Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 90-59-5

3,5-Dibromosalicylaldehyde, CAS 90-59-5, TCI D0188

3,5-Dibromosalicylaldehyde, CAS 90-59-5, TCI D0188

Identitas Kimia

Nama lain
3,5-Dibromo-2-hydroxybenzaldehyde
No. CAS
90-59-5
PubChem
CID 7024·SID 87566906
Rumus molekul
C7H4Br2O2
Berat molekul
279.92 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3,5-dibromo-2-hydroxybenzaldehyde
SMILES
C1=C(C=C(C(=C1C=O)O)Br)Br
InChIKey
JHZOXYGFQMROFJ-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00003318
Harga reguler Rp 1.035.300,00
Harga reguler Rp 723.450,00 Harga obral Rp 1.035.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

3,5-Dibromosalicylaldehyde dari TCI adalah turunan salisilaldehida dengan dua atom brom pada posisi 3 dan 5 cincin aromatik. Senyawa ini memiliki gugus aldehida dan gugus hidroksil fenolik yang letaknya berdekatan, sehingga sangat berguna sebagai building block dalam sintesis organik maupun kimia koordinasi. Di laboratorium, senyawa ini terutama dipakai untuk membuat basa Schiff, yaitu hasil kondensasi aldehida dengan amina primer. Ligan basa Schiff tersebut dapat membentuk kompleks dengan berbagai ion logam transisi.

Peneliti memilih senyawa ini karena kombinasi gugus fungsinya membuat reaksi kondensasi dengan amina berlangsung lugas, sedangkan gugus hidroksil di posisi orto dapat ikut berkoordinasi dengan logam. Kedua atom brom menarik elektron, sehingga keasaman fenol dan sifat elektronik ligan ikut berubah. Akibatnya, kestabilan, warna, dan aktivitas katalitik kompleks logam yang terbentuk juga berbeda. Atom brom juga dapat menjadi titik reaksi lanjutan, misalnya pada reaksi kopling silang, sehingga peluang modifikasi struktur makin luas.

Di laboratorium kimia anorganik dan organik di Indonesia, 3,5-Dibromosalicylaldehyde banyak dicari oleh peneliti yang mengembangkan ligan tipe salen, kompleks logam untuk katalisis, serta senyawa dengan potensi aktivitas biologis seperti antibakteri atau antioksidan. Topik ini cukup populer dalam penelitian skripsi, tesis, dan disertasi. Kemasan 5g cocok untuk sintesis eksploratif, sedangkan 25g mendukung pembuatan ligan dalam jumlah lebih besar untuk serangkaian uji.

  • Sintesis ligan basa Schiff: gugus aldehida bereaksi mudah dengan amina primer, sementara gugus hidroksil orto membantu membentuk ligan bidentat atau tetradentat yang stabil.
  • Pembuatan kompleks logam tipe salen: bersama diamina, senyawa ini menghasilkan ligan salen tersubstitusi brom yang sifat elektroniknya berbeda dari ligan salen biasa untuk studi katalisis.
  • Penapisan aktivitas biologis: turunan basa Schiff dan kompleks logamnya sering diuji sebagai antibakteri, antijamur, atau antioksidan dalam penelitian kimia medisinal di perguruan tinggi.
  • Kopling silang dan modifikasi lanjutan: atom brom pada cincin aromatik memberi titik reaksi tambahan untuk memperluas kerangka molekul melalui reaksi yang dikatalisis logam.
  • Studi spektroskopi dan kimia koordinasi: kompleks yang terbentuk berguna untuk mempelajari spektrum UV-Vis, inframerah, dan sifat magnetik dalam praktikum kimia anorganik tingkat lanjut.

Merek TCI
Nomor CAS 90-59-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik umumnya berupa padatan kristalin; lihat sertifikat analisis untuk keterangan pasti
Penyimpanan wadah tertutup rapat, sejuk, kering, terlindung dari cahaya dan udara berlebih

Simpan 3,5-Dibromosalicylaldehyde dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap, karena gugus aldehida dapat teroksidasi perlahan jika sering terpapar udara. Bila perlu, simpan di bawah gas inert untuk penggunaan jangka panjang. Jauhkan dari oksidator kuat dan basa kuat. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menangani bahan. Hindari kontak dengan kulit dan mata serta jangan menghirup debunya. Timbang di lemari asam atau area berventilasi baik. Ikuti petunjuk SDS TCI untuk pertolongan pertama dan pembuangan limbah halogen.

  • Theodoulou dkk. (2025). Manganese(II) Complexes with 3,5–Dibromosalicylaldehyde: Characterization and Interaction Studies with DNA and Albumins. Inorganics doi:10.3390/inorganics13080263
  • Kunnath dkk. (2026). Copper(II) complexes derived from 3,5-dibromosalicylaldehyde semicarbazone: Crystal structures, spectra and in vitro cytotoxicity studies. Polyhedron doi:10.1016/j.poly.2026.118002
  • Cui dkk. (2012). Synthesis, structures and urease inhibition studies of Schiff base metal complexes derived from 3,5-dibromosalicylaldehyde. European Journal of Medicinal Chemistry doi:10.1016/j.ejmech.2012.09.037

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.