Alpha-Cyclopentyl-DL-mandelic acid adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar atau building block dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang melibatkan pembentukan struktur karbon dengan substitusi siklik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan bantu untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu, baik dalam penelitian farmakologi, sintesis organik, maupun studi tentang reaktivitas kimia.
Alpha-Cyclopentyl-DL-mandelic acid memiliki struktur kimia yang unik dengan siklus pentana yang terikat pada gugus mandelic acid. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi substitusi dan reaksi pembentukan ikatan baru. Sifat kimia dan reaktivitasnya yang stabil memungkinkan senyawa ini digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium tanpa mengalami degradasi yang signifikan.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Ketersediaan bahan ini mendukung kegiatan penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa organik, pengembangan obat, dan studi tentang mekanisme reaksi kimia.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan substitusi siklik
- Penelitian farmakologi untuk pengembangan obat baru
- Studi reaktivitas kimia dalam reaksi substitusi dan pembentukan ikatan
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia tertentu
- Pembuatan senyawa intermediat dalam proses produksi obat
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 427-49-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Alpha-Cyclopentyl-DL-mandelic acid harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, jauh dari paparan cahaya matahari langsung dan kelembapan tinggi. Bahan ini tidak beracun dalam kondisi normal, namun tetap perlu ditangani dengan hati-hati untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya disimpan di area yang terkendali dan tidak terbuka, serta selalu ditemani label yang jelas untuk menghindari kesalahan penggunaan.
—
