2-Chloro-4-iodobenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa fungsi yang lebih kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan bantu untuk reaksi substitusi dan reaksi penggabungan, yang memungkinkan peneliti menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu.
Senyawa ini memiliki struktur aromatik dengan substituen klor dan iod yang memberikan sifat reaktif yang tinggi. Karena keberadaan iod, senyawa ini memiliki kecenderungan untuk berpartisipasi dalam reaksi elektrofilik dan nukleofilik. Kombinasi klor dan iod juga memberikan variasi dalam reaktivitas, menjadikannya pilihan yang ideal untuk berbagai jenis reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam studi tentang sintesis senyawa baru dan modifikasi struktur molekul. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian farmakologi dan kimia medisinal, karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi yang menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi elektrofilik dalam pembuatan senyawa aromatik
- Pengembangan senyawa fungsi dalam kimia organik
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa kimia
- Modifikasi struktur molekul untuk meningkatkan sifat fisik dan kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 145343-76-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Chloro-4-iodobenzoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan reaksi dengan udara. Bahan ini sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini memiliki potensi iritasi. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
—
