1,3-Dioxane adalah senyawa organik yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini berfungsi sebagai pelarut yang sangat efektif, terutama dalam reaksi yang memerlukan pelarut non-polar atau polar. Karena sifatnya yang tidak reaktif, 1,3-Dioxane sering dipilih untuk menghindari reaksi samping yang tidak diinginkan. Bahan ini juga digunakan dalam proses pemisahan dan pencampuran komponen kimia dalam berbagai eksperimen.
1,3-Dioxane memiliki sifat volatil dan tidak berwarna, yang membuatnya mudah diuapkan dan cocok untuk aplikasi yang memerlukan pelarut ringan. Karena tidak beracun dalam kadar rendah, bahan ini relatif aman untuk digunakan di laboratorium, asalkan diambil langkah-langkah keamanan yang tepat. Sifat kimianya yang stabil juga memungkinkan penggunaan berulang tanpa perubahan signifikan.
Di laboratorium Indonesia, 1,3-Dioxane menjadi pilihan utama untuk berbagai eksperimen kimia, termasuk sintesis senyawa organik dan analisis komponen kimia. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia murni maupun terapan, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Ketersediaannya yang luas dan harga yang kompetitif membuatnya menjadi bahan yang sangat populer di kalangan ilmuwan lokal.
- Sintesis senyawa organik sebagai pelarut untuk reaksi kimia kompleks
- Pemisahan dan pencampuran komponen kimia dalam proses isolasi
- Penggunaan dalam analisis kromatografi untuk memisahkan senyawa
- Penyediaan lingkungan reaksi yang stabil untuk reaksi kimia non-reaktif
- Penggunaan dalam proses pelarutan bahan kimia yang tidak larut dalam air
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 505-22-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan tidak berwarna |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
1,3-Dioxane harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat volatilnya, bahan ini harus disimpan dalam wadah yang tahan terhadap uap dan bocoran. Penggunaan harus dilakukan dalam ruang yang ventilasi baik untuk menghindari paparan berlebihan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini.
- Okrut dkk. (2008). Crystal structure of tributylmethylammonium tetrachloro(1,4- dioxane)oxotungstate(V) 1,4-dioxane hemisolvate, [N(CH3)(C4H9)3][WOCl4(C4H8O2)] · 0.5C4H8O2. Zeitschrift für Kristallographie - New Crystal Structures doi:10.1524/ncrs.2008.0010
- Komatsu dkk. (1996). Vaper-Liquid Equilibrium Data for Two Ternary Systems of Ethanol-Water-Dioxane and Ethyl Acetate-Water-Dioxane at Atmospheric Pressure.. KAGAKU KOGAKU RONBUNSHU doi:10.1252/kakoronbunshu.22.378
- Nezhadali dkk. (2025). Extraction and Measurement of 1,4-Dioxane in Detergents Using Headspace Microextraction Followed by Gas Chromatography. Journal of AOAC International doi:10.1093/jaoacint/qsaf027
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
