Dibenzothiophene adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterosiklik dan sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari dua cincin aromatik yang terhubung oleh satu atom sulfur, sehingga memberikan sifat reaktivitas yang unik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering dimanfaatkan untuk menghasilkan senyawa-senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan kimia organik. Dibenzothiophene juga digunakan dalam penelitian tentang reaksi substitusi dan reaksi aromatik, karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia.
Dibenzothiophene memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap berbagai kondisi seperti suhu tinggi atau pengaruh katalis. Struktur molekulnya yang kompleks membuat senyawa ini menjadi bahan yang sangat diminati dalam sintesis senyawa heterosiklik. Selain itu, senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai eksperimen kimia. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi, yang membuatnya menjadi bahan yang sangat penting dalam penelitian kimia.
Di laboratorium Indonesia, Dibenzothiophene digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang kesehatan dan industri. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini juga sering digunakan dalam penelitian tentang reaksi kimia yang kompleks, sehingga menjadi salah satu bahan penting dalam laboratorium kimia di Indonesia.
- Dalam sintesis senyawa heterosiklik, Dibenzothiophene digunakan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan senyawa dengan struktur kompleks.
- Senyawa ini cocok untuk penelitian tentang reaksi substitusi aromatik karena struktur molekulnya yang stabil dan reaktif.
- Dibenzothiophene sering dimanfaatkan dalam pengembangan senyawa farmakologis karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia.
- Bahan ini digunakan dalam penelitian material organik karena sifat kimianya yang unik dan kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai katalis.
- Dibenzothiophene juga diterapkan dalam studi reaksi kimia yang melibatkan pengaruh suhu dan katalis, karena sifat reaktivitasnya yang tinggi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 132-65-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Dibenzothiophene harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap bahan kimia. Dalam penanganan, senyawa ini harus dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta tidak boleh dihiraukan oleh asap atau uap. Dalam laboratorium, selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
- Rodrigo dkk. (2014). Microbial-electrochemical bioremediation and detoxification of dibenzothiophene-polluted soil. Chemosphere doi:10.1016/j.chemosphere.2013.11.060
- Ohshiro (1996). Desulfurization of dibenzothiophene derivatives by whole cells of Rhodococcus erythropolis H-2. FEMS Microbiology Letters doi:10.1016/0378-1097(96)00244-3
- Nagai dkk. (2003). Deactivation study on nitrided molybdena–alumina during hydrodesulfurization of dibenzothiophene by X-ray photoelectron spectroscopy. Catalysis Today doi:10.1016/j.cattod.2003.10.020
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
