2,5-Dihydroxybenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia dan analisis laboratorium. Senyawa ini memiliki struktur aromatik dengan dua gugus hidroksil yang terletak pada posisi 2 dan 5 pada cincin benzoat. Fungsinya dalam laboratorium meliputi penggunaan sebagai reaktan dalam sintesis senyawa kompleks, serta sebagai bahan standar untuk analisis kuantitatif. Dalam bidang kimia organik, senyawa ini juga sering digunakan sebagai pengikat dalam teknik spektroskopi massa dan kromatografi.
Karakteristik utama dari 2,5-Dihydroxybenzoic Acid termasuk kelarutan yang baik dalam pelarut organik dan air, serta stabilitas kimia yang relatif tinggi. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai reaksi kimia yang memerlukan kondisi reaktif yang terkendali. Selain itu, senyawa ini memiliki daya tarik karena kemampuannya untuk membentuk kompleks dengan logam berat, yang memperluas aplikasinya dalam analisis kimia dan studi lingkungan.
Di laboratorium Indonesia, 2,5-Dihydroxybenzoic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia, analisis sampel, dan pengembangan produk farmasi. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi dan aplikasi, senyawa ini menjadi bahan yang populer di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
- Sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa aromatik kompleks
- Digunakan dalam proses analisis kuantitatif menggunakan teknik kromatografi
- Berperan dalam pengujian aktivitas biologis senyawa organik
- Dimanfaatkan dalam pengembangan produk farmasi dan kosmetik
- Cocok untuk penelitian lingkungan terkait adsorpsi logam berat
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 490-79-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,5-Dihydroxybenzoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di lingkungan yang sejuk dan kering untuk mencegah kelembapan dan kontaminasi. Karena bersifat kimia yang relatif stabil, senyawa ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus selama penyimpanan jangka pendek. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, penting untuk menghindari paparan langsung terhadap sinar matahari dan udara terbuka. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Akita dkk. (1999). Teratogenicity of salicylate and its metabolites (2, 4-Dihydroxybenzoic acid and 2, 5-Dihydroxybenzoic acid) studied in the rat embryo culture method.. Japanese Journal of Pharmacology doi:10.1016/s0021-5198(19)35195-9
- Sarma dkk. (2017). Adsorption of substituted benzoic acids onto α-Al2O3 surface in mixed-adsorbate mode: 2,4-Dihydroxybenzoic acid, 2,6-dihydroxybenzoic acid and 1,2,4-benzenetricarboxylic acid (trimellitic acid). Journal of Environmental Chemical Engineering doi:10.1016/j.jece.2017.05.049
- McMahon dkk. (1991). Comparative acute nephrotoxicity of salicylic acid, 2,3-dihydroxybenzoic acid, and 2,5-dihydroxybenzoic acid in young and middle aged Fischer 344 rats. Toxicology doi:10.1016/0300-483x(91)90201-b
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
