2-Cyclohexyl-4,4,5,5-tetramethyl-1,3,2-dioxaborolane adalah senyawa organoboron yang digunakan secara luas dalam sintesis kimia, terutama dalam reaksi yang melibatkan pembentukan ikatan karbon-karbon. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi seperti reaksi Suzuki-Miyaura dan reaksi Kumada-Corriu, yang merupakan metode penting dalam sintesis senyawa kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai reagen penting dalam pembentukan ikatan karbon yang stabil dan beragam.
Karakteristik utama dari senyawa ini termasuk kemampuannya untuk berikatan dengan logam transisi dan kemampuannya dalam berpartisipasi dalam reaksi substitusi dan reaksi katalitik. Keberadaan sikloheksil dan tetrametil pada struktur molekulnya memberikan kestabilan dan reaktivitas yang sesuai untuk berbagai kondisi reaksi. Karena sifatnya yang sangat spesifik dan efektif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam banyak penelitian kimia organik.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik, farmakologi, dan material. Karena kebutuhan akan senyawa organoboron yang berkualitas tinggi dan stabil, senyawa ini sering dipakai dalam laboratorium penelitian dan industri kimia di berbagai universitas dan lembaga riset.
- Reaksi Suzuki-Miyaura untuk sintesis senyawa aromatik
- Pembentukan ikatan karbon-karbon dalam sintesis senyawa kompleks
- Penggunaan dalam sintesis senyawa farmakologis
- Reaksi katalitik yang memerlukan reagen organoboron
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 87100-15-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Organometallic Reagents > Organoboron |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan udara dan kelembapan. Karena sifatnya yang sensitif terhadap lingkungan, penting untuk menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari langsung. Penggunaan harus dilakukan di bawah kondisi laboratorium yang aman, dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan kacamata.
—
