Methyl 2,3-Dichloropropionate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik di laboratorium. Bahan ini memiliki struktur molekul yang sederhana namun sangat penting dalam sintesis senyawa kompleks. Sebagai building block, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik.
Methyl 2,3-Dichloropropionate memiliki karakteristik kimia yang menarik, seperti keberadaan dua klorin di posisi 2 dan 3 pada rantai propionat. Kehadiran klorin memberikan sifat reaktivitas yang tinggi, sehingga memungkinkan senyawa ini berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia. Karena kemurnian dan stabilitasnya, senyawa ini juga mudah ditemukan dan digunakan dalam berbagai skala laboratorium.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sangat relevan untuk penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan kimia industri. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia menggunakan senyawa ini sebagai bahan dasar dalam eksperimen dan pengembangan produk baru.
- Sintesis senyawa heterosiklik sebagai bahan baku dalam pengembangan obat
- Reaksi substitusi elektrofilik untuk modifikasi rantai karbon
- Pembuatan senyawa intermediat dalam proses produksi bahan kimia
- Eksperimen kimia organik untuk pendidikan dan penelitian
- Pengujian reaktivitas senyawa halogen pada berbagai kondisi reaksi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3674-09-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Methyl 2,3-Dichloropropionate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Bahan ini sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Dalam penanganan, gunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan area penyimpanan memiliki ventilasi yang baik dan tidak terbuka untuk mengurangi risiko kebocoran atau paparan.
—
