2,2'-Dihydroxy-4,4'-dimethoxybenzophenone adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis polimer dan senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur fenol dan metoksil yang memberikan sifat reaktif dan stabil, menjadikannya penting dalam berbagai reaksi kimia. Di laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai monomer dalam pembuatan polimer, terutama dalam reaksi polimerisasi yang memerlukan reaktivitas tinggi.
Karakteristik utama dari 2,2'-Dihydroxy-4,4'-dimethoxybenzophenone termasuk kelarutan dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, serta kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi dan kondensasi. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai aplikasi sintetik. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas kimia yang baik dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan di laboratorium.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian ilmu material dan kimia organik. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk pengembangan produk baru, pengujian kualitas material, serta penelitian tentang sifat polimer. Ketersediaan bahan ini memudahkan peneliti dalam memenuhi kebutuhan eksperimen yang memerlukan senyawa dengan struktur kompleks dan reaktivitas tinggi.
- Pengembangan polimer baru dengan struktur kompleks untuk aplikasi industri
- Sintesis senyawa organik yang memerlukan reaktivitas tinggi dan stabilitas kimia
- Penelitian tentang sifat optik dan fotokimia dari senyawa fenolik
- Uji kualitas material dalam bidang teknik dan ilmu material
- Pembuatan bahan aktif dalam produk kosmetik dan farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 131-54-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena bersifat kimia, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Penggunaan bahan ini harus dilakukan di area laboratorium yang terkontrol, dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan selalu mengikuti protokol keselamatan kimia untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
