Ethylene Glycol Diphenyl Ether (CAS 104-66-5) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia. Bahan ini sering ditemukan dalam senyawa organik yang memiliki struktur kompleks dan digunakan untuk sintesis senyawa lain yang lebih kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan bantu dalam reaksi substitusi dan reaksi kondensasi.
Ethylene Glycol Diphenyl Ether memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, sehingga memudahkan proses sintesis tanpa menghasilkan produk sampingan yang tidak diinginkan. Senyawa ini juga memiliki titik didih yang tinggi, sehingga cocok untuk reaksi yang memerlukan suhu tinggi. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai aplikasi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Ethylene Glycol Diphenyl Ether digunakan dalam penelitian kimia organik, termasuk dalam pembuatan senyawa farmasi dan bahan kimia industri. Bahan ini juga sering digunakan dalam penelitian tentang reaktivitas senyawa organik dan pengembangan metode sintesis baru.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan reaktivitas tinggi
- Reaksi substitusi pada rantai karbon untuk memperoleh senyawa baru
- Pengembangan metode sintesis yang efisien dan ramah lingkungan
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa aromatik
- Penggunaan dalam pembuatan bahan kimia industri seperti pelarut dan bahan aditif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 104-66-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk kristal atau serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Ethylene Glycol Diphenyl Ether harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penanganan, harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, namun tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata.
- Shakoor Shar dkk. (2023). Development of PLA/Lignin Bio-Composites Compatibilized by Ethylene Glycol Diglycidyl Ether and Poly (ethylene glycol) Diglycidyl Ether. Polymers doi:10.3390/polym15204049
- Jang dkk. (2010). Isobaric vapor–liquid equilibria for the n-heptane + ethylene glycol monopropyl ether and n-octane + ethylene glycol monopropyl ether systems. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2010.08.002
- Doe dkk. (1990). Mass transfer of acetylacetone, ethylene glycol mono-n-butyl ether and ethylene glycol monophenyl ether across water-carbon tetrachloride and water-chloroform interfaces. Analytica Chimica Acta doi:10.1016/s0003-2670(00)83923-9
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
