Cyclohexyl p-Toluenesulfonate (CTTS) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Produk ini termasuk dalam kategori bahan bangunan kimia yang sering digunakan dalam reaksi kimia untuk membangun struktur molekuler baru. CTTS memiliki sifat reaktif yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya dalam berbagai kondisi laboratorium.
CTTS memiliki struktur molekul yang stabil dan reaktif, sehingga cocok untuk berbagai jenis reaksi kimia seperti reaksi nucleofilik, reaksi substitusi, dan reaksi penggabungan. Senyawa ini memiliki tingkat keamanan yang relatif tinggi dalam penggunaan yang benar, membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk laboratorium yang membutuhkan bahan baku berkualitas tinggi.
Di laboratorium Indonesia, CTTS sering digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Bahan ini sangat relevan untuk institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian yang fokus pada sintesis senyawa organik. Ketersediaannya dalam berbagai kemasan memudahkan penggunaan dalam skala kecil hingga menengah.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan reaktivitas tinggi
- Reaksi substitusi untuk pembentukan senyawa baru dalam kimia organik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa heterosiklik dalam lingkungan laboratorium
- Pengembangan bahan kimia untuk industri farmasi dan bahan kimia industri
- Uji katalis dan reaktivitas dalam reaksi kimia murni dan terapan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 953-91-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Cyclohexyl p-Toluenesulfonate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan atau kontaminasi. Hindari paparan langsung sinar matahari dan kelembapan tinggi. Dalam penggunaan, pastikan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker digunakan untuk meminimalkan risiko kontak langsung. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dianggap sebagai bahan kimia yang memerlukan penanganan hati-hati.
—
