Cholecalciferol - Steroid Organik yang Mudah Diformulasikan
Share
Cholecalciferol adalah senyawa steroid organik yang masuk dalam keluarga sekosteroid. Secara kimia, senyawa ini terbentuk dari 7-dehydrocholesterol. Ketika terpapar radiasi ultraviolet (UV), terjadi reaksi fotokimia yang memutus ikatan karbon tertentu, yang mengubahnya menjadi prekursor vitamin D3, lalu berubah menjadi cholecalciferol melalui isomerisasi termal.
Cholecalciferol (C27H44O) memiliki struktur inti steroid yang terbuka. Apabila steroid biasa memiliki empat cincin tertutup (A,B,C,dan D), maka dalam senyawa ini cincin B terputus pada ikatan antara atom karbon C9 dan C10 akibat reaksi fotokimia dari sinar UV.
Spesifikasi Cholecalciferol
-
Nama Kimia: 9,10-Secocholesta-5,7,10(19)-trien-3-ol, (3β,5Z,7E)-.
-
Rumus Molekul: C27H44O
-
Berat Molekul: 384,64 g/mol.
-
Nomor CAS: 67-97-0.
-
Pemerian: Serbuk hablur (kristal) berwarna putih hingga putih kekuningan, tidak berbau, dan berbentuk jarum atau prisma.
-
Titik Lebur: Berkisar antara 83°C hingga 86°C.
-
Kelarutan:
-
Tidak larut dalam air.
-
Larut secara bebas dalam alkohol, kloroform, dan eter.
-
Larut dalam minyak nabati (seperti minyak jagung).
Cara penanganan Cholecalciferol
Penanganan Cholecalciferol membutuhkan ketelitian karena sifat kimianya yang sensitif terhadap faktor lingkungan dan beresiko membahayakan apabila terpapar dalam dosis murni karena bersifat toksik akut.
Menggunakan APD
Cholecalcife dalam bentuk murni memiliki sifat racun yang dapat membahayakan kesehatan Anda. Maka, sebelum melakukan penelitian wajib menggunakan APD di sekujur tubuh. Masker debu N100, sarung tangan tahan bahan kimia, dan safety goggles adalah keharusan.
Teknik pelarutan
Sifat Cholecalciferol adalah non-polar, menggunakan pelarut organik seperti etanol, kloroform, atau metanol. Jangan melarutkan ke dalam air karena adanya perbedaan sama jenis.
Timbang serbuk murni di dalam fume hood dengan ventilasi baik agar terhindar dari pembentukan debu. Kemudian, apabila Cholecalciferol tumpah ke tanah, langsung bersihkan dengan kain lembab dan buang ke tempat sampah khusus bahan kimia.
Simpan dalam suhu -20°C
Setelah penggunaan, simpan sisa bahan uji dalam freezer dengan suhu -20°C. Taruhlah dalam wadah tertutup rapat.
Kelebihan Cholecalciferol
1. Efikasi biaya
Cholecalciferol memiliki bioavailabilitas yang lebih tinggi daripada Ergocalciferol. Hal ini terlihat dari takaran dosis lebih rendah untuk menaikkan kadar vitamin D dalam barah. Kemudian, secara pemakaian volume bahan baku jauh lebih kecil sehingga mengurangi biaya logistik.
2. Mudah diformulasikan
Senyawa Cholecalciferol dapat diolah menjadi berbagai bentuk. Pertama, ia mudah dilarutkan dalam minyak nabati untuk liquid drops. Kemudian dalam bentuk butiran halus, bisa digunakan untuk campuran tablet kering atau susu bubuk tanpa merusak struktur kimia.
Kemudahan formulasi ini juga berbanding lurus dengan stabilitas yang lebih baik terhadap panas dan kelembaban. Apabila sudah menjadi produk akhir, memiliki masa simpan yang lebih stabil dan konsisten.
3. Ramah regulasi global
Cholecalciferol telah diakui oleh otoritas keselamatan dunia sebagai bahan GRAS (Generally Recognized as Safe). Dalam bahasa sederhana, senyawa ini sudah lolos BPOM.
Mengingat Cholecalciferol sudah lolos uji keselamatan dunia membuat proses pendaftaran produk untuk pasar internasional maka mudah karena standar spesifikasinya sudah diterima di seluruh negara.
4. Larut dalam berbagai matriks
Cholecalciferol dapat diemulsikan sehingga larut dalam produk berbasis air seperti susu atau minuman fungsional tanpa mengubah rasa, warna, atau tekstur produk akhir. Metode seperti ini digunakan oleh industri makanan supaya konsistensi produk akhir terjaga sampai ke tangan konsumen.
Aplikasi (reagen) Cholecalciferol di dunia riset
Cholecalciferol menjadi bahan aktif untuk berbagai eksperimen. Berikut adalah beberapa peng aplikasian sebagai reagen aktif.
1. Standar pembanding
Cholecalciferol menjadi aplikasi untuk pembanding eksternal karena memiliki kemurnian tinggi. Pengujian ini digunakan sebagai standar eksternal dalam metode analisis instrumental.
Sampel makanan, minuman, atau suplemen akan diuji untuk mengukur kadar vitamin D3.
2. Media kultur sel
Cholecalciferol ditambahkan ke dalam media kultur untuk mempelajari respon seluler. Pengujian ini sering dilakukan dalam riset biologi sel.
Senyawa Cholecalciferol sebagai reagen untuk menginduksi diferensiasi sel punca menjadi sel tulang.Â
3. Riset formulasi farmasi
Cholecalciferol digunakan sebagai molekul dalam pengembangan teknologi farmasi. Senyawa ini sebagai zat aktif untuk menguji efektivitas sistem penghantar obat seperti liposom, nanopartikel lipid, atau mikroemulsi.
Tersedia Cholecalciferol di AMI Scientific
Cholecalciferol merupakan senyawa organik dengan tingkat kemurnian tinggi yang sering digunakan untuk standar pembanding produk makanan untuk mengukur kadar vitamin D3. Bersama TCI Japan, kami menghadirkan sistem distribusi pengiriman barang dalam 2 minggu. Kecepatan ini membuat proses reset Anda makin efisien, cepat selesai, target publikasi tercapai.Â
Percepat siklus riset Anda dari sekarang. Hubungi AMI Scientific untuk konsultasi dan pemesanan Methylnaphthalene TCI C0314 melalui tautan ini.