TCI C2111 5-Chloro-2-(methylthio)benzothiazole adalah senyawa heterosiklik yang menggabungkan inti benzotiazol dengan atom klor pada cincin benzena dan gugus metiltio pada posisi dua. Senyawa ini termasuk building block heterosiklik, yaitu bahan awal yang menyediakan kerangka cincin siap pakai bagi peneliti sintesis. Di laboratorium, kerangka benzotiazol sangat dihargai karena banyak muncul pada molekul bioaktif, zat warna, dan bahan fungsional, sehingga tersedianya inti ini dalam bentuk murni sangat memangkas jumlah langkah sintesis yang harus dikerjakan dari bahan yang lebih sederhana.
Sifat yang membuatnya menarik adalah gugus metiltio pada posisi dua yang berperan ganda. Gugus tersebut dapat bertindak sebagai gugus pergi yang baik dalam reaksi substitusi nukleofilik aromatik, terlebih setelah dioksidasi menjadi sulfoksida atau sulfon, sehingga posisi dua dapat diganti dengan amina, alkoksida, atau nukleofil lain secara terkendali. Sementara itu, atom klor pada cincin benzena menyediakan titik reaksi kedua untuk kopling silang berbasis logam transisi. Inti benzotiazolnya sendiri bersifat aromatik dan stabil terhadap kondisi reaksi umum, serta memberi karakter elektronik yang berguna pada penelitian bahan berpendar dan sensor.
Di Indonesia, senyawa ini digunakan pada laboratorium kimia medisinal, penelitian agrokimia, dan riset material organik di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Kemasan 1 g dan 5 g sangat sesuai untuk penelitian skala kecil, seperti penapisan kondisi reaksi, pembuatan seri turunan untuk uji aktivitas, atau penyiapan sampel karakterisasi spektroskopi tanpa menimbulkan sisa bahan yang tidak terpakai.
Produk TCI terkait
- 5-Bromo-4-chloro-2-(methylthio)pyrimidine, CAS 63810-78-6, TCI B4406
- 4-Amino-6-chloro-2-(methylthio)pyrimidine, CAS 1005-38-5, TCI A2848
- Ethyl 4-Chloro-2-(methylthio)pyrimidine-5-carboxylate, CAS 5909-24-0, TCI E0841
- 4-Chloro-6-methyl-2-(methylthio)pyrimidine, CAS 17119-73-2, TCI C2952
- 5-Chloro-2-(methylthio)pyrimidine-4-carboxylic Acid, CAS 61727-33-1, TCI C2549
- 2-(4-Bromophenyl)benzothiazole, CAS 19654-19-4, TCI B2679
- Sintesis turunan benzotiazol tersubstitusi: gugus metiltio berfungsi sebagai gugus pergi sehingga posisi dua mudah digantikan oleh berbagai nukleofil pilihan.
- Penelitian kimia medisinal: inti benzotiazol sering ditemukan pada molekul bioaktif sehingga bahan ini berguna untuk menyusun pustaka senyawa uji.
- Pengembangan bahan agrokimia: kerangka heterosiklik berbelerang menjadi dasar banyak senyawa fungsional yang dipelajari pada penelitian perlindungan tanaman.
- Reaksi kopling silang terkatalisis logam: atom klor pada cincin aromatik menyediakan titik reaksi untuk pembentukan ikatan karbon–karbon maupun karbon–heteroatom.
- Penelitian bahan berpendar dan sensor: sifat elektronik inti benzotiazol mendukung kajian material optik dan probe pendeteksi ion di laboratorium.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3507-41-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya |
Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat pada ruang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari cahaya matahari langsung serta sumber panas. Karena tergolong bahan khusus dengan kemasan kecil, sebaiknya seluruh isi ditimbang menggunakan spatula bersih dan kering agar tidak terkontaminasi, lalu wadah segera ditutup kembali. Senyawa berbelerang dapat memiliki bau khas, sehingga penimbangan dan pemindahan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan, serta hindari kontak dengan kulit dan menghirup debunya. Jauhkan dari oksidator kuat dan buang sisa bahan sesuai prosedur limbah kimia laboratorium.
—








