Cyclothiazide (mixture of isomers), dengan nomor CAS 2259-96-3, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologis dan bio-kimia. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai eksperimen untuk mempelajari efek farmakologis pada sistem saraf dan jantung. Cyclothiazide memiliki aktivitas sebagai agen vasodilator dan antihistamin, sehingga menjadi bahan penting dalam penelitian tentang peran senyawa tertentu dalam pengobatan penyakit kardiovaskular dan alergi.
Cyclothiazide memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap paparan cahaya dan kelembapan. Karena merupakan campuran isomer, bahan ini memiliki variasi struktur molekuler yang memengaruhi aktivitasnya secara berbeda. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian yang membutuhkan variasi struktural dalam senyawa aktif.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Cyclothiazide digunakan secara luas oleh peneliti di berbagai institusi, termasuk universitas dan lembaga riset. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian bidang farmakologi, farmakognosi, dan neurofarmakologi, terutama dalam studi tentang mekanisme aksi obat dan pengembangan terapi baru.
- Penelitian tentang efek vasodilator pada sistem kardiovaskular
- Uji aktivitas antihistamin dalam studi alergi dan imunologi
- Pengembangan obat baru untuk gangguan saraf dan jantung
- Eksperimen farmakologis untuk mengevaluasi mekanisme obat
- Studi tentang interaksi senyawa dalam sistem biologis kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2259-96-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 25mg, 100mg |
| Bentuk fisik | Padatan kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Cyclothiazide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari paparan cahaya langsung. Penyimpanan dalam kulkas dengan suhu 2-8°C dianjurkan untuk mempertahankan stabilitas senyawa. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini juga harus dipisahkan dari bahan kimia lain yang bersifat oksidatif atau korosif untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.
—
