TCI C2133 Nalpha-Carbobenzoxy-D-histidine adalah turunan asam amino histidin dalam konfigurasi D yang gugus amino alfa-nya telah dilindungi dengan gugus karbobenzoksi (Cbz atau Z). Bahan ini termasuk kelompok reagen kimia peptida, yaitu bahan yang digunakan untuk merangkai asam amino menjadi rantai peptida secara terkendali. Perlindungan pada gugus amino alfa mencegah terjadinya reaksi silang yang tidak diinginkan selama pembentukan ikatan peptida, sehingga peneliti dapat mengatur urutan penyambungan residu satu per satu sesuai rancangan struktur peptida yang sedang disintesis di laboratorium.
Sifat yang membuat reagen ini banyak dipilih adalah kestabilan gugus pelindung Cbz terhadap berbagai kondisi reaksi, sekaligus kemudahannya dilepas kembali melalui hidrogenolisis. Karakter ortogonal tersebut memungkinkan strategi perlindungan bertingkat ketika suatu peptida memuat beberapa gugus fungsi sensitif. Konfigurasi D pada senyawa ini juga bernilai khusus, sebab residu D-histidin sering disisipkan untuk meningkatkan ketahanan peptida terhadap enzim proteolitik dan untuk mempelajari pengaruh stereokimia terhadap aktivitas biologis. Cincin imidazol pada histidin sendiri berperan penting dalam interaksi koordinasi logam dan katalisis asam-basa pada peptida hasil sintesis.
Di lingkungan laboratorium Indonesia, reagen ini umum dipakai pada riset peptida di fakultas farmasi, kimia, dan bioteknologi, termasuk pengembangan peptida antimikroba serta studi struktur-aktivitas. Kemasan berukuran kecil sangat sesuai dengan pola kerja riset skala laboratorium yang biasanya menggunakan bahan dalam jumlah miligram hingga gram. Identitas bahan yang jelas melalui nomor CAS membantu tim laboratorium melakukan verifikasi dokumen, penelusuran, dan pelaporan penelitian dengan lebih rapi.
- Sintesis peptida fase larutan: dipakai sebagai residu histidin terlindungi sehingga pembentukan ikatan peptida berlangsung terarah tanpa reaksi samping pada gugus amino alfa.
- Perancangan peptida tahan protease: penyisipan residu D-histidin membantu peneliti memperoleh analog peptida yang lebih stabil terhadap degradasi enzimatik dalam sistem uji biologis.
- Studi hubungan struktur dan aktivitas: penggantian residu L dengan D memungkinkan evaluasi peran stereokimia terhadap aktivitas dan konformasi peptida secara sistematis.
- Sintesis peptidomimetik: digunakan untuk membangun kerangka molekul menyerupai peptida yang dirancang memiliki sifat farmakokinetik lebih baik dibanding peptida alami.
- Riset peptida pengikat logam: cincin imidazol histidin berperan sebagai situs koordinasi, sehingga reagen ini berguna untuk membuat peptida model kompleks logam.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 67424-93-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | padatan pada suhu ruang; periksa label dan lembar data produk untuk keterangan rinci |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran pada label produk |
Simpan reagen dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering serta terlindung dari kelembapan udara yang dapat memengaruhi mutu bahan. Bila laboratorium memiliki desikator atau lemari pendingin khusus reagen, penggunaannya membantu menjaga kestabilan selama masa simpan. Gunakan spatula kering dan bersih setiap kali pengambilan agar tidak terjadi kontaminasi silang antar bahan. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung saat menimbang, serta hindari menghirup debu halus. Tutup kembali wadah segera setelah digunakan dan catat pemakaian pada logbook laboratorium.
—

