=====PRODUK 1=====
3-Chloro-4-iodoaniline adalah senyawa kimia organik golongan anilin tersubstitusi yang termasuk dalam kelompok building blocks non-heterosiklik, dengan nomor CAS 135050-44-1. Dalam praktik laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku sintesis (starting material) yang kerap dipakai untuk membangun molekul yang lebih kompleks melalui reaksi kopling silang dan transformasi gugus fungsi. Keberadaan gugus amina aromatik pada strukturnya menjadikannya titik awal yang fleksibel untuk reaksi amidasi, imina, ataupun pengikatan pada kerangka senyawa target. Bagi laboratorium kimia organik, kimia medisinal, dan kimia material, senyawa ini menjadi salah satu komponen penting dalam perencanaan rute sintesis karena memungkinkan peneliti memperoleh senyawa antara (intermediate) dengan kerangka aromatik yang sudah tersubstitusi ganda.
Karakteristik utama yang membuat 3-Chloro-4-iodoaniline dipilih para peneliti adalah kehadiran dua atom halogen berbeda, yaitu klorin dan iodin, pada cincin aromatiknya. Atom iodin memiliki reaktivitas jauh lebih tinggi dalam reaksi kopling silang yang dikatalisis logam transisi dibandingkan klorin, sehingga memungkinkan modifikasi kimia selektif pada posisi iodo terlebih dahulu sementara klorin tetap dipertahankan. Perbedaan reaktivitas ini memberi kendali kemoselektivitas yang sangat berharga dalam sintesis bertahap. Selain itu, gugus amina yang terikat pada cincin dapat diubah menjadi berbagai turunan fungsional seperti amida, sulfonamida, atau garam diazonium, memperluas jangkauan reaksi yang dapat dilakukan. Ketersediaannya sebagai senyawa komersial dengan kemurnian terkontrol dari pemasok seperti TCI memastikan reproduktifitas hasil percobaan, faktor penting dalam riset dan pengendalian mutu.
Di Indonesia, senyawa ini banyak dicari oleh laboratorium riset di perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta industri kimia halus dan farmasi yang tengah mengembangkan kandidat obat, bahan aktif pestisida, ataupun senyawa antara untuk material fungsional. Ketersediaannya dalam kemasan 5 g dan 25 g memudahkan laboratorium berskala kecil dan menengah untuk merencanakan stok sesuai kebutuhan percobaan tanpa pemborosan. Dengan meningkatnya fokus pada riset kimia medisinal dan hilirisasi produk kimia di tanah air, peran building block semacam ini menjadi semakin penting, terutama bagi peneliti yang membangun pustaka senyawa atau menyiapkan calon senyawa untuk uji aktivitas biologis.
- Reaksi kopling silang Suzuki-Miyaura: senyawa ini menjadi pasangan elektrofil yang andal karena atom iodinnya sangat reaktif terhadap katalis paladium, sehingga memungkinkan pembentukan ikatan karbon-karbon dengan asam boronat secara efisien dan selektif.
- Sintesis senyawa antara farmasi: gugus amina aromatiknya dapat difungsionalisasi menjadi amida atau sulfonamida, menjadikannya bahan awal yang cocok untuk membangun kerangka kandidat obat yang mengandung cincin aromatik tersubstitusi.
- Reaksi Buchwald-Hartwig: posisi iodo yang reaktif memungkinkan aminasi aromatik dengan berbagai amina, menghasilkan senyawa diamin aromatik yang kerap dibutuhkan dalam riset bahan aktif dan ligan.
- Transformasi gugus fungsi bertahap: perbedaan reaktivitas antara iodin dan klorin memungkinkan peneliti melakukan modifikasi pada satu posisi terlebih dahulu, sangat membantu dalam penyusunan rute sintesis bertingkat yang memerlukan kemoselektivitas.
- Pembuatan pustaka senyawa untuk skrining biologis: kerangka anilin terhalogenasi ini mudah diturunkan menjadi beragam analog, sehingga cocok untuk sintesis paralel senyawa dalam program penemuan obat dan studi hubungan struktur-aktivitas.
| Merek | TCI (kode produk C2167) |
|---|---|
| Nomor CAS | 135050-44-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan, umumnya berupa kristal |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya |
Penyimpanan yang lazim untuk 3-Chloro-4-iodoaniline adalah dalam wadah kaca asli yang tertutup rapat, disimpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Paparan cahaya dan udara yang berlebihan sebaiknya dihindari untuk menjaga kestabilan senyawa selama masa simpan. Saat menimbang atau memindahkan senyawa, gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan masker, serta lakukan di dalam lemari asam bila memungkinkan untuk mencegah terpaparnya debu halus. Hindari kontak langsung dengan kulit, mata, dan saluran pernapasan; cuci tangan setelah bekerja. Beri label yang jelas pada wadah, catat tanggal penerimaan, dan gunakan prinsip first-expired-first-out agar kualitas bahan tetap terjaga dan setiap percobaan memperoleh hasil yang konsisten.
—
