2,5-Dimethylaniline adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi organik dan sintesis senyawa kompleks. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks, yang merupakan komponen dasar dalam pembentukan senyawa organik lebih kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa aromatik, amina, dan senyawa lain yang memiliki struktur kompleks.
2,5-Dimethylaniline memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah bereaksi dengan berbagai reagen kimia. Senyawa ini bersifat basa lemah dan dapat berpartisipasi dalam reaksi substitusi, reduksi, dan reaksi cross-coupling. Daya reaksinya yang tinggi membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai aplikasi laboratorium.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan untuk penelitian ilmiah, pengembangan produk kimia, dan pendidikan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini sebagai alat untuk memperluas pengetahuan dan inovasi di bidang kimia.
- Sintesis senyawa aromatik untuk pengembangan obat dan bahan kimia industri
- Pembuatan senyawa amina sebagai bahan baku dalam sintesis organik
- Reaksi cross-coupling untuk menghasilkan senyawa kompleks dengan struktur spesifik
- Penelitian tentang reaktivitas dan sifat kimia senyawa aromatik
- Penggunaan dalam pendidikan kimia untuk eksperimen reaksi organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 95-78-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan suhu tinggi |
2,5-Dimethylaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung serta suhu tinggi. Bahan ini bersifat kimia yang bisa bereaksi dengan bahan lain, sehingga harus disimpan terpisah dari bahan oksidator dan asam. Dalam penggunaan, harus dilakukan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker.
- Huang dkk. (2012). Mass-analyzed threshold ionization spectroscopy of 2,6-dimethylaniline, 2,6-dimethylaniline-NHD, and 2,6-dimethylaniline-ND2. Chemical Physics Letters doi:10.1016/j.cplett.2012.09.027
- Tzeng dkk. (1998). Vibronic features of 2,6-dimethylaniline, 2,6-dimethylaniline–NHD, and 2,6-dimethylaniline–ND2 by resonant two-photon ionization mass spectrometry. Journal of the Chemical Society, Faraday Transactions doi:10.1039/a804321c
- MICHIDA dkk. (2001). Formation Mechanism of 4,4-Methylenebis(N,N-dimethylaniline) by the Anodic Oxidation of N,N-Dimethylaniline. YAKUGAKU ZASSHI doi:10.1248/yakushi.121.1005
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
