=====PRODUK 1=====
3-Chloro-2,4,5-trifluorobenzoic acid adalah senyawa kimia turunan asam benzoat yang mengandung tiga atom fluor dan satu atom klor pada cincin aromatiknya. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block atau blok penyusun dalam sintesis organik, yaitu bahan awal yang diubah melalui berbagai reaksi kimia menjadi molekul yang lebih kompleks. Karena kehadiran gugus karboksil dan pola substitusi halogennya yang khas, senyawa ini sangat bernilai untuk merancang senyawa antara (intermediate) dalam riset kimia farmasi, kimia agrokimia, maupun kimia material. Para peneliti menggunakannya untuk membangun kerangka molekul obat, bahan aktif pestisida, serta senyawa fungsional lain yang memerlukan karakter elektronik tertentu. Dengan ketersediaan dalam kemasan 5 gram dari TCI, senyawa ini praktis dipakai untuk keperluan eksperimen skala laboratorium, baik untuk uji coba reaksi, optimasi kondisi sintesis, maupun produksi senyawa target dalam jumlah kecil.
Keunggulan utama senyawa ini terletak pada keberadaan atom fluor dan klor yang bersifat menarik elektron (electron-withdrawing). Kombinasi halogen tersebut mengubah distribusi elektron pada cincin benzena, sehingga memengaruhi reaktivitas senyawa dalam reaksi substitusi aromatik nukleofilik dan reaksi kopling yang dikatalisis logam. Gugus asam karboksilat memberikan titik reaksi yang fleksibel untuk pembentukan amida, ester, maupun turunan lain melalui reaksi kondensasi yang umum dilakukan di laboratorium. Selain itu, produk dari TCI disediakan dengan tingkat kemurnian yang sesuai untuk keperluan riset, sehingga hasil sintesis lebih konsisten dan dapat direproduksi. Karakter ini menjadikannya pilihan yang andal bagi peneliti yang membutuhkan bahan baku dengan spesifikasi jelas, kemasan praktis, dan dokumentasi yang memadai untuk kepentingan penelitian maupun publikasi ilmiah.
Di Indonesia, senyawa ini banyak dicari oleh laboratorium riset di perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta industri kimia yang sedang mengembangkan kandidat obat, bahan aktif pertanian, atau senyawa turunan fluorinasi lainnya. Ketersediaannya melalui distributor seperti AMI Scientific memudahkan peneliti di berbagai kota untuk memperoleh bahan kimia berkualitas tanpa harus mengimpor langsung. Dalam praktiknya, senyawa ini digunakan dalam skala gram untuk studi sintesis, penentuan struktur, serta uji aktivitas pendahuluan, sehingga turut mendukung penguatan kapasitas riset kimia organik dan kimia medisinal di tanah air.
- Sintesis senyawa antara farmasi — senyawa ini menjadi bahan awal yang ideal untuk membangun kerangka molekul obat, khususnya turunan yang mengandung cincin terfluorinasi dengan gugus karboksil yang mudah difungsionalisasi.
- Reaksi substitusi aromatik nukleofilik — keberadaan halogen yang menarik elektron mengaktifkan cincin benzena, sehingga senyawa ini cocok untuk mempelajari dan mengembangkan reaksi substitusi dengan berbagai nukleofil di laboratorium.
- Pengembangan bahan aktif agrokimia — gugus fluor pada kerangka aromatik sering meningkatkan stabilitas dan bioaktivitas senyawa, menjadikan bahan ini lazim dipakai dalam riset herbisida maupun insektisida generasi baru.
- Sintesis material fungsional dan kristal cair — pola substitusi halogen yang khas membuat senyawa ini berguna sebagai prekursor untuk senyawa mesogen maupun bahan optoelektronik dalam riset material.
- Optimasi reaksi kopling dan amidasi — gugus asam karboksilat memungkinkan pembentukan amida dan ester secara langsung, sehingga senyawa ini sering dipakai untuk skrining kondisi reaksi dalam pengembangan metodologi sintesis.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 101513-77-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | umumnya berupa padatan kristalin; pastikan deskripsi pada label kemasan saat penerimaan |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya langsung |
Senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, serta terlindung dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Hindari menyimpan di dekat bahan yang mudah terbakar atau bahan pengoksidasi kuat. Saat penanganan di laboratorium, gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta kerjakan di dalam lemari asam bila diperlukan, terutama saat menimbang atau memindahkan bahan. Pastikan wadah segera ditutup kembali setelah digunakan untuk mencegah penyerapan uap air dan kontaminasi silang. Sebelum digunakan, periksa label kemasan untuk informasi penanganan khusus dan ikuti prosedur keselamatan yang berlaku di laboratorium masing-masing.
—
