4-Chloro-2-methylbenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar untuk pembuatan senyawa kompleks lainnya. Dalam proses sintesis, senyawa ini berperan sebagai prekursor yang memberikan struktur dasar untuk molekul target. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.
Dalam bentuk padat, 4-Chloro-2-methylbenzoic Acid memiliki struktur molekul yang terdiri dari cincin benzena dengan substituen kloro dan metil serta gugus karboksilat. Sifat polar dan keasamannya membuatnya mudah bereaksi dengan berbagai reagen kimia. Karakteristik ini memungkinkan senyawa ini digunakan dalam reaksi substitusi, esterifikasi, dan reaksi lainnya yang memerlukan reaktivitas yang terkendali.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Peneliti lokal sering memanfaatkan senyawa ini untuk pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang kesehatan dan teknologi. Ketersediaannya di pasar lokal juga memudahkan peneliti untuk mengakses bahan ini tanpa harus mengimpor dari luar negeri.
- Pembuatan senyawa farmakologis dengan struktur kompleks
- Reaksi substitusi pada cincin benzena untuk sintesis senyawa baru
- Esterifikasi untuk produksi bahan kimia industri
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam reaksi organik
- Sintesis senyawa dengan fungsi biologis tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7499-07-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
4-Chloro-2-methylbenzoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penggunaan, pastikan area kerja bersih dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk meminimalkan risiko paparan.
—
