TCI C3074 2-Chloro-6-nitrophenol adalah senyawa fenol tersubstitusi yang membawa gugus klorin dan gugus nitro pada posisi orto terhadap gugus hidroksil. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menyediakan tiga gugus fungsi berbeda dalam satu molekul kecil, yaitu hidroksil fenolik, nitro, dan halogen aromatik. Kombinasi tersebut menjadikannya bahan awal yang sangat berguna di laboratorium sintesis organik, khususnya untuk membangun senyawa heterosiklik terkondensasi seperti benzoksazol, fenoksazin, dan turunan aminofenol yang banyak digunakan pada riset zat warna maupun kimia medisinal.
Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah keragaman transformasi yang dapat dilakukan pada setiap gugusnya. Gugus nitro dapat direduksi menjadi amina, membuka jalur menuju o-aminofenol yang merupakan prekursor klasik berbagai heterosiklik bernitrogen dan beroksigen. Gugus hidroksil fenolik bersifat asam sehingga mudah dideprotonasi dan dialkilasi atau diasilasi, sekaligus berperan sebagai nukleofil dalam pembentukan cincin. Sementara itu, gugus nitro yang menarik elektron kuat mengaktivasi cincin terhadap substitusi nukleofilik aromatik, sehingga atom klorin di sebelahnya menjadi lebih mudah digantikan dibanding pada aril klorida biasa.
Dalam praktik laboratorium di Indonesia, senyawa ini dipakai pada penelitian sintesis heterosiklik, pengembangan zat warna, serta kajian kimia medisinal di perguruan tinggi dan lembaga riset. Kemasan 1 g dan 5 g cocok untuk pola kerja penelitian yang bertahap, dari uji kondisi reaksi skala kecil hingga penyiapan bahan antara untuk beberapa tahap sintesis lanjutan. Karena senyawa nitrofenol memerlukan penanganan yang cermat, kemasan kecil juga membantu laboratorium membatasi jumlah bahan berbahaya yang disimpan.
- Prekursor sintesis benzoksazol dan heterosiklik terkondensasi, karena reduksi gugus nitro menghasilkan o-aminofenol yang siap disiklisasi menjadi cincin baru.
- Bahan awal pembuatan turunan aminofenol tersubstitusi, sebab gugus nitro dapat direduksi secara selektif tanpa mengganggu gugus hidroksil maupun klorin.
- Reaksi substitusi nukleofilik aromatik, mengingat gugus nitro yang menarik elektron kuat mengaktivasi cincin sehingga klorin menjadi gugus pergi yang efektif.
- Sintesis eter dan ester fenolik, karena gugus hidroksil bersifat cukup asam untuk dideprotonasi lalu direaksikan dengan alkil halida atau agen pengasilasi.
- Riset zat warna dan bahan antara industri kimia, sebab kerangka nitrofenol terklorinasi merupakan motif umum pada berbagai jalur sintesis pewarna azo.
| Merek | TCI (kode katalog C3074) |
|---|---|
| Nomor CAS | 603-86-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | padatan berwarna pada suhu ruang; konfirmasikan pada label dan Certificate of Analysis tiap lot |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, terlindung cahaya, dan terpisah dari basa serta oksidator kuat |
Senyawa nitrofenol memerlukan kehati-hatian ekstra. Simpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat pada lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari basa kuat, oksidator, serta bahan pereduksi. Hindari sumber panas, percikan api, dan paparan cahaya langsung. Lakukan seluruh penimbangan dan pemindahan di dalam lemari asam sambil mengenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, kacamata pelindung, dan bila perlu masker partikulat, karena senyawa fenolik dapat menyebabkan iritasi dan mudah terserap melalui kulit. Bersihkan tumpahan segera dengan bahan penyerap inert, hindari kontak langsung, dan kelola seluruh limbah melalui jalur limbah B3 laboratorium sesuai prosedur yang berlaku.
—
