATION OF ETODOLAC BY RP-HPLC METHOD. \u003cem\u003eInternational Research Journal Of Pharmacy\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.7897\/2230-8407.110980\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.7897\/2230-8407.110980\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086902046938,"sku":"TCI2510E085828658","price":1659000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086902079706,"sku":"TCI2510E085828659","price":5425000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0858.jpg?v=1768205241"},{"product_id":"tci2510e089028703","title":"TCI E0890 1257-08-5 (-)-Epicatechin Gallate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e(-)-Epicatechin Gallate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian bidang kehidupan ilmu pengetahuan. Bahan ini merupakan salah satu komponen aktif dalam beberapa tanaman obat, terutama dalam daun teh dan tanaman lain yang memiliki aktivitas antioksidan. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk eksperimen terkait aktivitas biologis, termasuk studi tentang efek antioksidan, anti-inflamasi, dan potensi terapi. Karena sifatnya yang stabil dan mudah tersedia dalam bentuk murni, (-)-Epicatechin Gallate menjadi pilihan utama para peneliti yang membutuhkan senyawa dengan aktivitas biologis yang terukur.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003e(-)-Epicatechin Gallate memiliki struktur kimia kompleks yang memungkinkan interaksi dengan berbagai jalur biologis dalam tubuh. Senyawa ini memiliki daya antioksidan yang tinggi, sehingga dapat digunakan untuk menilai kemampuan suatu bahan untuk menetralkan radikal bebas. Sifat ini menjadikannya relevan dalam penelitian kesehatan, farmasi, dan nutrisi. Selain itu, senyawa ini juga stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam berbagai eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, (-)-Epicatechin Gallate digunakan dalam penelitian terapan kesehatan, penelitian farmakologi, serta studi tentang efek bioaktif tanaman obat. Bahan ini sering dipakai dalam laboratorium yang fokus pada pengembangan obat baru, analisis senyawa alami, dan penelitian kesehatan masyarakat. Karena ketersediaannya yang cukup dan keandalan sifatnya, senyawa ini menjadi bahan yang populer di berbagai institusi penelitian di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian aktivitas antioksidan untuk mengevaluasi efek senyawa alami terhadap radikal bebas\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat baru dengan mekanisme kerja berbasis senyawa bioaktif\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi efek anti-inflamasi pada model sel atau organisme hidup\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis komponen aktif dalam tanaman obat untuk pengembangan produk farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji toksisitas dan keamanan senyawa alami dalam lingkungan biologis\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 1257-08-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 20mg, 100mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e(-)-Epicatechin Gallate harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung. Tempat penyimpanan yang ideal adalah suhu kamar dengan kelembapan rendah. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata dilengkapi. Selama eksperimen, pastikan prosedur penanganan sesuai dengan standar keselamatan laboratorium untuk mencegah risiko paparan berlebihan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e(-)-Epicatechin Gallate is a chemical compound widely used in life science research, particularly in the study of bioactive compounds derived from natural sources. This compound is known for its strong antioxidant properties and is commonly used in experiments related to health, pharmacology, and nutraceutical research. Its stability and availability in pure form make it a preferred choice for researchers seeking to evaluate the biological effects of natural substances. In laboratory settings, it plays a crucial role in assessing the potential therapeutic applications of plant-derived compounds. The compound is often employed in studies involving antioxidant activity, anti-inflammatory effects, and the development of new pharmaceutical products. Due to its relevance in various scientific fields, (-)-Epicatechin Gallate remains a valuable tool for researchers in Indonesia and beyond.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eIsnawati dkk. (2015). Studi Docking Molekuler Catechin Gallate, Epicatechin Gallate, Gallocatechin Gallate, dan Epigallocatechin Gallate sebagai Obat Dislipidemia. \u003cem\u003eJurnal Kefarmasian Indonesia\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.22435\/jki.v5i1.4083.25-32\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.22435\/jki.v5i1.4083.25-32\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eTagashira dkk. (2012). Influence of Gallate and Pyrogallol Moieties on the Intestinal Absorption of (−)‐Epicatechin and (−)‐Epicatechin Gallate. \u003cem\u003eJournal of Food Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/j.1750-3841.2012.02902.x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1111\/j.1750-3841.2012.02902.x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eIGARASHI dkk. (1999). Comparison of the Preventive Effects of Epigallocatechin Gallate, Epicatechin Gallate and Epicatechin on Paraquat-Induced Oxidative Stress in Rats.. \u003cem\u003eFood Science and Technology Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3136\/fstr.5.69\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3136\/fstr.5.69\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"20mg","offer_id":48086904930522,"sku":"TCI2510E089028703","price":6100000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100mg","offer_id":48086904963290,"sku":"TCI2510E089028704","price":20095000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0890.jpg?v=1767111924"},{"product_id":"tci2510e094628785","title":"TCI E0946 60940-34-3 Ebselen","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEbselen (TCI E0946) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian bidang kehidupan ilmu pengetahuan. Bahan ini termasuk dalam kategori bioaktif dan sering digunakan sebagai bahan bantu dalam reaksi kimia dan analisis biologis. Ebselen memiliki kemampuan untuk berfungsi sebagai penghambat enzim dan juga sebagai agen antioksidan, menjadikannya relevan dalam penelitian terkait mekanisme reaksi enzimatik dan proses oksidatif dalam tubuh. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan untuk mempelajari efek senyawa tertentu terhadap aktivitas enzim dan proses biokimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eEbselen memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berfungsi sebagai pengganti selenium dalam reaksi tertentu. Bahan ini memiliki struktur kimia yang memungkinkannya berinteraksi dengan berbagai substrat dan enzim, sehingga menjadi alat yang sangat berguna dalam penelitian biokimia. Karena sifatnya yang tidak beracun dan relatif aman dalam penggunaan yang tepat, Ebselen menjadi pilihan utama dalam laboratorium yang membutuhkan bahan kimia yang efektif dan aman.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Ebselen digunakan secara luas dalam penelitian terkait penyakit degeneratif, metabolisme oksidatif, dan pengembangan obat. Bahan ini juga menjadi bagian dari penelitian yang mengeksplorasi peran senyawa kimia dalam proses biologis, terutama dalam bidang farmakologi dan biokimia. Karena kehandalannya, Ebselen sering dipilih oleh peneliti untuk mempercepat proses analisis dan eksperimen di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme reaksi enzimatik dalam proses biokimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat yang menargetkan jalur oksidatif dalam sel\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis aktivitas antioksidan pada berbagai sampel biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang efek senyawa kimia terhadap aktivitas enzim tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang peran Ebselen dalam proses metabolisme dan penyakit degeneratif\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 60940-34-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Enzymes, Enzyme Inhibitors, Enzyme Substrates\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25mg, 100mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEbselen sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat dan ditempatkan di area yang tidak terkena sinar matahari langsung. Karena sifatnya yang kimia, bahan ini harus disimpan di suhu kamar dan jauh dari bahan kimia lain yang bersifat oksidatif. Penggunaan Ebselen harus dilakukan dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEbselen (TCI E0946) is a chemical compound widely used in life science research, particularly in biochemical and enzymatic studies. It functions as an enzyme inhibitor and antioxidant, making it valuable for investigating oxidative processes and enzymatic reactions. This compound is commonly used in laboratories for analyzing the effects of chemical substances on enzyme activity and biological processes. Its stable chemical properties and non-toxic nature make it a preferred choice in various research applications. Ebselen is suitable for studies related to oxidative stress, metabolic pathways, and the development of therapeutic agents. Its versatility and reliability make it an essential tool in both academic and industrial research settings.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePearson dkk. (2007). Density Functional Theory Study of the Reaction Mechanism and Energetics of the Reduction of Hydrogen Peroxide by Ebselen, Ebselen Diselenide, and Ebselen Selenol. \u003cem\u003eThe Journal of Physical Chemistry A\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/jp071499n\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/jp071499n\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eImai dkk. (2003). Antioxidant ebselen reduces oxidative damage in focal cerebral ischemia. \u003cem\u003eFree Radical Biology and Medicine\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0891-5849(02)01180-2\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0891-5849(02)01180-2\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLapchak dkk. (2003). Ebselen, a Seleno-Organic Antioxidant, Is Neuroprotective After Embolic Strokes in Rabbits. \u003cem\u003eStroke\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1161\/01.str.0000081223.74129.04\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1161\/01.str.0000081223.74129.04\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25mg","offer_id":48086911779034,"sku":"TCI2510E094628785","price":1941000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100mg","offer_id":48086911811802,"sku":"TCI2510E094628786","price":5707000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0946.jpg?v=1771058451"},{"product_id":"tci2510e099728854","title":"TCI E0997 154598-52-4 Efavirenz","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEfavirenz adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang farmakologi dan virologi. Sebagai salah satu obat antiretroviral, Efavirenz berperan penting dalam pengobatan infeksi HIV. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium untuk menguji efektivitas obat, mengembangkan terapi baru, serta memantau respons biologis terhadap pengobatan. Dalam konteks penelitian, Efavirenz juga digunakan untuk mengevaluasi mekanisme kerja obat dan dampaknya terhadap sel target.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eEfavirenz memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat disimpan dalam kondisi tertentu. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang memungkinkan penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia dan uji laboratorium. Karena sifatnya yang tidak beracun dalam dosis tertentu, Efavirenz sering dipilih sebagai bahan baku untuk eksperimen yang memerlukan keamanan tinggi. Selain itu, senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai prosedur kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Efavirenz digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat, terutama dalam studi tentang pengendalian penyakit HIV. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian farmakologi di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset. Dengan keandalan dan kejelasan sifatnya, Efavirenz menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen ilmiah di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian efektivitas obat antiretroviral untuk pengobatan HIV\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian mekanisme kerja senyawa farmakologis dalam tubuh manusia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan terapi kombinasi untuk meningkatkan respons imun pasien\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji respons biologis sel terhadap pengaruh obat dalam lingkungan laboratorium\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kandungan senyawa dalam sampel biologis untuk penelitian farmakologi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 154598-52-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEfavirenz harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat dianjurkan. Bahan ini tidak beracun dalam dosis yang digunakan untuk penelitian, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam penggunaan, pastikan prosedur kerja mematuhi protokol keselamatan laboratorium. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk mencegah risiko paparan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEfavirenz is a chemical compound widely used in pharmaceutical and virology research. As an antiretroviral agent, it plays a crucial role in the treatment of HIV infections. In laboratory settings, Efavirenz is commonly used to test drug efficacy, develop new therapies, and monitor biological responses to treatment. Its chemical properties, including stability and solubility in organic solvents, make it a versatile reagent for various experimental procedures. In Indonesia, Efavirenz is utilized in public health research, particularly in studies related to HIV control and treatment. Its reliability and well-defined characteristics make it a preferred choice for scientific experiments in both academic and research institutions.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2024). Efavirenz. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-024-58711-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-024-58711-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2024). Efavirenz. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-024-55558-9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-024-55558-9\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u0026NA; (2007). Efavirenz + 2 ?? NRTIs beats efavirenz + lopinavir\/ritonavir. \u003cem\u003eInpharma Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2165\/00128413-200715770-00041\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2165\/00128413-200715770-00041\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086915940570,"sku":"TCI2510E099728854","price":2447000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0997.jpg?v=1767112132"},{"product_id":"tci2510e108428968","title":"TCI E1084 970-74-1 (-)-Epigallocatechin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e(-)-Epigallocatechin adalah senyawa fenolik yang terdapat secara alami dalam daun teh hijau. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian biokimia dan farmakologi karena memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Sebagai komponen utama dari senyawa flavonoid, (-)-Epigallocatechin berperan dalam studi metabolisme, efek farmakologis, dan interaksi biologis berbagai senyawa. Dalam laboratorium, bahan ini digunakan untuk menguji efek antioksidan, aktivitas anti-inflamasi, dan potensi sebagai agen terapi dalam penelitian kesehatan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama dari (-)-Epigallocatechin adalah struktur kimianya yang kompleks dan kemampuannya untuk menetralkan radikal bebas. Bahan ini memiliki stabilitas relatif tinggi dalam kondisi tertentu dan mudah dikristalkan, sehingga memudahkan proses pemanfaatan dalam eksperimen. Karena sifatnya yang tidak beracun dan tidak menyebabkan reaksi kimia yang berbahaya, (-)-Epigallocatechin menjadi pilihan yang aman untuk penggunaan di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, (-)-Epigallocatechin digunakan dalam penelitian bidang kesehatan, farmasi, dan nutrisi. Bahan ini sering diaplikasikan dalam studi tentang efek antioksidan pada sel manusia, pengembangan obat herbal, serta penelitian tentang penyakit degeneratif seperti diabetes dan penyakit jantung. Peneliti di laboratorium Indonesia memanfaatkan bahan ini untuk mendukung inovasi dalam bidang kesehatan masyarakat.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang efek antioksidan pada sel manusia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat herbal berbasis tanaman\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi aktivitas anti-inflamasi pada berbagai model biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis komponen aktif dalam ekstrak tanaman\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji konsentrasi optimal untuk efek farmakologis\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 970-74-1\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 10mg, 50mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Kristal\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara dan dingin\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e(-)-Epigallocatechin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung. Tempat penyimpanan ideal adalah pada suhu kamar yang stabil dan kering. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap harus ditangani dengan hati-hati untuk mencegah kontaminasi. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e(-)-Epigallocatechin is a natural polyphenolic compound found in green tea leaves, widely used in biochemical and pharmacological research due to its potent antioxidant properties. This compound plays a key role in studies related to oxidative stress, inflammation, and therapeutic applications. Its complex molecular structure and ability to neutralize free radicals make it a valuable tool for researchers. In Indonesia, (-)-Epigallocatechin is commonly applied in health, pharmaceutical, and nutritional research, supporting innovations in disease prevention and treatment. Its stability and safety profile make it a preferred choice for experimental use in laboratories across the country.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eIchikawa dkk. (2018). Synthesis of epigallocatechin trimer, (epigallocatechin)2-epicatechin, and (epigallocatechin)2-catechin via a Lewis acid mediated one-pot condensation and their antitumor activities in prostate cancer cells. \u003cem\u003eTetrahedron\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.tet.2018.04.089\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.tet.2018.04.089\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eHan dkk. (2018). Effect Of epigallocatechin-3-gallate on the pharmacokinetics of amlodipine in rats. \u003cem\u003eXenobiotica\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1080\/00498254.2018.1519732\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1080\/00498254.2018.1519732\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLi dkk. (2009). Electrospun Zein Fibers as Carriers to Stabilize (−)‐Epigallocatechin Gallate. \u003cem\u003eJournal of Food Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/j.1750-3841.2009.01093.x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1111\/j.1750-3841.2009.01093.x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"10mg","offer_id":48086922625242,"sku":"TCI2510E108428968","price":2727000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"50mg","offer_id":48086922658010,"sku":"TCI2510E108428969","price":9529000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E1084.jpg?v=1767112304"},{"product_id":"tci2510e154729597","title":"TCI E1547 550-24-3 Embelin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI E1547 Embelin adalah senyawa benzokuinon terhidroksilasi dengan rantai alkil panjang yang secara alami ditemukan pada buah tanaman Embelia ribes, tumbuhan yang lama dikenal dalam pengobatan tradisional Asia. Struktur molekulnya menggabungkan inti kuinon yang mudah menerima elektron dengan ekor hidrokarbon yang bersifat lipofilik, sehingga senyawa ini mampu menembus membran sel dengan baik. Di laboratorium, Embelin dipakai sebagai bahan baku penelitian bahan alam, senyawa acuan fitokimia, serta probe molekuler dalam kajian biokimia yang mempelajari interaksi protein dan senyawa kecil pada sistem model.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang membuat Embelin banyak dipilih adalah dualitas kimianya. Inti hidroksikuinon memberikan sifat redoks yang jelas dan warna khas yang memudahkan pemantauan visual maupun spektrofotometri, sementara rantai alkil panjang memberikan kelarutan baik dalam pelarut organik dan dalam sistem berbasis lipid. Gugus hidroksil pada cincin kuinon bersifat asam lemah sehingga perilaku senyawa dapat berubah mengikuti pH medium, dan hal ini kerap dimanfaatkan peneliti untuk mengatur kelarutan pada percobaan. Kombinasi tersebut menjadikannya model yang menarik untuk mempelajari hubungan struktur dengan aktivitas.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, penelitian bahan alam merupakan salah satu bidang riset yang paling aktif, didukung kekayaan hayati dan tradisi pengobatan herbal yang panjang. Embelin murni dari sumber komersial dibutuhkan sebagai pembanding ketika peneliti mengisolasi senyawa serupa dari tumbuhan lokal, sekaligus sebagai kontrol positif pada uji hayati skala laboratorium. Kemasan 100 miligram sesuai untuk serangkaian uji in vitro, pengukuran spektroskopi, dan penyiapan larutan induk penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eBaku pembanding fitokimia: dipakai sebagai senyawa acuan murni ketika peneliti mengonfirmasi identitas hasil isolasi kuinon dari ekstrak tumbuhan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian aktivitas antioksidan: sifat redoks inti hidroksikuinon membuatnya cocok sebagai model dalam pengukuran kapasitas penangkapan radikal bebas.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eProbe biokimia interaksi protein: struktur kecilnya yang lipofilik dipakai mempelajari pengikatan senyawa kecil pada protein target dalam sistem in vitro.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian hubungan struktur dan aktivitas: kerangka kuinon beralkil menjadi titik awal sintesis analog untuk membandingkan pengaruh panjang rantai.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKalibrasi metode kromatografi: warna dan serapan khasnya memudahkan penetapan waktu retensi acuan pada analisis KLT maupun kromatografi cair.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 550-24-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Crude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100 mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan serbuk berwarna; rujuk lembar data dan CoA produsen untuk rincian\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai label produsen\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan Embelin dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, mengikuti anjuran pada label produsen. Senyawa kuinon dapat mengalami perubahan warna dan degradasi oksidatif bila terpapar udara, cahaya, atau kelembapan dalam waktu lama, sehingga wadah amber dan penyimpanan bersama desikan sangat dianjurkan. Tutup rapat kembali segera setelah penimbangan dan hindari kontak langsung dengan kulit karena senyawa berwarna mudah meninggalkan noda. Gunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta bekerja di ruang berventilasi baik. Perlakukan produk ini khusus untuk penggunaan riset dan eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI E1547 Embelin (CAS 550-24-3) is a naturally occurring alkyl-substituted hydroxybenzoquinone isolated from Embelia ribes, long used in traditional Asian medicine. Its molecular architecture combines a redox-active quinone core with a long lipophilic alkyl chain, giving good membrane permeability and solubility in organic and lipid-based systems. Laboratories use it as a phytochemical reference standard, as a positive control in bioassays, and as a small-molecule probe in biochemical studies of protein-ligand interactions. The acidic hydroxyl groups allow solubility to be tuned with pH, while its characteristic colour and ultraviolet absorption simplify chromatographic tracking. Supplied in 100 mg for research and experimental use.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLamblin dkk. (2012). Synthesis and biological evaluation of hydrophilic embelin derivatives. \u003cem\u003eTetrahedron\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.tet.2012.04.024\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.tet.2012.04.024\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eShuveksh dkk. (2017). Chemical and Biological Aspects of the Natural 1,4-Benzoquinone Embelin and its (semi-)Synthetic Derivatives. \u003cem\u003eCurrent Medicinal Chemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2174\/0929867324666170116125731\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2174\/0929867324666170116125731\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eDhaka dkk. (2026). Formulation, Characterization, and Biological Assessment of Embelin-Loaded Glycerosomes. \u003cem\u003eASSAY and Drug Development Technologies\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1177\/1540658x261449845\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1177\/1540658x261449845\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100mg","offer_id":48086968434906,"sku":"TCI2510E154729597","price":8320000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E1547.jpg?v=1767113042"},{"product_id":"tci2510f025530012","title":"TCI F0255 487-26-3 Flavanone","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFlavanone TCI F0255 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Sebagai salah satu senyawa heterosiklik, flavanone memiliki struktur dasar yang terdiri dari dua cincin aromatik yang terhubung oleh jembatan oksigen. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium untuk membangun struktur senyawa dengan fungsi biologis tertentu. Flavanone memiliki peran penting dalam bidang farmakologi dan sintesis organik, terutama dalam pengembangan senyawa yang memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan atau anti-inflamasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eFlavanone memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap sensitif terhadap kelembapan dan paparan cahaya. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, sehingga mudah digunakan dalam reaksi kimia. Keberadaan grup hidroksil dan karbonil dalam struktur flavanone membuatnya sangat cocak untuk reaksi substitusi dan reduksi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, flavanone sering digunakan dalam penelitian ilmiah dan pendidikan. Bahan ini menjadi bagian dari proses sintesis senyawa farmakologis, serta digunakan dalam penelitian tentang aktivitas biologis senyawa alami. Flavanone juga menjadi bahan bantu dalam pembuatan senyawa yang memiliki potensi dalam bidang kesehatan dan pangan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa antioksidan untuk penelitian farmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan senyawa anti-inflamasi dalam bidang kesehatan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eReaksi kimia untuk pembuatan senyawa heterosiklik kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang aktivitas biologis senyawa alami\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan bahan aktif dalam formulasi obat dan suplemen\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 487-26-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFlavanone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Bahan ini harus dihindari dari kontak langsung dengan air atau kelembapan untuk menjaga kestabilan kimianya. Di laboratorium, penggunaan flavanone harus dilakukan dalam ruang yang terkontrol dan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan kacamata.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFlavanone TCI F0255 is a chemical compound widely used in laboratory settings for the synthesis of complex organic molecules. As a heterocyclic building block, it serves as a key intermediate in the development of bioactive compounds, particularly in pharmaceutical and medicinal chemistry research. Its molecular structure, featuring two aromatic rings connected by an oxygen bridge, makes it a versatile component in various chemical reactions. The compound is known for its stability under controlled conditions and its solubility in organic solvents, which facilitates its use in synthetic processes. In Indonesian laboratories, flavanone is commonly employed in the study of natural compounds and the development of new therapeutic agents, contributing to advancements in health and pharmaceutical sciences.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eWURM dkk. (1993). ChemInform Abstract: 5′‐Chalcone and 6‐Flavanone Carboxylic Acids.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.199326139\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.199326139\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSwift dkk. (2012). Inhibiton of CYP 3A4 with novel synthetic coumarin and flavanone analogs. \u003cem\u003eThe FASEB Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1096\/fasebj.26.1_supplement.967.4\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1096\/fasebj.26.1_supplement.967.4\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBHATTACHARYYA dkk. (1995). ChemInform Abstract: Dioclein, a Flavanone from the Roots of Dioclea grandiflora.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.199527277\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.199527277\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086990127322,"sku":"TCI2510F025530012","price":1097000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086990160090,"sku":"TCI2510F025530013","price":3289000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510F0255.jpg?v=1767113494"},{"product_id":"tci2510f085830853","title":"TCI F0858 61718-82-9 Fluvoxamine Maleate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFluvoxamine Maleate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologis dan biokimia. Bahan ini termasuk dalam kategori reagen farmakologi yang digunakan untuk eksperimen ilmiah, terutama dalam studi tentang efek obat pada sistem saraf pusat. Sebagai salah satu derivat dari fluoksetin, senyawa ini sering dipakai untuk mengeksplorasi mekanisme kerja obat antidepresi dan antipsikotik. Dalam laboratorium, Fluvoxamine Maleate digunakan untuk menguji respons sel terhadap berbagai stimulan atau inhibitor, serta untuk memahami interaksi molekuler dalam proses fisiologis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eFluvoxamine Maleate memiliki sifat kimia stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat ini, bahan ini mudah disimpan dan digunakan dalam berbagai eksperimen tanpa mengalami degradasi signifikan. Selain itu, senyawa ini memiliki struktur molekuler yang jelas dan mudah dianalisis melalui teknik seperti HPLC atau spektroskopi UV-Vis. Kejernihan dan kestabilannya membuat Fluvoxamine Maleate menjadi pilihan utama dalam penelitian ilmiah.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Fluvoxamine Maleate sering digunakan dalam penelitian farmakologi dan neurobiologi. Bahan ini sangat relevan untuk studi tentang efek obat pada sistem saraf, serta untuk pengembangan obat baru. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia mengandalkan senyawa ini untuk eksperimen yang memerlukan bahan kimia berkualitas tinggi dan presisi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang efek obat antidepresi pada sel saraf\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji interaksi molekuler dalam proses neurotransmisinya\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan model eksperimental untuk penelitian psikofarmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kuantitatif senyawa aktif dalam sampel biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang mekanisme kerja obat pada sistem saraf pusat\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 61718-82-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Pharmaceutical Research Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFluvoxamine Maleate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Tempat penyimpanan yang ideal adalah di ruang laboratorium dengan suhu kamar dan kelembapan rendah. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup dan jauh dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFluvoxamine Maleate is a chemical compound widely used in pharmaceutical and biochemical research. It serves as a key reagent in experimental studies related to the effects of drugs on the central nervous system. This compound is commonly used to investigate the molecular interactions and mechanisms of action of antidepressants and antipsychotic drugs. Its stable chemical properties and solubility in organic solvents make it ideal for various laboratory applications. Fluvoxamine Maleate is particularly valuable in research focused on neuropharmacology, drug development, and biological sample analysis. Its reliability and consistency ensure accurate and reproducible results in scientific experiments.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eSamel dkk. (2026). Formulation and Evaluation of Fluvoxamine Maleate ExtendedRelease Capsules. \u003cem\u003eInternational Journal of Drug Delivery Technology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.25258\/ijddt.16.18s.106\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.25258\/ijddt.16.18s.106\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eTunçel dkk. (1994). The Polarographic Determination of Fluvoxamine Maleate. \u003cem\u003eAnalytical Letters\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1080\/00032719408000284\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1080\/00032719408000284\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(1994). Criteria for use of fluvoxamine maleate in adult inpatients and outpatients. \u003cem\u003eAmerican Journal of Health-System Pharmacy\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/ajhp\/51.18.2282\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1093\/ajhp\/51.18.2282\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48087040426202,"sku":"TCI2510F085830853","price":1097000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48087040458970,"sku":"TCI2510F085830854","price":3682000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510F0858.jpg?v=1768360261"},{"product_id":"tci2510f086830870","title":"TCI F0868 485-72-3 Formononetin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFormononetin adalah senyawa alami yang termasuk dalam kategori isoflavonoid, sering ditemukan dalam tanaman seperti *Onobrychis vulgaris* dan *Glycyrrhiza glabra*. Bahan ini digunakan dalam berbagai penelitian biokimia dan farmakologi untuk mempelajari mekanisme aktivitas biologisnya, terutama dalam bidang kesehatan dan pengobatan tradisional. Dalam laboratorium, Formononetin sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai agen pengujian dalam uji aktivitas antioksidan, antitumor, dan antiinflamasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eFormononetin memiliki struktur kimia kompleks yang memberikan sifat reaktif dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai molekul biologis. Karakteristik ini membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam penelitian tentang interaksi molekuler dan efek farmakologis. Selain itu, senyawa ini relatif stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam eksperimen jangka panjang.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, Formononetin digunakan untuk penelitian terkait kesehatan masyarakat, pengembangan obat tradisional, serta studi tentang senyawa alami yang berasal dari flora lokal. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian yang berfokus pada penggunaan bahan alami dalam bidang medis dan farmasi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas antioksidan untuk mengevaluasi kemampuan senyawa dalam menetralkan radikal bebas\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian farmakologis untuk memahami efek biologis dan mekanisme kerja senyawa\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa turunan isoflavonoid untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis senyawa alami dalam tanaman obat sebagai bagian dari penelitian fitokimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian efek antiinflamasi untuk studi terapi alternatif dalam bidang kesehatan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 485-72-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFormononetin harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang stabil dan kering. Dalam penggunaan, pastikan wadah tidak terbuka terlalu lama untuk mencegah kontaminasi atau penguapan. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk meminimalkan risiko paparan langsung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFormononetin is a natural compound belonging to the isoflavonoid class, commonly found in plants such as *Onobrychis vulgaris* and *Glycyrrhiza glabra*. It is widely used in biochemical and pharmacological research to study its biological activities, particularly in the fields of health and traditional medicine. This compound is often utilized as a starting material for the synthesis of other compounds or as a test agent in antioxidant, antitumor, and anti-inflammatory studies. Formononetin has a complex chemical structure that allows it to react with various biological molecules, making it a popular choice in molecular interaction and pharmacological effect research. Its relatively stable nature under certain conditions facilitates long-term storage and use in experiments. In Indonesian laboratories, Formononetin is used in research related to public health, the development of traditional medicines, and the study of natural compounds from local flora. It also plays a role in research programs focused on the use of natural substances in medical and pharmaceutical fields.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eXiao dkk. (2025). Anti-Alzheimer's Disease Target and Beneficial Effect in Formononetin. \u003cem\u003eCurrent Nutrition \u0026amp; Food Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2174\/0115734013305275241022104452\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2174\/0115734013305275241022104452\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eZhang dkk. (2026). Formononetin-derived quantum dots suppress colon cancer growth by triggering mitochondrial apoptosis. \u003cem\u003eNanomedicine\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1080\/17435889.2026.2615097\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1080\/17435889.2026.2615097\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLuo dkk. (2024). Synthesis of Formononetin Derivatives and Cardioprotective Effects. \u003cem\u003eChemical and Pharmaceutical Bulletin\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1248\/cpb.c24-00226\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1248\/cpb.c24-00226\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48087041179866,"sku":"TCI2510F086830870","price":2615000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48087041212634,"sku":"TCI2510F086830871","price":9050000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510F0868.jpg?v=1767113924"},{"product_id":"tci2510g001131577","title":"TCI G0011 149-91-7 Gallic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eGallic Acid (Asam Galat) adalah senyawa organik yang memiliki struktur fenolik dengan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai senyawa lain. Bahan ini sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks atau dalam reaksi redoks. Sebagai bahan dasar, Gallic Acid memiliki peran penting dalam pembentukan senyawa fenolik, yang banyak ditemukan dalam produk alami seperti tanaman obat dan bahan makanan. Dalam laboratorium, Gallic Acid digunakan untuk menguji reaktivitas senyawa, memperkaya senyawa intermediat, atau sebagai bahan bantu dalam analisis kualitatif dan kuantitatif.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eGallic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai kondisi lingkungan. Bahan ini bersifat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, tetapi tidak larut dalam air. Sifat ini membuatnya mudah digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan pelarut organik. Selain itu, Gallic Acid memiliki kemampuan untuk berikatan dengan logam berat, sehingga menjadi bahan yang sangat berguna dalam analisis kimia dan sintesis senyawa kompleks.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, Gallic Acid digunakan secara luas dalam penelitian kimia, farmasi, dan lingkungan. Banyak institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia menggunakan bahan ini untuk eksperimen terkait senyawa fenolik, analisis kualitatif, dan sintesis senyawa baru. Ketersediaan dan keandalan produk ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai penelitian di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDalam sintesis senyawa fenolik, Gallic Acid digunakan sebagai bahan dasar untuk memperkaya struktur senyawa yang dihasilkan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDalam analisis kualitatif, Gallic Acid digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan senyawa fenolik dalam sampel.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDalam reaksi redoks, Gallic Acid berperan sebagai donor elektron yang membantu proses reduksi atau oksidasi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDalam penelitian farmasi, Gallic Acid digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan dan efek biologis senyawa fenolik.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDalam studi lingkungan, Gallic Acid digunakan untuk mengevaluasi dampak polutan dan kemampuan senyawa untuk berikatan dengan logam berat.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 149-91-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 100g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya langsung dan kelembapan.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eGallic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, terhindar dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Penyimpanan dalam lingkungan kering dan dingin akan memperpanjang masa simpan bahan ini. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena bahan ini bersifat iritatif. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Simpan jauh dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif untuk mencegah reaksi tidak terduga.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eGallic Acid (Asam Galat) adalah senyawa organik fenolik yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia. Bahan ini memiliki struktur yang stabil dan reaktif, membuatnya cocok untuk sintesis senyawa kompleks, analisis kualitatif, dan studi reaksi redoks. Dengan sifat larut dalam pelarut organik, Gallic Acid mudah digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium. Bahan ini juga memiliki kemampuan untuk berikatan dengan logam berat, sehingga menjadi alat penting dalam penelitian farmasi dan lingkungan. Dalam konteks laboratorium Indonesia, Gallic Acid menjadi pilihan utama dalam penelitian dan pengembangan senyawa fenolik.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eJaén dkk. (2003). Gallic Acid, Ellagic Acid and Pyrogallol Reaction with Metallic Iron. \u003cem\u003eHyperfine Interactions\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1023\/b:hype.0000003784.88539.d4\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1023\/b:hype.0000003784.88539.d4\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eGarro^Galvez dkk. (1996). Gallic acid as a model of tannins in condensation with formaldehyde. \u003cem\u003eThermochimica Acta\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0040-6031(95)02630-4\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0040-6031(95)02630-4\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eOw dkk. (2003). Gallic Acid and Gallic Acid Derivatives: Effects on Drug Metabolizing Enzymes. \u003cem\u003eCurrent Drug Metabolism\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2174\/1389200033489479\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2174\/1389200033489479\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087084105946,"sku":"TCI2510G001131577","price":536000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100g","offer_id":48087084138714,"sku":"TCI2510G001131578","price":1153000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087084171482,"sku":"TCI2510G001131579","price":2447000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510G0011.jpg?v=1767114446"},{"product_id":"tci2510g001431584","title":"TCI G0014 530-57-4 Syringic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSiringic Acid adalah senyawa organik yang digunakan dalam penelitian biomedis dan kimia farmakologis. Bahan ini sering ditemukan dalam studi terkait kanker dan mekanisme pertumbuhan sel. Sebagai salah satu senyawa fenolik, Siringic Acid memiliki aktivitas antioksidan dan kemampuan untuk memengaruhi jalur metabolisme sel. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk mengeksplorasi efek biologis terhadap sel kanker, termasuk penghambatan proliferasi dan induksi apoptosis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSiringic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol. Karena kemurniannya tinggi dan konsistensi kualitas, senyawa ini dipilih untuk eksperimen yang membutuhkan presisi tinggi. Selain itu, struktur kimianya yang kompleks memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi berbagai reaksi kimia dan interaksi molekuler.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Siringic Acid sering digunakan dalam penelitian kanker, terutama dalam studi yang melibatkan pengujian obat baru dan modifikasi senyawa untuk meningkatkan efektivitas terapi. Bahan ini juga menjadi pilihan utama bagi peneliti yang ingin memahami mekanisme penyakit dan mencari solusi terapi alternatif.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian kanker untuk memahami mekanisme pertumbuhan sel\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian senyawa antioksidan dalam penelitian farmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen biokimia untuk analisis aktivitas enzim\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi interaksi molekuler dalam jalur metabolisme sel\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat baru melalui sintesis dan modifikasi senyawa\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 530-57-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Cell Biology \u003e Cancer Research\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 100g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSiringic Acid harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber cahaya langsung dan kelembapan tinggi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat menangani bahan ini, peneliti harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini bisa bersifat iritatif. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari kontaminasi atau risiko kecelakaan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSiringic Acid is a versatile organic compound widely used in biomedical and pharmacological research. Known for its antioxidant properties and structural complexity, it plays a crucial role in studies related to cancer and cellular metabolism. This compound is commonly employed in experiments aimed at understanding cell proliferation mechanisms and developing new therapeutic approaches. Its high purity and consistent quality make it a preferred choice for precise laboratory applications. In Indonesia, Siringic Acid is extensively used in cancer research, particularly in drug testing and molecular interaction studies. Its stability and solubility in organic solvents further enhance its utility in various biochemical and pharmacological investigations.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eKhim Phin dkk. (2009). In Vitro Synergy Effect of Syringic Acid, Caffeic Acid and 4-hydroxybenzoic Acid against Ganoderma boninense. \u003cem\u003eInternational Journal of Engineering and Technology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.7763\/ijet.2009.v1.53\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.7763\/ijet.2009.v1.53\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eZhang dkk. (2020). Heterogeneous reaction of ozone with syringic acid: Uptake of O3 and changes in the composition and optical property of syringic acid. \u003cem\u003eEnvironmental Pollution\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.envpol.2019.113632\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.envpol.2019.113632\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eJohn dkk. (2021). 3,5-Dimethoxy-4-benzoic acid (syringic acid) a natural phenolic acid reduces reactive oxygen species in differentiated 3T3-L1 adipocytes. \u003cem\u003eIn Vitro Cellular \u0026amp; Developmental Biology - Animal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s11626-021-00549-7\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s11626-021-00549-7\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087084400858,"sku":"TCI2510G001431584","price":2390000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100g","offer_id":48087084433626,"sku":"TCI2510G001431585","price":5847000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087084466394,"sku":"TCI2510G001431586","price":17314000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510G0014.jpg?v=1769056212"},{"product_id":"tci2510g001831595","title":"TCI G0018 121-79-9 Propyl Gallate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePropyl Gallate (PG) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam bidang kimia organik dan analisis. Bahan ini memiliki sifat antioksidan yang kuat, sehingga sering digunakan untuk mencegah oksidasi pada senyawa yang sensitif terhadap udara atau cahaya. Dalam laboratorium, PG sering ditemukan dalam proses sintesis senyawa kompleks, sebagai pengawet, atau dalam penelitian tentang stabilitas kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePropyl Gallate memiliki struktur kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Sifat antioksidannya membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan perlindungan terhadap degradasi senyawa. Selain itu, PG tidak bersifat toksik dalam dosis yang wajar, sehingga relatif aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Propyl Gallate sering digunakan dalam penelitian kimia murni, pengembangan produk farmasi, dan analisis kualitas bahan kimia. Bahan ini juga ditemukan dalam industri kosmetik dan pangan, sehingga relevan untuk penelitian yang terkait dengan aplikasi industri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDigunakan dalam sintesis senyawa organik untuk mencegah oksidasi reaktan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCocok untuk penelitian antioksidan karena sifat kimianya yang stabil\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapat dimanfaatkan dalam analisis komponen kimia dalam produk pangan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBerguna dalam pengujian stabilitas senyawa kimia terhadap lingkungan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapat digunakan sebagai bahan bantu dalam proses formulasi kosmetik\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 121-79-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePropyl Gallate harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penggunaan, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePropyl Gallate (PG) is a versatile chemical compound widely used in laboratory settings, particularly in organic chemistry and analytical applications. Known for its strong antioxidant properties, PG is commonly employed to prevent oxidation of sensitive compounds during synthesis or storage. Its stability and solubility in organic solvents make it a preferred choice for various chemical reactions. In Indonesian laboratories, PG is frequently used in research related to pharmaceutical development, food chemistry, and cosmetic formulation. Its role as a stabilizer and antioxidant makes it an essential component in both academic and industrial research.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePandhi dkk. (2010). Contact depigmentation induced by propyl gallate. \u003cem\u003eClinical and Experimental Dermatology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/j.1365-2230.2010.03930.x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1111\/j.1365-2230.2010.03930.x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eTanaka dkk. (2021). Gallic Acid Derivatives Propyl Gallate and Epigallocatechin Gallate Reduce rRNA Transcription via Induction of KDM2A Activation. \u003cem\u003eBiomolecules\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/biom12010030\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/biom12010030\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eZhang dkk. (2026). Propyl Gallate Attenuates Cognitive Deficits Induced by Chronic Sleep Deprivation Through Nrf2 Activation and NF-κB Inhibition. \u003cem\u003eAntioxidants\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/antiox15010079\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/antiox15010079\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087084859610,"sku":"TCI2510G001831595","price":676000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087084892378,"sku":"TCI2510G001831596","price":4723000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510G0018.jpg?v=1767114470"}],"url":"https:\/\/amiscientific.com\/collections\/tci-l4-chemopreventive-agents-cancer-research.oembed","provider":"AMI Scientific","version":"1.0","type":"link"}