Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 12246-51-4

Chlorobis(cyclooctene)iridium(I) Dimer TCI C2985

Chlorobis(cyclooctene)iridium(I) Dimer TCI C2985
Harga reguler Rp 3.512.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.512.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI C2985 Chlorobis(cyclooctene)iridium(I) Dimer dengan nomor CAS 12246-51-4 adalah kompleks organologam iridium yang berperan sebagai prekursor katalis. Struktur dimernya menghubungkan dua pusat iridium melalui jembatan klorida, dengan ligan sikloktena yang terikat lemah pada setiap logam. Di laboratorium katalisis, senyawa ini banyak digunakan untuk membangkitkan spesies katalitik aktif secara langsung di dalam labu reaksi, khususnya pada transformasi aktivasi ikatan karbon–hidrogen. Kombinasi antara logam iridium yang kaya elektron dan ligan yang mudah tergantikan menjadikan senyawa ini titik masuk yang praktis bagi berbagai sistem katalis modern.

Sifat paling menentukan dari kompleks ini adalah kelabilan ligan sikloktenanya. Ligan alkena tersebut mudah terlepas ketika ditambahkan ligan pendukung seperti fosfina, karbena N-heterosiklik, atau bipiridina, sehingga peneliti dapat merakit katalis dengan sifat elektronik dan sterik yang diinginkan tanpa memerlukan prosedur pembuatan yang rumit. Pusat iridium(I) dengan konfigurasi kaya elektron sangat sesuai untuk tahap adisi oksidatif pada ikatan C–H yang biasanya sulit diaktifkan. Karena reaktivitasnya tinggi, senyawa ini peka terhadap udara dan kelembapan, sehingga penanganannya menuntut teknik bebas udara. Kemasan 200 mg mencerminkan bahwa katalis ini bekerja pada muatan rendah dalam reaksi.

Di Indonesia, reagen ini dimanfaatkan kelompok riset katalisis homogen, kimia organologam, dan sintesis organik lanjut di perguruan tinggi serta pusat penelitian. Karena bersifat peka udara, laboratorium yang menggunakannya umumnya telah memiliki jalur gas inert, glovebox, atau setidaknya lini Schlenk. Kemasan kecil sangat membantu di sini, sebab mengurangi risiko bahan rusak akibat pembukaan botol berulang di lingkungan tropis yang lembap.

  • Katalisis aktivasi ikatan C–H, karena pusat iridium(I) yang kaya elektron mampu menyisip ke ikatan karbon–hidrogen yang secara umum dianggap tidak reaktif.
  • Reaksi borilasi aromatik terarah, sebab kompleks ini lazim dipasangkan dengan ligan bipiridina untuk memasang gugus boronat pada posisi tertentu cincin aromatik.
  • Pembuatan katalis iridium terkustomisasi, karena ligan sikloktena mudah digantikan sehingga peneliti bebas merancang lingkungan koordinasi sesuai kebutuhan reaksinya.
  • Studi hidrogenasi dan transfer hidrogen, mengingat kompleks iridium(I) sering menjadi prekursor sistem katalitik untuk reduksi ikatan rangkap maupun gugus karbonil.
  • Penelitian mekanisme organologam, sebab senyawa ini menjadi model yang baik untuk mempelajari tahap adisi oksidatif, substitusi ligan, dan eliminasi reduktif.

Merek TCI
Nomor CAS 12246-51-4
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > C-H Activation [Catalysis]
Ukuran kemasan 200 mg
Bentuk fisik padatan kompleks organologam yang peka terhadap udara; rincian sesuai label dan Certificate of Analysis
Penyimpanan simpan di bawah gas inert, dalam kondisi dingin, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai anjuran label

Kompleks iridium ini peka terhadap udara dan kelembapan, sehingga harus disimpan di bawah atmosfer gas inert seperti argon atau nitrogen, di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya. Penimbangan sebaiknya dilakukan di dalam glovebox atau menggunakan teknik Schlenk agar tidak terjadi oksidasi. Gunakan pelarut yang telah dikeringkan dan diawaudarakan sebelum melarutkan katalis. Tutup botol rapat dan segera kembalikan ke penyimpanan setelah digunakan, serta hindari membuka botol berulang kali dalam waktu singkat. Kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, kelola limbah logam berat secara terpisah, dan baca Lembar Data Keselamatan Bahan sebelum bekerja.

  • Nishiyama dkk. (1991). Oxidative-addition reactions of alkyl chlorides with chlorobis(cyclooctene)rhodium(I) and the bis(oxazolinyl)pyridine ligand: formation of stable (chloromethyl)rhodium(III) complexes and their reactions. Organometallics doi:10.1021/om00054a036

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.