TCI C2185 2-Chloro-3-methoxybenzaldehyde merupakan benzaldehida tersubstitusi ganda yang membawa atom klor pada posisi orto dan gugus metoksi pada posisi meta relatif terhadap gugus aldehida. Senyawa ini tergolong building block non-heterosiklik yang dirancang untuk mempersingkat rute sintesis, karena pola substitusi khas seperti ini sulit dan mahal bila harus dibangun sendiri dari benzaldehida sederhana. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai kerangka aromatik siap pakai yang sudah membawa pola elektronik dan sterik tertentu, sehingga peneliti dapat langsung memfokuskan usaha pada tahap pembentukan ikatan kunci menuju molekul target.
Sifat yang membuat bahan ini dipilih adalah kombinasi pengaruh elektronik dua substituennya. Gugus metoksi bersifat pendonor elektron melalui resonansi, sedangkan atom klor bersifat penarik elektron secara induktif; keduanya bersama-sama membentuk profil kerapatan elektron cincin yang khas dan memengaruhi reaktivitas gugus aldehida maupun arah substitusi berikutnya. Aldehida aromatiknya tetap reaktif terhadap kondensasi, aminasi reduktif, dan reaksi organologam. Atom klor pada posisi orto juga menjadi titik masuk bagi reaksi kopling silang serta reaksi siklisasi intramolekul. Wujudnya sebagai padatan memudahkan penimbangan presisi dan penyimpanan tanpa perlakuan khusus yang rumit.
Di Indonesia, senyawa ini banyak digunakan pada laboratorium kimia medisinal, unit penelitian dan pengembangan farmasi, serta kelompok riset sintesis heterosiklik di perguruan tinggi. Kemasan 5 g dan 25 g memberi pilihan praktis: ukuran kecil untuk percobaan penjajakan kondisi reaksi, dan ukuran lebih besar untuk optimasi maupun produksi zat antara dalam skala riset. Fleksibilitas ini mendukung pengelolaan bahan yang efisien dan berkelanjutan.
- Zat antara sintesis heterosiklik: kombinasi aldehida orto-klorinasi memungkinkan siklisasi intramolekul menuju berbagai sistem cincin terkondensasi yang menarik secara farmakologis.
- Kondensasi pembentuk ikatan karbon-karbon: aldehida aromatik ini bereaksi baik pada reaksi Wittig, Knoevenagel, maupun penambahan reagen Grignard dan organolitium.
- Sintesis basa Schiff dan turunan imina: reaksi dengan amina primer menghasilkan ligan maupun zat antara yang berguna pada penelitian kimia koordinasi.
- Prekursor reaksi kopling silang: atom klor aromatik memungkinkan pembentukan ikatan karbon-karbon dan karbon-nitrogen baru melalui katalisis paladium pada tahap lanjut.
- Penelitian kimia medisinal: pola substitusi klor dan metoksi kerap dipakai untuk menyetel sifat elektronik dan metabolik kandidat senyawa aktif yang dikembangkan.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 54881-49-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya, dalam wadah tertutup rapat |
Simpan bahan pada tempat sejuk dan kering dengan ventilasi memadai, dalam wadah asli yang tertutup rapat serta terlindung dari cahaya langsung agar gugus aldehida tidak perlahan teroksidasi menjadi asam karboksilat. Hindari paparan udara lembap yang berkepanjangan dan jangan menyimpan berdekatan dengan bahan pengoksidasi kuat, amina, maupun basa kuat. Gunakan spatula bersih dan kering setiap pengambilan, dan lakukan penimbangan di lemari asam bila serbuk berpotensi beterbangan. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan. Tutup kembali wadah segera setelah selesai dan selalu rujuk lembar data keselamatan bahan sebelum memulai pekerjaan.
—

