1-(2-Klorofenil)-3-metil-5-pirazolon adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan farmakologi. Senyawa ini memiliki struktur kompleks yang terdiri dari cincin pirazolone dan gugus kloro pada cincin fenil. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa lain, terutama dalam bidang farmakologi dan kimia organik. Karena sifat kimianya yang unik, senyawa ini juga digunakan untuk studi aktivitas biologis dan mekanisme reaksi kimia.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap paparan sinar UV dan suhu tinggi. Karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi dan reaksi kondensasi. Ketersediaannya dalam bentuk padat dan kemasan yang beragam memudahkan penggunaan dalam berbagai skala eksperimen.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan untuk penelitian di berbagai institusi seperti universitas, lembaga riset, dan industri farmasi. Penggunaannya terutama terfokus pada pengembangan obat baru dan studi aktivitas biologis senyawa kimia. Karena kebutuhan akan bahan baku yang berkualitas tinggi, senyawa ini menjadi salah satu produk yang sering dicari oleh para peneliti di Indonesia.
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Studi aktivitas biologis senyawa kimia dalam penelitian farmakologi
- Eksperimen kimia organik untuk memahami mekanisme reaksi kimia
- Pengujian keterikatan senyawa dengan protein target dalam penelitian biomedis
- Analisis struktur molekuler menggunakan teknik spektroskopi dan kromatografi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 14580-22-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | TCI |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya dan panas |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung. Simpan di suhu kamar dan hindari paparan suhu tinggi. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani senyawa ini. Pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terkena kelembapan. Penanganan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Dacre dkk. (1993). p-Chlorophenyl Methyl Sulfide, p-Chlorophenyl Methyl Sulfoxide, and p-Chlorophenyl Methyl Sulfone. III. Toxicokinetics and Metabolism in Rats and Rhesus Monkeys. Journal of the American College of Toxicology doi:10.1177/109158189301200409
- Thake dkk. (1993). p-Chlorophenyl Methyl Sulfide, p-Chlorophenyl Methyl Sulfoxide, and p-Chlorophenyl Methyl Sulfone. II. Subchronic Effects in Rodents and Rhesus Monkeys. Journal of the American College of Toxicology doi:10.1177/109158189301200408
- Leber dkk. (1993). p-Chlorophenyl Methyl Sulfide, p-Chlorophenyl Methyl Sulfoxide, and p-Chlorophenyl Methyl Sulfone. I. Acute Toxicity and Bacterial Mutagenicity Studies. Journal of the American College of Toxicology doi:10.1177/109158189301200407
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
