Chicoric Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang biologi sel dan nutrisi. Bahan ini sering ditemukan dalam ekstrak tumbuhan tertentu dan memiliki potensi sebagai senyawa bioaktif yang dapat memengaruhi proses fisiologis dan metabolisme organisme. Dalam laboratorium, Chicoric Acid digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai bahan uji dalam penelitian nutrisi dan farmakologi.
Chicoric Acid memiliki struktur kimia yang kompleks dan sifat kimia yang stabil, sehingga memungkinkan penggunaannya dalam berbagai kondisi penelitian. Senyawa ini juga memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang memperkuat relevansinya dalam studi kesehatan dan penyakit. Karena sifat-sifat ini, Chicoric Acid menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian yang memerlukan senyawa dengan aktivitas biologis yang jelas.
Di laboratorium Indonesia, Chicoric Acid digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat, nutrisi, dan farmakologi. Bahan ini sering digunakan oleh peneliti yang ingin mengeksplorasi efek senyawa alami terhadap fungsi tubuh manusia dan hewan. Dengan keberagaman aplikasinya, Chicoric Acid menjadi salah satu bahan penting dalam pengembangan penelitian ilmiah di Indonesia.
- Penelitian nutrisi untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif dalam makanan
- Uji aktivitas antioksidan pada berbagai ekstrak tumbuhan
- Analisis komponen kimia dalam bahan alami untuk penelitian farmakologi
- Pengembangan produk kesehatan berbasis senyawa alami
- Studi efek fisiologis senyawa pada sistem metabolisme organisme
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 70831-56-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 10mg, 50mg |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Chicoric Acid harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, dalam kondisi sejuk dan kering. Hindari paparan langsung cahaya matahari atau suhu tinggi untuk mencegah degradasi senyawa. Selama penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan area penyimpanan terkunci dan hanya diakses oleh personel yang terlatih untuk meminimalkan risiko kebocoran atau kontaminasi.
- Liu dkk. (2015). Metabolism of chicoric acid by rat liver microsomes and bioactivity comparisons of chicoric acid and its metabolites. Food & Function doi:10.1039/c5fo00073d
- Lee dkk. (2013). Chicoric acid: chemistry, distribution, and production. Frontiers in Chemistry doi:10.3389/fchem.2013.00040
- Grignon-Dubois dkk. (2013). The economic potential of beach-cast seagrass – Cymodocea nodosa: a promising renewable source of chicoric acid. botm doi:10.1515/bot-2013-0029
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
