{"product_id":"tci2510d101020708","title":"TCI D1010 15804-19-0 2,3-Dihydroxyquinoxaline","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2,3-Dihydroxyquinoxaline adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang unik dengan dua gugus hidroksil di posisi 2 dan 3, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang beragam. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu, seperti obat atau bahan kimia industri. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003e2,3-Dihydroxyquinoxaline memiliki sifat kimia yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi oksidasi. Struktur heterosikliknya memberikan kestabilan molekuler yang baik, sehingga memudahkan proses sintesis tanpa mudah terdegradasi. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang cukup baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan dalam proses pemisahan dan pemanenan hasil. Keunggulan ini menjadikannya bahan yang sangat diminati dalam penelitian kimia murni dan terapan.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian kimia, terutama dalam bidang farmakologi dan sintesis senyawa kompleks. Peneliti lokal sering memanfaatkan bahan ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi medis atau industri. Dengan ketersediaan dan kehandalannya, 2,3-Dihydroxyquinoxaline menjadi salah satu bahan penting dalam kegiatan penelitian ilmiah di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian farmakologi dalam mencari senyawa dengan aktivitas antioksidan\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eEksperimen kimia murni untuk memahami reaktivitas senyawa kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian bahan kimia dalam bidang material dan industri\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eProduksi senyawa intermediet untuk aplikasi industri farmasi\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 15804-19-0\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 25g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2,3-Dihydroxyquinoxaline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca. Dalam penanganan, sebaiknya menggunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi kulit dan pernapasan. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dan disimpan di tempat yang aman dari jangkauan anak-anak dan hewan.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2,3-Dihydroxyquinoxaline is a chemical compound used as a building block in the synthesis of complex heterocyclic compounds. Its unique molecular structure, featuring two hydroxyl groups at positions 2 and 3, allows for diverse chemical reactions. This compound is widely utilized in laboratory settings for the development of new drugs and industrial chemicals. Its stability and controlled reactivity make it a preferred choice in both pure and applied chemistry research. With its solubility in organic solvents, it facilitates separation and purification processes. In Indonesian laboratories, this compound plays a crucial role in pharmaceutical and material science research, supporting the development of new compounds with potential medical or industrial applications.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eHeller dkk. (2001). Isolated Linear CuCN Chains in a 2,3-Dihydroxyquinoxaline Host Lattice. \u003cem\u003eZeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/1521-3749(200104)627:4\u003c569::aid-zaac569\u003e3.0.co;2-9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/1521-3749(200104)627:4\u003c569::aid-zaac569\u003e3.0.co;2-9\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eSoliman dkk. (2013). Low temperature X-ray molecular structure, tautomerism and spectral properties of 2,3-dihydroxyquinoxaline. \u003cem\u003eJournal of Molecular Structure\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.molstruc.2013.09.005\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1016\/j.molstruc.2013.09.005\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eRamadan dkk. (1999). Coordination chemistry of new ruthenium and osmium dihydroxyquinoxaline complexes. \u003cem\u003eTransition Metal Chemistry\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1023\/a:1006925705978\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1023\/a:1006925705978\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"25g","offer_id":48086418292954,"sku":"TCI2510D101020708","price":1590750.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D1010.jpg?v=1767102417","url":"https:\/\/amiscientific.com\/products\/tci2510d101020708","provider":"AMI Scientific","version":"1.0","type":"link"}