{"product_id":"tci2510d569726673","title":"TCI D5697 18671-97-1 2,6-Dichloroquinoxaline","description":"\u003ch3\u003eDeskripsi\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2,6-Dichloroquinoxaline adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang melibatkan pembentukan struktur aromatik kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang sangat penting untuk pengembangan senyawa baru, terutama dalam bidang farmakologi dan material kimia. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti yang ingin menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003e2,6-Dichloroquinoxaline memiliki struktur molekul yang kompleks dengan dua atom klorin yang terikat pada posisi 2 dan 6. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi substitusi dan reaksi lain yang memerlukan pengaruh elektrofilik atau nukleofilik. Karakteristik ini juga memungkinkan senyawa ini digunakan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan pengontrolan presisi tinggi. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas kimia yang baik, sehingga cocok untuk penyimpanan jangka panjang dan penggunaan berulang.\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eDi laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa obat dan material inovatif. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini sebagai bahan baku untuk eksperimen yang memerlukan struktur heterosiklik yang kompleks. Ketersediaan dan kualitasnya yang tinggi menjadikannya pilihan utama di berbagai bidang ilmu kimia di Indonesia.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eAplikasi Laboratorium\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eSintesis senyawa farmakologis dengan struktur heterosiklik kompleks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengembangan material kimia dengan sifat tertentu\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eReaksi substitusi elektrofilik untuk modifikasi struktur molekul\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePenelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik\u003c\/li\u003e\u003cli\u003ePengujian katalis dalam reaksi kimia organik\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003eSpesifikasi\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\u003cli\u003eMerek: TCI\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eNomor CAS: 18671-97-1\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eKategori: Chemistry \u003e Building Blocks \u003e Heterocyclic Building Blocks\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eVarian\/kemasan: 5g\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eBentuk fisik: Padat\u003c\/li\u003e\u003cli\u003eCatatan penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung\u003c\/li\u003e\u003c\/ul\u003e\n\u003ch3\u003ePenanganan dan Penyimpanan\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003eSenyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Karena sifat kimianya yang relatif stabil, risiko reaksi kimia dengan bahan lain kecil, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan bahan berlebihan atau bahan kimia yang tidak kompatibel. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menjaga keamanan di laboratorium.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eEnglish\u003c\/h3\u003e\n\u003cp\u003e2,6-Dichloroquinoxaline is a chemical compound widely used as a building block in the synthesis of heterocyclic compounds. Its molecular structure, featuring two chlorine atoms at positions 2 and 6, makes it highly suitable for substitution reactions and other chemical modifications. This compound is commonly utilized in organic chemistry research, particularly in the development of pharmaceuticals and advanced materials. Its stability and controlled reactivity make it a preferred choice for precise chemical synthesis. In Indonesian laboratories, it plays a crucial role in various research applications, supporting innovation in both academic and industrial settings. The compound is available in a 5g package, ensuring accessibility for researchers needing small quantities for experimental purposes. Its versatility and reliability make it an essential component in modern chemical laboratories.\u003c\/p\u003e\n\u003ch3\u003eReferensi Ilmiah\u003c\/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e(2000). Novel dichloroquinoxaline CXCR receptor antagonists. \u003cem\u003eExpert Opinion on Therapeutic Patents\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1517\/13543776.10.1.121\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1517\/13543776.10.1.121\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eChura dkk. (2003). The Reaction of Sodium 4‐Acetylaminobenzenethiosulfonate with 2,3‐Dichloroquinoxaline.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.200326176\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.200326176\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003cli\u003eAli dkk. (2012). ChemInform Abstract: Regioselective Suzuki—Miyaura Cross‐Coupling Reactions of 2,6‐Dichloroquinoxaline.. \u003cem\u003eChemInform\u003c\/em\u003e \u003ca href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/chin.201239187\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"\u003edoi:10.1002\/chin.201239187\u003c\/a\u003e\u003c\/li\u003e\n\u003c\/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003csmall\u003eReferensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.\u003c\/small\u003e\u003c\/p\u003e","brand":"TCI","offers":[{"title":"5g","offer_id":48275696189658,"sku":"TCI2510D569726673","price":2704800.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0756\/7156\/8602\/files\/TCI2510D5697.jpg?v=1767109104","url":"https:\/\/amiscientific.com\/products\/tci2510d569726673","provider":"AMI Scientific","version":"1.0","type":"link"}