TCI C2251 Carbonyl(dihydrido)tris(triphenylphosphine)ruthenium(II) adalah kompleks rutenium bervalensi rendah yang mengikat satu ligan karbonil, dua ligan hidrida, dan tiga ligan trifenilfosfina. Kompleks ini merupakan salah satu katalis paling terkenal dalam kimia aktivasi ikatan C–H, terutama sebagai katalis reaksi Murai yang memungkinkan penambahan langsung ikatan C–H aromatik ke olefin dengan bantuan gugus pengarah. Di laboratorium sintesis modern, keberadaan katalis semacam ini membuka jalur pembentukan ikatan karbon-karbon tanpa perlu menyiapkan gugus pergi atau organologam stoikiometrik terlebih dahulu.
Keunggulan yang membuatnya dipilih terletak pada dua ligan hidrida yang mudah dilepaskan, sehingga menghasilkan spesies rutenium tak jenuh koordinasi yang sangat aktif dalam siklus katalitik. Ligan karbonil menstabilkan pusat logam pada tingkat oksidasi rendah, sementara ligan trifenilfosfina memberikan kerapatan elektron sekaligus halangan sterik yang menentukan selektivitas reaksi. Kombinasi ini menghasilkan katalis dengan aktivitas tinggi pada pemuatan rendah dan toleransi gugus fungsi yang baik. Sebagai padatan, kompleks ini dapat ditangani secara singkat di udara, meskipun penyimpanan di bawah atmosfer inert sangat dianjurkan.
Laboratorium riset katalisis di universitas dan lembaga penelitian Indonesia menggunakan katalis ini pada penelitian fungsionalisasi C–H, sintesis senyawa aromatik tersubstitusi, dan reaksi transfer hidrogen. Tersedianya kemasan 250 mg dan 1 g sangat membantu, karena katalis logam mulia umumnya dipakai dalam jumlah sangat kecil per reaksi. Kemasan 250 mg memadai untuk penjajakan awal dan optimasi, sedangkan 1 g mendukung penelitian berkelanjutan dengan reaksi berulang.
- Reaksi Murai untuk penambahan ikatan C–H aromatik ke olefin, memanfaatkan gugus pengarah agar fungsionalisasi berlangsung selektif pada posisi orto.
- Katalisis transfer hidrogen dan hidrogenasi keton, karena ligan hidrida yang telah tersedia pada kompleks mempercepat tahap awal siklus katalitik.
- Reaksi hidroasilasi dan hidroalkenilasi, sebab pusat rutenium mampu menyisipkan diri ke ikatan C–H aldehida maupun arena secara terkendali.
- Sintesis senyawa aromatik tersubstitusi kompleks tanpa prafungsionalisasi halida, sehingga jumlah tahap sintesis dan limbah reaksi dapat ditekan secara berarti.
- Penelitian mekanisme organologam, karena kompleks ini menjadi model klasik untuk mempelajari adisi oksidatif dan eliminasi reduktif pada logam transisi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 25360-32-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > C-H Activation [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 250 mg dan 1 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin |
| Penyimpanan | di bawah gas inert, tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya |
Kompleks organologam ini sebaiknya disimpan di bawah atmosfer gas inert seperti nitrogen atau argon, dalam wadah tertutup rapat yang diletakkan di tempat sejuk, kering, dan gelap. Penyimpanan di dalam glove box atau desikator berisi gas inert merupakan praktik terbaik untuk menjaga aktivitas katalitiknya dalam jangka panjang. Pengambilan bahan dilakukan secepat mungkin menggunakan spatula kering, lalu wadah segera ditutup dan dialiri gas inert kembali. Hindari kontak dengan udara lembap, pelarut terklorinasi panas, dan oksidator kuat. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta tangani senyawa fosfina di dalam lemari asam.
—
