=====PRODUK 1=====
N-Butylmaleimide dengan nomor CAS 2973-09-3 adalah senyawa kimia organik dari golongan maleimida alkil yang diproduksi oleh TCI untuk keperluan penelitian laboratorium. Senyawa ini berperan sebagai bahan awal atau building block dalam berbagai reaksi sintesis, terutama karena gugus maleimida yang dimilikinya sangat reaktif terhadap gugus tiol (–SH). Reaktivitas tersebut menjadikannya senyawa andalan untuk reaksi adisi Michael, modifikasi senyawa biologis, serta pembentukan ikatan kovalen yang terkendali antar molekul. Di laboratorium kimia organik, biokimia, dan ilmu material, N-butilmaleimida dipakai untuk membangun molekul yang lebih kompleks, mulai dari senyawa antara obat, monomer fungsional, hingga konjugat biomolekul. Keberadaannya dalam kategori building block non-heterosiklik menegaskan posisinya sebagai zat antara sintesis yang serbaguna dan banyak dicari oleh peneliti.
Keunggulan utama N-Butylmaleimide terletak pada selektivitas gugus maleimidanya terhadap gugus tiol, sehingga reaksi dapat berlangsung cepat, bersih, dan relatif mudah dikendalikan dalam kondisi laboratorium biasa. Dibandingkan turunan maleimida lain, rantai butil pada senyawa ini memberikan karakter kelarutan yang baik dalam berbagai pelarut organik, sehingga memudahkan peneliti dalam menyusun sistem reaksi homogen maupun heterogen. Sebagai produk TCI, senyawa ini dikemas dengan standar kualitas untuk keperluan riset, memberikan konsistensi hasil yang penting bagi percobaan yang menuntut reproduksibilitas tinggi. Sifatnya yang reaktif namun tetap stabil selama penyimpanan yang tepat membuatnya praktis digunakan, baik untuk uji skala kecil maupun sintesis lanjutan. Kombinasi reaktivitas, kemudahan penanganan, dan ketersediaan dalam ukuran kemasan kecil menjadikannya pilihan efisien bagi laboratorium yang ingin meminimalkan pemborosan bahan.
Di Indonesia, N-Butylmaleimide banyak digunakan di laboratorium perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta pusat riset farmasi dan kimia yang mengembangkan senyawa antara obat, polimer fungsional, dan uji biokonjugasi. Ketersediaannya melalui AMI Scientific membantu peneliti lokal memperoleh bahan kimia berkualitas tanpa harus menunggu proses impor langsung dari luar negeri. Dengan pilihan kemasan 200 mg dan 1 g, laboratorium dapat menyesuaikan skala kebutuhan percobaan, baik untuk uji pendahuluan maupun sintesis yang lebih besar. Dukungan distribusi dan informasi produk yang jelas turut memperlancar kegiatan riset serta praktikum mahasiswa di berbagai daerah.
- Sintesis organik sebagai building block: N-butilmaleimida dipakai sebagai zat antara untuk membangun molekul target yang lebih kompleks melalui reaksi adisi dan substitusi pada gugus maleimida, sehingga mempercepat perancangan senyawa baru.
- Modifikasi protein dan enzim: gugus maleimida bereaksi selektif dengan gugus tiol sistein, sehingga senyawa ini digunakan untuk menandai, melabeli, atau memodifikasi protein secara kovalen dalam studi struktur dan fungsi biomolekul.
- Sintesis polimer fungsional: sebagai monomer maleimida, senyawa ini berpartisipasi dalam kopolimerisasi untuk menghasilkan polimer dengan gugus reaktif yang berguna bagi aplikasi material dan pelapisan permukaan.
- Reaksi adisi Michael: N-butilmaleimida bertindak sebagai akseptor Michael yang reaktif, memungkinkan penggabungan nukleofil seperti tiol dan amina untuk membentuk produk adisi dengan kondisi reaksi yang ringan.
- Studi penghambatan enzim dan biokonjugasi: kemampuannya mengikat gugus tiol secara kovalen menjadikannya alat untuk menonaktifkan enzim yang bergantung pada sistein serta untuk menghubungkan molekul biologis dengan penanda atau obat dalam penelitian biokonjugasi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2973-09-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200 mg dan 1 g |
| Bentuk fisik | sesuai keterangan pada label kemasan produk; periksa label untuk detail kenampakan |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya dan kelembapan |
Penyimpanan N-Butylmaleimide sebaiknya dilakukan di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, dengan wadah asli yang tertutup rapat untuk mencegah kontak dengan udara dan kelembapan. Paparan cahaya langsung sebaiknya dihindari karena dapat memicu degradasi senyawa. Sebelum digunakan, periksa label kemasan untuk petunjuk penyimpanan dan tanggal kedaluwarsa, serta pastikan wadah bebas kontaminasi. Saat menimbang atau memindahkan senyawa, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan nitril, kacamata keselamatan, dan jas laboratorium, serta lakukan penanganan di dalam lemari asam bila memungkinkan. Hindari menghirup debu atau uap, jangan biarkan bahan bersentuhan langsung dengan kulit dan mata, dan bersihkan tumpahan segera dengan prosedur yang aman sesuai ketentuan laboratorium.
- Li dkk. (2003). Synthesis and characterization of poly(N-n-butylmaleimide)–clay nanocomposites. Materials Letters doi:10.1016/s0167-577x(02)01420-9
- Bynum dkk. (1996). NMR Studies of Hindered Rotation. The Diels-Alder Adduct of N-n-Butylmaleimide With Phencyclone: Restricted Motion of Bridgehead Phenyls. Spectroscopy Letters doi:10.1080/00387019608007152
- Lokaj dkk. (1999). Poly(styrene-co-N-butylmaleimide) macroinitiators by controlled autopolymerization and related block copolymers. Journal of Applied Polymer Science doi:10.1002/(sici)1097-4628(19991205)74:10<2378::aid-app5>3.0.co;2-s
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
