Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2315-81-3

3-Chloro-4-hydroxybenzonitrile TCI C3083

3-Chloro-4-hydroxybenzonitrile TCI C3083
Harga reguler Rp 1.151.850,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.151.850,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI C3083 3-Chloro-4-hydroxybenzonitrile adalah senyawa aromatik terfungsionalisasi ganda yang diposisikan sebagai *building block* non-heterosiklik dalam pekerjaan sintesis organik. Molekul ini membawa tiga elemen reaktif sekaligus pada satu cincin benzena, yaitu gugus hidroksil fenolik, atom klor, dan gugus nitril, sehingga berperan sebagai titik awal yang efisien ketika peneliti perlu membangun kerangka aromatik yang lebih kompleks. Di laboratorium sintesis, bahan seperti ini menghemat langkah karena pola substitusinya sudah terbentuk sejak awal dan tidak perlu dibangun melalui rangkaian reaksi fungsionalisasi yang panjang, mahal, serta rawan kehilangan rendemen pada setiap tahapannya.

Karakteristik yang membuat senyawa ini banyak dipilih adalah ortogonalitas gugus fungsinya. Gugus hidroksil fenolik dapat dialkilasi atau diarilasi melalui reaksi Williamson maupun Mitsunobu untuk membentuk eter, sementara gugus nitril dapat dihidrolisis menjadi amida dan asam karboksilat, direduksi menjadi benzilamina, atau disikliasi menjadi tetrazol. Atom klor yang berdampingan dengan gugus hidroksil turut memengaruhi keasaman fenol dan memberi ruang bagi reaksi kopling katalisis logam transisi. Kombinasi tersebut memungkinkan peneliti melakukan transformasi bertahap secara terkendali, satu gugus pada satu waktu, tanpa harus melindungi seluruh molekul secara berlebihan.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini umum dijumpai pada kelompok riset kimia organik sintesis di perguruan tinggi, laboratorium kimia medisinal, serta unit riset dan pengembangan industri farmasi dan agrokimia. Ukuran kemasan gram membuatnya sesuai untuk skala penelitian tesis, disertasi, maupun proyek hibah yang menuntut efisiensi anggaran bahan. Pengadaan melalui distributor lokal juga membantu laboratorium menjaga kesinambungan riset tanpa bergantung pada pengiriman internasional yang memakan waktu.

  • Sintesis eter aril: gugus hidroksil fenolik mudah dideprotonasi dan direaksikan dengan alkil halida sehingga menghasilkan turunan eter dengan kendali regiokimia yang baik.
  • Pembentukan cincin tetrazol: gugus nitril bereaksi dengan sumber azida untuk menghasilkan tetrazol yang lazim dipakai sebagai bioisoster asam karboksilat dalam kimia medisinal.
  • Prekursor benzilamina: reduksi gugus nitril memberi amina primer yang selanjutnya dapat diamidasi, disulfonilasi, atau digunakan dalam reaksi aminasi reduktif lanjutan.
  • Substrat kopling silang: atom klor aromatik dapat diaktifkan oleh katalis paladium sehingga memungkinkan pembentukan ikatan karbon–karbon maupun karbon–nitrogen secara terarah.
  • Bahan baku pustaka senyawa: pola substitusi rangkap tiga pada satu cincin memudahkan pembuatan seri analog untuk kajian hubungan struktur dan aktivitas biologis.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 2315-81-3
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang; rincian lengkap mengikuti lembar data produsen
Penyimpanan simpan pada wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembapan

Simpan senyawa ini dalam wadah asli yang tertutup rapat, diletakkan di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, serta memiliki ventilasi memadai dan terhindar dari sinar matahari langsung. Gugus fenolik dapat menggelap bila terpapar udara dan cahaya dalam waktu lama, sehingga botol gelap atau penyimpanan di dalam lemari tertutup sangat dianjurkan. Penimbangan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam menggunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari menghirup debu halus, tutup kembali botol segera setelah digunakan, dan kelola sisa bahan sebagai limbah kimia sesuai prosedur laboratorium yang berlaku.