TCI C4054 68003-38-3 CTPI-2 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian mitokondria, khususnya dalam studi metabolisme dan fungsi sel. Senyawa ini memiliki peran penting dalam memahami mekanisme aktivasi mitokondria dan respons sel terhadap stres oksidatif. Di laboratorium, CTPI-2 sering digunakan sebagai bahan bantu untuk menguji aktivitas enzim mitokondria dan mempelajari peran mitokondria dalam penyakit seperti diabetes dan penyakit neurodegeneratif.
CTPI-2 memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam penelitian. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pelarutan dan penggunaan dalam berbagai eksperimen. Karena sifatnya yang konsisten dan dapat diandalkan, CTPI-2 menjadi pilihan utama para peneliti yang membutuhkan bahan kimia berkualitas tinggi untuk eksperimen mitokondria.
Di laboratorium Indonesia, CTPI-2 digunakan secara luas dalam penelitian biomedis dan bioteknologi. Banyak institusi riset dan universitas menggunakan senyawa ini untuk memperluas pemahaman tentang mekanisme mitokondria dan pengembangan terapi berbasis mitokondria. Senyawa ini menjadi bagian penting dari alat dan bahan yang tersedia di AMI Scientific, yang mendukung penelitian ilmiah di berbagai bidang kehidupan.
- Penelitian aktivitas mitokondria dalam sel manusia untuk memahami penyakit metabolik
- Uji respons sel terhadap stres oksidatif dalam konteks penyakit neurodegeneratif
- Pengembangan model sel untuk studi efek obat pada fungsi mitokondria
- Analisis peran mitokondria dalam proses apoptosis dan penyakit kanker
- Studi metabolisme energi dalam sel eukariotik untuk aplikasi bioteknologi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 68003-38-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Mitochondria Research |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
CTPI-2 harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena bersifat kimia, senyawa ini perlu ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan yang tidak bereaksi dengan senyawa tersebut, seperti plastik atau kaca. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan kestabilan senyawa selama penggunaan.
- Rahmadi dkk. (2016). HUBUNGAN KAUSALITAS DALAM PENYELESAIAN SENGKETA KEPEMILIKAN SAHAM PT. CTPI: STUDI PUTUSAN KASASI M.A.R.I. NOMOR 862 K/Pdt/2013. Badamai Law Journal doi:10.32801/damai.v1i1.249
- Tang dkk. (2013). Low-dose cerebral CT perfusion imaging (CTPI) of senile dementia: Diagnostic performance. Archives of Gerontology and Geriatrics doi:10.1016/j.archger.2012.05.009
- Backes dkk. (2022). Adaptation and Validation of the Constructivist Teaching Practices Inventory in Elementary Physical Education (CTPI-EPE) for Brazilian Physical Education Pre-Service Teachers. International Journal of Environmental Research and Public Health doi:10.3390/ijerph191912091
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
