3,5-Dihydroxybenzoic Acid adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan analisis laboratorium. Senyawa ini memiliki struktur aromatik dengan dua gugus hidroksil yang terletak pada posisi 3 dan 5 pada cincin benzoat. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar (building block) dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi oksidasi. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini sering digunakan dalam pembuatan senyawa obat, bahan kimia industri, dan bahan bantu analisis.
Salah satu keunggulan dari 3,5-Dihydroxybenzoic Acid adalah kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya, sehingga memungkinkan pembentukan senyawa baru dengan struktur yang lebih kompleks. Senyawa ini juga memiliki sifat larut dalam pelarut organik, seperti etil asetat dan etanol, yang memudahkan proses pemisahan dan pemurnian dalam laboratorium. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk berbagai eksperimen kimia yang membutuhkan reaktivitas tinggi dan kestabilan dalam kondisi tertentu.
Di laboratorium Indonesia, 3,5-Dihydroxybenzoic Acid digunakan secara luas dalam penelitian kimia murni dan terapan. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia, farmasi, dan lingkungan. Karena ketersediaannya yang relatif mudah dan harga yang terjangkau, senyawa ini menjadi pilihan utama untuk keperluan penelitian dan pengembangan produk baru.
- Dalam sintesis senyawa obat, senyawa ini digunakan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu.
- Dalam analisis kualitatif dan kuantitatif, senyawa ini digunakan sebagai standar untuk mengidentifikasi senyawa lain melalui metode spektroskopi.
- Dalam reaksi kimia organik, senyawa ini berfungsi sebagai reaktan dalam proses substitusi dan reaksi redoks.
- Dalam penelitian lingkungan, senyawa ini digunakan untuk mempelajari dampak kimia terhadap lingkungan dan proses degradasi.
- Dalam pembuatan bahan kimia industri, senyawa ini digunakan sebagai bahan bantu dalam produksi bahan kimia tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 99-10-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
3,5-Dihydroxybenzoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering untuk mencegah penyerapan kelembapan dan kontaminasi. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi kulit dan saluran pernapasan. Bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat korosif atau reaktif.
- Sarma dkk. (2017). Adsorption of substituted benzoic acids onto α-Al2O3 surface in mixed-adsorbate mode: 2,4-Dihydroxybenzoic acid, 2,6-dihydroxybenzoic acid and 1,2,4-benzenetricarboxylic acid (trimellitic acid). Journal of Environmental Chemical Engineering doi:10.1016/j.jece.2017.05.049
- Akita dkk. (1999). Teratogenicity of salicylate and its metabolites (2, 4-Dihydroxybenzoic acid and 2, 5-Dihydroxybenzoic acid) studied in the rat embryo culture method.. Japanese Journal of Pharmacology doi:10.1016/s0021-5198(19)35195-9
- McMahon dkk. (1991). Comparative acute nephrotoxicity of salicylic acid, 2,3-dihydroxybenzoic acid, and 2,5-dihydroxybenzoic acid in young and middle aged Fischer 344 rats. Toxicology doi:10.1016/0300-483x(91)90201-b
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
