Chlorprothixene adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologis dan biokimia. Bahan ini termasuk dalam kategori reagen farmakologi dan sering digunakan dalam eksperimen untuk mempelajari efek farmakologis dan mekanisme kerja obat. Dalam laboratorium, Chlorprothixene digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau dalam uji aktivitas biologis. Bahan ini juga relevan dalam penelitian neurofarmakologi karena memiliki aktivitas antipsikotik yang relatif kuat.
Chlorprothixene memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berinteraksi dengan berbagai reaktan dalam kondisi tertentu. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, sehingga memerlukan penanganan yang hati-hati dalam proses sintesis atau uji laboratorium. Karena sifatnya yang reaktif, Chlorprothixene sering dipilih untuk eksperimen yang memerlukan kontrol ketat terhadap reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, Chlorprothixene digunakan dalam penelitian obat, terutama dalam bidang farmakologi dan neurofarmakologi. Bahan ini juga relevan dalam penelitian tentang efek psikotropik dan pengembangan terapi psikotik. Peneliti di Indonesia sering memanfaatkan Chlorprothixene untuk memahami mekanisme kerja obat dan efek sampingnya dalam konteks lokal.
- Penelitian tentang efek antipsikotik pada model hewan untuk pengembangan obat psikotik
- Uji aktivitas biologis senyawa baru dalam bidang farmakologi
- Sintesis senyawa farmakologis sebagai bahan baku dalam produksi obat
- Analisis interaksi molekuler dalam studi farmakodinamika
- Pengujian toksisitas dan efek samping obat pada sistem saraf
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 113-59-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 250mg, 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Chlorprothixene harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan tidak boleh terkena udara bebas untuk mencegah degradasi. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Pastikan area penyimpanan terkunci dan hanya diakses oleh personel yang terlatih.
- (2024). Chlorprothixene overdose. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-024-59414-3
- (1997). Poland — Chlorprothixene-dipicrylamine membrane electrodes. Biosensors and Bioelectronics doi:10.1016/0956-5663(97)90007-5
- &NA; (1993). Chlorprothixene. Reactions Weekly doi:10.2165/00128415-199304780-00026
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
