Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 7662-58-0

N-Carbobenzoxy-D-leucine Dicyclohexylammonium Salt TCI C2135

N-Carbobenzoxy-D-leucine Dicyclohexylammonium Salt TCI C2135
Harga reguler Rp 680.400,00
Harga reguler Harga obral Rp 680.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI C2135 N-Carbobenzoxy-D-leucine Dicyclohexylammonium Salt merupakan bentuk garam disikloheksilamonium dari D-leusin yang gugus aminonya telah dilindungi dengan gugus karbobenzoksi. Bahan ini termasuk reagen kimia peptida yang berfungsi menyediakan residu leusin terlindungi bagi peneliti yang merangkai rantai peptida secara bertahap. Pembentukan garam dengan disikloheksilamin merupakan praktik yang lazim dalam kimia peptida karena membantu memperoleh bahan dalam bentuk padatan yang lebih mudah ditangani, ditimbang, dan disimpan dibandingkan asam bebasnya yang kerap bersifat lengket atau sulit dikristalkan di laboratorium.

Keunggulan yang membuat bahan ini dipilih terletak pada kombinasi antara kemudahan penanganan fisik dan kejelasan stereokimia. Garam disikloheksilamonium umumnya memberikan padatan dengan sifat penanganan yang baik, sementara gugus pelindung Cbz tetap stabil pada banyak kondisi reaksi dan dapat dilepas melalui hidrogenolisis ketika tahap deproteksi diperlukan. Rantai samping isobutil dari leusin bersifat hidrofobik, sehingga residu ini sering menentukan pelipatan, agregasi, dan interaksi peptida dengan membran. Konfigurasi D memberi nilai tambah bagi peneliti yang ingin merancang analog peptida non-alami dengan profil kestabilan berbeda.

Bagi laboratorium di Indonesia, bahan ini banyak digunakan dalam riset sintesis peptida skala kecil, pengembangan senyawa antimikroba berbasis peptida, serta praktikum lanjut kimia organik dan biokimia di tingkat pascasarjana. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai dengan kebutuhan penelitian yang umumnya berlangsung dalam skala miligram. Kejelasan identitas melalui nomor CAS memudahkan pencatatan inventaris, verifikasi bahan saat audit internal, dan penyusunan laporan penelitian.

  • Sintesis peptida bertahap: menyediakan residu D-leusin dengan gugus amino terlindungi sehingga penggandengan asam amino berikutnya berlangsung terarah dan mudah dikendalikan.
  • Perancangan peptida antimikroba: rantai samping leusin yang hidrofobik berperan penting dalam interaksi peptida dengan membran sel mikroba yang sedang diteliti.
  • Pembuatan analog peptida non-alami: konfigurasi D dipakai untuk menyusun urutan yang lebih tahan terhadap enzim proteolitik dalam pengujian stabilitas biologis.
  • Studi konformasi dan pelipatan peptida: residu leusin sering menjadi penentu struktur sekunder, sehingga berguna dalam riset model heliks maupun agregasi peptida.
  • Riset peptidomimetik dan katalisis organik: kerangka asam amino terlindungi ini dipakai membangun ligan atau organokatalis kiral dalam penelitian sintesis asimetris.

Merek TCI
Nomor CAS 7662-58-0
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan garam disikloheksilamonium; rujuk label dan lembar data produk untuk keterangan rinci
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran pada label produk

Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan jauh dari uap asam maupun basa yang dapat mengganggu bentuk garamnya. Hindari paparan kelembapan berlebih dengan menutup wadah segera setelah penimbangan dan, bila memungkinkan, menyimpannya di dalam desikator. Gunakan spatula bersih dan kering untuk mencegah kontaminasi silang antar reagen. Saat menangani bahan, kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta hindari terhirupnya debu halus. Baca lembar data keselamatan bahan sebelum pemakaian dan catat setiap pengambilan pada logbook laboratorium.