N-Benzyl-2-chloroacetamide adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini memiliki struktur dasar yang terdiri dari gugus amina dan kloroasetamida, yang membuatnya sangat penting dalam pembentukan senyawa heterosiklik atau senyawa kompleks lainnya. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa farmakologis, bahan kimia industri, atau bahan penelitian ilmiah.
Bahan ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap sangat reaktif terhadap berbagai reaksi kimia. Karena struktur molekulnya yang kompleks, senyawa ini memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi lain, sehingga menjadi pilihan ideal dalam reaksi substitusi, penggabungan, atau reaksi kondensasi. Ketersediaannya dalam bentuk padat juga memudahkan dalam penggunaan dan penyimpanan.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering ditemukan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan bahan kimia industri. Banyak institusi pendidikan dan penelitian menggunakan senyawa ini untuk memperluas pengetahuan tentang sintesis senyawa kompleks dan pengembangan produk baru.
- Dalam sintesis senyawa farmakologis, senyawa ini digunakan sebagai bahan baku untuk membangun struktur molekul aktif.
- Bahan ini cocok untuk reaksi substitusi dalam sintesis senyawa heterosiklik karena reaktivitasnya yang tinggi.
- Senyawa ini sering digunakan dalam penelitian bahan kimia industri untuk pengembangan produk baru.
- Dalam laboratorium pendidikan, senyawa ini digunakan untuk mengajar reaksi kimia organik dan mekanisme reaksi.
- Bahan ini juga digunakan dalam penelitian tentang senyawa yang memiliki aktivitas biologis tinggi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2564-06-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan udara dan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Karena sifat kimianya yang reaktif, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Selama penyimpanan, pastikan area laboratorium tetap bersih dan terkontrol, serta hindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat mengambil atau mengolah bahan ini.
—


