=====PRODUK 1=====
1,2,4,5-Cyclohexanetetracarboxylic acid merupakan senyawa organik berbasis cincin sikloheksana yang membawa empat gugus asam karboksilat pada posisi 1,2,4,5. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block atau blok penyusun yang serbaguna untuk sintesis berbagai senyawa turunan, termasuk pembentukan ester, imida, ligan koordinasi, dan monomer polimer fungsional. Kehadiran empat gugus karboksil yang reaktif menjadikannya bahan awal yang ideal untuk reaksi kondensasi dan modifikasi struktur, sehingga banyak digunakan dalam riset kimia organik, kimia polimer, kimia material, dan pengembangan senyawa antara untuk aplikasi industri maupun akademik. Produk ini dipasarkan oleh TCI dengan nomor katalog C2198 dan nomor CAS 15383-49-0, serta tersedia dalam kemasan 5 gram dan 25 gram yang disesuaikan dengan kebutuhan skala kerja laboratorium.
Senyawa ini dipilih peneliti terutama karena struktur sikloheksananya yang relatif kaku dan simetris, sehingga memberikan kerangka molekul yang stabil dan memudahkan kontrol geometri pada produk akhir sintesis. Empat gugus asam karboksilat yang terdistribusi pada cincin memungkinkan senyawa ini bertindak sebagai unit penghubung yang mampu membentuk ikatan hidrogen maupun ikatan kovalen secara simultan, menjadikannya sangat fleksibel untuk berbagai strategi reaksi. Sebagai produk tingkat reagen dari TCI, kualitas dan konsistensi senyawa ini mendukung hasil eksperimen yang dapat direproduksi, sementara sifat fisiknya yang relatif stabil memudahkan proses penimbangan, pengukuran, dan penyimpanan di laboratorium konvensional. Dengan kombinasi reaktivitas dan stabilitas tersebut, senyawa ini menjadi pilihan andal untuk eksperimen yang menuntut presisi, baik pada skala kecil maupun ketika reaksi diperbesar untuk keperluan pengembangan proses.
Di laboratorium Indonesia, baik di perguruan tinggi, lembaga riset, maupun laboratorium industri kimia, senyawa ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam penelitian kimia organik sintetik, terutama untuk pengembangan monomer dan material polimer bernilai tambah. Keberadaannya sebagai bahan kimia berkualitas internasional dari TCI membantu peneliti lokal memperoleh standar mutu yang konsisten tanpa perlu melakukan pemurnian tambahan yang rumit dan memakan waktu. Kemasan 5 gram sangat cocok untuk uji pendahuluan dan optimasi kondisi reaksi, sedangkan kemasan 25 gram mendukung eksperimen lanjutan maupun studi skala pilot di laboratorium. Dengan demikian, pemanfaatan senyawa ini turut mendorong kemajuan riset material, kimia koordinasi, dan kimia hijau di Indonesia.
Produk TCI terkait
- TCI B3792 4371-28-2 Biphenyl-3,3',5,5'-tetracarboxylic Acid
- TCI C2502 53159-92-5 1,2,3,4-Cyclobutanetetracarboxylic Acid
- TCI C0856 3724-52-5 1,2,3,4-Cyclopentanetetracarboxylic Acid
- TCI B0684 4534-68-3 meso-Butane-1,2,3,4-tetracarboxylic Acid
- TCI B6179 22803-05-0 [1,1'-Biphenyl]-3,3',4,4'-tetracarboxylic Acid
- TCI T2769 1032-95-7 Tetramethyl cis,trans,cis-1,2,3,4-Cyclobutanetetracarboxylate
- Sintesis monomer polimer fungsional: empat gugus asam karboksilat memungkinkan reaksi esterifikasi atau amidasi untuk menghasilkan monomer baru dengan kerangka sikloheksana yang kaku dan stabil.
- Pembentukan polimida dan turunan imida siklik: struktur asam tetrakarboksilat dapat bereaksi dengan amina membentuk imida yang berguna untuk pengembangan material tahan panas dan berkinerja tinggi.
- Ligan dalam kimia koordinasi: gugus karboksil yang banyak dapat mengikat ion logam membentuk kompleks koordinasi maupun metal-organic framework untuk riset katalisis dan adsorpsi.
- Fungsionalisasi dan modifikasi permukaan: gugus karboksil reaktif dapat berikatan dengan permukaan logam atau oksida logam untuk studi modifikasi permukaan dan rekayasa material.
- Bahan awal senyawa antara untuk riset agrokimia dan kimia halus: kerangka polifungsionalnya dapat diubah menjadi berbagai senyawa antara untuk pengembangan kandidat bahan aktif dan produk kimia bernilai tinggi.
| Merek | TCI (nomor katalog C2198) |
|---|---|
| Nomor CAS | 15383-49-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | umumnya berupa padatan kristalin berwarna putih |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan |
Senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, serta terlindung dari cahaya langsung dan kelembapan yang berlebihan. Wadah plastik atau kaca yang inert dan mudah ditutup kembali sangat disarankan agar kontaminasi silang dan penyerapan uap air dapat dicegah. Saat menimbang, gunakan sendok spatula yang bersih dan hindari pembentukan debu agar tidak terhirup. Gunakan alat pelindung diri berupa sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta kerjakan di dalam lemari asam bila reaksi berlangsung dalam skala besar. Jauhkan senyawa ini dari bahan yang tidak kompatibel seperti basa kuat dan oksidator, serta beri label yang jelas pada setiap wadah untuk keperluan identifikasi dan penelusuran.
- Raut dkk. (2018). Supramolecular Assemblies of cis,cis,cis ‐1,2,4,5‐Cyclohexanetetracarboxylic Acid with Various Aza‐Donors. ChemistrySelect doi:10.1002/slct.201702990
- Uchida dkk. (2003). cis,cis,cis-1,2,4,5-Cyclohexanetetracarboxylic acid and its dianhydride. Acta Crystallographica Section C Crystal Structure Communications doi:10.1107/s0108270103013362
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Organic-Inorganic Hybrid MaterialsMetal Organic Frameworks (MOF) and Their Raw MaterialsOrganic Linker Molecules [Metal Organic Frameworks (MOFs) Precursors]
- Polymer/Macromolecule ReagentsMetal Organic Frameworks (MOF) and Their Raw MaterialsOrganic Linker Molecules [Metal Organic Frameworks (MOFs) Precursors]
