{"title":"Ferroptosis Activators","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eFerroptosis Activators\u003c\/strong\u003e — menghimpun senyawa yang digunakan dalam riset biologi sel untuk memicu ferroptosis, yaitu bentuk kematian sel teregulasi yang bergantung pada akumulasi zat besi dan peroksidasi lipid, melalui berbagai jalur molekuler seperti penghambatan sistem antiporter sistin-glutamat.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eSenyawa pemicu ferroptosis ini dipakai peneliti kanker dan biologi molekuler untuk mempelajari mekanisme kematian sel non-apoptotik pada model sel maupun hewan. Erastin dan turunannya umum dipakai sebagai penginduksi ferroptosis rujukan dalam skrining, sementara senyawa lain seperti sulfasalazine bekerja melalui penghambatan transporter xCT sehingga menurunkan kadar glutation intraseluler dan meningkatkan kerentanan sel terhadap stres oksidatif.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eContoh produk dalam koleksi ini: \u003ca href=\"\/products\/tci2510s058050396\"\u003eTCI S0580 599-79-1 Sulfasalazine\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510e152429572\"\u003eTCI E1524 571203-78-6 Erastin\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510s050950334\"\u003eTCI S0509 79902-63-9 Simvastatin\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510g005931643\"\u003eTCI G0059 56-86-0 L-Glutamic Acid\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003ePemilihan senyawa perlu disesuaikan dengan jalur ferroptosis yang ingin diteliti, baik melalui penghambatan xCT, penipisan glutation, atau jalur lain, serta memperhatikan kemurnian dan kelarutan senyawa dalam pelarut uji. Seluruh produk merupakan produk asli Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang, dengan kemurnian, kemasan, dan kondisi penyimpanan tercantum pada halaman masing-masing item.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eKategori lain yang sejajar di bawah Ferroptosis, sering dipakai bersamaan dalam satu alur kerja laboratorium:\u003c\/p\u003e\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-ferroptosis-inhibitors\"\u003eFerroptosis Inhibitors\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-nutrition-research\"\u003eNutrition Research\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-cell-signaling-and-neuroscience\"\u003eCell Signaling and Neuroscience\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-cancer-research\"\u003eCancer Research\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-immune-system-inflammation-allergy-research\"\u003eImmune System, Inflammation, Allergy Research\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-bioactive-small-molecules\"\u003eBioactive Small Molecules\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003eKembali ke \u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-ferroptosis\"\u003eFerroptosis\u003c\/a\u003e. Untuk pengadaan volume besar, kemasan khusus, atau grade tertentu, hubungi tim AMI Scientific — distributor resmi TCI Japan di Indonesia — untuk pengecekan ketersediaan dan lead time langsung ke Jepang.\u003c\/p\u003e","products":[{"product_id":"tci2510e152429572","title":"TCI E1524 571203-78-6 Erastin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eErastin adalah senyawa molekul kecil yang dikenal luas sebagai penginduksi ferroptosis, yaitu bentuk kematian sel terprogram yang bergantung pada besi dan ditandai penumpukan peroksida lipid. Senyawa ini menjadi rujukan klasik dalam biologi sel karena menghambat sistem transpor sistin–glutamat pada membran sel, sehingga pasokan sistin menurun, sintesis glutation terganggu, dan pertahanan antioksidan sel runtuh. Di laboratorium, erastin dipakai sebagai alat farmakologis untuk memicu ferroptosis secara terkendali pada kultur sel dan mempelajari jalur molekuler yang menyertainya.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eNilai lebih erastin terletak pada mekanisme kerjanya yang spesifik dan sudah terdokumentasi baik dalam literatur, sehingga hasil percobaan mudah dibandingkan antarlaboratorium. Senyawa ini bekerja pada kadar rendah, bersifat larut dalam pelarut organik seperti dimetil sulfoksida sehingga praktis dibuat larutan stok, dan efeknya dapat dibalik dengan penghambat ferroptosis. Sifat terakhir itu sangat berguna karena memungkinkan peneliti melakukan uji penyelamatan untuk memastikan kematian sel yang teramati benar-benar berjalan melalui jalur ferroptosis, bukan apoptosis atau nekrosis biasa. Kemasan 5 mg sudah memadai untuk banyak rangkaian percobaan kultur sel.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eLaboratorium biologi sel dan riset kanker di Indonesia semakin banyak menggunakan senyawa penginduksi ferroptosis seiring berkembangnya kajian kematian sel non-apoptotik. Bahan ini biasanya dipakai bersama fasilitas kultur sel steril, pembaca mikroplat, dan mikroskop fluoresensi yang kini tersedia di banyak laboratorium terpadu perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Ukuran kemasan miligram membantu menjaga senyawa tetap segar selama masa penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eInduksi ferroptosis pada kultur sel, karena erastin menghambat transporter sistin sehingga sel kehilangan glutation dan mengalami peroksidasi lipid secara terukur.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji penyelamatan dengan penghambat ferroptosis, sebab efek erastin dapat dibalik sehingga peneliti bisa memastikan jalur kematian sel yang benar-benar terlibat.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian resistensi sel kanker terhadap terapi, karena sel resisten sering bergantung pada pertahanan antioksidan yang justru menjadi sasaran mekanisme kerja erastin.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian metabolisme besi dan stres oksidatif, mengingat ferroptosis yang dipicu erastin berkaitan erat dengan ketersediaan besi bebas di dalam sel.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenapisan senyawa pelindung sel saraf, karena model kematian sel akibat erastin banyak dipakai untuk menilai potensi antioksidan atau kelator besi baru.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 571203-78-6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Cell Biology \u003e Ferroptosis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5 mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan (rujuk label dan lembar data produsen)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: umumnya disimpan dingin dan terlindung cahaya; ikuti anjuran pada label\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan erastin dalam wadah asli yang tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembapan, pada kondisi dingin sesuai anjuran label produsen. Larutan stok sebaiknya dibuat dalam pelarut yang dianjurkan, dibagi menjadi alikuot kecil, dan disimpan beku agar terhindar dari siklus beku–cair berulang yang dapat menurunkan aktivitas. Sebagai senyawa bioaktif, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata; hindari kontak kulit maupun terhirupnya serbuk. Lakukan penimbangan di area berventilasi baik, beri label jelas pada setiap alikuot, dan buang sisa bahan melalui jalur limbah biologis-kimia laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eErastin is a well-characterised small-molecule inducer of ferroptosis, an iron-dependent form of regulated cell death driven by lipid peroxide accumulation. It acts by inhibiting the cystine\/glutamate antiporter system, depleting intracellular cysteine and glutathione and thereby disabling the cell's antioxidant defence. Because its mechanism is specific, reproducible at low concentrations, and reversible by established ferroptosis inhibitors, erastin has become a standard pharmacological tool for confirming ferroptotic pathways in cultured cells. Researchers apply it in cancer drug-resistance studies, iron metabolism and oxidative stress investigations, neuroprotection screening, and mechanistic dissection of non-apoptotic cell death. It is supplied in a milligram-scale research package.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eTakenaka dkk. (2018). Abstract 2322: Ferroptosis induced by erastin in RAS mutant ovarian cancer cells. \u003cem\u003eCancer Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1158\/1538-7445.am2018-2322\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1158\/1538-7445.am2018-2322\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e吴 (2023). Erastin plus Tubacin Treatment Promotes Breast Cancer Cell Death of HCC38. \u003cem\u003eAdvances in Clinical Medicine\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.12677\/acm.2023.1351221\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.12677\/acm.2023.1351221\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eOzuynuk-Ertugrul dkk. (2024). Erastin-induced ferroptosis alters gene expression levels of SREBF2 and SLC25A1 in macrophages. \u003cem\u003eAtherosclerosis\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.atherosclerosis.2024.117656\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.atherosclerosis.2024.117656\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5mg","offer_id":48086966894810,"sku":"TCI2510E152429572","price":4610000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E1524.jpg?v=1768818845"},{"product_id":"tci2510g005931643","title":"TCI G0059 56-86-0 L-Glutamic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eL-Glutamic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam bidang sintesis organik dan analisis kimia. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang unik, dengan gugus karboksilat dan gugus amino yang memungkinkan reaksi kimia yang kompleks. Dalam laboratorium, L-Glutamic Acid sering digunakan sebagai reagen untuk proses pemisahan enantiomer, terutama dalam teknik resolusi chiral. Fungsi utamanya adalah sebagai agen pemisah yang memungkinkan pemisahan senyawa yang memiliki struktur mirip namun berbeda dalam aktivitas biologis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eL-Glutamic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap lingkungan yang berubah, seperti suhu tinggi atau kelembapan berlebihan. Karena struktur kimianya yang kompleks, senyawa ini memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai reagen dan katalis, menjadikannya pilihan yang tepat untuk reaksi kimia yang memerlukan presisi tinggi. Ketersediaannya dalam bentuk padat dan kemudahan dalam penggunaannya membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam laboratorium kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, L-Glutamic Acid digunakan secara luas dalam penelitian bidang kimia, farmasi, dan bioteknologi. Banyak institusi pendidikan dan penelitian menggunakan bahan ini untuk mengembangkan metode sintesis baru atau mempelajari sifat-sifat senyawa chiral. Karena kebutuhan akan senyawa chiral yang berkualitas tinggi, L-Glutamic Acid menjadi bagian penting dalam proses penelitian dan pengembangan di laboratorium-laboratorium lokal.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePemisahan enantiomer dalam sintesis chiral untuk produksi obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian aktivitas biologis senyawa chiral dalam bidang farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang struktur dan sifat senyawa asam amino\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenggunaan dalam proses pembuatan makanan dan bahan tambahan pangan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kualitatif dan kuantitatif senyawa dalam sampel kimia\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 56-86-0\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Asymmetric Synthesis \u003e Chiral Resolution Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eL-Glutamic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung serta kelembapan berlebihan. Simpan di suhu ruangan yang stabil, sekitar 15-25°C. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat mengolah bahan ini. Pastikan area penyimpanan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau korosif.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eL-Glutamic Acid is a versatile chemical compound widely used in laboratory settings, particularly in asymmetric synthesis and chiral resolution processes. This compound is known for its ability to facilitate the separation of enantiomers, making it essential in pharmaceutical and biochemical research. Its unique molecular structure, featuring both a carboxyl group and an amino group, allows for complex chemical interactions, which are crucial in various analytical and synthetic applications. L-Glutamic Acid is commonly used in the development of chiral compounds and the study of their biological activities. Due to its stability and effectiveness, it remains a valuable reagent in Indonesian laboratories, supporting both academic and industrial research efforts.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eColaco dkk. (2008). The kinetics of aggregation of poly-glutamic acid based polypeptides. \u003cem\u003eBiophysical Chemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.bpc.2008.04.008\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.bpc.2008.04.008\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNiu dkk. (2014). Enzymatic production of α-ketoglutaric acid from l-glutamic acid via l-glutamate oxidase. \u003cem\u003eJournal of Biotechnology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jbiotec.2014.03.021\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.jbiotec.2014.03.021\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eTang dkk. (2015). An Fmoc-compatible method for synthesis of peptides containing photocaged aspartic acid or glutamic acid. \u003cem\u003eTetrahedron Letters\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.tetlet.2015.06.016\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.tetlet.2015.06.016\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087087579354,"sku":"TCI2510G005931643","price":507000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087087612122,"sku":"TCI2510G005931644","price":1153000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510G0059.jpg?v=1767114549"},{"product_id":"tci2510s058050396","title":"TCI S0580 599-79-1 Sulfasalazine","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eSulfasalazine\u003c\/strong\u003e (CAS 599-79-1) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eS0580\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C18H14N4O5S. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;95.0%(HPLC)(T).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBiochemicals and Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Antibiotics, dan umumnya dipakai pada riset biokimia, uji aktivitas enzim, dan penyiapan buffer maupun media. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Chemistry.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi Sulfasalazine\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eS0580\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e599-79-1\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C18H14N4O5S\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;95.0%(HPLC)(T)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/S0580_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS S0580\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48088259264730,"sku":"TCI2510S058050396","price":3458000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510S0580.jpg?v=1768206287"}],"url":"https:\/\/amiscientific.com\/collections\/tci-l4-ferroptosis-activators.oembed","provider":"AMI Scientific","version":"1.0","type":"link"}