Nepsilon-(1-Carboxymethyl)-L-lysine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terutama dalam bidang kimia biologis dan peptida. Bahan ini merupakan derivat dari asam lisin, yang merupakan salah satu asam amino esensial. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bantu dalam sintesis peptida dan modifikasi protein. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi kimia kompleks.
Nepsilon-(1-Carboxymethyl)-L-lysine memiliki struktur kimia yang memungkinkan reaksi kimia yang spesifik, seperti reaksi dengan reagen seperti aktivator atau pengikat. Sifat ini menjadikannya sangat cocok untuk aplikasi dalam penelitian biokimia dan farmakologi. Karena kemurniannya tinggi dan konsistensi kualitas, senyawa ini juga digunakan dalam penelitian yang membutuhkan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, termasuk penelitian tentang protein, peptida, dan aplikasi biomedis. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk eksperimen yang memerlukan bahan kimia berkualitas tinggi dan spesifik.
- Penelitian modifikasi protein untuk pengembangan obat baru
- Sintesis peptida dalam bidang biokimia dan farmakologi
- Uji aktivitas biologis senyawa kimia dalam penelitian farmasi
- Analisis struktur molekuler dalam laboratorium kimia biologis
- Pengembangan bahan bantu dalam reaksi kimia kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5746-04-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 25mg, 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Nepsilon-(1-Carboxymethyl)-L-lysine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar, dalam lingkungan yang kering dan sejuk. Saat menangani bahan ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta kerjakan di area laboratorium yang terkontrol.
- Zhu dkk. (2012). The effects of low-dose Nepsilon-(carboxymethyl)lysine (CML) and Nepsilon-(carboxyethyl)lysine (CEL), two main glycation free adducts considered as potential uremic toxins, on endothelial progenitor cell function. Cardiovascular Diabetology doi:10.1186/1475-2840-11-90
- Berg dkk. (1998). The advanced glycation end product Nepsilon-(carboxymethyl)lysine is increased in serum from children and adolescents with type 1 diabetes.. Diabetes Care doi:10.2337/diacare.21.11.1997
- Hamada dkk. (2000). Epalrestat, an aldose reductase ihibitor, reduces the levels of Nepsilon-(carboxymethyl)lysine protein adducts and their precursors in erythrocytes from diabetic patients.. Diabetes Care doi:10.2337/diacare.23.10.1539
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
