2,3,5,6-Tetrachloroterephthalic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang khas dengan dua gugus kloro pada posisi tertentu dari asam terephthalat. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa heterosiklik, polimer, dan senyawa fungsi yang lebih kompleks. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi kimia.
Karakteristik utama dari 2,3,5,6-Tetrachloroterephthalic Acid adalah kestabilan kimianya dalam kondisi reaksi tertentu serta kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi seperti esterifikasi, amidasi, dan reaksi substitusi. Senyawa ini juga memiliki titik leleh yang tinggi dan daya tahan terhadap oksidasi, sehingga memudahkan proses sintesis dan pemrosesan di laboratorium. Karena sifat-sifat ini, senyawa ini sangat diminati oleh para peneliti dan ilmuwan di Indonesia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang sintesis senyawa kompleks, pengembangan bahan baru, dan studi struktur molekuler. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian terapan seperti pembuatan bahan polimer, obat, dan bahan kimia industri. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya menjadi pilihan yang praktis untuk kebutuhan penelitian di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan bahan polimer dengan sifat khusus
- Reaksi esterifikasi dalam produksi bahan kimia industri
- Studi struktur molekuler untuk penelitian kimia organik
- Pengembangan bahan kimia berbasis senyawa kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2136-79-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat, kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari kelembapan dan cahaya langsung |
2,3,5,6-Tetrachloroterephthalic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara untuk mencegah kelembapan dan kontaminasi. Bahan ini sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Saat menangani bahan ini, para peneliti harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Karena sifat kimianya yang stabil, bahan ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus, tetapi tetap perlu dijaga kebersihan dan keamanan di laboratorium.
- Tagle dkk. (1992). Polymerization by phase transfer catalysis. 15. Polyesters from tetrachloroterephthalic acid and related diacids with bisphenol A. Polymer International doi:10.1002/pi.4990290405
- He dkk. (2009). Hydrogen-bond-directed supramolecular arrays in 4,4′-bipyridinium tetrachloroterephthalate dihydrate and bis(1,10-phenanthrolinium) tetrachloroterephthalate tetrachloroterephthalic acid trihydrate. Acta Crystallographica Section C Crystal Structure Communications doi:10.1107/s0108270109037500
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
