=====PRODUK 1=====
N-Cyclohexylmaleimide dengan nomor CAS 1631-25-0 merupakan senyawa kimia golongan maleimida yang banyak digunakan sebagai building block atau blok penyusun dalam sintesis organik di laboratorium kimia. Senyawa ini memiliki cincin imida beranggota lima yang terikat pada gugus sikloheksil, sehingga menjadikannya reagen serbaguna untuk berbagai transformasi kimia, mulai dari reaksi adisi, polimerisasi radikal, hingga reaksi Diels-Alder. Di laboratorium, N-Cyclohexylmaleimide berperan sebagai monomer atau komonomer dalam pembuatan polimer dan kopolimer fungsional, serta sebagai zat antara (intermediate) untuk senyawa-senyawa yang lebih kompleks. Keberadaannya dalam kategori Non-Heterocyclic Building Blocks menunjukkan bahwa senyawa ini menjadi fondasi penting bagi peneliti yang merancang molekul baru, baik untuk keperluan riset akademik maupun pengembangan produk industri seperti bahan polimer, aditif, dan senyawa aktif lainnya.
Keunggulan utama N-Cyclohexylmaleimide terletak pada reaktivitas gugus maleimida yang sangat responsif terhadap berbagai jenis reaksi, termasuk reaksi adisi Michael dengan nukleofil dan reaksi sikloadisi dengan diena. Struktur imidanya yang stabil membuat senyawa ini dapat disimpan dengan baik dalam kondisi laboratorium yang lazim tanpa mengalami degradasi yang cepat. Selain itu, adanya gugus sikloheksil memberikan karakter hidrofobik yang dapat memengaruhi kelarutan dan kompatibilitas senyawa dalam berbagai media reaksi. Kemurnian dan konsistensi kualitas produk dari merek TCI menjadikannya pilihan yang andal untuk pekerjaan sintesis yang membutuhkan reprodusibilitas tinggi. Sifat ini sangat dihargai oleh para kimiawan karena keberhasilan suatu reaksi sering kali bergantung pada kualitas bahan awal yang digunakan.
Di Indonesia, senyawa ini banyak dipakai di laboratorium kimia organik, kimia polimer, dan kimia material pada perguruan tinggi serta lembaga penelitian seperti pusat riset kimia dan politeknik. Para peneliti dan mahasiswa pascasarjana menggunakannya untuk mengembangkan kopolimer dengan sifat termal dan mekanik yang lebih baik, misalnya untuk aplikasi membran, pelapis, dan bahan komposit. Ketersediaannya melalui distributor alat dan bahan laboratorium seperti AMI Scientific memudahkan institusi di berbagai kota di Indonesia untuk memperoleh bahan baku berkualitas dengan kemasan yang sesuai kebutuhan, baik 25 gram untuk uji skala kecil maupun 100 gram untuk penelitian lanjutan.
- Sintesis polimer dan kopolimer: digunakan sebagai monomer atau komonomer dalam polimerisasi radikal untuk menghasilkan polimer dengan stabilitas termal tinggi dan sifat mekanik yang lebih baik dibandingkan polimer stirena konvensional.
- Reaksi Diels-Alder: berperan sebagai dienofil dalam reaksi Diels-Alder dengan berbagai diena untuk membangun senyawa bisiklik dan polisiklik yang menjadi kerangka penting dalam sintesis produk alam dan bahan aktif.
- Adisi Michael: gugus maleimida yang elektrofilik memungkinkan reaksi adisi Michael dengan tiol dan amina, sehingga berguna untuk memodifikasi biomolekul atau membuat ikatan silang pada jaringan polimer.
- Modifikasi gugus tiol: reaktivitasnya yang selektif terhadap gugus tiol menjadikannya reagen yang cocok untuk reaksi biokonjugasi dan penandaan protein dalam penelitian biokimia dan kimia medisinal.
- Zat antara sintesis senyawa farmasi dan agrokimia: sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menjadi bahan awal untuk menyusun molekul obat, fungisida, dan aditif industri yang membutuhkan cincin imida dengan substituen sikloalkil.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1631-25-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 100 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin (umumnya berwarna putih hingga putih kekuningan) |
| Penyimpanan | simpan pada suhu ruang di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, serta terlindung dari cahaya langsung dan kelembapan |
N-Cyclohexylmaleimide sebaiknya disimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik dengan suhu ruang yang stabil. Wadah harus terlindung dari cahaya langsung dan kelembapan karena kondisi lembap dapat memengaruhi kualitas bahan. Saat menimbang atau memindahkan bahan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Hindari menghirup debu bahan dan sebisa mungkin bekerja di dalam lemari asam. Wadah yang telah dibuka sebaiknya segera ditutup kembali untuk mencegah kontaminasi dan penyerapan uap air, serta diberi label tanggal pembukaan agar riwayat pemakaiannya tercatat dengan baik.
- Otsu dkk. (1991). Increase in thermal stability of vinyl polymers through radical copolymerization with N ‐cyclohexylmaleimide. Polymer International doi:10.1002/pi.4990250309
- Schmidt‐Naake dkk. (1996). Living free radical donor‐acceptor copolymerization of styrene and N‐cyclohexylmaleimide and the synthesis of poly[styrene‐co‐(N‐cyclohexylmaleimide)]/polystyrene block copolymers. Macromolecular Rapid Communications doi:10.1002/marc.1996.030170908
- OISHI dkk. (1991). Photopolymerization and copolymerization of N-cyclohexylmaleimide.. KOBUNSHI RONBUNSHU doi:10.1295/koron.48.123
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
