Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 95-78-3

2,5-Dimethylaniline TCI D0668

2,5-Dimethylaniline TCI D0668

Identitas Kimia

Nama lain
2,5-Xylidine · p-Xylidine
No. CAS
95-78-3
PubChem
CID 7259·SID 87567309
Rumus molekul
C8H11N
Berat molekul
121.18 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,5-dimethylaniline
SMILES
CC1=CC(=C(C=C1)C)N
InChIKey
VOWZNBNDMFLQGM-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00007743
Harga reguler Rp 689.850,00
Harga reguler Rp 481.950,00 Harga obral Rp 689.850,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D0668 2,5-Dimethylaniline, yang juga dikenal sebagai 2,5-xilidina, adalah amina aromatik primer dengan dua gugus metil pada posisi 2 dan 5 cincin benzena. Senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik yang penting dalam kimia sintesis. Ia lama dipakai sebagai zat antara dalam pembuatan zat warna azo, pigmen, dan berbagai senyawa organik bernitrogen. Di laboratorium, ia juga berfungsi sebagai senyawa acuan untuk analisis amina aromatik dalam sampel lingkungan dan produk industri.

Gugus amino primernya dapat didiazotasi lalu dikopling, diasilasi, dialkilasi, atau dipakai dalam reaksi pembentukan heterosiklik. Karena itu, senyawa ini sangat serbaguna. Dua gugus metil memengaruhi sifat elektronik dan sterik di sekitar gugus amino, sehingga menghasilkan produk dengan karakter yang berbeda dari anilina biasa atau isomer xilidina lainnya. Perbedaan antar-isomer ini juga menjadikan 2,5-dimethylaniline bahan pembanding yang berguna dalam pengembangan metode pemisahan kromatografi.

Di Indonesia, senyawa ini relevan untuk laboratorium kimia organik di perguruan tinggi, laboratorium pengembangan zat warna untuk industri tekstil yang besar di Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta laboratorium pengujian yang memantau amina aromatik dalam limbah cair industri. Kemasan 25 gram cukup untuk praktikum sintesis zat warna, optimasi reaksi, maupun pembuatan larutan standar analitik dalam berbagai konsentrasi.

  • Sintesis zat warna azo: gugus amino primernya mudah didiazotasi lalu dikopling dengan fenol atau amina, sehingga cocok untuk membuat dan mempelajari pewarna azo.
  • Standar analisis amina aromatik: dapat dipakai sebagai senyawa acuan untuk identifikasi dan kuantifikasi xilidina dalam limbah industri atau produk tekstil dengan GC maupun HPLC.
  • Pengembangan metode pemisahan isomer: karena ada beberapa isomer dimetilanilina, senyawa ini berguna untuk menguji resolusi kolom kromatografi dalam memisahkan isomer posisi.
  • Sintesis senyawa amida dan heterosiklik: aminanya dapat diasilasi atau direaksikan untuk membentuk kerangka heterosiklik bernitrogen yang dibutuhkan dalam riset farmasi dan agrokimia.
  • Praktikum kimia organik: reaksi diazotasi dan kopling dengan senyawa ini memberikan produk berwarna yang jelas, sehingga cocok untuk mengajarkan reaktivitas amina aromatik.

Merek TCI (kode produk D0668)
Nomor CAS 95-78-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik lihat CoA/SDS dari TCI
Penyimpanan wadah tertutup rapat, terlindung dari udara dan cahaya, area berventilasi

Amina aromatik seperti 2,5-dimethylaniline bersifat toksik bila tertelan, terhirup, atau terserap melalui kulit. Selain itu, ia cenderung berubah warna menjadi lebih gelap bila terpapar udara dan cahaya. Simpan wadah asli tertutup rapat di tempat sejuk, gelap, dan berventilasi baik, jauh dari oksidator kuat dan asam. Selalu bekerja di lemari asam dengan sarung tangan yang tahan bahan kimia, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Kumpulkan limbahnya secara terpisah sebagai limbah B3. Baca SDS dengan teliti sebelum memakainya.

  • Huang dkk. (2012). Mass-analyzed threshold ionization spectroscopy of 2,6-dimethylaniline, 2,6-dimethylaniline-NHD, and 2,6-dimethylaniline-ND2. Chemical Physics Letters doi:10.1016/j.cplett.2012.09.027
  • Tzeng dkk. (1998). Vibronic features of 2,6-dimethylaniline, 2,6-dimethylaniline–NHD, and 2,6-dimethylaniline–ND2 by resonant two-photon ionization mass spectrometry. Journal of the Chemical Society, Faraday Transactions doi:10.1039/a804321c
  • MICHIDA dkk. (2001). Formation Mechanism of 4,4-Methylenebis(N,N-dimethylaniline) by the Anodic Oxidation of N,N-Dimethylaniline. YAKUGAKU ZASSHI doi:10.1248/yakushi.121.1005

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.