2,3-Dichloropropionic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa fungisida. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block yang sangat penting untuk pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi dan industri kimia.
Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang baik, 2,3-Dichloropropionic Acid menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi substitusi dan reaksi penggantian. Struktur molekulnya yang sederhana memungkinkan penyesuaian mudah dalam proses sintesis. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan isolasi dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 2,3-Dichloropropionic Acid digunakan secara luas oleh peneliti dan institusi pendidikan untuk keperluan penelitian dan pengembangan. Bahan ini sering ditemukan dalam proyek penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmakologi dan biokimia. Ketersediaannya yang relatif mudah dan kualitasnya yang terjamin membuatnya menjadi pilihan utama di berbagai laboratorium di Indonesia.
- Sintesis senyawa fungisida untuk pengembangan pestisida ramah lingkungan
- Pembuatan senyawa heterosiklik dalam penelitian farmakologi
- Reaksi substitusi klorin pada rantai karbon untuk pengembangan senyawa baru
- Pengujian aktivitas biologis senyawa organik dalam bidang biokimia
- Proses pembuatan bahan aktif farmasi dalam industri farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 565-64-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,3-Dichloropropionic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Bahan ini bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, sehingga harus ditangani dengan sarung tangan dan masker respirator. Kemasan yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik tahan kimia yang kedap udara. Selama penyimpanan, pastikan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
- ONDA dkk. (1990). A new approach for enzymatic synthesis of D-3-chlorolactic acid from racemic 2,3-dichloropropionic acid by halo acid dehalogenase.. Agricultural and Biological Chemistry doi:10.1271/bbb1961.54.3031
- Onda dkk. (1990). A New Approach for Enzymatic Synthesis ofd-3-Chlorolactic Acid from Racemic 2,3-Dichloropropionic Acid by Halo Acid Dehalogenase. Agricultural and Biological Chemistry doi:10.1080/00021369.1990.10870449
- (2020). Identification and Characterization of a 2,2-Dichloropropionic Acid (2,2-DCP) Degrading Alkalotorelant Bacterium Strain BHS1 Isolated from Blue Lake, Turkey. Journal of Tropical Life Science doi:10.11594/jtls.10.03.08
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
