2-Cyano-N,N-diethylacetamide adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan penggunaan gugus ciano sebagai bagian dari struktur molekul akhir. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar yang dapat diubah melalui reaksi substitusi atau reaksi kimia lainnya untuk menghasilkan senyawa dengan fungsi spesifik.
Senyawa ini memiliki sifat kimia stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, sehingga memudahkan peneliti dalam merancang jalur sintesis. Karena struktur molekulnya yang sederhana dan mudah dimodifikasi, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik. Selain itu, kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi membuatnya sangat fleksibel dalam berbagai aplikasi laboratorium.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti di bidang kimia organik, farmasi, dan material. Ketersediaannya di pasar lokal dan kehandalannya dalam berbagai reaksi menjadikannya bahan yang sangat diminati untuk penelitian dan pengembangan produk baru.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan gugus ciano sebagai bagian struktur
- Pengembangan obat baru melalui modifikasi molekul yang membutuhkan bahan baku aktif
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa kimia dalam berbagai kondisi reaksi
- Pembuatan bahan kimia intermediet untuk industri farmasi dan kimia
- Analisis struktur molekul menggunakan teknik spektroskopi dan kromatografi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 26391-06-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia sangat disarankan. Dalam laboratorium, selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari paparan langsung.
—
