TCI C2237 Chlorzoxazone adalah senyawa benzoksazolon terklorinasi yang tersedia sebagai reagen riset dan telah lama dikenal dalam literatur farmakologi. Di laboratorium, senyawa ini paling sering dipakai bukan sebagai bahan sintesis melainkan sebagai probe kimia, yakni molekul yang perilakunya dalam sistem biologis sudah dipetakan dengan baik sehingga dapat dipakai untuk menyelidiki sistem lain. Peranannya mencakup kajian metabolisme obat, studi enzim mikrosomal, hingga percobaan dalam bidang mikrobiologi yang meneliti pengaruh senyawa kecil terhadap perilaku sel bakteri dan komunikasinya.
Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah profil metaboliknya yang sangat terdefinisi serta ketersediaan metode analisis yang mapan untuk mendeteksi senyawa induk maupun produk hidroksilasinya. Struktur benzoksazolonnya cukup stabil pada penyimpanan biasa, berbentuk padatan kristalin yang mudah ditimbang, dan larut dalam pelarut organik umum seperti DMSO sehingga larutan stok mudah disiapkan untuk percobaan berbasis sel. Karakter cincin aromatik terklorinasi juga memberi sifat lipofilik yang memadai untuk menembus membran sel, satu hal yang penting dalam percobaan mikrobiologi. Kemasan 25 g memadai untuk rangkaian percobaan berulang.
Laboratorium di Indonesia memakai bahan ini terutama pada riset farmakologi dan toksikologi di fakultas farmasi dan kedokteran, laboratorium mikrobiologi yang mengkaji perilaku dan komunikasi antar-sel bakteri, serta unit yang mengembangkan metode analisis obat. Kemasan tunggal berukuran cukup besar sesuai untuk laboratorium yang menjalankan uji rutin dan memerlukan bahan pembanding dalam jumlah stabil sepanjang periode penelitian, sekaligus mengurangi variasi antar-batch pada percobaan berseri.
- Penelitian quorum sensing, karena senyawa kecil lipofilik seperti ini dapat diuji pengaruhnya terhadap sistem komunikasi antar-sel bakteri pada berbagai konsentrasi.
- Studi metabolisme obat secara in vitro, sebab jalur hidroksilasinya telah dipetakan dengan baik sehingga cocok sebagai probe aktivitas enzim mikrosomal hati.
- Uji penapisan senyawa terhadap kultur bakteri, mengingat kelarutannya dalam DMSO memudahkan penyiapan seri pengenceran yang seragam untuk pelat mikro.
- Pengembangan dan validasi metode HPLC atau LC-MS, karena bahan mutu reagen diperlukan sebagai standar kerja dalam penetapan kadar dan uji perolehan kembali.
- Percobaan farmakologi eksperimental pada model laboratorium, sebab senyawa ini memiliki dokumentasi literatur luas yang memudahkan perbandingan hasil antar-penelitian.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 95-25-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Microbiology > Quorum Sensing Research |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin berwarna putih hingga hampir putih |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya |
Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya langsung serta jauh dari asam kuat dan bahan pengoksidasi. Gunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung saat menimbang, dan lakukan pemindahan serbuk di area berventilasi atau lemari asam agar debu halus tidak terhirup. Siapkan larutan stok dalam pelarut yang sesuai, simpan dalam alikuot kecil bertutup rapat, dan beri label jelas berisi konsentrasi serta tanggal pembuatan. Untuk penggunaan penelitian.
- McCarver dkk. (1998). CYP2E1 mutation associated with increased chlorzoxazone (CZ) metabolic ability. Toxicology Letters doi:10.1016/s0378-4274(98)80389-5
- Mehvar dkk. (2006). Hepatic Disposition of the Cytochrome P450 2E1 Marker Chlorzoxazone and its Hydroxylated Metabolite in Isolated Perfused Rat Livers. Journal of Pharmaceutical Sciences doi:10.1002/jps.20503
- Deosarkar dkk. (2021). Study of Solution Behaviour of Chlorzoxazone in Ethanol–Water through Thermodynamic Properties. Russian Journal of Physical Chemistry A doi:10.1134/s0036024421150073
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
