2-Chloro-1-(p-tolyl)ethan-1-one adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang melibatkan pembentukan ikatan karbon-karbon atau substitusi klorin. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang sangat penting untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai kondisi lingkungan seperti suhu tinggi atau kelembapan. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam reaksi kimia yang memerlukan presisi tinggi. Selain itu, senyawa ini memiliki struktur molekuler yang sederhana, sehingga mudah dimodifikasi melalui reaksi kimia lanjutan.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sering menjadi bagian dari proyek penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa baru atau modifikasi senyawa yang sudah ada.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan substitusi klorin
- Pengembangan bahan kimia untuk industri farmasi dan kosmetik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik
- Pembuatan senyawa intermediet dalam proses produksi obat
- Studi tentang mekanisme reaksi kimia dalam lingkungan laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4209-24-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta kelembapan. Penyimpanan yang tepat akan menjaga stabilitas senyawa dan mencegah reaksi tidak diinginkan. Dalam laboratorium, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Selain itu, wadah harus ditempatkan di area yang terpisah dari bahan kimia lainnya untuk menghindari risiko reaksi kimia yang tidak terduga.
—
