{"title":"Synthetic Polymers","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eSynthetic Polymers\u003c\/strong\u003e — menghimpun polimer sintetik seperti poli(etilena glikol), poli(2-alkil-2-oksazolin), polietilenimina, dan poliakrilat\/polimetakrilat dengan beragam gugus ujung fungsional. Berperan sebagai blok bangun untuk modifikasi permukaan, konjugasi, dan perakitan sistem berbasis polimer.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003ePEG dan poli(oksazolin) berujung amina, azida, atau gugus reaktif lain dipakai untuk konjugasi bioorthogonal, PEGilasi, dan perakitan sistem pembawa pada riset penghantaran berbasis polimer (DDS), sementara polietilenimina linear dipakai sebagai reagen transfeksi. Peneliti kimia polimer, formulasi nanopartikel, dan biologi molekuler memanfaatkan kategori ini untuk merancang arsitektur polimer bertarget.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eContoh produk dalam koleksi ini: \u003ca href=\"\/products\/tci2510a0140211\"\u003eTCI A0140 9003-05-8 Acrylamide Polymer (containing small amounts of formalin as fungicide) (10% in Water)\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510g026431893\"\u003eTCI G0264 924-44-7 Ethyl Glyoxylate Polymer form (47% in Toluene)\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510u013556348\"\u003eTCI U0135 ULTROXA(regR) Poly(2-methyl-2-oxazoline) Amine Terminated (n=approx. 50)\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510h054333141\"\u003eTCI H0543 25322-68-3 Polyethylene Glycol 300\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510u013456346\"\u003eTCI U0134 1262975-46-1 ULTROXA(regR) Poly(2-methyl-2-oxazoline) Azide Terminated (n=approx 50)\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510l046637450\"\u003eTCI L0466 Linear PEI HCl [1mg\/mL in PBS(-)] [for Transfection]\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510u013256344\"\u003eTCI U0132 1431850-88-2 ULTROXA(regR) Poly(2-ethyl-2-oxazoline) Azide Terminated (n=approx 50)\u003c\/a\u003e, \u003ca href=\"\/products\/tci2510m008637614\"\u003eTCI M0086 9011-15-8 Isobutyl Methacrylate Polymer\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003ePerhatikan derajat polimerisasi (n) atau berat molekul, jenis gugus ujung fungsional, bentuk kemasan (larutan dalam pelarut tertentu atau padatan), dan kandungan aditif seperti stabilizer. Seluruh produk merupakan produk asli Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang, dengan kemurnian, kemasan, dan kondisi penyimpanan tercantum pada halaman masing-masing item.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eKategori lain yang sejajar di bawah Polymers, sering dipakai bersamaan dalam satu alur kerja laboratorium:\u003c\/p\u003e\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-natural-polymers\"\u003eNatural Polymers\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-monomers\"\u003eMonomers\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-polymer-additives\"\u003ePolymer Additives\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-polymerization-reagents\"\u003ePolymerization Reagents\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-polyimide-raw-materials\"\u003ePolyimide Raw Materials\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-dendrimer-building-blocks\"\u003eDendrimer Building Blocks\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003eKoleksi ini masih terbagi menjadi 2 kelompok yang lebih spesifik:\u003c\/p\u003e\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-polyethyleneglycols-peg-for-dds\"\u003ePolyethyleneglycols (PEG) (for DDS)\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e\u003ca href=\"\/collections\/tci-l4-synthetic-polymers-for-dds\"\u003eSynthetic Polymers (for DDS)\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003eKembali ke \u003ca href=\"\/collections\/tci-l3-polymers\"\u003ePolymers\u003c\/a\u003e. Untuk pengadaan volume besar, kemasan khusus, atau grade tertentu, hubungi tim AMI Scientific — distributor resmi TCI Japan di Indonesia — untuk pengecekan ketersediaan dan lead time langsung ke Jepang.\u003c\/p\u003e","products":[{"product_id":"tci2510g026431893","title":"Ethyl Glyoxylate Polymer form (47% in Toluene), CAS 924-44-7, TCI G0264","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl Glyoxylate Polymer form (47% in Toluene) adalah bahan kimia berbasis polimer yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah di laboratorium. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang memungkinkan reaksi kimia berbagai jenis, termasuk sintesis polimer dan modifikasi material. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kimia, pengujian reaktivitas, dan penelitian material. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, Ethyl Glyoxylate Polymer form menjadi pilihan utama dalam penelitian bidang ilmu material dan kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eEthyl Glyoxylate Polymer form memiliki sifat kimia yang unik, yaitu kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai senyawa lain melalui reaksi kimia seperti esterifikasi dan polimerisasi. Bahan ini juga memiliki tingkat kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti toluena, sehingga memudahkan proses pencampuran dan penggunaan dalam berbagai reaksi. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, bahan ini cocok untuk digunakan dalam eksperimen jangka panjang dan pengujian konsistensi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Ethyl Glyoxylate Polymer form sering digunakan dalam penelitian ilmu material, kimia organik, dan teknologi polimer. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian yang fokus pada pengembangan material baru dan modifikasi senyawa kimia. Dengan kehandalannya dalam berbagai reaksi kimia, bahan ini mendukung inovasi dan eksplorasi ilmiah di berbagai institusi penelitian di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian reaktivitas senyawa kimia dalam sintesis polimer\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan senyawa kimia kompleks melalui reaksi esterifikasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian material baru yang memerlukan struktur polimer stabil\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi senyawa kimia untuk aplikasi industri dan medis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen ilmiah dalam bidang ilmu material dan kimia organik\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 924-44-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Materials Science \u003e Polymer\/Macromolecule Reagents \u003e Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 100g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat dalam bentuk polimer\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl Glyoxylate Polymer form harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam ruangan dengan suhu kamar dan kelembapan rendah. Karena sifatnya yang reaktif, penggunaan bahan ini harus dilakukan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker. Selain itu, bahan ini harus dipisahkan dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eEthyl Glyoxylate Polymer form (47% in Toluene) is a chemical compound used in various laboratory experiments, particularly in material science and organic chemistry. This polymer-based substance is known for its stability and reactivity, making it suitable for polymer synthesis and chemical modification applications. Its solubility in organic solvents like toluene facilitates easy mixing and use in different chemical reactions. In Indonesian laboratories, it is commonly used in research related to new material development and chemical compound modification. The compound’s unique properties make it a valuable resource for scientific innovation and exploration in various research fields.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBelloncle dkk. (2008). Study of the in vitro degradation of poly(ethyl glyoxylate). \u003cem\u003ePolymer Degradation and Stability\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.polymdegradstab.2008.03.004\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.polymdegradstab.2008.03.004\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eUrushima dkk. (2010). ChemInform Abstract: Polymeric Ethyl Glyoxylate in an Asymmetric Aldol Reaction Catalyzed by Diarylprolinol.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.201044055\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.201044055\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKaitz dkk. (2014). Divergent Macrocyclization Mechanisms in the Cationic Initiated Polymerization of Ethyl Glyoxylate. \u003cem\u003eMacromolecules\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/ma500674c\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/ma500674c\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087101702362,"sku":"TCI2510G026431893","price":1162000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100g","offer_id":48087101735130,"sku":"TCI2510G026431894","price":3357000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087101767898,"sku":"TCI2510G026431895","price":9969000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/tci2510g026431893-struktur-1000.png?v=1792643100"},{"product_id":"tci2510h054333141","title":"Polyethylene Glycol 300, CAS 25322-68-3, TCI H0543","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI H0543 Polyethylene Glycol 300 adalah polieter berbobot molekul rendah yang tersusun dari satuan berulang etilena oksida dengan gugus hidroksil di kedua ujung rantai. Angka tiga ratus pada namanya menunjukkan rata-rata bobot molekul kelas produk ini, yang menempatkannya pada rentang cair di suhu ruang. Di laboratorium, PEG 300 dipakai sebagai pelarut pembantu, pembawa formulasi, pelumas dan pembasah, serta sebagai bahan awal pada kimia PEGilasi, yaitu penempelan rantai polietilena glikol pada molekul obat, peptida, protein, atau permukaan material.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat yang menjadikannya sangat berguna adalah kelarutannya yang menyeluruh dalam air dan banyak pelarut organik polar, tekanan uap yang rendah, serta sifatnya yang tidak mudah menguap dan relatif lembam secara kimia. Gugus hidroksil terminal memberikan titik reaksi untuk esterifikasi, eterifikasi, atau aktivasi menjadi turunan reaktif yang dipakai dalam konjugasi biomolekul. PEG 300 juga dikenal mampu meningkatkan kelarutan senyawa yang sukar larut air, sehingga banyak dipakai dalam penyiapan larutan uji pada penelitian farmakologi. Seperti polietilena glikol lainnya, bahan ini bersifat higroskopis dan akan menyerap uap air bila dibiarkan terbuka.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, PEG 300 banyak digunakan laboratorium farmasi, kosmetika, dan bioteknologi, baik untuk penelitian formulasi sediaan cair maupun sebagai medium pelarut pada uji aktivitas biologis. Laboratorium kimia material memakainya sebagai pelarut, templat, atau bahan pemodifikasi dalam sintesis nanopartikel. Kemasan dua puluh lima gram sesuai untuk percobaan penjajakan dan penyiapan formula kecil, sedangkan kemasan lima ratus gram mendukung kegiatan formulasi maupun praktikum yang berlangsung rutin.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePelarut pembantu untuk senyawa sukar larut: PEG 300 meningkatkan kelarutan bahan hidrofobik sehingga larutan uji tetap homogen pada percobaan farmakologi dan penapisan aktivitas biologis.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan awal kimia PEGilasi: gugus hidroksil terminal dapat diaktifkan menjadi turunan reaktif untuk menempelkan rantai PEG pada protein, peptida, maupun nanopartikel.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembawa dan basis formulasi: sifatnya yang tidak mudah menguap dan bercampur air menjadikannya komponen umum pada penelitian sediaan cair maupun semi padat.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eTemplat dan penstabil sintesis nanomaterial: rantai polietilena glikol membantu mengendalikan pertumbuhan partikel dan mencegah penggumpalan pada dispersi koloid.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePelumas dan pembasah peralatan laboratorium: sifat licin dan lembamnya berguna untuk mengurangi gesekan pada sambungan serta membantu pembasahan permukaan uji.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (Tokyo Chemical Industry)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25322-68-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian kemasan: 25 g dan 500 g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: cairan kental tidak berwarna hingga hampir tidak berwarna pada suhu ruang, higroskopis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan PEG 300 dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas serta oksidator kuat. Karena bahan ini higroskopis, tutup kembali wadah segera setelah penuangan agar kadar air tidak meningkat dan memengaruhi hasil formulasi maupun reaksi. Wadah kaca atau plastik bermutu baik dapat digunakan; gunakan pipet dan gelas ukur kering untuk mencegah kontaminasi. Meskipun tergolong bahan berisiko rendah, tetap kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Tumpahan bersifat sangat licin, maka segera serap dengan bahan penyerap lalu bersihkan lantai dengan air sabun agar tidak membahayakan pengguna lain.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI H0543 Polyethylene Glycol 300 (CAS 25322-68-3) is a low molecular weight polyether built from repeating ethylene oxide units and terminated by hydroxyl groups at both chain ends, with the grade designation indicating an average molecular weight around 300. At room temperature it is a clear, viscous, hygroscopic liquid that is fully miscible with water and many polar organic solvents, has very low volatility, and is chemically relatively inert. These properties make it a widely used co-solvent for poorly water-soluble compounds in pharmacological testing, a carrier and base in liquid and semi-solid formulation research, a template and stabiliser in nanoparticle synthesis, and a lubricant or wetting agent for laboratory ware. Its terminal hydroxyls also provide reactive handles for PEGylation chemistry on proteins, peptides, and surfaces. Supplied in 25 g and 500 g packs.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eZafarani-Moattar dkk. (2020). Thermodynamic and transport investigation of aqueous solutions containing choline L-histidinate and some water soluble polymers such as polyethylene glycol di methyl ether, polyethylene glycol and polypropylene glycol: Evaluation of solute-solvent interactions and phase forming ability. \u003cem\u003eJournal of Molecular Liquids\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.molliq.2019.112324\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.molliq.2019.112324\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2019). Research on Polyethylene Glycol, Crosslinked Polyethylene Glycol \u0026amp; Polyethylene Glycol Chitosan Conjugate Coating for Biomedical Application. \u003cem\u003eInternational Journal of Recent Technology and Engineering\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.35940\/ijrte.b1370.0982s1119\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.35940\/ijrte.b1370.0982s1119\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNiu dkk. (2013). Solubility of dilute SO2 in 1,4-dioxane, 15-crown-5 ether, polyethylene glycol 200, polyethylene glycol 300, and their binary mixtures at 308.15K and 122.66kPa. \u003cem\u003eFluid Phase Equilibria\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.fluid.2013.01.008\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.fluid.2013.01.008\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":67555986079962,"sku":"TCI2510H054333141","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510H0543_3a886f73-d65a-414c-84d8-5844e57535fb.jpg?v=1792643906"},{"product_id":"tci2510m008637614","title":"Isobutyl Methacrylate Polymer, CAS 9011-15-8, TCI M0086","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eIsobutyl Methacrylate Polymer (TCI M0086) adalah bahan kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah terkait sintesis polimer dan reaksi kimia. Bahan ini termasuk dalam kategori polimer dan digunakan untuk memperoleh bahan baku yang dapat diubah menjadi berbagai produk polimer seperti pelapis, bahan komposit, atau bahan pembuat kemasan. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan sebagai monomer dalam proses polimerisasi untuk menghasilkan polimer dengan sifat tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eIsobutyl Methacrylate Polymer memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktif, sehingga sangat cocok untuk berbagai reaksi kimia yang memerlukan monomer dengan struktur tertentu. Bahan ini juga memiliki sifat yang memungkinkan penggunaan dalam berbagai kondisi laboratorium, baik dalam lingkungan yang terkontrol maupun dalam proses sintesis yang lebih kompleks. Karena sifatnya yang mudah bereaksi, bahan ini membutuhkan penanganan yang hati-hati dan penyimpanan yang tepat.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian terkait material ilmiah, kimia organik, dan teknologi polimer. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk mengembangkan produk baru atau memperbaiki metode sintesis yang ada. Karena kehandalannya dalam berbagai aplikasi, bahan ini menjadi pilihan utama di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePembuatan bahan polimer untuk penggunaan dalam industri kemasan dan pelapis.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis polimer dengan sifat tertentu untuk aplikasi dalam bidang teknik material.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan baru dalam bidang kimia organik dan reaksi polimerisasi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat fisik dan kimia polimer untuk penggunaan dalam bidang medis dan teknik.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji kinerja bahan polimer dalam lingkungan tertentu untuk mengevaluasi stabilitas dan reaktivitas.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9011-15-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Materials Science \u003e Polymer\/Macromolecule Reagents \u003e Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk atau cair tergantung pada kemasan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan suhu tinggi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eIsobutyl Methacrylate Polymer harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat reaktif dan memerlukan penanganan yang hati-hati untuk mencegah kontaminasi atau reaksi yang tidak diinginkan. Wadah penyimpanan yang tepat adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya disimpan di area yang terkontrol dan diakses hanya oleh personel yang terlatih.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eIsobutyl Methacrylate Polymer (TCI M0086) is a chemical compound widely used in laboratory applications related to polymer synthesis and organic chemistry. This compound, with CAS number 9011-15-8, serves as a monomer in polymerization reactions, enabling the production of various polymer materials. Its chemical properties make it suitable for use in both academic and industrial research settings. The polymer is known for its stability and reactivity, allowing it to be incorporated into diverse chemical processes. In Indonesian laboratories, this product is commonly used in material science, polymer research, and chemical synthesis experiments. Its versatility and reliability make it a preferred choice for scientists and researchers working on innovative material development and chemical applications.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eTrumbo (1996). Copolymerization of 2,5-dimethyl-3-vinylthiophene with methyl methacrylate, styrene and isobutyl methacrylate. \u003cem\u003ePolymer Bulletin\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/bf00556805\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/bf00556805\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eTekay dkk. (2026). Thermo‐Responsive Thermoplastic Polyurethane\/Poly(Isobutyl Methacrylate) Polymer Blends. \u003cem\u003ePolymer Engineering \u0026amp; Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/pen.70821\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/pen.70821\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePark dkk. (1993). Synthesis of poly(chloroprene‐co‐isobutyl methacrylate) and its compatibilizing effect in polychloroprene\/poly(isobutyl methacrylate) blends. \u003cem\u003eJournal of Applied Polymer Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/app.1993.070500715\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/app.1993.070500715\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087511466202,"sku":"TCI2510M008637614","price":607000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087511498970,"sku":"TCI2510M008637615","price":2828000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510M0086_8d975be9-8d48-4937-a464-1f4b5e769c4a.jpg?v=1792646673"},{"product_id":"tci2510m008837618","title":"Methyl Methacrylate Polymer, CAS 9011-14-7, TCI M0088","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMethyl Methacrylate Polymer (MMAP) adalah bahan kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah terkait polimer dan makromolekul. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian material, kimia, dan teknologi. Sebagai polimer, MMAP memiliki struktur molekul yang kompleks dan dapat berperan sebagai bahan dasar dalam pembuatan bahan komposit atau bahan polimer lainnya. Dalam laboratorium, bahan ini digunakan untuk sintesis, karakterisasi, dan uji sifat material.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eMMAP memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia. Bahan ini juga memiliki daya tahan terhadap kelembapan dan suhu tertentu, menjadikannya pilihan yang baik untuk eksperimen yang membutuhkan kestabilan kimia. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, MMAP bisa digunakan dalam berbagai tahap proses manufaktur dan penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, MMAP sering digunakan dalam penelitian material, kimia, dan teknik. Bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan bahan baru, uji sifat fisik, dan penelitian terkait polimer. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini tanpa harus mengimpor dari luar negeri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDalam sintesis polimer, MMAP digunakan sebagai bahan dasar untuk memperoleh polimer dengan sifat tertentu.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUntuk uji sifat mekanik, MMAP menjadi bahan yang cocok untuk mengevaluasi kekuatan dan fleksibilitas material.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDalam karakterisasi material, MMAP digunakan sebagai standar untuk analisis struktur dan komposisi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUntuk penelitian bahan komposit, MMAP membantu dalam pengembangan bahan dengan sifat campuran.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDalam pembuatan bahan polimer teraplikasi, MMAP menjadi komponen utama untuk menghasilkan bahan yang memiliki aplikasi industri.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9011-14-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Materials Science \u003e Polymer\/Macromolecule Reagents \u003e Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan sinar matahari langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMMAP harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas atau sinar matahari langsung. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas bahan. Saat mengambil atau memanfaatkan bahan ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, dan pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kecelakaan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eMethyl Methacrylate Polymer (MMAP) is a versatile chemical compound widely used in laboratory settings for polymer and macromolecule research. As a polymer, it serves as a foundational material in the synthesis of various composite and polymer-based substances. Its chemical stability and controlled reactivity make it suitable for multiple chemical reactions and material testing applications. MMAP is commonly utilized in Indonesian laboratories for material characterization, composite development, and polymer application studies. Its availability in local markets facilitates easy access for researchers, supporting scientific innovation and educational purposes. The compound's physical properties and chemical behavior make it an essential component in both academic and industrial research contexts.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eKikuchi (1995). Characterization of poly(methyl methacrylate)-graft-polystyrene prepared from methacryloyloxyethyl polystyrene macromonomer. \u003cem\u003ePolymer\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0032-3861(95)93657-8\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0032-3861(95)93657-8\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNguyen dkk. (2009). Synthesis of novel random and block copolymers of tert-butyldimethylsilyl methacrylate and methyl methacrylate by RAFT polymerization. \u003cem\u003ePolymer\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.polymer.2009.04.075\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.polymer.2009.04.075\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eOkubo dkk. (2005). Morphology of polystyrene\/polystyrene-block-poly(methyl methacrylate)\/poly(methyl methacrylate) composite particles. \u003cem\u003ePolymer\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.polymer.2004.11.057\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.polymer.2004.11.057\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087511597274,"sku":"TCI2510M008837618","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087511630042,"sku":"TCI2510M008837619","price":1187000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510M0088_3d9205ec-0144-4e06-8900-03d080a65696.jpg?v=1792646677"},{"product_id":"tci2510n044343176","title":"TCI N0443 25322-68-3 Polyethylene Glycol 400","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 400 (PEG 400) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam bidang kimia biologi dan bioteknologi. Bahan ini memiliki struktur molekuler berbentuk rantai polimer yang terdiri dari unit etylene oxide, sehingga memberikan sifat hidrofilik dan kelarutan yang baik dalam air. PEG 400 sering digunakan dalam proses PEGylation, yaitu modifikasi molekul biologis seperti protein atau liposom dengan PEG untuk meningkatkan stabilitas, daya tahan, dan pengurangan imunitas.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama PEG 400 adalah kelarutan tinggi dalam air, sifat non-toxis, dan kemampuan untuk membentuk kompleks dengan berbagai molekul. Bahan ini juga memiliki sifat tidak beracun dan tidak berbau, sehingga cocok untuk penggunaan dalam lingkungan laboratorium yang membutuhkan keamanan dan kebersihan tinggi. Keberagaman aplikasi PEG 400 membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian dan pengembangan produk biomedis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PEG 400 digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, termasuk pengembangan vaksin, terapi biologis, dan penelitian tentang interaksi molekuler. Bahan ini juga sering ditemukan dalam eksperimen kimia yang memerlukan modifikasi molekuler atau peningkatan stabilitas senyawa. Karena sifatnya yang aman dan efektif, PEG 400 menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan laboratorium di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePEGylation pada protein untuk meningkatkan stabilitas dan daya tahan dalam lingkungan biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan liposom yang stabil untuk pengiriman obat secara terkontrol\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi permukaan bahan biomedis untuk meningkatkan kompatibilitas biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang interaksi molekuler dalam sistem biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan produk farmasi yang memerlukan modifikasi kimia untuk meningkatkan efektivitas\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25322-68-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePEG 400 harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan sinar matahari langsung untuk menjaga kualitas dan stabilitas bahan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari konsumsi atau inhalasi dalam kondisi normal.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 400 (PEG 400) is a widely used chemical compound in laboratory settings, particularly in chemical biology and biotechnology. This polymer-based compound is known for its high water solubility, non-toxic nature, and ability to form complexes with various molecules. It is commonly employed in PEGylation processes, where it is used to modify biological molecules such as proteins and liposomes to enhance stability, prolong shelf life, and reduce immunogenicity. Due to its safe and effective properties, PEG 400 is a preferred choice for researchers and laboratories in Indonesia, especially in the development of biopharmaceuticals and biomedical applications. Its versatility and reliability make it an essential component in modern laboratory research.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eArsude dkk. (2018). Strength Characteristics of Self Curing Concrete Incorporating Polyethylene Glycol-400. \u003cem\u003eJournal of Advances and Scholarly Researches in Allied Education\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.29070\/15\/56841\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.29070\/15\/56841\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNalawade dkk. (2015). Bactericidal activity of propylene glycol, glycerine, polyethylene glycol 400, and polyethylene glycol 1000 against selected microorganisms. \u003cem\u003eJournal of International Society of Preventive and Community Dentistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4103\/2231-0762.155736\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4103\/2231-0762.155736\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2007). The effect of glycerol, propylene glycol and polyethylene glycol 400 on the partition coefficient of benzophenone-3 (oxybenzone). \u003cem\u003eDie Pharmazie\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.31083\/ph.2007.1.6060\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.31083\/ph.2007.1.6060\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087815651546,"sku":"TCI2510N044343176","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087815684314,"sku":"TCI2510N044343177","price":683000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510N0443_d9740e5a-3fe4-4e84-bf9c-09fa20a73b55.jpg?v=1792650461"},{"product_id":"tci2510p038145707","title":"Polyethyleneimine (ca. 30% in Water), CAS 9002-98-6, TCI P0381","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethyleneimine (PEI) adalah bahan kimia yang sering digunakan dalam penelitian farmasi dan pengembangan sistem pengantaran obat. Bahan ini berbentuk cairan berwarna jernih dan memiliki struktur polimer yang sangat reaktif, sehingga sangat cocok untuk berbagai aplikasi dalam laboratorium. PEI memiliki kemampuan untuk mengikat molekul aktif obat secara efisien, memungkinkan pengantaran yang lebih tepat sasaran dan meningkatkan efektivitas terapi. Dalam penelitian, bahan ini sering digunakan untuk memodifikasi permukaan partikel atau sebagai bahan bantu dalam pembuatan sistem pengantaran obat yang lebih aman dan efektif.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePEI memiliki sifat kimia yang sangat stabil dan kemampuan adsorpsi yang tinggi, yang membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai aplikasi penelitian. Bahan ini memiliki kelarutan yang baik dalam air, sehingga mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses formulasi. Selain itu, PEI memiliki kapasitas ionik yang tinggi, yang memungkinkannya untuk berinteraksi dengan berbagai molekul aktif obat. Sifat-sifat tersebut menjadikannya bahan yang sangat populer dalam penelitian terkait pengembangan obat dan sistem pengantaran yang inovatif.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium di Indonesia, PEI digunakan secara luas dalam penelitian farmasi dan biomedis. Bahan ini sering diaplikasikan dalam pengembangan sistem pengantaran obat, modifikasi permukaan nanopartikel, dan penelitian terkait biokompatibilitas. Karena kehandalannya dalam berbagai aplikasi, PEI menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan pengembang di berbagai institusi penelitian dan universitas di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengembangan sistem pengantaran obat untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan terapi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi permukaan nanopartikel untuk meningkatkan stabilitas dan respons terhadap obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian terkait biokompatibilitas dan toksisitas bahan kimia dalam lingkungan biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eFormulasi bahan aktif obat untuk penggunaan dalam terapi lokal dan sistemik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian kinerja bahan polimer dalam aplikasi biomedis dan farmasi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9002-98-6\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Kimia \u003e Pengembangan Obat dan Penelitian Penemuan Obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Cairan jernih\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan sinar matahari langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethyleneimine harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata, sehingga harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya. Penyimpanan yang tepat akan memastikan bahwa bahan tetap stabil dan siap digunakan dalam berbagai aplikasi penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethyleneimine (PEI) is a versatile chemical compound widely used in pharmaceutical research and drug delivery system development. As a water-soluble polymer, PEI is known for its high reactivity and ability to bind active pharmaceutical ingredients effectively. Its unique properties make it ideal for modifying nanoparticle surfaces, enhancing drug delivery efficiency, and improving the stability of formulations. PEI is commonly applied in laboratory settings for drug formulation, biocompatibility studies, and the development of targeted therapeutic systems. Its stability and reactivity make it a preferred choice for researchers in Indonesia, supporting advancements in pharmaceutical and biomedical sciences.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087962714330,"sku":"TCI2510P038145707","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087962747098,"sku":"TCI2510P038145708","price":1062000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}]},{"product_id":"tci2510p038245709","title":"Poly(1-vinylpyrrolidone-co-Vinyl Acetate) (Copolymer, 7:3) (50% in Ethanol), CAS 25086-89-9, TCI P0382","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(1-vinylpyrrolidone-co-Vinyl Acetate) adalah sebuah polimer campuran yang terdiri dari dua monomer, yaitu 1-vinylpyrrolidone dan vinyl acetate, dengan rasio 7:3. Bahan ini digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium seperti pembuatan film, pelapis, dan bahan aditif dalam formulasi produk kimia. Polimer ini memiliki sifat solubilitas yang baik dalam pelarut organik dan air, sehingga sangat cocok untuk penggunaan dalam reaksi kimia dan formulasi produk. Dalam laboratorium, produk ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pengembangan bahan baru atau modifikasi sifat bahan kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSalah satu keunggulan dari polimer ini adalah kemampuannya untuk membentuk larutan stabil dan homogen. Sifat hidrofiliknya memungkinkan polimer ini untuk berinteraksi baik dengan berbagai senyawa lain, sehingga sangat diminati dalam penelitian material dan formulasi. Selain itu, polimer ini juga memiliki sifat mekanik yang baik, seperti daya tahan terhadap deformasi dan kekuatan tarik, yang membuatnya ideal untuk aplikasi industri dan laboratorium. Karena sifatnya yang fleksibel dan dapat disesuaikan, polimer ini sering dipilih untuk berbagai eksperimen dan pengembangan produk.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, produk ini sangat relevan karena digunakan dalam berbagai bidang seperti kimia, farmasi, dan teknik material. Peneliti dan mahasiswa di laboratorium lokal sering memanfaatkan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan polimer dengan sifat tertentu. Ketersediaan produk ini juga mendukung pengembangan inovasi di sektor industri dan pendidikan, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas produk dan proses produksi di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan pelapis untuk produk kosmetik karena kemampuannya dalam membentuk film tipis dan stabil\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat hidrofilik dan hidrofobik dalam studi interaksi polimer dengan berbagai senyawa\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan bahan aditif dalam formulasi obat untuk meningkatkan kelarutan dan stabilitas produk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji sifat mekanik polimer dalam penelitian material untuk aplikasi industri dan teknik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenggunaan dalam formulasi bahan packing untuk meningkatkan daya tahan terhadap lingkungan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25086-89-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan tinggi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eProduk ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan sinar matahari langsung serta kelembapan tinggi. Penyimpanan yang optimal adalah pada suhu kamar dan dalam ruangan yang kering. Saat mengambil produk, pastikan tangan dan wadah yang digunakan bersih dan tidak terkontaminasi. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Produk ini juga harus dipisahkan dari bahan kimia yang bersifat korosif atau reaktif untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(1-vinylpyrrolidone-co-Vinyl Acetate) is a copolymer composed of 1-vinylpyrrolidone and vinyl acetate in a 7:3 ratio, dissolved in 50% ethanol. This versatile polymer is widely used in laboratory settings for applications such as coating, film formation, and formulation development. Its excellent solubility in both organic solvents and water makes it suitable for various chemical reactions and product development. The material’s hydrophilic properties allow it to interact effectively with other compounds, making it a preferred choice in material science and pharmaceutical research. Its mechanical properties, including good tensile strength and flexibility, further enhance its applicability in industrial and academic settings. This product is an essential tool for researchers and students in Indonesia, supporting innovation and quality improvement in various sectors.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eNguyen dkk. (1998). Performances of poly(vinylpyrrolidone-co-vinyl acetate)-cellulose acetate blend membranes in the pervaporation of ethanol–ethyl tert-butyl ether mixtures. \u003cem\u003eSeparation and Purification Technology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s1383-5866(98)00046-x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s1383-5866(98)00046-x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMatsumoto dkk. (1999). Physical Properties of Solid Molecular Dispersions of Indomethacin with Poly(vinylpyrrolidone) and Poly(vinylpyrrolidone-co-vinyl-acetate) in Relation to Indomethacin Crystallization. \u003cem\u003ePharmaceutical Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1023\/a:1018906132279\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1023\/a:1018906132279\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePezzoli dkk. (2018). Investigation of miscibility estimation methods between indomethacin and poly(vinylpyrrolidone-co-vinyl acetate). \u003cem\u003eInternational Journal of Pharmaceutics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.ijpharm.2018.07.039\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.ijpharm.2018.07.039\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087962812634,"sku":"TCI2510P038245709","price":531000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087962845402,"sku":"TCI2510P038245710","price":2171000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}]},{"product_id":"tci2510p038545711","title":"Poly(1-vinylpyrrolidone-co-Vinyl Acetate) (Copolymer, 3:7) (50% in Ethanol), CAS 25086-89-9, TCI P0385","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(1-vinylpyrrolidone-co-Vinyl Acetate) adalah sebuah polimer campuran yang memiliki berbagai aplikasi dalam bidang ilmu material dan teknologi. Bahan ini digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium untuk memperkaya sifat fisik dan kimia dari berbagai produk. Sebagai polimer campuran, bahan ini memiliki struktur kompleks yang memungkinkan pengaturan sifat-sifat tertentu seperti kelarutan, viskositas, dan reaktivitas. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan pelapis, bahan aditif, atau sebagai bahan bantu dalam sintesis senyawa kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePoly(1-vinylpyrrolidone-co-Vinyl Acetate) memiliki sifat yang sangat menarik, seperti kemampuan untuk larut dalam berbagai pelarut organik dan air, serta memiliki stabilitas kimia yang baik. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai aplikasi teknis dan ilmiah. Selain itu, bahan ini juga memiliki viskositas yang dapat diatur, sehingga memungkinkan penggunaan fleksibel dalam berbagai kondisi eksperimen. Karena sifat-sifat tersebut, bahan ini sangat cocok untuk digunakan dalam penelitian yang memerlukan kontrol yang tepat terhadap sifat fisik dan kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian terkait material, farmasi, dan teknologi lingkungan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan polimer dengan sifat tertentu. Bahan ini juga menjadi bagian dari kebutuhan dasar dalam laboratorium yang fokus pada pengembangan bahan baru dan aplikasi industri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eBahan bantu dalam sintesis senyawa kimia kompleks karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai reaktan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan pelapis untuk meningkatkan daya tahan produk kimia terhadap lingkungan ekstrem\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKomponen utama dalam pembuatan film polimer untuk aplikasi dalam industri farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan aditif dalam formulasi produk kosmetik untuk meningkatkan kinerja dan daya tahan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan dasar dalam penelitian tentang sifat polimer dan pengembangan bahan baru\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25086-89-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk atau cairan tergantung pada kemasan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eBahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitasnya. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta hindari paparan panas berlebihan. Karena sifatnya yang mudah larut, pastikan wadah tidak bocor dan tidak terkena air. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat mengolah bahan ini.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(1-vinylpyrrolidone-co-Vinyl Acetate) is a versatile copolymer widely used in laboratory settings for its unique chemical and physical properties. This copolymer, composed of 1-vinylpyrrolidone and vinyl acetate in a 3:7 ratio, is dissolved in 50% ethanol, making it suitable for various applications in material science and chemical synthesis. Its solubility in both organic and aqueous solvents, along with its adjustable viscosity, allows it to be used as a binder, coating agent, or additive in different formulations. This product is commonly applied in research related to polymer chemistry, pharmaceutical development, and environmental technology, making it an essential material for laboratories in Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eNguyen dkk. (1998). Performances of poly(vinylpyrrolidone-co-vinyl acetate)-cellulose acetate blend membranes in the pervaporation of ethanol–ethyl tert-butyl ether mixtures. \u003cem\u003eSeparation and Purification Technology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s1383-5866(98)00046-x\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s1383-5866(98)00046-x\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMatsumoto dkk. (1999). Physical Properties of Solid Molecular Dispersions of Indomethacin with Poly(vinylpyrrolidone) and Poly(vinylpyrrolidone-co-vinyl-acetate) in Relation to Indomethacin Crystallization. \u003cem\u003ePharmaceutical Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1023\/a:1018906132279\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1023\/a:1018906132279\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003ePezzoli dkk. (2018). Investigation of miscibility estimation methods between indomethacin and poly(vinylpyrrolidone-co-vinyl acetate). \u003cem\u003eInternational Journal of Pharmaceutics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.ijpharm.2018.07.039\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.ijpharm.2018.07.039\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087962910938,"sku":"TCI2510P038545711","price":531000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087962943706,"sku":"TCI2510P038545712","price":2171000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P0385.webp?v=1767133090"},{"product_id":"tci2510p046745812","title":"Poly(ethylene Glycol Succinate), CAS 25569-53-3, TCI P0467","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(ethylene Glycol Succinate) atau PEG Succinate adalah senyawa polimer yang digunakan dalam berbagai aplikasi ilmiah dan industri. Bahan ini merupakan hasil reaksi antara polietilen glikol dengan asam sukinkan, menghasilkan senyawa yang memiliki struktur molekuler kompleks dan sifat kimia yang unik. Dalam laboratorium, PEG Succinate sering digunakan sebagai bahan bantu dalam sintesis polimer, pengemasan obat, dan penelitian material. Karena sifatnya yang stabil dan dapat dimodifikasi, senyawa ini menjadi pilihan utama untuk berbagai eksperimen yang memerlukan kehandalan dan konsistensi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePoly(ethylene Glycol Succinate) memiliki sifat hidrofobik dan kemampuan untuk membentuk film tipis, yang membuatnya sangat cocok untuk berbagai aplikasi seperti pelapis, emulsi, dan pengemasan. Selain itu, senyawa ini juga memiliki daya tahan terhadap suhu dan kelembapan, sehingga dapat digunakan dalam kondisi laboratorium yang beragam. Karena kestabilannya, senyawa ini juga digunakan dalam penelitian tentang biodegradasi dan pengembangan bahan ramah lingkungan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PEG Succinate sering digunakan dalam penelitian bidang material, farmasi, dan lingkungan. Bahan ini menjadi bagian penting dalam eksperimen yang memerlukan polimer dengan sifat tertentu, seperti kekuatan mekanik atau kemampuan untuk mempercepat proses biodegradasi. Karena ketersediaannya dan kehandalannya, PEG Succinate menjadi pilihan yang populer di berbagai institusi penelitian dan universitas di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan biodegradable untuk aplikasi lingkungan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis polimer dengan sifat hidrofobik dan stabil\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian dalam bidang farmasi untuk pengemasan obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenggunaan dalam pembuatan film tipis untuk aplikasi industri\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji kinerja material dalam kondisi lingkungan yang berubah\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25569-53-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polimer\/Makromolekul Reagen\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(ethylene Glycol Succinate) harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari sinar matahari dan udara lembap untuk mencegah degradasi. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap harus dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Selama penyimpanan, pastikan wadah tetap tertutup untuk mencegah penurunan kualitas.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(ethylene Glycol Succinate), also known as PEG Succinate, is a polymer compound widely used in scientific and industrial applications. It is synthesized through the reaction of polyethylene glycol with succinic acid, resulting in a complex molecular structure with unique chemical properties. In laboratory settings, it serves as a versatile material for polymer synthesis, drug delivery systems, and environmental research. Its hydrophobic nature and ability to form thin films make it suitable for various applications, including coatings, emulsions, and packaging. The compound is also stable under different temperature and humidity conditions, making it ideal for experiments requiring consistent performance. Due to its stability and modifiability, PEG Succinate is a popular choice in material science, pharmaceutical, and environmental research in Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLiu (2021). Biodegradable Poly(ethylene succinate-co-ethylene oxalate-co-diethylene glycol succinate): Effects of a Small Amount of Ethylene Oxalate Content on the Properties of Poly(ethylene succinate). \u003cem\u003ePolymer Korea\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.7317\/pk.2021.45.2.294\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.7317\/pk.2021.45.2.294\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLiu dkk. (2012). Improvement of biocompatibility and biodegradability of poly(ethylene succinate) by incorporation of poly(ethylene glycol) segments. \u003cem\u003ePolymer\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.polymer.2011.12.003\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.polymer.2011.12.003\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eHanafy (2013). Miscibility Behavior of Poly Ethylene Glycol or Poly Ethylene Succinate\/Chlorinated Poly Vinyl Chloride Blends Studied by Dielectric Relaxation Spectroscopy. \u003cem\u003eAdvances in Materials Physics and Chemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4236\/ampc.2013.32015\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4236\/ampc.2013.32015\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087968219354,"sku":"TCI2510P046745812","price":1944000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}]},{"product_id":"tci2510p046945813","title":"Poly(vinyl Alcohol) (n=approx. 1700), CAS 9002-89-5, TCI P0469","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(vinyl Alcohol) atau PVA adalah polimer sintetis yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi ilmiah dan industri. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang teratur dan sifat fisik yang dapat diatur sesuai kebutuhan. PVA sering digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan film, pelapis, dan bahan komposit. Dalam laboratorium, PVA berperan sebagai bahan reaktif yang digunakan dalam sintesis senyawa kimia, pengemasan, dan pengujian sifat mekanik bahan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePVA memiliki sifat hidrofilik yang tinggi, sehingga mudah larut dalam air dan dapat membentuk larutan yang stabil. Kekuatan ikat antar molekulnya memungkinkan PVA untuk digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan ketahanan mekanik. Selain itu, PVA memiliki stabilitas termal yang baik, sehingga cocok untuk penggunaan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan suhu konstan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PVA sering digunakan dalam penelitian bahan kimia, pengembangan produk industri, dan pengujian material. Bahan ini juga menjadi pilihan utama dalam penelitian bidang material dan lingkungan, karena sifatnya yang ramah lingkungan dan fleksibilitas penggunaannya.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian sifat mekanik bahan untuk penelitian material\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan film biodegradable dalam penelitian lingkungan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa kimia sebagai bahan bantu reaksi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengemasan produk kimia untuk meningkatkan stabilitas\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan komposit dalam bidang teknik dan industri\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9002-89-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePVA harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah penyerapan kelembapan yang dapat mengubah sifat fisiknya. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Gunakan sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk melindungi kulit dan pernapasan. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(vinyl Alcohol) (PVA) is a synthetic polymer widely used in scientific and industrial applications. With a molecular structure that can be tailored for specific needs, PVA serves as a versatile material in laboratory settings. Its hydrophilic nature allows it to dissolve easily in water, forming stable solutions. The high molecular weight and strong intermolecular bonds provide mechanical strength, making it suitable for various applications. In Indonesian laboratories, PVA is commonly used in material research, environmental studies, and composite development due to its stability and biodegradable properties. Its applications range from film production to chemical synthesis, making it an essential reagent in both academic and industrial research.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eHorkay dkk. (1993). Thermodynamic properties of poly(vinyl alcohol) and poly(vinyl alcohol-vinyl acetate) hydrogels. \u003cem\u003eMacromolecules\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/ma00058a017\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/ma00058a017\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eZhang dkk. (2018). Enhanced tensile strength and initial modulus of poly(vinyl alcohol)\/graphene oxide composite fibers via blending poly(vinyl alcohol) with poly(vinyl alcohol)-grafted graphene oxide. \u003cem\u003eJournal of Polymer Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s10965-018-1471-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s10965-018-1471-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLu dkk. (2003). Poly(vinyl alcohol)\/poly(vinyl pyrrolidone) interpenetrating polymer network: Synthesis and pervaporation properties. \u003cem\u003eJournal of Applied Polymer Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/app.12486\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/app.12486\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087968317658,"sku":"TCI2510P046945813","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087968350426,"sku":"TCI2510P046945814","price":808000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}]},{"product_id":"tci2510p047145815","title":"Polyvinylpyrrolidone K 15 Average Molecular Wt 10000, CAS 9003-39-8, TCI P0471","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyvinylpyrrolidone K 15 (PVP K 15) adalah bahan kimia yang digunakan secara luas dalam penelitian farmasi dan pengembangan obat. Bahan ini memiliki berat molekul rata-rata sekitar 10.000 dan merupakan salah satu dari berbagai varian polimer PVP yang memiliki sifat fisik dan kimia yang sangat baik. PVP K 15 sering digunakan sebagai bahan bantu dalam sistem pengantaran obat karena kemampuannya untuk meningkatkan stabilitas dan kelarutan obat. Dalam laboratorium, bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan formulasi obat, terutama dalam sistem pengantaran yang memerlukan kontrol rilis obat yang tepat.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePVP K 15 memiliki sifat hidrofilik yang tinggi, sehingga mampu menyerap air dan membentuk larutan yang stabil. Sifat ini menjadikannya ideal untuk digunakan dalam formulasi suspensi, emulsi, dan tablet. Selain itu, bahan ini juga memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai molekul aktif, sehingga meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pengantaran obat. Karena sifatnya yang tidak toksik dan kompatibel dengan berbagai bahan, PVP K 15 menjadi pilihan utama dalam penelitian farmasi di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PVP K 15 digunakan dalam berbagai penelitian terkait pengembangan obat dan sistem pengantaran yang inovatif. Bahan ini sering diaplikasikan dalam penelitian yang memerlukan kontrol rilis obat, formulasi suspensi, dan peningkatan stabilitas produk farmasi. Dengan sifat yang baik dan kehandalannya, PVP K 15 menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan pengembang obat di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengembangan sistem pengantaran obat untuk meningkatkan kelarutan dan stabilitas obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian formulasi suspensi dan emulsi untuk produk farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian kompatibilitas bahan aktif dalam formulasi obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan tablet dan kapsul dengan kontrol rilis obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang peningkatan efisiensi dan keamanan produk farmasi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9003-39-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Pharmaceutical Development and Drug Discovery Research Reagents \u003e Drug Delivery Systems (DDS)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 100g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePVP K 15 harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara untuk mencegah kontaminasi dan pengendapan. Bahan ini bersifat tidak beracun dan tidak berbahaya dalam penggunaan normal, tetapi tetap harus ditangani dengan hati-hati seperti bahan kimia lainnya. Pastikan wadah penyimpanan tidak terpapar sinar matahari langsung dan jauh dari sumber panas. Selama penyimpanan, pastikan bahan tetap kering dan tidak terkontaminasi oleh bahan lain untuk menjaga kualitas dan keamanan penggunaan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyvinylpyrrolidone K 15 (PVP K 15) is a widely used chemical in pharmaceutical research and drug development. With an average molecular weight of approximately 10,000, this polymer is known for its hydrophilic properties and ability to enhance the solubility and stability of active pharmaceutical ingredients. PVP K 15 is commonly employed in drug delivery systems, including controlled release formulations, suspensions, and emulsions. Its compatibility with various drug molecules and non-toxic nature make it a preferred choice in laboratory settings. This product is essential for researchers and pharmaceutical developers in Indonesia, supporting innovative drug formulation and delivery studies.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087968481498,"sku":"TCI2510P047145815","price":557000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100g","offer_id":48087968514266,"sku":"TCI2510P047145816","price":1237000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087968547034,"sku":"TCI2510P047145817","price":2802000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P0471.jpg?v=1768206038"},{"product_id":"tci2510p047245818","title":"Polyvinylpyrrolidone K 30 Average Molecular Wt 40000, CAS 9003-39-8, TCI P0472","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyvinylpyrrolidone K 30 (PVP K 30) adalah bahan kimia yang sering digunakan dalam penelitian farmasi dan pengembangan obat. Bahan ini memiliki struktur polimer yang terdiri dari rantai panjang yang dapat berinteraksi dengan berbagai molekul aktif. PVP K 30 berperan sebagai bahan pengemas atau pembawa dalam sistem pengiriman obat, karena kemampuannya untuk membentuk film atau suspensi stabil. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan untuk menciptakan formulasi obat yang lebih efektif dan aman.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePVP K 30 memiliki sifat hidrofilik yang tinggi, sehingga dapat menyerap air dan membantu dalam pembentukan suspensi atau emulsi. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk aplikasi seperti pelapis obat atau pengencer. Selain itu, bahan ini memiliki stabilitas termal yang baik, sehingga dapat digunakan dalam berbagai kondisi penelitian. Karena sifatnya yang tidak beracun dan aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium, PVP K 30 menjadi pilihan utama dalam penelitian farmasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PVP K 30 digunakan secara luas dalam penelitian pengembangan obat dan sistem pengiriman obat. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian yang berkaitan dengan formulasi obat, pelapis tablet, dan pembuatan suspensi. Karena kehandalannya, PVP K 30 menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan pengembang obat di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengembangan sistem pengiriman obat untuk meningkatkan efisiensi penyerapan obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan suspensi obat yang stabil dan mudah dicerna oleh tubuh\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePelapisan tablet untuk melindungi bahan aktif obat dari lingkungan eksternal\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang interaksi molekuler dalam formulasi obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian kinerja bahan pengemas dalam lingkungan laboratorium\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9003-39-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Pharmaceutical Development and Drug Discovery Research Reagents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePVP K 30 harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat tidak beracun, namun tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya ditangani dengan sarung tangan dan masker untuk menjaga keselamatan. Pastikan wadah tidak terbuka dan disimpan di tempat yang kering serta sejuk.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyvinylpyrrolidone K 30 (PVP K 30) is a polymer widely used in pharmaceutical research and drug delivery systems. It is known for its hydrophilic properties, which allow it to absorb moisture and form stable suspensions or emulsions. PVP K 30 is commonly used as a coating agent, binder, or dispersing agent in drug formulations. Its high stability and non-toxic nature make it a preferred choice in laboratory settings. This product is suitable for applications such as tablet coating, suspension preparation, and drug delivery system development. Its versatility and reliability make it an essential material for researchers in Indonesia.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087968612570,"sku":"TCI2510P047245818","price":505000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087968645338,"sku":"TCI2510P047245819","price":2197000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P0472.jpg?v=1768362406"},{"product_id":"tci2510p047345820","title":"Polyvinylpyrrolidone K 90 Average Molecular Wt. 360000, CAS 9003-39-8, TCI P0473","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyvinylpyrrolidone K 90 (PVP K 90) adalah bahan kimia yang digunakan secara luas dalam penelitian farmasi dan pengembangan obat. Bahan ini memiliki struktur polimer yang unik, dengan berat molekul rata-rata sekitar 360,000, yang membuatnya sangat efektif dalam berbagai sistem pengantaran obat. Dalam laboratorium, PVP K 90 sering digunakan sebagai bahan bantu dalam formulasi obat, terutama untuk meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan kecepatan pelepasan obat. Bahan ini juga digunakan dalam penelitian tentang sistem pengantaran obat yang lebih efisien, seperti pelarut, suspensi, atau film pelindung.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePVP K 90 memiliki sifat fisik dan kimia yang stabil, serta kemampuan untuk menyerap air yang baik. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk berbagai aplikasi di bidang farmasi dan kimia. Selain itu, bahan ini tidak beracun dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan di laboratorium. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, PVP K 90 juga memiliki daya tahan yang baik dalam berbagai formulasi obat yang kompleks.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PVP K 90 digunakan secara luas dalam penelitian dan pengembangan obat, terutama oleh institusi penelitian dan universitas. Bahan ini menjadi bagian penting dalam penelitian tentang sistem pengantaran obat yang inovatif, serta dalam pengembangan produk farmasi yang lebih aman dan efektif. Dengan sifatnya yang stabil dan aplikasi yang luas, PVP K 90 menjadi bahan yang sangat diminati dalam lingkungan penelitian lokal.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengembangan sistem pengantaran obat untuk meningkatkan efisiensi pelepasan obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eFormulasi obat dalam bentuk suspensi dan larutan untuk meningkatkan kelarutan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang peningkatan stabilitas dan ketersediaan obat dalam lingkungan biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenggunaan dalam pembuatan film pelindung untuk pelindung obat dari lingkungan eksternal\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang peningkatan daya serap obat dalam sistem pengantaran transdermal\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9003-39-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Pharmaceutical Development and Drug Discovery Research Reagents \u003e Drug Delivery Systems (DDS)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePVP K 90 harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, serta jauh dari paparan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap terkunci untuk mencegah kebocoran. Selain itu, bahan ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus selama penyimpanan jangka pendek, tetapi sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang stabil.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyvinylpyrrolidone K 90 (PVP K 90) is a polymer widely used in pharmaceutical research and drug development. With an average molecular weight of approximately 360,000, this compound is highly effective in various drug delivery systems. It is commonly used as a binder, suspending agent, and stabilizer in pharmaceutical formulations. Its ability to absorb water and its chemical stability make it a versatile material for drug formulation and delivery research. PVP K 90 is particularly useful in creating stable and efficient drug delivery systems, making it a valuable material in both academic and industrial research settings. Its non-toxic nature and broad application range further enhance its importance in laboratory environments.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087968776410,"sku":"TCI2510P047345820","price":505000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087968809178,"sku":"TCI2510P047345821","price":2197000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}]},{"product_id":"tci2510p064146046","title":"Polyvinylformal, CAS 63450-15-7, TCI P0641","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyvinylformal dari TCI (kode P0641) adalah polimer sintetis dari golongan polivinil asetal. Polimer ini dibuat dengan mereaksikan poli(vinil alkohol) dengan formaldehida sehingga sebagian gugus hidroksilnya membentuk cincin asetal. Di laboratorium, polyvinylformal dipakai sebagai bahan polimer untuk pembuatan film tipis, pelapis, perekat, dan matriks material. Di ranah industri, polimer ini dikenal sebagai bahan pelapis isolasi kawat email serta lapisan pendukung tipis untuk keperluan mikroskopi elektron.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePeneliti memilih polyvinylformal karena kombinasi sifat mekanik dan kimianya. Film yang terbentuk umumnya kuat, liat, transparan, dan melekat baik pada permukaan logam maupun kaca. Polimer ini juga memiliki ketahanan yang baik terhadap minyak dan sejumlah pelarut. Sifat isolasi listriknya menjadikannya pilihan klasik untuk pelapis kawat tembaga. Polyvinylformal dapat dilarutkan dalam pelarut organik tertentu lalu dicetak menjadi film yang sangat tipis, sehingga larutannya umum dipakai untuk membuat membran pendukung grid mikroskop elektron transmisi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, polyvinylformal relevan untuk laboratorium mikroskopi elektron di universitas dan lembaga riset yang menyiapkan grid berlapis film sendiri. Bahan ini juga berguna bagi kelompok riset ilmu material dan polimer yang mempelajari pelapis isolasi, membran, atau komposit. Pilihan kemasan 25 gram dan 500 gram memudahkan penyesuaian antara kebutuhan preparasi grid yang hanya memerlukan sedikit bahan dan riset formulasi pelapis yang membutuhkan jumlah lebih banyak.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eFilm pendukung grid mikroskop elektron: larutan encernya dapat dicetak menjadi membran sangat tipis yang kuat untuk menopang sampel pada pengamatan TEM.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRiset pelapis isolasi listrik: sifat isolasi dan daya lekatnya pada tembaga membuatnya cocok untuk mempelajari formulasi pelapis kawat email.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan film dan membran polimer: film yang liat dan transparan dapat dikarakterisasi sifat mekanik, optik, dan permeabilitasnya untuk riset material.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eMatriks komposit dan perekat: polimer ini dapat dikombinasikan dengan resin atau pengisi untuk mengembangkan bahan perekat dan komposit dengan ketahanan pelarut yang baik.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBahan ajar kimia polimer: polyvinylformal menjadi contoh nyata modifikasi kimia polimer melalui reaksi asetalisasi gugus hidroksil pada rantai poli(vinil alkohol).\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (kode produk P0641)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 63450-15-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Non-Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan polimer; rujuk CoA untuk bentuk dan keterangan rinci\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyimpanan: wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan polyvinylformal dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung. Wadah yang rapat juga mencegah bahan menyerap kelembapan udara yang tinggi. Hindari sumber panas berlebih dan oksidator kuat. Pakai sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menangani bahan ini, dan hindari terhirupnya debu. Saat membuat larutan dengan pelarut organik, bekerjalah di lemari asam dan perhatikan sifat mudah terbakar dari pelarutnya. Buang sisa bahan dan larutan sesuai prosedur limbah laboratorium dan SDS.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyvinylformal (TCI P0641, CAS 63450-15-7) is a polyvinyl acetal made by reacting poly(vinyl alcohol) with formaldehyde. It forms tough, flexible, transparent films that adhere well to metal and glass, resist oils and many solvents, and provide good electrical insulation. Its classic uses include magnet-wire enamel coatings and the ultrathin support films cast onto transmission electron microscopy grids. In the laboratory, it also serves materials and polymer researchers working on insulating coatings, membranes, adhesives, and composites, and it is a clear teaching example of polymer modification by acetalization. Store tightly closed in a cool, dry place away from direct sunlight. Available in 25 g and 500 g packages.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eAkimova dkk. (2024). Forming Structure in Porous Polyvinylformal Filters for Selective Water Sorption. \u003cem\u003eInorganic Materials: Applied Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1134\/s2075113324010039\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1134\/s2075113324010039\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNarsing Das dkk. (1993). Pyroelectricity of polyvinylformal film. \u003cem\u003ePolimery\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.14314\/polimery.1993.071\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.14314\/polimery.1993.071\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(1995). 5393668 Cultivation of mammalian cells in a protein-free medium on a polyvinylformal and\/or polyvinyl butyral surface. \u003cem\u003eBiotechnology Advances\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0734-9750(95)94298-k\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0734-9750(95)94298-k\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087981359322,"sku":"TCI2510P064146046","price":481000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087981392090,"sku":"TCI2510P064146047","price":3005000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}]},{"product_id":"tci2510p069146108","title":"Polyvinylpyrrolidone (insoluble), CAS 9003-39-8, TCI P0691","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyvinylpyrrolidone (insoluble) dari TCI dengan kode produk P0691 adalah polivinilpirolidon yang telah diikat silang (crosslinked). Bentuk ini juga dikenal sebagai PVPP atau crospovidone. Berbeda dengan PVP biasa yang larut dalam air, jenis ini tidak larut dalam air maupun banyak pelarut umum, tetapi tetap mampu mengembang dan mengikat senyawa tertentu. Di laboratorium, PVP tidak larut terutama dipakai untuk menyerap senyawa polifenol dan tanin dari ekstrak tumbuhan. Bahan ini juga dipakai dalam penelitian penjernihan minuman dan formulasi farmasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKemampuan PVP tidak larut untuk mengikat polifenol berasal dari gugus amida pada cincin pirolidon. Gugus ini membentuk ikatan hidrogen yang kuat dengan gugus hidroksil fenolik. Karena polimernya tidak larut, polifenol yang terikat dapat dipisahkan dengan mudah melalui sentrifugasi atau penyaringan, tanpa meninggalkan polimer di dalam larutan. Struktur ikat silangnya juga membuat partikel cepat menyerap air dan mengembang. Sifat ini dimanfaatkan sebagai disintegran dalam tablet. Bahan ini umumnya berupa serbuk putih hingga putih kekuningan yang stabil secara kimia dalam kondisi laboratorium biasa.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, banyak riset menggunakan bahan tumbuhan yang kaya polifenol, seperti teh, kakao, kopi, daun herbal, dan tanaman perkebunan. PVP tidak larut sangat membantu dalam ekstraksi DNA, RNA, atau protein dari jaringan tanaman tersebut, karena polifenol dapat merusak atau menghambat analisis molekuler. Laboratorium teknologi pangan dapat memakainya dalam studi penjernihan bir, anggur, dan jus. Laboratorium farmasi dapat mengkaji perannya sebagai disintegran tablet. Kemasan 100g praktis untuk penggunaan rutin di laboratorium biologi molekuler dan pangan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eEkstraksi DNA dan RNA tanaman: PVP tidak larut mengikat polifenol yang dapat mengoksidasi dan merusak asam nukleat, sehingga hasil ekstraksi lebih murni dan siap dipakai untuk PCR.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEkstraksi enzim dan protein tumbuhan: penambahan bahan ini ke bufer ekstraksi mencegah polifenol bereaksi dengan protein, sehingga aktivitas enzim tetap terjaga untuk pengujian lanjutan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenjernihan minuman: kemampuannya mengikat tanin dan polifenol pembentuk kekeruhan membuatnya relevan untuk studi stabilisasi bir, anggur, dan jus buah di laboratorium pangan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDisintegran formulasi tablet: partikel ikat silang yang cepat menyerap air dan mengembang membantu tablet hancur, sehingga bahan ini sering dikaji dalam riset farmasetika.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePemisahan fase padat senyawa fenolik: karena tidak larut, PVP ikat silang dapat dikemas dalam kolom atau dicampur dalam sampel untuk menghilangkan senyawa fenolik pengganggu sebelum analisis.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (kode produk P0691)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9003-39-8\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Materials Science \u003e Polymer\/Macromolecule Reagents \u003e Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: umumnya serbuk putih hingga putih kekuningan, tidak larut dalam air (cek label dan CoA)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyimpanan: wadah tertutup rapat, tempat kering, terlindung dari kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePVP tidak larut cenderung menyerap kelembapan, jadi simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. Segera tutup kembali wadah setelah mengambil bahan agar serbuk tidak menggumpal dan kemampuan pengikatannya tetap baik. Gunakan spatula bersih dan kering. Untuk keperluan biologi molekuler, beberapa protokol menganjurkan mencuci serbuk lebih dulu sebelum dipakai. Hindari menghirup debu serbuk halus, dan kenakan masker, sarung tangan, serta kacamata pengaman. Rujuk Lembar Data Keselamatan (SDS) untuk informasi lengkap.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI P0691 Polyvinylpyrrolidone (insoluble), CAS 9003-39-8, is crosslinked PVP, also known as PVPP or crospovidone. It does not dissolve in water but swells readily. The amide groups in its pyrrolidone rings form strong hydrogen bonds with phenolic hydroxyl groups, so it binds polyphenols and tannins effectively, and the bound material can be removed easily by centrifugation or filtration. It is widely used in plant DNA, RNA, and protein extraction, in beverage clarification studies, and as a tablet disintegrant in pharmaceutical research. It is supplied as a powder in a 100g pack.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100g","offer_id":48087985619162,"sku":"TCI2510P069146108","price":1491000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/tci2510p069146108-struktur-1000.png?v=1792652291"},{"product_id":"tci2510p070946126","title":"Polyethylene Glycol Mono-4-nonylphenyl Ether (n=approx. 18), CAS 26027-38-3, TCI P0709","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Mono-4-nonylphenyl Ether (n=approx. 18), dengan nomor CAS 26027-38-3, adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terkait ilmu material dan kimia. Bahan ini merupakan jenis surfaktan non-ionik yang memiliki kemampuan untuk mengurangi tegangan permukaan antara dua fase, seperti air dan minyak. Dalam laboratorium, senyawa ini sering ditemukan dalam proses formulasi dan modifikasi polimer, terutama dalam peningkatan sifat permukaan atau keterlarutan bahan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama dari Polyethylene Glycol Mono-4-nonylphenyl Ether adalah struktur molekulnya yang terdiri dari rantai polietilen glikol yang terikat pada gugus fenil nonil. Struktur ini memberikan sifat hidrofilik dan hidrofobik yang seimbang, sehingga sangat cocok untuk berbagai aplikasi dalam penelitian kimia dan material. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas termal yang baik, menjadikannya pilihan yang andal dalam berbagai kondisi reaksi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian terkait polimer, kemasan, dan formulasi produk kimia. Karena keberadaannya yang stabil dan kegunaan yang luas, bahan ini menjadi bagian penting dalam kegiatan penelitian ilmiah dan industri di berbagai institusi pendidikan dan lembaga penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDalam formulasi polimer, senyawa ini digunakan sebagai penstabil dan pengemulsi untuk meningkatkan kualitas produk akhir.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDalam penelitian material, senyawa ini berperan sebagai agen pengemulsi untuk memfasilitasi reaksi antara fase cair dan padat.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDalam pengujian keterlarutan, senyawa ini membantu dalam mempercepat proses dispersi bahan aktif dalam medium tertentu.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDalam pembuatan produk kemasan, senyawa ini digunakan untuk meningkatkan daya tahan dan sifat permukaan bahan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDalam penelitian lingkungan, senyawa ini digunakan untuk mengembangkan bahan biodegradable yang ramah lingkungan.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 26027-38-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Materials Science \u003e Polymer\/Macromolecule Reagents \u003e Polymer Additives\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena bersifat kimia, wadah harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau gelas. Selama penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Mono-4-nonylphenyl Ether (n=approx. 18), with CAS number 26027-38-3, is a non-ionic surfactant widely used in laboratory applications related to materials science and chemistry. This compound is known for its ability to reduce interfacial tension between different phases, such as water and oil, making it valuable in polymer formulation and modification processes. Its balanced hydrophilic and hydrophobic properties, along with good thermal stability, make it a reliable choice for various experimental setups. In Indonesia, this compound is commonly used in polymer research, packaging development, and formulation studies, contributing to both academic and industrial advancements in the field.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLu dkk. (2019). Pressure-volume-temperature properties for binary oligomeric blends of polyethylene glycol mono-laurate with polyethylene glycol mono-4-octylphenyl ether or polyethylene glycol mono-4-nonylphenyl ether at pressures up to 50 MPa. \u003cem\u003eThe Journal of Chemical Thermodynamics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jct.2019.03.038\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.jct.2019.03.038\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLee dkk. (2022). Pressure-Volume-Temperature Properties for Binary Oligomeric Solutions of Anisole with Polyethylene Glycol Mono-Laurate or Polyethylene Glycol Mono-4-Nonylphenyl Ether at Pressures Up to 50 Mpa. \u003cem\u003eSSRN Electronic Journal\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2139\/ssrn.4229648\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2139\/ssrn.4229648\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLee dkk. (2023). Pressure-volume-temperature properties for binary oligomeric solutions of anisole with polyethylene glycol mono-laurate or polyethylene glycol mono-4-nonylphenyl ether at pressures up to 50MPa. \u003cem\u003eFluid Phase Equilibria\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.fluid.2022.113661\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.fluid.2022.113661\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087987421402,"sku":"TCI2510P070946126","price":758000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P0709_3f83bd9b-5e05-4582-b532-bab9e4680977.jpg?v=1792652300"},{"product_id":"tci2510p080446247","title":"Poly(vinyl Alcohol) (n=approx. 2000) (degree of saponification ca. 80mol%), CAS 9002-89-5, TCI P0804","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(vinyl Alcohol) atau PVA adalah polimer sintetis yang digunakan secara luas dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang kimia dan ilmu material. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang teratur dan memiliki sifat fisik yang sangat menarik, seperti daya tahan terhadap air, kekuatan mekanik, dan kemampuan untuk membentuk film atau gel. Dalam laboratorium, PVA sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan film, pelapis, atau bahan penyerap air.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePoly(vinyl Alcohol) memiliki tingkat saponifikasi sekitar 80 mol%, yang berarti sebagian besar rantai polimer telah bereaksi dengan hidroksida natrium, menghasilkan gugus hidroksil yang aktif. Sifat ini membuat PVA sangat reaktif dan mudah dikombinasikan dengan berbagai bahan kimia lainnya. Karena sifatnya yang dapat dimodifikasi, PVA sangat fleksibel dalam aplikasi laboratorium, baik untuk penelitian kimia, teknik, maupun ilmu lingkungan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, PVA sering digunakan dalam penelitian tentang bahan komposit, pembuatan bahan biodegradable, serta dalam pengembangan produk ramah lingkungan. Bahan ini juga menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia dan ilmu material di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePembuatan film biodegradable untuk penelitian lingkungan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan penyerap air dalam teknologi penyimpanan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat mekanik polimer dalam ilmu material\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan pelapis pelindung untuk bahan kimia sensitif\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenggunaan dalam sintesis bahan komposit dengan bahan lain\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9002-89-5\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan udara dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePVA harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta kelembapan tinggi. Karena sifatnya yang mudah bereaksi dengan air, wadah harus dilengkapi dengan penutup yang rapat untuk mencegah penyerapan kelembapan. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, terutama saat mengolah bahan dalam jumlah besar. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk mencegah kontaminasi atau reaksi tidak terduga.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(vinyl Alcohol) (PVA) is a synthetic polymer widely used in various scientific fields, particularly in chemistry and materials science. With an approximate molecular weight of 2000 and a saponification degree of around 80 mol%, PVA is known for its hydrophilic properties and ability to form films or gels. It is commonly used in laboratory research for creating biodegradable materials, developing water-absorbing substances, and studying polymer mechanics. Its versatility makes it a preferred choice in both academic and industrial research settings. PVA's reactivity and modifiability allow it to be integrated with various other chemical substances, making it a valuable material in both environmental and material science applications.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eDai dkk. (2003). Effect of degree of saponification on structural and property change of poly(Vinyl alcohol) fibers. \u003cem\u003ePolymers for Advanced Technologies\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/pat.351\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/pat.351\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMamada dkk. (2011). Friction Properties of Poly(vinyl alcohol) Hydrogel: Effects of Degree of Polymerization and Saponification Value. \u003cem\u003eTribology Letters\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s11249-011-9768-8\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s11249-011-9768-8\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLyoo dkk. (1996). Structure and properties of microfibrillar poly(vinyl alcohol) fibres prepared by saponification under shearing force of poly(vinyl pivalate). \u003cem\u003ePolymer\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0032-3861(96)89414-6\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0032-3861(96)89414-6\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087994040538,"sku":"TCI2510P080446247","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087994073306,"sku":"TCI2510P080446248","price":808000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}]},{"product_id":"tci2510p084046313","title":"Polyethylene Glycol 200, CAS 25322-68-3, TCI P0840","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 200 (PEG 200) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama dalam laboratorium kimia dan biologi. Bahan ini memiliki struktur molekuler berupa rantai polietilen yang sangat stabil dan tidak beracun. PEG 200 sering digunakan sebagai bahan bantu dalam proses PEGylation, yaitu modifikasi molekul biologis untuk meningkatkan stabilitas dan daya tahan. Dalam laboratorium, PEG 200 juga berperan sebagai pelarut, emulsifier, dan agen pengencer.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat utama PEG 200 adalah kelarutan yang baik dalam air dan beberapa pelarut organik, serta sifat non-reaktif yang membuatnya cocok untuk berbagai aplikasi tanpa mengganggu reaksi kimia lainnya. Karena tidak memiliki toksisitas tinggi dan mudah dihilangkan, PEG 200 menjadi pilihan utama dalam penelitian biomedis dan farmakologi. Selain itu, senyawa ini tidak mengandung ion logam berat, sehingga aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan kebersihan tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, PEG 200 digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama di bidang biomedis, farmasi, dan kimia. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk pengembangan obat, modifikasi protein, dan penelitian tentang sistem penghantaran obat. Ketersediaan PEG 200 di pasar lokal menjadikannya mudah diakses oleh para peneliti dan praktisi laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePEGylation protein untuk meningkatkan stabilitas dan daya tahan molekul biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengenceran dan pelarutan senyawa kimia dalam eksperimen biokimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan emulsi dan suspensi dalam formulasi farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang penghantaran obat melalui sistem PEG-modifikasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenggunaan dalam proses kromatografi untuk isolasi senyawa tertentu\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25322-68-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePEG 200 sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di lingkungan yang sejuk dan kering untuk mencegah penyerapan kelembapan. Karena sifatnya yang tidak reaktif, bahan ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus, tetapi tetap harus dihindari dari paparan sinar matahari langsung dan suhu tinggi. Saat menggunakan PEG 200, pastikan untuk mengenakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Selain itu, hindari menghirup debu dari bahan ini selama proses penggunaan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 200 (PEG 200) is a versatile chemical compound widely used in laboratory settings, particularly in chemical and biological research. It is a water-soluble polymer with a non-toxic profile, making it ideal for applications such as PEGylation, where it is used to modify biological molecules to enhance their stability and longevity. PEG 200 also serves as a solvent, emulsifier, and diluent in various experiments. Its inert nature and low toxicity ensure it is safe for use in clean and controlled laboratory environments. In Indonesia, PEG 200 is commonly employed in biomedical and pharmaceutical research, supporting the development of drug delivery systems and protein modification techniques. Its availability and reliability make it a preferred choice for researchers and laboratories across the country.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2022). Morphine\/polyethylene-glycol. \u003cem\u003eReactions Weekly\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40278-022-09452-3\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/s40278-022-09452-3\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSoltanpour dkk. (2013). Solubility of Clonazepam and Diazepam in Polyethylene Glycol 200, Propylene Glycol, N-Methyl Pyrrolidone, Ethanol, and Water at (298.2 to 318.2) K and in Binary and Ternary Mixtures of Polyethylene Glycol 200, Propylene Glycol, and Water at 298.2 K. \u003cem\u003eJournal of Chemical \u0026amp; Engineering Data\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/je3009842\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/je3009842\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2020). Synthesis and Characterization of Rosin Ester Derivatives of Polyethylene Glycol 200. \u003cem\u003eInternational Journal of Pharmaceutical Research\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.31838\/ijpr\/2020.12.03.135\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.31838\/ijpr\/2020.12.03.135\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48087999250650,"sku":"TCI2510P084046313","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48087999283418,"sku":"TCI2510P084046314","price":683000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P0840_9bd5d07a-1718-4419-ab80-0ea5487c7d84.jpg?v=1792652397"},{"product_id":"tci2510p087246361","title":"Polyethylene Glycol Monolaurate (n=approx. 10), CAS 9004-81-3, TCI P0872","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monolaurate (PEG Monolaurate) adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium, khususnya dalam bidang ilmu material dan kimia. Bahan ini merupakan derivat dari polietilen glikol yang memiliki rantai hidrokarbon pada ujungnya, sehingga memiliki sifat amphoterik. Dalam laboratorium, PEG Monolaurate digunakan sebagai bahan tambah dalam formulasi polimer, sebagai pelarut, atau sebagai agen pengemulsi. Fungsinya sangat penting dalam proses pembuatan bahan kimia kompleks, termasuk dalam penelitian tentang sifat permukaan dan interaksi molekuler.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eSifat utama PEG Monolaurate adalah kemampuannya untuk mengemulsi dan membentuk emulsi stabil antara dua fase yang tidak dapat bercampur, seperti air dan minyak. Karena memiliki rantai hidrofobik dan hidrofilik, senyawa ini sangat efektif dalam mempercepat proses dispersi dan homogenisasi. Selain itu, PEG Monolaurate memiliki titik leleh yang relatif rendah, sehingga mudah diatur dalam kondisi laboratorium. Sifat-sifat ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia dan material.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PEG Monolaurate sering digunakan dalam penelitian tentang bahan polimer, formulasi kosmetik, dan pengembangan bahan biodegradable. Bahan ini juga menjadi bagian dari proses pembuatan produk kimia yang memerlukan sifat emulsifier dan stabilisator. Karena keberagaman aplikasinya, PEG Monolaurate menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan ilmuwan di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat permukaan dan interaksi molekuler dalam material polimer\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan emulsi stabil untuk formulasi kosmetik dan farmasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan biodegradable dan polimer komposit\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat hidrofobik dan hidrofilik dalam sistem emulsifier\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenggunaan dalam proses dispersi dan homogenisasi bahan kimia kompleks\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9004-81-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Materials Science \u003e Polymer\/Macromolecule Reagents \u003e Polymer Additives\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePEG Monolaurate harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas atau kelembapan. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas dan stabilitas bahan. Saat mengambil atau mengolah bahan ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifatnya yang tidak beracun, namun tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monolaurate (PEG Monolaurate) is a versatile chemical compound widely used in laboratory applications, particularly in materials science and polymer chemistry. This compound, derived from polyethylene glycol, features a hydrocarbon chain at its end, making it amphiphilic. It is commonly used as an emulsifier, dispersant, or additive in polymer formulations. Its ability to stabilize emulsions and improve the homogeneity of complex chemical systems makes it a valuable reagent in various research settings. With a low melting point, it is easy to handle and suitable for a wide range of experimental conditions. In Indonesia, PEG Monolaurate is frequently utilized in polymer research, cosmetic formulation, and the development of biodegradable materials. Its unique properties make it an essential component in both academic and industrial laboratory environments.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eKhoiroh dkk. (2020). Insight into structural properties of polyethylene glycol monolaurate in water and alcohols from molecular dynamics studies. \u003cem\u003eRSC Advances\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1039\/c9ra09688d\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1039\/c9ra09688d\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKhoiroh dkk. (2022). Viscosities of polyethylene glycol monolaurate in alcohol solvents from non-equilibrium molecular dynamics (NEMD) simulation. \u003cem\u003eMaterials Today: Proceedings\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.matpr.2021.02.399\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.matpr.2021.02.399\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eHoang dkk. (2001). Ostwald Ripening of Alkane Emulsions Stabilized by Polyethylene Glycol Monolaurate. \u003cem\u003eLangmuir\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/la010306z\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/la010306z\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48088001511642,"sku":"TCI2510P087246361","price":505000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088001544410,"sku":"TCI2510P087246362","price":2045000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/tci2510p087246361-struktur-1000.png?v=1792652413"},{"product_id":"tci2510p088546378","title":"Polyethylene Glycol 4000, CAS 25322-68-3, TCI P0885","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 4000 (PEG 4000) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi ilmiah dan industri. Sebagai salah satu bentuk dari polietilen glikol (PEG), senyawa ini memiliki struktur molekuler yang terdiri dari rantai polimer yang panjang dan sangat stabil. Dalam laboratorium, PEG 4000 sering digunakan untuk proses PEGylation, yaitu modifikasi molekul biologis seperti protein atau liposom dengan penambahan PEG untuk meningkatkan stabilitas, kelarutan, dan daya tahan terhadap enzim.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama PEG 4000 adalah kelarutan yang baik dalam air dan pelarut organik, serta sifat non-toxis dan tidak beracun. Senyawa ini juga memiliki viskositas yang moderat, sehingga mudah diaplikasikan dalam berbagai metode laboratorium seperti pengenceran, pelapisan, atau pembuatan suspensi. Karena sifatnya yang tidak reaktif dan tidak mengalami degradasi cepat, PEG 4000 menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PEG 4000 digunakan dalam penelitian biomedis, farmasi, dan kimia. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk pengembangan obat, modifikasi protein, atau penelitian tentang sifat permukaan. Ketersediaan produk ini mendukung kebutuhan penelitian lokal yang semakin berkembang di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePEGylation protein untuk meningkatkan stabilitas dan daya tahan molekul biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan liposom yang lebih stabil dan tidak mudah pecah\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengenceran dan penambahan konsentrasi dalam larutan kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat permukaan dan interaksi molekuler\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenggunaan dalam formulasi obat untuk meningkatkan kelarutan dan efisiensi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25322-68-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePEG 4000 harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan sinar matahari langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifatnya yang tidak beracun, penanganannya relatif aman, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap kimia. Dalam laboratorium, produk ini sebaiknya disimpan di area yang kering dan terkontrol suhunya untuk memastikan kualitas dan keamanan penggunaan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 4000 (PEG 4000) is a widely used chemical compound in scientific and industrial applications. As a form of polyethylene glycol, it consists of a long polymer chain and is known for its stability. In laboratories, PEG 4000 is commonly used in PEGylation processes to modify biological molecules such as proteins or liposomes, enhancing their stability, solubility, and resistance to enzymes. Its non-toxic and non-reactive nature makes it a preferred choice in various chemical and biochemical experiments. PEG 4000 is available in different packaging sizes, making it suitable for both small-scale and large-scale research. Its moderate viscosity and good solubility in water and organic solvents allow it to be easily applied in various laboratory techniques. This compound supports research in biomedical, pharmaceutical, and chemical fields, contributing to the advancement of scientific knowledge in Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eKumar dkk. (1991). Modifications of Tapioca Starch Properties by Polyethylene Glycol (4000) and Polyethylene Glycol (4000) Stearate Additives. \u003cem\u003eStarch - Stärke\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/star.19910430305\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/star.19910430305\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eDziechciarz dkk. (2015). Polyethylene Glycol 4000 for Treatment of Functional Constipation in Children. \u003cem\u003eJournal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1097\/mpg.0000000000000543\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1097\/mpg.0000000000000543\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eKaur dkk. (2018). Acoustical and volumetric investigation of polyethylene glycol 400 and polyethylene glycol 4000 in aqueous solutions of glycerol at different temperatures. \u003cem\u003eThe Journal of Chemical Thermodynamics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jct.2018.07.015\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.jct.2018.07.015\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48088002330842,"sku":"TCI2510P088546378","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088002363610,"sku":"TCI2510P088546379","price":683000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P0885_69f4fa3c-080f-4094-afea-96790ec428b1.jpg?v=1792652431"},{"product_id":"tci2510p090346404","title":"TCI P0903 25322-68-3 Polyethylene Glycol 6000","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 6000 (PEG 6000) adalah bahan kimia yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang kimia biologis dan biomedis. Bahan ini memiliki struktur molekuler berupa rantai polietilen yang panjang, yang memberikan sifat hidrofilik dan kemampuan untuk meningkatkan solubilitas molekul tertentu. Dalam laboratorium, PEG 6000 digunakan untuk proses PEGylation, yaitu modifikasi molekul biologis seperti protein atau liposom dengan menambahkan rantai PEG untuk meningkatkan stabilitas, mengurangi imunitas, atau meningkatkan waktu paruh.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePEG 6000 memiliki sifat kimia yang stabil, tidak beracun, dan tidak mengandung ion logam berat, sehingga aman digunakan dalam berbagai aplikasi. Karena sifatnya yang tidak reaktif, bahan ini tidak mudah terurai dalam kondisi normal, sehingga cocok untuk eksperimen yang membutuhkan kestabilan jangka panjang. Selain itu, PEG 6000 juga memiliki viskositas yang moderat, sehingga mudah dalam proses pencampuran dan penyiapan larutan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PEG 6000 sering digunakan dalam penelitian terkait farmakologi, bioteknologi, dan pengembangan obat. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya yang luas dan keandalan sifatnya. Penggunaan PEG 6000 juga didukung oleh kebijakan penelitian yang mendorong penggunaan bahan kimia berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePEGylation protein untuk meningkatkan stabilitas dan mengurangi toksisitas\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan liposom terPEG untuk pengantaran obat yang lebih efisien\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang modifikasi molekul biologis dalam bidang biomedis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan pengencer untuk larutan farmakologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen kimiawi untuk mengevaluasi sifat hidrofilik dan solubilitas\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25322-68-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara, jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePEG 6000 harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifatnya yang tidak reaktif, bahan ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus, tetapi tetap perlu dihindari paparan berlebihan dari kelembapan atau panas. Dalam laboratorium, PEG 6000 biasanya disimpan dalam wadah plastik atau kaca yang tahan terhadap reaksi kimia. Penggunaan bahan ini harus dilakukan dengan alat pelindung diri yang sesuai, seperti sarung tangan dan masker, untuk memastikan keselamatan kerja.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 6000 (PEG 6000) is a widely used chemical compound in laboratory settings, particularly in chemical biology and biomedical research. This compound is composed of a long chain of polyethylene, which gives it hydrophilic properties and the ability to enhance the solubility of various molecules. PEG 6000 is commonly used in PEGylation processes, where it is attached to biomolecules such as proteins or liposomes to improve stability, reduce immunogenicity, and extend the half-life of therapeutic agents. Its non-toxic and non-reactive nature makes it a safe and reliable choice for a wide range of applications. In Indonesian laboratories, PEG 6000 is frequently utilized in pharmaceutical research, biotechnology, and drug development due to its availability and consistent performance. The compound’s moderate viscosity also facilitates easy mixing and solution preparation, making it a versatile tool in both academic and industrial research.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eVerheyen dkk. (2001). Melting behavior of pure polyethylene glycol 6000 and polyethylene glycol 6000 in solid dispersions containing diazepam or temazepam: a DSC study. \u003cem\u003eThermochimica Acta\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0040-6031(01)00666-9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0040-6031(01)00666-9\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eVeljkovic dkk. (2012). Reporting of post-polyethylene glycol prolactin: precipitation by polyethylene glycol 6000 or polyethylene glycol 8000 will change reference intervals for monomeric prolactin. \u003cem\u003eAnnals of Clinical Biochemistry: International Journal of Laboratory Medicine\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1258\/acb.2011.011238\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1258\/acb.2011.011238\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMemon dkk. (2016). Early Growth Behaviour of Wheat Genotypes as Affected by Polyethylene Glycol (PEG-6000). \u003cem\u003eBiological Sciences - PJSIR\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.52763\/pjsir.biol.sci.59.3.2016.172.174\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.52763\/pjsir.biol.sci.59.3.2016.172.174\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48088005214426,"sku":"TCI2510P090346404","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088005247194,"sku":"TCI2510P090346405","price":683000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P0903_885cfd4a-fee2-4686-bb36-a0bf8e825ed7.jpg?v=1792652451"},{"product_id":"tci2510p096646498","title":"Poly(perfluoropropylene Oxide), CAS 25038-02-2, TCI P0966","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(perfluoropropylene Oxide) dari TCI adalah polimer perfluoropolieter (PFPE), yaitu rantai polieter yang semua atom hidrogennya telah diganti dengan fluor. Hasilnya adalah bahan yang sangat inert secara kimia. Di laboratorium, polimer ini masuk kategori reagen polimer dalam ilmu material. Bahan ini digunakan sebagai cairan inert, pelumas khusus, medium perlakuan permukaan, dan bahan pembanding dalam riset polimer berfluor. Bahan ini penting ketika peneliti membutuhkan cairan yang tidak bereaksi dengan reagen agresif.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKeunggulan utamanya adalah ketahanan kimia yang sangat tinggi. Ikatan karbon–fluor yang kuat membuat polimer ini tahan terhadap asam kuat, basa, oksidator, dan banyak pelarut organik. Polimer ini juga stabil secara termal, bertekanan uap rendah, tidak mudah terbakar, dan bersifat hidrofobik sekaligus oleofobik. Karena sifat-sifat ini, polimer ini dipilih untuk sistem vakum, pelumasan komponen yang bersentuhan dengan bahan kimia reaktif, serta riset permukaan yang membutuhkan energi permukaan rendah.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eBagi laboratorium di Indonesia, khususnya di bidang material, fisika terapan, dan teknik kimia, polimer ini berguna sebagai bahan riset fluoropolimer maupun cairan bantu peralatan. Kemasan 10g sesuai untuk eksperimen skala laboratorium, uji formulasi pelapis, dan studi karakterisasi tanpa harus menyimpan stok besar. Bahan ini juga menarik bagi peneliti yang mengembangkan pelapis anti-noda atau mempelajari tribologi dalam kondisi lingkungan yang menantang.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePelumas inert untuk peralatan khusus: ketahanan kimia dan tekanan uapnya yang rendah membuat polimer ini cocok untuk pelumasan sambungan, katup, dan komponen yang terpapar reagen agresif atau vakum.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRiset pelapis berenergi permukaan rendah: sifat hidrofobik dan oleofobiknya berguna untuk mengembangkan permukaan anti-air, anti-minyak, dan anti-noda dalam studi material.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eMedium reaksi atau cairan pelindung inert: polimer ini tidak bereaksi dengan banyak reagen, sehingga dapat menjadi lapisan pelindung atau medium pendukung dalam percobaan yang sensitif.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tribologi: polimer ini menjadi bahan pembanding penting untuk mengukur gesekan dan keausan pelumas berfluor dibandingkan pelumas hidrokarbon dalam berbagai kondisi uji.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKarakterisasi polimer berfluor: polimer ini dapat digunakan sebagai sampel model untuk spektroskopi NMR fluor, analisis termal, dan kajian hubungan struktur–sifat perfluoropolieter.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (kode produk P0966)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25038-02-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Materials Science \u003e Polymer\/Macromolecule Reagents \u003e Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 10g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: cairan kental (minyak) pada suhu ruang\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyimpanan: wadah tertutup rapat pada suhu ruang, terhindar dari kontaminasi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan polimer ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat pada suhu ruang, di tempat kering dan bersih agar tidak terkontaminasi debu atau minyak lain yang dapat mengubah sifat permukaannya. Polimer ini umumnya stabil, tetapi pada suhu sangat tinggi perfluoropolieter dapat terurai menjadi produk berfluor yang berbahaya. Karena itu, hindari pemanasan berlebih dan nyala api langsung. Gunakan sarung tangan dan kacamata pelindung, bersihkan tumpahan segera karena permukaan menjadi licin, dan ikuti SDS serta ketentuan limbah yang berlaku.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI Poly(perfluoropropylene Oxide) (CAS 25038-02-2) is a perfluoropolyether polymer in which every hydrogen atom has been replaced by fluorine. This gives it exceptional chemical inertness, thermal stability, low vapor pressure, and non-flammability. Its surface is both hydrophobic and oleophobic, so it repels both water and oils. In the laboratory, it serves as an inert lubricant for equipment exposed to aggressive chemicals or vacuum, as a protective inert fluid, and as a model material for research on fluoropolymers, low-surface-energy coatings, and tribology. It is supplied in a 10g pack, which suits research-scale experiments and coating formulation trials.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePacansky dkk. (1991). Study of the structure of perfluoro ethers: structural models for poly(perfluoroformaldehyde), poly(perfluoroethylene oxide) and poly(perfluoropropylene oxide). \u003cem\u003eJournal of the American Chemical Society\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/ja00001a047\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/ja00001a047\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eStarkweather dkk. (1992). Dielectric relaxations in poly(perfluoropropylene oxide). \u003cem\u003eMacromolecules\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/ma00040a032\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/ma00040a032\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"10g","offer_id":48088015667418,"sku":"TCI2510P096646498","price":3005000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}]},{"product_id":"tci2510p118746807","title":"Polyethylene Glycol 600, CAS 25322-68-3, TCI P1187","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 600 (PEG 600) adalah bahan kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam bidang kimia biologis dan modifikasi protein. Sebagai polimer hidrofilik, PEG 600 memiliki kemampuan untuk meningkatkan solubilitas molekul, memperpanjang waktu hidup protein, dan mengurangi toksisitas dalam aplikasi terapi. Bahan ini sering digunakan dalam proses PEGylation, yaitu modifikasi molekul biologis dengan PEG untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitasnya.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePEG 600 memiliki sifat non-toxis, tidak beracun, dan tidak berbau, sehingga aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium. Bahan ini juga memiliki titik leleh dan titik didih yang stabil, menjadikannya cocok untuk berbagai kondisi reaksi. Karena sifatnya yang tidak reaktif, PEG 600 tidak mudah terdegradasi dan tahan terhadap berbagai kondisi kimia, menjadikannya pilihan yang andal dalam penelitian dan pengembangan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, PEG 600 sangat relevan untuk penelitian dalam bidang farmasi, bioteknologi, dan kimia medis. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk mengembangkan produk farmasi baru atau memperbaiki metode pengobatan. Ketersediaan PEG 600 dalam berbagai kemasan juga memudahkan penggunaan di berbagai skala penelitian, baik kecil maupun besar.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePEGylation protein untuk meningkatkan stabilitas dan waktu hidup molekul biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi obat untuk meningkatkan efektivitas dan mengurangi toksisitas\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan konjugat protein-PEG untuk aplikasi terapi dan diagnostik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat fisika-kimia dan reaktivitas PEG dalam berbagai kondisi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian keterlarutan dan stabilitas senyawa dalam berbagai pelarut\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25322-68-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePEG 600 sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena bersifat hidrofilik, bahan ini harus dihindari kontak dengan air berlebihan untuk mencegah penurunan kualitas. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup untuk mencegah penyerapan kelembapan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat mengolah bahan ini untuk menjaga keselamatan di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 600 (PEG 600) is a versatile chemical compound widely used in laboratory settings, particularly in chemical biology and protein modification. As a hydrophilic polymer, PEG 600 enhances solubility, prolongs protein half-life, and reduces toxicity in therapeutic applications. Its non-toxic and non-reactive nature makes it safe for use in various experimental conditions. PEG 600 is commonly employed in PEGylation processes to improve the stability and efficacy of biological molecules. Available in different package sizes, this product is suitable for both small-scale and large-scale laboratory research in Indonesia. Its stable physical properties and compatibility with various solvents make it an essential tool in pharmaceutical, biotechnology, and medical research.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eFerreira dkk. (2018). Phase equilibria, solvent properties, and protein partitioning in aqueous polyethylene glycol-600-trimethylamine N-oxide and polyethylene glycol-600-choline chloride two-phase systems. \u003cem\u003eJournal of Chromatography A\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.chroma.2018.01.010\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.chroma.2018.01.010\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(1995). Intestinal permeability as measured with polyethylene glycol 600 in patients with cirrhosis: Clinical investigation. \u003cem\u003eGastroenterology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0016-5085(95)28619-5\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0016-5085(95)28619-5\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eUpmanyu dkk. (2021). Thermo-viscous investigations of molecular interactions for the binary mixtures of polyethylene glycol-400 and polyethylene glycol-600 with dimethyl sulfoxide and water at different temperatures. \u003cem\u003eJournal of Molecular Liquids\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.molliq.2021.115939\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.molliq.2021.115939\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48088034148570,"sku":"TCI2510P118746807","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088034181338,"sku":"TCI2510P118746808","price":683000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P1187_04e941ed-1cce-40f6-bde2-bdf5569ebd2d.jpg?v=1792652715"},{"product_id":"tci2510p143247149","title":"Polystyrene Resin cross-linked with 1% DVB (100-200mesh), CAS 9003-70-7, TCI P1432","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolystyrene Resin cross-linked with 1% DVB (100-200 mesh) dari TCI (kode P1432) adalah butiran polistirena yang diikat silang dengan 1% divinilbenzena (DVB). Resin ini menjadi bahan dasar fase padat yang paling klasik dalam sintesis kimia. Di laboratorium, resin ini berfungsi sebagai penyangga padat yang tidak larut. Setelah difungsionalisasi, misalnya diklorometilasi, resin dapat mengikat molekul sehingga reaksi bertahap bisa dilakukan, sementara pereaksi berlebih dan produk samping cukup dibilas dengan penyaringan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKadar ikat silang 1% DVB dipilih karena memberi keseimbangan yang baik antara kekuatan mekanik butiran dan kemampuan mengembang. Dalam pelarut yang sesuai seperti diklorometana, tetrahidrofuran, toluena, atau DMF, resin mengembang cukup besar sehingga pereaksi dapat masuk ke situs reaktif di dalam butiran. Sebaliknya, resin hampir tidak mengembang dalam air dan alkohol. Sifat ini sering dimanfaatkan saat pencucian dan pengendapan. Ukuran 100-200 mesh memberi luas permukaan yang memadai dan penyaringan yang tetap mudah.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, resin ini cocok untuk laboratorium kimia organik, kimia peptida, dan kimia polimer di perguruan tinggi maupun lembaga riset yang ingin mengembangkan resin fungsional sendiri atau mempelajari sintesis fase padat. Peneliti dapat memodifikasinya menjadi resin pengikat pereaksi, scavenger, atau katalis terimobilisasi. Kemasan 25 g dan 100 g mendukung riset metodologi maupun produksi resin fungsional dalam skala laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eBahan dasar pembuatan resin Merrifield dan turunannya: butiran polistirena ini dapat diklorometilasi atau difungsionalisasi lain sehingga menjadi penyangga untuk sintesis peptida dan molekul kecil fase padat.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eImobilisasi katalis dan pereaksi: setelah gugus fungsi dipasang, resin dapat mengikat ligan, logam, atau pereaksi, sehingga katalis mudah dipisahkan dengan penyaringan dan berpotensi dipakai ulang.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan resin scavenger: resin yang difungsionalisasi dapat menangkap pereaksi berlebih atau produk samping dari campuran reaksi, sehingga pemurnian produk menjadi lebih cepat tanpa kromatografi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRiset kimia polimer dan pengembangan material: resin ini menjadi model untuk mempelajari pengaruh ikat silang, pengembangan dalam pelarut, dan modifikasi permukaan polimer berbasis stirena-divinilbenzena.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembelajaran sintesis fase padat: prinsip kerja yang sederhana dan sifat pengembangan yang mudah diamati membuat resin ini ideal untuk praktikum dan pelatihan teknik kimia kombinatorial.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (kode produk P1432)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9003-70-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Specialty Synthesis \u003e Solid Supported Synthesis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 100g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: butiran resin padat, ukuran 100-200 mesh, ikat silang 1% DVB\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyimpanan: wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan resin polistirena dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, terlindung dari sinar matahari langsung, panas, dan uap pelarut organik yang dapat membuatnya mengembang. Jauhkan dari oksidator kuat. Saat menimbang, tangani butiran dengan hati-hati karena ringan dan mudah tersebar. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan masker debu bila perlu. Sebelum dipakai, resin umumnya dicuci dan dikembangkan dalam pelarut yang sesuai. Baca SDS TCI dan buang limbah resin sesuai ketentuan laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolystyrene Resin cross-linked with 1% DVB, 100-200 mesh (TCI P1432, CAS 9003-70-7), is a classic insoluble polymer support for solid-phase synthesis. The 1% divinylbenzene cross-linking balances mechanical stability with good swelling in solvents such as dichloromethane, THF, toluene, and DMF, while the resin swells poorly in water and alcohols. It can be chloromethylated or otherwise functionalized to make Merrifield-type resins, immobilized catalysts, reagents, and scavengers. It is used in peptide chemistry, combinatorial chemistry, polymer research, and teaching. It is available in 25 g and 100 g packs.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eAjikumar dkk. (2000). EGDMA—cross-linked polystyrene resin: An efficient support for gel phase peptide synthesis. \u003cem\u003eJournal of Chemical Sciences\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/bf02704352\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1007\/bf02704352\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eVarkey dkk. (1999). Solid phase synthesis of hydrophobic peptides on 1,6-hexanediol diacrylate cross-linked polystyrene resin. \u003cem\u003eJournal of Peptide Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/(sici)1099-1387(199912)5:12\u003c577::aid-psc227\u003e3.3.co;2-f\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/(sici)1099-1387(199912)5:12\u003c577::aid-psc227\u003e3.3.co;2-f\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRoice dkk. (2003). Kinetics of amide formation on 1,4‐butanediol dimethacrylate crosslinked polystyrene resin: A comparison with PS‐DVB resin. \u003cem\u003eJournal of Applied Polymer Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/app.11933\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/app.11933\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48088052990170,"sku":"TCI2510P143247149","price":2247000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"100g","offer_id":48088053022938,"sku":"TCI2510P143247150","price":6890000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P1432_a0469967-aa9c-4cfc-bd2f-7e8c88826f4c.jpg?v=1792652899"},{"product_id":"tci2510p177647456","title":"Polyethylene Glycol Monocetyl Ether (n=approx 23) [for Biochemical Research], CAS 9004-95-9, TCI P1776","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monocetyl Ether (n=approx 23), dengan nomor CAS 9004-95-9, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian bidang biokimia dan ilmu material. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang terdiri dari rantai polietilen glikol yang terikat pada gugus etil karbonil. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai pelarut, surfaktan, atau bahan bantu dalam reaksi kimia yang memerlukan sifat emulsifikasi atau stabilisasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama dari Polyethylene Glycol Monocetyl Ether adalah kemampuannya untuk meningkatkan kelarutan senyawa hidrofobik dalam air, serta sifatnya yang tidak beracun dan relatif stabil dalam kondisi laboratorium. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang populer dalam penelitian biokimia, terutama dalam pembuatan larutan reaktif atau dalam proses pengendapan protein.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian terkait bioteknologi, farmakologi, dan ilmu material. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini tanpa harus mengimpor dari luar negeri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDigunakan dalam penelitian biokimia untuk meningkatkan kelarutan senyawa aktif dalam larutan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCocok untuk pembuatan emulsi dalam eksperimen farmakologi dan kosmetik.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapat dimanfaatkan dalam proses pengendapan protein untuk studi struktur dan fungsi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBerguna dalam sintesis senyawa organik yang memerlukan sifat pelarut yang baik.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapat digunakan sebagai bahan bantu dalam reaksi kimia yang memerlukan stabilitas termal dan kimia.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9004-95-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g, 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena bersifat tidak beracun, penanganannya relatif aman, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, pastikan wadahnya tidak terbuka dan selalu terkunci untuk mencegah akses yang tidak diperlukan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monocetyl Ether (n=approx 23), with CAS number 9004-95-9, is a versatile chemical compound widely used in biochemical and materials science research. This compound, characterized by its polyethylene glycol chain attached to a cetyl group, serves as a surfactant and solubilizer in various laboratory applications. Its ability to enhance the solubility of hydrophobic substances in aqueous solutions makes it a valuable reagent for emulsification, protein precipitation, and organic synthesis. Available in 5g and 25g packaging, it is a reliable choice for researchers in Indonesia due to its stability and non-toxic nature. Its applications span across biotechnology, pharmacology, and materials science, making it an essential component in many experimental setups.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBarman dkk. (2009). Identification and quantification of polyethylene glycol types in polyethylene glycol methyl ether and polyethylene glycol vinyl ether. \u003cem\u003eJournal of Chromatography A\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.chroma.2009.08.024\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.chroma.2009.08.024\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNakhgevany dkk. (1996). Preparation, Purification, and Spectrophotometric Characterization of Cytochrome P450 1A2 Conjugated with Polyethylene Glycol Monomethyl Ether. \u003cem\u003eBiochemical and Biophysical Research Communications\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1006\/bbrc.1996.0757\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1006\/bbrc.1996.0757\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLu dkk. (2019). Pressure-volume-temperature properties for binary oligomeric blends of polyethylene glycol mono-laurate with polyethylene glycol mono-4-octylphenyl ether or polyethylene glycol mono-4-nonylphenyl ether at pressures up to 50 MPa. \u003cem\u003eThe Journal of Chemical Thermodynamics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jct.2019.03.038\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.jct.2019.03.038\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48088072716506,"sku":"TCI2510P177647456","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"25g","offer_id":48088072749274,"sku":"TCI2510P177647457","price":1112000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P1776_9117ce21-23ea-41e9-818c-3e7a0e8a14a9.jpg?v=1792653035"},{"product_id":"tci2510p203447763","title":"Polyethylene Glycol 2000, CAS 25322-68-3, TCI P2034","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 2000 dari TCI adalah polimer polietilen glikol (PEG) dengan berat molekul rata-rata sekitar 2000. Polimer ini tersusun dari unit berulang etilen oksida dengan gugus hidroksil di kedua ujung rantainya. PEG adalah salah satu polimer yang paling luas dipakai di laboratorium kimia, biokimia, dan farmasi. Bahan ini berguna untuk PEGilasi, presipitasi biomolekul, formulasi, dan sebagai bahan awal sintesis turunan PEG fungsional.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePEG 2000 dipilih karena sangat larut dalam air dan dalam banyak pelarut organik polar. Polimer ini juga relatif inert secara kimia dan umumnya dianggap biokompatibel. Panjang rantai sekitar 2000 sering dianggap ukuran yang seimbang: cukup panjang untuk memberi efek hidrasi dan perisai sterik pada permukaan partikel atau molekul, tetapi tetap mudah ditangani dan dimodifikasi. Gugus hidroksil di kedua ujungnya dapat diaktivasi menjadi tosilat, amina, karboksil, atau gugus reaktif lain untuk keperluan konjugasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, PEG banyak dipakai di laboratorium teknologi farmasi, nanoteknologi, biokimia, dan teknik kimia. Contohnya adalah pembuatan nanopartikel, dispersi padat, hidrogel, dan sistem penghantaran obat. Pilihan kemasan 25g untuk percobaan awal dan 500g untuk kebutuhan rutin atau skala formulasi yang lebih besar memudahkan laboratorium menyesuaikan pembelian dengan intensitas pemakaian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePEGilasi dan konjugasi: gugus hidroksil di kedua ujung rantai dapat difungsionalisasi lalu dikonjugasikan ke protein, peptida, atau obat untuk meningkatkan kelarutan dan stabilitasnya.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi permukaan nanopartikel: rantai PEG 2000 memberi lapisan hidrofilik dan perisai sterik yang membantu mencegah agregasi nanopartikel dalam larutan berair.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eFormulasi farmasi dan dispersi padat: kelarutan PEG yang baik dalam air membuatnya berguna sebagai pembawa untuk meningkatkan laju disolusi zat aktif yang sukar larut.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis hidrogel dan polimer: PEG dapat diubah menjadi turunan diakrilat atau turunan reaktif lain sebagai bahan dasar jaringan hidrogel untuk riset biomaterial.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePresipitasi dan kristalisasi biomolekul: PEG dikenal sebagai agen pengendap yang lazim untuk mengendapkan protein atau asam nukleat dan menyaring kondisi kristalisasi.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25322-68-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan (umumnya berupa serpihan atau serbuk menyerupai lilin); rincian mengacu pada Certificate of Analysis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyimpanan: wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan PEG 2000 dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, karena PEG cenderung menyerap kelembapan dari udara. Untuk sintesis turunan yang sensitif terhadap air, bahan sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu, misalnya dengan pemanasan di bawah vakum atau distilasi azeotrop, sebelum digunakan. Jauhkan dari oksidator kuat. Walaupun relatif aman, tetap kenakan sarung tangan dan kacamata pelindung, serta hindari tumpahan di lantai karena dapat menjadi licin.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI Polyethylene Glycol 2000 (CAS 25322-68-3) is a linear polyether with an average molecular weight of about 2000 and hydroxyl groups at both chain ends. It is highly soluble in water and many polar organic solvents, chemically inert, and widely regarded as biocompatible. These properties make it a standard material for PEGylation, bioconjugation, and nanoparticle surface modification. It is also used in pharmaceutical solid dispersions, hydrogel synthesis, and the precipitation or crystallization of proteins and nucleic acids. The terminal hydroxyl groups can be activated for further functionalization. It is available in 25g and 500g packs.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2000). Processing parameters for feedstock polyethylene glycol-polymethylmethacrylate binder. \u003cem\u003eMetal Powder Report\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0026-0657(00)87351-8\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s0026-0657(00)87351-8\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eFranga dkk. (2000). Polyethylene glycol-induced pancreatitis. \u003cem\u003eGastrointestinal Endoscopy\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1067\/mge.2000.109718\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1067\/mge.2000.109718\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2019). Research on Polyethylene Glycol, Crosslinked Polyethylene Glycol \u0026amp; Polyethylene Glycol Chitosan Conjugate Coating for Biomedical Application. \u003cem\u003eInternational Journal of Recent Technology and Engineering\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.35940\/ijrte.b1370.0982s1119\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.35940\/ijrte.b1370.0982s1119\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48088092672218,"sku":"TCI2510P203447763","price":481000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088092704986,"sku":"TCI2510P203447764","price":1112000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2034_324b8a16-1834-4810-a4b4-2bf5705c129c.jpg?v=1792653241"},{"product_id":"tci2510p218347951","title":"Polyethylene Glycol Monomethyl Ether 400, CAS 9004-74-4, TCI P2183","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monomethyl Ether 400 (PEG 400) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam bidang kimia biologis dan modifikasi protein. Bahan ini merupakan salah satu jenis polietilen glikol (PEG) yang memiliki struktur molekuler sederhana dan sifat kimia yang stabil. PEG 400 sering digunakan dalam proses PEGylation, yaitu modifikasi molekul protein atau lipid dengan PEG untuk meningkatkan stabilitas, kelarutan, dan waktu paruh dalam tubuh.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePEG 400 memiliki sifat non-reaktif, tidak beracun, dan tidak mengandung ion logam berat, sehingga sangat cocok untuk aplikasi yang memerlukan keamanan tinggi. Bahan ini juga memiliki sifat hidrofilik yang baik, sehingga mudah larut dalam air dan cocok untuk berbagai reaksi kimia yang melibatkan pelarut air. Karena sifatnya yang tidak beracun dan stabil, PEG 400 sering dipilih sebagai bahan baku dalam penelitian biomedis dan farmakologi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PEG 400 digunakan dalam berbagai penelitian terkait biologi molekuler, farmakologi, dan teknologi biomedis. Bahan ini menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan modifikasi molekuler untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan produk. Karena ketersediaan dan kualitasnya yang baik, PEG 400 sangat relevan dalam penelitian lokal yang berkembang di bidang biomedis dan kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePEGylation protein untuk meningkatkan stabilitas dan kelarutan dalam larutan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi lipid untuk pengembangan obat yang lebih efektif dan aman\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang peningkatan daya tahan molekul biologis di lingkungan ekstrem\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan sistem penghantaran obat yang lebih efisien dan spesifik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang interaksi molekuler dalam lingkungan biologis\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9004-74-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePEG 400 harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk menjaga kualitasnya. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari bahan kimia yang reaktif.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monomethyl Ether 400 (PEG 400) is a versatile chemical compound widely used in laboratory research, particularly in chemical biology and protein modification. As a type of polyethylene glycol (PEG), it is known for its stability, non-reactivity, and hydrophilic properties, making it ideal for various applications. PEG 400 is commonly used in PEGylation processes, where it is attached to proteins or lipids to enhance their stability, solubility, and half-life in biological systems. Its non-toxic and inert nature makes it a preferred choice in biomedical and pharmaceutical research. In Indonesia, PEG 400 is a key component in studies related to molecular biology, drug development, and biotechnology, supporting advancements in health and science.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBlanton (1997). Borohydride-polyethylene glycol monomethyl ether derivatives: chemo- and stereoselectivity studies under phase transfer conditions. \u003cem\u003eReactive and Functional Polymers\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s1381-5148(97)00017-5\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s1381-5148(97)00017-5\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWilliams dkk. (1996). Polyethylene glycol monomethyl ether sulfate-based background electrolytes in capillary electrophoresis. \u003cem\u003eJournal of Chromatography A\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0021-9673(96)00350-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0021-9673(96)00350-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRahayu dkk. (2015). Polymer monolithic methacrylate base modified with tosylated-polyethylene glycol monomethyl ether as a stationary phase for capillary liquid chromatography. \u003cem\u003eTalanta\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.talanta.2014.10.060\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.talanta.2014.10.060\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100g","offer_id":48088103387354,"sku":"TCI2510P218347951","price":531000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088103420122,"sku":"TCI2510P218347952","price":1666000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2183_27f92555-8873-494b-9bcb-9febe91687ba.jpg?v=1792653391"},{"product_id":"tci2510p218447953","title":"Polyethylene Glycol Monomethyl Ether 550, CAS 9004-74-4, TCI P2184","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monomethyl Ether 550 (PEG 550) adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam bidang kimia biologis dan bioteknologi. Bahan ini merupakan salah satu jenis polietilen glikol (PEG) yang memiliki struktur molekuler berupa rantai polimer yang dapat dimodifikasi untuk berbagai keperluan. PEG 550 memiliki sifat hidrofilik dan stabil, sehingga cocok digunakan dalam proses modifikasi molekul seperti PEGylation. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bantu untuk meningkatkan solubilitas, stabilitas, dan aktivitas biologis senyawa lain.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePEG 550 memiliki karakteristik yang membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen. Senyawa ini memiliki bobot molekul yang moderat, sehingga mudah larut dalam pelarut organik dan air. Sifatnya yang tidak reaktif juga memungkinkan penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia tanpa mengganggu reaktivitas senyawa lain. Selain itu, PEG 550 memiliki sifat non-toxis dan aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium. Karena sifat-sifat tersebut, senyawa ini sangat diminati oleh para peneliti dan ilmuwan di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, PEG 550 sering digunakan dalam penelitian bidang biomedis, farmasi, dan bioteknologi. Bahan ini menjadi alat penting dalam pengembangan obat, modifikasi protein, dan penelitian tentang aktivitas biologis senyawa. Karena kehandalannya dalam berbagai aplikasi, PEG 550 menjadi bahan yang banyak dicari oleh laboratorium-laboratorium di Indonesia yang fokus pada bidang kimia biologis dan bioteknologi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePEGylation protein untuk meningkatkan stabilitas dan aktivitas biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi molekul untuk meningkatkan solubilitas dan daya larut\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat hidrofilik dan reaktivitas senyawa kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat dengan peningkatan efektivitas dan keamanan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen bioteknologi untuk modifikasi biomolekul\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9004-74-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan udara dan sinar matahari langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePEG 550 harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat tidak reaktif, namun tetap perlu ditangani dengan hati-hati untuk mencegah kontaminasi. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan inert seperti plastik atau kaca, dan harus dicuci dengan baik setelah penggunaan. Di laboratorium, senyawa ini harus ditempatkan dalam area yang terkontrol dan dijauhkan dari bahan kimia yang bersifat korosif atau reaktif.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monomethyl Ether 550 (PEG 550) is a versatile chemical compound widely used in laboratory applications, particularly in chemical biology and biotechnology. This compound is a type of polyethylene glycol (PEG) with a moderate molecular weight, making it suitable for various modification processes such as PEGylation. PEG 550 is known for its hydrophilic properties and stability, which make it an ideal choice for enhancing solubility, stability, and biological activity of other compounds. Its non-reactive nature and non-toxic profile further contribute to its popularity in research settings. In Indonesia, PEG 550 is commonly used in biomedical, pharmaceutical, and biotechnology research, supporting the development of new drugs and the modification of biomolecules.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBlanton (1997). Borohydride-polyethylene glycol monomethyl ether derivatives: chemo- and stereoselectivity studies under phase transfer conditions. \u003cem\u003eReactive and Functional Polymers\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s1381-5148(97)00017-5\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s1381-5148(97)00017-5\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWilliams dkk. (1996). Polyethylene glycol monomethyl ether sulfate-based background electrolytes in capillary electrophoresis. \u003cem\u003eJournal of Chromatography A\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0021-9673(96)00350-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0021-9673(96)00350-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRahayu dkk. (2015). Polymer monolithic methacrylate base modified with tosylated-polyethylene glycol monomethyl ether as a stationary phase for capillary liquid chromatography. \u003cem\u003eTalanta\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.talanta.2014.10.060\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.talanta.2014.10.060\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100g","offer_id":48088103452890,"sku":"TCI2510P218447953","price":531000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088103485658,"sku":"TCI2510P218447954","price":1666000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2184_c15681ea-5e61-40c6-a8e2-c1911e99735c.jpg?v=1792653394"},{"product_id":"tci2510p218547955","title":"Polyethylene Glycol Monomethyl Ether 1000, CAS 9004-74-4, TCI P2185","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monomethyl Ether (PEG-Me) dengan nomor CAS 9004-74-4 adalah bahan kimia yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi biokimia dan farmakologi. Bahan ini merupakan salah satu senyawa PEG (Polyethylene Glycol) yang memiliki struktur rantai polimer yang dapat dimodifikasi untuk berbagai tujuan. Dalam laboratorium, PEG-Me digunakan sebagai bahan bantu dalam proses PEGylation, yaitu modifikasi molekuler untuk meningkatkan stabilitas, kelarutan, dan aktivitas biologis senyawa tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePEG-Me memiliki sifat kimia yang stabil dan tidak reaktif, sehingga cocok untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan keamanan dan kestabilan. Senyawa ini juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kelarutan dalam pelarut organik dan air, menjadikannya pilihan yang baik dalam sintesis dan formulasi senyawa biomedis. Karena sifatnya yang tidak beracun dan ramah lingkungan, PEG-Me sering dipilih sebagai bahan alternatif yang lebih aman dibandingkan senyawa kimia lainnya.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PEG-Me digunakan dalam penelitian terkait biomedis, farmasi, dan kimia organik. Bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan obat, vaksin, dan produk bioteknologi. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan yang diperlukan dalam proyek penelitian mereka.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePEGylation dalam modifikasi protein untuk meningkatkan stabilitas dan aktivitas biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa biomedis yang memerlukan kelarutan dan reaktivitas terkontrol\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan obat dan vaksin dengan peningkatan daya tahan terhadap degradasi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang efek biologis senyawa polimer dalam lingkungan tubuh\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eFormulasi produk farmasi yang memerlukan peningkatan kelarutan dan biokompatibilitas\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9004-74-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat, berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePEG-Me harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena sifatnya yang tidak reaktif, penanganan sehari-hari tidak memerlukan perlakuan khusus, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya disimpan di rak khusus yang terpisah dari bahan kimia beracun atau berbahaya lainnya.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monomethyl Ether (PEG-Me) with CAS number 9004-74-4 is a versatile chemical compound widely used in biochemical and pharmaceutical applications. It serves as a key component in PEGylation processes, which involve modifying molecules to enhance their stability, solubility, and biological activity. PEG-Me is a stable and non-reactive polymer that can be used in various formulations, making it a preferred choice for researchers in Indonesia. Its ability to improve solubility in both organic and aqueous solvents makes it suitable for drug development, vaccine formulation, and biotechnology research. This compound is essential for advancing scientific studies in the field of medicinal chemistry and biomedicine, offering a safe and effective alternative for laboratory use.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBlanton (1997). Borohydride-polyethylene glycol monomethyl ether derivatives: chemo- and stereoselectivity studies under phase transfer conditions. \u003cem\u003eReactive and Functional Polymers\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s1381-5148(97)00017-5\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s1381-5148(97)00017-5\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWilliams dkk. (1996). Polyethylene glycol monomethyl ether sulfate-based background electrolytes in capillary electrophoresis. \u003cem\u003eJournal of Chromatography A\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0021-9673(96)00350-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0021-9673(96)00350-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRahayu dkk. (2015). Polymer monolithic methacrylate base modified with tosylated-polyethylene glycol monomethyl ether as a stationary phase for capillary liquid chromatography. \u003cem\u003eTalanta\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.talanta.2014.10.060\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.talanta.2014.10.060\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100g","offer_id":48088103551194,"sku":"TCI2510P218547955","price":481000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088103583962,"sku":"TCI2510P218547956","price":1616000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2185_59620283-bd8f-4357-83c2-53278403ba98.jpg?v=1792653396"},{"product_id":"tci2510p218647957","title":"Polyethylene Glycol Monomethyl Ether 2000, CAS 9004-74-4, TCI P2186","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monomethyl Ether 2000 (PEG 2000) adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terutama dalam bidang kimia biologis. Bahan ini termasuk dalam kategori PEGylation, yang merupakan teknik modifikasi molekul biologis dengan penambahan rantai polietilen glikol untuk meningkatkan stabilitas, daya tahan, dan aktivitas molekul. PEG 2000 memiliki struktur molekuler yang stabil dan bersifat non-reaktif, menjadikannya pilihan yang ideal untuk berbagai eksperimen. Dalam laboratorium, bahan ini digunakan untuk modifikasi protein, peptida, dan obat, serta dalam pengembangan produk farmasi dan biomedis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePEG 2000 memiliki sifat kimia yang sangat stabil, tidak beracun, dan tidak bersifat korosif, sehingga aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium. Senyawa ini juga memiliki titik leleh yang tinggi dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, menjadikannya mudah untuk digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Karena sifatnya yang tidak reaktif dan tidak mengandung bahan berbahaya, PEG 2000 sangat cocok untuk eksperimen yang membutuhkan keamanan dan kestabilan tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PEG 2000 sering digunakan dalam penelitian biomedis, farmasi, dan kimia biologis. Bahan ini mendukung pengembangan obat, penelitian vaksin, serta modifikasi protein untuk aplikasi klinis. Karena ketersediaannya yang luas dan kualitasnya yang terjamin, PEG 2000 menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan ilmuwan di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePEGylation protein untuk meningkatkan stabilitas dan daya tahan molekul biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi obat untuk meningkatkan efektivitas dan mengurangi toksisitas\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian vaksin dan terapi biologis untuk meningkatkan respons imun\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan produk farmasi dengan sifat yang lebih baik dalam tubuh\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen kimia biologis untuk studi interaksi molekul\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9004-74-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat dan simpan di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePEG 2000 sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan area penyimpanan tidak terbuka dan terkunci untuk mencegah akses yang tidak diperlukan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monomethyl Ether 2000, also known as PEG 2000, is a widely used chemical compound in laboratory settings, particularly in chemical biology and PEGylation applications. This compound is known for its stability, non-reactivity, and excellent solubility in organic solvents, making it a versatile tool in various research fields. Its primary role is to modify biological molecules such as proteins and peptides, enhancing their stability, solubility, and therapeutic potential. PEG 2000 is commonly utilized in pharmaceutical development, vaccine research, and biomedical applications due to its safety profile and effectiveness. Its non-toxic nature and high molecular weight make it an ideal choice for experiments requiring long-term stability and controlled release properties.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBlanton (1997). Borohydride-polyethylene glycol monomethyl ether derivatives: chemo- and stereoselectivity studies under phase transfer conditions. \u003cem\u003eReactive and Functional Polymers\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s1381-5148(97)00017-5\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s1381-5148(97)00017-5\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWilliams dkk. (1996). Polyethylene glycol monomethyl ether sulfate-based background electrolytes in capillary electrophoresis. \u003cem\u003eJournal of Chromatography A\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0021-9673(96)00350-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0021-9673(96)00350-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRahayu dkk. (2015). Polymer monolithic methacrylate base modified with tosylated-polyethylene glycol monomethyl ether as a stationary phase for capillary liquid chromatography. \u003cem\u003eTalanta\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.talanta.2014.10.060\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.talanta.2014.10.060\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100g","offer_id":48088103682266,"sku":"TCI2510P218647957","price":481000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088103715034,"sku":"TCI2510P218647958","price":1616000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2186_8af4640d-cb9c-4860-ab6f-c41faea2c3f2.jpg?v=1792653398"},{"product_id":"tci2510p218747959","title":"Polyethylene Glycol Monomethyl Ether 4000, CAS 9004-74-4, TCI P2187","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monomethyl Ether 4004 (PEG 4000) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam bidang biokimia dan biomedis. Senyawa ini merupakan salah satu bentuk dari polietilen glikol (PEG), yang dikenal karena kemampuannya untuk meningkatkan stabilitas dan kelarutan molekul biologis. PEG 4000 memiliki struktur molekuler yang terdiri dari rantai panjang dari unit etilen glikol yang dimodifikasi dengan gugus metil di ujungnya. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan dalam proses PEGylation, yaitu pengikatan molekul biologis seperti protein atau liposom dengan PEG untuk meningkatkan kinerja dan daya tahan produk biomedis.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePEG 4000 memiliki sifat kimia yang stabil, tidak beracun, dan tidak mengandung bahan berbahaya yang berpotensi merusak lingkungan. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton, serta memiliki sifat hidrofobik yang memungkinkan penggunaan dalam berbagai kondisi laboratorium. Karena sifatnya yang tidak reaktif dan tidak mudah terurai, PEG 4000 menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen yang membutuhkan kestabilan senyawa selama proses penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium di Indonesia, PEG 4000 sering digunakan dalam penelitian biomedis, farmakologi, dan teknologi biokimia. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat, vaksin, dan produk biomedis lainnya. Karena kehandalannya dalam proses PEGylation, senyawa ini menjadi bahan yang sangat penting untuk peneliti di berbagai institusi riset di Indonesia, termasuk universitas dan lembaga penelitian nasional.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePEGylation protein untuk meningkatkan stabilitas dan daya tahan obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian biomedis untuk pengembangan vaksin dan terapi biologis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi molekul biologis untuk meningkatkan kelarutan dan penghambatan enzim\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen farmakologi untuk uji efektivitas dan keamanan obat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan liposom yang lebih stabil dan efektif dalam penghantaran obat\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9004-74-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePEG 4000 sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifatnya yang tidak reaktif, senyawa ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus selama periode waktu yang cukup lama. Namun, dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan sarung tangan dan masker respirator untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap pelarut organik untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Monomethyl Ether 4000 (PEG 4000) is a chemical compound widely used in laboratory settings, particularly in biochemical and biomedical research. It is a derivative of polyethylene glycol (PEG) and is commonly employed in PEGylation processes, which involve the modification of biological molecules such as proteins and liposomes. PEG 4000 is known for its stability, non-toxicity, and hydrophobic properties, making it a reliable choice for various experimental applications. Its solubility in organic solvents and inert nature allow it to be used in diverse laboratory conditions. In Indonesia, PEG 4000 is essential for research in drug development, vaccine formulation, and biotechnology, supporting the advancement of medical and pharmaceutical sciences.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBlanton (1997). Borohydride-polyethylene glycol monomethyl ether derivatives: chemo- and stereoselectivity studies under phase transfer conditions. \u003cem\u003eReactive and Functional Polymers\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s1381-5148(97)00017-5\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/s1381-5148(97)00017-5\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWilliams dkk. (1996). Polyethylene glycol monomethyl ether sulfate-based background electrolytes in capillary electrophoresis. \u003cem\u003eJournal of Chromatography A\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0021-9673(96)00350-0\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0021-9673(96)00350-0\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRahayu dkk. (2015). Polymer monolithic methacrylate base modified with tosylated-polyethylene glycol monomethyl ether as a stationary phase for capillary liquid chromatography. \u003cem\u003eTalanta\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.talanta.2014.10.060\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.talanta.2014.10.060\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100g","offer_id":48088103780570,"sku":"TCI2510P218747959","price":481000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088103813338,"sku":"TCI2510P218747960","price":1616000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2187_7b4239b4-c72f-4937-b393-39ded4131e40.jpg?v=1792653400"},{"product_id":"tci2510p224148022","title":"Polyethylene Glycol Dimethyl Ether (Mw=ca 240), CAS 24991-55-7, TCI P2241","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Dimethyl Ether (Mw=ca 240) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori ether solvents dan sering digunakan sebagai pelarut dalam reaksi kimia, formulasi produk, dan proses pemisahan komponen. Karena sifatnya yang tidak berwarna, tidak berbau, dan memiliki daya larut yang baik, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Dimethyl Ether memiliki sifat non-volatil dan stabil dalam kondisi tertentu, sehingga cocok untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang membutuhkan pelarut yang tidak mudah menguap. Selain itu, bahan ini tidak bersifat korosif dan relatif aman dalam penggunaan sehari-hari, sehingga memudahkan proses kerja di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Polyethylene Glycol Dimethyl Ether sering digunakan dalam penelitian kimia, pembuatan bahan kimia, serta dalam proses formulasi produk seperti pelarut untuk campuran minyak atau bahan kemasan. Bahan ini juga menjadi pilihan utama dalam laboratorium yang berfokus pada pengembangan produk kimia dan farmasi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDigunakan sebagai pelarut dalam sintesis senyawa kimia karena daya larutnya yang baik dan stabilitasnya\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCocok untuk proses pemisahan komponen dalam analisis kimia karena sifat non-volatilnya\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapat digunakan dalam formulasi produk kimia seperti pelarut untuk campuran minyak atau bahan kemasan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBerguna dalam proses pengeringan dan pencairan bahan kimia yang sensitif terhadap kelembapan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSering digunakan dalam penelitian farmasi untuk pembuatan senyawa aktif dan bahan bantu\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 24991-55-7\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Solvents \u003e Ether Solvents\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Cairan jernih\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Dimethyl Ether harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Bahan ini tidak bersifat beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan area kerja bersih dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol Dimethyl Ether (Mw=ca 240) is a versatile chemical compound widely used in laboratory applications. As an ether solvent, it serves as an effective medium for chemical reactions, formulation processes, and separation techniques. Its non-volatile nature and stability make it ideal for use in environments requiring a solvent that does not evaporate easily. This compound is commonly utilized in chemical research, pharmaceutical development, and industrial formulations in Indonesia. Its inert properties and compatibility with various substances make it a reliable choice for both academic and industrial laboratories.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eZafarani-Moattar dkk. (2012). Vapour–liquid equilibrium of ternary aqueous polymer solutions containing polyethylene glycol and polyethylene glycol dimethyl ether at different temperatures. \u003cem\u003eCalphad\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.calphad.2012.06.004\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.calphad.2012.06.004\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLópez dkk. (1999). Pressure and Temperature Dependence of Excess Enthalpies of Methanol + Tetraethylene Glycol Dimethyl Ether and Methanol + Polyethylene Glycol Dimethyl Ether 250. \u003cem\u003eJournal of Chemical \u0026amp; Engineering Data\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/je9901233\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/je9901233\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBarman dkk. (2009). Identification and quantification of polyethylene glycol types in polyethylene glycol methyl ether and polyethylene glycol vinyl ether. \u003cem\u003eJournal of Chromatography A\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.chroma.2009.08.024\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.chroma.2009.08.024\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48088106959066,"sku":"TCI2510P224148022","price":607000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088106991834,"sku":"TCI2510P224148023","price":1792000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2241_0019bfc0-d175-4dbd-8e3c-2757519a7fe1.jpg?v=1792653437"},{"product_id":"tci2510p250748350","title":"TCI P2507 161358-47-0 ULTROXA(regR) Poly(2-ethyl-2-oxazoline) (n=approx. 100)","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eULTROXA(regR) Poly(2-ethyl-2-oxazoline) (n=approx. 100)\u003c\/strong\u003e (CAS 161358-47-0) adalah bahan kimia produksi Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang dengan kode produk \u003cstrong\u003eP2507\u003c\/strong\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eProduk ini termasuk kategori \u003cstrong\u003eBiomaterials\/Biocompatible Materials Research Reagents\u003c\/strong\u003e, kelompok Drug Delivery Systems (DDS), dan umumnya dipakai di laboratorium riset dan pengembangan. Dalam katalog TCI, kategori ini berada di bawah bidang Chemistry.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eSpesifikasi ULTROXA(regR) Poly(2-ethyl-2-oxazoline) (n=approx. 100)\u003c\/h2\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003eKode produk TCI: \u003cstrong\u003eP2507\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: \u003cstrong\u003e161358-47-0\u003c\/strong\u003e\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKemasan: 500mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKondisi penyimpanan: 0-10°C\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\u003cp\u003ePerhatikan kemurnian dan kondisi penyimpanan yang tercantum, karena keduanya memengaruhi hasil percobaan. Untuk kebutuhan volume besar atau spesifikasi khusus, tim kami dapat mengecek ketersediaan langsung ke TCI Jepang.\u003c\/p\u003e\u003ch2\u003eDokumen Keamanan dan Mutu\u003c\/h2\u003e\u003cp\u003eLembar data keselamatan (SDS) tersedia: \u003ca href=\"https:\/\/www.tcichemicals.com\/US\/en\/sds\/P2507_US_EN.pdf\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003eSDS P2507\u003c\/a\u003e.\u003c\/p\u003e\u003cp\u003eAMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia) adalah \u003cstrong\u003edistributor resmi TCI\u003c\/strong\u003e di Indonesia. Hubungi kami untuk harga, ketersediaan, dan estimasi waktu pengiriman.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"500mg","offer_id":48088126488794,"sku":"TCI2510P250748350","price":5174000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2507_ebf797ba-1dbd-44d0-8ee8-abc94b6a3c3d.jpg?v=1792653595"},{"product_id":"tci2510p251348358","title":"Poly(3-hexylthiophene-2,5-diyl) (regioregular) [for organic electronics], CAS 110134-47-9, TCI P2513","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(3-hexylthiophene-2,5-diyl) atau P3HT adalah salah satu bahan organik semikonduktor yang digunakan secara luas dalam penelitian bidang elektro-nanomaterial. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang teratur, sehingga sangat cocok untuk aplikasi dalam perangkat elektronik organik seperti sel surya organik, transistors organik, dan sensor. Dalam laboratorium, P3HT sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pengembangan perangkat yang memanfaatkan sifat konduktivitas dan respons terhadap cahaya.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eP3HT memiliki sifat konduktivitas yang baik, stabilitas kimia yang tinggi, dan kemampuan untuk membentuk film tipis yang homogen. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian material organik. Selain itu, P3HT memiliki keunggulan dalam proses fabrikasi yang relatif sederhana, sehingga memudahkan para peneliti dalam pengembangan prototipe perangkat.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, P3HT digunakan dalam berbagai penelitian terkait teknologi elektronik organik. Bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan inovasi teknologi lokal yang bertujuan meningkatkan kualitas dan aksesibilitas perangkat elektronik. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian menggunakan P3HT untuk eksperimen yang melibatkan karakterisasi material dan uji kinerja perangkat.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengembangan sel surya organik untuk aplikasi energi terbarukan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian transistors organik dalam bidang elektro-nanomaterial\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji kinerja sensor optik berbasis material organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan film tipis untuk perangkat elektronik fleksibel\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKarakterisasi sifat elektronik material organik dalam lingkungan laboratorium\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 110134-47-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Materials Science \u003e Electronic Materials \u003e High-Quality Organic Semiconductors\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100mg, 500mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eP3HT harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat sensitif terhadap kelembapan dan oksidasi, sehingga perlu diperlakukan dengan hati-hati dalam penggunaan. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan inert seperti plastik atau kaca untuk mencegah reaksi kimia. Dalam laboratorium, penanganan P3HT harus dilakukan di bawah lingkungan yang terkontrol untuk memastikan kualitas dan keamanan penggunaan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(3-hexylthiophene-2,5-diyl) or P3HT is a high-quality organic semiconductor widely used in the field of organic electronics. This material is known for its excellent electrical conductivity, chemical stability, and ability to form uniform thin films, making it ideal for applications such as organic solar cells, transistors, and optical sensors. P3HT is commonly used in laboratory research for developing flexible electronic devices and characterizing organic materials. Its simple fabrication process and reliable performance make it a preferred choice for researchers in Indonesia, contributing to advancements in local electronic technology.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100mg","offer_id":48088127013082,"sku":"TCI2510P251348358","price":3863000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500mg","offer_id":48088127045850,"sku":"TCI2510P251348359","price":13503000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2513_9990739a-3ba9-40ea-beeb-1371f3d4b52d.jpg?v=1792653597"},{"product_id":"tci2510p255348404","title":"Poly(tert-Butyl Acrylate)-block-Poly(styrene) (Copolymer, 10:6), CAS 697765-49-4, TCI P2553","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-Butyl Acrylate)-block-Poly(styrene) adalah polimer blok yang digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang material dan kimia. Bahan ini merupakan campuran dari dua jenis polimer yang terikat secara kimia, yaitu Poly(tert-Butyl Acrylate) dan Poly(styrene). Polimer ini memiliki struktur kompleks yang memungkinkan perubahan sifat fisik dan kimia tergantung pada komposisi dan kondisi lingkungan. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan untuk pengembangan bahan baru, modifikasi material, dan studi tentang sifat permukaan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eKarakteristik utama dari produk ini adalah struktur blok dan kemampuannya untuk membentuk film atau lapisan tipis yang stabil. Polimer ini juga memiliki sifat non-polar yang membuatnya cocok untuk aplikasi dalam pelapisan dan pengemasan. Karena struktur molekulnya yang teratur, bahan ini juga digunakan dalam penelitian tentang pengikatan molekul dan interaksi antar molekul. Keistimewaan ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian yang memerlukan kontrol presisi terhadap sifat permukaan dan reaktivitas.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, produk ini digunakan dalam berbagai penelitian di bidang ilmu material, kimia, dan teknologi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk pengembangan produk baru, seperti pelapisan, bahan komposit, dan aplikasi dalam industri farmasi. Karena sifatnya yang stabil dan dapat dikontrol, bahan ini menjadi alat penting dalam penelitian ilmiah yang memerlukan presisi tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat permukaan dan interaksi molekul dalam bidang material\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan komposit dan pelapisan untuk aplikasi industri\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang struktur polimer dan modifikasi kimia untuk peningkatan sifat fisik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian kinerja bahan dalam lingkungan tertentu seperti suhu tinggi atau kelembapan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian dalam bidang farmasi untuk pengembangan obat dengan sifat kontrol rilis\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 697765-49-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 200mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eBahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan perubahan sifat. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari sumber panas atau sinar matahari langsung. Karena sifatnya yang kimia, gunakan sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk mencegah paparan langsung. Pastikan wadahnya tidak rusak dan selalu ditutup rapat setelah digunakan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-Butyl Acrylate)-block-Poly(styrene) is a block copolymer commonly used in materials science research. This compound consists of two distinct polymer segments, Poly(tert-Butyl Acrylate) and Poly(styrene), which are chemically linked to form a structured molecule. Its unique architecture allows for controlled physical and chemical properties, making it suitable for applications such as surface modification, coating development, and composite material research. The non-polar nature of the polymer enhances its compatibility with various substrates, while its stable molecular structure ensures consistent performance in experimental conditions. This product is widely used in academic and industrial laboratories for advanced material studies and innovation in polymer science.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLi dkk. (2010). Bacterial adhesion to toroidal nano-structures from poly(styrene)-block-poly(tert-butyl acrylate) diblock copolymer thin films. \u003cem\u003eMicroelectronic Engineering\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.mee.2009.12.042\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.mee.2009.12.042\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWang dkk. (2023). Effect of block ratios on self-assembly morphologies of poly(ε-caprolactone)-block-poly(tert-butyl acrylate) block copolymer. \u003cem\u003ePolymer\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.polymer.2023.126292\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.polymer.2023.126292\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMasař dkk. (1994). Block copolymers by sequential group transfer polymerization: poly(methyl methacrylate)‐block‐poly(2‐ethylhexyl acrylate) and poly(methyl methacrylate)‐block‐poly(tert‐butyl acrylate). \u003cem\u003eMacromolecular Chemistry and Physics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/macp.1994.021950224\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/macp.1994.021950224\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"200mg","offer_id":48088129798362,"sku":"TCI2510P255348404","price":2297000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2553_43bd3fd5-ea94-4877-9ccb-cb5f32ce4d68.jpg?v=1792653628"},{"product_id":"tci2510p255448405","title":"Poly(tert-Butyl Acrylate)-block-Poly(styrene) (Copolymer, 10:11), CAS 697765-49-4, TCI P2554","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-Butyl Acrylate)-block-Poly(styrene) (Copolymer, 10:11) adalah bahan kimia yang digunakan dalam penelitian bidang ilmu material dan kimia makromolekul. Bahan ini merupakan jenis polimer blok yang terdiri dari dua bagian berbeda: satu bagian adalah Poly(tert-Butyl Acrylate) dan bagian lainnya adalah Poly(styrene). Polimer ini sering digunakan dalam penelitian untuk memahami sifat-sifat struktural dan perilaku polimer, serta dalam pengembangan bahan baru dengan sifat tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eBahan ini memiliki karakteristik unik berupa struktur blok yang memungkinkan pengaturan sifat fisik dan kimia yang berbeda. Struktur ini juga memudahkan penelitian tentang interaksi antar molekul dan stabilitas termal. Karena sifatnya yang khas, bahan ini dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan polimer dengan sifat tertentu, seperti dalam pembuatan bahan komposit atau dalam studi tentang respons terhadap lingkungan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan dalam penelitian ilmu material dan kimia makromolekul. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk keperluan pendidikan, pengembangan teknologi, dan penelitian dasar. Bahan ini juga menjadi bagian dari proyek penelitian yang fokus pada inovasi bahan dan aplikasi industri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat struktural dan kimia polimer untuk pengembangan bahan baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian respons polimer terhadap lingkungan dalam studi material\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan bahan komposit dengan sifat tertentu untuk aplikasi industri\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi tentang interaksi molekuler dalam sistem polimer blok\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenggunaan dalam pendidikan untuk memahami konsep polimer dan reaksi kimia\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 697765-49-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Materials Science \u003e Polymer\/Macromolecule Reagents \u003e Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 200mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eBahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung serta kelembapan. Simpan di tempat sejuk dan kering untuk menjaga kualitas dan stabilitas bahan. Selama penanganan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-Butyl Acrylate)-block-Poly(styrene) (Copolymer, 10:11) is a block copolymer composed of Poly(tert-Butyl Acrylate) and Poly(styrene) in a 10:11 ratio. This material is widely used in material science and polymer chemistry research for studying structural and chemical properties of polymers. Its unique block structure allows for tailored physical and chemical characteristics, making it suitable for applications such as composite material development and environmental response studies. The copolymer is ideal for both academic and industrial research, offering insights into molecular interactions and polymer behavior. Its versatility makes it a valuable tool in laboratories focused on innovation and fundamental research in polymer science.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLi dkk. (2010). Bacterial adhesion to toroidal nano-structures from poly(styrene)-block-poly(tert-butyl acrylate) diblock copolymer thin films. \u003cem\u003eMicroelectronic Engineering\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.mee.2009.12.042\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.mee.2009.12.042\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWang dkk. (2023). Effect of block ratios on self-assembly morphologies of poly(ε-caprolactone)-block-poly(tert-butyl acrylate) block copolymer. \u003cem\u003ePolymer\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.polymer.2023.126292\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.polymer.2023.126292\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMasař dkk. (1994). Block copolymers by sequential group transfer polymerization: poly(methyl methacrylate)‐block‐poly(2‐ethylhexyl acrylate) and poly(methyl methacrylate)‐block‐poly(tert‐butyl acrylate). \u003cem\u003eMacromolecular Chemistry and Physics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/macp.1994.021950224\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/macp.1994.021950224\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"200mg","offer_id":48088129831130,"sku":"TCI2510P255448405","price":2297000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2554_67d579b6-2108-4751-842d-438d0bb57152.jpg?v=1792653631"},{"product_id":"tci2510p255548406","title":"Poly(tert-Butyl Acrylate)-block-Poly(styrene) (Copolymer, 10:25), CAS 697765-49-4, TCI P2555","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-Butyl Acrylate)-block-Poly(styrene) adalah suatu polimer blok yang terdiri dari dua unit monomer yang berbeda, yaitu tert-butyl acrylate dan styrene. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian material ilmiah untuk memahami sifat dan perilaku polimer kompleks. Dalam laboratorium, polimer ini berperan sebagai bahan baku untuk sintesis dan karakterisasi polimer dengan struktur tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eBahan ini memiliki sifat unik karena kombinasi dari kedua unit monomer, yang memberikan kestabilan termal dan kemampuan untuk membentuk struktur mikro yang teratur. Karena sifat ini, polimer ini sangat cocok untuk penggunaan dalam penelitian terkait reaksi polimerisasi dan modifikasi polimer. Selain itu, kestabilan kiminya membuatnya ideal untuk berbagai aplikasi di lingkungan laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan dalam penelitian material ilmiah, terutama dalam bidang kimia dan teknik. Banyak institusi penelitian menggunakan bahan ini untuk studi tentang sifat mekanik dan kimia polimer, serta pengembangan bahan baru dengan aplikasi industri.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDigunakan untuk sintesis polimer blok dalam penelitian material ilmiah\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCocok untuk karakterisasi struktur polimer menggunakan teknik seperti NMR dan SEC\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapat dimanfaatkan dalam pengembangan bahan komposit dengan sifat tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBerguna dalam studi tentang reaktivitas dan stabilitas polimer\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapat digunakan sebagai bahan kontrol dalam uji kinerja polimer\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 697765-49-4\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 200mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eBahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan ditempatkan di area yang sejuk serta kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan udara lembap untuk mencegah degradasi. Saat mengambil bahan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penanganan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-Butyl Acrylate)-block-Poly(styrene) is a block copolymer composed of tert-butyl acrylate and styrene units, commonly used in materials science research. This compound is valued for its unique structural properties and thermal stability, making it suitable for polymer synthesis and characterization. Its application in laboratory settings includes studying polymer behavior, developing composite materials, and conducting analytical tests. The compound is ideal for research in Indonesia, supporting advancements in chemical and engineering fields. Its versatility and stability make it a reliable choice for scientific investigations.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLi dkk. (2010). Bacterial adhesion to toroidal nano-structures from poly(styrene)-block-poly(tert-butyl acrylate) diblock copolymer thin films. \u003cem\u003eMicroelectronic Engineering\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.mee.2009.12.042\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.mee.2009.12.042\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eWang dkk. (2023). Effect of block ratios on self-assembly morphologies of poly(ε-caprolactone)-block-poly(tert-butyl acrylate) block copolymer. \u003cem\u003ePolymer\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.polymer.2023.126292\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.polymer.2023.126292\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eMasař dkk. (1994). Block copolymers by sequential group transfer polymerization: poly(methyl methacrylate)‐block‐poly(2‐ethylhexyl acrylate) and poly(methyl methacrylate)‐block‐poly(tert‐butyl acrylate). \u003cem\u003eMacromolecular Chemistry and Physics\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/macp.1994.021950224\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/macp.1994.021950224\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"200mg","offer_id":48088129896666,"sku":"TCI2510P255548406","price":2297000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2555_512097f4-99dd-46da-81ab-18841bfdceea.jpg?v=1792653633"},{"product_id":"tci2510p255648407","title":"Poly[2-(Dimethylamino)ethyl Methacrylate] Number Average Molecular Wt. 10000, CAS 25154-86-3, TCI P2556","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly[2-(Dimethylamino)ethyl Methacrylate] atau PDEA-MA adalah senyawa polimer yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan material science. Senyawa ini merupakan polimer yang memiliki struktur berulang dari unit monomer methacrylate yang diubah dengan gugus amina dimetil. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan polimer dengan sifat tertentu, seperti keterlarutan dalam pelarut organik atau kemampuan untuk berinteraksi dengan molekul lain. Karena sifatnya yang reaktif dan fleksibel, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian tentang polimer dan bahan komposit.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePDEA-MA memiliki karakteristik yang membuatnya unik di antara polimer lainnya. Ia memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut seperti etil akrilat, metanol, dan etil asetat. Selain itu, senyawa ini juga memiliki sifat ionik yang memungkinkannya berinteraksi dengan ion atau molekul bermuatan. Sifat ini menjadikannya sangat cocok untuk aplikasi dalam sintesis polimer, modifikasi permukaan, dan pembuatan bahan kimia fungsional. Keberagaman sifat fisika dan kimia membuat senyawa ini sangat diminati dalam berbagai penelitian ilmiah.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai bidang seperti kimia, material science, dan teknologi polymer. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan lembaga riset sering memanfaatkan PDEA-MA untuk eksperimen yang berkaitan dengan sifat polimer, modifikasi bahan, dan pengembangan bahan baru. Karena ketersediaan dan kehandalannya, senyawa ini menjadi bagian penting dalam penelitian ilmiah di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis polimer untuk pengembangan bahan komposit dengan sifat tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi permukaan bahan untuk meningkatkan interaksi kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan bahan kimia fungsional dalam penelitian material science\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian keterlarutan polimer dalam berbagai pelarut organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang reaktivitas polimer dalam lingkungan kimia tertentu\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25154-86-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 500mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padatan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat disarankan untuk menjaga kualitas dan stabilitas senyawa. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup untuk mencegah penguapan atau kontaminasi. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini harus dihindari dari paparan bahan kimia berlebihan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat mengolah senyawa ini.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly[2-(Dimethylamino)ethyl Methacrylate] (PDEA-MA) is a polymer compound widely used in laboratory research, particularly in materials science and chemical synthesis. This polymer is composed of repeating units derived from methacrylate with a dimethylamino group, giving it unique chemical properties. Its solubility in organic solvents and ionophilic nature make it ideal for applications such as polymer synthesis, surface modification, and functional material development. PDEA-MA is a versatile compound that supports various experimental needs in both academic and industrial research settings. Its ability to interact with other molecules and its compatibility with different chemical environments make it a valuable tool in modern laboratory practices.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eTong dkk. (2009). Synthesis and characterization of poly(dimethylamino ethyl methacrylate)–poly(ethylene oxide)–poly(dimethylamino ethyl methacrylate) triblock copolymers. \u003cem\u003eJournal of Applied Polymer Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/app.30688\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/app.30688\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"500mg","offer_id":48088129962202,"sku":"TCI2510P255648407","price":4266000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2556_3e3625c6-1f26-4110-9888-a07b3213d941.jpg?v=1792653635"},{"product_id":"tci2510p255848408","title":"Poly[2-(Dimethylamino)ethyl Methacrylate] Number Average Molecular Wt. 25000, CAS 25154-86-3, TCI P2558","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly[2-(Dimethylamino)ethyl Methacrylate] atau PDEMA adalah polimer kovalen yang memiliki struktur kompleks dan sifat kimia yang unik. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium untuk berbagai eksperimen terkait sintesis polimer, modifikasi permukaan, dan penelitian bahan. PDEMA memiliki kemampuan untuk membentuk rantai polimer yang dapat diatur, sehingga memungkinkan penggunaan dalam berbagai aplikasi teknis. Dalam konteks laboratorium, bahan ini menjadi alat penting untuk memahami sifat polimer dan pengaruh lingkungan terhadap struktur molekular.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePDEMA memiliki sifat reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai molekul lain. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan ideal dalam sintesis polimer kompleks atau modifikasi permukaan bahan. Selain itu, PDEMA memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penelitian dan penggunaan berulang. Karena sifatnya yang fleksibel, bahan ini juga dapat digunakan dalam berbagai metode seperti polimerisasi radikal bebas atau metode lain yang memerlukan reaktivitas tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PDEMA sering digunakan dalam penelitian bidang kimia, material, dan teknologi. Bahan ini menjadi bagian dari eksperimen yang bertujuan untuk mengembangkan bahan baru atau memahami sifat polimer. Karena kehandalannya, PDEMA menjadi salah satu bahan penting yang digunakan oleh peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis polimer kovalen untuk pengembangan bahan baru dengan sifat spesifik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi permukaan bahan untuk meningkatkan kinerja atau reaktivitas\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang interaksi molekul dalam lingkungan kimia tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan biodegradable atau ramah lingkungan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen terkait struktur dan sifat fisik polimer dalam berbagai kondisi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25154-86-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 500mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePDEMA harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, pastikan area kerja bersih dan bebas dari kontaminasi. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. PDEMA juga harus dihindari dari paparan panas berlebihan untuk menjaga stabilitasnya.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly[2-(Dimethylamino)ethyl Methacrylate] (PDEMA) is a versatile polymer widely used in laboratory research for its unique chemical properties. With a number average molecular weight of 25,000, PDEMA is known for its high reactivity and ability to form complex polymer chains. This compound is commonly applied in the synthesis of functional polymers, surface modification, and material science studies. Its stability under controlled conditions makes it a reliable choice for various experimental applications. PDEMA is particularly useful in developing new materials with specific properties and in understanding the behavior of polymers in different environments. Its applications span across chemical, material, and biotechnological research, making it an essential component in modern scientific laboratories.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eTong dkk. (2009). Synthesis and characterization of poly(dimethylamino ethyl methacrylate)–poly(ethylene oxide)–poly(dimethylamino ethyl methacrylate) triblock copolymers. \u003cem\u003eJournal of Applied Polymer Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/app.30688\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/app.30688\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"500mg","offer_id":48088130027738,"sku":"TCI2510P255848408","price":4266000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2558_4bbff941-94b2-4a7c-bdfa-010112492dd4.jpg?v=1792653637"},{"product_id":"tci2510p255948409","title":"Poly[2-(Dimethylamino)ethyl Methacrylate] Number Average Molecular Wt. 50000, CAS 25154-86-3, TCI P2559","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly[2-(Dimethylamino)ethyl Methacrylate] atau yang dikenal sebagai PDMAEMA adalah polimer sintetis yang memiliki struktur kompleks dan sifat kimiawi unik. Bahan ini sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan material science, terutama dalam penelitian terkait polimer dan molekul makromolekul. PDMAEMA memiliki kemampuan untuk membentuk larutan yang stabil dan dapat berfungsi sebagai bahan dasar dalam pembuatan katalis, film pelindung, atau bahan biomedis. Dalam laboratorium, bahan ini menjadi alat penting untuk menguji reaktivitas dan sifat fisik dari polimer yang lebih kompleks.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePDMAEMA memiliki struktur molekul yang terdiri dari rantai panjang yang terhubung oleh ikatan kovalen, sehingga memberikan sifat mekanik yang baik seperti kekuatan tarik dan fleksibilitas. Bahan ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, yang memudahkan proses pencampuran dan penggunaan dalam berbagai reaksi kimia. Karakteristik ini membuat PDMAEMA menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan kontrol presisi terhadap struktur molekul dan sifat reaksi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, PDMAEMA sering digunakan dalam penelitian bidang material science, kimia organik, dan teknologi kemasan. Bahan ini juga menjadi bahan bantu dalam pengembangan produk seperti bahan pelindung lingkungan atau bahan biodegradable. Karena sifatnya yang stabil dan fleksibel, PDMAEMA sangat relevan untuk kebutuhan penelitian di berbagai institusi pendidikan dan riset di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian sifat fisik dan kimia polimer dalam penelitian material science\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan katalis organik yang efisien dan berkelanjutan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan film pelindung untuk aplikasi industri dan medis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang respons terhadap lingkungan dalam bahan biodegradable\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan bahan bantu dalam sintesis senyawa kompleks dan molekul makromolekul\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25154-86-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 500mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePDMAEMA harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan air atau bahan kimia reaktif. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan plastik atau kaca yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, pastikan area kerja bersih dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk meminimalkan risiko paparan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly[2-(Dimethylamino)ethyl Methacrylate] (PDMAEMA) is a synthetic polymer widely used in material science and chemical research. It is known for its stable molecular structure and excellent solubility in organic solvents, making it ideal for applications requiring precise control over molecular behavior. PDMAEMA is commonly used in the development of polymer-based materials, coatings, and biomedical applications. Its versatility and chemical stability make it a valuable tool in both academic and industrial laboratories. The compound is particularly useful in studying polymer reactivity, film formation, and environmental responsiveness, contributing significantly to advancements in polymer science and sustainable technology.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eTong dkk. (2009). Synthesis and characterization of poly(dimethylamino ethyl methacrylate)–poly(ethylene oxide)–poly(dimethylamino ethyl methacrylate) triblock copolymers. \u003cem\u003eJournal of Applied Polymer Science\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/app.30688\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/app.30688\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"500mg","offer_id":48088130093274,"sku":"TCI2510P255948409","price":4266000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2559_6b696b78-752b-471b-aadc-5e76d7673339.jpg?v=1792653640"},{"product_id":"tci2510p258248433","title":"Poly(tert-butyl Acrylate) Number Average Molecular Wt. 10000, CAS 25232-27-3, TCI P2582","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-butyl Acrylate) adalah senyawa polimer yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan material science di laboratorium. Bahan ini memiliki struktur polimer yang terbentuk dari monomer tert-butyl acrylate, yang merupakan bahan dasar dalam sintesis polimer tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk mempelajari sifat-sifat polimer, termasuk reaktivitas, struktur, dan aplikasi dalam industri. Poly(tert-butyl Acrylate) juga menjadi bahan bantu dalam pembuatan komposit dan bahan polimer yang memiliki sifat tertentu, seperti ketahanan terhadap air atau reaksi kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-butyl Acrylate) memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah diproses dalam kondisi tertentu. Bahan ini memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi, sehingga memungkinkan penggunaan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan kontrol suhu. Selain itu, senyawa ini tidak mudah terdegradasi, sehingga memperpanjang masa pakai dalam eksperimen jangka panjang. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang baik untuk penelitian yang memerlukan kestabilan kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, Poly(tert-butyl Acrylate) sering digunakan dalam penelitian material, kimia organik, dan teknologi polimer. Bahan ini mendukung pengembangan inovasi di bidang industri manufaktur, kemasan, dan bahan konstruksi. Dengan ketersediaan yang cukup, senyawa ini menjadi bagian penting dalam penelitian ilmiah di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian sifat polimer untuk penelitian material science\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis polimer dengan struktur tertentu dalam kimia organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan komposit polimer untuk aplikasi industri\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang reaktivitas dan stabilitas kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan polimer dengan sifat tertentu seperti ketahanan air\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25232-27-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Materials Science \u003e Polymer\/Macromolecule Reagents \u003e Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 500mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk atau padatan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-butyl Acrylate) harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas atau sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu ditangani dengan hati-hati untuk mencegah kontaminasi atau reaksi tidak diinginkan. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca. Di laboratorium, bahan ini sebaiknya disimpan di area yang terpisah dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau mudah terbakar.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-butyl Acrylate) is a polymer compound widely used in laboratory research, particularly in materials science and organic chemistry. It is a synthetic polymer derived from tert-butyl acrylate monomer, known for its stability and versatility in chemical applications. The compound is commonly used in polymer synthesis, composite development, and material characterization studies. Its controlled molecular weight and chemical inertness make it suitable for various experimental setups. In Indonesian laboratories, this polymer is essential for academic and industrial research, supporting advancements in polymer technology and chemical innovation. Its availability and reliable performance make it a preferred choice for researchers and educators in the field.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLu dkk. (2003). Polysulfone-graft-poly(tert-butyl acrylate): Synthesis, Nanophase Separation, Poly(tert-butyl acrylate) Hydrolysis, and pH-Dependent Iridescence. \u003cem\u003eMacromolecules\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/ma034980u\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/ma034980u\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSütekin dkk. (2020). Preparation of poly(tert‐butyl acrylate)‐poly(acrylic acid) amphiphilic copolymers via radiation‐induced reversible addition–fragmentation chain transfer mediated polymerization of tert‐butyl acrylate. \u003cem\u003ePolymer International\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/pi.6004\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/pi.6004\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eXie dkk. (2016). Synthesis of highly porous poly(tert-butyl acrylate)-b-polysulfone-b-poly(tert-butyl acrylate) asymmetric membranes. \u003cem\u003ePolymer Chemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1039\/c6py00215c\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1039\/c6py00215c\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"500mg","offer_id":48088131600602,"sku":"TCI2510P258248433","price":4115000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2582_826b0cb3-5fea-4357-9881-63fc5dbc3ce4.jpg?v=1792653662"},{"product_id":"tci2510p258348434","title":"Poly(tert-butyl Acrylate) Number Average Molecular Wt. 25000, CAS 25232-27-3, TCI P2583","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-butyl Acrylate) adalah sebuah polimer yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan material science. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang khas, sehingga sangat berguna dalam penelitian tentang sifat-sifat polimer dan reaksi polimerisasi. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis polimer dengan sifat tertentu, seperti ketahanan terhadap panas atau reaktivitas tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-butyl Acrylate) memiliki sifat kimia yang stabil dan tidak mudah terurai, sehingga cocok untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan kestabilan kimia tinggi. Selain itu, bahan ini memiliki viskositas yang rendah, sehingga mudah dalam proses pencampuran dan penggunaan. Karena sifatnya yang tidak mudah teroksidasi, bahan ini juga cocok untuk eksperimen yang memerlukan lingkungan oksidatif rendah.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, Poly(tert-butyl Acrylate) sering digunakan dalam penelitian material dan kimia. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya dan keandalan sifatnya. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan lembaga penelitian di Indonesia mengandalkan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan polimer dengan sifat tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eDigunakan dalam sintesis polimer untuk aplikasi industri dan penelitian material\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCocok untuk eksperimen polimerisasi radikal bebas dalam kimia organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapat digunakan dalam pembuatan film polimer untuk aplikasi optik dan elektronik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eMemiliki potensi dalam pengembangan bahan biodegradable dengan sifat tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eDapat dimanfaatkan dalam penelitian tentang sifat mekanik dan termal polimer\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25232-27-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 500mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-butyl Acrylate) harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam ruangan yang sejuk dan kering, serta jauh dari sumber panas atau sinar matahari langsung. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena bahan ini bisa menyebabkan iritasi jika terkena kulit atau mata.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-butyl Acrylate) is a polymer widely used in materials science and chemical research. It is known for its stable chemical structure and low viscosity, making it suitable for various polymer synthesis applications. This compound is commonly used in experiments involving radical polymerization and the development of materials with specific properties, such as thermal and mechanical resistance. Its non-reactive nature and ease of handling make it a preferred choice for both academic and industrial research. The product is ideal for laboratories in Indonesia that require reliable and high-quality polymer reagents for their experiments.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLu dkk. (2003). Polysulfone-graft-poly(tert-butyl acrylate): Synthesis, Nanophase Separation, Poly(tert-butyl acrylate) Hydrolysis, and pH-Dependent Iridescence. \u003cem\u003eMacromolecules\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/ma034980u\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/ma034980u\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSütekin dkk. (2020). Preparation of poly(tert‐butyl acrylate)‐poly(acrylic acid) amphiphilic copolymers via radiation‐induced reversible addition–fragmentation chain transfer mediated polymerization of tert‐butyl acrylate. \u003cem\u003ePolymer International\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/pi.6004\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/pi.6004\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eXie dkk. (2016). Synthesis of highly porous poly(tert-butyl acrylate)-b-polysulfone-b-poly(tert-butyl acrylate) asymmetric membranes. \u003cem\u003ePolymer Chemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1039\/c6py00215c\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1039\/c6py00215c\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"500mg","offer_id":48088131666138,"sku":"TCI2510P258348434","price":4115000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2583_a3da026f-6cc6-4b7e-a8ab-c901649fb8c8.jpg?v=1792653664"},{"product_id":"tci2510p258448435","title":"Poly(tert-butyl Acrylate) Number Average Molecular Wt. 50000, CAS 25232-27-3, TCI P2584","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-butyl Acrylate) adalah bahan kimia sintetik yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah terutama dalam bidang ilmu material dan kimia polimer. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, dengan rantai polimer yang dapat diatur sesuai kebutuhan eksperimen. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk sintesis polimer, modifikasi permukaan, atau dalam penelitian tentang sifat mekanik dan termal polimer.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-butyl Acrylate) memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, sehingga memungkinkan peneliti untuk menghasilkan polimer dengan berbagai karakteristik. Bahan ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, memudahkan proses pencampuran dan penggunaan dalam berbagai reaksi kimia. Keunggulan ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian ilmiah yang memerlukan bahan polimer yang dapat diatur secara presisi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium di Indonesia, Poly(tert-butyl Acrylate) menjadi bahan penting dalam penelitian ilmu material, kimia, dan teknologi. Bahan ini sering digunakan oleh peneliti di universitas dan lembaga riset untuk pengembangan material baru, seperti bahan komposit atau bahan polimer dengan sifat tertentu. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan akses peneliti untuk melakukan eksperimen yang memerlukan bahan ini.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis polimer dengan struktur tertentu untuk penelitian material\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi permukaan bahan untuk meningkatkan sifat kimia dan mekanik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan komposit dalam bidang teknik dan ilmu material\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang sifat termal dan mekanik polimer\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji kinerja bahan dalam lingkungan tertentu untuk aplikasi industri\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25232-27-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 500mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-butyl Acrylate) sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Penyimpanan dalam suhu kamar yang sejuk dan kering sangat disarankan. Selama penggunaan, pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kebocoran atau paparan yang tidak terkendali.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(tert-butyl Acrylate) is a synthetic chemical compound widely used in laboratory research, particularly in materials science and polymer chemistry. This polymer is known for its stable chemical structure and controllable reactivity, making it a versatile material for various applications. Its solubility in organic solvents allows for easy mixing and processing in chemical reactions. In Indonesia, this compound is commonly used in academic and industrial research for the development of new materials, surface modification, and the study of polymer properties. Its availability in local markets supports scientific innovation and experimentation in both educational and research institutions.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLu dkk. (2003). Polysulfone-graft-poly(tert-butyl acrylate): Synthesis, Nanophase Separation, Poly(tert-butyl acrylate) Hydrolysis, and pH-Dependent Iridescence. \u003cem\u003eMacromolecules\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/ma034980u\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/ma034980u\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSütekin dkk. (2020). Preparation of poly(tert‐butyl acrylate)‐poly(acrylic acid) amphiphilic copolymers via radiation‐induced reversible addition–fragmentation chain transfer mediated polymerization of tert‐butyl acrylate. \u003cem\u003ePolymer International\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/pi.6004\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/pi.6004\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eXie dkk. (2016). Synthesis of highly porous poly(tert-butyl acrylate)-b-polysulfone-b-poly(tert-butyl acrylate) asymmetric membranes. \u003cem\u003ePolymer Chemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1039\/c6py00215c\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1039\/c6py00215c\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"500mg","offer_id":48088131731674,"sku":"TCI2510P258448435","price":4115000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2584_576e9746-afd3-4d69-823b-3c61ed3400ca.jpg?v=1792653666"},{"product_id":"tci2510p271048569","title":"PBTTPD, CAS 1240372-42-2, TCI P2710","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI P2710 1240372-42-2 PBTTPD adalah bahan kimia yang digunakan dalam penelitian bidang sel surya organik (OPV). Bahan ini termasuk dalam kategori bahan elektronik, khususnya untuk aplikasi sel surya berbasis material organik. Dalam laboratorium, PBTTPD sering digunakan sebagai bahan aktif atau lapisan interfacial dalam pembuatan sel surya yang efisien. Bahan ini memiliki sifat konduktivitas dan stabilitas yang baik, sehingga memungkinkan peningkatan performa sel surya.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePBTTPD memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang memberikan keunggulan dalam interaksi dengan material lain seperti donor elektron. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk aplikasi di mana kinerja interfacial dan efisiensi transfer elektron sangat penting. Selain itu, bahan ini memiliki stabilitas termal dan kimia yang cukup baik, sehingga dapat digunakan dalam kondisi laboratorium yang beragam.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, PBTTPD digunakan dalam penelitian sel surya organik yang sedang berkembang. Banyak institusi penelitian dan universitas lokal menggunakan bahan ini untuk pengembangan teknologi energi terbarukan. Dengan karakteristik yang baik, PBTTPD menjadi pilihan yang relevan untuk penelitian di bidang energi dan material.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengembangan sel surya organik untuk efisiensi energi tinggi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian interfacial dalam sistem sel surya berbasis material organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji kinerja bahan aktif dalam perangkat sel surya\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis karakteristik elektrokimia bahan organik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian stabilitas termal dan kimia bahan sel surya\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 1240372-42-2\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Materials Science \u003e Electronic Materials \u003e Organic Solar Cell (OPV) Materials\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100mg\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat (serbuk)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePBTTPD harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari cahaya matahari langsung serta kelembapan. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat mengambil bahan ini, pastikan tangan dan peralatan tetap bersih untuk mencegah kontaminasi. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk meminimalkan risiko paparan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI P2710 1240372-42-2 PBTTPD is a specialized chemical compound used in the development of organic photovoltaic (OPV) cells. It belongs to the category of electronic materials and is commonly used as an active layer or interfacial material in OPV devices. The compound exhibits good electrical conductivity and stability, making it suitable for enhancing the performance of solar cells. Its molecular structure allows for efficient electron transfer and interaction with other organic materials, which is crucial in the design of high-efficiency solar cells. In laboratory settings, PBTTPD is widely utilized for research on organic solar cells, contributing to the advancement of renewable energy technologies in Indonesia.\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100mg","offer_id":48088139137242,"sku":"TCI2510P271048569","price":10903000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2710_c89596a1-eca0-462d-9055-bf62acf39520.jpg?v=1792653741"},{"product_id":"tci2510p282848696","title":"TCI P2828 25322-68-3 Polyethylene Glycol 1000","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 1000 (PEG 1000) adalah polimer etilena oksida dengan berat molekul rata-rata nominal sekitar 1000, yang ditandai oleh angka pada namanya. TCI menyediakannya dengan kode P2828 dalam kategori Chemical Biology bidang PEGylation. PEG adalah salah satu polimer paling serbaguna di laboratorium karena larut dalam air dan banyak pelarut organik, bersifat relatif inert, dan dikenal biokompatibel. PEG 1000 berada pada kelas berat molekul rendah-menengah, sehingga sering digunakan sebagai bahan dasar formulasi, pelarut pembawa, dan bahan awal untuk sintesis turunan PEG fungsional.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePada berat molekul ini, PEG umumnya berwujud padatan lunak menyerupai lilin pada suhu ruang dan mudah dilelehkan dengan pemanasan ringan, sehingga praktis untuk dicampur dengan bahan lain. Gugus hidroksil di kedua ujung rantai dapat dimodifikasi menjadi berbagai gugus reaktif untuk keperluan PEGylation. Rantai yang relatif pendek memberi viskositas larutan yang lebih rendah dibanding PEG berat molekul tinggi, sehingga lebih mudah ditangani dalam formulasi maupun sintesis. Sifat hidrofilik dan fleksibilitas rantainya juga menjadikannya pengatur kelarutan yang efektif.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, PEG 1000 relevan untuk laboratorium farmasi yang meneliti basis supositoria dan salep, laboratorium biologi molekuler yang membutuhkan agen fusi atau presipitasi, serta laboratorium kimia material yang mengembangkan polimer dan nanopartikel. Kemasan 25 g sesuai untuk riset pendahuluan, sedangkan 500 g cocok bagi laboratorium yang menggunakan PEG secara rutin dalam formulasi atau praktikum.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eBahan awal sintesis turunan PEG: gugus hidroksil di kedua ujung PEG 1000 dapat diaktifkan menjadi gugus reaktif untuk konjugasi pada protein, peptida, atau obat.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eFormulasi farmasi semipadat: konsistensinya yang menyerupai lilin menjadikannya komponen basis supositoria dan salep larut air dalam riset farmasetika.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAgen fusi sel dan transformasi: PEG berat molekul rendah-menengah dikenal dalam protokol fusi protoplas atau sel, misalnya dalam pembuatan hibridoma dan transformasi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi permukaan nanopartikel: rantai PEG pendek membantu meningkatkan dispersi dan kestabilan nanopartikel dalam medium berair pada riset nanomaterial.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembawa dan plastisizer: PEG 1000 dapat berfungsi sebagai pelarut pembawa atau plastisizer dalam pembuatan film polimer dan matriks hidrofilik.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (kode produk P2828)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25322-68-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: umumnya padatan lunak menyerupai lilin; rujuk label untuk detail\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyimpanan: wadah tertutup rapat, kering, sejuk, sesuai rekomendasi label\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan PEG 1000 dalam wadah asli atau wadah plastik\/kaca yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering sesuai suhu pada label. PEG bersifat higroskopis, sehingga paparan udara lembap dapat mengubah konsistensi dan kadar airnya; tutup wadah segera setelah digunakan. Bila perlu dilelehkan, gunakan penangas air atau pemanas terkendali, bukan api langsung. Kenakan sarung tangan dan kacamata pelindung, bersihkan tumpahan segera karena permukaan menjadi licin, dan rujuk SDS untuk informasi keselamatan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 1000 (CAS 25322-68-3, TCI P2828) is a low-to-medium molecular weight PEG with a nominal average molecular weight of about 1000. Typically a soft, waxy solid that melts with gentle warming, it is water-soluble, relatively inert, and widely regarded as biocompatible. Its terminal hydroxyl groups can be activated for PEGylation of proteins, peptides, and drugs. PEG 1000 is used in semisolid pharmaceutical bases such as suppositories and ointments, cell fusion protocols, nanoparticle surface modification, and as a carrier or plasticizer in polymer films. Available in 25 g and 500 g packs, it should be stored tightly closed because it is hygroscopic.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eNalawade dkk. (2015). Bactericidal activity of propylene glycol, glycerine, polyethylene glycol 400, and polyethylene glycol 1000 against selected microorganisms. \u003cem\u003eJournal of International Society of Preventive and Community Dentistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4103\/2231-0762.155736\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4103\/2231-0762.155736\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eZHUO dkk. (2010). PHOTOINITIATED RAFT CROSSLINKING POLYMERIZATION OF POLYETHYLENE GLYCOL DIMETHACRYLATES. \u003cem\u003eActa Polymerica Sinica\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3724\/sp.j.1105.2010.09185\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3724\/sp.j.1105.2010.09185\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBhattacharya dkk. (2025). Poly Lactic Co-glycolic Acid d-α-tocopheryl Polyethylene Glycol 1000 Succinate Fabricated Polyethylene Glycol Hybrid Nanoparticles of Imatinib Mesylate for the Treatment of Glioblastoma Multiforme. \u003cem\u003eCurrent Medicinal Chemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.2174\/0109298673323270241118103546\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.2174\/0109298673323270241118103546\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48088147165402,"sku":"TCI2510P282848696","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088147198170,"sku":"TCI2510P282848697","price":657000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2828_6b1223b2-1c5c-4864-afc1-158cfa330e13.jpg?v=1792653802"},{"product_id":"tci2510p282948698","title":"Polyethylene Glycol 11000, CAS 25322-68-3, TCI P2829","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 11000 (PEG 11000) adalah polietilena glikol dengan berat molekul rata-rata nominal sekitar 11.000, termasuk kelas PEG berat molekul tinggi. TCI menawarkannya dengan kode P2829 dalam kategori Chemical Biology bidang PEGylation. Seperti PEG lainnya, polimer ini tersusun atas unit berulang etilena oksida dengan gugus hidroksil di kedua ujung rantai. Di laboratorium, PEG dengan rantai panjang seperti ini dimanfaatkan ketika peneliti membutuhkan efek hidrodinamik yang lebih besar, misalnya untuk crowding makromolekul, presipitasi biomolekul, atau pembentukan matriks polimer.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePEG 11000 memiliki rantai yang jauh lebih panjang dibanding PEG cair atau semipadat, sehingga umumnya berwujud padatan pada suhu ruang dan memberi viskositas larutan yang lebih tinggi. Sifat ini menguntungkan untuk aplikasi yang memanfaatkan volume eksklusi, seperti mengendapkan protein atau DNA dan meniru lingkungan padat di dalam sel. Rantai panjangnya juga menghasilkan lapisan hidrasi yang lebih tebal ketika dicangkokkan pada permukaan, sehingga efektif menurunkan adsorpsi protein yang tidak diinginkan. Kelarutannya dalam air tetap baik, menjadikannya mudah disiapkan dalam buffer.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eBagi laboratorium Indonesia di bidang biokimia, biologi struktural, dan ilmu material, PEG 11000 menawarkan titik berat molekul menengah-tinggi yang berguna untuk menyusun rangkaian perbandingan efek panjang rantai PEG. Kemasan 25 g cukup untuk banyak percobaan skala riset, misalnya penyaringan kondisi kristalisasi, uji presipitasi, atau pembuatan hidrogel eksperimental.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eAgen presipitasi biomolekul: rantai panjang PEG 11000 menimbulkan efek volume eksklusi yang membantu mengendapkan protein, virus, atau DNA dari larutan berair.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyaringan kristalisasi protein: PEG berat molekul tinggi merupakan presipitan umum dalam kristalografi, dan variasi berat molekul membantu mengoptimalkan kondisi kristalisasi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAgen crowding makromolekul: larutan PEG 11000 dapat meniru lingkungan sitoplasma yang padat dalam studi pelipatan protein atau kinetika enzim.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembentukan hidrogel dan matriks polimer: rantainya yang panjang mendukung pembuatan jaringan polimer hidrofilik setelah modifikasi ujung dan ikat silang.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePelapis antifouling: PEG berantai panjang membentuk lapisan hidrasi tebal yang menurunkan adsorpsi protein nonspesifik pada permukaan biomaterial.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (kode produk P2829)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25322-68-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan; rujuk label untuk detail\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyimpanan: wadah tertutup rapat, kering, sejuk, sesuai rekomendasi label\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan PEG 11000 dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, sesuai suhu yang tercantum pada label. Karena PEG menyerap kelembapan dari udara, tutup wadah segera setelah menimbang. Saat menyiapkan larutan pekat, tambahkan padatan secara bertahap ke dalam air sambil diaduk agar tidak menggumpal, dan beri waktu cukup untuk larut sempurna. Gunakan sarung tangan dan kacamata pelindung, hindari menghirup debu, dan bersihkan tumpahan larutan segera karena licin.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 11000 (CAS 25322-68-3, TCI P2829) is a high molecular weight PEG with a nominal average molecular weight of about 11,000. Typically a solid at room temperature, it dissolves readily in water to give more viscous solutions than shorter PEGs. Its long chains produce strong excluded-volume effects, making it useful for precipitating proteins, viruses, and DNA, screening protein crystallization conditions, and serving as a macromolecular crowding agent. When grafted to surfaces, it forms thick hydration layers that reduce nonspecific protein adsorption, and modified forms can be used to build hydrogels. Supplied in a 25 g pack, it should be stored tightly closed in a dry place.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2019). Research on Polyethylene Glycol, Crosslinked Polyethylene Glycol \u0026amp; Polyethylene Glycol Chitosan Conjugate Coating for Biomedical Application. \u003cem\u003eInternational Journal of Recent Technology and Engineering\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.35940\/ijrte.b1370.0982s1119\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.35940\/ijrte.b1370.0982s1119\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003e(2025). Conformations and sizes of polyethylene glycol macromolecules in water‐polyethylene glycol‐KI systems. \u003cem\u003eBSU-Journal of Physics \u0026amp; Space Sciences\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.30546\/209501.2024.01.4.068\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.30546\/209501.2024.01.4.068\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBarman dkk. (2009). Identification and quantification of polyethylene glycol types in polyethylene glycol methyl ether and polyethylene glycol vinyl ether. \u003cem\u003eJournal of Chromatography A\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.chroma.2009.08.024\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.chroma.2009.08.024\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":67555482665178,"sku":"TCI2510P282948698","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2829_957611f8-c526-4d77-82cb-29fa61e15fb4.jpg?v=1792653805"},{"product_id":"tci2510p283048700","title":"Polyethylene Glycol 20000, CAS 25322-68-3, TCI P2830","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 20000 (PEG 20000) adalah polietilena glikol dengan berat molekul rata-rata nominal sekitar 20.000, salah satu varian PEG berat molekul tinggi yang paling sering digunakan. TCI menyediakannya dengan kode P2830 dalam kategori Chemical Biology bidang PEGylation. Polimer ini tersusun dari unit berulang etilena oksida dengan gugus hidroksil di ujung rantai. Di laboratorium, PEG 20000 dikenal sebagai agen pemekat dialisat, presipitan biomolekul, agen crowding, dan bahan dasar pembuatan konjugat PEG berantai panjang untuk riset penghantaran obat.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eRantainya yang sangat panjang memberi PEG 20000 sifat osmotik dan volume eksklusi yang kuat. Karena ukurannya besar, PEG 20000 tidak mudah melewati banyak membran dialisis, sehingga dapat digunakan di luar kantong dialisis untuk menarik air dan memekatkan sampel protein secara lembut. Dalam PEGylation, rantai panjang meningkatkan ukuran hidrodinamik molekul terkonjugasi, sebuah strategi yang dipelajari luas untuk memperpanjang waktu sirkulasi senyawa terapeutik. Padatan ini larut baik dalam air, meskipun larutannya relatif kental pada konsentrasi tinggi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, PEG 20000 bermanfaat bagi laboratorium biokimia, mikrobiologi, farmasi, dan bioteknologi, mulai dari pemekatan enzim hasil purifikasi hingga riset formulasi dan nanomedisin. Kemasan 25 g cocok untuk riset dan uji metode, sedangkan 500 g sesuai untuk laboratorium yang rutin menggunakan PEG untuk pemekatan sampel, presipitasi, atau kegiatan praktikum mahasiswa.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePemekatan sampel protein melalui dialisis: PEG 20000 di luar kantong dialisis menarik air secara osmotik sehingga sampel protein menjadi lebih pekat tanpa pemanasan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePresipitasi virus, bakteriofag, dan DNA: efek volume eksklusi rantai panjangnya membantu mengendapkan partikel besar dari larutan untuk dikumpulkan dengan sentrifugasi.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRiset PEGylation dan penghantaran obat: rantai panjang meningkatkan ukuran hidrodinamik konjugat, relevan untuk studi stabilitas dan farmakokinetika senyawa terapeutik.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eAgen crowding dan kristalisasi: larutan PEG 20000 meniru lingkungan seluler yang padat dan dipakai sebagai presipitan dalam penyaringan kristal protein.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eFase diam dan pembentukan sistem dua fase: PEG berat molekul tinggi digunakan dalam sistem dua fase berair untuk partisi dan pemisahan biomolekul.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (kode produk P2830)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25322-68-3\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Chemical Biology \u003e PEGylation\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan; rujuk label untuk detail\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenyimpanan: wadah tertutup rapat, kering, sejuk, sesuai rekomendasi label\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan PEG 20000 dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering mengikuti suhu pada label, karena PEG bersifat higroskopis dan dapat menggumpal bila terpapar udara lembap. Untuk kemasan besar, ambil secukupnya dengan spatula bersih lalu segera tutup kembali. Larutkan sedikit demi sedikit sambil diaduk untuk menghindari gumpalan. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan masker debu bila menimbang dalam jumlah banyak, serta rujuk SDS untuk penanganan aman.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePolyethylene Glycol 20000 (CAS 25322-68-3, TCI P2830) is a widely used high molecular weight PEG with a nominal average molecular weight of about 20,000. This water-soluble solid exhibits strong osmotic and excluded-volume effects, making it ideal for concentrating protein samples by dialysis, precipitating viruses, bacteriophages, and DNA, acting as a crowding agent, and screening protein crystallization. In PEGylation research, its long chain increases the hydrodynamic size of conjugates, a strategy studied to improve the stability and circulation of therapeutics. It also forms aqueous two-phase systems for biomolecule partitioning. Available in 25 g and 500 g packs, it should be stored tightly closed and dry.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBallesteros dkk. (2007). Zinc electrodeposition in the presence of polyethylene glycol 20000. \u003cem\u003eElectrochimica Acta\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.electacta.2006.10.042\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.electacta.2006.10.042\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSingh dkk. (2009). Physicochemical Properties of Glimepiride in Solid Dispersions with Polyethylene Glycol 20000. \u003cem\u003eInternational Journal of Pharmaceutical Sciences and Nanotechnology\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.37285\/ijpsn.2009.2.2.7\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.37285\/ijpsn.2009.2.2.7\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eVenkateskumar dkk. (2016). Mechanistic insights into acyclovir-polyethylene glycol 20000 binary dispersions. \u003cem\u003eInternational Journal of Pharmaceutical Investigation\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.4103\/2230-973x.195925\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.4103\/2230-973x.195925\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48088147427546,"sku":"TCI2510P283048700","price":455000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088147460314,"sku":"TCI2510P283048701","price":1010000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2830_7b8761f2-c606-4919-a621-15b93ae51f1e.jpg?v=1792653807"},{"product_id":"tci2510p288448753","title":"Poly(methyl vinyl ether-alt-maleic anhydride) (specific viscosity 01-05), CAS 9011-16-9, TCI P2884","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(methyl vinyl ether-alt-maleic anhydride) adalah bahan kimia berbasis polimer yang digunakan dalam berbagai aplikasi ilmiah dan industri. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang unik, terdiri dari campuran unit vinyl ether dan anhidrida maleat, sehingga memberikan sifat reaktif dan fleksibel. Di laboratorium, bahan ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks atau modifikasi polimer. Karena sifatnya yang dapat bereaksi dengan berbagai reaktan, bahan ini menjadi pilihan utama dalam penelitian material dan kimia organik.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePoly(methyl vinyl ether-alt-maleic anhydride) memiliki viskositas spesifik yang terkendali, yaitu antara 0,01 hingga 0,05, sehingga mudah diukur dan digunakan dalam berbagai skala eksperimen. Sifat reaktivitasnya menjadikannya cocok untuk reaksi polimerisasi, pengikatan, dan modifikasi kimia. Bahan ini juga stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan dalam penelitian ilmu material, kimia organik, dan industri farmasi. Banyak institusi penelitian dan perguruan tinggi menggunakan bahan ini untuk pengembangan produk baru, pengujian kualitas, dan penelitian lanjutan. Ketersediaan bahan ini mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor penelitian lokal.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan polimer baru untuk aplikasi industri dan medis\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa reaktif untuk reaksi kimia organik kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eModifikasi polimer untuk meningkatkan sifat mekanik dan kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang reaktivitas dan stabilitas polimer dalam berbagai kondisi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eUji kualitas dan karakterisasi material dalam bidang ilmu material\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 9011-16-9\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Polimer\/Makromolekul Reagen\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat berbentuk serbuk\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan udara dan sinar matahari langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eBahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara bebas serta sinar matahari langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat mengambil atau menggunakan bahan ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang tidak kompatibel, seperti bahan berbasis basa kuat atau bahan korosif.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(methyl vinyl ether-alt-maleic anhydride) is a versatile polymer compound widely used in scientific research and industrial applications. With a specific viscosity range of 0.01 to 0.05, it is ideal for controlled chemical reactions and polymer synthesis. This compound is known for its reactivity and stability, making it a preferred choice in laboratories for developing new materials and modifying existing polymers. Its unique structure allows it to be used in various chemical processes, including grafting, cross-linking, and functionalization. In Indonesia, this product supports research in material science, organic chemistry, and pharmaceutical development, contributing to the advancement of scientific innovation.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eRohatgi dkk. (2015). Separator Membrane from Crosslinked Poly(Vinyl Alcohol) and Poly(Methyl Vinyl Ether-alt-Maleic Anhydride). \u003cem\u003eNanomaterials\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/nano5020398\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/nano5020398\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eNajafi dkk. (2018). Functionalized Electrospun Poly(Vinyl Alcohol) Nanofibrous Membranes with Poly(Methyl Vinyl Ether-Alt-Maleic Anhydride) for Protein Adsorption. \u003cem\u003eMaterials\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/ma11061002\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.3390\/ma11061002\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eImmelman dkk. (1993). Poly(vinyl alcohol) gel sub-layers for reverse osmosis membranes. II. Insolubilization by crosslinking with poly(methyl vinyl ether-alt-maleic anhydride). \u003cem\u003eDesalination\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/0011-9164(93)80153-e\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/0011-9164(93)80153-e\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100g","offer_id":48088150573274,"sku":"TCI2510P288448753","price":1491000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088150606042,"sku":"TCI2510P288448754","price":4821000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2884_252b7fc3-26e1-4b2f-bfb6-bcb3396d29df.jpg?v=1792653852"},{"product_id":"tci2510p290048774","title":"Poly(pentafluorostyrene), CAS 26838-55-1, TCI P2900","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(pentafluorostyrene) dari TCI adalah polimer hasil polimerisasi monomer 2,3,4,5,6-pentafluorostirena. Setiap unit ulangnya membawa cincin aromatik yang seluruh atom hidrogennya diganti oleh fluor. Bahan ini termasuk reagen polimer dan makromolekul dalam bidang ilmu material. Polimer ini banyak dipelajari sebagai platform fungsional, karena atom fluor pada posisi para cincin dapat disubstitusi secara selektif. Dengan demikian, peneliti dapat memasang beragam gugus fungsi ke rantai polimer yang sudah jadi tanpa harus menyintesis monomer baru satu per satu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePolimer ini dipilih karena memiliki karakter khas polimer terfluorinasi. Energi permukaannya rendah dan sifatnya hidrofobik, sehingga permukaan yang dilapisi polimer ini cenderung menolak air. Polimer berbasis fluor juga umumnya memiliki konstanta dielektrik yang relatif rendah, sehingga menarik untuk riset material elektronik. Keunggulan yang paling banyak dimanfaatkan adalah reaksi substitusi nukleofilik aromatik pada fluor posisi para, yang dikenal sebagai reaksi para-fluoro–tiol. Reaksi ini berlangsung efisien dengan tiol dalam kondisi yang relatif ringan. Karena itu, polimer ini menjadi alat penting dalam kimia modifikasi pascapolimerisasi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Indonesia, Poly(pentafluorostyrene) bermanfaat bagi laboratorium kimia polimer, fisika material, dan teknik kimia yang meneliti pelapis hidrofobik, membran, material dielektrik, atau polimer fungsional untuk sensor. Kemasan 200mg dan 1g sesuai untuk riset skala laboratorium, misalnya pembuatan film tipis dengan spin coating, uji modifikasi permukaan, atau penyusunan pustaka polimer termodifikasi. Bahan ini juga cocok sebagai sampel pembanding saat mahasiswa mempelajari pengaruh fluorinasi terhadap sifat permukaan dan sifat termal polimer.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eModifikasi pascapolimerisasi melalui reaksi para-fluoro–tiol: fluor posisi para dapat disubstitusi tiol secara selektif, sehingga gugus fungsi baru dapat dipasang tanpa menyintesis monomer khusus.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan pelapis dan film hidrofobik: energi permukaan polimer terfluorinasi yang rendah membuatnya cocok untuk mempelajari sifat penolak air serta pengukuran sudut kontak pada berbagai substrat.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eRiset material dielektrik untuk elektronika: karakter fluorinasi yang tinggi menjadikannya kandidat untuk kajian lapisan isolator pada perangkat elektronik organik dan transistor film tipis.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan membran dan material pemisahan: sifat kimia permukaannya yang khas dapat dimodifikasi untuk menyesuaikan afinitas membran terhadap gas atau pelarut tertentu dalam studi pemisahan.\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePolimer acuan dalam studi hubungan struktur–sifat: perbandingan dengan polistirena biasa membantu peneliti memahami pengaruh substitusi fluor terhadap kelarutan, sifat termal, dan perilaku permukaan.\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI (kode produk P2900)\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 26838-55-1\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Materials Science \u003e Polymer\/Macromolecule Reagents \u003e Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 200mg, 1g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: padatan polimer; rujuk CoA untuk data berat molekul dan karakteristik lot\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: simpan rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSimpan Poly(pentafluorostyrene) dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas. Jika polimer akan dipakai bertahap, ambil secukupnya dengan spatula yang bersih dan kering agar sisa bahan tidak terkontaminasi. Saat melarutkan polimer dalam pelarut organik, lakukan pekerjaan di lemari asam dan perhatikan bahaya dari pelarut yang digunakan. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari memanaskan polimer terfluorinasi hingga terurai, karena dekomposisi termal dapat melepaskan gas berbahaya. Baca SDS TCI sebelum digunakan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eTCI Poly(pentafluorostyrene) (CAS 26838-55-1) is a fluorinated polymer obtained from 2,3,4,5,6-pentafluorostyrene. Its perfluorinated aromatic side groups give it low surface energy, pronounced hydrophobicity, and the generally low dielectric character typical of fluoropolymers. Its most valued feature is the reactive para-fluorine, which undergoes efficient nucleophilic aromatic substitution with thiols (the para-fluoro–thiol reaction). This makes the polymer a versatile platform for post-polymerization modification. Typical uses include functional polymer libraries, hydrophobic coatings and thin films, dielectric layers for organic electronics, membrane research, and structure–property comparison with ordinary polystyrene. It is supplied in 200mg and 1g packs for laboratory-scale research.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eGudipati dkk. (2008). Synthesis of Poly(glycidyl methacrylate)‐block‐Poly(pentafluorostyrene) by RAFT: Precursor to Novel Amphiphilic Poly(glyceryl methacrylate)‐block‐Poly(pentafluorostyrene). \u003cem\u003eMacromolecular Rapid Communications\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/marc.200800515\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/marc.200800515\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eAtanasov dkk. (2013). Sulfonated Poly(pentafluorostyrene). \u003cem\u003eECS Meeting Abstracts\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1149\/ma2013-02\/15\/1392\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1149\/ma2013-02\/15\/1392\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eLu dkk. (2014). Intramolecular folding of triblock copolymers via quadrupole interactions between poly(styrene) and poly(pentafluorostyrene) blocks. \u003cem\u003eChemical Communications\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1039\/c4cc01840k\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1039\/c4cc01840k\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"200mg","offer_id":48088151916762,"sku":"TCI2510P290048774","price":1818000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"1g","offer_id":48088151949530,"sku":"TCI2510P290048775","price":6361000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2900_73f7ded0-cf96-4969-a963-346b8ee1130d.jpg?v=1792653872"},{"product_id":"tci2510p296448855","title":"Poly(sodium 4-styrenesulfonate) (viscosity 20-50) (20wt% in Water), CAS 25704-18-1, TCI P2964","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(sodium 4-styrenesulfonate) atau PSS adalah polimer ionik yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia dan material. Bahan ini memiliki struktur polimer yang terdiri dari unit monomer styrenesulfonate yang terionisasi, sehingga memberikan sifat khusus seperti kelarutan tinggi dalam air dan kemampuan untuk membentuk larutan yang stabil. Dalam laboratorium, PSS sering digunakan sebagai bahan dasar untuk mempelajari sifat polimer, reaksi polimerisasi, serta aplikasi dalam bidang material dan teknologi.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003ePSS memiliki viskositas yang dapat diatur sesuai kebutuhan eksperimen, sehingga cocok untuk berbagai skenario penelitian. Bahan ini juga memiliki kestabilan kimia yang baik, sehingga tidak mudah terdegradasi dalam kondisi laboratorium yang normal. Selain itu, PSS memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai ion dan molekul, menjadikannya pilihan ideal untuk eksperimen yang melibatkan reaksi ionik atau modifikasi permukaan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam konteks laboratorium Indonesia, PSS digunakan untuk penelitian di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset. Bahan ini sering diaplikasikan dalam studi tentang polimer, kimia lingkungan, dan teknologi material. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya menjadi pilihan yang praktis dan efisien untuk peneliti yang membutuhkan bahan dengan sifat khusus ini.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003ePengujian sifat viskositas polimer untuk studi material\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang reaksi polimerisasi dan modifikasi polimer\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePembuatan larutan polimer stabil untuk eksperimen kimia\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eStudi interaksi ionik dalam sistem koloid dan suspensi\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan bahan komposit dengan sifat elektrik atau termal\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 25704-18-1\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Materials Science \u003e Polymer\/Macromolecule Reagents \u003e Polymers\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 100g, 500g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Serbuk kristalin\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePSS harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, di tempat sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari atau kelembapan berlebihan, karena dapat memengaruhi stabilitas dan viskositas larutan. Saat mengambil bahan, pastikan tangan dan wadah yang digunakan bersih dan bebas kontaminasi. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003ePoly(sodium 4-styrenesulfonate) (PSS) is a versatile polymer used in various laboratory applications, particularly in materials science and chemical research. This ionically charged polymer is known for its high water solubility and stable solution properties, making it ideal for experiments involving viscosity control and ion interactions. With a viscosity range of 20-50 and a concentration of 20wt% in water, PSS is widely applied in polymer studies, colloid systems, and composite material development. Its chemical stability and ability to interact with different ions make it a preferred choice for researchers in Indonesia, supporting both academic and industrial applications in the field of polymer chemistry.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBercea dkk. (2022). Solutions of polymer blends in highly saline water: Salt-induced inversions of viscosity effects for poly(ethylene oxide) + poly(sodium 4-styrenesulfonate). \u003cem\u003ePolymer\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.polymer.2021.124510\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.polymer.2021.124510\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eBatys dkk. (2018). Hydration and Temperature Response of Water Mobility in Poly(diallyldimethylammonium)–Poly(sodium 4-styrenesulfonate) Complexes. \u003cem\u003eMacromolecules\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/acs.macromol.8b01441\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/acs.macromol.8b01441\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eIturri Ramos dkk. (2010). Water Content and Buildup of Poly(diallyldimethylammonium chloride)\/Poly(sodium 4-styrenesulfonate) and Poly(allylamine hydrochloride)\/Poly(sodium 4-styrenesulfonate) Polyelectrolyte Multilayers Studied by an in Situ Combination of a Quartz Crystal Microbalance with Dissipation Monitoring and Spectroscopic Ellipsometry. \u003cem\u003eMacromolecules\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/ma1015984\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1021\/ma1015984\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"100g","offer_id":48088156700890,"sku":"TCI2510P296448855","price":657000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true},{"title":"500g","offer_id":48088156733658,"sku":"TCI2510P296448856","price":2071000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510P2964_cb47c3a1-bb91-4d31-8697-6afe1455ac8c.jpg?v=1792653938"}],"url":"https:\/\/amiscientific.com\/collections\/tci-l4-synthetic-polymers.oembed?page=3","provider":"AMI Scientific","version":"1.0","type":"link"}