{"title":"Plant Tissue Culture","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003ePlant Tissue Culture\u003c\/strong\u003e — berisi zat pengatur tumbuh, vitamin, dan komponen media seperti auksin sintetik, sitokinin, serta garam anorganik yang dipakai untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi jaringan tanaman secara in vitro. Kombinasi senyawa ini mengatur keseimbangan hormonal pada media kultur.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003ePlant Tissue Culture dipakai laboratorium bioteknologi pertanian dan pemuliaan tanaman untuk perbanyakan klonal, induksi kalus, serta regenerasi tunas dan akar pada media padat maupun cair. Senyawa seperti asam fenoksiasetat terklorinasi dan turunannya berperan sebagai auksin sintetik untuk memicu pembelahan sel, sementara vitamin dan alginat dipakai sebagai komponen pendukung media dan matriks enkapsulasi.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eContoh produk dalam koleksi ini: \u003ca href=\"\/products\/tci2510a0537757\"\u003eTCI A0537 50-81-7 L-Ascorbic Acid\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510b649213395\"\u003eTCI B6492 94-80-4 Butyl 2-(2,4-Dichlorophenoxy)acetate\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510a0539759\"\u003eTCI A0539 134-03-2 Sodium L-Ascorbate\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510c003113956\"\u003eTCI C0031 102-07-8 1,3-Diphenylurea\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510a0205294\"\u003eTCI A0205 9005-38-3 Sodium Alginate 100-200\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510c017214144\"\u003eTCI C0172 999-81-5 Chlorocholine Chloride\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510a0149229\"\u003eTCI A0149 73-24-5 Adenine\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510c020614199\"\u003eTCI C0206 94-74-6 (4-Chloro-2-methylphenoxy)acetic Acid\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003ePerhatikan konsentrasi kerja zat pengatur tumbuh, kemurnian bahan kelas kultur jaringan, serta kelarutan dalam media—baik bentuk asam bebas maupun garam natrium. Seluruh produk merupakan produk asli Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang, dengan kemurnian, kemasan, dan kondisi penyimpanan tercantum pada halaman masing-masing item.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eKategori lain yang sejajar di bawah Plant Biotechnology, sering dipakai bersamaan dalam satu alur kerja laboratorium:\u003c\/p\u003e\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-agrochemical-research-reagents-for-experimental-use\"\u003eAgrochemical Research Reagents (for Experimental Use)\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-antibody-detection-reagents\"\u003eAntibody Detection Reagents\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003eKembali ke \u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-plant-biotechnology\"\u003ePlant Biotechnology\u003c\/a\u003e. Untuk pengadaan volume besar, kemasan khusus, atau grade tertentu, hubungi tim AMI Scientific — distributor resmi TCI Japan di Indonesia — untuk pengecekan ketersediaan dan lead time langsung ke Jepang.\u003c\/p\u003e","products":[{"product_id":"tci2510b649213395","title":"TCI B6492 94-80-4 Butyl 2-(2,4-Dichlorophenoxy)acetate","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eButyl 2-(2,4-Dichlorophenoxy)acetate\u003c\/strong\u003e (CAS 94-80-4) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eB6492\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C12H14Cl2O3. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;98.0%(GC).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eCell Biology\u003c\/strong\u003e, kelompok Nutrition Research, dan umumnya dipakai pada pekerjaan kultur sel, pelabelan, dan uji viabilitas maupun sitotoksisitas. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Life Science.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi Butyl 2-(2,4-Dichlorophenoxy)acetate\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eB6492\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e94-80-4\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C12H14Cl2O3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;98.0%(GC)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 1g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/B6492_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS B6492\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48085943189722,"sku":"TCI2510B649213395","price":2828000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510B6492.jpg?v=1768204510"},{"product_id":"tci2510c017214144","title":"TCI C0172 999-81-5 Chlorocholine Chloride","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eChlorocholine Chloride\u003c\/strong\u003e (CAS 999-81-5) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC0172\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C5H13Cl2N. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;98.0%(T).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eMolecular Biology\u003c\/strong\u003e, kelompok Phase Transfer Catalysts, dan umumnya dipakai pada pekerjaan biologi molekuler dan preparasi asam nukleat. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Chemistry.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi Chlorocholine Chloride\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC0172\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e999-81-5\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C5H13Cl2N\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;98.0%(T)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C0172_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C0172\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48085975007450,"sku":"TCI2510C017214144","price":1389000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48085975040218,"sku":"TCI2510C017214145","price":10575000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C0172.jpg?v=1768204534"},{"product_id":"tci2510c020614199","title":"TCI C0206 94-74-6 (4-Chloro-2-methylphenoxy)acetic Acid","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e(4-Chloro-2-methylphenoxy)acetic Acid\u003c\/strong\u003e (CAS 94-74-6) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC0206\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C9H9ClO3. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;98.0%(T).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBuilding Blocks\u003c\/strong\u003e, kelompok Non-Heterocyclic Building Blocks, dan umumnya dipakai sebagai senyawa antara (intermediate) untuk merangkai molekul yang lebih kompleks dalam sintesis organik. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Chemistry.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi (4-Chloro-2-methylphenoxy)acetic Acid\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC0206\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e94-74-6\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C9H9ClO3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;98.0%(T)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C0206_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C0206\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48276753318106,"sku":"TCI2510C020614199","price":657000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C0206.jpg?v=1767094869"},{"product_id":"tci2510c025014269","title":"TCI C0250 122-88-3 4-Chlorophenoxyacetic Acid","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e4-Chlorophenoxyacetic Acid\u003c\/strong\u003e (CAS 122-88-3) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC0250\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C8H7ClO3. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;98.0%(HPLC)(T).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBuilding Blocks\u003c\/strong\u003e, kelompok Non-Heterocyclic Building Blocks, dan umumnya dipakai sebagai senyawa antara (intermediate) untuk merangkai molekul yang lebih kompleks dalam sintesis organik. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Chemistry.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi 4-Chlorophenoxyacetic Acid\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC0250\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e122-88-3\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C8H7ClO3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;98.0%(HPLC)(T)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C0250_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C0250\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48085982839002,"sku":"TCI2510C025014269","price":481000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48085982871770,"sku":"TCI2510C025014270","price":3434000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C0250.jpg?v=1767094897"},{"product_id":"tci2510c032914395","title":"TCI C0329 67-48-1 Choline Chloride","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eCholine Chloride\u003c\/strong\u003e (CAS 67-48-1) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC0329\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C5H14ClNO. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;98.0%(T).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBiochemicals and Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Cell Signaling and Neuroscience, dan umumnya dipakai pada riset biokimia, uji aktivitas enzim, dan penyiapan buffer maupun media. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Chemistry.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi Choline Chloride\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC0329\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e67-48-1\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C5H14ClNO\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;98.0%(T)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C0329_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C0329\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48085990703322,"sku":"TCI2510C032914395","price":505000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48085990736090,"sku":"TCI2510C032914396","price":1591000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C0329.jpg?v=1767095043"},{"product_id":"tci2510c038014467","title":"TCI C0380 64-86-8 Colchicine (contains 5% Ethyl Acetate at maximum)","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eColchicine (contains 5% Ethyl Acetate at maximum)\u003c\/strong\u003e (CAS 64-86-8) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC0380\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C22H25NO6. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;97.0%(HPLC).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBiochemicals and Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Alkaloids, dan umumnya dipakai pada riset biokimia, uji aktivitas enzim, dan penyiapan buffer maupun media. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Life Science.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi Colchicine (contains 5% Ethyl Acetate at maximum)\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC0380\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e64-86-8\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C22H25NO6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;97.0%(HPLC)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 500mg\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C0380_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C0380\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"500mg","offer_id":48085995094234,"sku":"TCI2510C038014467","price":1187000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48085995127002,"sku":"TCI2510C038014468","price":6764000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C0380.jpg?v=1767095143"},{"product_id":"tci2510c059814804","title":"TCI C0598 2436-73-9 Methyl 4-Chloro-2-methylphenoxyacetate","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eMethyl 4-Chloro-2-methylphenoxyacetate\u003c\/strong\u003e (CAS 2436-73-9) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC0598\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C10H11ClO3. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;94.0%(GC).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBiochemicals and Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Animal Disease Models Preparation, dan umumnya dipakai pada riset biokimia, uji aktivitas enzim, dan penyiapan buffer maupun media. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Chemistry.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi Methyl 4-Chloro-2-methylphenoxyacetate\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC0598\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e2436-73-9\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C10H11ClO3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;94.0%(GC)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 1g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C0598_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C0598\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086012559578,"sku":"TCI2510C059814804","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086012592346,"sku":"TCI2510C059814805","price":3079000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C0598.jpg?v=1767095552"},{"product_id":"tci2510c094015276","title":"TCI C0940 882-09-7 2-(4-Chlorophenoxy)isobutyric Acid","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e2-(4-Chlorophenoxy)isobutyric Acid\u003c\/strong\u003e (CAS 882-09-7) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eC0940\u003c\/strong\u003e. Rumus molekulnya C10H11ClO3. Kemurnian yang tersedia \u0026gt;97.0%(T).\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBiochemicals and Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Non-Heterocyclic Building Blocks, dan umumnya dipakai pada riset biokimia, uji aktivitas enzim, dan penyiapan buffer maupun media. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Chemistry.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi 2-(4-Chlorophenoxy)isobutyric Acid\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eC0940\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e882-09-7\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRumus molekul: C10H11ClO3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemurnian: \u0026gt;97.0%(T)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/C0940_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS C0940\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086038937818,"sku":"TCI2510C094015276","price":633000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C0940.jpg?v=1767096034"},{"product_id":"tci2510c180416491","title":"TCI C1804 11114-20-8 kappa-Carrageenan","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKappa-Carrageenan adalah suatu polisakarida yang berasal dari alga laut, dan digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi ilmiah dan industri. Produk ini memiliki struktur molekuler kompleks yang memungkinkan penggunaannya dalam penelitian biokimia, farmasi, dan material. Dalam laboratorium, kappa-carrageenan sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan gel, suspensi, dan sebagai agen pengikat dalam formulasi produk. Karena sifatnya yang stabil dan tidak mudah terurai, bahan ini menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan konsistensi dan kestabilan fisik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKappa-Carrageenan memiliki sifat viskositas tinggi dan kemampuan untuk membentuk jaringan gel yang kuat. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan struktur fisik yang stabil, seperti dalam pengembangan produk farmasi, makanan, dan kosmetik. Selain itu, bahan ini tidak bersifat toksik dan memiliki toleransi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan, sehingga memudahkan penggunaan dalam berbagai kondisi penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, kappa-carrageenan digunakan dalam penelitian biokimia, farmasi, dan teknologi pangan. Bahan ini sering diaplikasikan dalam penelitian tentang sifat fisik dan kimia dari polisakarida, serta dalam pengembangan produk yang memerlukan sifat gel atau pengikat. Karena ketersediaannya dan kehandalannya, produk ini menjadi pilihan utama di berbagai institusi penelitian dan industri di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengembangan produk farmasi yang memerlukan sifat gel dan pengikat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat fisik dan kimia polisakarida\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan suspensi dan emulsi stabil untuk aplikasi biomedis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian viskositas dan respons terhadap lingkungan kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eFormulasi produk kosmetik yang membutuhkan struktur fisik stabil\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 11114-20-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e Glycoscience\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKappa-Carrageenan harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari sumber kelembapan untuk mencegah penggumpulan air yang dapat mengurangi kualitas bahan. Bahan ini tidak beracun, namun tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya ditempatkan di area yang terkontrol dan tidak terpapar sinar matahari langsung. Penggunaan harus mengikuti protokol keselamatan laboratorium untuk memastikan keamanan dan konsistensi hasil penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKappa-Carrageenan is a polysaccharide derived from seaweed, widely used in scientific and industrial applications. This product is ideal for laboratory use due to its stable structure and ability to form strong gel networks. Its high viscosity and excellent binding properties make it suitable for applications requiring physical stability, such as pharmaceutical formulations, food science, and cosmetic development. In Indonesia, it is commonly used in biochemical research, pharmaceutical development, and food technology. Its non-toxic nature and adaptability to various experimental conditions make it a reliable choice for researchers in various fields. The product is available in two packaging sizes, 25g and 500g, ensuring flexibility for different laboratory needs. Proper storage in a sealed container away from moisture is essential to maintain its quality and effectiveness.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eAkin Evıngür dkk. (2012). PAAm-Kappa Carrageenan Composites: Drying and Swelling with Various Kappa Carrageenan Contents. \u003cem\u003eActa Physica Polonica A\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.12693\/aphyspola.121.169\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.12693\/aphyspola.121.169\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSusilowati dkk. (2024). The Effect of Kappa Carrageenan Composition on the Characteristics of Chitosan-Kappa Carrageenan Hydrogel Film. \u003cem\u003eNano Hybrids and Composites\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4028\/p-fw1qmy\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4028\/p-fw1qmy\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eEvingür dkk. (2013). Superelastic percolation network of polyacrylamide (PAAm)–kappa carrageenan (κC) composite. \u003cem\u003eCellulose\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s10570-013-9903-9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s10570-013-9903-9\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086089892058,"sku":"TCI2510C180416491","price":910000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48086089924826,"sku":"TCI2510C180416492","price":5376000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C1804.webp?v=1767097466"},{"product_id":"tci2510c225516961","title":"TCI C2255 56-75-7 Chloramphenicol","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI C2255 Chloramphenicol adalah antibiotik berspektrum luas yang telah lama menjadi reagen pokok di laboratorium mikrobiologi dan biologi molekuler. Senyawa ini bekerja dengan mengikat subunit ribosom 50S bakteri dan menghambat aktivitas peptidil transferase, sehingga sintesis protein terhenti. Di luar konteks pengujian antimikroba, kloramfenikol memiliki peran yang sangat penting sebagai penanda seleksi pada rekayasa genetika, karena banyak plasmid dan vektor kloning membawa gen ketahanan kloramfenikol yang memungkinkan peneliti menyaring sel bakteri hasil transformasi secara efisien.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik yang membuatnya begitu diandalkan adalah kestabilannya yang tinggi dibandingkan banyak antibiotik lain. Kloramfenikol tahan terhadap pemanasan singkat, tidak mudah terurai pada rentang pH kerja laboratorium, dan larutan induknya dalam etanol dapat disimpan cukup lama tanpa kehilangan potensi berarti. Sifat ini memudahkan penyiapan media dan menjaga keterulangan hasil antarpercobaan. Spektrum aktivitasnya mencakup bakteri Gram-positif, Gram-negatif, maupun beberapa organisme intraseluler, sehingga penerapannya luas. Kloramfenikol juga bersifat bakteriostatik, sebuah karakter yang berguna pada percobaan penghambatan sintesis protein terkendali.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eLaboratorium di Indonesia menggunakan kloramfenikol pada penelitian biologi molekuler, kultur sel dan jaringan, pengujian mutu pangan, serta laboratorium mikrobiologi klinis dan veteriner. Tersedianya kemasan 25 g dan 250 g memberi keleluasaan: kemasan kecil sesuai untuk laboratorium riset yang menyiapkan larutan induk secara berkala, sedangkan kemasan besar sangat ekonomis bagi laboratorium produksi media, fasilitas kultur sel, atau unit pengujian rutin dengan volume kerja tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenanda seleksi pada kloning molekuler, karena banyak plasmid membawa gen ketahanan kloramfenikol sehingga koloni hasil transformasi dapat disaring dengan andal.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAmplifikasi plasmid bernomor salinan rendah, sebab penghambatan sintesis protein memungkinkan replikasi plasmid berlanjut sementara pertumbuhan sel bakteri tertahan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKomponen antibiotik pada media kultur sel dan jaringan, membantu mencegah kontaminasi bakteri selama pemeliharaan biakan dalam jangka panjang.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji kepekaan antimikroba dan penelitian resistensi, karena kloramfenikol merupakan antibiotik acuan penting dalam panel pengujian mikrobiologi klinis.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan pembanding pada analisis residu antibiotik dalam pangan menggunakan HPLC atau LC-MS di laboratorium pengujian mutu dan keamanan pangan.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 56-75-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Antibiotics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25 g dan 250 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyimpanan: tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan kloramfenikol dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung. Serbuknya cukup stabil pada suhu ruang terkendali, namun larutan induk yang umumnya dibuat dalam etanol sebaiknya disimpan pada suhu rendah dan dilindungi cahaya, lalu dibagi menjadi alikuot kecil untuk menghindari kontaminasi berulang. Penimbangan harus dilakukan di lemari asam atau kabinet penimbangan bubuk karena serbuk halus antibiotik ini tidak boleh terhirup. Gunakan sarung tangan, masker, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan. Limbah kloramfenikol dikumpulkan terpisah dan tidak dibuang langsung ke saluran air.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI C2255 Chloramphenicol is a broad-spectrum antibiotic that inhibits bacterial protein synthesis by binding the 50S ribosomal subunit and blocking peptidyl transferase activity. Its exceptional stability compared with many other antibiotics, tolerating brief heating and remaining potent in ethanol stock solutions, makes it a dependable reagent for reproducible media preparation. In molecular biology it is a standard selection marker for plasmids carrying chloramphenicol resistance genes, and it is widely used to amplify low-copy plasmids, to suppress bacterial contamination in cell and tissue culture, in antimicrobial susceptibility panels and resistance research, and as a reference standard for antibiotic residue analysis in food testing. Available in 25 g and 250 g packs; protect from light and moisture.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eAmelin dkk. (2020). Simultaneous Determination of the Residual Amounts of Chloramphenicol and Chloramphenicol Palmitate in Food Products using Liquid Chromatography–Mass Spectrometry. \u003cem\u003eMoscow University Chemistry Bulletin\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3103\/s0027131420060024\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3103\/s0027131420060024\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLiphshitz dkk. (1991). Anaphylactic reaction following application of chloramphenicol eye ointment. \u003cem\u003eBritish Journal of Ophthalmology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1136\/bjo.75.1.64-a\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1136\/bjo.75.1.64-a\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eYeo dkk. (1994). The in vitro antimalarial activity of chloramphenicol against Plasmodium falciparum. \u003cem\u003eActa Tropica\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0001-706x(94)90039-6\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0001-706x(94)90039-6\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086115451098,"sku":"TCI2510C225516961","price":1213000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"250g","offer_id":48086115483866,"sku":"TCI2510C225516962","price":6285000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C2255.jpg?v=1767098019"},{"product_id":"tci2510c287117751","title":"TCI C2871 9064-57-7 lambda-Carrageenan (Low-viscosity)","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eLambda-Carrageenan (Low-viscosity) adalah senyawa karbohidrat yang berasal dari ekstrak alga kelp. Bahan ini digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia, terutama dalam penelitian terkait struktur molekuler dan sifat fisik polisakarida. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks atau sebagai bahan pengencer dalam reaksi kimia. Karena sifatnya yang memiliki viskositas rendah, bahan ini memudahkan proses pencampuran dan penggunaan dalam berbagai aplikasi laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eLambda-Carrageenan memiliki karakteristik yang membuatnya menjadi pilihan ideal dalam penelitian biokimia. Senyawa ini stabil dalam kondisi tertentu dan memiliki kemampuan untuk membentuk larutan yang homogen. Selain itu, bahan ini memiliki sifat hidrofilik yang tinggi, sehingga mudah larut dalam air dan cocok untuk berbagai reaksi yang memerlukan pelarut alami. Sifat-sifat ini menjadikannya sangat relevan dalam penelitian terkait struktur dan fungsi polisakarida.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, Lambda-Carrageenan sering digunakan dalam penelitian terkait bioteknologi, farmasi, dan ilmu lingkungan. Bahan ini juga menjadi pilihan dalam eksperimen pendidikan untuk memperkenalkan konsep polisakarida dan sifat fisiknya. Karena ketersediaannya yang cukup dan harga yang terjangkau, bahan ini sangat populer di berbagai institusi penelitian dan universitas di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eBahan baku sintesis senyawa biokimia untuk penelitian struktur molekuler\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengencer dalam reaksi kimia untuk memudahkan proses pencampuran dan reaksi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKomponen dalam pembuatan larutan untuk eksperimen bioteknologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan uji dalam penelitian sifat fisik dan kimia polisakarida\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAlat bantu dalam eksperimen pendidikan untuk memperkenalkan konsep polisakarida\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9064-57-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e Glycoscience\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eLambda-Carrageenan harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Saat menggunakan bahan ini, pastikan tangan dan wadah yang digunakan bersih dan kering. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eLambda-Carrageenan (Low-viscosity), with CAS number 9064-57-7, is a low-viscosity polysaccharide derived from seaweed. It is widely used in chemical and biochemical research for its solubility and structural properties. This compound is ideal for applications involving molecular structure studies, synthesis reactions, and as a diluent in various laboratory experiments. Its hydrophilic nature and stability make it a versatile material in both academic and industrial research settings. The low viscosity of this product ensures ease of handling and mixing, making it a preferred choice in laboratories across Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eQonitatillah dkk. (2020). Physical Exercise Does Not Improve Colon Inflammation in Mice Induced Lambda Carrageenan. \u003cem\u003eJurnal Medik Veteriner\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.20473\/jmv.vol3.iss1.2020.57-64\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.20473\/jmv.vol3.iss1.2020.57-64\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBuecker dkk. (2025). Study of interactive forces and complex formation from Arthrospira platensis extract with high methoxylated pectin, low methoxylated pectin and lambda-carrageenan. \u003cem\u003eFood Hydrocolloids\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.foodhyd.2024.110774\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.foodhyd.2024.110774\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRunning dkk. (2012). Trivalent iron induced gelation in lambda-carrageenan. \u003cem\u003eCarbohydrate Polymers\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.carbpol.2011.11.018\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.carbpol.2011.11.018\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086200582362,"sku":"TCI2510C287117751","price":1465000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086200615130,"sku":"TCI2510C287117752","price":5048000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}]},{"product_id":"tci2510c359518688","title":"TCI C3595 113136-77-9 Cyclanilide","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCyclanilide (TCI C3595, nomor CAS 113136-77-9) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi bioteknologi dan penelitian molekuler. Produk ini merupakan bahan aktif yang sering digunakan dalam penelitian terkait pertumbuhan tanaman, pengendalian hama, dan modifikasi genetik. Dalam laboratorium, Cyclanilide sering digunakan sebagai bahan bantu dalam proses kultur jaringan dan eksperimen biokimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCyclanilide memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berfungsi sebagai inhibitor enzim tertentu, sehingga memungkinkan peneliti untuk mengontrol reaksi biokimia secara presisi. Produk ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan penggunaannya dalam berbagai eksperimen. Karena sifatnya yang tidak beracun dan ramah lingkungan, Cyclanilide menjadi pilihan yang aman untuk digunakan dalam laboratorium modern.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, Cyclanilide digunakan secara luas dalam penelitian pertanian, bioteknologi, dan lingkungan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan produk ini untuk eksperimen terkait pertumbuhan tanaman dan pengembangan teknik kultur jaringan. Ketersediaan produk ini mendukung penelitian lokal yang berorientasi pada inovasi dan keberlanjutan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian pertanian untuk pengendalian hama secara biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen kultur jaringan tanaman untuk reproduksi vegetatif\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan penghambat pertumbuhan bakteri patogen\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis aktivitas enzim dalam proses metabolisme tanaman\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang efek senyawa kimia pada pertumbuhan akar tanaman\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 113136-77-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Molecular Biology \u003e Plant Biotechnology\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCyclanilide harus disimpan dalam wadah kedap udara di lingkungan yang sejuk dan kering untuk mencegah degradasi. Hindari paparan sinar matahari langsung dan jauhkan dari bahan kimia berbahaya lainnya. Saat menangani produk ini, gunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi kulit serta pernapasan. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kontaminasi atau kecelakaan kerja.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCyclanilide (TCI C3595, CAS No. 113136-77-9) is a chemical compound widely used in biotechnology and molecular biology research. It serves as an essential reagent in plant tissue culture, enzyme inhibition studies, and agricultural pest control. This compound is valued for its stability, solubility in organic solvents, and low toxicity, making it a safe and effective choice for laboratory applications. In Indonesia, Cyclanilide is commonly utilized in academic and research institutions to support advancements in plant science and sustainable agriculture. Its versatility and reliability make it an important tool for scientists working on innovative and environmentally friendly solutions.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eEuropean Food Safety Authority (2012). Review of the existing maximum residue levels (MRLs) for cyclanilide according to Article 12 of Regulation (EC) No 396\/2005. \u003cem\u003eEFSA Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2903\/j.efsa.2012.2568\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2903\/j.efsa.2012.2568\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eElfving dkk. (2006). Cyclanilide Induces Lateral Branching in Sweet Cherry Trees. \u003cem\u003eHortScience\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.21273\/hortsci.41.1.149\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.21273\/hortsci.41.1.149\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eElfving dkk. (2005). Cyclanilide Induces Lateral Branching in Apple Trees. \u003cem\u003eHortScience\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.21273\/hortsci.40.1.119\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.21273\/hortsci.40.1.119\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086268838106,"sku":"TCI2510C359518688","price":2550000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C3595.jpg?v=1768817126"},{"product_id":"tci2510c374218820","title":"TCI C3742 63-25-2 Carbaryl","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI C3742 63-25-2 Carbaryl adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian bidang kehidupan ilmiah, terutama dalam studi nutrisi seluler. Bahan ini berfungsi sebagai bahan aktif dalam pengujian toksisitas, pengembangan pestisida, serta analisis komponen kimia dalam lingkungan. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk mengevaluasi dampak bahan kimia terhadap sel atau organisme hidup. Karena sifatnya yang stabil dan mudah dianalisis, Carbaryl menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan presisi dan akurasi tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eCarbaryl memiliki struktur kimia yang khas, yaitu derivat dari karbamat, yang memberikan sifat reaktivitas dan kelarutan yang baik dalam berbagai pelarut. Karakteristik ini membuatnya mudah digunakan dalam berbagai teknik analisis kimia, seperti spektroskopi dan kromatografi. Selain itu, Carbaryl memiliki sifat non-merkuri, sehingga aman digunakan dalam laboratorium yang menerapkan standar keselamatan tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Carbaryl digunakan dalam berbagai penelitian terkait pertanian, lingkungan, dan kesehatan masyarakat. Bahan ini sering dipilih karena ketersediaannya yang relatif mudah dan keandalan hasil uji yang diperoleh. Peneliti di Indonesia juga memanfaatkan Carbaryl dalam studi tentang dampak pestisida terhadap ekosistem lokal, serta dalam pengembangan metode deteksi bahan kimia berbahaya.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian toksisitas bahan kimia terhadap sel manusia untuk penelitian kesehatan masyarakat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis komponen kimia dalam sampel lingkungan untuk menilai kualitas air dan tanah\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan pestisida yang efektif dan ramah lingkungan dalam bidang pertanian\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang efek jangka panjang bahan kimia pada ekosistem lokal\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme kerja senyawa kimia dalam proses metabolisme sel\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 63-25-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Cell Biology \u003e Nutrition Research\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 250mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eCarbaryl harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas atau sinar matahari langsung. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker respirator. Jangan menyimpan bahan ini bersama bahan kimia berbahaya lainnya, dan selalu pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI C3742 63-25-2 Carbaryl is a chemical compound widely used in life science research, particularly in cell biology and nutrition studies. This compound serves as an active ingredient in toxicity testing, pesticide development, and environmental chemical analysis. Its stable structure and solubility in various solvents make it suitable for advanced analytical techniques such as spectroscopy and chromatography. Carbaryl is a preferred choice in laboratories due to its non-mercurial nature, ensuring safety in high-standard laboratory environments. In Indonesia, it is commonly used in agricultural, environmental, and public health research. Its application in assessing the long-term effects of chemical substances on local ecosystems and in developing effective, environmentally friendly pesticides makes it a valuable tool for researchers.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eCasado dkk. (2006). Activation of the aryl hydrocarbon receptor by carbaryl: Computational evidence of the ability of carbaryl to assume a planar conformation. \u003cem\u003eEnvironmental Toxicology and Chemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1897\/06-131r.1\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1897\/06-131r.1\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eDong (1998). Enhanced Allergic Responses to House Dust Mite by Oral Exposure to Carbaryl in Rats,. \u003cem\u003eToxicological Sciences\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1006\/toxs.1998.2475\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1006\/toxs.1998.2475\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSánchez dkk. (2000). Selective determination of carbaryl and benomyl by fluorescence polarization. \u003cem\u003eAnalytica Chimica Acta\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0003-2670(00)00796-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0003-2670(00)00796-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"250mg","offer_id":48086281453786,"sku":"TCI2510C374218820","price":2449000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510C3742.jpg?v=1769144255"},{"product_id":"tci2510d002919316","title":"TCI D0029 6402-36-4 Traumatic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTraumatic Acid, dengan nomor CAS 6402-36-4, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian bidang kehidupan, terutama dalam studi nutrisi dan biologi sel. Bahan ini sering ditemukan dalam lingkungan alami, seperti dalam produk alami yang berasal dari tanaman atau hewan. Dalam laboratorium, Traumatic Acid berperan sebagai bahan bantu dalam analisis komposisi nutrisi, pengujian aktivitas biologis, serta dalam penelitian tentang interaksi antara senyawa kimia dan sistem biologis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eTraumatic Acid memiliki sifat kimia yang stabil, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam berbagai kondisi laboratorium. Bahan ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memperluas kemungkinan aplikasinya dalam berbagai metode analisis kimia. Karena sifat ini, Traumatic Acid menjadi pilihan yang tepat untuk peneliti yang membutuhkan keakuratan dan konsistensi dalam eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, Traumatic Acid digunakan untuk mendukung penelitian di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas penelitian ilmiah, terutama dalam bidang biologi sel dan nutrisi. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan akses peneliti untuk melakukan eksperimen yang relevan dengan kebutuhan lokal.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian nutrisi untuk mengevaluasi komposisi senyawa alami dalam makanan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas biologis senyawa untuk pengembangan produk farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis komponen kimia dalam produk alami untuk penelitian bidang kehidupan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian efek senyawa pada sel untuk studi biologi molekuler\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang interaksi senyawa kimia dalam lingkungan alami\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 6402-36-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Cell Biology \u003e Nutrition Research\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTraumatic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Dalam penggunaan, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifat kimianya, Traumatic Acid tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang tidak kompatibel.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTraumatic Acid, with CAS number 6402-36-4, is a chemical compound widely used in life science research, particularly in cell biology and nutrition studies. It is commonly found in natural products derived from plants or animals and serves as a key component in analyzing nutritional composition and biological activity. Its stable chemical properties make it suitable for various laboratory applications, including biochemical analysis and biological testing. In Indonesian laboratories, this compound supports research in academic and scientific institutions, contributing to the advancement of scientific knowledge in the field of life sciences. Its availability in the local market facilitates access for researchers to conduct experiments aligned with local needs.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100mg","offer_id":48086333227226,"sku":"TCI2510D002919316","price":1010000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D0029.jpg?v=1769180475"},{"product_id":"tci2510d010819432","title":"TCI D0108 462-94-2 1,5-Diaminopentane","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e1,5-Diaminopentane adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur amina yang terletak di kedua ujung rantai hidrokarbon, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang luas. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembentuk untuk senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Karena sifatnya yang reaktif dan fleksibel, 1,5-Diaminopentane menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi kimia seperti pengikatan, substitusi, dan pembentukan ikatan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap berbagai reagen seperti asam, basa, dan pelarut organik. Karena struktur molekulnya yang simetris, senyawa ini mudah berikatan dengan berbagai grup fungsional lainnya. Ketersediaan dalam bentuk cair dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi berbagai jenis menjadikannya sangat diminati oleh para peneliti dan ilmuwan di bidang kimia organik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, 1,5-Diaminopentane digunakan dalam berbagai penelitian kimia, terutama dalam sintesis senyawa baru dan modifikasi molekul. Bahan ini juga sering ditemukan dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan farmakologi, material kimia, dan teknologi katalis. Karena kehandalannya dalam berbagai aplikasi, senyawa ini menjadi bagian penting dari laboratorium kimia di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan senyawa kimia organik dengan struktur kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eReaksi pengikatan untuk pembentukan ikatan kimia baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan kimia untuk aplikasi industri dan material\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 462-94-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5mL, 25mL\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Cair\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e1,5-Diaminopentane harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Bahan ini bersifat reaktif, sehingga harus dihindari dari paparan langsung sinar matahari dan udara bebas. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Selama penyimpanan, pastikan bahwa bahan ini tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain. Penggunaan harus dilakukan dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau pernapasan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e1,5-Diaminopentane is a versatile chemical building block widely used in organic synthesis due to its reactive amine groups at both ends of the carbon chain. This compound is commonly employed in the creation of complex molecules, including heterocyclic and non-heterocyclic structures. Its ability to participate in various chemical reactions such as coupling, substitution, and bond formation makes it a valuable tool in both academic and industrial research. The compound is available in liquid form and is suitable for use in a wide range of laboratory applications, particularly in pharmaceutical and material science research. Its stability under controlled conditions and reactivity with various reagents make it a preferred choice for chemists in Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLi dkk. (2014). Synthesis of Phosphonate-Containing 2-Methyl-1,5-Diaminopentane Derivatives. \u003cem\u003eAdvanced Materials Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4028\/www.scientific.net\/amr.1046.104\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4028\/www.scientific.net\/amr.1046.104\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKind dkk. (2011). Bio-based production of the platform chemical 1,5-diaminopentane. \u003cem\u003eApplied Microbiology and Biotechnology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s00253-011-3457-2\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s00253-011-3457-2\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKind dkk. (2010). Systems-wide metabolic pathway engineering in Corynebacterium glutamicum for bio-based production of diaminopentane. \u003cem\u003eMetabolic Engineering\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.ymben.2010.03.005\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.ymben.2010.03.005\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5mL","offer_id":48086345351386,"sku":"TCI2510D010819432","price":2121000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25mL","offer_id":48086345384154,"sku":"TCI2510D010819433","price":6866000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D0108.jpg?v=1767100855"},{"product_id":"tci2510d023919590","title":"TCI D0239 110-60-1 1,4-Diaminobutane","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e1,4-Diaminobutane adalah senyawa kimia yang memiliki struktur amina di kedua ujung rantai butana. Bahan ini sering digunakan dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang kimia organik dan farmasi. Sebagai bahan dasar (building block), 1,4-diaminobutane berperan sebagai bahan aktif dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan polimer. Banyak peneliti di laboratorium Indonesia menggunakan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang medis, industri, dan lingkungan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama 1,4-diaminobutane adalah keberadaan dua grup amina yang dapat bereaksi dengan berbagai reaktif kimia, seperti aldehida, asam karboksilat, atau klorida. Sifat ini membuatnya sangat fleksibel dalam reaksi kimia, termasuk dalam sintesis senyawa dengan struktur kompleks. Bahan ini juga memiliki stabilitas yang cukup baik dalam kondisi laboratorium yang terkendali.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, 1,4-diaminobutane sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa farmakologis dan polimer. Bahan ini menjadi pilihan utama karena kemudahan dalam penggunaan, ketersediaan, dan keandalan hasil sintesis. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian mengandalkan senyawa ini untuk eksperimen yang memerlukan reaktivitas tinggi dan keberagaman struktur kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan polimer amina dalam penelitian material kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eReaksi cross-linking dalam sintesis senyawa kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan senyawa farmakologis dengan aktivitas biologis tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang reaktivitas senyawa amina dalam kondisi tertentu\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 110-60-1\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 400g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e1,4-Diaminobutane harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat korosif dan dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata, sehingga harus ditangani dengan sarung tangan dan masker respirator. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak bocor dan tidak terpapar kelembapan. Dalam penggunaan, pastikan area kerja memiliki ventilasi yang baik dan alat pelindung diri lengkap untuk meminimalkan risiko paparan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e1,4-Diaminobutane is a versatile organic compound widely used in laboratory settings for its reactivity and structural flexibility. With two amino groups at opposite ends of a butane chain, this building block is essential in the synthesis of complex molecules, including heterocyclic compounds and polymers. Its ability to participate in various chemical reactions makes it a valuable tool for researchers in pharmaceutical and materials science. Common applications include the development of new drugs, polymer synthesis, and the study of amines' reactivity under different conditions. The compound is available in two packaging sizes, 25g and 400g, making it suitable for both small-scale experiments and larger research projects. Proper storage and handling are crucial to maintain its stability and ensure safe usage in laboratory environments.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eEuropean Food Safety Authority (2012). Conclusion on the peer review of the pesticide risk assessment of the active substance 1,4-diaminobutane (putrescine). \u003cem\u003eEFSA Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2903\/j.efsa.2012.2516\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2903\/j.efsa.2012.2516\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMalinar dkk. (1992). Synthesis and structure of aminocarboxylato(1,4-diaminobutane)dinitrocobalt(III) complexes. Crystal and molecular structure of the δ-(—)589- CIS(NO2)trans(NH2)-(R-alaninato)(1,4-diaminobutane)dinitrocobalt(III) diastereomer.. \u003cem\u003ePolyhedron\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0277-5387(00)86924-7\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0277-5387(00)86924-7\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(1995). Use of oxidized polyamines, especially NN′-bis-(3-propionaldehyde)-1-4- diaminobutane (spermine dialdehye) in graft treatment. \u003cem\u003eCell Transplantation\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0963-6897(95)80009-y\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0963-6897(95)80009-y\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086360785114,"sku":"TCI2510D023919590","price":481000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"400g","offer_id":48086360817882,"sku":"TCI2510D023919591","price":2247000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D0239.jpg?v=1767101018"},{"product_id":"tci2510d039619811","title":"TCI D0396 94-75-7 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D) adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan pertanian. Sebagai salah satu senyawa penghambat pertumbuhan (growth regulator), 2,4-D memiliki peran penting dalam penelitian tentang efek senyawa kimia terhadap tanaman. Bahan ini sering digunakan dalam sintesis senyawa kompleks dan dalam uji aktivitas biologis. Dalam laboratorium, 2,4-D juga digunakan untuk mempelajari mekanisme respons tanaman terhadap berbagai stimulan kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003e2,4-D memiliki struktur kimia yang stabil dan mudah bereaksi dalam kondisi tertentu, sehingga menjadi bahan yang diminati dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini memiliki sifat larut dalam pelarut organik dan memiliki daya tarik dalam reaksi substitusi dan esterifikasi. Karena sifat tersebut, 2,4-D sering dipilih untuk eksperimen yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kestabilan struktur.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, 2,4-D digunakan secara luas dalam penelitian pertanian, kimia organik, dan bioteknologi. Banyak institusi pendidikan dan penelitian menggunakan bahan ini untuk memenuhi kebutuhan eksperimen yang berkaitan dengan pertumbuhan tanaman, sintesis senyawa, dan uji aktivitas biologis.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eBahan sintesis senyawa kimia organik untuk eksperimen kimia dasar\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKomponen utama dalam uji aktivitas herbisida untuk penelitian pertanian\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan untuk studi respons fisiologis tanaman terhadap senyawa kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAlat bantu dalam eksperimen bioteknologi terkait modifikasi genetik tanaman\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif senyawa kimia dalam lingkungan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 94-75-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2,4-D harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya serta kelembapan untuk mempertahankan kualitasnya. Bahan ini bersifat korosif dan harus ditangani dengan sarung tangan serta alat pelindung lainnya. Penyimpanan dalam ruangan sejuk dan kering sangat dianjurkan. Selama penggunaan, pastikan area kerja terhindar dari percikan dan jauh dari sumber api.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D) is a widely used chemical compound in laboratory settings, particularly in chemical synthesis and agricultural research. As a growth regulator, it plays a crucial role in studying plant responses to chemical stimuli. Its stable molecular structure and reactivity make it a preferred choice for various chemical reactions. In Indonesian laboratories, this compound is commonly utilized in experiments related to plant physiology, herbicide activity testing, and organic synthesis. The product is available in two packaging sizes, 25g and 500g, and is suitable for both academic and industrial research applications. Its versatility and reliability make it an essential tool for researchers in the fields of chemistry and agriculture.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eAylward dkk. (2008). Biomonitoring Equivalents (BE) dossier for 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D) (CAS No. 94-75-7). \u003cem\u003eRegulatory Toxicology and Pharmacology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.yrtph.2008.05.006\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.yrtph.2008.05.006\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eHA (2016). General and Reproductive Toxicity of 2,4-Dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D). \u003cem\u003eAdvances in Clinical Toxicology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.23880\/act-16000108\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.23880\/act-16000108\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eGao dkk. (2009). Microwave activated electrochemical degradation of 2,4-dichlorophenoxyacetic acid at boron-doped diamond electrode. \u003cem\u003eChemosphere\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.chemosphere.2008.12.018\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.chemosphere.2008.12.018\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086381035738,"sku":"TCI2510D039619811","price":633000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48086381068506,"sku":"TCI2510D039619812","price":4316000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D0396.jpg?v=1767101247"},{"product_id":"tci2510d131921039","title":"TCI D1319 7084-86-8 Sodium 2,4-Dichlorophenoxyacetate Monohydrate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D1319 Sodium 2,4-Dichlorophenoxyacetate Monohydrate adalah bentuk garam natrium terhidrat dari asam 2,4-diklorofenoksiasetat, senyawa auksin sintetik yang sangat dikenal dalam ilmu tumbuhan. Senyawa dengan nomor CAS 7084-86-8 ini berperan sebagai zat pengatur tumbuh yang meniru kerja hormon auksin alami pada jaringan tanaman, sehingga banyak dipakai dalam penelitian kultur jaringan, fisiologi tumbuhan, dan kajian nutrisi serta pertumbuhan sel. Bentuk garam natriumnya menjadikan senyawa ini jauh lebih mudah larut dalam air dibandingkan bentuk asam bebas, sehingga penyiapan larutan stok untuk media kultur menjadi lebih praktis dan cepat.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang membuatnya dipilih adalah kelarutan air yang baik, kestabilan sebagai padatan kristalin terhidrat, dan aktivitas auksin yang kuat pada konsentrasi rendah. Dalam kultur jaringan tanaman, senyawa golongan ini dikenal sangat efektif menginduksi pembentukan kalus dan mendorong embriogenesis somatik pada banyak jenis tanaman, termasuk kelompok serealia yang sulit diinduksi dengan auksin lain. Karena berbentuk garam, bahan ini mudah ditimbang, mudah dilarutkan tanpa memerlukan basa tambahan atau pelarut organik, dan tercampur homogen dalam media berbasis air. Kandungan air kristal yang tetap juga membantu konsistensi penimbangan selama disimpan dalam kondisi yang sesuai.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, bahan ini banyak digunakan oleh laboratorium kultur jaringan pertanian, bioteknologi tanaman, dan pemuliaan tanaman di universitas maupun lembaga penelitian. Kegiatan perbanyakan bibit unggul, regenerasi tanaman dari kalus, serta penelitian herbisida dan respons fisiologis tanaman sangat bergantung pada ketersediaan auksin sintetik yang konsisten. Kemasan 25 g cocok untuk penelitian skala laboratorium, sedangkan kemasan 500 g melayani kebutuhan laboratorium kultur jaringan yang rutin menyiapkan media dalam jumlah besar.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eInduksi kalus pada kultur jaringan tanaman, karena senyawa ini merupakan auksin sintetik kuat yang efektif memicu dediferensiasi sel eksplan menjadi kalus.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian embriogenesis somatik dan regenerasi tanaman, sebab auksin jenis ini banyak dipakai pada protokol serealia dan tanaman yang sulit diregenerasi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian fisiologi hormon tumbuhan, karena aktivitas auksinnya yang stabil memungkinkan peneliti mempelajari respons pertumbuhan, pemanjangan sel, dan pembentukan akar secara terkendali.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian mekanisme kerja dan resistensi herbisida, sebab senyawa ini adalah bahan aktif herbisida auksinik klasik yang menjadi model kajian selektivitas tanaman.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyiapan media kultur berbasis air, karena bentuk garam natrium terhidratnya larut dengan mudah sehingga tidak memerlukan pelarut organik atau penyesuaian basa tambahan.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 7084-86-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Cell Biology \u003e Nutrition Research\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25 g dan 500 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan di tempat sejuk, kering, tertutup rapat, dan terlindung dari cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan bahan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung agar kandungan air kristal dan mutu bahan tetap terjaga. Gunakan wadah kaca atau plastik yang kompatibel dan berpenutup baik, serta pisahkan penyimpanannya dari bahan pangan, media steril, dan reagen biologi lain untuk mencegah kontaminasi silang. Timbang bahan di area berventilasi baik dan hindari terbentuknya debu yang dapat terhirup. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan, cuci tangan setelah bekerja, serta buang sisa larutan sesuai prosedur pengelolaan limbah laboratorium yang berlaku.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D1319 Sodium 2,4-Dichlorophenoxyacetate Monohydrate (CAS 7084-86-8) is the hydrated sodium salt of 2,4-dichlorophenoxyacetic acid, one of the most widely studied synthetic auxins in plant science. Compared with the free acid, the sodium salt dissolves readily in water, which makes it convenient for preparing stock solutions and aqueous tissue culture media without organic solvents or additional base. As a potent auxin it is routinely used to induce callus formation, to drive somatic embryogenesis and plant regeneration protocols, and to investigate auxin-mediated growth responses such as cell elongation and root initiation. It is also a classical auxinic herbicide active ingredient, making it a standard model compound in herbicide mode-of-action and resistance research. Supplied as a solid in 25 g and 500 g packs.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086434250970,"sku":"TCI2510D131921039","price":733000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48086434283738,"sku":"TCI2510D131921040","price":4745000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D1319.jpg?v=1768204868"},{"product_id":"tci2510d143121174","title":"TCI D1431 24851-98-7 Methyl Dihydrojasmonate (cis- and trans- mixture)","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMethyl Dihydrojasmonate (cis- dan trans- mixture) adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai aplikasi bioteknologi dan kimia organik. Bahan ini memiliki struktur kimia kompleks yang memungkinkan penggunaannya dalam penelitian tentang aroma, aktivitas biologis, dan sintesis senyawa fenolik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa aromatik, pengujian aktivitas antimikroba, dan studi tentang interaksi molekuler dalam sistem biologis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eMethyl Dihydrojasmonate memiliki sifat kimia stabil dan reaktif yang memungkinkan manipulasi dalam berbagai kondisi reaksi. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian yang membutuhkan presisi dan kontrol tinggi. Selain itu, senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemisahan dan analisis dalam laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan dalam penelitian bidang pertanian, farmasi, dan bioteknologi. Para peneliti sering memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan produk alami, seperti aroma buatan atau bahan aktif dalam obat herbal. Ketersediaannya di pasar lokal juga mendukung keberlanjutan penelitian ilmiah di berbagai institusi pendidikan dan lembaga penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang aktivitas antimikroba pada senyawa alami\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa fenolik untuk pengembangan produk farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji aroma dan respons sensorik pada bahan pertanian\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan aktif dalam formulasi kosmetik alami\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi interaksi molekuler dalam sistem biologis\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 24851-98-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Molecular Biology \u003e Plant Biotechnology\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25mL, 100mL\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Cairan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMethyl Dihydrojasmonate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena merupakan bahan kimia organik, harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak bocor dan tidak terpapar bahan kimia lain yang tidak kompatibel. Penyimpanan yang tepat memastikan kualitas dan keamanan bahan dalam jangka waktu yang lebih lama.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMethyl Dihydrojasmonate (cis- and trans- mixture), with CAS number 24851-98-7, is a versatile organic compound widely used in molecular biology and plant biotechnology research. This compound is valued for its chemical stability and reactivity, making it suitable for various synthetic and analytical applications. Its solubility in organic solvents facilitates its use in laboratory experiments, particularly in the development of natural products and bioactive compounds. In Indonesian laboratories, it is commonly applied in studies related to antimicrobial activity, aroma analysis, and the synthesis of phenolic compounds. Its availability supports scientific research in agriculture, pharmacy, and biotechnology, contributing to the advancement of natural product-based innovations.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eApi dkk. (2015). RIFM fragrance ingredient safety assessment, methyl dihydrojasmonate, CAS registry number 24851-98-7. \u003cem\u003eFood and Chemical Toxicology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.fct.2015.01.006\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.fct.2015.01.006\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eGiersch dkk. (2004). Methyl Homologues of Methyl Jasmonate and Methyl Dihydrojasmonate (Hedione®) from Sorbyl Alcohol.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.200449195\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.200449195\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(1992). Methyl dihydrojasmonate. \u003cem\u003eFood and Chemical Toxicology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0278-6915(92)90250-o\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0278-6915(92)90250-o\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25mL","offer_id":48086440509658,"sku":"TCI2510D143121174","price":531000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100mL","offer_id":48086440542426,"sku":"TCI2510D143121175","price":1339000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D1431.jpg?v=1769180526"},{"product_id":"tci2510d194221935","title":"TCI D1942 120-36-5 2-(2,4-Dichlorophenoxy)propionic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2-(2,4-Dichlorophenoxy)propionic acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian bidang kehidupan, terutama dalam studi nutrisi dan biologi sel. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa aktif biologis, termasuk senyawa yang berperan dalam regulasi metabolisme dan pertumbuhan sel. Dalam laboratorium, senyawa ini sering diaplikasikan untuk mempelajari interaksi antara senyawa kimia dengan sistem biologis, seperti aktivitas enzim atau respons sel terhadap stimulus eksternal.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama dari senyawa ini adalah kemampuannya untuk berikatan dengan reseptor tertentu di dalam sel, sehingga memungkinkan peneliti untuk mengontrol atau mengevaluasi fungsi biologis tertentu. Sifat kimianya yang stabil dan kemampuannya untuk larut dalam pelarut organik membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia. Selain itu, senyawa ini memiliki daya reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga memungkinkan penggunaan dalam berbagai reaksi kimia yang kompleks.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium di Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian terkait nutrisi, pertanian, dan farmakologi. Peneliti lokal menggunakan bahan ini untuk mempelajari efek senyawa kimia terhadap pertumbuhan tanaman, aktivitas enzim, dan respons sel terhadap lingkungan. Dengan sifatnya yang khas, senyawa ini menjadi alat penting dalam upaya peningkatan kualitas penelitian di bidang kehidupan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian nutrisi untuk memahami efek senyawa kimia terhadap metabolisme sel\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa aktif biologis dalam bidang farmakologi dan farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen biokimia untuk menguji aktivitas enzim dan interaksi molekuler\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian toksisitas senyawa kimia terhadap sel dan jaringan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian pertanian untuk mempelajari dampak senyawa kimia pada pertumbuhan tanaman\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 120-36-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Cell Biology \u003e Nutrition Research\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan panas\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung serta panas. Penyimpanan dalam ruangan sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas senyawa. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Selain itu, bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau korosif.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2-(2,4-Dichlorophenoxy)propionic acid is a chemical compound widely used in life science research, particularly in cell biology and nutrition studies. This compound is commonly employed as a building block for synthesizing bioactive molecules, which play a crucial role in regulating cellular processes. Its ability to interact with specific receptors within cells makes it an essential tool for studying biological functions and responses to external stimuli. In Indonesian laboratories, this compound is frequently used in research related to nutrition, agriculture, and pharmacology. Its stable chemical properties and solubility in organic solvents make it a versatile and reliable material for various biochemical experiments.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eMonagheddu dkk. (2000). The Combustive Reduction of 2-(2,4-Dichlorophenoxy) Propionic Acid by Mechanochemical Methods. \u003cem\u003eMaterials Science Forum\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4028\/www.scientific.net\/msf.343-346.423\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4028\/www.scientific.net\/msf.343-346.423\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eHsu dkk. (2000). Sorption of 2,4-dichlorophenoxy propionic acid by organo-clay complexes. \u003cem\u003eApplied Clay Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0169-1317(99)00039-3\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0169-1317(99)00039-3\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePtaszynski dkk. (2004). Lead(II) and cadmium(II) compounds with 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4d) and 2-(2,4-dichlorophenoxy)-propionic acid (2,4dp). \u003cem\u003eJournal of Thermal Analysis and Calorimetry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1023\/b:jtan.0000017351.12972.a8\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1023\/b:jtan.0000017351.12972.a8\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086484680922,"sku":"TCI2510D194221935","price":3005000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D1942.jpg?v=1771058450"},{"product_id":"tci2510d219122285","title":"TCI D2191 68539-16-2 (-)-2,3:4,6-Di-O-isopropylidene-2-keto-L-gulonic Acid Monohydrate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e(-)-2,3:4,6-Di-O-isopropylidene-2-keto-L-gulonic Acid Monohydrate adalah bentuk terlindungi dari asam 2-keto-L-gulonat, senyawa antara yang sangat dikenal dalam jalur pembuatan vitamin C. Dua pasang gugus hidroksil pada molekul induknya diikat sebagai asetal isopropilidena, sehingga hanya gugus karboksilat yang tersisa bebas untuk direaksikan. Di laboratorium, senyawa ini berperan ganda: sebagai bahan antara sintesis asam askorbat dan turunannya, serta sebagai senyawa kiral murni yang dapat dimanfaatkan dalam kimia karbohidrat dan sintesis asimetris. Kategorinya sebagai bahan glikosains mencerminkan kedekatannya dengan kimia gula.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat utama yang membuat senyawa ini dipilih adalah kombinasi kemurnian kiral dan pola proteksi yang selektif. Gugus isopropilidena melindungi diol dari reaksi samping sekaligus mengunci konformasi cincin, sehingga reaksi pada gugus karboksilat berlangsung dengan stereokimia yang terkendali dan hasil yang dapat diulang. Proteksi ini juga dapat dilepas dalam kondisi asam ringan, memberi peneliti kendali penuh atas urutan tahapan sintesis. Sebagai asam karboksilat, senyawa ini dapat membentuk garam diastereomerik dengan amina rasemik, yang menjadikannya berguna dalam resolusi senyawa kiral. Bentuk monohidratnya stabil ditangani dan mudah ditimbang sebagai padatan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, senyawa ini banyak digunakan pada riset kimia karbohidrat, bioteknologi pangan, serta studi jalur produksi vitamin C yang relevan dengan industri suplemen dan farmasi. Laboratorium yang mempelajari fermentasi mikroba penghasil asam 2-keto-L-gulonat kerap memerlukannya sebagai pembanding analitik. Kemasan 5 g sesuai untuk kebutuhan riset skala laboratorium, baik untuk sintesis eksploratif maupun untuk keperluan validasi metode analisis.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis asam askorbat dan turunannya — senyawa ini merupakan bahan antara terlindungi yang dapat disiklisasi menjadi kerangka lakton khas vitamin C.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembanding analitik pada riset fermentasi — laboratorium bioteknologi memakainya sebagai standar saat mengukur hasil konversi mikroba menjadi asam 2-keto-L-gulonat.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAgen resolusi kiral — gugus karboksilat pada kerangka yang enantiomurni membentuk garam diastereomerik dengan amina rasemik sehingga pemisahan enantiomer dapat dilakukan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBlok pembangun sintesis asimetris — pusat stereogenik yang telah tertata dari sumber alami menghemat tahap induksi kiralitas dalam pembuatan molekul kompleks.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRiset kimia karbohidrat terproteksi — pola asetal isopropilidena menjadi model pembelajaran strategi proteksi dan deproteksi selektif pada gula polihidroksi.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 68539-16-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e Glycoscience\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan (monohidrat)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, hindari kelembapan berlebih\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. Gugus asetal isopropilidena peka terhadap kondisi asam dan kelembapan tinggi, sehingga wadah tidak boleh disimpan berdekatan dengan asam kuat maupun uap asam. Karena berbentuk monohidrat, hindari pemanasan berlebih yang dapat mengubah kandungan air kristal dan memengaruhi perhitungan mol. Timbang menggunakan spatula bersih dan kering, lalu tutup kembali wadah segera. Sebagai asam karboksilat, senyawa ini dapat mengiritasi kulit dan mata, sehingga sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium perlu dikenakan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e(-)-2,3:4,6-Di-O-isopropylidene-2-keto-L-gulonic acid monohydrate (CAS 68539-16-2) is the acetal-protected form of 2-keto-L-gulonic acid, the classic intermediate associated with ascorbic acid manufacture. Two isopropylidene groups mask the diol functionalities and lock the ring conformation, leaving only the carboxylic acid free for further transformation and giving reproducible, stereochemically controlled reactions. The protecting groups can be removed under mild acidic conditions, allowing full control over synthetic sequence. Because the molecule is enantiomerically defined and carries a carboxyl group, it also serves as a chiral resolving agent for racemic amines and as a chiral pool starting material for asymmetric synthesis. Supplied by TCI as a 5 g monohydrate solid within the glycoscience portfolio, it is stored cool, dry, and away from acids and excess moisture.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003e---\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eHedeland dkk. (2006). Effect of alkali metal hydroxides on the enantioseparation of amines using di‐O‐isopropylidene‐keto‐L‐gulonic acid as the selector in NACE. \u003cem\u003eELECTROPHORESIS\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/elps.200600297\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/elps.200600297\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eHedeland dkk. (2006). Effect of alkali metal hydroxides on the enantioseparation of amines using di‐O‐isopropylidene‐keto‐L‐gulonic acid as the selector in NACE (vol. 27, issue 22, pp. 4469‐4479). \u003cem\u003eELECTROPHORESIS\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/elps.200690088\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/elps.200690088\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086503031002,"sku":"TCI2510D219122285","price":834000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D2191.jpg?v=1767104379"},{"product_id":"tci2510d322523473","title":"TCI D3225 3572-64-3 Dihydrojasmonic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDihydrojasmonic Acid adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai penelitian bioteknologi tanaman. Bahan ini memiliki struktur kimia kompleks dan berperan penting dalam studi metabolisme sekunder tanaman, terutama dalam pengembangan senyawa bioaktif. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain yang memiliki aktivitas farmakologis atau biologis. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, Dihydrojasmonic Acid menjadi pilihan utama dalam eksperimen yang memerlukan presisi tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDihydrojasmonic Acid memiliki sifat kimia yang memungkinkannya berinteraksi dengan berbagai reaktan dalam kondisi tertentu. Senyawa ini bersifat tidak berwarna dan biasanya berbentuk padat. Karena kemurniannya yang tinggi dan konsistensi kualitas, senyawa ini sangat cocok untuk penggunaan dalam penelitian ilmiah yang memerlukan standar ketat. Selain itu, Dihydrojasmonic Acid tidak mudah terdegradasi dalam kondisi penyimpanan normal, sehingga memudahkan penggunaan dalam berbagai aplikasi laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Dihydrojasmonic Acid digunakan dalam penelitian bioteknologi tanaman, khususnya dalam studi tentang senyawa bioaktif dan metabolisme tanaman. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian tentang pengembangan obat alami dan bahan aktif tanaman. Karena kehandalannya dalam berbagai eksperimen, senyawa ini menjadi bahan yang diminati oleh para peneliti dan institusi pendidikan di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian metabolisme sekunder tanaman untuk pengembangan senyawa bioaktif\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa farmakologis dari bahan baku alami\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi pada ekstrak tanaman\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan aktif untuk produk kosmetik alami\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen bioteknologi yang memerlukan senyawa kimia stabil dan presisi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 3572-64-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Molecular Biology \u003e Plant Biotechnology\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDihydrojasmonic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari paparan cahaya langsung. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Simpan di suhu kamar dan jauh dari sumber panas. Dalam penggunaan, pastikan alat dan wadah yang digunakan bersih dan tidak terkontaminasi. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDihydrojasmonic Acid adalah senyawa organik yang digunakan dalam penelitian bioteknologi tanaman. Senyawa ini memiliki struktur kimia kompleks dan berperan penting dalam studi metabolisme sekunder tanaman, terutama dalam pengembangan senyawa bioaktif. Dengan sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, bahan ini sangat cocok untuk eksperimen yang memerlukan presisi tinggi. Dihydrojasmonic Acid digunakan dalam berbagai aplikasi seperti sintesis senyawa farmakologis, studi aktivitas antioksidan, dan pengembangan bahan aktif untuk produk kosmetik alami. Bahan ini menjadi pilihan utama dalam penelitian ilmiah yang memerlukan standar ketat dan konsistensi kualitas.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eSchwarzkopf dkk. (1992). In vitro Glucosylation of Dihydrojasmonic Acid and Abscisic Acid. \u003cem\u003eBiochemie und Physiologie der Pflanzen\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0015-3796(11)80263-5\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0015-3796(11)80263-5\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMeyer dkk. (1991). Cucurbic Acid Related Metabolites of the Plant Growth Regulator Dihydrojasmonic Acid in Barley (Hordeum vulgare)1. \u003cem\u003eBiochemie und Physiologie der Pflanzen\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0015-3796(11)80047-8\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0015-3796(11)80047-8\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMeyer dkk. (1991). Amino acid conjugates as metabolites of the plant growth regulator dihydrojasmonic acid in barley (Hordeum vulgare). \u003cem\u003eJournal of Plant Growth Regulation\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/bf02279306\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/bf02279306\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48086604251354,"sku":"TCI2510D322523473","price":4973000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48086604284122,"sku":"TCI2510D322523474","price":15849000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D3225.jpg?v=1769143893"},{"product_id":"tci2510d401524477","title":"TCI D4015 1596-84-5 Daminozide","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDaminozide adalah senyawa turunan asam suksinat berhidrazida yang sejak lama dikenal sebagai zat pengatur tumbuh tanaman, dan dalam beberapa dekade terakhir menarik perhatian besar di bidang biologi molekuler sebagai penghambat enzim histon demetilase. Pada penelitian tumbuhan, senyawa ini digunakan untuk mempelajari pengendalian pemanjangan batang dan pertumbuhan vegetatif melalui pengaruhnya terhadap biosintesis giberelin. Pada penelitian epigenetik, daminozide dipakai sebagai molekul kecil yang menghambat subkelompok enzim demetilase berdomain JmjC, sehingga membantu peneliti menelusuri peran modifikasi histon terhadap pengaturan ekspresi gen di dalam sel.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang membuatnya banyak dipilih adalah ukurannya yang kecil, kelarutannya yang baik dalam media berair, dan selektivitasnya terhadap subfamili enzim demetilase tertentu dibandingkan senyawa penghambat berspektrum luas. Selektivitas ini penting karena memungkinkan peneliti mengaitkan perubahan yang teramati dengan target enzim yang lebih spesifik, bukan dengan gangguan menyeluruh terhadap seluruh jalur epigenetik. Sebagai padatan, daminozide juga relatif mudah ditimbang dan disiapkan menjadi larutan induk, sehingga praktis dipakai baik pada uji enzim bebas sel maupun percobaan berbasis kultur sel.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, daminozide dimanfaatkan pada laboratorium bioteknologi tanaman, agronomi, serta pusat riset biomedis yang menekuni regulasi epigenetik. Kemasan 5 g dan 25 g memberi pilihan bagi laboratorium yang hanya memerlukan jumlah kecil untuk uji enzimatik, maupun kelompok riset agronomi yang membutuhkan kuantitas lebih besar untuk percobaan pada tanaman di rumah kaca atau lahan uji terbatas.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian epigenetik, karena senyawa ini menghambat subkelompok histon demetilase berdomain JmjC sehingga berguna untuk menelusuri peran metilasi histon pada ekspresi gen.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji penapisan enzim bebas sel, sebab kelarutannya yang baik dalam bufer berair memudahkan penyusunan seri konsentrasi untuk penentuan daya hambat secara kuantitatif.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian zat pengatur tumbuh tanaman, karena pengaruhnya terhadap pemanjangan batang membantu peneliti mempelajari mekanisme pengendalian pertumbuhan vegetatif secara terkendali.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePercobaan kultur jaringan tanaman, mengingat senyawa ini dapat ditambahkan ke media untuk mengamati respons pertumbuhan planlet terhadap pembatasan perpanjangan sel.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSenyawa pembanding pada pengembangan inhibitor baru, karena profil selektivitasnya yang telah banyak dilaporkan menjadikannya acuan berguna saat menguji kandidat molekul lain.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 1596-84-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Molecular Biology \u003e Epigenetics\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5 g dan 25 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan di tempat sejuk dan kering, tertutup rapat, terlindung dari kelembapan sesuai lembar data produk\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan daminozide dalam wadah tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung serta panas berlebih. Wadah asli produsen atau botol kaca bertutup ulir dengan segel merupakan pilihan yang sesuai, dan penyimpanan di dalam desikator dianjurkan bila ruangan cenderung lembap. Larutan induk sebaiknya diberi label lengkap berisi konsentrasi dan tanggal pembuatan, lalu disimpan beku dalam alikuot kecil agar tidak mengalami pembekuan berulang. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta timbang bahan di area berventilasi baik.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eDaminozide is a small succinic acid hydrazide derivative with a dual research profile. In plant science it is a well-known plant growth regulator used to study stem elongation and vegetative growth control, while in molecular biology it is widely applied as a selective inhibitor of a subfamily of JmjC-domain histone demethylases. Its small size, good aqueous solubility, and reported subfamily selectivity allow researchers to link observed effects to defined enzyme targets rather than to broad, non-specific inhibition. Typical uses include cell-free enzyme inhibition assays, epigenetic mechanism studies, plant tissue culture experiments, and benchmarking of newly developed inhibitors. Keep the solid tightly closed in a cool, dry place, and store stock solutions as labelled frozen aliquots.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLi dkk. (2015). Bulking Duration and Daminozide Affect Growth and Flowering of Achillea ×‘Coronation Gold’. \u003cem\u003eJournal of Environmental Horticulture\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.24266\/0738-2898-33.2.84\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.24266\/0738-2898-33.2.84\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSteinbrecher dkk. (1990). Improved Gas Chromatographic Method for Determination of Daminozide by Alkaline Hydrolysis and 2-Nitrobenzaldehyde Derivatization and Survey Results of Daminozide in Agricultural Products. \u003cem\u003eJournal of AOAC INTERNATIONAL\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/jaoac\/73.4.512\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1093\/jaoac\/73.4.512\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eInstituto Tecnólogico Agropecuario No. 2, Conkal, Yucatán dkk. (2005). EL DAMINOZIDE AUMENTA EL DIÁMETRO DE INFLORESCENCIA DEL CRISANTEMO (Dendranthema grandiflora Tzelev.), CULTIVAR POLARIS WHITE. \u003cem\u003eRevista Chapingo Serie Horticultura\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.5154\/r.rchsh.2005.03.021\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.5154\/r.rchsh.2005.03.021\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086651142362,"sku":"TCI2510D401524477","price":1742000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086651175130,"sku":"TCI2510D401524478","price":5402000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D4015.jpg?v=1768817993"},{"product_id":"tci2510d480025506","title":"TCI D4800 1918-00-9 Dicamba","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D4800 Dicamba adalah senyawa asam benzoat terklorinasi, secara kimia dikenal sebagai asam 3,6-dikloro-2-metoksibenzoat. Senyawa ini termasuk golongan herbisida auksin sintetik yang bekerja dengan meniru hormon pertumbuhan tanaman sehingga memicu pertumbuhan tak terkendali pada gulma berdaun lebar. Di laboratorium, Dicamba dipakai bukan sebagai produk aplikasi lapangan melainkan sebagai bahan penelitian: acuan pada analisis residu pestisida, bahan uji pada kajian fisiologi dan nutrisi tanaman, serta zat pengatur tumbuh pada percobaan kultur jaringan tanaman.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang membuat Dicamba banyak dipilih adalah aktivitas auksinnya yang kuat namun terukur, kestabilan yang baik sebagai padatan, dan kelarutan yang memadai baik dalam pelarut organik polar maupun dalam air setelah dinetralkan menjadi bentuk garamnya. Adanya gugus asam karboksilat memungkinkan penyesuaian pH untuk mengatur kelarutan dan bentuk ionik senyawa dalam media kultur. Dua atom klor pada cincin aromatik membuat molekulnya relatif tahan terhadap degradasi metabolik, sehingga efeknya bertahan lebih lama dibanding beberapa auksin alami dan memberi pola respons yang konsisten pada percobaan induksi kalus. Massa molekul yang khas serta pola fragmentasi yang jelas juga memudahkan pendeteksian dengan LC-MS\/MS maupun GC-MS.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Dicamba relevan bagi balai penelitian pertanian, laboratorium keamanan pangan, program studi agronomi, dan pusat bioteknologi tanaman. Kebutuhan analisis residu pada komoditas ekspor serta riset perbanyakan tanaman secara in vitro membuat senyawa ini sering diadakan dalam jumlah kecil. Kemasan 200 mg umumnya mencukupi untuk pembuatan larutan induk, seri kalibrasi, maupun beberapa rangkaian percobaan media kultur.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eAnalisis residu pestisida: dipakai sebagai bahan acuan untuk menyusun larutan kalibrasi dan memastikan identifikasi serta kuantifikasi Dicamba pada sampel pangan, tanah, atau air.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eInduksi kalus pada kultur jaringan: aktivitas auksin sintetiknya yang kuat dan tahan degradasi efektif memicu pembentukan kalus serta embriogenesis somatik pada banyak jenis tanaman.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian fisiologi dan nutrisi tanaman: senyawa ini menjadi perlakuan standar untuk menelaah bagaimana gangguan jalur auksin memengaruhi penyerapan hara dan pola pertumbuhan tanaman.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian mekanisme resistensi gulma: digunakan sebagai bahan uji untuk mengukur tingkat kepekaan atau resistensi populasi gulma terhadap herbisida golongan auksin sintetik.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji validasi metode instrumen: karakter kromatografi dan spektrometri massa yang khas menjadikannya senyawa uji yang baik saat memvalidasi metode LC-MS\/MS atau GC-MS baru.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog D4800\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 1918-00-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Cell Biology \u003e Nutrition Research\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 200 mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan kristalin (rujuk Certificate of Analysis TCI untuk keterangan rinci)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan di tempat sejuk dan kering dengan wadah tertutup rapat sesuai anjuran pada label\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKarena Dicamba merupakan bahan aktif herbisida, perlakukan senyawa ini dengan kehati-hatian penuh meski jumlahnya kecil. Simpan wadah asli tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari bahan pangan, media kultur steril, serta basa kuat. Gunakan wadah gelas atau plastik yang tahan bahan kimia dan beri label jelas termasuk tanggal pembukaan. Lakukan penimbangan di lemari asam dengan sarung tangan nitril, jas laboratorium, masker debu, dan pelindung mata; hindari terbentuknya debu melayang. Cuci tangan setelah bekerja, jangan membuang residu ke saluran air, dan tampung limbah sebagai limbah pestisida sesuai prosedur institusi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D4800 Dicamba (CAS 1918-00-9) is 3,6-dichloro-2-methoxybenzoic acid, a synthetic auxin-type compound supplied for research use. Its carboxylic acid group allows pH-controlled solubility in aqueous media, while the two aromatic chlorine atoms confer metabolic robustness and a long-lasting, reproducible auxin response. In the laboratory it serves three main roles: as a reference material for pesticide residue analysis by LC-MS\/MS or GC-MS, as a potent plant growth regulator for callus induction and somatic embryogenesis in plant tissue culture, and as a treatment compound in plant physiology, nutrition, and herbicide-resistance studies. Because it is a herbicidal active ingredient, it must be handled, stored, and disposed of with appropriate laboratory precautions. Supplied in a 200 mg pack.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eZangoueinejad dkk. (2021). Absorption and translocation of dicamba in dicamba-tolerant wild tomato. \u003cem\u003eCanadian Journal of Plant Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1139\/cjps-2019-0314\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1139\/cjps-2019-0314\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eUnderwood dkk. (2017). Benefit of tank-mixing dicamba with glyphosate applied post-emergence for weed control in dicamba plus glyphosate resistant soybean. \u003cem\u003eCanadian Journal of Plant Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1139\/cjps-2016-0292\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1139\/cjps-2016-0292\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eFerrell dkk. (2017). Using Dicamba in Dicamba-Tolerant Crops. \u003cem\u003eEDIS\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.32473\/edis-ag414-2017\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.32473\/edis-ag414-2017\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"200mg","offer_id":48086709010650,"sku":"TCI2510D480025506","price":2297000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D4800.jpg?v=1768205081"},{"product_id":"tci2510d608427113","title":"TCI D6084 1928-38-7 Methyl (2,4-Dichlorophenoxy)acetate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMethyl (2,4-Dichlorophenoxy)acetate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan penelitian ilmiah. Senyawa ini termasuk dalam kategori senyawa bangunan non-heterosiklik yang memiliki struktur dasar yang sederhana namun sangat penting dalam sintesis senyawa kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa aktif biologis, termasuk herbisida dan fungisida. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam reaksi kimia yang memerlukan keakuratan dan konsistensi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eMethyl (2,4-Dichlorophenoxy)acetate memiliki sifat kimia yang menarik, seperti kelarutan dalam pelarut organik dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi substitusi dan reaksi esterifikasi. Karakteristik ini menjadikannya sangat cocok untuk digunakan dalam sintesis senyawa yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional. Selain itu, senyawa ini juga relatif mudah ditemukan dan tersedia dalam berbagai bentuk kemasan yang memudahkan penggunaan dalam berbagai skala eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian pertanian, farmasi, dan lingkungan. Peneliti dan ilmuwan di berbagai institusi penelitian menggunakan senyawa ini untuk mengembangkan produk pertanian, mempelajari efek biologis senyawa kimia, serta melakukan uji coba lingkungan. Ketersediaannya dalam kemasan yang beragam juga memudahkan penggunaan di berbagai jenis laboratorium, baik skala kecil maupun besar.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa aktif biologis untuk pengembangan obat dan pestisida\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas biologis senyawa kimia dalam penelitian farmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan produk pertanian untuk meningkatkan efisiensi pertanian\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian lingkungan untuk mengevaluasi dampak senyawa kimia terhadap ekosistem\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eProduksi bahan kimia untuk keperluan industri dan produksi farmasi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 1928-38-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 200mg, 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMethyl (2,4-Dichlorophenoxy)acetate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan di tempat yang sejuk serta kering. Senyawa ini bersifat kimia yang relatif stabil, namun tetap perlu dihindari paparan langsung dari cahaya matahari atau panas berlebihan. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia sangat disarankan. Dalam penanganan, selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMethyl (2,4-Dichlorophenoxy)acetate is a chemical compound widely used in laboratory research and chemical synthesis. It belongs to the category of non-heterocyclic building blocks and serves as a key reagent in the synthesis of various bioactive compounds, including herbicides and pesticides. Its stable chemical properties and controlled reactivity make it a preferred choice for precise and consistent chemical reactions. This compound is commonly utilized in agricultural, pharmaceutical, and environmental research in Indonesia. Its availability in different packaging sizes facilitates its use in both small and large-scale laboratory experiments. The compound is suitable for applications requiring high reactivity and compatibility with various functional groups, making it an essential material for researchers and scientists in various fields.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"200mg","offer_id":48086790766810,"sku":"TCI2510D608427113","price":2197000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"1g","offer_id":48086790799578,"sku":"TCI2510D608427114","price":7572000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D6084.jpg?v=1767109693"},{"product_id":"tci2510d641727455","title":"TCI D6417 23599-75-9 Dihydrozeatin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D6417 adalah Dihydrozeatin, salah satu hormon tumbuhan golongan sitokinin alami yang merupakan bentuk tereduksi dari zeatin. Sitokinin berperan penting dalam mengatur pembelahan sel, pembentukan tunas, dan penundaan penuaan daun pada tumbuhan. Di laboratorium, senyawa ini terutama dipakai sebagai zat pengatur tumbuh pada media kultur jaringan tanaman serta sebagai bahan uji pada penelitian biologi molekuler tumbuhan yang mengkaji mekanisme penerimaan dan penghantaran sinyal hormon di dalam sel.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik yang membedakan dihidrozeatin dari zeatin adalah rantai sampingnya yang jenuh, tanpa ikatan rangkap. Perbedaan kecil ini membuat molekul lebih tahan terhadap perombakan oleh enzim sitokinin oksidase\/dehidrogenase yang di dalam jaringan tumbuhan bertugas menonaktifkan sitokinin. Akibatnya, aktivitas hormon dapat bertahan lebih lama di dalam media maupun jaringan, yang berguna ketika peneliti membutuhkan pemberian sinyal yang stabil sepanjang masa kultur. Sebagai sitokinin alami, senyawa ini juga menjadi pembanding penting saat membandingkan tanggapan tanaman terhadap sitokinin sintetis seperti kinetin atau benziladenin.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, bahan ini banyak dibutuhkan laboratorium kultur jaringan tanaman di perguruan tinggi, balai penelitian pertanian, serta unit perbanyakan bibit tanaman hortikultura dan perkebunan. Kemasan 50 mg tergolong sesuai karena sitokinin dipakai pada konsentrasi sangat rendah di dalam media, sehingga jumlah kecil sudah mencukupi untuk menyiapkan banyak botol media kultur.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eKultur jaringan tanaman: ditambahkan ke media untuk merangsang pembentukan tunas serta pembelahan sel pada perbanyakan tanaman secara in vitro.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian penghantaran sinyal hormon: dipakai mengkaji cara reseptor sitokinin mengenali dan meneruskan sinyal ke dalam sel tumbuhan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi penuaan daun: diterapkan pada percobaan terkendali untuk mengamati kemampuan sitokinin menunda proses penuaan jaringan daun terpotong.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePerbandingan aktivitas sitokinin: berperan sebagai pembanding alami ketika menilai potensi sitokinin sintetis pada uji hayati tanaman terstandar.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRiset metabolisme sitokinin: dimanfaatkan mempelajari kerja enzim sitokinin oksidase serta jalur penonaktifan hormon di dalam jaringan tumbuhan.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D6417\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 23599-75-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Molecular Biology \u003e Plant Biotechnology\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 50 mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan; rincian tampilan per lot mengacu pada lembar data produk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyimpanan: dingin dan kering, terlindung cahaya, sesuai anjuran pada label kemasan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan pada kondisi dingin, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai anjuran label, dalam wadah asli yang tertutup rapat. Sebelum dibuka, biarkan wadah mencapai suhu ruang agar uap air tidak mengembun di dalamnya. Larutan induk sebaiknya dibuat dalam jumlah kecil, dibagi menjadi beberapa alikuot, lalu disimpan beku untuk menghindari siklus beku-cair berulang yang dapat menurunkan mutu. Gunakan alat timbang dengan ketelitian memadai karena bahan dipakai dalam jumlah sangat sedikit. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta bekerja dengan teknik aseptis saat menyiapkan media.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI D6417, dihydrozeatin, is a naturally occurring cytokinin and the reduced counterpart of zeatin, carrying a saturated side chain. Cytokinins regulate cell division, shoot formation, and the delay of leaf senescence in plants, and dihydrozeatin is valued because its saturated side chain makes it markedly more resistant to degradation by cytokinin oxidase\/dehydrogenase, so hormonal activity persists longer in media and tissue. Laboratories use it as a plant growth regulator in tissue-culture media for micropropagation and shoot induction, as a natural reference in cytokinin bioassays, and as a tool in molecular studies of cytokinin perception, signalling, and metabolic inactivation.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBlanco dkk. (2000). Determination of Dihydrozeatin and Dihydrozeatin Riboside by Cathodic Stripping Voltammetry. \u003cem\u003eElectroanalysis\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/(sici)1521-4109(200002)12:2\u003c147::aid-elan147\u003e3.3.co;2-6\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/(sici)1521-4109(200002)12:2\u003c147::aid-elan147\u003e3.3.co;2-6\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBlanco dkk. (2000). Determination of Dihydrozeatin and Dihydrozeatin Riboside by Cathodic Stripping Voltammetry. \u003cem\u003eElectroanalysis\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/(sici)1521-4109(200002)12:2\u003c147::aid-elan147\u003e3.0.co;2-f\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/(sici)1521-4109(200002)12:2\u003c147::aid-elan147\u003e3.0.co;2-f\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eHeylen dkk. (1991). Further studies on the effects of different auxins and cytokinins on flower formation in thin cell layers of Nicotiana tabacum: The effects of zeatin riboside, dihydrozeatin and dihydrozeatin riboside. \u003cem\u003ePhysiologia Plantarum\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1034\/j.1399-3054.1991.830406.x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1034\/j.1399-3054.1991.830406.x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"50mg","offer_id":48086805840090,"sku":"TCI2510D641727455","price":7118000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D6417.jpg?v=1768818597"},{"product_id":"tci2510e087828686","title":"TCI E0878 778-82-5 Ethyl 3-Indoleacetate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl 3-Indoleacetate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia, khususnya dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks dan merupakan bagian dari keluarga senyawa indol, yang dikenal karena aktivitas biologisnya. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk membangun senyawa dengan struktur heterosiklik, seperti alkaloid atau senyawa fenolik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eEthyl 3-Indoleacetate memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap suhu tinggi dan paparan cahaya. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam reaksi yang memerlukan kontrol ketat terhadap lingkungan reaksi. Selain itu, senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemisahan dan penguapan dalam prosedur laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Ethyl 3-Indoleacetate digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmakologi dan sintesis senyawa aktif biologis. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat baru atau modifikasi senyawa alami. Karena ketersediaannya yang cukup dan kehandalannya dalam reaksi kimia, senyawa ini menjadi pilihan utama bagi para peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru karena struktur indol yang memiliki aktivitas biologis.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eReaksi esterifikasi untuk menghasilkan senyawa dengan sifat kimia yang berbeda dari asam indol-3-asetat.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian farmakologi untuk menguji efek biologis senyawa yang terkait dengan indol.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi senyawa alami dalam bidang kimia organik untuk aplikasi industri.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian reaktivitas senyawa dalam lingkungan laboratorium untuk menentukan sifat kimia yang optimal.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 778-82-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl 3-Indoleacetate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan suhu tinggi. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan, sehingga wadah harus dilengkapi dengan penutup yang kedap udara. Dalam penanganan, pengguna harus memakai sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk mencegah kontaminasi atau kebocoran.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl 3-Indoleacetate is a chemical compound widely used in organic chemistry for the synthesis of heterocyclic compounds. Its molecular structure, derived from indole, makes it a valuable building block in the development of bioactive molecules. This compound is particularly useful in pharmaceutical research due to its potential biological activity. Ethyl 3-Indoleacetate is stable under controlled conditions but sensitive to high temperatures and light exposure. It dissolves well in organic solvents, facilitating purification and evaporation processes in laboratory settings. Its versatility and reactivity make it a preferred choice for researchers in Indonesia, especially in academic and industrial laboratories focused on drug discovery and chemical synthesis.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48086903849178,"sku":"TCI2510E087828686","price":1944000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48086903881946,"sku":"TCI2510E087828687","price":5276000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E0878.jpg?v=1767111904"},{"product_id":"tci2510e114929057","title":"TCI E1149 10443-70-6 Ethyl 4-(4-Chloro-2-methylphenoxy)butyrate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl 4-(4-Chloro-2-methylphenoxy)butyrate adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam pembentukan senyawa dengan struktur rantai butirat dan gugus fenil yang termodifikasi. Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat bereaksi dengan berbagai reagen seperti asam, basa, atau katalis tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk memperoleh produk akhir yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, atau industri kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarena struktur molekulnya yang kompleks dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini dipilih sebagai bahan baku dalam reaksi sintesis yang memerlukan presisi tinggi. Senyawa ini memiliki daya larut yang cukup baik dalam pelarut organik seperti etil asetat atau etanol, sehingga memudahkan dalam proses pemisahan atau penguapan. Karakteristik ini menjadikannya ideal untuk digunakan dalam proses kimia yang membutuhkan kestabilan dan konsistensi hasil.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmakologi dan material. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi medis atau industri. Dengan ketersediaan yang cukup dan keandalan sifatnya, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa farmakologis sebagai bahan baku untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eReaksi kimia organik dalam pembuatan senyawa dengan struktur rantai kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang reaktivitas senyawa dengan gugus fenil dan rantai butirat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan bahan baku untuk industri material kimia berbasis senyawa organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen kimia untuk mempelajari mekanisme reaksi dan sifat senyawa kompleks\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 10443-70-6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100mg, 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena bersifat kimia, wadah harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau gelas yang tahan asam. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kebocoran atau kontaminasi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl 4-(4-Chloro-2-methylphenoxy)butyrate is a chemical compound commonly used as a building block in organic synthesis reactions. It is a versatile reagent that can participate in various chemical transformations, particularly in the formation of complex organic molecules with butyrate and phenolic functional groups. This compound is valued for its stability and controlled reactivity, making it suitable for precise laboratory applications. Its solubility in organic solvents like ethyl acetate and ethanol facilitates its use in purification and reaction processes. In Indonesian laboratories, this compound is widely applied in pharmaceutical research, material science, and organic chemistry experiments, contributing to the development of new compounds with potential industrial or medical applications.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100mg","offer_id":48086929146074,"sku":"TCI2510E114929057","price":2247000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"1g","offer_id":48086929178842,"sku":"TCI2510E114929058","price":14083000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510E1149.jpg?v=1767112434"},{"product_id":"tci2510f064930570","title":"TCI F0649 1405-10-3 Fradiomycin Sulfate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFradiomycin Sulfate dengan kode katalog TCI F0649 adalah bentuk garam sulfat dari fradiomisin, yaitu antibiotik golongan aminoglikosida yang lebih luas dikenal dengan nama neomisin. Sebagai senyawa aminoglikosida, molekulnya tersusun atas satuan gula amino yang saling terhubung melalui ikatan glikosidik, sehingga secara ilmiah bahan ini masuk dalam ranah glikosains. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai agen antibakteri rujukan sekaligus bahan penelitian untuk mempelajari kerja antibiotik pada ribosom bakteri. Bentuk garam sulfatnya dipilih karena memberikan kelarutan dalam air yang baik dan penanganan yang jauh lebih praktis dibandingkan bentuk basa bebasnya.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik yang membuat bahan ini dipilih adalah spektrum aktivitasnya yang luas terhadap bakteri, terutama bakteri Gram negatif, serta mekanisme kerjanya yang khas yaitu mengikat subunit ribosom bakteri dan mengganggu ketepatan penerjemahan protein. Kelarutannya yang tinggi dalam air memudahkan pembuatan larutan induk untuk ditambahkan ke media kultur atau untuk pengujian sensitivitas. Namun demikian, seperti umumnya garam aminoglikosida, bahan ini bersifat higroskopis sehingga mudah menyerap uap air dari udara. Sifat tersebut menuntut disiplin penyimpanan yang baik agar bobot penimbangan tetap akurat dan mutu bahan terjaga. Struktur poliaminonya juga menjadikan senyawa ini bermuatan positif pada pH fisiologis, yang menjelaskan interaksinya yang kuat dengan permukaan bermuatan negatif.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, bahan ini banyak digunakan pada laboratorium mikrobiologi universitas, laboratorium kultur sel dan jaringan, serta unit penelitian bioteknologi. Kemasan 25 gram merupakan ukuran yang sesuai bagi laboratorium yang rutin menyiapkan media selektif atau menjalankan pengujian antimikroba dalam jumlah banyak, sehingga tidak perlu sering melakukan pengadaan ulang di tengah rangkaian penelitian yang sedang berjalan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSuplemen media kultur sel dan jaringan, karena kemampuannya menekan pertumbuhan bakteri kontaminan membantu menjaga kemurnian biakan selama masa inkubasi yang panjang.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian sensitivitas antibiotik di laboratorium mikrobiologi, sebab bahan ini lazim dipakai sebagai antibiotik pembanding pada metode difusi cakram maupun pengenceran.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian mekanisme kerja antibiotik aminoglikosida, mengingat senyawa ini mengikat subunit ribosom bakteri dan mengganggu ketepatan proses penerjemahan protein sel.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi resistansi antimikroba, karena bahan ini digunakan untuk menapis isolat bakteri serta mempelajari enzim pemodifikasi aminoglikosida yang menyebabkan hilangnya kepekaan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian glikosains dan kimia karbohidrat, sebab kerangka gula amino yang terhubung ikatan glikosidik menjadikannya model menarik untuk kajian struktur dan modifikasi kimia.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 1405-10-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e Glycoscience\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian kemasan: 25 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: serbuk yang larut dalam air dan bersifat higroskopis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan dingin dan kering dalam wadah tertutup rapat sesuai anjuran pada label produsen\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKarena bersifat higroskopis, bahan ini harus disimpan dalam wadah yang tertutup sangat rapat pada kondisi dingin dan kering sesuai anjuran produsen, sebaiknya disertai bahan pengering di dalam wadah sekunder. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun dan menyebabkan bahan menggumpal. Larutan induk yang telah dibuat sebaiknya disaring secara steril, dibagi dalam alikuot kecil, diberi label tanggal pembuatan, dan disimpan beku agar aktivitasnya terjaga. Gunakan sarung tangan, masker, kacamata pengaman, dan jas laboratorium karena debu antibiotik dapat menimbulkan sensitisasi pada sebagian orang. Lakukan penimbangan di lemari asam atau biosafety cabinet, dan buang limbah antibiotik melalui jalur limbah khusus.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eFradiomycin Sulfate (TCI F0649, CAS 1405-10-3), commonly known as neomycin sulfate, is an aminoglycoside antibiotic composed of amino sugar units joined by glycosidic linkages, which places it firmly within glycoscience research. The sulfate salt form provides excellent water solubility and convenient handling for preparing stock solutions. It acts by binding the bacterial ribosomal subunit and disrupting the fidelity of protein translation, giving broad activity particularly against Gram-negative organisms. In the laboratory it is widely used as a supplement in cell and tissue culture media to suppress bacterial contamination, as a reference antibiotic in susceptibility testing, and as a research tool in antimicrobial resistance and carbohydrate chemistry studies. The powder is hygroscopic and needs cool, dry, tightly sealed storage.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eSugimoto dkk. (2017). Contact Dermatitis after Prescription of an Ophthalmic Ointment Containing Fradiomycin Sulfate: A Retrospective Database Study Using Japanese Health Insurance Claims Data. \u003cem\u003eDrugs - Real World Outcomes\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40801-017-0127-4\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40801-017-0127-4\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087021650138,"sku":"TCI2510F064930570","price":1894000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}]},{"product_id":"tci2510g002931609","title":"TCI G0029 77-06-5 Gibberellin A3","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eGibberellin A3 (GA3) adalah senyawa aktif yang termasuk dalam kelompok terpenoid, digunakan secara luas dalam penelitian biokimia dan pertanian. Bahan ini memiliki peran penting dalam pengaturan pertumbuhan tanaman, termasuk pemberian panjang batang, pematangan buah, dan penghambatan dormansi biji. Dalam laboratorium, GA3 sering digunakan sebagai reagen untuk studi tentang regulasi pertumbuhan tumbuhan dan respons terhadap lingkungan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eGibberellin A3 memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap paparan cahaya dan oksidasi. Karena sifat ini, GA3 harus disimpan dengan hati-hati untuk menjaga kualitas dan aktivitasnya. Ketersediaan dalam berbagai varian kemasan memudahkan peneliti dalam memenuhi kebutuhan eksperimen yang beragam.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, GA3 menjadi alat penting bagi peneliti bidang pertanian, bioteknologi, dan ilmu lingkungan. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian terkait pengembangan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap lingkungan dan meningkatkan hasil panen.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian pertumbuhan tanaman untuk memahami mekanisme regulasi hormon\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas GA3 sebagai stimulan pertumbuhan biji dan tunas\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan metode bioteknologi untuk meningkatkan hasil panen\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang respons tanaman terhadap stres lingkungan seperti kekeringan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis kualitas bahan aktif dalam produk pertanian dan pertanian organik\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 77-06-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Biochemicals and Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100mg, 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eGibberellin A3 harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Selama penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari paparan berlebihan untuk menjaga kualitas dan keamanan eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eGibberellin A3 (GA3) is a key biochemical compound widely used in laboratory research, particularly in plant physiology and agricultural sciences. As a terpenoid, GA3 plays a crucial role in regulating plant growth, including stem elongation, fruit ripening, and seed germination. Its stability under controlled conditions makes it a reliable reagent for various experimental applications. Available in multiple packaging options, GA3 is suitable for both small-scale and large-scale research. In Indonesian laboratories, GA3 is essential for studies on plant growth regulation, biotechnology, and environmental stress responses. Its application extends to the development of agricultural products and sustainable farming practices.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(1995). Gibberellin A3. \u003cem\u003eFood and Chemical Toxicology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0278-6915(95)80263-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0278-6915(95)80263-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBEALE dkk. (1991). ChemInform Abstract: Two Efficient Partial Syntheses of Gibberellin A81 from Gibberellin A3.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.199133291\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.199133291\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eŽalnierius dkk. (2025). HsGA20ox1, HsGA3ox1, and HsGA2ox1 Are Involved in Endogenous Gibberellin Regulation Within Heracleum sosnowskyi Ovaries After Gibberellin A3 Treatment. \u003cem\u003eInternational Journal of Molecular Sciences\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/ijms26104480\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/ijms26104480\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100mg","offer_id":48087085678810,"sku":"TCI2510G002931609","price":531000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"1g","offer_id":48087085711578,"sku":"TCI2510G002931610","price":1491000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48087085744346,"sku":"TCI2510G002931611","price":3887000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510G0029.jpg?v=1768360431"},{"product_id":"tci2510g034931980","title":"TCI G0349 108321-42-2 G418 Disulfate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eG418 Disulfate (108321-42-2) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia, terutama dalam penelitian terkait sel dan pertumbuhan sel. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium untuk aplikasi seperti seleksi sel yang resisten terhadap antibiotik, serta dalam penelitian terkait biologi seluler dan farmakologi. Sebagai agen selektif, G418 Disulfate memainkan peran penting dalam pengujian efektivitas obat dan pengembangan model sel yang lebih akurat.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eG418 Disulfate memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik tertentu, sehingga memudahkan dalam proses penggunaan dan penyimpanan. Bahan ini juga memiliki daya selektif tinggi terhadap sel tertentu, yang membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian biologi molekuler. Karena sifatnya yang tidak merusak lingkungan dan memiliki keamanan penggunaan yang relatif tinggi, G418 Disulfate sering dipilih sebagai bahan baku dalam eksperimen laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, G418 Disulfate digunakan secara luas dalam penelitian biomedis, farmasi, dan biologi molekuler. Bahan ini menjadi alat penting bagi para peneliti yang ingin menguji respons sel terhadap berbagai stimulan dan memahami mekanisme pertumbuhan sel secara lebih mendalam.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDalam penelitian biologi seluler, G418 Disulfate digunakan untuk memilih sel yang resisten terhadap obat tertentu.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini cocok untuk eksperimen seleksi sel karena memiliki kemampuan selektif yang tinggi terhadap jenis sel tertentu.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eG418 Disulfate sering digunakan dalam pengujian efektivitas obat pada model sel manusia.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini juga digunakan dalam penelitian terkait farmakologi untuk memahami mekanisme kerja obat.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAplikasi laboratorium lainnya termasuk dalam pengembangan model sel untuk penelitian kanker dan penyakit metabolik.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 108321-42-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e Glycoscience\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padatan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eG418 Disulfate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mempertahankan kualitasnya. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam ruangan yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan udara bebas. Dalam penanganan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Selain itu, bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eG418 Disulfate (108321-42-2) is a chemical compound widely used in biochemical research, particularly in cellular and molecular biology studies. It serves as a selective agent for cell culture applications, enabling researchers to identify and isolate cells resistant to specific antibiotics or stimuli. This compound is valued for its stability, solubility in organic solvents, and high selectivity, making it a reliable choice for laboratory experiments. In Indonesia, it is commonly utilized in biomedical research, pharmacology, and molecular biology to study cell behavior and drug efficacy. Its application extends to the development of cell models for cancer and metabolic disease research, contributing significantly to scientific advancements in the field.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eHabuchi (2022). Functions of chondroitin\/dermatan sulfate containing GalNAc4,6-disulfate. \u003cem\u003eGlycobiology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/glycob\/cwac030\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1093\/glycob\/cwac030\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKOTERA dkk. (2012). Preparation and Crystal Structure of Tripotassium Sodium Disulfate. \u003cem\u003eX-ray Structure Analysis Online\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2116\/xraystruct.28.45\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2116\/xraystruct.28.45\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eFukuda dkk. (2010). ChemInform Abstract: Divergent Synthesis of Lamellarin α 13‐Sulfate, 20‐Sulfate, and 13,20‐Disulfate.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.201033202\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.201033202\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48087106552026,"sku":"TCI2510G034931980","price":2802000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48087106584794,"sku":"TCI2510G034931981","price":10903000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510G0349.jpg?v=1767115059"},{"product_id":"tci2510h150934379","title":"TCI H1509 31282-04-9 Hygromycin B","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eHygromycin B adalah senyawa biokimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen biologi molekuler dan farmakologi. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian yang berkaitan dengan penghambatan pertumbuhan sel, terutama pada sel yang memiliki aktivitas proliferasi tinggi. Sebagai agen selektif, Hygromycin B berperan dalam proses seleksi sel yang resisten terhadap antibiotik, sehingga memungkinkan peneliti untuk memisahkan sel yang memiliki gen tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eHygromycin B memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan memiliki aktivitas antimikroba yang kuat terhadap berbagai jenis bakteri dan fungi. Senyawa ini juga memiliki kemampuan untuk menghambat sintesis protein, sehingga menjadi alat penting dalam studi gen dan ekspresi gen. Keistimewaannya adalah kemampuannya untuk digunakan dalam berbagai media kultur sel, baik dalam bentuk cair maupun padat.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Hygromycin B sering digunakan dalam penelitian biomedis dan bioteknologi. Bahan ini menjadi bagian penting dalam eksperimen yang memerlukan seleksi sel, pengujian toksisitas, atau studi tentang respons sel terhadap berbagai faktor lingkungan. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan peneliti untuk mengakses bahan ini tanpa harus mengimpor dari luar negeri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian seleksi sel yang resisten terhadap antibiotik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian toksisitas pada sel manusia dan hewan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang mekanisme penghambatan sintesis protein\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen biologi molekuler untuk identifikasi gen tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian farmakologi untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 31282-04-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e Glycoscience\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 200mg, 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eHygromycin B harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, dalam kondisi kering dan sejuk. Penyimpanan dalam lemari pendingin sebaiknya dilakukan untuk menjaga stabilitas senyawa. Penggunaan bahan ini harus dilakukan di bawah kondisi aerasi yang baik dan dengan perlindungan dari paparan langsung sinar matahari. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk mencegah kontak langsung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eHygromycin B is a biochemical compound widely used in molecular biology and pharmacology research. It serves as a selective agent for inhibiting cell growth, particularly in cells with high proliferation activity. This compound is commonly used in experiments that require the selection of cells resistant to antibiotics, allowing researchers to isolate cells with specific genetic characteristics. Hygromycin B has strong antimicrobial properties against various bacteria and fungi and can inhibit protein synthesis, making it a valuable tool in genetic and molecular studies. Its stability under certain conditions and compatibility with various culture media make it a preferred choice in laboratory settings. In Indonesia, it is frequently used in biomedical and biotechnology research, supporting experiments on cell selection, toxicity testing, and the development of new pharmaceuticals. Its availability locally facilitates access for researchers without the need for international imports.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2021). Hygromycin A . . . and other stories. \u003cem\u003eBMJ\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1136\/bmj.n2616\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1136\/bmj.n2616\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLiu dkk. (2020). Transcriptome Responses of Hygromycin B Resistance Gene-Transformed, Hygromycin B-Adaptive and Wild Nannochloropsis oceanica Strains to Hygromycin B. \u003cem\u003eJournal of Ocean University of China\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s11802-020-4252-4\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s11802-020-4252-4\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLuo dkk. (2020). HS1 Is Involved in Hygromycin Resistance Through Facilitating Hygromycin Phosphotransferase Transportation From Cytosol to Chloroplast. \u003cem\u003eFrontiers in Plant Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3389\/fpls.2020.00613\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3389\/fpls.2020.00613\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"200mg","offer_id":48087295688922,"sku":"TCI2510H150934379","price":910000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"1g","offer_id":48087295721690,"sku":"TCI2510H150934380","price":3079000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510H1509.jpg?v=1767118112"},{"product_id":"tci2510i002234944","title":"TCI I0022 87-51-4 3-Indoleacetic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Indoleacetic Acid (IAA) adalah senyawa organik yang memiliki peran penting dalam bidang kimia dan biologi. Sebagai salah satu senyawa asam indol, IAA sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik yang kompleks. Bahan ini juga dikenal sebagai salah satu dari tiga asam auksin yang terdapat alami di tumbuhan, sehingga memiliki relevansi dalam penelitian bioteknologi dan fisiologi tumbuhan. Dalam laboratorium, IAA digunakan sebagai bahan bantu untuk reaksi kimia, serta sebagai substrat dalam reaksi enzimatik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama dari IAA adalah struktur kimianya yang terdiri dari cincin indol dan gugus karboksilat. Struktur ini memberikan sifat reaktivitas yang tinggi, sehingga memungkinkan IAA berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia, seperti reaksi substitusi, kondensasi, dan reaksi redoks. Karena sifat tersebut, IAA sering dipilih sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks dan modifikasi molekuler.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, IAA menjadi bahan yang populer dalam penelitian kimia organik, biokimia, dan pertanian. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan IAA untuk studi tentang pertumbuhan tanaman, aktivitas enzim, dan sintesis senyawa baru. Bahan ini juga digunakan dalam pembuatan bahan aktif dalam pupuk dan pestisida, yang sangat relevan dengan kebutuhan pertanian nasional.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa heterosiklik kompleks untuk penelitian kimia organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang mekanisme pertumbuhan tumbuhan dalam bidang fisiologi tumbuhan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan bahan aktif dalam pupuk auksin untuk pertanian berkelanjutan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian aktivitas enzim dalam reaksi biokimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi molekuler untuk pengembangan senyawa farmakologis baru\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 87-51-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk kristal\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Indoleacetic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kelembapan dan kontaminasi. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena bahan ini bisa menyebabkan iritasi kulit. Selain itu, bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Indoleacetic Acid (IAA) is an organic compound widely used in chemical and biological research. As a member of the indolecarboxylic acid family, it serves as a key building block in the synthesis of complex heterocyclic compounds. IAA is also recognized as one of the natural auxin acids found in plants, making it relevant in plant physiology and biotechnology studies. In the laboratory, it functions as a reagent in various chemical reactions and as a substrate in enzymatic processes. Its structural features, including the indole ring and carboxylic acid group, contribute to its high reactivity, enabling participation in substitution, condensation, and redox reactions. IAA is commonly used in organic chemistry, biochemistry, and agricultural research in Indonesia, particularly in the development of plant growth regulators and bioactive compounds. Its versatility and chemical properties make it an essential material for both academic and industrial applications.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eAmat-Guerri dkk. (1990). Direct and dye-sensitized aqueous photo-oxidation of 3-indoleacetic acid, methyl-3-indoleacetate and 1-methyl-3-indoleacetic acid 1-methyl-3-indoleacetic acid II: Quantum yields and mechamism. \u003cem\u003eJournal of Photochemistry and Photobiology A: Chemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/1010-6030(90)87025-7\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/1010-6030(90)87025-7\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePope (1993). Evidence for Two Indoleacetic Acid-Induced Growth Responses in the Avena Straight-Growth Indoleacetic Acid Assay. \u003cem\u003ePlant Physiology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1104\/pp.102.2.409\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1104\/pp.102.2.409\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eYoung dkk. (2008). Effect of Oral Melatonin Administration on Melatonin, 5-Hydroxyindoleacetic Acid, Indoleacetic Acid, and Cyclic Nucleotides in Human Cerebrospinal Fluid. \u003cem\u003eNeuroendocrinology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1159\/000123961\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1159\/000123961\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48087348216026,"sku":"TCI2510I002234944","price":733000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48087348248794,"sku":"TCI2510I002234945","price":2045000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510I0022.jpg?v=1767118846"},{"product_id":"tci2510i002334946","title":"TCI I0023 2338-19-4 Potassium 3-Indoleacetate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePotassium 3-Indoleacetate (KIA) adalah senyawa kimia yang memiliki peran penting dalam bidang bioteknologi tumbuhan. Bahan ini sering digunakan sebagai senyawa pertumbuhan untuk merangsang pertumbuhan akar dan pembentukan kalus pada tanaman. Dalam laboratorium, KIA digunakan untuk mempercepat proses kultur jaringan dan reproduksi vegetatif tanaman secara in vitro. Karena sifatnya yang aktif secara fisiologis, senyawa ini menjadi bagian dari media nutrisi yang dirancang untuk berbagai jenis tanaman.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKIA memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam air, sehingga mudah digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium. Karena ketersediaannya dalam bentuk padat dan kemudahan dalam pembuatan larutan, senyawa ini sangat cocok untuk penggunaan dalam skala laboratorium. Selain itu, KIA tidak mengandung bahan beracun atau berbahaya, sehingga relatif aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, KIA digunakan secara luas dalam penelitian pertanian dan bioteknologi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk pengembangan varietas tanaman unggul dan peningkatan produktivitas pertanian. KIA juga menjadi bahan penting dalam program pengembangan pertanian berkelanjutan yang didukung oleh pemerintah dan lembaga penelitian lokal.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eBahan untuk stimulasi pertumbuhan akar pada kultur jaringan tanaman\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKomponen utama dalam media nutrisi untuk kultur in vitro\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan bantu dalam penelitian bioteknologi tumbuhan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAlat untuk menghasilkan kalus pada tanaman yang diinginkan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKomponen dalam penelitian tentang regulasi pertumbuhan tanaman\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 2338-19-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Molecular Biology \u003e Plant Biotechnology\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKIA harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung untuk menjaga kualitasnya. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Wadah penyimpanan harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau gelas. Dalam penggunaan, pastikan alat dan wadah yang digunakan bersih dan bebas kontaminasi untuk menjaga akurasi hasil penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePotassium 3-Indoleacetate (KIA) is a chemical compound widely used in plant biotechnology for its ability to stimulate root growth and callus formation in plant tissue culture. As a growth regulator, it plays a crucial role in the development of in vitro plant cultures and the production of plant varieties with desired traits. This compound is commonly used in laboratory settings to support research in agricultural biotechnology and sustainable farming practices. Its stability in aqueous solutions and ease of handling make it a preferred choice for researchers in Indonesia. KIA is essential for various applications, including the development of new plant varieties and the enhancement of plant growth under controlled laboratory conditions. Its use aligns with the goals of modern agricultural research aimed at improving productivity and resilience in plant cultivation.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48087348281562,"sku":"TCI2510I002334946","price":1137000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48087348314330,"sku":"TCI2510I002334947","price":7295000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510I0023.jpg?v=1768360869"},{"product_id":"tci2510i002434948","title":"TCI I0024 771-51-7 3-Indoleacetonitrile","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Indoleacetonitrile adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur molekul yang kompleks dan merupakan bahan dasar penting dalam pembuatan senyawa-senyawa yang memiliki aktivitas biologis, seperti alkaloid dan senyawa aromatik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa dengan aktivitas farmakologis atau sebagai komponen dalam reaksi kimia tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003e3-Indoleacetonitrile memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan dapat bereaksi dengan berbagai reaktan seperti logam alkali atau senyawa nitrogen. Karena struktur molekulnya yang kompleks, senyawa ini memiliki potensi untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi substitusi dan reaksi siklis. Karena sifat ini, senyawa ini dipilih sebagai bahan baku dalam penelitian kimia organik dan sintesis senyawa heterosiklik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, 3-Indoleacetonitrile digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmakologi dan sintesis senyawa biomedis. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang memerlukan senyawa dengan struktur heterosiklik kompleks, baik dalam pendidikan maupun penelitian aplikatif.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa heterosiklik untuk penelitian farmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan senyawa dengan aktivitas biologis yang potensial\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eReaksi kimia organik dalam laboratorium pendidikan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang struktur molekul dan reaktivitas senyawa aromatik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenggunaan dalam studi mekanisme reaksi kimia kompleks\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 771-51-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Indoleacetonitrile harus disimpan dalam wadah tertutup dan di tempat yang sejuk serta kering. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari dari paparan langsung sinar matahari atau kelembapan berlebihan. Dalam penanganan, gunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau saluran napas. Pastikan wadah penyimpanan terkunci dan tidak terbuka untuk mencegah kontaminasi atau kebocoran.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Indoleacetonitrile is a chemical compound used as a building block in organic synthesis, particularly in the creation of heterocyclic compounds. It has a complex molecular structure and is widely used in the synthesis of bioactive compounds, such as alkaloids and aromatic compounds. In laboratory settings, this compound is essential for research in pharmacology and organic chemistry. Its stability and reactivity make it a preferred choice for various chemical reactions. In Indonesia, it is commonly used in academic and research laboratories for the development of new compounds with potential medicinal applications. This compound plays a significant role in both educational and applied research, contributing to the advancement of chemical and pharmaceutical sciences.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eKashyap dkk. (2022). 3-indoleacetonitrile attenuates biofilm formation and enhances sensitivity to imipenem in Acinetobacter baumannii. \u003cem\u003ePathogens and Disease\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/femspd\/ftac029\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1093\/femspd\/ftac029\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eDong dkk. (2020). Multigram Scale Synthesis and Anti-Influenza Activity of 3-Indoleacetonitrile Glucosides. \u003cem\u003eNatural Product Communications\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1177\/1934578x20953289\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1177\/1934578x20953289\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eYu dkk. (2025). Nematicidal activity of 3-indoleacetonitrile against Bursaphelenchus xylophilus: Inhibition of development and reproduction through induction of excessive reactive oxygen species. \u003cem\u003ePesticide Biochemistry and Physiology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.pestbp.2025.106509\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.pestbp.2025.106509\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48087348347098,"sku":"TCI2510I002434948","price":733000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510I0024.jpg?v=1767118850"},{"product_id":"tci2510i002634951","title":"TCI I0026 133-32-4 3-Indolebutyric Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Indolebutyric Acid (IBA) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam bidang bioteknologi tumbuhan untuk merangsang pertumbuhan akar pada tanaman. Bahan ini merupakan salah satu dari senyawa auxin yang memiliki peran penting dalam regulasi pertumbuhan dan diferensiasi sel tumbuhan. Dalam laboratorium, IBA sering digunakan untuk mempercepat proses kultur jaringan dan perakaran eksplan tanaman. Bahan ini juga digunakan dalam penelitian tentang efisiensi penggunaan nutrisi dan respons tanaman terhadap lingkungan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eIBA memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap paparan oksidatif dan cahaya. Karena sifat ini, bahan ini harus disimpan dengan hati-hati untuk menjaga kualitasnya. Konsentrasi yang tepat dan metode aplikasi yang sesuai sangat penting agar hasil penelitian tetap akurat. Karena kemampuannya untuk memicu pertumbuhan akar, IBA menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen bioteknologi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, IBA digunakan secara luas dalam penelitian pertanian, perkebunan, dan konservasi tumbuhan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk mendukung pengembangan teknik kultur jaringan dan peningkatan produktivitas tanaman. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian yang bertujuan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian perakaran eksplan tanaman untuk kultur jaringan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan teknik kultur jaringan untuk reproduksi tanaman secara in vitro\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji efektivitas senyawa auxin dalam mempercepat pertumbuhan akar\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang respons tanaman terhadap lingkungan dan stres\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePeningkatan produktivitas tanaman melalui manipulasi hormon\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 133-32-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Molecular Biology \u003e Plant Biotechnology\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Indolebutyric Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini juga perlu disimpan dalam suhu kamar, tidak terlalu panas atau dingin. Karena sifat kimianya yang sensitif, penggunaan dan penanganan harus dilakukan dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Selain itu, bahan ini harus dihindari dari kontak langsung dengan kulit dan mata.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Indolebutyric Acid (IBA) is a chemical compound widely used in plant biotechnology to stimulate root growth in plants. As a type of auxin, it plays a crucial role in regulating cell growth and differentiation in plants. In laboratory settings, IBA is commonly used to accelerate the process of tissue culture and root development of plant explants. Its stability under certain conditions makes it a preferred choice for various research applications. IBA is particularly useful in studies related to plant stress responses and environmental adaptation. In Indonesia, this compound is extensively used in agricultural and botanical research to enhance plant productivity and resilience. Its application in tissue culture techniques supports the development of new plant varieties and conservation efforts.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBertoni (2011). Indolebutyric Acid–Derived Auxin and Plant Development. \u003cem\u003eThe Plant Cell\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1105\/tpc.111.230312\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1105\/tpc.111.230312\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2021). Light spectrum and indolebutyric acid (IBA) in rhizogenesis in herbaceous cuttings of guava trees. \u003cem\u003eJournal of Applied Biotechnology \u0026amp; Bioengineering\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.15406\/jabb.2021.08.00268\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.15406\/jabb.2021.08.00268\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePolat (2008). EFFECT OF INDOLEBUTYRIC ACID ON ROOTING OF MULBERRY CUTTINGS. \u003cem\u003eActa Horticulturae\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.17660\/actahortic.2008.774.48\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.17660\/actahortic.2008.774.48\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48087348642010,"sku":"TCI2510I002634951","price":884000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48087348674778,"sku":"TCI2510I002634952","price":2626000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510I0026.jpg?v=1769142655"},{"product_id":"tci2510i003234962","title":"TCI I0032 830-96-6 3-Indolepropionic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Indolepropionic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan penelitian ilmiah. Bahan ini memiliki struktur molekul yang kompleks, terdiri dari cincin indol yang terhubung dengan rantai karbon tiga atom. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik, yang merupakan bagian penting dari kimia organik. Dalam laboratorium, 3-Indolepropionic Acid berperan sebagai bahan bantu untuk membangun struktur molekul yang lebih kompleks, seperti senyawa farmakologis atau bahan baku industri.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama dari 3-Indolepropionic Acid adalah stabilitas kimianya dan kemampuannya untuk bereaksi dengan berbagai reaktan dalam kondisi tertentu. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat kimianya yang aktif, senyawa ini cocok untuk reaksi substitusi, penggabungan, atau reaksi redoks. Keberagaman aplikasinya membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia murni dan terapan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, 3-Indolepropionic Acid sering digunakan oleh peneliti kimia, farmakologis, dan ilmuwan lingkungan. Bahan ini mendukung penelitian dalam bidang sintesis senyawa aktif biologis, pengembangan obat, serta studi lingkungan. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini tanpa harus mengimpor dari luar negeri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa heterosiklik untuk penelitian farmakologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan aktif biologis dalam bidang kesehatan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian kimia murni untuk memahami reaktivitas molekul\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi lingkungan terkait degradasi senyawa organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan bahan baku untuk industri kimia dan farmasi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 830-96-6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Indolepropionic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari paparan cahaya langsung. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Bahan ini bersifat kimia aktif, sehingga perlu ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan area penyimpanan memiliki ventilasi yang baik dan tidak terkena suhu ekstrem.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e3-Indolepropionic Acid is a versatile chemical compound widely used in laboratory research, particularly in organic chemistry and pharmaceutical development. With a complex molecular structure composed of an indole ring connected to a three-carbon chain, it serves as a building block for synthesizing heterocyclic compounds. This compound is known for its stability and reactivity, making it suitable for various chemical reactions such as substitution, coupling, and redox processes. Its applications span across multiple fields, including drug development, environmental studies, and chemical synthesis. Due to its availability and reliability, it is a preferred choice for researchers in Indonesia, supporting both academic and industrial scientific endeavors.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eWang (2013). Crystal Structure of 3-Indolepropionic Acid. \u003cem\u003eApplied Mechanics and Materials\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4028\/www.scientific.net\/amm.454.272\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4028\/www.scientific.net\/amm.454.272\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eAnderson (2023). Determination of Indolepropionic Acid and Related Indoles in Plasma, Plasma Ultrafiltrate, and Saliva. \u003cem\u003eMetabolites\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/metabo13050602\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/metabo13050602\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWang dkk. (2013). One-Dimensional Chained Polymer Constructed by 3-Indolepropionic Acid and 2,2'-Bipyridinium. \u003cem\u003eApplied Mechanics and Materials\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4028\/www.scientific.net\/amm.454.276\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4028\/www.scientific.net\/amm.454.276\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48087349067994,"sku":"TCI2510I003234962","price":860000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48087349100762,"sku":"TCI2510I003234963","price":2500000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510I0032.jpg?v=1767118876"},{"product_id":"tci2510i095636256","title":"TCI I0956 163520-33-0 Isoxadifen-ethyl","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eIsoxadifen-ethyl adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian nutrisi dan biologi sel. Bahan ini berperan sebagai bahan aktif dalam pengujian nutrisi mikroba, terutama dalam penelitian tentang interaksi antara nutrisi dan pertumbuhan mikroba. Karena sifat kimianya yang stabil dan kemampuannya untuk menyerap ke dalam sel, Isoxadifen-ethyl sering digunakan sebagai bahan bantu dalam penelitian laboratorium untuk mengevaluasi efek nutrisi terhadap metabolisme mikroba.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eIsoxadifen-ethyl memiliki sifat kimia yang memungkinkan ia berinteraksi secara efisien dengan berbagai jenis mikroba, baik bakteri maupun jamur. Bahan ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses penggunaannya dalam berbagai eksperimen. Karena sifat ini, Isoxadifen-ethyl menjadi pilihan utama dalam penelitian yang membutuhkan bahan aktif yang mudah diatur dan stabil dalam kondisi laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Isoxadifen-ethyl digunakan dalam penelitian bidang nutrisi mikroba, terutama dalam institusi penelitian dan perguruan tinggi. Bahan ini juga sering digunakan dalam pengujian bahan alami atau sintetis yang berpotensi sebagai suplemen nutrisi atau bahan pengawet. Karena kehandalannya dalam berbagai eksperimen, Isoxadifen-ethyl menjadi bahan yang diminati oleh para peneliti di bidang biologi dan nutrisi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian nutrisi mikroba untuk mengevaluasi efek nutrisi pada pertumbuhan bakteri\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian bahan alami sebagai alternatif suplemen nutrisi mikroba\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen biokimia untuk mengetahui mekanisme penyerapan nutrisi oleh mikroba\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang pengaruh nutrisi terhadap metabolisme seluler\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan pengawet alami berbasis senyawa organik\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 163520-33-0\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Cell Biology \u003e Nutrition Research\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eIsoxadifen-ethyl harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam lingkungan kering dan suhu ruangan. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Selain itu, bahan ini harus dihindari dari kontak dengan air atau bahan kimia lainnya yang tidak kompatibel.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eIsoxadifen-ethyl is a chemical compound widely used in nutritional and cellular biology research. It serves as an active ingredient in experiments related to microbial nutrition, particularly in assessing the effects of nutrients on microbial growth. Its stable chemical properties and ability to penetrate cell membranes make it a preferred choice for laboratory applications. In Indonesia, this compound is commonly used in microbial nutrition studies, especially in research institutions and universities. It is also utilized in experiments to evaluate the potential of natural substances as alternative nutritional supplements or preservatives. Due to its reliability and effectiveness, Isoxadifen-ethyl remains a popular choice among researchers in the fields of biology and nutrition.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eZhao dkk. (2023). Candidate Genes Involved in Tolerance to Fenoxaprop-P-Ethyl in Rice Induced by Isoxadifen-Ethyl Hydrolysate. \u003cem\u003eAgronomy\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/agronomy13010225\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/agronomy13010225\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLucini dkk. (2010). Residues of the herbicide fenoxaprop‐P‐ethyl, its agronomic safener isoxadifen‐ethyl and their metabolites in rice after field application. \u003cem\u003ePest Management Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/ps.1917\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/ps.1917\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLucini dkk. (2011). Detection of the herbicide fenoxaprop-P-ethyl, its agronomic safener isoxadifen ethyl and their metabolites residue in rice. \u003cem\u003eQuality Assurance and Safety of Crops \u0026amp; Foods\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/j.1757-837x.2011.00094.x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1111\/j.1757-837x.2011.00094.x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48087429513434,"sku":"TCI2510I095636256","price":1944000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48087429546202,"sku":"TCI2510I095636257","price":6134000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510I0956.jpg?v=1768205636"},{"product_id":"tci2510i110136463","title":"TCI I1101 26832-08-6 1H-Imidazole-4-carboxamide","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI I1101 26832-08-6 1H-Imidazole-4-carboxamide adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi biokimia dan bioteknologi. Bahan ini memiliki struktur kimia yang unik, dengan gugus karboksamida dan imidazol yang memberikan sifat reaktif dan fungsi spesifik dalam reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai substrat atau inhibitor dalam reaksi enzimatik, terutama dalam penelitian bioteknologi tanaman.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eBahan ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap memerlukan penanganan yang hati-hati untuk mencegah degradasi. Karena struktur kimianya yang kompleks, senyawa ini cocok untuk aplikasi yang membutuhkan spesifisitas tinggi dalam reaksi kimia. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemurnian tinggi menjadikannya pilihan yang baik untuk penelitian ilmiah yang membutuhkan konsistensi dan akurasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian terkait bioteknologi tanaman, terutama dalam pengembangan varietas tahan penyakit dan peningkatan produktivitas. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan lembaga penelitian sering memanfaatkan bahan ini untuk eksperimen yang melibatkan modifikasi genetik dan reaksi enzimatik. Karena ketersediaan dan kualitasnya, senyawa ini menjadi bahan yang populer dalam penelitian lokal.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian aktivitas enzimatik dalam penelitian bioteknologi tanaman\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan substrat spesifik untuk reaksi kimia dalam analisis molekuler\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian penghambatan jalur metabolisme dalam tanaman transgenik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan aktif dalam formulasi pestisida organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePemrosesan senyawa intermediat dalam sintesis senyawa biologis\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 26832-08-6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Molecular Biology \u003e Plant Biotechnology\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 250mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eBahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan. Simpan di suhu ruangan yang stabil, tidak terkena sinar matahari langsung. Gunakan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat menangani bahan ini. Pastikan area penyimpanan ventilasi cukup untuk mencegah akumulasi uap.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e1H-Imidazole-4-carboxamide is a chemical compound widely used in biochemical and biotechnological research, particularly in plant biotechnology. Its unique molecular structure, featuring a carboxamide group and an imidazole ring, makes it suitable for various enzymatic reactions and molecular studies. This compound is commonly used as a substrate or inhibitor in enzyme assays, offering high specificity and reactivity in laboratory experiments. Due to its stability and purity, it is a preferred choice for researchers aiming to achieve accurate and reproducible results. In Indonesia, this compound is utilized in studies related to plant genetic modification and disease resistance, supporting advancements in agricultural biotechnology. Its availability and reliability make it an essential reagent for scientific research in both academic and industrial settings.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"250mg","offer_id":48087440490714,"sku":"TCI2510I110136463","price":2121000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510I1101.jpg?v=1768361103"},{"product_id":"tci2510i119736597","title":"TCI I1197 2365-40-4 6-(gamma,gamma-Dimethylallylamino)purine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e6-(gamma,gamma-Dimethylallylamino)purine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam bidang bioteknologi tanaman untuk mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel. Bahan ini sering ditemukan dalam media kultur tanaman, terutama dalam proses transformasi genetik dan diferensiasi sel. Senyawa ini memiliki kemampuan untuk memengaruhi jalur metabolisme tertentu dalam tanaman, sehingga menjadi alat penting dalam penelitian bioteknologi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama dari senyawa ini adalah kemampuannya untuk berikatan dengan protein tertentu dan memengaruhi ekspresi gen. Sifat ini membuatnya dipilih sebagai bahan aktif dalam media kultur yang dirancang untuk menghasilkan tanaman transgenik dengan sifat yang diinginkan. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi laboratorium, sehingga memudahkan penggunaan dan penyimpanan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian bioteknologi tanaman. Banyak institusi penelitian dan perguruan tinggi menggunakan bahan ini untuk mengembangkan varietas tanaman yang tahan terhadap hama, penyakit, atau kondisi lingkungan yang ekstrem. Ketersediaannya di pasar lokal juga mendukung penelitian yang berkelanjutan dan inovatif di bidang pertanian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengembangan media kultur tanaman untuk diferensiasi sel\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian transformasi genetik pada tanaman hias\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePemeliharaan jaringan tanaman dalam kondisi tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang regulasi gen pada tanaman transgenik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian efektivitas senyawa pada pertumbuhan akar tanaman\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 2365-40-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Molecular Biology \u003e Plant Biotechnology\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Tempat penyimpanan yang ideal adalah dalam ruangan dengan suhu terkontrol dan kelembapan rendah. Saat mengambil bahan ini, pastikan tangan dan wadah yang digunakan bersih dan bebas kontaminasi. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, dan gunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e6-(gamma,gamma-Dimethylallylamino)purine is a chemical compound widely used in plant biotechnology for regulating cell growth and differentiation. This compound is commonly found in plant tissue culture media, especially in genetic transformation and cell differentiation processes. Its ability to influence specific metabolic pathways makes it an essential tool in plant research. The compound is stable under laboratory conditions, making it convenient for use and storage. In Indonesia, it is extensively used in plant biotechnology studies, supporting the development of transgenic plants with desired traits. Its availability in the local market facilitates ongoing and innovative research in agriculture and plant science.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eZhang dkk. (2022). The Bayesian Posterior and Marginal Densities of the Hierarchical Gamma–Gamma, Gamma–Inverse Gamma, Inverse Gamma–Gamma, and Inverse Gamma–Inverse Gamma Models with Conjugate Priors. \u003cem\u003eMathematics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/math10214005\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/math10214005\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eGurkanli (2024). Sensitivities on the anomalous quartic $$\\gamma \\gamma \\gamma \\gamma $$ and $$\\gamma \\gamma \\gamma Z$$ couplings at the CLIC. \u003cem\u003eThe European Physical Journal C\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1140\/epjc\/s10052-024-12428-y\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1140\/epjc\/s10052-024-12428-y\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLietti dkk. (2004). Testing non-commutative QED $\\gamma\\gamma\\gamma$ and $\\gamma\\gamma\\gamma\\gamma$ couplings at LHC. \u003cem\u003eThe European Physical Journal C\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1140\/epjc\/s2004-01777-5\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1140\/epjc\/s2004-01777-5\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48087449960666,"sku":"TCI2510I119736597","price":4089000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510I1197.jpg?v=1769056578"},{"product_id":"tci2510j000436743","title":"TCI J0004 221682-41-3 Jasmonic Acid (mixture of isomers)","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eJasmonic Acid (mixture of isomers), dengan nomor CAS 221682-41-3, adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai eksperimen bioteknologi tanaman. Bahan ini merupakan salah satu dari senyawa fitohormon yang berperan penting dalam regulasi pertumbuhan, perkembangan, dan respons tanaman terhadap lingkungan. Dalam laboratorium, jasmonic acid sering digunakan untuk mempelajari mekanisme respons tanaman terhadap stres abiotik seperti kekeringan, kelembapan, atau keracunan logam.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eJasmonic acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap suhu dan cahaya. Karena merupakan campuran isomer, senyawa ini memiliki variasi struktur yang memungkinkan aplikasi lebih luas dalam penelitian bioteknologi. Ketersediaannya dalam bentuk padat dan kemampuannya untuk larut dalam pelarut organik menjadikannya mudah digunakan dalam berbagai protokol eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, jasmonic acid digunakan untuk penelitian pertanian dan lingkungan, terutama dalam studi tentang toleransi tanaman terhadap lingkungan yang tidak optimal. Bahan ini juga menjadi alat penting dalam pengembangan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian respons tanaman terhadap stres abiotik untuk meningkatkan ketahanan tanaman\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen regulasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman melalui aplikasi fitohormon\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian efek jasmonic acid pada sintesis senyawa sekunder dalam tanaman\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang mekanisme aktivasi gen dalam respons tanaman terhadap lingkungan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan teknik pertanian berbasis bioteknologi untuk meningkatkan hasil panen\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 221682-41-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Molecular Biology \u003e Plant Biotechnology\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eJasmonic acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya dan suhu tinggi. Penyimpanan dalam kondisi kering dan dingin sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas senyawa. Saat mengambil atau menimbang, pastikan tangan dan alat yang digunakan bersih dan bebas kontaminasi. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta gunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eJasmonic Acid (mixture of isomers), with CAS number 221682-41-3, is a key organic compound used in plant biotechnology research. It belongs to the class of phytohormones and plays a vital role in regulating plant growth, development, and responses to environmental stress. This compound is commonly used in experiments to study how plants respond to abiotic stressors such as drought, salinity, and heavy metal toxicity. Its availability in solid form and solubility in organic solvents make it convenient for various laboratory protocols. In Indonesian laboratories, it is widely applied in agricultural and environmental research, especially in the development of stress-tolerant plant varieties. Its use supports the advancement of biotechnology in improving crop resilience and productivity under changing climatic conditions.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eKramell dkk. (1999). Chromatographic resolution of peptide-like conjugates of jasmonic acid and of cucurbic acid isomers. \u003cem\u003eJournal of Chromatography A\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0021-9673(99)00335-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0021-9673(99)00335-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKondo dkk. (2004). CHANGES OF JASMONIC ACID DURING RIPENING IN PEAR FRUIT AND INTERACTIONS BETWEEN JASMONIC ACID AND ABSCISIC ACID. \u003cem\u003eActa Horticulturae\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.17660\/actahortic.2004.636.68\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.17660\/actahortic.2004.636.68\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKoda dkk. (1996). Similarities of the biological activities of coronatine and coronafacic acid to those of jasmonic acid. \u003cem\u003ePhytochemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0031-9422(95)00517-x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0031-9422(95)00517-x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48087459922138,"sku":"TCI2510J000436743","price":5224000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48087459954906,"sku":"TCI2510J000436744","price":16051000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510J0004.jpg?v=1768361150"},{"product_id":"tci2510k000936767","title":"TCI K0009 525-79-1 Kinetin","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKinetin adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori nukleosida dan merupakan salah satu komponen penting dalam sintesis DNA dan RNA. Sebagai bahan kimia laboratorium, kinetin sering digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia, terutama dalam penelitian tentang pertumbuhan sel, diferensiasi sel, dan aktivitas enzim. Produk ini memiliki struktur kimia yang kompleks, sehingga memerlukan proses pemrosesan yang tepat untuk memastikan keakuratan hasil eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKinetin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap paparan sinar UV dan suhu tinggi. Karena sifat ini, kinetin sering dipilih dalam penelitian yang membutuhkan presisi tinggi, seperti dalam analisis molekuler atau sintesis senyawa biologis. Keberadaannya dalam bentuk murni memungkinkan peneliti untuk mengontrol konsentrasi secara akurat, sehingga meningkatkan kualitas data yang dihasilkan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, kinetin digunakan secara luas dalam berbagai bidang ilmu seperti bioteknologi, farmakologi, dan biologi molekuler. Produk ini sangat relevan untuk penelitian yang berkaitan dengan pertumbuhan tanaman, pengembangan obat, serta studi tentang mekanisme sel. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan peneliti dalam memenuhi kebutuhan eksperimen mereka tanpa harus mengimpor dari luar negeri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eKinetin digunakan dalam penelitian pertumbuhan tanaman untuk mempelajari efeknya terhadap diferensiasi sel dan pembentukan akar.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ini cocok untuk sintesis senyawa biologis karena struktur kimianya yang kompleks dan kemampuannya untuk berikatan dengan nukleotida.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKinetin sering dimanfaatkan dalam analisis molekuler untuk mempelajari interaksi antara DNA dan protein.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eProduk ini digunakan dalam pengembangan obat karena kemampuannya untuk memengaruhi aktivitas enzim tertentu.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKinetin juga relevan dalam penelitian tentang mekanisme sel karena kemampuannya untuk memengaruhi proses mitosis dan apoptosis.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 525-79-1\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Biochemicals and Reagents \u003e Nukleosida, Nukleotida, Oligonukleotida\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 1g, 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKinetin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar UV dan suhu tinggi. Sebaiknya disimpan dalam lemari penyimpanan kimia yang terpisah dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau korosif. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka dan terhindar dari kelembapan. Dalam penggunaan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Selalu pastikan prosedur kerja mengikuti standar keselamatan laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKinetin is a chemical compound belonging to the nucleoside category and plays a crucial role in DNA and RNA synthesis. It is widely used in biochemical research, particularly in studies related to cell growth, differentiation, and enzyme activity. Its complex molecular structure makes it a valuable tool for precise experimental applications. Kinetin is suitable for molecular analysis and the synthesis of biological compounds due to its stability and reactivity. In Indonesian laboratories, this product is essential for research in biotechnology, pharmacology, and molecular biology, supporting studies on plant growth, drug development, and cellular mechanisms. Its availability in the local market facilitates research without the need for imports. Kinetin is a reliable and versatile reagent that enhances the accuracy and reliability of experimental results in various scientific fields.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eRabie (2004). Influence of Arbuscular Mycorrhizal Fungus and Kinetin on the Response of Mungbean Plants to Irrigation by Seawater. \u003cem\u003eMycobiology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4489\/myco.2004.32.2.079\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4489\/myco.2004.32.2.079\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKaźmierczak dkk. (2018). Fate of nuclear material during subsequent steps of the kinetin-induced PCD in apical parts of Vicia faba ssp. minor seedling roots. \u003cem\u003eMicron\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.micron.2018.04.009\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.micron.2018.04.009\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePandey Rai dkk. (2000). Induced mutation to monocotyledony in periwinkle,Catharanthus roseus, and suppression of mutant phenotype by kinetin. \u003cem\u003eJournal of Genetics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/bf02715857\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/bf02715857\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"1g","offer_id":48087461200090,"sku":"TCI2510K000936767","price":910000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"5g","offer_id":48087461232858,"sku":"TCI2510K000936768","price":2600000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510K0009.jpg?v=1769056596"},{"product_id":"tci2510k004736814","title":"TCI K0047 25389-94-0 Kanamycin Monosulfate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKanamycin Monosulfate TCI K0047 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang kimia biologi dan glikosains. Bahan ini adalah derivat sulfonamida dari kanamycin, sebuah antibiotik yang bekerja dengan menghambat sintesis protein bakteri. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa glikosidik, serta dalam studi tentang interaksi antara senyawa organik dan protein.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKanamycin Monosulfate memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, membuatnya cocok untuk digunakan dalam berbagai metode analisis kimia. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses ekstraksi dan pemisahan komponen. Karena kemurniannya yang tinggi, bahan ini menjadi pilihan utama dalam eksperimen yang membutuhkan presisi dan akurasi tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Kanamycin Monosulfate digunakan dalam penelitian terkait bioteknologi, farmakologi, dan kimia organik. Bahan ini juga sering ditemukan dalam program pendidikan tinggi dan penelitian dasar yang fokus pada pengembangan senyawa baru dan studi struktur molekuler.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eAnalisis senyawa glikosidik dalam isolasi dan identifikasi senyawa biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi interaksi antara senyawa organik dan protein dalam proses biokimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian aktivitas antibakteri dalam penelitian farmakologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang mekanisme kerja antibiotik dalam bidang mikrobiologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePemisahan dan karakterisasi senyawa kimia dalam analisis kromatografi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25389-94-0\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e Glycoscience\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKanamycin Monosulfate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari atau kelembapan tinggi untuk menjaga kualitas bahan. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Pastikan area penyimpanan terkunci dan hanya diakses oleh personel yang terlatih.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKanamycin Monosulfate TCI K0047 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang kimia biologi dan glikosains. Bahan ini merupakan derivat sulfonamida dari kanamycin, sebuah antibiotik yang bekerja dengan menghambat sintesis protein bakteri. Dalam penelitian, senyawa ini digunakan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa glikosidik serta dalam studi interaksi antara senyawa organik dan protein. Kanamycin Monosulfate memiliki sifat kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses analisis dan karakterisasi. Bahan ini sangat cocok untuk digunakan dalam eksperimen yang membutuhkan presisi dan akurasi tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePatel dkk. (2014). High-Performance Liquid Chromatographic Determination of Cefalexin Monohydrate and Kanamycin Monosulfate with Precolumn Derivatization. \u003cem\u003eJournal of Liquid Chromatography \u0026amp; Related Technologies\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1080\/10826076.2014.962145\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1080\/10826076.2014.962145\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":50506735747290,"sku":"TCI2510K004736814","price":1162000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510K0047.jpg?v=1767121179"},{"product_id":"tci2510l012937026","title":"TCI L0129 56-87-1 L-(+)-Lysine","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eL-(+)-Lysine adalah asam amino esensial berkonfigurasi L dalam bentuk basa bebas, yang berarti gugus aminonya tidak terikat sebagai garam sehingga senyawa ini bersifat basa kuat untuk ukuran asam amino. Lisin merupakan salah satu dari sedikit asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh manusia dan harus diperoleh dari makanan, menjadikannya subjek penelitian penting di bidang gizi, pakan ternak, dan bioteknologi fermentasi. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai blok pembangun peptida, komponen media kultur, sekaligus standar analisis pada penentuan kadar asam amino.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKeunggulan bentuk basa bebas terletak pada tidak adanya ion klorida tambahan, sehingga peneliti memperoleh kendali penuh atas komposisi ion dan pH larutan yang disiapkan, hal yang penting pada formulasi media dan dapar sensitif. Rantai samping epsilon-amino yang panjang memberikan muatan positif pada pH fisiologis serta menjadi titik pengikatan silang yang banyak dimanfaatkan dalam imobilisasi enzim dan modifikasi permukaan. Wujudnya berupa padatan kristalin berwarna putih yang larut baik dalam air, dan sifat basanya memudahkan pembentukan garam dengan berbagai asam sesuai kebutuhan percobaan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eLaboratorium di Indonesia memakainya pada riset fermentasi asam amino, pengujian mutu pakan ternak, serta pengembangan produk pangan fungsional yang memperhatikan kecukupan lisin pada bahan berbasis serealia. Laboratorium bioteknologi menggunakannya sebagai komponen media pertumbuhan mikroorganisme maupun kultur sel, sementara laboratorium analisis pangan memanfaatkannya sebagai standar kerja pada analisis profil asam amino dengan kromatografi cair kinerja tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eStandar analisis profil asam amino, karena senyawa murni berkonfigurasi L ini menjadi acuan kalibrasi pada kromatografi cair maupun penganalisis asam amino otomatis.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKomponen media kultur sel dan mikroba, sebab lisin merupakan asam amino esensial yang wajib tersedia agar sintesis protein sel berlangsung optimal.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBlok pembangun sintesis peptida, mengingat dua gugus aminonya memungkinkan perancangan peptida bercabang maupun terkonjugasi setelah proteksi selektif dilakukan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRiset gizi dan formulasi pakan, karena kecukupan lisin menentukan mutu protein sehingga senyawa ini dipakai sebagai bahan pembanding dalam percobaan suplementasi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi permukaan dan imobilisasi enzim, sebab gugus epsilon-amino bebasnya menyediakan titik pengikatan silang yang efektif pada berbagai matriks pendukung.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 56-87-1\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e Peptide Chemistry\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5 g dan 25 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan kristalin berwarna putih\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan di tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat, hindari paparan udara lembap berkepanjangan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan L-(+)-Lysine dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari asam kuat serta bahan pengoksidasi. Sebagai basa bebas, senyawa ini dapat menyerap uap air dan karbon dioksida dari udara bila wadah dibiarkan terbuka, sehingga penutupan yang cermat setelah setiap penggunaan sangat penting, terlebih pada laboratorium beriklim lembap. Gunakan spatula bersih dan kering saat menimbang, hindari kontaminasi silang antar bahan, dan beri label tanggal pembukaan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, serta jas laboratorium, dan hindari menghirup debu halus selama penuangan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eL-(+)-Lysine (CAS 56-87-1) is the free base form of the essential L-configured amino acid lysine, supplied by TCI as a white crystalline solid in 5 g and 25 g packs. Unlike its hydrochloride salts, the free base introduces no additional chloride ions, giving researchers full control over the ionic composition and pH of prepared media and buffers. Its long epsilon-amino side chain carries a positive charge at physiological pH and serves as a convenient cross-linking site for enzyme immobilisation and surface functionalisation. Typical laboratory uses include amino acid profiling standards, cell and microbial culture media formulation, peptide building block chemistry, nutritional and animal feed research, and biomaterial surface modification studies.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eRussell (2006). Factors affecting lysine degradation by ruminal fusobacteria. \u003cem\u003eFEMS Microbiology Ecology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/j.1574-6941.2006.00041.x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1111\/j.1574-6941.2006.00041.x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eZarate dkk. (1997). Free lysine (l-lysine · HCl) is utilized for growth less efficiently than protein-bound lysine (soybean meal) in practical diets by young channel catfish (Ictalurus punctatus). \u003cem\u003eAquaculture\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0044-8486(97)00184-1\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0044-8486(97)00184-1\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRenaud dkk. (2022). Simplified Synthesis and Stability Assessment of Aflatoxin B1-Lysine and Aflatoxin G1-Lysine. \u003cem\u003eToxins\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/toxins14010056\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/toxins14010056\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48087472734426,"sku":"TCI2510L012937026","price":784000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48087472767194,"sku":"TCI2510L012937027","price":2045000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510L0129.jpg?v=1771058383"},{"product_id":"tci2510m001537489","title":"TCI M0015 123-33-1 Maleic Hydrazide","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMaleic Hydrazide (TCI M0015) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam kategori bahan pembangun kimia karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai grup fungsional. Maleic Hydrazide memiliki struktur yang kompleks, terdiri dari dua atom nitrogen yang terhubung dengan rantai karbon, sehingga memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya yang sangat penting dalam sintesis senyawa organik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eMaleic Hydrazide memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai kondisi kimia seperti suhu tinggi, katalis, atau pelarut tertentu. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat reaktivitasnya, Maleic Hydrazide sering dipilih dalam reaksi yang memerlukan pembentukan ikatan nitrogen atau penggantian grup fungsional.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium di Indonesia, Maleic Hydrazide digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa heterosiklik dan pengembangan senyawa farmakologis. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya, kestabilan, dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia yang kompleks.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa heterosiklik yang memerlukan reaktivitas nitrogen\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan senyawa farmakologis dengan struktur kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eReaksi substitusi untuk modifikasi grup fungsional\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian kimia organik dalam bidang farmasi dan material\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji reaktivitas senyawa kimia dalam kondisi tertentu\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 123-33-1\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMaleic Hydrazide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari sumber cahaya dan udara bebas. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca. Dalam penanganan, penting untuk menghindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif karena dapat memicu reaksi kimia yang tidak diinginkan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMaleic Hydrazide (TCI M0015) is a chemical compound widely used in laboratory settings for its reactivity and versatility in organic synthesis. With a molecular structure containing two nitrogen atoms connected to a carbon chain, it is a key building block in the synthesis of heterocyclic compounds. This compound is commonly utilized in pharmaceutical and material research due to its ability to participate in various chemical reactions, including substitution and functional group modification. Its stability under controlled conditions makes it a preferred choice for researchers in Indonesia, where it is applied in both academic and industrial laboratories. The compound is available in two packaging options: 25g and 500g, ensuring accessibility for different research needs. Its solid, powdered form allows for easy handling and integration into various synthetic processes. Proper storage in a sealed container, away from light and moisture, is essential to maintain its chemical integrity and effectiveness in laboratory applications.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eHermosín dkk. (1992). Binding mechanisms of maleic hydrazide to homoionic montmorillonites. \u003cem\u003eScience of The Total Environment\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0048-9697(92)90138-i\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0048-9697(92)90138-i\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eEuropean Food Safety Authority (2011). Review of the existing maximum residue levels (MRLs) for maleic hydrazide according to Article 12 of Regulation (EC) No 396\/2005. \u003cem\u003eEFSA Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2903\/j.efsa.2011.2421\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2903\/j.efsa.2011.2421\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2009). EFFECTS OF MALEIC HYDRAZIDE ON PLANT GROWTH INHIBITION. \u003cem\u003eNutrition Reviews\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/j.1753-4887.1954.tb03263.x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1111\/j.1753-4887.1954.tb03263.x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087504650458,"sku":"TCI2510M001537489","price":505000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087504683226,"sku":"TCI2510M001537490","price":3610000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510M0015.jpg?v=1767122004"},{"product_id":"tci2510m106839002","title":"TCI M1068 1101843-02-0 Methyl Jasmonate (mixture of isomers)","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI M1068 adalah Methyl Jasmonate (mixture of isomers), ester metil dari asam jasmonat yang dikenal luas sebagai salah satu senyawa pensinyalan penting pada tumbuhan. Senyawa ini termasuk kelompok jasmonat, yaitu hormon tumbuhan yang mengatur respons terhadap pelukaan, serangan herbivora, infeksi patogen, serta berbagai cekaman lingkungan. Di laboratorium bioteknologi tanaman, metil jasmonat berperan sebagai elisitor, yakni bahan yang sengaja ditambahkan untuk memicu jalur pertahanan tanaman sehingga produksi metabolit sekunder meningkat dan mekanisme molekuler di baliknya dapat dipelajari secara terkendali.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang membuatnya banyak dipilih adalah kemampuannya bekerja pada konsentrasi rendah dan sifatnya yang mudah menguap sehingga dapat diaplikasikan baik melalui media kultur, penyemprotan daun, maupun paparan uap dalam ruang tertutup. Sebagai ester, senyawa ini lebih lipofilik dibandingkan asam jasmonat bebas sehingga penetrasinya melalui jaringan tanaman lebih baik. Produk ini disediakan sebagai campuran isomer, yang merupakan bentuk yang lazim digunakan pada percobaan fisiologi dan bioteknologi tanaman karena tetap memberikan respons biologis yang kuat dan konsisten. Kelarutannya dalam pelarut organik seperti etanol memudahkan penyiapan larutan induk sebelum diencerkan ke dalam media percobaan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eBagi laboratorium di Indonesia, senyawa ini relevan untuk riset kultur jaringan, produksi metabolit sekunder dari tanaman obat, serta kajian ketahanan tanaman pangan dan hortikultura terhadap hama dan penyakit. Topik tersebut banyak digarap di fakultas pertanian, laboratorium bioteknologi, dan lembaga penelitian tanaman. Pilihan kemasan 5 gram dan 25 gram memudahkan penyesuaian dengan skala percobaan, mulai dari uji pendahuluan pada beberapa botol kultur hingga percobaan lapangan berulang.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eElisitasi metabolit sekunder pada kultur sel dan kalus, karena metil jasmonat memicu jalur pertahanan tanaman sehingga akumulasi senyawa target meningkat secara signifikan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKajian ekspresi gen terkait pertahanan tanaman, sebab perlakuan jasmonat mengaktifkan gen responsif yang dapat dianalisis dengan RT-PCR kuantitatif maupun sekuensing transkriptom.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian interaksi tanaman dengan herbivora dan patogen, karena senyawa ini mensimulasikan sinyal pelukaan tanpa perlu melakukan perlakuan fisik yang sulit distandarkan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi pascapanen buah dan sayuran, sebab perlakuan jasmonat kerap diteliti pengaruhnya terhadap ketahanan jaringan dan pembentukan senyawa aroma selama penyimpanan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePercobaan fisiologi pertumbuhan dan penuaan daun, mengingat jasmonat terlibat dalam pengaturan senesensi sehingga cocok untuk mengurai jalur hormon tanaman secara eksperimental.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk M1068\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 1101843-02-0\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Molecular Biology \u003e Plant Biotechnology\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5 g dan 25 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: cairan berminyak dengan aroma khas; disediakan sebagai campuran isomer\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan sejuk, terlindung cahaya, dalam wadah tertutup rapat\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan metil jasmonat di tempat sejuk dan gelap, sebaiknya di lemari pendingin bahan kimia sesuai anjuran pada label produsen, dalam botol kaca amber yang tertutup rapat agar senyawa tidak menguap dan tidak terpapar cahaya. Karena bersifat mudah menguap dan beraroma kuat, seluruh proses pemipetan dan penyiapan larutan induk sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam untuk menjaga kenyamanan serta mencegah kontaminasi silang ke ruang kultur di sekitarnya. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Tutup botol segera setelah pengambilan, hindari kontak dengan kulit dan mata, serta simpan larutan induk dalam vial tertutup berlabel lengkap disertai tanggal pembuatan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI M1068 is Methyl Jasmonate (mixture of isomers), CAS 1101843-02-0, the methyl ester of jasmonic acid and one of the best-known plant signalling compounds. As a volatile, lipophilic jasmonate it penetrates plant tissue readily and is active at low concentrations, which makes it a standard elicitor in plant biotechnology. Researchers apply it to cell suspensions, callus cultures, whole plants, or harvested produce to activate defence-related gene expression and to boost the accumulation of secondary metabolites. It is also widely used in studies of wounding responses, plant–herbivore and plant–pathogen interaction, leaf senescence, and post-harvest physiology. Supplied in 5 g and 25 g packs for flexible experimental scales.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eWang dkk. (1996). Optical Isomers of Methyl Jasmonate in Tea Aroma. \u003cem\u003eBioscience, Biotechnology, and Biochemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1271\/bbb.60.508\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1271\/bbb.60.508\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBerger dkk. (1996). Two Methyl Jasmonate-Insensitive Mutants Show Altered Expression of AtVsp in Response to Methyl Jasmonate and Wounding. \u003cem\u003ePlant Physiology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1104\/pp.111.2.525\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1104\/pp.111.2.525\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eAkanni dkk. (2017). Methyl Jasmonate Ameliorates Testosterone Propionate-induced Prostatic Hyperplasia in Castrated Wistar Rats. \u003cem\u003ePhytotherapy Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/ptr.5778\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/ptr.5778\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48087583654106,"sku":"TCI2510M106839002","price":3408000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48087583686874,"sku":"TCI2510M106839003","price":9919000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510M1068.jpg?v=1769056727"},{"product_id":"tci2510m260540918","title":"TCI M2605 1912-33-0 Methyl Indole-3-acetate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMethyl Indole-3-acetate (MIA) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik dan sintesis molekul kompleks. Sebagai salah satu komponen dari senyawa heterosiklik, MIA memiliki struktur dasar indol yang diperluas dengan gugus asetat pada posisi 3. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pembentukan senyawa dengan aktivitas biologis. Dalam laboratorium, MIA berperan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa farmakologis, bahan pewarna, atau komponen dalam produk kimia industri.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eMethyl Indole-3-acetate memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi normal, namun sangat sensitif terhadap paparan sinar UV dan oksidasi. Bahan ini bersifat tidak berwarna dan berbentuk padat, dengan aroma khas yang tidak menyengat. Karena struktur kimianya yang kompleks, MIA mudah bereaksi dengan berbagai reagen dan bahan kimia lainnya, sehingga memungkinkan pembentukan senyawa baru dengan variasi struktur yang luas.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Methyl Indole-3-acetate digunakan secara luas dalam penelitian kimia dan farmasi. Bahan ini menjadi pilihan utama bagi peneliti yang membutuhkan senyawa dengan struktur heterosiklik untuk eksperimen sintesis dan uji aktivitas biologis. Ketersediaan dan kualitas produk yang baik menjadikannya favorit di berbagai institusi penelitian dan industri kimia di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa farmakologis yang memerlukan struktur indol sebagai dasar\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan pewarna alami dan sintetis dengan sifat stabil\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji aktivitas biologis senyawa baru dalam penelitian farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan senyawa kimia intermediet untuk industri farmasi dan kosmetik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang reaktivitas senyawa heterosiklik dalam reaksi organik\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 1912-33-0\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMethyl Indole-3-acetate harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara dan terlindungi dari cahaya matahari langsung. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar yang stabil, jauh dari sumber panas dan oksidasi. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Pastikan proses pengemasan dan pengangkutan dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan fisik atau kontaminasi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMethyl Indole-3-acetate is a chemical compound widely used in organic synthesis and research for its heterocyclic structure. As a building block in chemical reactions, it serves as a precursor for the development of pharmaceutical compounds, dyes, and other industrial products. Its molecular structure, featuring an indole ring with an acetyl group at the 3-position, makes it versatile for various chemical transformations. This compound is favored in laboratory settings for its stability and reactivity, enabling the synthesis of complex molecules with specific biological activities. In Indonesia, it is commonly used in academic and industrial research, particularly in pharmaceutical and cosmetic industries, where its chemical properties support the creation of new compounds and the study of their potential applications.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBERGMAN dkk. (1990). ChemInform Abstract: Oxidation of Methyl Indole‐3‐acetate Induced by FeCl3 and Secondary Amines.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.199020168\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.199020168\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWang dkk. (2026). Methyl indole-3-acetate mediates myricetin-induced brown adipose tissue activation and reproductive-metabolic improvement in PCOS mice. \u003cem\u003eReproduction\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/reprod\/xaag110\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1093\/reprod\/xaag110\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48087703322842,"sku":"TCI2510M260540918","price":1995000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48087703355610,"sku":"TCI2510M260540919","price":6260000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510M2605.jpg?v=1767126906"},{"product_id":"tci2510m314141663","title":"TCI M3141 2127037-35-6 cvxIAA","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI M3141 cvxIAA adalah analog auksin sintetis yang dirancang khusus untuk sistem kendali sinyal auksin ortogonal pada tumbuhan. Senyawa ini merupakan pasangan ligan dari reseptor auksin hasil rekayasa, sehingga hanya dikenali oleh reseptor yang telah dimodifikasi dan praktis tidak mengaktifkan jalur auksin alami. Prinsip pasangan ligan-reseptor semacam ini memungkinkan peneliti menyalakan respons auksin pada jaringan atau tipe sel tertentu secara terarah, tanpa mengganggu keseluruhan jaringan hormon endogen tanaman. Di laboratorium biologi molekuler tumbuhan, reagen ini menjadi alat penting untuk membedah fungsi sinyal auksin dengan resolusi spasial dan temporal yang tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang menjadikan cvxIAA berharga adalah selektivitasnya yang tinggi terhadap reseptor pasangannya, sehingga memberikan kendali eksperimental yang jauh lebih bersih dibandingkan pemberian auksin konvensional seperti IAA atau NAA. Karena tidak dikenali reseptor tipe liar, senyawa ini meminimalkan efek samping pada bagian tanaman yang tidak menjadi sasaran penelitian. Respons yang ditimbulkannya bersifat cepat dan dapat diatur berdasarkan dosis serta waktu pemberian, sehingga cocok untuk percobaan yang menuntut penyalaan sinyal secara terkendali. Sebagai padatan dengan kemasan miligram, senyawa ini biasanya dilarutkan dalam dimetil sulfoksida atau etanol untuk membuat larutan induk yang kemudian diencerkan pada medium tumbuh.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, reagen ini relevan bagi kelompok riset bioteknologi tanaman, fisiologi tumbuhan, dan genetika di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian pertanian yang bekerja dengan Arabidopsis atau tanaman model lain. Kemasan 10 mg dan 50 mg sangat sesuai karena percobaan kultur biasanya hanya memerlukan konsentrasi mikromolar. Penyimpanan dingin dan pembuatan alikuot menjadi kebiasaan penting agar stok bertahan untuk banyak percobaan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian sinyal auksin ortogonal, karena senyawa ini mengaktifkan reseptor hasil rekayasa secara spesifik tanpa memicu jalur auksin endogen pada jaringan lain.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis fungsi gen respons auksin, sebab peneliti dapat menyalakan jalur sinyal pada waktu tertentu lalu mengamati perubahan ekspresi gen secara berurutan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi perkembangan akar dan organogenesis, karena pemberian terarah memungkinkan pengamatan peran auksin pada jaringan spesifik tanpa mengubah keseimbangan hormon keseluruhan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePercobaan kultur jaringan tanaman model, sebab senyawa ini dapat ditambahkan ke medium pada konsentrasi mikromolar untuk memicu respons pada galur transgenik pasangannya.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan alat biologi sintetis tumbuhan, karena pasangan ligan dan reseptor rekayasa menjadi dasar sakelar kimia yang dapat dirancang untuk sistem eksperimen baru.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 2127037-35-6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Molecular Biology \u003e Plant Biotechnology\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 10 mg, 50 mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan; periksa penampakan pada Certificate of Analysis lot yang diterima\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan pada suhu dingin, terlindung dari cahaya dan kelembapan, sesuai anjuran label\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan vial dalam keadaan tertutup rapat di lemari pendingin atau pembeku sesuai anjuran label, terlindung dari cahaya dan kelembapan. Biarkan vial mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan pada padatan yang jumlahnya sedikit. Larutan induk sebaiknya dibuat dalam pelarut steril, disaring, lalu dibagi menjadi alikuot kecil untuk menghindari siklus beku-cair berulang yang dapat menurunkan mutu. Kerjakan penimbangan dengan spatula bersih dan timbangan analitik terlindung aliran udara. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta kelola limbah sesuai prosedur institusi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI M3141 cvxIAA (CAS 2127037-35-6) is a synthetic auxin analogue developed for orthogonal auxin signalling in plants, supplied as a solid in 10 mg and 50 mg units. Designed as the matching ligand for an engineered auxin receptor, it activates the modified receptor with high selectivity while leaving wild-type auxin perception essentially untouched. This bump-and-hole strategy gives researchers clean spatial and temporal control over auxin responses, avoiding the broad side effects seen with conventional auxins such as IAA or NAA. Typical uses include dissecting auxin-responsive gene networks, studying root development and organogenesis, tissue culture experiments with paired transgenic lines, and building chemical switches for plant synthetic biology. Store cold, protected from light, and aliquot stock solutions.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"10mg","offer_id":48087737008346,"sku":"TCI2510M314141663","price":2778000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"50mg","offer_id":48087737041114,"sku":"TCI2510M314141664","price":9995000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510M3141.jpg?v=1768361807"},{"product_id":"tci2510n000542601","title":"TCI N0005 86-87-3 1-Naphthaleneacetic Acid","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e1-Naphthaleneacetic Acid (NAA) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam bidang kimia organik dan bioteknologi. Sebagai salah satu asam pertumbuhan tanaman, NAA berperan dalam pengaturan pertumbuhan akar dan daun pada tanaman. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian untuk memahami mekanisme pertumbuhan tanaman dan pengaruh lingkungan terhadap metabolisme tanaman.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eNAA memiliki struktur molekuler yang stabil dan mudah bereaksi dalam kondisi tertentu, sehingga menjadi bahan yang sangat diminati dalam sintesis senyawa kompleks. Sifat kimianya yang sederhana namun fleksibel memungkinkan NAA digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia. Karena kemurnian tinggi dan konsistensi kualitas, NAA menjadi pilihan utama para peneliti di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, NAA digunakan dalam berbagai penelitian terkait pertanian, bioteknologi, dan kimia organik. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang berkaitan dengan pertumbuhan tanaman dan pengembangan teknik pertanian berkelanjutan. Ketersediaan NAA secara lokal memudahkan para peneliti untuk melakukan eksperimen secara efisien dan akurat.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian pertumbuhan tanaman untuk meningkatkan hasil panen\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa kimia organik kompleks dalam laboratorium kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian efek NAA terhadap metabolisme tanaman di bidang bioteknologi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang regulasi pertumbuhan akar dan daun dalam bidang agronomi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan teknik pertanian berkelanjutan melalui penggunaan bahan kimia alami\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 86-87-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eNAA harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, serta jauh dari sumber cahaya dan panas. Penyimpanan dalam lingkungan sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas dan stabilitas bahan. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk mengurangi risiko kebocoran atau kontaminasi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e1-Naphthaleneacetic Acid (NAA) is a chemical compound widely used in organic chemistry and biotechnology. As a plant growth regulator, NAA plays a key role in controlling root and leaf development in plants. It is commonly used in research to understand plant growth mechanisms and the effects of environmental factors on plant metabolism. NAA has a stable molecular structure and is easily reactive under certain conditions, making it a popular choice in the synthesis of complex chemical compounds. Its high purity and consistent quality make it a preferred material for researchers. In Indonesian laboratories, NAA is used in various studies related to agriculture, biotechnology, and organic chemistry. The availability of NAA locally facilitates efficient and accurate experiments, supporting research on sustainable agricultural practices and plant growth regulation.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eChang dkk. (2001). Variability between silver thiosulfate and 1-naphthaleneacetic acid applications in prolonging bract longevity of potted bougainvillea. \u003cem\u003eScientia Horticulturae\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0304-4238(00)00179-5\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0304-4238(00)00179-5\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBasuchaudhuri (2016). 1-Naphthaleneacetic Acid in Rice Cultivation. \u003cem\u003eCurrent Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.18520\/cs\/v110\/i1\/52-56\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.18520\/cs\/v110\/i1\/52-56\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWorley (1995). Naphthaleneacetic Acid Thins Pecan Fruit. \u003cem\u003eHortScience\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.21273\/hortsci.30.6.1308\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.21273\/hortsci.30.6.1308\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087783276762,"sku":"TCI2510N000542601","price":733000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087783309530,"sku":"TCI2510N000542602","price":4771000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510N0005.jpg?v=1767129062"},{"product_id":"tci2510n000642603","title":"TCI N0006 15165-79-4 Potassium 1-Naphthaleneacetate","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePotassium 1-Naphthaleneacetate (KNAA) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam bidang bioteknologi tumbuhan. Bahan ini berperan sebagai zat pengatur pertumbuhan (growth regulator) yang membantu dalam pengembangan dan pengelolaan pertumbuhan tanaman. Dalam laboratorium, KNAA sering digunakan untuk mempercepat proses kloning, merangsang pembentukan akar, dan meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Bahan ini sangat penting dalam penelitian yang berkaitan dengan modifikasi genetik dan pengembangan varietas tanaman unggul.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKNAA memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol. Karakteristik ini membuatnya mudah dalam proses pelarutan dan penggunaan dalam berbagai eksperimen bioteknologi. Selain itu, KNAA memiliki tingkat keamanan yang relatif tinggi dalam penggunaan laboratorium, sehingga memudahkan peneliti dalam mengontrol dosis dan aplikasinya. Karena sifatnya yang tidak beracun dan mudah diatur, KNAA menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan penggunaan bahan kimia yang aman dan efektif.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, KNAA digunakan secara luas oleh peneliti dan institusi pendidikan untuk penelitian tumbuhan. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium bioteknologi, pertanian, dan lingkungan. KNAA juga digunakan dalam program penelitian yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengembangan teknik kultur jaringan dan penggunaan bahan pengatur pertumbuhan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian pengatur pertumbuhan tanaman untuk meningkatkan hasil panen\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan teknik kultur jaringan untuk reproduksi tanaman secara in vitro\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen bioteknologi untuk modifikasi genetik tanaman\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian lingkungan untuk mengevaluasi dampak bahan kimia terhadap pertumbuhan tanaman\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian efektivitas bahan pengatur pertumbuhan dalam berbagai kondisi lingkungan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 15165-79-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Life Science \u003e Molecular Biology \u003e Plant Biotechnology\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eKNAA harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Dalam penggunaan, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Peneliti harus memastikan bahwa KNAA tidak tercampur dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel. Penanganan yang hati-hati diperlukan untuk memastikan keamanan dan keakuratan eksperimen.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePotassium 1-Naphthaleneacetate (KNAA) is a chemical compound widely used in plant biotechnology research. It functions as a growth regulator, aiding in the development and management of plant growth. In the laboratory, KNAA is commonly used to accelerate cloning processes, stimulate root formation, and enhance vegetative growth in plants. This compound is essential in studies related to genetic modification and the development of superior plant varieties. KNAA is chemically stable and soluble in organic solvents such as ethyl acetate and ethanol, making it easy to dissolve and use in various experiments. Its relatively high safety profile makes it a preferred choice for laboratory research. In Indonesian laboratories, KNAA is extensively used in biotechnology, agriculture, and environmental studies. It plays a crucial role in research aimed at improving agricultural productivity through tissue culture techniques and the use of growth regulators.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087783342298,"sku":"TCI2510N000642603","price":2197000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510N0006.jpg?v=1769143079"}],"url":"https:\/\/amiscientific.com\/collections\/tci-l4-plant-tissue-culture.oembed?page=5","provider":"AMI Scientific","version":"1.0","type":"link"}