Curcumol adalah senyawa alami yang terdapat dalam ekstrak curcuma, khususnya dari akar curcuma. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian bidang kehidupan ilmu pengetahuan, terutama dalam studi tentang senyawa bioaktif yang memiliki potensi farmakologis. Curcumol memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi yang signifikan, sehingga menjadi bahan penting dalam eksperimen yang berkaitan dengan mekanisme penyakit dan pengembangan obat. Dalam laboratorium, Curcumol digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai komponen dalam uji aktivitas biologis.
Curcumol memiliki struktur kimia kompleks yang membuatnya unik dibandingkan senyawa lain dalam keluarga curcuminoid. Sifat kimia dan fisika yang stabil serta kemampuannya untuk larut dalam pelarut organik menjadikannya mudah digunakan dalam berbagai prosedur laboratorium. Karena sifatnya yang tidak beracun dan relatif aman, Curcumol menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan bahan dengan risiko rendah.
Di laboratorium Indonesia, Curcumol digunakan secara luas dalam penelitian bidang farmakologi, biokimia, dan farmasi. Bahan ini sering diaplikasikan dalam uji aktivitas antioksidan, uji toksikologi, serta penelitian tentang efek senyawa alami terhadap sel dan jaringan. Ketersediaan Curcumol dalam bentuk kemasan kecil seperti 10mg dan 50mg memudahkan penggunaan dalam skala penelitian yang terbatas.
- Uji aktivitas antioksidan untuk mengevaluasi kemampuan Curcumol dalam menetralkan radikal bebas.
- Penelitian tentang efek anti-inflamasi Curcumol pada model sel atau jaringan inflamasi.
- Sintesis senyawa turunan Curcumol untuk pengembangan obat baru atau bahan aktif farmasi.
- Analisis kandungan Curcumol dalam ekstrak curcuma sebagai bahan baku farmasi.
- Uji toksikologi Curcumol untuk memastikan keamanan penggunaan dalam penelitian klinis atau preklinis.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4871-97-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 10mg, 50mg |
| Bentuk fisik | Padat (bentuk serbuk atau kristal) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan. |
Curcumol harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil dan kering sangat disarankan. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan peralatan yang bersih dan tidak terkontaminasi. Penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker dianjurkan untuk mencegah kontak langsung. Selalu pastikan bahwa Curcumol tidak tercampur dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
- (2013). Mechanism study on anti-proliferative effects of curcumol in human hepatocarcinoma HepG2 cells. China Journal of Chinese Materia Medica doi:10.4268/cjcmm20131132
- Staff (2023). Curcumol Attenuates Human Uterine Leiomyoma Cell Development. Phytopharmacological Communications doi:10.55627/ppc.003.01.0325
- Wang (2025). Comparative Analysis of Icarrin and Curcumol as a Therapy for Pancreatic Cancer and Breast Cancer. MedScien doi:10.61173/rc0bfb69
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
