TCI C2115 4-Chloro-3-methylbenzoic Acid adalah bahan kimia sintesis organik golongan asam benzoat tersubstitusi yang membawa gugus kloro dan metil pada posisi berdekatan di cincin aromatik. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai *building block* non-heterosiklik, yaitu kerangka awal yang direaksikan lebih lanjut menjadi amida, ester, klorida asam, atau inti heterosiklik. Peneliti kimia medisinal, kimia bahan, dan kimia organik sintetik memanfaatkannya ketika mereka membutuhkan fragmen aromatik yang sudah membawa pola substitusi tertentu sehingga tidak perlu disintesis dari nol melalui jalur halogenasi yang panjang dan sering kurang selektif.
Karakteristik yang membuat bahan ini banyak dipilih adalah kombinasi gugus fungsi yang saling melengkapi. Gugus karboksilat menyediakan titik reaksi yang sangat serbaguna untuk aktivasi dan penggandengan (*coupling*), sementara atom klor berperan ganda: menarik elektron sehingga memodulasi keasaman dan reaktivitas cincin, sekaligus menjadi pegangan untuk reaksi penggandengan silang berkatalis logam pada tahap berikutnya. Gugus metil menambahkan sifat lipofilik dan halangan sterik yang terukur, sebuah parameter yang sering dieksplorasi ketika menyusun seri analog untuk studi hubungan struktur–aktivitas. Bentuk padatnya juga memudahkan penimbangan akurat pada skala miligram hingga gram.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini umumnya digunakan pada riset skala penelitian di perguruan tinggi, lembaga riset pemerintah, serta unit litbang industri farmasi dan agrokimia. Kemasan 5 g sangat sesuai dengan pola kerja riset tesis, disertasi, dan hibah penelitian yang biasanya menjalankan reaksi skala milimol dengan beberapa kali pengulangan optimasi. Ukuran ini juga membantu laboratorium menjaga perputaran stok tetap sehat, menghindari penyimpanan bahan sisa dalam waktu terlalu lama di iklim tropis yang lembap.
- Sintesis amida dan pustaka senyawa turunan, karena gugus karboksilatnya mudah diaktifkan dengan reagen penggandeng standar sehingga cocok untuk pembuatan seri analog secara paralel di skala riset.
- Pembuatan ester dan klorida asam sebagai zat antara, memanfaatkan reaktivitas karboksilat yang dapat diubah menjadi elektrofil kuat untuk asilasi alkohol, amina, maupun nukleofil aromatik lainnya.
- Pembangunan inti heterosiklik seperti oksadiazol atau benzoksazol, sebab fragmen aril karboksilat merupakan prekursor klasik pada reaksi siklisasi dengan hidrazida maupun aminofenol.
- Studi hubungan struktur–aktivitas pada kimia medisinal, karena kehadiran substituen kloro dan metil memberi variasi lipofilisitas serta efek sterik yang sistematis untuk dibandingkan antaranalog.
- Penyiapan larutan baku kerja untuk pengembangan metode HPLC atau KLT, mengingat gugus aromatiknya memberikan serapan ultraviolet yang jelas sehingga mudah dideteksi detektor UV.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog C2115 |
|---|---|
| Nomor CAS | 7697-29-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin/serbuk; deskripsi dan kemurnian lot mengacu pada Certificate of Analysis |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya dalam wadah tertutup rapat |
Simpan wadah asli dalam keadaan tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari sinar matahari langsung serta sumber panas. Karena bersifat asam dan berbentuk padatan halus, hindari terbentuknya debu saat penimbangan; lakukan pekerjaan di lemari asam atau ruang berventilasi memadai dan gunakan jas laboratorium, sarung tangan nitril, serta kacamata pelindung. Pisahkan penyimpanannya dari basa kuat dan oksidator kuat. Gunakan spatula bersih dan kering untuk mencegah kontaminasi silang, tutup kembali wadah segera setelah pengambilan, dan catat setiap pemakaian pada kartu kendali bahan. Buang limbah sesuai prosedur pengelolaan limbah kimia laboratorium yang berlaku.
—
