2-Chloro-2',6'-dimethylacetanilide adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik di laboratorium. Senyawa ini termasuk dalam kategori building blocks, yang merupakan bahan dasar untuk sintesis senyawa kompleks. Dalam penelitian kimia, senyawa ini sering digunakan sebagai prekursor dalam pembuatan senyawa aromatik dan heterosiklik. Karena struktur molekulnya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan yang populer dalam berbagai eksperimen kimia.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari gugus anilida dan substituen klorin serta metil. Karakteristik ini membuatnya mudah bereaksi dengan berbagai reagen kimia, seperti alkil halida atau asam karboksilat, sehingga cocok untuk reaksi substitusi dan reaksi coupling. Sifat non-heterosikliknya juga memudahkan identifikasi dan pemisahan selama proses analisis kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa farmakologis dan bahan kimia industri. Karena tersedia dalam kemasan yang praktis, senyawa ini mudah diakses oleh peneliti dan mahasiswa yang membutuhkan bahan dasar untuk eksperimen mereka.
- Digunakan dalam sintesis senyawa aromatik untuk studi struktur molekul
- Cocok untuk reaksi substitusi pada posisi para dan orto pada anilida
- Bahan dasar dalam pembuatan senyawa farmakologis dan bahan kimia industri
- Dapat digunakan dalam analisis kromatografi untuk identifikasi senyawa kompleks
- Memiliki potensi sebagai bahan bantu dalam reaksi coupling kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1131-01-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Karena bersifat kimia, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Selama penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
—


